BAB 4 HASIL KARYA 4.1 Install Peralatan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 PRODUKSI KARYA TUGAS AKHIR

BAB 3 PRA PRODUKSI KARYA TUGAS AKHIR

PERAN CAMERAPERSON DALAM PRODUKSI PROGRAM FEATURES TELEVISI INDO COMMUNITIES

BAB 4 HASIL KARYA. 4.1 Install Peralatan Survey

PERAN EDITOR DALAM PRODUKSI PROGRAM FEATURES TELEVISI INDO COMMUNITIES

BAB 5 EVALUASI 5.1 Editing dan Mixing

BAB 3 PRA PRODUKSI 3.1 Ide dan Pengembangan Konsep

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Editing dan Mixing Editing Schedule SEGMEN VIDEO SCREENSHOOT EFFECTS AUDIO

BAB 5 EVALUASI. Gambar 5.1 Editing imovie

BAB IV TAHAPAN PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI

Gambar 5.1 Logo INDO COMMUNITIES

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Camera Person

Basic Photography. Setting & Composition PART II

BAB V EVALUASI. Gambar 5.1 Final Cut Pro

Lensa Tele (Telephoto)

BAB V PASCA PRODUKSI

BAB 3 PRA PRODUKSI 3.1 Ide Dan Pengembangan Konsep

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. kualitatif, sehingga dapat menjadi dasar dan sumber dalam penyusunan laporan.

Produksi Media PR Audio-Visual

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Evaluasi Camera Person Evaluasi Audio

PERSIAPAN DALAM MEMBUAT FILM

Dasar-Dasar Fotografi. Multimedia SMKN 1 Bojongsari

BAB V EVALUASI. 5.1 Editing dan Mixing

BAB 5 PENUTUP. Peneliti menyusun simpulan berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk

BAB 5 EVALUASI. Backsound : SEGMEN. Cut Pro. Font : Helvetica Software : Final Cut Pro. Font : Helvetica Software : Final Cut Pro

jenis lensa : lensa normal, lensa wide, lensa tele, dan lensa macro. Pada umumnya kamera video sudah dilengkapi dengan lensa zoom.

Pertemuan 3. Fotografi ACHMAD BASUKI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

PT. NUSANTARA MEDIA MANDIRI JOBDESK PRODUCTION FACILITIES DEPARTEMENT NO. PSM/JKO-HRD/04 DISAHKAN. Pada tanggal Randy Monthonaro Tampubolon

LCC LP3I Balikpapan 20 Maret

BAB IV ANALISIS PROSES. Still Alive, yaitu tahap Pra Produksi, Produksi, dan Paska Produksi.

BAB IV. KESIMPULAN dan SARAN

BAB 5 PASCA PRODUKSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

SMK INFORMATIKA PUGER MODUL FOTOGRAFI

BAB III LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 5 EVALUASI. Gambar 5.1 Offline Editing 1

BAB III TEKNIK PODUKSI. dibuat adalah peneliti ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang

BAB V IMPLEMENTASI KARYA. terencana pada bab sebelumnya. berikut ini proses pasca produksi dan rundown

Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore Pro TV sebagai Penulis Naskah (Script Writer)

BAB V EVALUASI. 5.1 Editing dan Mixing

Mengenal Bagian-Bagian Pada Kamera Beserta Fungsinya

BAB IV DESKRIPTIF PROSES DAN HASIL PRODUKSI. Profil Tayangan Feature Dibalik Wanita adalah sebagai berikut:

BAB III TEKNIK PRODUKSI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. telah terencana pada pra-produksi yang tertulis pada bab sebelumnya. Berikut ini

SEKILAS TENTANG PHOTOGRAPHY

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

a) Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA. untuk menjalani magang di salah satu stasiun televisi nasional yaitu PT Indosiar

PRAKTIKUM III PERGERAKAN KAMERA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Cara Motret dengan Teknik Panning Pagi Hari

BASIC PHOTOGRAPHY. MotoYuk!!!

