BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

dokumen-dokumen yang mirip
MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA MATERI NUMBERS

BAB I PENDAHULUAN. agar para siswa terampil berbahasa, yaitu terampil mendengarkan (listening skill),

English Numbers Numbers Indonesian

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Alwi

UNIT 8 SAYING MATHEMATICAL SYMBOLS AND TERMS

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna di muka bumi.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN KOSAKATA DASAR MENJADI PARAGRAF DESKRIPSI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS I SD NEGERI I KEPOSONG NASKAH PUBLIKASI

BAB II MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATERI SUMBER DAYA ALAM. 1. Pengertian Model Pembelajaran Talking Stick

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latifah Nurfauziah, 2013

KAJIAN FONETIS KOSAKATA DASAR BAHASA MELAYU BALI. Umiliyah SMA Situbondo. Abstrak

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture Dan Tipe Talking Stick Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMANFAATAN SATUAN PANJANG DAN BERAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK. Sri Handayani

KARYA ILMIAH PEMBELAJARAN DENGAN TEKNIK BERCERITA MELALUI GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK DALAM BERBAHASA

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. untuk memahami hal hal yang ada dalam penelitian. Konsep dipandang sebagai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. item jawaban pertanyaan penelitian sebelumnya untuk mendapatkan hasil jawaban

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 3, Nomor 3, Juli 2014 ISSN

EVALUASI TEMATIK. Satuan Pendidikan : SD/ MI Kelas/ Semester : I/ 1 : DIRI SENDIRI. Lembar Penilaian (LP) 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI POKOK ALJABAR

I. PENDAHULUAN. berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat (Hamalik, 2008: 79).

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. orang dan urutan kedua adalah China dengan jumlah pembelajar Bagi

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA MELALUI METODE TALKING STICK

MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERNYANYI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH

Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Ribu Rupiah Terbilang :

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL KOOPERATIF METODE TALKING STICK

MENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS ANGKA BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING DI KELAS IV MI AL FALAH KECAMATAN LIMBOTO BARAT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB III METODE PENELITIAN

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Keterampilan Berbicara. manusia yang berbeda-beda antara satu manusia dengan yang lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan lebih lanjut. Hal ini tertera didalam Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 05)

Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Talking Stick

BAB I PENDAHULUAN. memahami maksud dan tujuan yang disampaikan oleh penutur berbeda-beda. Dilihat dari segi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Pendidikan adalah suatu hal yang harus dipenuhi dalam upaya

bab 1 bilangan aku dan keluargaku lingkunganku tema

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat lain, suatu bangsa berhubungan dengan bangsa lain. Bahasa

BAB I PENDAHULUAN. terpisahkan dari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Sejak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

MATERI KELAS 1. B. Indonesia

1. PENDAHULUAN. Di era globalisasi bahasa lnggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Hint: Start with December, because there is only one. tatu must be three. Jumamosi must be Saturday.

PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK

Video A. Introduction

TINJAUAN PUSTAKA. keterlibatan siswa pada proses belajar mengajar, untuk berani mengemukakan

Layil Safitri PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu yang membedakan manusia dengan binatang adalah bahasa

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam

PLAN OF ACTION (Oktober 2016-Juli2017) Mengetahui, Malang, 2 Oktober 2016

BAB II KAJIAN TEORI. Dalam bab ini peneliti akan memberikan penjelasan tentang : tujuan. maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, yang sedang

134 Ayo Belajar Matematika Kelas IV

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses pembelajaran merupakan kegiatan integral antara pelajar dan guru

BAB I BILANGAN. Skema Bilangan. I. Pengertian. Bilangan Kompleks. Bilangan Genap Bilangan Ganjil Bilangan Prima Bilangan Komposit

