BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. Sistem yang saat ini sedang berjalan dalam hal pemberian cuti pegawai

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan STMIK Terbaik Di

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. sample oleh Sales Personal Girl yang berada di stand penjulan untuk menanyakan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. Mengidentifikasi masalah adalah langkah pertama yang dilakukan dalam

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Transkripsi:

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Analisis sistem dilakukan guna mengetahui gambaran umum seleksi pendataan agunan pinjaman yaitu menganalisis tentang sistem pendukung keputusan seleksi pelepasan pinjaman. Adapun sistem yang berjalan dalam pendataan agunan pinjaman sering mengalami pengulangan pendataan agunan pinjaman terhadap satu calon penerima pinjaman dan ranking yang telah ditentukan ada yang tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Maka analisis sistem ini dilakukan guna mempermudah penanganan proses pelepasan pinjaman. Yaitu menganalisis tentang jenis pinjaman, kriteria pinjaman, data calon penerima pinjaman dan data hasil penghitungan AHP (Analytical Hierarkhi Proccess). III.1.1. Analisis Input Berdasarkan Analisis input terhadap sistem pendukung keputusan pelepasan pinjaman, adapun proses penginputan data seperti data calon penerima pinjaman dan contoh dokumen input dari data yang diinputkan dapat dilihat pada gambar berikut. 33

34 Gambar III.1. Data Input penerima pinjaman III.1.2. Analisis Proses Adapun proses data sistem pendukung keputusan pendataan agunan pinjaman yang sedang berjalan dapat di lihat pada gambar berikut :

35 Anggota Adm. Kredit Staff Kredit Ka. Bidang Mulai Formulir Formulir Mengisi Formulir Formulir yang telah diisi Formulir yang telah diisi Mengecak data anggota Formulir yang telah di cek oleh adm Verifikasi & Validasi Formulir yang telah di verifikasi & validasi Formulir yang telah diverifikasi & validasi Input data formulir Laporan data anggota Laporan data anggota Analisa Surat Pernyataan Selesai A Gambar III.2. FOD Proses Permasalahan

36 III.1.3 Analisis Output Berdasarkan dari hasil Analisis input dan Analisis proses maka akan menghasilkan suatu laporan (output). Adapun contoh dokumen laporan dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar III.3. Form Output III.2 Evaluasi Sistem yang berjalan Dari hasil pengamatan riset yang dilakukan didapat beberapa point yang ditemui yaitu: 1. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan Ms Excel. 2. Adanya kesalahan kesalahan yang terjadi pada saat melakukan pengolahan data.

37 3. Duplikasi data yang mengacaukan sistem pengorganisasian. Hal ini menyebabkan informasi yang dihasilkan kurang akurat. 4. Penggunaan data secara bersama, dan dengan tidak adanya database menjadi hal yang menyulitkan bagi bagian-bagian yang terkait untuk mengeksplorasi data sehingga menghasilkan laporan laporan. Berdasarkan pemaparan diatas maka diperlukan perbaikan sistem yang dapat memecahkan permasalahan permasalahan yang ada tersebut. Untuk itu dibuatlah sebuah sistem baru menggunakan database yang mudah diakses melalui jaringan lokal. Dengan adanya sistem yang baru nantinya akan mempermudah bagian-bagian yang terkait dalam pengolahan data calon penerima pinjaman dan kriteria jenis pinjaman. III.3 Desain Sistem III.3.1 Desain Sistem Secara Global Pada perancangan sistem ini terdiri dari tahap perancangan yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram. 2. Perancangan Class Diagram. 3. Perancangan Sequence Diagram. 4. Perancangan Activity Diagram. III.3.1.1. Use Case Diagram Diagram yang menggambarkan actor, use case dan relasinya sebagai suatu urutan tindakan yang memberikan nilai terukur untuk actor.