Penulisan Naskah Berita Televisi

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan siaran-siaran televisi maupun program-program acara yang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. pembuatan Film Pendek Tentang Bahaya Zat Karsinogen dengan Menggunakan

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Ilmu Multimedia memiliki cakupan yang sangat luas, oleh sebab itu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Proses implementasi karya adalah tahap pembuatan film dokumenter

Perbandingan Kamera Digital : Pocket vs Prosumer vs DSLR

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

MODUL PENGENALAN KAMERA MD-10000

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Jl. Kyai Mojo 18 Jeruk Gamping Krian Telp

BAB 5 EVALUASI. 5.1 Editing & Mixing. 1) Penyusunan Gambar

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. motion dan animasi 2D di mana cerita yang diambil yaitu cerita rakyat si Kancil

SEGMEN VIDEO SCREENSHOOT EFFECTS AUDIO

BAB V PASCA PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

VIDEO TRAILER KAMPUNG SENI

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan komunikasi dalam film Harmony ini, peneliti ingin

BAB V PERWUJUDAN DAN PEMBAHASAN KARYA TAHAP PERWUJUDAN KARYA PRAPRODUKSI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

Teknik Dasar Cara Memotret Dengan Menggunakan Kamera DSLR

Produksi Iklan Audio _ Visual

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

12/25/2011. JENIS-Jenis Kamera Video. Dikenal Dengan Sebutan Camcorder atau Handycam. 1. LENSA 2. FOKUS 3. F-STOP, DIAFRAGMA

Produksi Media PR AVI

Dasar- dasar Jurnalistik TV. Modul ke: 12FIKOM MELIPUT DAERAH KONFLIK. Fakultas. Drs.H.Syafei Sikumbang,M.IKom. Program Studi BROAD CASTING

PAV SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (CAMERA ANGLE) Camera angle adalah sudut dimana kamera mengambil gambar suatu obyek, pemandangan atau adegan.

bentuk berita dikerjakan sesuai dengan permintaan yang ada di dalam rundown. Misalnya segmen satu tentang isu konflik partai golkar, maka produser

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada bab ini akan dijelaskan proses produksi dan pasca produksi. Berikut ini

LAPORAN EDITING TEASER KAMPUNG SENI 2015

BAB III TEKNIK PRODUKSI

FOTOGRAFI MIKRO UNTUK ARKEOLOGI (Metode Alternatif Perekaman Data Visual)

Program. TatapMuka. Kode MK. Broadcasting A31415EL. Abstract. Kompetensi

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK

concept&creation Tips Jitu Memotret Hanya Dengan Kamera Ponsel. SUMBER Tips Jitu Memotret Hanya Dengan Kamera Ponsel

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. IV 1. Media film dokumenter

Transkripsi:

BAB 4 HASIL KARYA 4.1 Install Peralatan Agar produksi shooting INDO COMMUNITIES berjalan dengan lancar, dilakukan survei untuk tempat produksi utama yaitu di Lego Store, Cilandak Town Square. Survei dilakukan pada Tim produksis, 20 Maret 2014 dilakukan oleh Dian dan Klemensia. Selain memastikan tempat untuk pengambilan gambar dan pemasangan alat, survei dilakukan untuk perizinan lokasi shooting kepada Manager Lego Store, Mr. Patrick Seet melalui e-mail. Setelah izin di dapatkan dan perjanjian dilakukan dengan anggota Komunitas Lego Indonesia (KLI) sebagai narasumber, maka tim produksi memutuskan untuk melakukan shooting pada hari Minggu, 13 April 2014. Materi shooting program INDO COMMUNITES mengambil beberapa lokasi untuk keperluan shooting program utama, materi VT (Liputan Event dan Step Pembuatan Lego), dan video insert (pengambilan gambar website KLI). Pengambilan gambar untuk keperluan materi VT Liputan Event Toys and Comics Fair 2014 dilakukan pada hari Minggu, 16 Maret 2014 pk 12.00. Adapun peralatan yang dibutuhkan saat liputan adalah : - Kamera DSLR Canon EOS 60D (2 unit) - Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM (1 unit) - Lensa Canon EF 50 mm f/1.8 II (1 unit) - Tripod Manfrotto 725B (1 unit) - Memory Card 16 GB (2 unit) - Battery Sony LP-E6 (2 unit) - Battery Energizer AA (2 unit) - Camera Microphone Sennheiser MKE600 (1 unit) 55

