I. PENDAHULUAN II. RUMUSAN MASALAH

dokumen-dokumen yang mirip
SEJARAH TASAWUF DENGAN PENDEKATAN ARKEOLOGI

Oleh: ENCEP SUPRIATNA

MEMAHAMI AJARAN FANA, BAQA DAN ITTIHAD DALAM TASAWUF. Rahmawati

Filsafat Islam قولية كونية. Wahyu. Para Rasul. Alam. Akal Manusia. Problem Filsafat Islam tentang tuhan: Bentuk Aktifitas Manusia. Aktivitas Kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Al-Ghazali (w M) adalah salah satu tokoh pemikir paling populer bagi

KONSEP INSAN KAMIL MENURUT AL-JILI Oleh Drs. H. Aceng Kosasih, M. Ag

BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah

BAB V KESIMPULAN. Teosofi Islam dalam tataran yang sederhana sudah muncul sejak abad 9 M.

BAB I PENDAHULUAN. tasawuf. Tasawuf berisi ajaran-ajaran rohani untuk memperbaiki akhlak, baik akhlak

BAB V KESIMPULAN. akan memaparkan beberapa pokok pemikiran penting yang merupakan inti

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER ( RPS ) FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAIN SYEKH NURJATI CIREBON SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Dengan penuh kerendahan hati, kepada Allah penulis mohon ridho wal hidayahnya untuk menghadirkan tulisan yang berjudul Sumber Ilmu Tasawuf di situs

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada periode modern, mengalami pasang surut antara kemajuan

APLIKASI TASAWUF DALAM DUNIA PENDIDIKAN MODERN. Mashudi Sekolah Tinggi Agama Islam Ma arif Magetan

Kemunduran Islam Akhir dari Abbasiyah Genghis Khan/Jengis Khan Mongolian Ratanya kota Bagdad Jatuhnya jazirah arab Mesir, Aint Jalut 1260 M

MADZHAB SYAFI I. Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Ilmu Fiqh Dosen: Kurnia Muhajarah,M.S.I

Biografi Singkat Empat Iman Besar dalam Dunia Islam

BAB IV T}ANT}A>WI> JAWHARI> hitung dan dikenal sebagai seorang sufi. Ia pengikut madzhab ahl sunnah wa aljama ah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pendidikan Agama Islam

BAB V PENUTUP. skripsi ini, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Dalam kajian mengenai penciptaan alam dalam pandangan al-qur an,

BAB I PENDAHULUAN. dalam al-qur an dan al-sunah ke dalam diri manusia. Proses tersebut tidak

KRITIK TERHADAP ALIRAN MU TAZILAH. Makalah. Disusun Guna Memenuhi Tugas. Mata Kuliah : ILMU TAUHID. Dosen Pengampu : Drs.

KONTRIBUSI PEMIKIRAN FILSAFAT ISLAM DALAM ILMU PENDIDIKAN. Dede Rohaniawati, M.Pd. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

PENGARUH AQIDAH ASY ARIYAH TERHADAP UMAT

BAB I PENDAHULUAN. hukum yang berlaku dalam Islam tidak boleh bertentangan dengan al-qur an. Di

PERADABAN DALAM ISLAM

TOBAT, WARA,ZUHUD :UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA. Indetitas Buku :Ja far,gerbang TASAWUF(Medan:perdana Publishing, 2016)

ALLAH, UNIVERSALITAS, DAN PLURALITAS

BAB 1 PENDAHULUAN. Pradopo (1988:45-58) memberi batasan, bahwa karya sastra yang bermutu

Menggapai Ridha Allah dengan Birrul Wâlidain. Oleh: Muhsin Hariyanto

APLIKASI GAGASAN FIQH SOSIAL KH SAHAL MAHFUDH DALAM DUNIA PENDIDIKAN (Studi Kasus di Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati)

EMPAT BELAS ABAD PELAKSANAAN CETAK-BIRU TUHAN

MENGENAL ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB III PROSES IJMA MENURUT ABDUL WAHAB KHALLAF DAN PROSES PENETAPAN HUKUM DALAM KOMISI FATWA MUI

AKHLAK TASAWUF A. Pendahuluan

KISI-KISI SOAL UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) MADRASAH ALIYAH (MA) TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KISI-KISI SOAL UAMBN MADRASAH ALIYAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB IV PENUTUP. yang diperoleh akal, maka peneliti dapat menyimpulkan:

SEJARAH ISLAM AHMADIN

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari uraian yang dibahas pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan sebagai berikut: Konsep pendidikan Islam dari K.H.

BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar

PENDAHULUAN BAB I. A. Latar belakang

Pengaruh ajaran ibnu rusyd terhadap gerakan renaissance di Eropa awal abad XIV

BAB I PENDAHULUAN. industri pada pertengahan abad ke-19. Manajemen lahir sebagai tuntutan

REVISI MAKALAH. PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. A. Penelitian Terdahulu

PROSES ISLAMISASI DI INDONESIA (ABAD M): MASALAH DI SEKITAR KAPAN, SIAPA, DAN DARI MANA? *)

Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan

BAB I PENDAHULUAN. Sungguh, al-quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus... (Q.S. Al-Israa /17: 9) 2

Kolom Edisi 040, Desember P r o j e c t ISLAM BAGHDAD. i t a i g k a a n. Luthfi Assyaukanie

BAB I PENDAHULUAN. Amzah, 2007), hlm. 55. Pemikiran dan Kepribadian Muslim, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 150.

ṣad, dal dan qaf, dan dari unsur aṣ-ṣidq, diambil kata sedekah karena

BAB V KESIMPULAN. permasalahan yang dibahas. Dalam kesimpulan ini peneliti akan memaparkan

MOTTO DAN PERSEMBAHAN. Persembahan :

TASAWUF AMALI SYEKH ABDUL QADIR AL- JAILANI (Studi Kritis Tentang Ibadah Dalam Kitab Sirr Al-Asrar) SKRIPSI

Menyikapi Fenomena Gerhana. Oleh: Muhsin Hariyanto

Jl. KH. Abdurrahman Wahid Kel. Talang Bakung Kec. Jambi Selatan Kota Jambi Kode Pos Telp./Fax Cp

BAB IV ANALISIS. A. Persamaan dan Perbedaan Pendapat Mazhab Syafi i dan Mazhab Hanbali Tentang Hukum Menjual Reruntuhan Bangunan Masjid

Modul ke: Mengenal Islam. DR. Rais Hidayat. Fakultas: Ilmu komputer. Program studi: Informasitika.

BAB II BIOGRAFI IMAM AL-BUSHIRY. seorang shaleh yang tenggelam dalam mencintai Allah dan Rasul-Nya. Namanya adalah: Abu

BAB IV ANALISIS PENDAPAT HUKUM TENTANG IDDAH WANITA KEGUGURAN DALAM KITAB MUGHNI AL-MUHTAJ

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman Rasulullah SAW, hadis belumlah dibukukan, beliau tidak sempat

BAB V KESIMPULAN. Dalam sejarah perkembangan umat Islam, munculnya aliran teologi Islam

KRITIK PENDAPAT ULAMA KALAM TENTANG ALIRAN MURJI AH. Disusun Guna Memenuhi Tugas. Mata kuliah : Ilmu Tauhid. Dosen Pengampu : Drs.

إحياء العربية : السنة الثالثة العدد 1 يناير -

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM (Telaah Kritis Dinamika Pendidikan Islam)

`BAB I A. LATAR BELAKANG

Khatamul Anbiya (Penutup Para Nabi)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Bab 34 Bagaimana Cara Dicabutnya Ilmu

I. PENDAHULUAN. Islam datang selalu mendapat sambutan yang baik. Begitu juga dengan. kedatangan Islam di Indonesia khususnya di Samudera Pasai.