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

English Book Elementary School Grade 1

57 Lampiran - Lampiran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO KATA BERGAMBAR SISWA KELAS V SD

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

MODEL PEMBELAJARAN KOSA KATA DASAR DENGAN TEKNIK BERMAIN KATA KELAS VII SMP NEGERI SUKAWENING KABUPATEN GARUT MAKALAH. Oleh: Imas Nurjanah 10.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. di tingkat dasar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Shindy Grafina Callista, 2014

Oleh : Iin Septi Anggraeni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 2

VISUM ET REPERTUM No : 15/VRJ/06/2016

PENERAPAN METODE TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MASA PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

Transkripsi:

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teoretis 2.1.1 Pengertian Penguasaan Penguasaan berasal dari kata kuasa yang berarti cara, perbuatan menguasai, pemilikan atas sesuatu, pemahaman untuk menggunakan kepandaian atau pengetahuan. (Zul Fajri, 2008:493). Pengertian penguasaan yang dimaksud pada penelitian ini adalah cara siswa menguasai materi kosakata bahasa Inggris materi Numbers. 2.1.2 Kosakata (Vocabulary) Mempelajari suatu bahasa tidak akan lepas dari mempelajari kosakata (vocabulary) yang membentuk bahasa itu sendiri. Menurut Hornby (2000:1331) bahwa vocabulary adalah sebuah daftar dari kata kata dalam sebuah bahasa dengan maknanya sekaligus. Salah satu bahasa yang disepakati untuk menjadi bahasa internasional adalah bahasa Inggris. Dengan demikian, perlu adanya pemahaman dan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tersebut. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, salah satu hal dasar yang penting untuk dikuasai dalam mempelajari bahasa Inggris adalah tentang pengetahuan kosakata/pembendaharaan kata. Semakin banyak kosakata dalam bahasa Inggris yang dikuasai, maka akan semakin mudah pula dipelajari dan dipahami

bahasa asing tersebut. Dalam hal ini, bahasa Inggris mempunyai kedudukan sebagai bahasa kedua, yang mana bahasa pertamanya adalah bahasa Indonesia. Kosakata adalah perbendaharaan kata (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa 2002:527) Kosakata adalah semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis, kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan. Daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis. Kosakata (Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya. Karenanya banyak ujian standar, seperti SAT, yang memberikan pertanyaan yang menguji kosakata. Wikipedia, (2001:65) Penambahan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan bagian penting, baik dari proses pembelajaran suatu bahasa ataupun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Murid sekolah sering diajarkan kata-kata baru sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu dan banyak pula orang dewasa yang menganggap pembentukan kosakata sebagai suatu kegiatan yang menarik dan edukatif. Wikipedia, (2001:87).

Menguasai kosakata bukanlah suatu hal yang mudah. Berapapun yang kita pelajari akan mudah kita lupakan dalam waktu yang singkat. Terlebih lagi jika kita tidak mempraktekkan apa yang telah kita pelajari itu. Beberapa penelitian mengungkapkan apa saja yang perlu dilakukan agar kosakata yang telah dipelajari dapat terus diingat (Thornbury, 2002:24). Berikut diantaranya: (1) Pengulangan: Jika sebuah kata diulang beberapa kali dalam satu bacaan, bisa dipastikan bahwa kata itu akan lebih diingat daripada kata yang lain; (2) Gunakan: Selalu gunakan kosakata yang telah dipelajari. Penggunaan kata itu bisa dalam bentuk penulisan kalimat atau menggunakannya dalam berbicara; (3) Menggambarkan: Cara terbaik untuk mengingat sebuah kata adalah dengan menggambarkannya dalam pikiran. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kata yang mudah untuk digambarkan secara mental, lebih mudah diingat daripada kata yang sulit untuk digambarkan; (4) Motivasi: Hanya dengan memiliki keinginan untuk mempelajari kosakata tidak berarti kosakata itu kemudian mudah untuk diingat. Motivasi memungkinkan seorang pembelajar untuk melunumbersn lebih banyak waktu untuk mengulang dan mempraktekkan apa yang telah dipelajari; (5) Perhatian: Kata yang lebih memicu respon emosional akan lebih mudah diingat daripada kata yang tidak memicu respon emosional. Ada dua jenis kosakata yang dipelajari anak yakni kosakata umum dan kosakata khusus. Menurut Hurlock (2001:187), kosakata umum terdiri dari kata yang dapat digunakan dalam berbagai situasi yang berbeda: seperti manusia, baik, dan pergi. Sebaliknya kosa kata khusus terdiri atas kata

