ERA BARU HISTORIORAFI YUNANI KUNO

dokumen-dokumen yang mirip
BUKU RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER

THALES; TOKOH FILSAFAT YUNANI KUNO Yuliana Umrotul Widayanti

Sejarah Seni Rupa Yunani Kuno 1. Sejarah Yunani Kuno

Konsep Politik Menurut Pemikiran Filsuf Barat. By : Amaliatulwalidain, MA

PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI BARAT PASCA HERODOTUS

Tiga Filsuf pertama Ada tiga orang, berasal dari Miletos (sebuah kota perantauan Yunani, terletak di pesisir Asia kecil) yang digelari sebagai filsuf

Sejarah Peradaban Yunani Kuno

SEJARAH SINGKAT PSΨKOLOGI

Asal Usul Dewa Zeus,Poseidon dan Hades (3 Dewa Terkuat) ZEUS (Dewa Penguasa Iklim dan Cuaca)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

The Clash of Western and Eastern Civilization.

Dikenal dengan nama Vulkan dalam mitologi Romawi. Ia adalah putra pertama dewa

Sejarah Perkembangan Ilmu

OLEH ENCEP SUPRIATNA

BAB I PENDAHULUAN. sebuah Operasi yang diberi nama Operasi Overlord. Dalam Operasi ini Sekutu

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PADA MASA YUNANI KUNO

BAB I PENDAHULUAN. Faktor kondisi geografis, sumber daya manusia, dan sumber daya alam

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat diketahui dari sejarah masa lampau. Itu sebabnya kita perlu mengetahui

BAB V PENUTUP. diajukan dalam rumusan masalah skripsi. Dalam rumusan masalah skripsi ini,

SILABI. Jurusan/Program Studi : Pendidikan Sejarah/Ilmu Sejarah : Pengantar Sejarah Eropa Kode : ISJ 6217 : 2 (Dua)

Retorika? Encyclopedia Americana, 1995: Rhetoric: The art of using language effectively, whether in speaking or in writing.

B. Tujuan a. Menjelaskan biografi Anaximander b. Menjelaskan pemikiran-pemikiran Anaximander

H I S T O R I O G R A F I P E N D I D I K A N S E J A R A H R H O M A D W I A R I A Y U L I A N T R I, M. A C. I D

BAB I PENGANTAR. Sejarah militer menorehkan catatan panjang tentang betapa pentingnya

UKDW BAB I PENDAHULUAN

AGUS SANTOSO PERNIKAHAN ARJUNA. Sebuah Epik Arjunawiwaha Karya Mpu Kanwa

WA H Y U 1 2. Pdt Gerry CJ Takaria

BAB I PENDAHULUAN. Novel Nijūshi No Hitomi ( 二二二二二 ) merupakan karya seorang penulis

Plotinus KAJIAN TOKOH FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN. Endah Kusumawardani

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 4. INDONESIA MASA HINDU BUDHALatihan Soal 4.3

WAHYU 12 PEREMPUAN DAN NAGA. Pdt Gerry CJ Takaria

PERADABAN MESOPOTAMIA

PERANAN PEMOEDA ANGKATAN SAMOEDERA OEMBARAN (PAS O) DALAM PERISTIWA AGRESI MILITER BELANDA II TAHUN 1948 DI YOGYAKARTA

PENGANTAR ILMU SEJARAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat

BAB I PENDAHULUAN. Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya

Filsafat Umum. Filsafat Barat MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 05

Matakuliah : Sejarah Seni Rupa 1 Tahun : Era Neolitikum Pertemuan 2

SEJARAH SENI RUPA TOPIK 2 SENI RUPA TIMUR TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ LINLS KE INTERNET

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Athena umum Themistocles (Sullivan Stapleton) memimpin pasukannya

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Sejarah Perkembangan Ilmu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Nurhidayatina, 2013

Pengertian Planet, Macam-Macam Planet Serta Ciri-Cirinya

Sejarah Perencanaan Kota Pre-Revolusi Industri. Perencanaan Kota Wahyu Utami,ST,MT

PENDAHULUAN. Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II bukanlah sesuatu yang

BAB I PENDAHULUAN. Danandjaja (1984 : 1) menyatakan bahwa folklore adalah pengindonesiaan

PERADABAN KUNO EROPA DAN AMERIKA DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

FILSAFAT BARAT ZAMAN KLASIK

tidak langsung, mereka mengakui Utsman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar Padiansyah Ali Utsman 4 B.

