DESIGN SYSTEM INFORMATION E-DRIVING LICENCE FOR POLRES

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

RANCANGAN APLIKASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBYEK: STUDI KASUS SMP NEGERI 9 PANGKALPINANG

SISTEM INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT PADA KONTRAKTOR LISTRIK CV. INDO PERKASA DI PURWOKERTO

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB PADA BRT TRANS SEMARANG

Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Inventori pada PT. Oriental Chitra International

SISTEM INFORMASI PEMBUATAN SKCK DENGAN PEMODELAN UML


BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. adalah analisis mengenai analisis dokumen, analisis posedur dan analisis proses.

BAB I PENDAHULUAN. adalah hal penting yang dibutuhkan bagi setiap perusahaan atau instansi seperti


Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Pendataan Paud Di Indonesia Berbasis Web

BAB I PENDAHULUAN. di hampir seluruh bidang kehidupan. Perkembangannya saat ini amat pesat, terutama

Desain Aplikasi Pengelolaan Laboratorium Komputer

BAB I PENDAHULUAN. selalu menimbulkan permasalahan. Pihak sekolah menerima siswa dengan cara menggunakan

SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN IZIN PRAKTEK KERJA LAPANGAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SECARA ONLINE DI STT GARUT

Informasi Siklus Informasi Kualitas Informasi Pengertian Sistem Informasi

BAB I PENDAHULUAN. lintas informasi melalui telepon, telek, radio dan TV frekwensinya sangat tinggi

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Tugas Akhir. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Parkir. Universitas Komputer Indonesia, Bandung

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DATA UMRAH DI TOUR & TRAVEL X. Yudhi Widya Arthana Rustam

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASET SERTIFIKAT TANAH BERBASIS WEB DI PT PLN PERSERO DISTRIBUSI JAWA BARAT

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAN BARANG DI TB. INDAH JAYA BERBASIS DESKTOP

ANALISA DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK PADA WEBSITE RENCANA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DASAR KOTA

PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP

PENGEMBANGAN APLIKASI CONTROLLING TUGAS AKHIR BERBASIS WEB SISI KOORDINATOR, DAN PEMANGKU KEPUTUSAN

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

APLIKASI REGISTRASI PEMAKAIAN KIOS PASAR DI PATI BERBASIS WEB PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN PATI

BAB III ANALISIS III.1 Analisis Perbandingan terhadap Sistem Lain

BAB I PENDAHULUAN. lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai analisis sistem informasi rental mobil

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGENALAN RAMBU LALU-LINTAS DAN SIMULASI TES SURAT IZIN MENGEMUDI BERBASIS ANDROID

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu dapat dilakukan dengan se-efisien mungkin. Sama halnya dengan

Sistem Informasi Bidang Kemahasiswaan Dengan Metode Berorientasi Objek Menggunakan Unified Modeling Language (UML)

APLIKASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN TANGGAMUS MENGGUNAKAN VISUAL BASIC. Jamaludin 1, Nur Aminudin 2

SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... RINGKASAN... KATA PENGANTAR...

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan

SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG BARAT BAGIAN KEPEGAWAIAN

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PUSAT KAJIAN DAN PENERAPAN REKAYASA TEKNIK (PUSKAREKATEK) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)

SISTEM INFORMASI SEKOLAH BERBASIS WEB PADA WEB SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 WAY LIMA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

Sistem Informasi Aplikasi Penilaian Sidang Skripsi Berbasis Web di STMIK Bina Sarana Global

BAB VI : PENUTUP 6.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai perubahan yang dirasa

PENGEMBANGAN APLIKASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKANDI KANTOR KELURAHAN PATARUMAN KABUPATEN GARUT

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

SISTEM INFORMASI REKRUTMEN DAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN PT. NUSA PRADIPTA SENTOSA BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY

HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN

Sistem Informasi Pemasaran dan Pemesanan Meubel Berbasis Web pada CV. Jati Agung Furniture Bareng Kudus

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) PADA STANDARD CHARTERED BANK. Lukas Prasetyo, Muji Sukur, Sunardi.

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN SKRIPSI BERBASIS WEB RESPONSIF

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN...