56 Gambar 4.1. Kamera Canon DSLR EOS 60D (SUMBER : Google.com) Pengambilan gambar dilakukan dengan 2 set kamera, yaitu untuk keperluan gambar wide dan gambar detail. Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM digunakan untuk pengambilan gambar yang lebih luas. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Gambar 4.2 Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM dan Lensa Canon EF 20 mm F/1.8 II (SUMBER : Google.com) Lensa Canon EF 50 mm f/1.8 II digunakan untuk kamera detail dengan pengambilan gambar yang lebih sempit dan memperbanyak pengambilan gambar objek secara close up. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Untuk kebutuhan pengambilan gambar yang lebih still, kamera dipasangkan Tripod Manfrotto 725B. Setelah masing-masing set kamera disiapkan, masing-masing kameraman menyamakan White Balance, ISO, Shutter Speed, dan Aperture untuk tiap kamera agar temperatur, warna dan pengambilan gambar untuk 2 kamera serupa.

57 Gambar 4.3 Camera Microphone Sennheiser MKE600 (SUMBER : Google.com) Untuk keperluan wawancara dengan pengunjung disiapkan Camera Microphone Sennheiser MKE600 beserta 2 unit Battery Energizer AA untuk dihubungkan ke kamera, kemudian dilakukan tes untuk monitoring audio level. Dalam proses pengambilan gambar untuk liputan, penulis berperan sebagai pengarah gambar agar gambar yang diambil berkesinambungan dan sesuai dengan kebutuhan gambar. Penulis juga memberikan masukan untuk pengaturan pada kamera DSLR agar warna pada gambar balance dan sesuai dengan warna ruangan. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menghasilkan gambar yang baik dan proses editing yang jauh lebih mudah. Shooting utama dilakukan pada tanggal 13 April 2014 di Lego Store, Cilandak Town Square. Install peralatan tim produksi lakukan pada pk 9.30 sesuai perjanjian dengan Lego Store sebelum toko dibuka pada pk 10.00. Peralatan yang tim produksi gunakan saat shooting adalah : - Kamera DSLR Canon EOS 60D (2 unit) - Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM (1 unit) - Lensa Canon EF 50 mm f/1.8 II (1 unit) - Monopod Manfroto 561 BHDV-1 (1 unit) - Tripod Manfrotto 725B (1 unit) - Memory Card 16 GB (3 unit) - Battery Sony LP-E6 (4 unit) - Wireless Clip On Sennheiser EW 112-G3 (2 unit) - Battery Energizer AA (16 unit)

58 - Camera Microphone Sennheiser MKE600 (1 unit) - Zoom H4N (1 unit) - Headset (1 unit) Gambar 4.4 Monopod Manfroto 561 BHDV-1 dan Tripod Manfrotto 725B (SUMBER : Google.com) Pengambilan gambar dilakukan dengan 2 set kamera yaitu untuk kamera utama dan kamera detail. Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM digunakan untuk kamera utama dengan pengambilan gambar yang lebih luas. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Untuk kebutuhan pengambilan gambar yang lebih still, kamera dipasangkan Tripod Manfrotto 725B. Juga disiapkan Camera Microphone Sennheiser MKE600 beserta 2 unit Battery Energizer AA untuk dihubungkan ke kamera saat pengambilan gambar dengan banyak anggota komunitas. Lensa Canon EF 50 mm f/1.8 II digunakan untuk kamera detail dengan pengambilan gambar yang lebih sempit dan memperbanyak pengambilan gambar objek secara close up. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Untuk kebutuhan pengambilan gambar yang lebih banyak pergerakan, kamera dipasangkan Monopod Manfroto 561 BHDV-1. Setelah masing-masing set kamera disiapkan, masing-masing kameraman menyamakan White Balance, ISO, Shutter Speed, dan Aperture untuk tiap kamera agar temperatur, warna dan pengambilan gambar untuk 2 kamera serupa.