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #15 oleh Chris McCann

PENGARUH KRISTEN DALAM HISTORIOGRAFI BARAT

Benteng Fort Rotterdam

Mencari jawaban terhadap beberapa pertanyaan tentang keislaman. Testimoni di Mesjid Attin Triharyo Soesilo September 2007

ARSITEKTUR MESIR KUNO: STRUKTUR PIRAMIDA CHEOPS/KHUFU

Seni Berperang Sun Tzu

BAB I PENDAHULUAN. 18, yaitu pada tahun 1750 berpusat di kota dalam. Setelah Raja Kahar wafat

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Yehezkiel: Manusia Penglihatan

BAB V KESIMPULAN. menjalar ke Suriah merupakan akar dari konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah.

BAB II GAMBARAN UMUM NEGARA JEPANG. Kepulauan Jepang yang terletak lepas pantai timur benua Asia,

Mereka berkumpul karena Paulus akan pergi keesokan harinya. Kisah 20:7

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA. historis berasal dari bahasa latin istoria yang memiliki arti kota istoria yaitu kota ilmu di

!. Jelaskan tentang teori seleksi alam yang dianut oleh charles darwin!

BAB I PENDAHULUAN. M. Soeharto, Kamus Musik (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), 86. 2

Yehezkiel: Manusia Penglihatan

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah dan masyarakat Jepang merupakan hal yang cukup menarik

PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG HARI JADI KOTA OTONOM TANJUNGPINANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MATERI KULIAH ILMU NEGARA MATCH DAY 2 PERKEMBANGAN ILMU NEGARA DARI MASA KE MASA

MAKALAH PENJASKES LARI JARAK JAUH

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG LAMBANG PALANG MERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, PARADIGMA

BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda

BAB I PENDAHULUAN. Setiap makhluk hidup maupun benda (objek) yang ada di dunia ini

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PADA MASA YUNANI KUNO

BAB I PENDAHULUAN. rakyat Indonesia. Rakyat harus tetap berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Peradaban Kuno Amerika By: M. Yusuf A X.3. Page 1

PENAKLUKAN PADA MASA AWAL KEKUASAAN ISLAM

TUGAS MERANGKUM SEJARAH SENIRUPA BARAT

SILABUS MATA KULIAH. Kompetensi Dasar Materi Pokok Strategi Perkuliahan. 1. Definisi Sejarah 2. Maksud dan Tujuan 3. Ahli Sejarah dan Sejarawan

Yesaya Melihat Masa Depan

Ilmu sejarah dan ilmu filsafat merupakan dua ilmu yang berbeda, akan tetapi keduanya saling membutuhkan satu sama lain, ilmu

Mempunyai Pendirian Dalam Masyarakat

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #20 oleh Chris McCann

Yesaya Melihat Masa Depan

BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN

Ruang Lingkup Ilmu Politik

BAB I PENDAHULUAN. Jepang merupakan sebuah negara yang dianggap telah maju oleh negaranegara

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Yehezkiel: Manusia Penglihatan

CATATAN SINGKAT: BUKTI PIDANA DARI ASPEK FENOMENOLOGI Oleh: Frans Maramis 1

BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan perdagangan antara bangsa Indonesia dan India. Hubungan itu

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Yesaya Melihat Masa Depan

BAB 8 KEBANGKITAN RAKYAT TEMPATAN UNTUK MENGANGKAT MARTABAT BANGSA

MEMPERBAHARUI PIKIRAN (AKAL BUDI)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Periode Minoan ( SM)

I. PENDAHULUAN. Palembang muncul sebagai Kesultanan Palembang sekitar pada tahun 1659 dan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada

BAB I PENDAHULUAN. Dari segi sosialnya, Jepang merupakan negara yang maju dan. moderen. Walaupun demikian, negara tersebut memiliki banyak

Transkripsi:

ERA BARU HISTORIORAFI YUNANI KUNO Oleh: Abdul Syukur, M. Hum Dosen Jurusan Sejarah FIS UNJ Abstraksi: Historiografi Yunani Kuno berubah sejak abad ke-4 SM, baik dalam tema maupun corak penulisan. Tema penulisan sejarah tidak lagi berpusat pada kehidupan para dewa, tetapi kehidupan manusia. Corak penulisan pun tidak lagi disajikan dalam bentuk puisi, tetapi bentuk prosa. Perubahan besar ini dipelopori oleh Herodotus dengan karyanya yang mengisahkan tentang perang antara bangsa Yunani melawan Persia. Atas jasanya itulah, ia digelari sebagai Bapak Historiografi Barat. Era baru dalam historiografi Yunani Kuno diawali dengan serangkaian gugatan terhadap konsep alam pikiran mitos tentang asal mula kehidupan dan kepercayaan politheisme, serta konsep tentang dewa yang bersifat antropomorfis. Gugatan pertama dikemukakan Thales (640 550 sm) dari Miletus. Ia menggugat konsep chaos (kegelapan tanpa bentuk) sebagaimana diperkenalkan penyair Hesiodus. Menurut Thales bahwa asal mula kehidupan berasal tidak berasal dari chaos, tetapi dari air. Beberapa filsuf dari Miletus terkemuka lainnya seperti Anaximander (611 545 sm), Anaximenes (588 524 sm) dan Heraklitos (535 475 sm) mengikuti langkah Thales untuk mempertanyakan kembali konsep asal mula kehidupan. Masing-masing mempunyai jawaban berbeda terhadap pertanyaan awal mula kehidupan. Anaximander mengatakan bahwa asal mula kehidupan adalah apeiron (yang tak terbatas), sementara Anaximenes mengemukakan udara, sedangkan Heraklitos mengasumsikan api sebagai asal mula kehidupan. 1 Heraklitos adalah filsuf terpenting dalam abad ke 5 sm. Ia sangat menekankan penggunaan indra (sense) dalam rangka menemukan bobot kebenaran pengetahuan. Pendapatnya menjadi pemicu kemunculan perdebatan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Inti perdebatan terfokus pada masalah satu versus banyak (one many) dan tetap versus berubah (permanency change). Heraklitos sendiri lazim dipandang sebagai pencipta gagasan bahwa semua hal terkena hukum perubahan (panta rei = mengalir seperti air dalam sungai). Pandangan Heraklitos menjadi dasar teori kebenaran relatif. 2 1 Fuad Hasan, Pengantar Filsafat Barat (Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), h. 14-15. 2 Aholiab Watloly, Tanggung Jawab Pengetahuan, (Yogyakarta: Kanisiua, 2001), h.59. Jurnal Sejarah Lontar 57 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007