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

BAB I PENDAHULUAN. Ini disebabkan oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan adanya

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Disain System Berorientasi Objek (Unified Modeling Language) ( Studi Kasus : Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan )

2.4.2 Class Diagram Sequence Diagram Statechart Diagram Activity Diagram Rekayasa Perangkat Lunak...

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGELOLAAN DATA DI LINGKUNGAN OBJEK WISATA SITU BAGENDIT

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. yang manual, yaitu dengan melakukan pembukuan untuk seluruh data dan

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan dari suatu sistem informasi. Hasil akhir dari analisis sistem

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERTAMA

APLIKASI E-LEARNING DIDUKUNG METODE TANYA JAWAB. Oleh Taslim, M.Kom Dan Muhammad Fadhel. Dosen tetap Universitas Putra Indonesia YPTK

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN DAN REGISTRASI MAHASISWA BARU JALUR MANDIRI DI UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

Praktikum Pertemuan 5 Requirement Capture : Use Case Diagram

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

APLIKASI SISTEM INVENTARIS LABORATORIUM KOMPUTER FTIK UNIVERSITAS SEMARANG

SISTEM INFORMASI TRACER STUDY BERBASIS WEBSITE DENGAN SMS GATEWAY PADA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MULAWARMAN

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN SISWA BERBASIS SMS GATEWAY DI SMK MUHAMMADIYAH 2 KADUNGORA Ahmad Nurul Hak 1, Cepy Slamet 2, Rina Kurniawati 3

Gambar 4-1. Use Case Diagram

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Prototipe Sistem Informasi Persediaan Barang Logistik Berbasis Web Dengan Pemodelan UML

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu dapat dilakukan dengan se-efisien mungkin. Sama halnya dengan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. swasta, khususnya dalam pengolahan data yang relatif besar dan penggunaan data

Gambar 4.1 Flowchart

Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut Indonesia

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dibangun dapat dievaluasi sehingga dapat dibuat satu usulan untuk

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN APLIKASI REKAPITULASI RETRIBUSI PENDAPATA ASLI DAERAH DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GARUT

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk

RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BIMBINGAN DAN MONITORING TUGAS AKHIR (Studi Kasus STIKES Estu Utomo Boyolali)

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

SISTEM INTEGRATED LAB DI LABORATORIUM SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA.

53 Gambar 4. 1 Proses Bisnis sistem yang sedang berjalan Keterangan: 1. Peminjam wajib menyerahkan kwitansi atau bukti transaksi. 2. Staff admin memer

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pemanfaatan Teknologi SMS Gateway Pada Sistem Pembayaran SPP dan Tabungan Sekolah di SMA N 1 Nalumsari

Sistem Informasi Pengelolaan Arsip Berbasis Web Pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB

Transkripsi:

DESIGN SYSTEM INFORMATION E-DRIVING LICENCE FOR POLRES Sri Erina Damayanti, S.T., M.Kom. Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Jl. Soekarno Hatta No. 378, Kb. Lega, Bojongloa Kidul, KotaBandung, Jawa Barat 40235 e-mail : Erina.damayantie@gmail.com Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi salah satunya adalah perkembangan dunia komputer, satu diantaranya adalah kemajuan Sistem Informasi secara online. Melalui Sistem Informasi secara online, teknologi informasi pekerjaan menjadi mudah, efektif dan efisien. Salah satu perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi pada instansi pemerintah dalam melayani masyarakat yaitu Kepolisian Resort (POLRES). Berbagai macam kegiatan dalam pelayanan masyarakat pada POLRES yang sangat menonjol yaitu pada bagian pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk itu SIM mempunyai peranan penting dalam segala aspek dalam POLRES. Begitu pentingnya kita memilki SIM, karena SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani, dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor. Namun sistem pendaftaran SIM baru masih menggunakan sistem manual sehingga memerlukan waktu banyak untuk mengurus pembuatan SIM baru, untuk itu maka perlu dibuatkan sistem informasi e-driving licence for POLRES atau Surat Ijin Mengemudi (SIM) pada POLRES. Adapaun metodologi yang digunakan dalam pembuatan desain sistem informasi ini adalah metodologi object oriented dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). Kata Kunci: sistem e-driving licence, SIM, POLRES, object oriented, UML (Unified Modelling Language). I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kian pesat, hal tersebut dapat kita lihat dan kita rasakan di sekeliling kita secara langsung maupun tidak langsung. Perkembangan tersebut tengah berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Salah satu jenis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah perkembangan