38 Sebuah use case digambarkan sebagai elips horizontal dalam suatu diagram UML use case, dapat dilihat pada gambar III.I. Sebagai berikut : Sistem Pendukung Keputusan Pelepasan Dengan Metode AHP Login Input Data Formulir Proses Admin Anggota Laporan Gambar III.4. Use Case Diagram Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Pendataan Agunan Dengan Menggunakan Metode AHP III.3.1.2. Class Diagram Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi), berikut gambar Class Diagram :

39 Admin -Username -Password +Login() Hasil Perhitungan -NBA -Nama -_ -Lama_Bergabung -Agunan - -_ -_SImpanan 1 1 1 1 Data Formulir -NBA -Nama -Tanggal_Lahir -Alamat -No_Identitas -No_Telp -Agama -Status -Pendidikan_Terakhir -Pekerjaan -Penghasilan -Nama_ahli_waris -tgl_lahir -Alamat -Hub_Keluarga +Simpan() +Edit() +Hapus() +Bersih() +Simpan() +Laporan() Gambar III.5. Class Diagram Sistem Pendukung Keputusan Pendataan agunan pinjamandengan Menggunakan Metode AHP III.3.1.3. Sequence Diagram Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap, termasuk kronologi (urutan) perubahan secara logis yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram, berikut beberapa gambar sequence diagram :

40 a. Sequence Diagram Login Admin Form Login Database Menu Utama Login Validasi Login Username atau Password Salah Result Username dan Password Valid Gambar III.6. Sequence Diagram Login Admin b. Sequence Diagram Data Anggota Admin Menu Proses Database Input, edit, hapus data anggota Simpan data anggota Tampilan Informasi data anggota yang diinput, edit, hapus Gambar III.7. Sequence Diagram Data Anggota

41 c. Sequence Diagram Hasil Proses Admin Form Proses Hasil Database Input, edit, hapus data warga Simpan Hasil Proses Tampilan Informasi data anggota yang dihitung Gambar III.8. Sequence Diagram Laporan III.3.1.4. Activity Diagram Menggambarkan aktifitas - aktifitas, objek, state, transisi state dan event. Dengan kata lain kegiatan diagram alur kerja menggambarkan perilaku sistem untuk aktivitas, berikut beberapa gambar Activity Diagram : a. Activity Diagram Login input username input password false true Menu Utama Gambar III.10. Activity Diagram Login

42 b. Activity Diagram Data Anggota Input Data Anggota Simpan, Edit, Hapus, Bersih Data Anggota Gambar III.11. Activity Diagram Data penerima pinjaman c. Activity Diagram Hasil Perhitungan NBA Nama_Lengkap _ Lama_Bergabung Agunan SImpanan Nilai_AHP Gambar III.11. Activity Diagram Hasil Perhitungan

43 d. Activity Diagram Logout Menu Utama Logout Gambar III.12. Activity Diagram LogOut III.3.1.5 Analisa AHP III.3.1.5.1. Hierarchy Seleksi Pendataan agunan pinjaman Pada seleksi pendataan agunan pinjaman dengan metode AHP terdapat hirarki sistem yang telah disesuaikan dengan tujuan awal penelitian yaitu seleksi pelepasan pinjaman. Menentukan tujuan (seleksi pendataan agunan pinjaman), mencari kriteria tepat yang digunakan untuk menyelesaikan tujuan serta dekomposisi dari kriteria yang telah ditentukan. Dekomposisi ini merupakan penjabaran dari kriteria yang telah ditentukan yang menghasilkan identifikasiidentifikasi item dekomposisi masalah dalam penyeleksian pinjaman. Dalam matriks keputusan tujuan ini disebut dengan goal. Sedangkan lama bergabung, agunan, usia, tujuan pinjaman dan jumlah pinjaman adalah atribut yang merupakan karakteristik atau kriteria dari keputusan. Tiap kriteria ini memiliki item penilaian dimana setiap elemen item penilaian berhubungan erat

44 dengan kriteria tersebut. Semua item penilaian itu dihubungkan secara langsung dengan kriterianya dan membentuk pohon hirarki yang dapat terlihat pada gambar 3.13. Pelepasan Kriteria Lama Bergabung Simpanan Agunan Alternatif 1 2 3 Gambar III.13 : Bagan Hierarki Proses Penilaian Langkah yang harus dilakukan dalam menentukan prioritas kriteria adalah : 1. Membuat matrik perbandingan berpasangan. Pada tahap ini dilakukan penilaian perbandingan antara satu kriteria dengan kriteria yang lain.