Hukum panta rei dari Heraklitos didasarkan pada logos sebagai prinsip dari keseluruhan (pniciple of unity). The logos which is the cause of the order of things keeps them in their proper balance so that no one in many of the pairs of opposites will completely eliminate the other. The logos is the principle of justice which regulates the movement of things. 3 Seluruh filsafat Yunani Kuno merupakan perdebatan yang panjang antara logos dengan mitos. Kata logos diterjemahkan ratio dalam bahasa Inggris, dan akal sehat dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian jawaban alam pikiran logos terhadap persoalanpersoalan kehidupan didasarkan akal sehat, sedangkan jawaban alam pikiran mitos berdasarkan prasangka. Alam pikiran logos mempunyai jawaban berbeda terhadap satu persoalan, misalnya tentang pelangi yang menurut alam pikiran mitos adalah tangga bagi dewi-dewi yang ingin turun dari langit menuju bumi. Xenophanes dari Elea (570 480 sm) mengemukakan bahwa pelangi bukan tangga dari langit, tetapi awan yang berwarna. Jawaban Xenophanes diperbaharui satu abad kemudian oleh Anaxagoras juga dari Elea (499 428 sm) yang berpendapat bahwa pelangi merupakan pantulan sinar matahari melalui awan. 4 Para filsuf dari Elea sangat terpengaruh dengan monotheisme Mesir Kuno, sehingga mereka juga menggugat kepercayaan politheisme dan konsep tentang dewa yang 3 Charles H. Patterson, Western Philosophy Vol.I 600 b.c. to 1600 a.d. (Nembraska U.S.A: Cliff s Notes Inc., Lincoln: 1970), h. 3-4 dikutip Aholiab Watloly, ibid. 4 Kees Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta: Kanisius, 1975), h. 15. antropomorfis. Xenophanes adalah tokoh filsuf Elea yang mengajarkan keesaan dan kekekalan Tuhan sebagai awal dari semua hal. Ajaran Xenophanes bertentangan dengan Heraklietos yang mengatakan bahwa semua hal berubah, termasuk Tuhan. Tokoh penting dalam mahzab Elea ialah Permenides. Ia menjadi penentang utama konsep panta rei dari Heraklietos dengan mengatakan bahwa semua hal berasal dari satu yang tetap. Pertentangan antara mahzab Ionia dengan Elea bertumpu pada apakah kebenaran satu atau banyak, dan tetap atau berubah. 5 Para filsuf Yunani Kuno abad 4 sm terutama yang tergabung dalam mahzab sophis yang berpusat di Athena meninggalkan tema perdebatan antara mahzab Ionia dengan Elea. Mereka lebih tertarik untuk memperhatikan manusia dengan segala permasalahannya. Kaum Sophis cenderung mengikuti doktrin Protagoras tokoh utama mahzab Sophis bahwa manusia adalah ukuran segala-galanya (homo mensura). 6 Pada dasarnya, mahzab Sophis memperkuat doktrin panta rei dari Heraklitos, sehingga tidak heran apabila relativisme semakin kuat tertanam dalam alam pikiran era baru Yunani Kuno. Socrates (470 399 sm) dari Athena merupakan penentang utama ajaran mahzab Sophis tentang manusia sebagai ukuran segalagalanya. Tema manusia tetap menjadi perhatian Socrates, hanya saja ia tidak menjadikan manusia sebagai ukuran segala-galanya, sebab kebenaran tidak bersifat relatif tetapi pasti dan tetap. Pikiran Socrates pada dasarnya merupakan kelanjutan dari mahzab 5 Lihat ibid, Fuad Hassan, op.cit., h. 16, Aholiab Watloly, op.cit., h. 59, dan Harun Hadiwiyono, Sari Filsafat Barat, (Yogyakarta: Kanisius, 1987), h.20. 6 Aholiab Watloly, ibid., h. 61. Jurnal Sejarah Lontar 58 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007

Elea. Ia dikabarkan sempat mengembangkan paham monotheisme Xenophanes. 7 Pergantian alam pikiran mitos dengan logos dan kemunculan gagasan monotheisme dalam suasana politheisme, serta fokus perhatian dari kehidupan para dewa kepada manusia merupakan peristiwa istimewa yang sangat mempengaruhi cara berpikir bangsa Yunani Kuno, termasuk cara bangsa Yunani Kuno menggambarkan masa lalunya. Penulisan sejarah berubah sejak abad 4 sm, baik dalam tema maupun corak penulisan. Tema penulisan sejarah tidak lagi berpusat pada kehidupan para dewa, tetapi kehidupan manusia. Corak penulisan tidak lagi disajikan dalam bentuk puisi, tetapi bentuk prosa. 8 Di samping itu, juga sudah ada ketetapan mengenai waktu peristiwa. Gambaran masa lalu yang dilakukan penyair Husiodos dan Homerus tidak berlandaskan pada kepastian waktu peristiwa, tetapi berdasarkan waktu mitos yang tidak bisa dipastikan kapan/bilamana suatu peristiwa terjadi. Contoh penulisan sejarah era baru Yunani Kuno adalah Sejarah Perang Persia karya Herodotus (484 425 sm), dan Perang Peloponesia karya Thucydides (456 396 sm). Keduanya merupakan pelopor cara penulisan sejarah berbentuk prosa dengan tema kehidupan manusia dalam historografi Barat. Perang Persia yang dikisahkan oleh Herodotus merupakan perang besar antara Kerajaan Persia dengan persekutuan negara-negara kota di wilayah Yunani Kuno yang terjadi selama 21 tahun (500 479 sm). Penyebab utama perang Persia, menurut Herodotus, berawal dari keberpihakan Yunani Kuno kepada pendudukan kota-kota Ionia yang melancarkan pemberontakan terhadap kekuasaan Persia. Keberpihakan Yunani Kuno mendorong Raja Darius dari Kerajaan Persia menyatakan perang dengan bangsa Yunani Kuno. Pada tahun 490 sm Darius mengirim pasukan besar, hingga terjadi pertempuran antara pasukan Persia dengan pasukan gabungan bangsa Yunani Kuno dibawah pimpinan Pericles di Marathon. Pasukan Persia dikalahkan. Sepuluh tahun kemudian (480 sm), pasukan Persia kembali melancarkan serangan dibawah pimpinan Raja Xerses, putera Raja Darius. Pasukan gabungan Yunani Kuno berhasil menghancurkan pasukan laut dan darat Kerajaan Persia. Sejak itu, bangsa Yunani Kuno lepas dari kekuasaan Persia, dan membentuk persekutuan tetap dengan kota Delos sebagai benteng utama. Perang-perang kecil antara Persia Yunani Kuno terus berlangsung hingga tahun 479 sm dengan kemenangan di pihak Yunani Kuno. 9 Herodotus dalam Perang Persia tidak hanya menguraikan tentang latar belakang dan proses peperangan, tetapi juga banyak menguraikan kebudayaan Persia dan Yunani. Berdasarkan ini, maka Herodotus tidak hanya menjadi pelopor ilmu sejarah, tetapi juga sebagai antropologi dan sosiologi. 10 Menurut Herodotus, bangsa Persia adalah bangsa 7 Fuad Hasan, op.cit., h. 16-17 dan 26. 8 Peter Gay and Gerald J. Gavanaugh (eds.), Historian at Work, Volume I, (New York; Harper & Row Publisher, 1972, h. 1) dikutip oleh Ahmad Adaby Darban, ibid, h. 3-4. 9 Muhommad Yusof Ibrahim dan Mahayudin Haji Yahya, Sejarawan dan Pensejarahan: Ketokohan dan Karyanya, (Kuala Lumpur, Malaysa: Dewan bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia), h. 41. Jurnal Sejarah Lontar 59 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007