dunia komputer, satu diantaranya adalah kemajuan Sistem Informasi secara online. Hampir tidak ada batas ruang dan waktu sehubungan dengan Sistem Informasi tersebut, informasi dari tempat yang jauh secara fisik dapat dengan cepat dan mudah diketahui oleh kita. Melalui Sistem Informasi secara online, teknologi informasi pekerjaan menjadi mudah, efektif dan efisien. Teknologi dan informasi ini bukan hanya untuk kepentingan individu, tapi juga untuk kepentingan kelompok terutama masyarakat. Salah satunya perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi pada instansi pemerintah dalam melayani masyarakat yaitu Kepolisian Resort (POLRES). Berbagai macam kegiatan dalam pelayanan masyarakat pada POLRES yang sangat menonjol yaitu pada bagian pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani, dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor. SIM berfungsi sebagai sarana identifikasi atau jati diri seseorang, sebagai alat bukti, sebagai sarana upaya paksa, sebagai sarana perlindungan masyarakat dan Sebagai sarana pelayanan masyarakat. Untuk itu SIM mempunyai peranan penting dalam segala aspek dalam POLRES. Sistem dalam pembuatan SIM pada POLRES sudah terkomputerisasi dengan baik. Namun masih ada salah satu diantaranya yang masih menggunakan sistem manual, yaitu sistem pendaftaran SIM baru. Meskipun sudah daftar secara online akan tetapi masih registrasi secara manual. Untuk itu maka perlu dibuatkan sebuah sistem yaitu Design Sistem Information e-driving licence For POLRES. I. METODE PENELITIAN Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Studi literatur, dilakukan dengan mempelajari beberapa referensi untuk memperoleh gambaran mengenai masalah yang akan dituangkan dalam bentuk desain sistem informasi. b. Wawancara/konsultasi, mengumpulkan data dan informasi dari beberapa pihak atau bagian organisasi yang terlibat, yaitu dari para ahli yang bergelut dibidang IT yaitu para pengembang software, para dosen Teknik Informatika, dan

bagian yang terkait dengan pelayanan SIM Kepolisian Resort (POLRES) setempat. c. Observasi, melakukan pengamatan langsung dilapangan mengenai keadaan dan kondisi obyek penelitian. Tahap dalam pengembangan desain sistem informasi ini adalah sebagai berikut: a. Metodologi yang digunakan dalam pembuatan desain sistem informasi ini adalah metodologi object oriented di mana pemrograman berorientasi objek adalah suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika dalam menghadapi masalah-masalah yang akan dicoba-atasi dengan bantuan komputer, dan mencoba melihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata. b. Analisis, meliputi analisis prosedur, analisis sistem pembukuan dan analisis proses yang terjadi pada sistem. Analisis dilakukan dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). c. Perancangan, meliputi komponen perancangan perangkat lunak dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). II. PEMBAHASAN 3.1 Analisis Sistem Pada tahap analisis sistem akan dibahas mengenai kebutuhan fungsional, kebutuhan non fungsional, kelemahan sistem dan solusi untuk memperbaiki sistem yang ada dengan membuat sistem e-driving licence. 3.1.1 Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional sistem e-driving licence adalah sebagai berikut: 1. Sistem harus mampu memfasilitasi proses pendaftaran SIM baru. 2. Pemohon dapat menginputkan data permohonannya ke dalam sistem. 3. Sistem harus dapat mengelola pendaftaran. 4. Sistem harus mampu melakukan verifikasi SIM. 3.1.2 Kebutuhan Non Fungsional Kebutuhan non fungsional sistem e-driving licence adalah sebagai berikut: 1. Usability