BAB IV PERBANDINGAN PEMURNIAN TAREKAT IBNU TAIMIYAH DAN HAMKA

OLEH: ANDIKA DJ CEO SYAFA AT MARCOMM EDUCATION DIRECTOR ADGI PUSAT

BAB IV ANALISIS. Setelah mengetahui legalitas şallallahu alaihi wasallam dan alaihi

BAB I PENDAHULUAN. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa al-quran karena

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMIMPIN. 1) Mengetahui atau mengepalai, 2) Memenangkan paling banyak, 3)

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. salah satu ibadah wajib. Selain zakat fitrah yang menjadi kewajiban setiap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

HUKUM AZL BAGI SUAMI ISTRI MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDY KOMPARATIF PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI DAN IBNU HAZM) SKRIPSI

BAB IV PENUTUP. 1. Aktivitas keagamaan di pondok sosial Babat Jerawat mengalami

SOAL UJI COBA HASIL BELAJAR PAI

PENGANTAR METODOLOGI STUDI ISLAM. Tabrani. ZA., S.Pd.I., M.S.I

2016 NEO- SUFISME NURCHOLISH MADJID. (Menyegarkan Kembali Pemikiran dan Kehidupan Tasawuf) Muhamad Nur, M.S.I

BAB III BIOGRAFI IBNU AL HAYTHAM. atau Ibnu Al Haytham (Basra, Kairo 1039), dikenal dalam kalangan cerdik

Proposal Ke-11 Permintaan Opini Dewan Pengawas Syariah (DPS) Tentang Pengolahan Daging Qurban Menjadi Sosis atau Kornet

ULANGAN HARIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI

BAB I PENDAHULUAN. macam suku, ras, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut tersebar hampir

H I S T O R I O G R A F I P E N D I D I K A N S E J A R A H R H O M A D W I A R I A Y U L I A N T R I, M. A C. I D

BAB II BIOGRAFI TOKOH. bin Muhammad bin Ahmad at-thusi as-syafi i, dan lebih dikenal dengan nama Al-

ANOMALI TAREKAT Antra Ibnu Taimiyah dan Hamka

BAB V PENUTUP. 1. Pemikiran Abah Anom dalam kitab Miftahus Shudur merupakan ajaran dan

BAB II KONSEP SYURA DALAM ISLAM ATAS PELAKSANAAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Surat Edaran Departemen Agama. No: D/BA.01/4865/1983 Tanggal: 5 Desember 1983 Tentang: HAL IKHWAL MENGENAI GOLONGAN SYI AH

Transkripsi:

I. PENDAHULUAN Istilah tasawuf adalah suatu makna yang mengandung arti tentang segala sesuatu untuk berupaya mebersihkan jiwa serta mendekatkan diri kepada Allah dengan Mahabbah yang sedekat-dekatnya. Tasawuf mempunyai banyak arti dan istilah yang semuanya itu merupakan ajaran tentang kesehajaan, kezuhudan, kesederhanaan, jauh dari kemegahan dan selalu merendahkan diri di hadapa Allah SWT. Intinya segala perilaku dan perbuatannya semata-mata hanya untuk Allah swt. Lahirnya tasawuf falsafi ini dimulai dari asal mula pemahaman tasawuf yang bermacam-macam, sehingga banyak yang mencari tahu untuk mengungkapkan pertama kali ajaran tasawuf tersebut. Yang pertama, ada yang berpendapat bahwa tasawuf itu adalah murni ajaran dari islam, bukan berasal dari non islam, dan yang kedua ada yang berpendapat bahwa tasawuf merupakan kombinasi dari ajaran islam dan non islam, seperti Nasrani, Hindu-Budha, filsafat barat (gnotisisme). Sedangkan yang ketiga ada yang mengungkapkan bahwa tasawuf itu bukan dari islam / yang lain, melainkan independent terhadap siapapun yang berkehendak mengikuti ajaran tasawuf. Berkembangnya tasawuf membuat orang-orang sufi menyingkap arti dari tasawuf falsafi itu seperti halnya ibnu Al-Arabi, seorang sufi yang berpendapat bahwa proses segala sesuatu itu berasal dari yang satu, yaitu kesatuan eksistensial (wihdatul wujud), dimana segala sesuatu tersebut belum ada dan beum terwujud kecuali Allah sebagai zat semata tanpa sifat dan nama, karena Allah-lah yangawal dan yang akhir, yang tiada teribaratkan atau termisalkan. II. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian tasawuf falsafi? 2. Bagaimana perkembangan tasawuf falsafi? 3. Siapakah tokoh-tokoh dalam tasawuf falsafi dan bagaimana ajarannya? 1