yang sangat menjaga kebersihan sungai. Raja Persia melarang rakyatnya membuang kotoran di sungai, bahkan melarang rakyatnya untuk sekedar mencuci tangan di sungai. Bagi orang Persia, mempunyai anak laki-laki dalam jumlah besar merupakan kebanggaan. Mereka akan memperoleh hadiah dari Raja Persia karena mempunyai banyak anak laki-laki. Dalam hal keagamaan, orang Persia tidak memiliki patung, kuil atau tempat pemujaan khusus sebagaimana kebiasaan orang Yunani Kuno. Mereka hanya pergi ke puncak gunung yang paling tinggi untuk menyelenggarakan upacara korban. Umumnya mereka menyembah gejalagejala alam seperti matahari, bulan, angin, api, bumi dan air. 11 Uraian kebudayaan yang dilakukan Herodotus diperoleh melalui pengamatan langsung dan informasi dari orang lain yang dijumpainya dalam perjalanan panjang ke negara-negara di pesisir Laut Mediterania antara tahun 456-444 sm. Beberapa negara yang dikunjungi Herostos adalah Euxine, babilonia, Phonesia, Cyrene, Mesir dan Italia. 12 Dikabarkan bahwa Herodotus sempat menetap di Mesir. 13 Ia banyak memberikan informasi tentang orang Mesir dalam sejarah Perang Persia, 10 Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, (Yogyakarta: Bentang, 1995), h. 38. 11 C.A. Robinson Jr. (ed.), selection from Greek and Roman Historys, (New York: Holt, Rinehart and Winston Inc., 1957), h. 5-9 dikutip Muhammad Yusof Ubrahimdan Mahayudin Haji Yahya, op.cit., h. 40. 12 J.B.Bury, The Ancient Greek Historian, (New York: Dover Publications, Inc., 1958), h. 37 dikutip Muhammad Yusof Ubrahimdan Mahayudin Haji Yahya, ibid., h. 32. 13 Herodotus, The Histories, (London: Penguin Books, 1965, h.9) dikutip oleh Ahmad Adaby Darban, Catatan Singkat Tentang Perkembangan Historiografi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995), h. 3. misalnya ujung alat kelamin laki-laki Mesir selalu dipotong (khitan/sunat) untuk menjaga kebersihan diri, orang Mesir tidak memakan kepala binatang untuk menghindari bencana, dan orang Mesir telah mengenal dokter yang mempunyai keahlian khusus seperti dokter mata, dokter gigi, dokter perut dan sebagainya. 14 Cara Herodotus memperoleh sumber penulisan sangat berbeda dengan cara yang telah ditempuh oleh penyair Huseidos dan Homeros. Keduanya pada dasarnya hanya mengulang-ulang legenda yang sudah dikenal masyarakat Yunani Kuno. Meski Herodotus tetap menampilkan legenda tentang kekuasaan para dewa seperti kemampuan Dewa Zeus menciptakan petir, keahlian Poseidon membuat gempa bumi dan Dewa Phobos Apollon menyebarkan penyakit sampar namun ia tidak menempatkannya sebagai penentu dalam peristiwa sejarah. 15 Di samping itu, Herodotus memberikan analisa sangat berbeda dalam menulis Perang Persia dengan yang telah dilakukan Homeros dalam Perang Troya. Penyebab Perang Persia menurut Herodotus adalah keberpihakan bangsa Yunani Kuno kepada penduduk kota Ionia yang memberontak terhadap kekuasaan Persia, sedangkan penyebab Perang Troya dalam pandangan Homeros berawal dari perselisihan di antara para dewi untuk menyandang gelar dewi tercantik dalam pesta perkawinan yang diadakan penguasa Troya. Herodotus lahir di Halicarnassus (sekarang Bodrum di Turki) pada tahun 14 C.A. Robinson Jr. (ed.), op.cit., h. 10-14 dikutip Muhammad Yusof Ubrahimdan Mahayudin Haji Yahya, op.cit., h. 39. 15 R.G. Collingwood, The Idea of History, (Londong: Oxford University Press), h. 22. Jurnal Sejarah Lontar 60 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007