a. Sistem e-driving licence mempunyai tampilan antar muka yang mudah untuk dipahami pengguna. b. Memfasilitasi pemohon. 2. Reliability a. Sistem harus dapat berjalan terus tanpa kegagalan akses selama proses pendaftaran SIM, jadi sistem e-driving licence tersebut harus mempunyai perangkat lunak server, perangkat keras server, perangkat lunak client, perangkat keras client, dan perangkat jaringan yang handal. b. Aspek keamanan (security) harus terjamin. 3. Portability a. Sistem harus dapat di akses dari berbagai lokasi. 4. Suppotability b. Sistem e-driving licence harus mempunyai dokumentasi teknis. c. Sistem e-driving licence harus mempunyai dokumen manual penggunaan. 3.1.3 Kelemahan Sistem Setelah implementasi sistem tersebut terutama setelah implementasi sistem secara menyeluruh secara mekanisme, sistem yang berjalan dapat dibilang tepat sasaran dan telah mencakup keseluruhan entitas dalam sistem tersebut. Masalah yang umum terjadi pada tiap penyeleksian permohonan pembuatan SIM adalah karena sistem yang berjalan masih menggunakan sistem manual. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pencarian data penyeleksian data pemohon. Untuk itu perlu dibangun program yang terkomputerisasi atau software yang lebih stabil, aman, user friendly, handal. Proses pendaftaran SIM baru secara manual tersebut mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini beberapa kelemahan proses secara manual tersebut diantaranya: a. Lambatnya proses pembuatan SIM baru, biasanya memerlukan waktu yang cukup Lama. b. Terdapat antrian pendaftaran yang cukup panjang. c. Terdapat antrian test tulis secara langsung yang cukup panjang.

d. Adanya kecurangan SIM Tembak dimana pemohon dibantu orang dalam kepolisian memalsukan hasil test dan syarat-syarat administrasi dengan bayaran tertentu. e. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan SIM Adapun Standard Operasional Prosedur dari sistem yang berjalan sebagai berikut: Pemohon Petugas Loket Petugas Kesehatan Petugas Administrasi M ulai F oto copy FKoto T Pcopy FKoto T Pcopy K T P U ji T eori F oto copy FKoto T Pcopy KF Toto P copy K T P P eriksa K T P P eriksa Uji Teori N 1 Lulus P em eriksaan K esehatan D ata K esehatan P endaftar 2 D ata K esehatan P endaftar P eriksa D ata Tidak Lulus U ji P raktek N P em bayaran A dm inistrasi 3 Lulus 2 3 P em bayaran A dm inistrasi 1 B elum Lengkap P eriksa K elengkapan F orm P erm ohonan S IM V erifikasi Lengkap F oto T anda T gn Sidik Jari P eriksa D ata S urat P engam bilan S IM S elesai Gambar 3.1 : Flow Of Diagram Pendaftaran SIM Baru Keterangan dari gambar Diagram Flow Pendaftaran SIM Baru diatas adalah sebagai berikut:

a. Pemohon datang ke Kantor Polisi Resort ke bagian Bagian Urusan SIM setelah itu pemohon menyerahkan foto copy KTP dan pas photo tiga lembar ke petugas loket untuk selanjutnya diperiksa kesehatan. b. Petugas kesehatan kan memeriksa kesehatan,terutama kesehatan pada mata dan akan menghasilkan data kesehatan pendaftar. c. Setelah Diperiksa oleh petugas loket maka pemohon akan diberi melakukan uji teori dengan sistem yang disediakan petugas. d. Selanjutnya data tersebut di berikan pada petugas bagian administrasi untuk diperiksa kevalidan data dan membayar biaya administrasi e. Setelah membayar biaya adminisatrsi maka ke petugas loket lagi untuk diperiksa kelengkapan data, jika belum lengkap maka dikembalikan kepemohon, dan jika sudah lengkap maka mengisi form permohonan SIM f. Setelah mengisi form permohonan maka akan di adakan verifikasi pada SIM dan pemohon akan di foto, di minta sidik jari dan tanda tangan dan selanjutnya data tersebut menjadi data SIM. 3.1.4 Solusi Diharapkan dalam pelaksanaan pembuatan SIM dapat menjalankan salah satu tertib lalulintas.untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat menunjang semua kegiatan yang terjadi sehingga dapat: a. memudahkan pemrosesan, b. efisiensi biaya dan c. waktu serta kelancaran dalam melayani masyarakat. Karena sebelumnya dalam proses Pembuatan SIM masih membutuhkan waktu yang cukup banyak.untuk itu maka perlu dibuatkan sistem informasi e-driving licence atau pembuatan Surat Ijin Mengemudi(SIM). 3.2 Perancangan Sistem Pada bagian perancangan sistem ini akan dibahas mengenai actor, Use-case diagram, Activity Diagram, dan Class Diagram.