dengan arti spesifik yang hanya dapat digunakan dalam situasi tertentu. Karena kata-kata dalam kosakata umum paling banyak digunakan pada setiap jenjang umur dibandingkan dengan kosakata khusus. Menurut Tarigan (2011:6), ada beberapa jenis kosakata yakni kosakata dasar. Kosakata dasar atau basic vocabulary adalah kata-kata yang tidak mudah berubah atau sedikit sekali kemungkinannya dipungut dari bahasa lain, yang termasuk kosakata dasar adalah: a. Istilah kekerabatan: ayah, ibu, anak, adik, kakak, nenek, kakek, paman, bibi. b. Nama-nama bagian tubuh: kepala, rambut, mata telinga, hidung, mulut, bibir, gigi, lidah, pipi, leher, dagu, bahu, tangan, jari, dada, perut, pinggang, paha, kaki, betis, telapak, punggung, darah, nafas. c. Kata ganti (diri, penunjuk) saya, kamu, dia, kami, kita, mereka, ini, itu, sini, situ, sana. d. Kata bilangan pokok: satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, dua puluh, sebelas, dua belas, seratus, dua ratus, seribu, dua ribu, sejuta, dua juta. e. Kata kerja pokok: makan, minum, tidur, bangun, berbicara, melihat, mendengar, menggigit, berjalan, bekerja, mengambil, mennumbersp, lari. f. Kata keadaan pokok: suka, duka, senang, susah, lapar, kenyang, haus, sakit, sehat, bersih, kotor, jauh, dekat, cepat, lambat, besar, kecil,

banyak, sedikit, terang, gelap, siang, malam, rajin, malas, kaya, miskin, tua, muda, hidup, mati. g. Benda-benda universal: tanah, air, api, udara, langit, bulan, bintang, matahari, binatang, tumbuh-tumbuhan. Kunci belajar bahasa Inggris yang mudah, cepat dan efektif adalah membaca dan menghafalkan kosakata (vocabulary) yang sering dipakai lalu menggunakannya dalam bentuk lain. (Ongkosaputro, 2008:iii). 1.1.3 Numbers (Numbers) Numbers termasuk perbendaraan kata yang perlu dipelajari saat awal belajar bahasa asing. Ketika berkomunikasi dengan bahasa Inggris, kita bisa menggunakan jari untuk mengungkapkan Numbers 1 (satu), 2 (dua), 3 (tiga), sampai dengan 10 (sepuluh) tetapi cukup sulit menggunakan jari untuk mengatakan 11 (sebelas), 12 (duabelas), dan Numbers lain yang lebih besar. Karena itu sangat penting untuk belajar dan menguasai perbendaharaan kata tentang Numbers atau bilangan dalam bahasa Inggris. Secara umum Numbers atau bilangan dalam bahasa Inggris dibedakan atas dua yaitu bilangan biasa (cardinal numbers) dan bilangan bertingkat (ordinal numbers). Inilah contoh cardinal number dalam bahasa inggris: 0 = Zero 1 = One 2 = Two 3 = Three

4 = Four 5 = Five 6 = Six 7 = Seven 8 = Eight 9 = Nine 10 = Ten 11 = Eleven 12 = Twelve 13 = Thirteen 14 = Fourteen 15 = Fifteen 16 = Sixteen 17 = Seventeen 18 = Eighteen 19 = Nineteen 20 = Twenty 30 = Thirty 60 = Sixty 100 = One Hundred 101 = One Hundred and One 1000 = One Thousand