484 sm. Ia berasal dari keluarga terhormat. Herodotus pindah ke Athena dari tempat kelahirannya untuk menghindari Lydagmis yang berhasil menjadi penguasa di Halicarnassus. Sejak tahun 443 sm, ia menetap di Thruii, sebuah koloni baru Athena yang terletak di bagian selatan Italia. Herodotus meninggal dunia pada tahun 424 sm, 16 dan tidak sempat menyaksikan akhir perang saudara antara Athena dengan Sparta yang berlangsung 27 tahun (431 404 sm). Keberhasilan persekutuan bangsa Yunani Kuno di sekitar pesisir Asia Kecil hingga pantai Laut Aegea dalam menghadapi serangan pasukan Persia tidak memperat persaudaraan, tetapi justeru memperuncing persaingan di antara mereka, terutama antara Athena dengan Sparta. Keduanya menerapkan sistem pemerintahan yang berbeda. Sparta cenderung bersifat negara kota militeristik, sedangkan Athena menganut sistem demokrasi. Perbedaan sistem pemerintahan berpengaruh terhadap gaya pendidikan generasi mudanya. Gaya pendidikan Sparta lebih mengutamakan keunggulan fisik, sehingga yang dipentingkan ialah olah raga dan latihan keprajuritan, sedangkan gaya pendidikan Athena lebih mementingkan pengembangan mental melalui filsafat, sastra dan seni. Semboyan men sana in coporesana (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat) merupakan semboyan dari gaya pendidikan Sparta. 17 Baik Sparta maupun Athena merasa lebih tinggi. Orang-orang Sparta tinggal di bagian selatan wilayah Peloponesia. Mereka sangat menentang perpindahan 16 Muhammad Yusof Ubrahimdan Mahayudin Haji Yahya, op.cit., h. 31-32. 17 Fuad Hassan, op.cit., h. 31. ibu kota persekutuan dari Pulau Delos ke kota Athena, di wilayah Attica. 18 Perang saudara Sparta Athena yang lebih dikenal dengan nama Perang Peloponesia diabadikan oleh Thucydides. Ia lahir antara tahun 470-460 sm di Athena. Pada tahun 424 sm, Thucydides diangkat menjadi jenderal perang tentara Athena untuk mempertahankan kota Amphipolis dari serangan pasukan Sparta. Amphipolis yang terletak di bagian timur laut Athena gagal dipertahankan oleh Thucydides. Ia diasingkan ke luar Athena selama kurang lebih 20 tahun sebagai hukuman atas kegagalannya, dan baru kembali ke Athena pada tahun 404 sm setelah Athena dikalahkan Sparta. Thucydideas memanfaatkan masa pembuangannya untuk menulis sejarah Perang Peloponesia. 19 Sejarah Perang Peloponesia terdiri delapan jilid. Jilid pertama merupakan pengantar Thucydides, sedangkan tujuh jilid lainnya berisi tentang serangan Thebes terhadap Platea, wabah penyakin di Athena, kematian Pericles pimpinan tertinggi pasukan Athena, penyerangan angkatan laut Athena di bawah pimpinan Pharmio terhadap Sparta, keberhasilan pasukan Athena menaklukan Pulau Cythera dan mengalahkan Sparta seperti Pylos dan Sphacterian, kekalahan Athena dalam pertempuran Delium, kemenangan Athena mengalahkan Melos, dan ekspedisi militer Athena ke pulau Sisilia. Thucydides berhenti menulis tentang sejarah Perang Peloponesia pada tahun 411 sm. 20 18 Muhammad Yusof Ubrahim dan Mahayudin Haji Yahya, op.cit., h. 41-42. 19 Ibid., h. 51. 20 Stephen Usher, The Hsitorian of Greece and Rome, h. 24-25 dikutip Muhammad Yusof Ubrahim dan Mahayudin Haji Yahya, ibid., h. 55-56. Jurnal Sejarah Lontar 61 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007