59

60 wide dan detail dari segala sisi pembuatan lego. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Tim produksi tidak menggunakan peralatan audio, karena tidak ada input audio yang digunakan saat pengambilan gambar. Informasi gambar akan ditambahkan pada saat editing melalui dubbing. Dalam proses pengambilan gambar ini, penulis membantu proses pengambilan gambar dengan melakukan setting kamera dan memberi masukan atas setting lokasi pengambilan gambar yang sesuai. Pengambilan gambar untuk keperluan insert tampilan website KLI, dilakukan pada hari Selasa, 20 Mei 2014 di Tereo Café, Binus Square, pk 14.00. Adapun peralatan yang digunakan saat pengambilan gambar adalah : - Kamera DSLR Canon EOS 60D (1 unit) - Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM (1 unit) - Memory Card 16 GB (1 unit) - Battery Sony LP-E6 (1 unit) Pengambilan gambar dilakukan dengan 1 set kamera yang menggunakan Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM untuk pengambilan gambar wide dan detail dari segala sisi website, untuk menunjukkan fitur dan jumlah anggota dari KLI. Kamera ini juga dilengkapi dengan 1 unit Memory Card 16 GB dan 1 unit Battery Sony LP-E6. Tim produksi tidak menggunakan peralatan audio, karena tidak ada input audio yang digunakan saat pengambilan gambar. Materi video ini akan digunakan untuk insert saat wawancara dengan KLI pada shooting utama. Dalam proses pengambilan gambar ini, penulis membantu proses pengambilan gambar dengan melakukan setting kamera dan memberi masukan atas setting lokasi pengambilan gambar yang sesuai. 4.2 Shooting dan Evaluasi Shooting Proses shooting dilakukan beberapa kali untuk keperluan materi shooting utama dengan KLI di Lego Store, materi VT (Liputan Toys and Comics Fair 2014 dan Step Pembuatan Lego), serta materi insert tampilan website KLI. Proses shooting dilaksanakan dengan tambahan beberapa sumber daya manusia.

61 Pengambilan gambar untuk keperluan materi VT Liputan Event Toys and Comics Fair 2014 dilakukan pada hari Minggu, 16 Maret 2014 di Balai Kartini, Jakarta. Dalam produksi ini, dilakukan pengambilan gambar untuk menggambarkan keseluruhan event Toys and Comics Fair 2014 dan keperluan stok gambar berbagai jenis lego koleksi Komunitas Lego Indonesia. Gambar 4.6 Pengambilan gambar dalam liputan event Toys and Comics Fair 2014 (SUMBER : Dok. Pribadi) Dalam proses shooting, penulis berperan untuk memberi masukan dalam pengambilan gambar dan pengaturan kamera. Pengambilan gambar dilakukan oleh 2 cameraperson untuk pengambilan gambar wide dan detail. Selain itu, dilakukan pengambilan gambar wawancara dengan pengunjung mengenai event tersebut. Pengunjung yang cukup banyak membuat lokasi menjadi padat dan pengambilan gambar cukup sulit dilakukan. Namun liputan ini sangat bermanfaat karena banyaknya variasi lego yang ditampilkan sehingga dapat digunakan sebagai gambar insert pada tayangan program dan menunjukkan bahwa lego merupakan salah satu mainan yang populer saat ini. Pengambilan gambar yang kedua dilakukan pada tanggal 13 April 2014 dengan mengambil lokasi di Lego Store, Cilandak Town Square. Tim produksi memilih lokasi ini karena berhubungan dengan tema yang diusung pada episode program kali ini dan Lego Store merupakan satu-satunya toko resmi penjual lego di Indonesia. Produksi dilakukan dengan Dian (produser) yang sekaligus memegang peranan menjadi Program Director (PD), penulis selaku editor memegang peranan menjadi Assistant Program Director, Klemensia sebagai cameraperson dibantu oleh Randall yang memegang kamera untuk pengambilan gambar detail, dan Riana Jogi sebagai Make Up Artist. Penulis sebagai Assistant Program Director membantu PD dalam