1 + 3 = 4 (One Plus three equals four) 7 6 = 1 (Seven minus six equals one) 3 x 5 = 15 (Three times five equals fifteen) 20 : 4 = 5 (twenty is devided by four equals five) Contoh ordinal number: Kesatu/Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Keenam Ketujuh Kedelapan Kesembilan Kesepuluh Keduapuluh Keduapuluh satu Keduapuluh dua Keduapuluh tiga Juara Pertama Juara Kedua Meja ketiga = first = second = third = fourth = fifth = sixth = seventh = eighth = ninth = tenth = twentieth = twenty first = twenty second = twenty third = The First Winner = The second winner = The third table

Kosakata tentang Numbers (vocabulary of numbers) dari 1-20 yang akan dipelajari siswa adalah : Indonesia Inggris Lafal Nol Zero zero Satu One wan Dua Two tuw Tiga Three tri Empat Four for Lima Five faif Enam Six siks Tujuh Seven sefen Delapan Eight eit Sembilan Nine nain Sepuluh Ten ten Sebelas Eleven ilefen dua belas Twelve tuelef tiga belas thirteen tertin empat belas Fourteen fortin lima belas Fifteen fiftin enam belas Sixteen sikstin tujuh belas Seventeen sefentin

delapan belas Eighteen eitin sembilan belas Nineteen naintin dua puluh Twenty tuenti 2.1.4 Hakikat Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) a. Hakikat Pembelajaran Menurut Sagala pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar dan merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sednumbersn belajar dilakukan oleh peserta didik mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran. Peserta didik belajar untuk mengembangkan kemampuan konseptual ilmu pengetahuan maupun mengembangkan sikap pribadi yang dapat digunakan mengembangkan dirinya. Dalam pembelajaran peserta didik sebagai subjek yang aktif melakukan proses berpikir, mencari, mengolah, dan mengurai, menggabungkan menyimpulkan dan menyesuaikan masalah. (Sagala,2011:164). Menurut Soetomo (2005:120), pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula.

Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien (Komalasari, 2010:3). b. Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Pemerintah secara khusus memberikan perhatian pada pembelajaran bahasa Inggris untuk sekolah dasar dengan memberlakukan kurikulum 2004 dengan berbasis elaborasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar proses. Implikasinya pengajaran yang diberikan perlu sangat dibatasi sehingga sebagian waktu digunakan untuk melatih kompetensi komunitatif dan berinteraksi dalam konteks sekolah (Chodidjah, 2007: 8). Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu bila ditinjau dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, ataupun materi yang dipelajari dalam Numbers menunjang tercapainya kompetensi tersebut. Ditinjau dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, mata pelajaran bahasa Inggris ini menekankan pada aspek keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan berbahasa lisan dan tulis, baik reseptif maupun produktif. Rayner (2001:xxv) mengemukakan bahwa: bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional sehingga menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Kita dapat melihat posisi bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dengan adanya penutur anglofon (penutur bahasa Inggris) yang tersebar di lima Benua. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan oleh penutur anglofon, tetapi digunakan oleh masyarakat dunia khususnya masyarakat yang cenderung modern. Hal ini juga disebabkan adanya berbagai keunggulan dalam bahasa Inggris, antara lain yakni dalam kekayaan idiom-nya (ungkapan khusus), yang lebih bervariasi dan selalu berkembang daripada bahasa eropa lainnya.

Rayner (2001) juga menyebutkan bahwa banyak unsur yang baik dari lingkungan kebudayaan berbagai bahasa diserap oleh bahasa Inggris. Pengaruhnya menerobos ke segala segi kehidupan; yaitu di bidang ilmiah, politik, ekonomi, kebudayaan populer, perfilman, sampai ke terobosan terakhir, yaitu dalam dunia internet. Mata pelajaran bahasa Inggris di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: a. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan secara terbatas untuk mengurangi tindakan (language accompanying action) dalam konteks sekolah. b. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global. 2.1.5 Hakikat Metode Talking Stick a. Pengertian Metode Talking Stick (Tongkat Berbicara) Talking Stick (tongkat berbicara) adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antarsuku), sebagaimana dikemukakan Carol Locust berikut ini. The talking stick has been used for centuries by many Indian tribes as a means of just and impartial hearing. The talking stick was commonly used in council circles to decide who had the right to speak. When matters of great concern would come before the council, the leading elder would hold the talking stick, and begin the discussion. When he would finish what he had to say, he would hold out the talking stick, and whoever would speak after him would take it. In this manner, the stick would be passed from one individual to