Kesimpulan Pembaharuan historiografi pada masa Yunani Kuno sangat dipengaruhi dengan perdebatan filosofis tentang awal mula kehidupan. Sumbangan filosof mengubah alam pikiran bangsa Yunani Kuno dari berpikir berdasarkan mitos menjadi logos (ilmu pengetahuan). Secara perlahan-lahan kepercayaan politheisme pun terdesak dengan gagasan monotheisme sehingga mengurangi peranan para dewa dalam kehidupan manusia. Perubahan-perubahan tersebut merupakan peristiwa istimewa yang sangat mempengaruhi cara berpikir bangsa Yunani Kuno, termasuk cara mereka menggambarkan masa lalunya. Tema penulisan sejarah tidak lagi berpusat pada kehidupan para dewa, tetapi kehidupan manusia. Kecenderungan ini sangat jelas terlihat dalam karya Herodotus tentang Sejarah Perang Persia, dan karya Thucydides tentang Perang Peloponesia. Keduanya merupakan pelopor cara penulisan sejarah berbentuk prosa dengan tema kehidupan manusia dalam historografi Barat. Daftar Pustaka Bertens, Kees, 1975, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta: Kanisius) Bury, J.B., 1958, The Ancient Greek Historian, (New York: Dover Publications, Inc.). Collingwood, R.G., The Idea of History, (Londong: Oxford University Press). Darban, Ahmad Adaby, 1985, Catatan Singkat Tentang Perkembangan Historiografi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar) Gay, Peter and Gerald J. Gavanaugh (eds.), 1972, Historian at Work, Volume I, (New York; Harper & Row Publisher) Hadiwiyono, Harun, 1987, Sari Filsafat Barat, (Yogyakarta: Kanisius) Hasan, Fuad, 1996, Pengantar Filsafat Barat (Jakarta: Pustaka Jaya). Ibrahim, Muhommad Yusof dan Mahayudin Haji Yahya, Sejarawan dan Pensejarahan: Ketokohan dan Karyanya, (Kuala Lumpur, Malaysa: Dewan bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia) Kuntowijoyo, 1995, Pengantar Ilmu Sejarah, (Yogyakarta: Bentang). Herodotus, 1965, The Histories, (London: Penguin Books) Patterson, Charles H., 1970, Western Philosophy Vol.I 600 b.c. to 1600 a.d. (Nembraska U.S.A: Cliff s Notes Inc., Lincoln) Robinson Jr. C.A., (ed.) 1957, selection from Greek and Roman Historys, (New York: Holt, Rinehart and Winston Inc.) Watloly, Aholiab, 2001, Tanggung Jawab Pengetahuan, (Yogyakarta: Kanisius) Jurnal Sejarah Lontar 62 Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2007