62 mengarahkan gambar dan mencatat waktu pengambilan gambar sesuai dengan rundown yang telah disusun sebelumnya. Saat produksi, penulis memegang alat Zoom H4N yang telah dipasangkan ke receiver clip on sehingga penulis bertanggung jawab atas rekaman audio pada saat produksi. Pengambilan gambar memakan waktu selama hampir 3 jam karena menyesuaikan dengan narasumber dan lokasi yang cukup padat dengan pengunjung di hari Minggu. Pengambilan gambar pertama adalah untuk materi Segmen 2, yaitu wawancara antara Vaya (host) dengan Yudho (Ketua KLI) untuk membicarakan latar belakang KLI dan penjelasan mengenai KLI secara umum. Gambar 4.7 Pengambilan gambar pertama untuk materi Segmen 2 Tanya Jawab dengan Ketua KLI (SUMBER : Dok. Pribadi) Kemudian pengambilan gambar kedua dilakukan masih untuk kebutuhan Segmen 2 namun dengan perwakilan anggota KLI yang lain. Pengambilan gambar ini dilakukan di lokasi berbeda agar tidak monoton. Gambar 4.8 Pengambilan gambar kedua untuk materi Segmen 2 Tanya Jawab dengan Anggota KLI (SUMBER : Dok. Pribadi)

63 Pengambilan gambar selanjutnya dilakukan untuk materi Segmen 3 yaitu Vaya (host) yang menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh KLI. Pengambilan lokasi sama dengan Segmen 2 namun dengan frame yang lebih sempit karena orang yang lebih sedikit di dalamnya. Pengambilan gambar juga lebih terfokus pada lego yang dibuat oleh Vaya dan KLI. Gambar 4.9 Pengambilan gambar ketiga untuk materi Segmen 3 Host melakukan tantangan dari KLI (SUMBER : Dok. Pribadi) Untuk kelanjutan Segmen 3, kembali dilakukan pengambilan gambar tanya jawab dengan anggota KLI. Tanya jawab yang dilakukan ini dilakukan dengan mengambil posisi yang berbeda, yaitu dengan latar belakang miniatur kota Jakarta dengan icon-icon kota Jakarta yang dibuat dengan menggunakan lego. Tanya jawab ini sekaligus merupakan closing dari program INDO COMMUNITIES. Gambar 4.10 Pengambilan gambar keempat untuk materi Segmen 3 Tanya Jawab Anggota KLI & Closing (SUMBER : Dok. Pribadi)

64 Setelah pengambilan gambar yang berhubungan dengan KLI selesai dilakukan, tim produksi melakukan pengambilan gambar untuk suasana Lego Store serta Opening dan pengantar di Segmen 1. Gambar 4.11 Pengambilan gambar kelima untuk materi Segmen 1 dan insert Opening Host & Suasana Lego Store (SUMBER : Dok. Pribadi) Adapun beberapa kendala yang dihadapi saat melakukan shooting ini adalah penguasaan alat-alat baru seperti Zoom dan Clip On. Sesaat sebelum proses shooting dilakukan, penulis dengan tidak sengaja menekan tombol yang mengulang kembali pengaturan pada Clip On sehingga frekuensinya tidak tertangkap oleh Zoom. Kendala tersebut pada akhirnya dapat diatasi dengan baik dengan menyesuaikan frekuensinya kembali. Sebagai awam, tim produksi juga kesulitan untuk menentukan angle yang tepat dalam melakukan shooting. Namun, dengan berbagai diskusi dan pertimbangan, tim produksi memutuskan beberapa lokasi di Lego Store cukup menarik saat melakukan berbagai wawancara. Sedangkan dari segi perizinan, tim produksi tidak menemukan kendala apapun karena hal tersebut telah diurus sejak awal melakukan perencanaan syuting. Setelah melakukan evaluasi shooting utama, yaitu shooting yang dilaksanakan di Lego Store, ternyata masih banyak gambar yang kurang untuk memenuhi perencanaan tayangan segmen yang telah tim produksi susun sebelumnya. Maka dari itu, tim produksi memutuskan untuk melakukan beberapa shooting tambahan. Shooting tambahan yang pertama dilakukan di Universitas Tarumanegara, Kamis, 8 Mei 2014. Shooting dilakukan bertepatan dengan acara yang dihadiri oleh KLI. Tim produksi juga mendapat bantuan dari pihak KLI untuk mendapat perizinan dari panitia acara dalam melakukan shooting di Universitas Tarumanegara.