III. PEMBAHASAN A. Pengertian Tasawuf Falsafi Tasawuf Falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan dengan pendekatan rasio (filsafat). Bukan hanya mengenal tuhan saja (ma rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu wahdatul wujud (kesatuan wujud) atau kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional. Berbeda dengan tasawuf akhlaqi, tasawuf falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya. Terminology falsafi tersebut berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya. B. Perkembangan Tasawuf Falsafi Menurut At-Taftazani, taswuf falsfi mulai muncul dengn jelas dalam khazanah islam sejak abad ke-6 H, meskipun tokohnya baru dikenal seabad kemudian. Sejak itu, tasawuf jeniss ini terus hidup dan berkembang, terutama dikalangan para sufi yang juga filosof, sampai menjelang akhir-akhir ini. Adanya pemaduan antara tasawuf dan filsafat dalam ajaran tasawuf falsafi ini dengan sendirinya telah membuat ajaran-ajaran tasawuf ini bercampur dengan sejumlah ajaran filsafat diluar islam, seperti Yunani, Persia, India, dan agama Nasrani. Akan tetapi, orisinalitasnya sebagai tasawuf tetap tidak hilang. Sebab, meskipun mempunyai latar belakang kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda dan beragam, seiring dengan ekspansi islam yang telah meluas pada waktu itu, para tokohnya tetap berusaha menjaga kemandirian ajaran aliran mereka, terutama bila dikaitkan dengan kedudukannya sebagai umat islam. C. Tokoh-tokoh Tasawuf Falsafi dan Ajaran-ajarannya 1. Ibn arabi Nama lengkap Ibn Arabi adalah Muhamad bin Ali bin Ahmad bin Abdullah Ath-Tha I Al-Haitimi. Ia lahir di Murcia, Andalusia Tenggara, Spanyol pada tahun 560 H, beliau lahir dari keluarga berpangkat, hartawan, dan ilmuwan. Di Sevilla (Spanyol) Ia mempelajari Al-Qur an, Hadits serta fiqih pada sejumlah murid seorang faqih Andalusia yakni Ibn Hazm Az- Zuhri. Di usiannya 30 Ibn Arabi berkelana ke berbagai kawasan Andalusia dan kawasan Islam bagian Barat dan berguru kepada Abu Madyan, Al- Ghauts At_Talimsari dan Yasmin Musyaniyah (seorang wali dari kalangan perempuan). Kemudian ia bertemu juga dengan Ibn Rusyd, filosof muslim dan tabib istana dinasti Barbar dari Alomond, di Kordova. ia pun dikabarkan mengunjungi Al-Mariyyah, seorang sufi falsafi yang cukup berpengaruh di Andalusia 2