3.2.1 Aktor Pada proses pembuatan SIM baru melibatkan tiga aktor utama, berikut ini adalah aktor-aktor yang terlibat dalam pembuatan Sistem e-driving licence: 1. Pemohon. Pemohon adalah warga negara yang memiliki KTP serta berusia minimal 17 tahun untuk SIM A, C, dan D berusia minimal 16 tahun, 20 tahun untuk SIM B1, dan SIM B2, untuk umum pemohon berusia 21 tahun. 2. Petugas SIM. Petugas adalah yang melayani proses permohonan pendaftaran SIM baru. 3. Kepala kepolisian. Kepala Kepolisian adalah yang berhak memutuskan uji SIM lulus atau tidak berdasarkan laporan verifikasi yang dibuat oleh petugas SIM. 3.2.2 Design Use Case Diagram Use-case diagram urutan kegiatan yang dilakukan aktor dan sistem untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Walaupun menjelaskan kegiatan namun use case hanya menjelaskan apa yang dilakukan oleh aktor dan sistem, bukan bagaimana aktor dan sistem melakukan kegiatan tersebut. Use-case diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

System <<include>> LogIn <<extend>> Kelola Pendaftaran Petugas SIM Pemohon Input Permohonan <<include>> <<extend>> <<extend>> <<extend>> Verifikasi SIM LogOut Pelaporan Verifikasi SIM Kepala Kepolisian Gambar 3.2 UseCase Diagram e-driving licence Berikut ini adalah penjelasan setiap use case pada gambar use case diagram sistem e-driving licence di atas. Penjelasan tersebut meliputi kode use case, deskripsi use case, dan kemudian kondisi sebelum (precondition), serta kondisi sesudah (postcondition) proses tersebut dilakukan. Tabel 3.1: Deskripsi Use Case Login Atribut Nama Kode Deskripsi Precondition Postcondition Keterangan Login UC-01 Pemohon melakukan login untuk mengakses e-sim. Data pemohon telah tersedia dan dinyatakan valid Jika login berhasil maka pemohon berhak mengakses e-sim, dan jika gagal maka pemohon tidak diperbolehkan mengakses e-sim. Tabel 3.2: Deskripsi Use Case Input Permohonan Atribut Nama Keterangan Input Permohonan

Kode Deskripsi UC-02 Pemohon menginputkan data permohonan pembuatan SIM. Precondition Data pendaftaran SIM baru telah diinputkan oleh pemohon Postcondition Data permohonan tersimpan. Tabel 3.3: Deskripsi Use Case Kelola Pendaftaran Atribut Keterangan Nama Kelola Pendaftaran Kode UC-03 Deskripsi Petugas mengelola pendaftaran yang nantinya akan diadakan verifikasi pada SIM. Precondition Data permohonan telah tersedia. Postcondition Data permohonan yang akan diveifikasi telah dinyatakan valid. Tabel 3.4: Deskripsi Use Case Verifikasi SIM Atribut Keterangan Nama Verifikasi SIM Kode UC-04 Deskripsi Petugas melakukan verifikasi SIM terhadap data permohonan. Precondition Data permohonan telah tersedia. Postcondition Data telah tersimpan dan data tersebut menjadi data SIM. Tabel 3.5: Deskripsi Use Case Verifikasi SIM Atribut Keterangan Nama Verifikasi SIM Kode UC-05 Deskripsi Petugas membuat laporan verifikasi yang nantinya laporan verifikasi tersebut akan disetujui oleh kepala kepolisian. Precondition Data laporan verifikasi telah tersedia. Postcondition Data permohonan pembuatan SIM telah diverifikasi. Tabel 3.6: Deskripsi Use Case Logout Atribut Nama Kode Keterangan Logout UC-06