65 Pengambilan gambar dilakukan untuk step pembuatan lego Constitution Train Chase - The Lone Ranger. Dalam produksi ini tim produksi hanya menggunakan 1 kamera dengan Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM agar pengambilan gambar bisa dilakukan secara wide dan detail. Penulis disini berperan dalam memberikan masukan mengenai lokasi pengambilan gambar, mengarahkan urutan pembuatan lego, serta memberi masukan dalam setting kamera. Gambar 4.12 Pengambilan gambar Step Pembuatan Lego Constitution Train Chase - The Lone Ranger. (SUMBER : Dok. Pribadi) Selain itu, dalam event ini KLI juga membawa beberapa koleksi lego unik yang bisa bergerak mengikuti sensor. Oleh karena itu, tim produksi juga melakukan pengambilan gambar untuk koleksi lego tersebut untuk keperluan insert dalam program. Gambar 4.13 Pengambilan gambar koleksi lego KLI untuk kebutuhan insert. (SUMBER : Dok. Pribadi)

66 Dalam proses produksi, kendala yang tim produksi temukan adalah dalam menentukan lokasi shooting yang cukup memakan waktu. Hal ini dapat terjadi karena sebelumnya tim produksi tidak melakukan survei terlebih dahulu di lokasi seputaran Universitas Tarumanegara. Shooting tambahan selanjutnya dilakukan di Tereo Cafe, Binus Square. Dalam shooting ini, tim produksi hanya menggunakan 1 kamera dengan Lensa Sigma EF 17 70 mm f/2.8-4 DC Macro OS HSM agar pengambilan gambar bisa dilakukan secara wide dan detail. Dalam produksi ini, Dian (Produser) berperan sebagai model video, oleh karena itu penulis disini berperan dalam memberikan masukan mengenai lokasi pengambilan gambar kepada cameraperson serta memberikan pengarahan gambar yang akan diambil. Pengambilan gambar tambahan ini dilakukan untuk memperlihatkan website dari KLI pada Segmen 1 saat pengenalan komunitas. Gambar 4.14 Pengambilan gambar tampilan website KLI untuk kebutuhan insert Segmen 1. (SUMBER : Dok. Pribadi) 4.3 Dismantle Pada tanggal 16 Maret 2014 pk 12.00 dilakukan proses pengambilan gambar pertama yaitu untuk Liputan Event Toys and Comics Fair 2014. Proses dismantle dilakukan pada pk 17.00, tidak ada alat-alat yang rusak maupun hilang setelah digunakan. Pada tanggal 13 April 2014 pk 10.00 tim produksi melakukan shooting utama di Lego Store, Cilandak Town Square. Dismantle dilakukan pada pk 13.11, tidak ada alat-alat yang rusak setelah digunakan. Kesulitan penggunaan alat tim produksi alami

67 selama proses shooting dikarenakan miskomunikasi dan kekurangan pada pemahaman teknis dalam meng-install alat. Proses shooting ketiga dilakukan pada tanggal 8 Mei 2014 pk 11.00 untuk keperluan step pembuatan lego dilakukan di Universitas Tarumanegara, tidak ada alat-alat yang rusak maupun hilang setelah digunakan. Proses shooting keempat yaitu pengambilan gambar untuk keperluan insert tampilan website KLI, dilakukan pada hari Selasa, 20 Mei 2014 di Tereo Café, Binus Square pk 14.00, tidak ada alat-alat yang rusak maupun hilang setelah digunakan. 4.4 Karya Tugas Karya Akhir yang sudah dibuat terlampir di dalam softcopy. Gambar 4.15 Opening Segmen 1 (SUMBER : Dok. Pribadi) Gambar 4.16 Segmen 2 (SUMBER : Dok. Pribadi)

68 Gambar 4.17 Segmen 3 (SUMBER : Dok. Pribadi) Gambar 4.18 Closing (SUMBER : Dok. Pribadi)