BAB III PELAKSANAAN MAGANG

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Kas dan Pengeluaran Kas. Indra Bastian:2011 menjelaskan bahwa :

MANUAL PROSEDUR PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP) DAN DANA LANGSUNG (LS)

MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN

OVERVIEW APLIKASI SAS MODUL ADMIN DAN BENDAHARA PENGELUARAN

A. DASAR-DASAR KEBIJAKAN TENTANG KEUANGAN

Standard Operating Procedure PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP), DAN DANA LANGSUNG (LS)

2016, No dari Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN

MANUAL PROSEDUR PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP), DAN DANA LANGSUNG (LS)

PELAKSANAAN PENGELOLAAN UANG PERSEDIAAN SUMBER DANA PNBP

PENGELOLAAN UANG PERSEDIAAN SUMBER DANA PNBP

2015, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lem

SISTEM DAN TATA CARA PEMBUKUAN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN

DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

SIMULASI TRANSAKSI BENDAHARA PENGELUARAN

WALIKOTA SUKABUMI PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG :

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR). Dalam pelaksanaan kerja praktek

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/8/KEP/ /2013 TENTANG

CONTOH PEMBUKUAN BENDAHARA PENGELUARAN

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM BOGOR, 1 FEBRUARI 2016

LANDASAN HUKUM KEUANGAN DANA DEKONSENTRASI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BIRO KEUANGAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER MEKANISME PENCAIRAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA APBN-P TAHUN ANGGARAN 2012

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari Tim Penyusun, Direktorat Jenderal Perbendaharaan

WALIKOTA BLITAR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN BENDAHARA WALIKOTA BLITAR,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,

GAMBARAN UMUM PEMBUKUAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI MEKANISME PEMBAYARAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2017

Peraturan Menteri Keuangan. Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

DEPARTEMAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-34/PB/2007 TENTANG

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBAYARAN LS PIHAK KETIGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PENGELOLAAN UANG PERSEDIAAN SUMBER DANA PINJAMAN LUAR NEGERI

BUPATI KARO PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2012 NOMOR 9 PERATURAN BUPATI KERINCI

Manual Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak

DAFTAR PUSTAKA. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Januari Pembukuan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara, Jakarta.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR GANTI UANG PERSEDIAAN NIHIL BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN DIBUAT OLEH MENYETUJUI MENGETAHUI

II. PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DIPA )

BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR 07 TAHUN 2009

SALINAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 82/PMK.05/2007 TENTANG

PERADILAN AGAMA BENGKLULU KELAS I A

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lembar Pengendalian MANUAL PROSEDUR

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

[B.2] SISTEM DAN PROSEDUR PENGAJUAN GANTI UANG PERSEDIAAN (GU)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

7. Memeriksa laporan realisasi anggaran manual ( bulan, triwulan & semester ) 8. Memeriksa catatan atas laporan keuangan (Semester & tahunan)

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/PMK. 05/2006 TENTANG TATACARA PENYEDIAAN, PENCAIRAN, DAN PENGELOLAAN DANA DUKUNGAN INFRASTRUKTUR

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

PRAKTEK PEMBUKUAN BENDAHARA PENGELUARAN. Kantor Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan mengelola DIPA tahun 2009 dengan perincian sebagai berikut :

PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN KELAS 1A

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 68 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

SOP BAGIAN KEUANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN

SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN. 1. SOP Perencanaan Anggaran. No Uraian Prosedur PANITERA/ Keterangan STAF TIM. Kelengkapan Waktu Output

BERITA NEGARA. No.444, 2013 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI. Kuangan Negara. Ketenagakerjaan. Ketransmigrasian. Pengelolaan. Pedoman.

BAUK DIR Prosedur Pengelolaan Keuangan: Pencairan dan Pertanggungjawaban UP 24 Mei 2013 (Ganti UP)

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Perubahan ini

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 83/PMK.05/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 162/PMK.05/2013. Oleh: SEKSI VERA KPPN BANJARMASIN

Tanggal Revisi - SOP PENGAJUAN GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI. Kualifikasi Pelaksana : Mutu Baku Aktifitas. Pelaksana. Kasubbag. PDG/

NOMOR 73 /PMK.05/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

III. KOREKSI DATA 1. KOREKSI DATA SETORAN PENERIMAAN NEGARA

BAB 4 EVALUASI PPH PASAL 22 BENDAHARAWAN PEMERINTAH PADA PPPTMGB LEMIGAS. Mekanisme PPh Pasal 22 Bendaharawan Pemerintah di LEMIGAS

LANGKAH LANGKAH STRATEGIS TAHUN ANGGARAN 2018

Arsip Nasional Republik Indonesia

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

2011, No.8 2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambaha

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

LEMBAR PENGESAHAN PROSEDUR PENERBITAN SURAT PENGESAHAN PENDAPATAN DAN BELANJA BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT BIRO ADMINISTRASI UNIVERSITAS NUSA CENDANA

2015, No penetapan pejabat perbendaharaan dan mekanisme pengujian keuangan lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; d. bahwa berdasa

III. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) SUB BAGIAN KEUANGAN

PENGADILAN AGAMA BANTAENG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

228/PMK.05/2010 MEKANISME PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PAJAK DITANGGUNG PEMERINTAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

Arsip Nasional Republik Indonesia

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

1. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk mengatur pencairan Uang Persediaan (UP) dan pertanggungjawaban uang persediaan (ganti up).