Deskripsi Pemohon melakukan logout setelah selesai input permohonan. Precondition Pemohon telah melakukan login. Postcondition Session dihapus. 3.2.3 Design Activity Diagram Activity Diagram Memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis dan urutan aktivitas dalam suatu proses. Activity Diagram dibawah ini merupakan proses dari Admin dalam menelola user dan petugas untuk mengelola data pendaftaran. 1. Activity Diagram Login Gambar 3.3: Activity Diagram Login 2. Activity Diagram Input Permohonan

Gambar 3.4: Activity Diagram Input Permohonan 3. Activity Diagram Kelola Pendaftaran Gambar 3.5: Activity Diagram Kelola Pendaftaran 4. Activity Diagram Verifikasi SIM

Gambar 3.6: Activity Diagram Verifikasi SIM 5. Activity Diagram Logout Gambar 3.7: Activity Diagram Logout 3.2.4 Design Class Diagram Class Diagram mendeskripsikan obyek obyek yang terlihat dalam sistem dan hubungan- hubungan diantara mereka.class adalah sebuah spesifikasi yang jika di instansikan akan menghasilkan sebuah obyek dan

merupakan inti dari pengembangan dan disain berorientasi obyek. Class menggambarkan keadaan (atribut atau property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk manipulasi keadaan tersebut (metoda atau fungsi). Class diagram menggambarkan struktur dan diskripsi class, package, dan obyek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, assosiasi, dan lain-lain.langkah berikutnya adalah merancang class diagram yang meliputi : Berikut adalah Class Diagram yang menggambarkan skema yang terdapat dalam database: Gambar 3.8 : Class Diagram sistem e-driving licence Class diagram memperlihatkan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas didalam model desain dari suatu sistem.permohonan memiliki atribut utama Nomor KTP yang berhubungan dengan tabel pendaftaran dan selanjutnya akan dikelola oleh admin. III. KESIMPULAN

Penerapan sistem e-driving licence diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang timbul dari proses pembuatan SIM yang dilakukan secara manual. Berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan sistem e-driving licence tersebut: a. Permohonan SIM bisa dilakukan secara online b. Mempercepat proses pembuatan SIM baru. c. Menghemat biaya pembuatan SIM baru. d. Menyediakan akses bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan waktu untuk datang ke tempat pembuatan SIM/Polres. Dengan layanan sistem e-driving licence, pembuatan pendaftaran SIM baru diharapkan dapat menjadi lebih efisien dan efektif. Karena data pemohon SIM sudah terinput secara komputerisasi sehingga untuk seterusnya, petugas tinggal meng-entry nama saja atau nomor register saja. IV. REFERENSI [1] Bennet, Simon. Object-Oriented System Analysis and Design, using UML. Meidenhead, Berkshire; McGraw-Hill Companies, 2002. [2] Boggs, Wendy. Mastering, UML with Rational Rose 2002. Alameda, California; SYBEX, Inc. 2002 [3] Gunawan, Ferry. Aplikasi SMS Gateway Server dan Client Menggunakan Java dan PHP. Jakarta; Elexmedia Komputindo, 2004. [4] Quatrani, Terry. Visual Modelling With Rational Rose 2002 and UML. Boston, Massachusetts. Addison Wesley. 2003. [5] Suhendar, A and Gunadi, Hariman. Visual Modelling Menggunakan UML dan Rational Rose. Bandung; Informatika, 2002. [6] Wahid, Fathul. Kamus Istilah Teknologi Informasi. Yogyakarta; ANDI, 2002. [7] Robert A. Leitch. Roscoe K. Davis. Sistem Informasi,. 2005. [8] Jogiyanto. Analisis dan desain sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI, 2005

[9] Hermansyah, Kualitas Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) pada Kantor Satlantas Polresta Samarinda, ejournal adminitrasi Negara, volume 1, nomor 2, 2013 [10] http://www.jabar.polri.go.id diakses tanggal 10 Juli 2017, jam 09.00 WIB