another until all who wanted to speak had done so. The stick was then passed back to the elder for safe keeping. Artinya: Talking stick telah digunakan selama berabad-abad oleh suku suku Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat berbicara. Tongkat akan pindah ke orang lain apabila ia ingin berbicara atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang tersebut ingin mengemukakan pendapatnya. Apabila semua mendapatkan giliran berbicara, tongkat itu lalu dikembalikan lagi ke ketua/pimpinan rapat. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa talking stick dipakai sebagai tanda seseorang mempunyai hak suara (berbicara) yang diberikan secara bergiliran/bergantian. Menurut Suprijono (2009:109) pembelajaran dengan metode cooperative learning tipe talking stick mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. b. Langkah langkah Pembelajaran Metode Talking Stick Langkah langkah pembelajaran metode talking stick menurut Suprijono (2009:109-110) adalah sebagai berikut: 1. Guru menyiapkan sebuah tongkat. 2. Guru menjelaskan materi pokok yang akan dipelajari kemudian guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/buku paketnya.

3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, guru mempersilahkan peserta didik untuk menutup bukunya. 4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu peserta didik, setelah itu guru memberi pertanyaan dan peserta didik yang memegang tongkat tersebut harus menjawab pertanyaan dari guru demikian seterusnya. 5. Ketika stick bergulir dari peserta didik ke peserta didik lainnya sebaiknya diiringi musik dan lagu. 6. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya. 7. Guru memberikan ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan peserta didik. 8. Guru bersama siswa merumuskan kesimpulan. c. Kelebihan dan Kekurangan Metode Talking Stick Metode cooperative learning tipe talking stick juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari talking stick antara lain (1) menguji kesiapan siswa, (2) melatih membaca dan memahami lebih cepat, (3) agar lebih giat dalam belajar. Di samping kelebihan-kelebihan di atas, metode ini juga memiliki kekurangan, yakni membuat senam jantung. 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan, yaitu penelitian dengan menggunakan model kooperatif yang sama yaitu talking stick yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ferdi S. Dunggio pada tahun 2013 dengan judul penelitian Meningkatkan

Kemampuan Menjumlah Pecahan Campuran dengan Menggunakan Model Kooperatif Talking Stick pada Siswa Kelas V SD Inpres Bumi Bahari Kecamatan Popayato kabupaten Pohuwato Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Ferdi S. Dunggio dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah Ferdi S. Dunggio menggunakan model kooperatif talking stick untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menjumlah pecahan campuran, sedangkan penulis menggunakan metode talking stick untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa materi Numbers. 2.3 Hipotesis Tindakan Berdasarkan kernumbers berpikir di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah sebagai berikut: Jika menggunakan metode talking stick maka penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa materi Numbers di kelas I SDN 11 Limboto Barat akan meningkat. 2.4 Indikator Kinerja Sebagai indikator kinerja keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah terjadi peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa materi Numbers pada siswa kelas I SDN 11 Limboto Barat. Penguasaan siswa diukur melalui beberapa indikator sebagai berikut: a. Guru mampu mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan metode talking stick. b. Apabila terjadi perubahan sikap dan perilaku siswa mengikuti proses pembelajaran yang ditandai dengan pengucapan Numbers dan jumlah

c. Apabila 70% siswa mengalami ketuntasan belajar dalam menguasai kosakata bahasa Inggris materi Numbers yang diberikan guru selama pembelajaran.