45 Kriteria Lama Bergabung Simpanan Lama Bergabung Tabel III.1. Matrik Perbandingan Berpasangan Simpanan Agunan 1/1 3/1 5/1 7/1 9/1 3/1 1/3 3/3 5/3 7/3 9/3 3/3 Agunan 1/5 3/5 5/5 7/5 9/5 3/5 1/7 3/7 5/7 7/7 9/7 3/7 1/9 3/9 5/9 7/9 9/9 3/9 1/3 3/3 5/3 7/3 9/3 3/3 Kriteria Nilai Bobot Lama Bergabung 1 Simpanan 3 Agunan 5 7 9 3 Kriteria Lama Bergabung Tabel III.2. Matrik Perbandingan Berpasangan Simpanan Agunan Lama Bergabung 1,000 3,000 5,000 7,000 9,000 3,000 Simpanan 0,333 1,000 1,667 2,333 3,000 1,000 Agunan 0,200 0,600 1,000 1,400 1,800 0,600 0,143 0,429 0,714 1,000 1,286 0,429 0,111 0,333 0,556 0,778 1,000 0,333 0,333 1,000 1,667 2,333 3,000 1,000 2,121 6,362 10,603 14,844 19,086 6,362

46 Kriteria Lama Bergabung Simpanan 2. Membuat matrik nilai kriteria Matriks ini diperoleh dengan rumus berikut : Nilai baris kolom baru = Nilai baris-kolom lama / jumlah masing-masing kolom lama. Lama Bergabung Tabel III.3. Matrik Perbandingan Kriteria Berpasangan Simpanan Agunan Prioritas 0,472 0,472 0,472 0,472 0,472 0,472 2,829 0,472 0,157 0,157 0,157 0,157 0,157 0,157 0,943 0,157 Agunan 0,094 0,094 0,094 0,094 0,094 0,094 0,566 0,094 0,067 0,067 0,067 0,067 0,067 0,067 0,404 0,067 0,052 0,052 0,052 0,052 0,052 0,052 0,314 0,052 0,157 0,157 0,157 0,157 0,157 0,157 0,943 0,157 Nilai 0,472 pada kolom Lama bergabung baris Lama bergabung diperoleh dari nilai kolom Lama bergabung baris Lama bergabung dibagi jumlah kolom Lama bergabung. Selanjutnya dihitung dengan cara yang sama. Nilai kolom jumlah diperoleh dari penjumlahan pada setiap barisnya. Untuk baris pertama, nilai 2,829 merupakan hasil penjumlahan dari 0,472 + 0,472 + 0,472 + 0,472 + 0,472 + 0,472 Nilai pada kolom prioritas diperoleh dari nilai pada kolom jumlah dibagi dengan jumlah kriteria, dalam hal ini 6.