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Metode Pembayaran Tagihan Negara

Transkripsi:

BAB III PELAKSANAAN MAGANG 3.1 Pengenalan Lingkungan Kerja Sebelum penulis melakukan magang di Kementerian PPN / Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), penulis mengajukan proposal magang kepada Kepala Biro Umum melalui arahan dari Bapak Yogi dan Bapak Cecep. Seminggu dari pengajuan proposal magang, penulis mendapat telepon konfirmasi untuk melaksanakan magang di Kementerian PPN / Bappenas sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak Universitas Mercu Buana, yaitu minimal dalam waktu 1 (satu) bulan atau minimal 240 jam kerja efektif terhitung mulai tanggal 1 febuari 2015 3 maret 2015. Pada hari pertama memulai kegiatan magang, pengenalan lingkungan kerja merupakan suatu tahap awal yang harus dijalani sebelum proses-proses berikutnya. Dalam upaya pengenalan lingkungan kerja, pembimbing magang Bapak Cecep selaku pegawai sumber daya manusia Kementerian PPN / Bappenas langsung menempatkan penulis pada unit kerja Sub Bagian Kas & Perbendaharaan Bagian Keuangan, lalu memperkenalkan penulis kepada Bapak Tuhu Wagiono selaku Kepala Bagian Keuangan Kementerian PPN/Bappenas dan sebagai supervisor penulis. 30

31 Selanjutnya pembimbing magang memberikan pengarahan kepada penulis mengenai tata tertib atau standar operasional prosedur di Kementerian PPN / Bappenas, antara lain : 1. Jam kerja dimulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB dan diselingi waktu istirahat pada pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. 2. Waktu kerja setiap hari senin sampai dengan jum at, santu dan minggu waktu libur kerja. 3. Memakai pakaian dan sepatu kerja (formal). 4. Peserta magang menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh pihak Kementerian PPN/Bappenas. 5. Tidak mengaku sebagai pegawai Kementerian PPN/Bappenas. 6. Tidak membawa dan/atau mempublikasikan dokumen-dokumen yang bersifat rahasia tanpa ada ijin pihak Kementerian PPN/Bappenas. 3.2 Kegiatan Selama Magang Kegiatan magang dikelompokan ke dalam dua kelompok, yaitu kegiatan yang dilaksanakannya setiap hari yang disebut sebagai kegiatan rutin, dan kegiatan yang dilakukan tidak setiap hari yang dinamakan sebagai kegiatan non rutin. Dari kegiatan yang penulis lakukan, penulis menggunakan pembukuan dengan Aplikasi LPJ BP Bappenas.

32 Kegiatan magang yang dilakukan penulis mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara pada Satuan Kerja Pengelolaan Anggaran dan Belanja Negara dalam Pasal 30 dan Pasal 31 tentang Penyelenggaraan Pembukuan Bendahara dan Pasal 33 tentang Pembukuan Bendahara Pengeluaran/BPP Dari peraturan tersebut menjelaskan bahwa pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dilakukan dengan aplikasi yang dibuat dan/atau dibangun oleh Kementerian Keuangan cq. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 3.2.1. Kegiatan Rutin Kegiatan magang dikelompokan ke dalam dua kelompok, yaitu kegiatan yang dilaksanakannya setiap hari yang disebut sebagai kegiatan rutin, dan kegiatan yang dilakukan tidak setiap hari yang dinamakan sebagai kegiatan non rutin. Dari kegiatan yang penulis lakukan, penulis menggunakan pembukuan dengan Aplikasi LPJ BP Bappenas. Kegiatan magang yang dilakukan penulis mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara pada Satuan Kerja Pengelolaan Anggaran dan Belanja Negara dalam Pasal 30 dan Pasal 31 tentang Penyelenggaraan Pembukuan Bendahara dan

33 Pasal 33 tentang Pembukuan Bendahara Pengeluaran/BPP menjelaskan bahwa pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dilakukan dengan aplikasi yang dibuat dan/atau dibangun oleh Kementerian Keuangan cq. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 1. Pencatatan dan Input Transaksi Uang Persediaan (UP) Uang Persediaan (UP) adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari satuan kerja yang tidak mungkin melalui mekanisme pembayaran langsung. 2. Pencatatan dan Input Transaksi Tambahan Uang Persediaan (TUP). Tambahan Uang Persediaan (TUP), adalah uang yang diberikan kepada satuan kerja (melalui bendahara pengeluaran) untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan, sama halnya dengan UP dan GUP, TUP diajukan melalui SPP-TUP dan SPM-TUP dengan kelengkapan dokumen-dokumen sebagai persayaratannya.

