BAB III Jaringan BWA WIMAX 58 BAB III JARINGAN BWA WIMAX Sebelum kita membahas mengenai optimalisasi jaringan BWA WiMax yang akan dibahas dalam BAB IV, dibutuhkan pengetahuan dan informasi mengenai jaringan BWA WiMax yang sudah ada saat ini untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan dari jaringan BWA WiMax tersebut. 3.1 Topologi Jaringan Jaringan BWA WiMax yang telah dibangun mempunyai bentuk topologi jaringan sebagai berikut : Gambar 3.1 Topology Jaringan BWA WiMax Jabodetabek Setiap BTS BWA WiMax terhubung dengan MUX Fiber Optic yang terhubung dengan jaringan Fiber Optic. Melalui jaringan fiber optic ini menghubungkan BTS-BTS BWA WiMax ke Cyber yang merupakan gateway atau gerbang dari IP Network. Dari
BAB III Jaringan BWA WIMAX 59 gerbang IP Network inilah tipe layanan aliran trafik BWA WiMax ini di arahkan. Misal untuk kebutuhan link MPLS, maka dari gateway akan diarahkan ke PE MPLS yang terhubung dengan MPLS Network. Dan untuk layanan ATM, maka dari gateway ini traffic akan diarahkan ke CE ATM. Layanan layanan yang dapat di berikan dengan BWA WiMax ini yaitu : - MPLS - ATM - ISP SMB - ISP Enterprise - Lastmile Backhaul GPRS Pada fasa pertama pembangunan jaringan BTS BWA WiMax ini pemilihan penempatan BTS BWA WiMax berdasarkan kesiapan infrastruktur transmisi yang ada. Sehingga dalam perencanaan jaringan aspek-aspek perencanaan ideal jaringan WiMax tidak kita tekankan melainkan lebih menekankan pada kesiapan infrastuktur penunjang dalam pembangunan BTS BWA WiMax seperti kesiapan transmisi, kesiapan tower, kesiapan daya dan lain-lain. 3.2 Konfigurasi Radio dan Spesifikasi Perangkat yang digunakan dalam pembangunan jaringan BWA WiMax ini tediri dari BTS (Base Transceiver Station) dan CPE (Customer Premise Equipment). Berikut adalah konfigurasi dan spesifikasi dari perangkat-perangkat tersebut. 3.2.1 BTS ( Base Transceiver Station ) Setiap BTS BWA WiMax dipasang 3 sektor antena, 3 Outdoor Unit, 1 Buah Indoor Unit.
BAB III Jaringan BWA WIMAX 60 Gambar 3.2 Konfigurasi BTS BTS Specification Frequency : 3.3 Ghz and 3.5 GHz OFDM Duplex Method : TDD Coverage : NLOS 20 km LOS 20 km QoS : Ready VLAN : 802.1q IP Version : IPv4, IPv6 Bandwidth Rate : 64 Kbps 2048 Kbps Interface : Ethernet 10/100/1000, support Jumbo Ethernet/Frame Power Source : 90 265 V AC or -48 VDC 5A Power Consumption : 250 Watt Beamwidth Antenna : 120º per sector Weight of Antenna : 3.8 Kg and 6.2 Kg IDU Dimension (HxWxD) : 43mm x 482 mm x 228 mm ( 19 1U ) ODU Dimension ( HxWxD ) : 400 mm x 317 mm x 65.5 mm Antenna Dimension ( HxWxD ): 650 mm x 200 mm x 101 mm
BAB III Jaringan BWA WIMAX 61 3.2.2 CPE ( Customer Premise Equipment ) Perangkat yang ada di customer ada 2 tipe, yaitu LOS ( Indoor and Outdoor ) dan NLOS ( Indoor ) Gambar 3.3 Perangkat CPE Indoor / NLOS Gambar 3.4 Perangkat Indoor dan Outdoor / LOS Dan secara konfigurasi perangkat yang ada di pelanggan adalah sebagai berikut : Gambar 3.5 Konfigurasi CPE
BAB III Jaringan BWA WIMAX 62 Perangkat Outdoor yang terintegrasi dengan antenna, merupakan perangkat yang di letakkan di outdoor sebagai penghubung dan pengarah ke BTS BWA WiMax. Dari pedangkat outdoor ini di hubungkan dengan perangkat IDU dengan kabel UTP. Perangkat IDU ini juga merupakan perangkat PoE ( Power Over Ethernet ) yang menberikan kebutuhan power perangkat Outdoor. Perangkat Indoor ini memiliki output port Ethernet yang merupakan output trafik yang terhubung dengan perangkat customer atau router customer. CPE Specification Frequency : 3.3 Ghz and 3.5 GHz OFDM Channel size : 3.5 Mhz, 5 Mhz, 7 Mhz Duplex Method : TDD, FDD RX Sensitivity : -103 dbm TX Power : +24 dbm Bandwidth Rate : 64 Kbps 2048 Kbps QoS : Ready VLAN : 802.1q IP Version : IPv4, IPv6 Interface : Ethernet 10/100 Power Source : 110 240 V AC / 50 60 Hz IDU Dimension (HxWxD) : 40 mm x 150 mm x 200 mm ODU Dimension ( HxWxD ) : 311 mm x 244 mm x 65.5 mm SDA Dimension ( HxWxD ) : 26 mm x 42.5 mm x 72 mm ) 3.3 Kapasitas Jaringan Kapasitas atau bandwidth dari jaringan BWA WiMax ini dibagi dalam 2 tipe, yaitu : - Kapasitas Radio per sector - Kapasitas Backhaul