47 Bobot atau Prioritas Lama bergabung = jumlah / 6 = 2,829 / 6 = 0,472 Bobot atau Prioritas Simpanan = jumlah / 6 = 0,943 / 6 = 0,157 Bobot atau Prioritas Agunan = jumlah / 6 = 0,566 / 6 = 0,094 Bobot atau Prioritas = jumlah / 6 = 0,404 / 6 = 0,067 Bobot atau Prioritas = jumlah / 6 = 0,314 / 6 = 0,052 Bobot atau Prioritas = jumlah / 6 = 0,943 / 6 = 0,157 3. Membuat matrik penjumlahan setiap baris. Matriks ini dibuat dengan mangalikan nilai prioritas dengan matriks perbandingan berpasangan. Kriteria Lama Bergabung Simpanan Lama Bergabung Tabel III.4. Matrik Penjumlahan Setiap Baris Simpanan Agunan 0,472 1,415 2,358 3,301 4,244 1,415 13,204 0,157 0,472 0,786 1,100 1,415 0,472 4,401 Agunan 0,094 0,283 0,472 0,660 0,849 0,283 2,641 0,067 0,202 0,337 0,472 0,606 0,202 1,886 0,052 0,157 0,262 0,367 0,472 0,157 1,467 0,157 0,472 0,786 1,100 1,415 0,472 4,401 Nilai 0,472 pada baris Lama bergabung kolom Lama bergabung diperoleh dari prioritas nilai tertinggi dikalikan dengan nilai baris Lama bergabung kolom Lama bergabung. Selanjutnya dihitung dengan cara yang sama.

48 Kolom jumlah diperoleh dengan menjumlahkan nilai pada masing-masing baris pada tabel tersebut. 4. Perhitungan Rasio Konsistensi Tabel III.5. Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Lama Bergabung Simpanan Perbaris Prioritas Hasil 13,204 0,472 13,675 4,401 0,157 4,558 Agunan 2,641 0,094 2,735 1,886 0,067 1,954 1,467 0,052 1,519 4,401 0,157 4,558 29,000 Dari tabel perhitungan rasio konsistensi, diperoleh nilai-nilai sebagai berikut : (jumlahan dari nilai-nilai hasil): 13,675 + 4,558 + 2,735 + 1,954 + 1,519 + 4,558 = 29,00 n (jumlah kriteria) : 6 maks (jumlah/n) : 29,00 / 6 = 4,833 CI (( maks-n)/n) : ((4,833-6) / 6) = -0,194 CR (CI/IR) : -0,194 / 1,24 = -0,157

49 5. Menentukan prioritas Alternatif Langkah yang harus dilakukan dalam menentukan prioritas alternatif adalah: 1. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria Lama bergabung - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.6. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria Lama Bergabung Lama Bergabung 1 2 3 1 1.000 3.000 2.000 2 0.333 1.000 5.000 3 0.500 0.200 1.000 1.833 4.200 8.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.7. Matrik Nilai Kriteria Lama bergabung Lama Bergabung 1 2 3 Prioritas 1 0.545 0.714 0.250 1.510 0.503 2 0.182 0.238 0.625 1.045 0.348 3 0.273 0.048 0.125 0.445 0.148

50 Nilai 0,545 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1. Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 2. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria Agunan - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.8. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria Agunan Agunan 1 2 3 1 1.000 5.000 2.000 2 0.200 1.000 4.000 3 0.500 0.250 1.000 1.700 6.250 7.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.9. Matrik Nilai Kriteria Agunan Agunan 1 2 3 Prioritas 1 0.588 0.800 0.286 1.674 0.558 2 0.118 0.160 0.571 0.849 0.283 3 0.294 0.040 0.143 0.477 0.159 Nilai 0,588 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1.

51 Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 3. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.10. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria 1 2 3 1 1.000 4.000 3.000 2 0.250 1.000 5.000 3 0.333 0.200 1.000 1.583 5.200 9.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.11. Matrik Nilai Kriteria 1 2 3 Prioritas 1 0.632 0.769 0.333 1.734 0.578 2 0.158 0.192 0.556 0.906 0.302 3 0.211 0.038 0.111 0.360 0.120 Nilai 0,632 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1.

52 Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 4. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria pinjaman - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.12. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria pinjaman 1 2 3 1 1.000 3.000 1.000 2 0.333 1.000 2.000 3 0.500 0.500 1.000 1.833 4.500 4.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.13. Matrik Nilai Kriteria pinjaman 1 2 3 Prioritas 1 0.545 0.667 0.250 1.462 0.487 2 0.182 0.222 0.500 0.904 0.301 3 0.273 0.111 0.250 0.634 0.211 Nilai 0,545 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1.