34 3. Pencatatan dan Input Surat Perintah Membayar Langsung (SPM - LS). Uang dari Kas Negara melalui Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS), adalah surat perintah membayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak atau surat perintah kerja lainnya, Uang ini menjadi tanggung jawab bendahara untuk dibayarkan kepada pihak yang telah diajukan dalam SPP-LS sebagai penerima, dimana transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas dari SPM-LS tersebut harus dicatat dan dilaporkan oleh Bendahara Pengeluaran, apabila kas dari SPM-LS ini tidak seluruhnya dibayarkan maka sisanya harus disetor ke kas negara sebagai pengembalian Belanja (SSPB) 4. Mengurutkan Transaksi UP/TUP Cara yang dilakukan untuk mengurutkan data transaksi UP/TUP yaitu data yang ada di Microsoft Excel dengan yang ada di Aplikasi Silabi dicocokan nilai nominalnya, setelah itu diberikan tanda/warna pada nilai angka/nominal dan nomor SP2D yang ada pada Microsoft Excel.

35 3.2.2. Kegiatan Non Rutin yaitu : Kegiatan Non Rutin yang dilakukan penulis ketika Magang, 1. Pengarsipan LPJ Bendahara Pengeluaran, LPJ Bendahara Pengeluaran Pembantu dan dokumen transaksi Yaitu mengarsipkan LPJ Bendahara Pengeluaran yang berbentuk hard copy, buatkan folder atau tempat penyimpanan sesuai nama bendahara pengeluaran pembantu, lalu disusun setelah selesai penggunaan. 2. Menyortir Surat Setoran Bukan Pajak Yaitu dengan melakukan rekonsiliasi antara Dokumen Asli/Copy dengan ADK yang telah di cetak. Dokumen Asli/Copy diurutkan berdasarkan bulan sesuai dengan urutan yang berada di ADK. Setelah sesuai diberi tanda ceklis pada kertas cetakan ADK. 3.3 Masalah Yang Ditemui Pada Unit Kerja Berdasarkan hasil Magang dan wawancara serta pemberian materi awal dari supervisor mengenai mekanisme kerja dan sistem yang digunakan pada Bendahara Pengeluaran di Kementerian PPN/Bappenas, ada beberapa masalah mengenai masalah kebijakan dan masalah operasional dalam kegiatan di Bendahara Pengeluaran Kementerian PPN/Bappenas, yaitu sebagai berikut :

36 1. Masalah Kebijakan Dalam melakukan pembukuan dan pencatatan transaksi Kementerian PPN/Bappenas membuat kebijakan bahwa setiap karyawan harus menggunakan komputer/laptop dan menggunakan Aplikasi dalam melakukan pembukuannya. Sehingga masih ada karyawan yang kesulitan dalam melakukan kegiatannya. 2. Masalah Operasional Dalam melakukan pembukuan dan pencatatan transaksi dengan menggunakan Aplikasi LPJ BP Bappenas yang digunakan oleh Kementerian PPN/Bappenas tidak terlalu banyak masalah hanya saja menggunakan aplikasi ini masih meng-input transaksi dengan cara manual, aplikasi LPJ BP Bappenas tidak membuat lembar kuitansi dan belum ada Laporan Pertanggungjawabannya. Masalah operasional yang kedua mengenai kegiatan pembukuan menggunakan Aplikasi Silabi. Dalam penggunaannya terdapat masalah mengenai pembaruan/update yang terjadi, jika mengalami update data transaksi selalu hilang, padahal menurut pengembang Aplikasi Silabi data tersebut terekam, tetapi tidak muncul. Menimbang per bulannya transaksi yang terjadi lebih kurang ada 7.000 (tujuh ribu) transaksi. Lalu masalah yang ditemui lagi, adalah keadaan pembukuan yang tidak sama.

37 3.4 Pemecahan Masalah Pada Unit Kerja Solusi pemecahan masalahnya mengenai kebijakan dan operasional pembukuan menggunakan sistem Aplikasi yaitu : 1. Solusi Masalah Kebijakan Solusi mengenai kebijakan dalam penggunaan komputer/laptop dan penggunaan aplikasi di Kementerian PPN/Bappenas yaitu setiap karyawan harus dibekali keterampilan menguasai komputer/laptop dan aplikasi yang digunakan yaitu dengan cara memberikan pelatihan secara kepada karyawan agar dapat melakukan kegiatan dengan lancar. 2. Solusi Masalah Operasional Pembukuan menggunakan Aplikasi LPJ BP Bappenas, secara praktek masih bisa dilakukan penanganan masalah yaitu dengan cara input data satu persatu per transaksi, kemudian menggunakan Microsoft Excel bila akan mencetak LPJ. Secara garis besar masalah tersebut masih bisa ditangani oleh para pegawai. Solusi pemecahan masalah Aplikasi Silabi yang paling baik adalah dengan memperbaiki dan memperbarui sistem Aplikasi SiLaBI secara keseluruhan/total dari pihak Kementerian Keuangan dan Dirjen Perbendaharaan sebagai pengembang aplikasi. Sehingga aplikasi ini dapat digunakan sepenuhnya tanpa ada kendala.