BAB III Jaringan BWA WIMAX 63 3.3.1 Kapasitas Radio Kapasitas / bandwidth per BTS adalah 15 Mbps ( aggregate ) yang terbagi dalam 3 sektor dimana setiap sektor mempunyai kapasitas 5 Mbps. Sedangkan pembagian secara Upstream dan Downstream adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Pembagian Kapasitas Upstream dan Downstream Services UPSTREAM DOWNSTREAM Total Capacity Remarks All services 6 Mbps 9 Mbps 15 Mbps (40:60) In Best Modulation Total Capacity per Sector 15 Mbps 3.3.2 Kapasitas Backhaul Sedangkan untuk disisi Backhaul, untuk setiap BTS mempunyai kapasitas 10 E1 / 20 Mbps. Berikut adalah pembagian kapasitas backhaulnya : Gambar 3.6 Pembagian kapasitas backhaul
BAB III Jaringan BWA WIMAX 64 Tabel 3.2 Pembagian kapasitas backhaul No BTS MPLS + Internet Enterprise ATM + Internet SMB 1 BTS Cawang 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 2 BTS Bintaro Office 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 3 BTS Cempaka Mas 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 4 BTS Lenteng Agung 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 5 BTS Roxy 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 6 BTS Kalideres 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 7 BTS Depok 4E1 / 8 Mbps 5E1 / 10 Mbps 8 BTS Cikarang 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 9 BTS Bumi Setia Mekar 4E1 / 8 Mbps 5E1 / 10 Mbps 10 BTS Bantar Gebang 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 11 BTS Bogor 5E1 / 10 Mbps 5E1 / 10 Mbps 3.4 Cakupan Area Jaringan BWA WiMax Sesuai dengan perancangan dan perencanaan pembangunan jaringan BWA WiMax ini, yaitu di fasa pertama ini telah terbangun 11 BTS BWA WiMax untuk mencangkup area Jabodetabek sektiar 90%. Dari 11 BTS BWA WiMax yang telah dibangun mempunyai cakupan area sebagai berikut :
BAB III Jaringan BWA WIMAX 65 Gambar 3.7 Cakupan Area Tabel 3.3 Data Koordinat dan Ketinggian Antena BTS BWA WiMax
BAB III Jaringan BWA WIMAX 66 Gambar 3.8 Cakupan Area BTS HUT06 Roxy Gambar 3.9 Cakupan Area BTS HUT13 Cempaka Mas
BAB III Jaringan BWA WIMAX 67 Gambar 3.10 Cakupan Area BTS HUT19 Cawang Gambar 3.11 Cakupan Area BTS Bintaro Office
BAB III Jaringan BWA WIMAX 68 Gambar 3.12 Cakupan Area BTS 1050 Lenteng Agung Gambar 3.13 Cakupan Area BTS 1045 Kalideres
BAB III Jaringan BWA WIMAX 69 Gambar 3.14 Cakupan Area BTS 3124 Bumi Setia Mekar Gambar 3.15 Cakupan Area BTS 3288 Bantar Gebang
BAB III Jaringan BWA WIMAX 70 Gambar 3.16 Cakupan Area BTS MSC Depok Gambar 3.17 Cakupan Area BTS 1150 Cikarang
BAB III Jaringan BWA WIMAX 71 Gambar 3.18 Cakupan Area BTS Hut Bogor Dari gambaran cakupan area berdasarkan perencanaan atau perancangan tersebut, memang sudah mencakup sekitar 90% area Jabodetabek. Namun dengan bentuk permukaan dan kontur area Jabodetabek yang disekelilingi gedung-gedung tinggi, maka secara kenyataan hasil yang diperoleh dari 11 BTS BWA WiMax ini belum mencapai 90% area Jabodetabek. Untuk itu diperlukan optimalisasi jaringan BWA WiMax untuk bisa mendapatkan kualitas jaringan yang terbaik dan bisa mencakup 90% area Jabodetabek secara keseluruhan. 3.5 Data hasil pengujian sinyal Setelah dilakukan pembangunan BTS BWA WiMax, tentu kita membutuhkan pengujian area cakupan BTS BWA WiMax tersebut secara data dilapangan. Karena keterbatasan perangkat yang dimiliki, maka dalam pengujian area ini dilakukan dengan cara pengetesan dengan menggunakan CPE di lokasi-lokasi calon pelanggan sekaligus untuk menguji kualitas jaringan BWA WiMax ini.
BAB III Jaringan BWA WIMAX 72 Pembatasan dalam pengujian kualitas jaringan BWA WiMax di dengan membatasi minimal modulasi yaitu 16 QAM ½ atau dengan SNR 17 23 db. Hal ini terkait dengan kualitas layanan yang kita berikan ke pelanggan. Gambar 3.19 Cakupan Area hasil drivetest Dari hasil pengujian jaringan BWA WiMax tersebut didapatkan bahwa terdapat perbedaan cakupan area jika dibandingkan dengan perancangannya. Hal ini dipengaruhi oleh faktor propagasi yang berbeda-beda akibat bentuk permukaan area Jabodetabek yang heterogen (kondisi LOS, NLOS dan NOT LOS), pengaruh interferensi juga mempengaruhi kualitas jaringan BWA WiMax yang berbeda-beda yang mengakibatkan nilai SNR yang berbeda-beda di setiap area.