Ajaran pertama dari Ibn Arabi adalah tentang wahdat al-wujud (kesatuan wujud). Namun ajaran ini bukan berasal dari dirinya tetapi dari Ibn Taimiyah yang berpendapat bahwa wahdat al-wujud adalah penyamaan tuhan dengan alam. Sedangkan menurut Ibn Arabi wujud alam pada hakikatnya adalah wujud Allah dan Allah adalah hakikat alam. Ajaran kedua, wujud Haqiqah Muhammadiyah yang digunakan sebagai emanasi (pelimpahan) pertama dari wujud Tuhan dan dari sini muncul segala yang wujud dengan proses tahapan-tahapannya. 2. Abdul Karim Al-Jilli Nama lengkapnya adalah Abdul Karim bin Ibrahim Al-Jili. Ia lahir pada tahun 1365 M. di Jilan (Gilan), sebuah provinsi di sebelah selatan Kaspia dan wafat pada tahun 1417 M. Nama Al-jili diambil dari tempat kelahirannya di Gilan. Ia adalah seorang sufi yang terkenal dari Bagdad. Riwayat hidupnya tidak banyak diketahui oleh para ahli sejarah, tetapi sebuah sumber mengatakan bahwa ia pernah melakukan perjalanan ke India tahun 1387 M. kemudian belajar tasawuf di bawah bimbingan Abdul Qadir Al- Jailani, seorang pendiri dan pemimpin tarekat Qadiriyah yang sangat terkenal. Di samping itu, berguru pula pada Syeh Syarafuddin Isma il bin Ibrahim Al- Jabarti di Zabid (Yaman) pada tahun 1393-1403 M. Ajaran tasawuf Al-jilli yang terpenting adalah faham insan kamil (manusia sempurna). Al-jilli berpendapat bahwa nama-nama dan sifat-sifat ilahiah itu pada dasarnya merupakan milik insan kamil sebagai suatu kemestian yang inheren dengan esensinya. Al-jilli juga berpendapat bahwa perumpamaan hubungan Tuhan dengan insan kamil adalah bagaikan cermin dimana seseorang tidak akan melihat bentuk dirinya kecuali dengan melihat ke cermin itu. 3. Ibnu Sab in Nama lengkapnya Abdul Haqq Ibn Ibrahim Muhamad Ibn Nashr, seorang sufi dan juga filosaof dari Andalusi. Ia di panggil Ibn Sab in dan digelari Quthbuddin. Dan dikenal pula dengan Abu Muhamad dan mempunyai asal-usul Arab, dan dilahirkan tahun 614 H(1217/11218M) di kawasan Murcia. Dia mempelajari bahasa Arab dan sastra, dia juga mempelajari ilmu agama dari madzhab Maliki, ilmu-ilmu logika, dan filsafat.. Ibn Sab in menggagas sebuah faham dalam tasawuf filosofis, yang dikenal dengan paham kesatuan mutlak, gagasan esensialnya sederhana yaitu wujud adalah satu alias wujud allah semata. Ibn Sa bin menempatkan ketuhanan pada tempat pertama. Sebab wujud Allahmenurutnya adalah asal segala yang ada pada masa lalu, masa kini, maupun masa depan. 3

Sab in menggagas sebuah faham dalam tasawuf filosofis, yang dikenal dengan paham kesatuan mutlak, gagasan esensialnya sederhana yaitu wujud adalah satu alias wujud Allah semata. Wujud yang lainnya yaitu wujud yang satu itu sendiri. Artinya wujud dalam kenyataannya hanya satu persoalan yang tetap. Ibnu sab in menempatkan ketuhanan pada tempat pertama. IV. KESIMPULAN Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan dengan pendekatan rasio (filsafat). Bukan hanya mengenal tuhan saja (ma rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu wahdatul wujud (kesatuan wujud) atau kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional. Tokoh-tokohnya yaitu ibnu Al-Arabi, Al-jilli dan ibnu Sab in dengan ajarannya masing-masing. V. PENUTUP Demikian makalah sederhana ini yang dapat kami sampaikan. Terimakasih atas antusiasme dari pembaca yang telah sudi menelaah dan mengimplementasikan isi makalah ini. Mohon maaf apabila banyak kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam makalah kami. Kritik dan saran kami harapkan sebagai bahan perbaikan. 4

DAFTAR PUSTAKA Rosidi, 2015, Pengantar Akhlak Tasawuf, Jrakah Tugu Semarang: CV Karya Abadi Jaya Amin Syukur.1999,Menggugat Tasawuf, Yogyakarta: Pustaka pelajar Amin Syukur, Masharudin, 2002, Elektualisme Tasawuf, Semarang: Lembkota Anwar Rosihon, 2010, Akhlak Tasawuf, Bandung: CV Pustaka Setia 5