53 Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 5. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria Simpanan - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.14. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria Simpanan Simpanan 1 2 3 1 1.000 2.000 5.000 2 0.500 1.000 4.000 3 0.250 0.250 1.000 1.750 3.250 10.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.15. Matrik Nilai Kriteria Simpanan Simpanan 1 2 3 Prioritas 1 0.571 0.615 0.500 1.687 0.562 2 0.286 0.308 0.400 0.993 0.331 3 0.143 0.077 0.100 0.320 0.107 Nilai 0,571 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1.

54 Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 6. Menghitung prioritas alternatif dari kriteria pinjaman - Membuat matriks perbandingan berpasangan Tabel III.16. Matrik Perbandingan Berpasangan Kriteria 1 2 3 1 1.000 2.000 3.000 2 0.500 1.000 5.000 3 0.333 0.200 1.000 1.833 3.200 9.000 - Membuat matriks nilai kriteria Tabel III.17. Matrik Nilai Kriteria 1 2 3 Prioritas 1 0.545 0.625 0.333 1.504 0.501 2 0.273 0.313 0.556 1.141 0.380 3 0.182 0.063 0.111 0.355 0.118 Nilai 0,501 pada kolom 1 baris 1 diperoleh dari nilai kolom 1 baris 1 dibagi jumlah kolom 1.

55 Nilai prioritas diperoleh dari nilai jumlah setiap alternatif dibagi dengan jumlah alternatif. 7. Analisa Hasil Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Setelah mendapatkan kriteria penentuan lama bergabung terpenting dari masing-masing kriteria, langkah selanjutnya adalah mengalikan nilai tersebut dengan nilai akhir dari bobot kriteria. Bobot Lama Bergabung Tabel III.18. Tabel Nilai Masing-Masing Kriteria Simpanan Agunan Bobot Final Ranking 1 0.503 0.562 0.558 0.578 0.501 0.487 0.531 1.000 2 0.348 0.331 0.283 0.302 0.380 0.301 0.329 2.000 3 0.148 0.107 0.159 0.120 0.118 0.211 0.139 3.000 Hasil analisa menyatakan alternatif yang terpilih menjadi penerima pinjaman adalah : a. 1 ( Peringkat Pertama ) b. 2 ( Peringkat Kedua ) c. 3 ( Peringkat Ketiga )

56 Tabel III.19. Tabel Indeks Random ( IR ) Ordo Matrik RI Ordo Matrik RI Ordo Matrik RI 1 0 6 1,24 11 1,51 2 0 7 1,32 12 1,48 3 0,58 8 1,41 13 1,56 4 0,9 9 1,45 14 1,57 5 1,12 10 1,49 15 1,59 III.3.2 Desain Sistem Secara Detail Desain sistem secara detail atau terinci ini berfungsi untuk memberikan gambaran sistem yang akan diusulkan agar dapat dilihat secara lebih detail berdasarkan pada gambaran sistem keseluruhan yang terdapat pada desain global. III.3.2.1. Desain Output Tampilan atau output adalah hasil dari sistem informasi yang dapat dilihat. Dalam tahapan desain output ini berupa tampilan di layar. Berikut ini adalah desain output sistem pendukung keputusan yang dirancang: 1. Desain Tampilan Cetak Hasil Penerima pinjaman Berikut ini merupakan tampilan rancangan hasil penerima pinjaman:

57 [ HEADER ] Tanggal KOPDIT CU. HARAPAN KITA No. NBA Nama Lama Bergabung Jadi Anggota Agunan Simpanan 999 xxx 999 xxx 999 Xxx 999 Cetak Halaman Gambar III.14. Desain Tampilan Hasil Penerima 2. Desain Tampilan Cetak Data Anggota Berikut ini merupakan tampilan rancangan cetak data calon penerima pinjaman : Tanggal [ HEADER ] KOPDIT CU. HARAPAN KITA No. NBA Nama 999 xxx Tgl Lahir Alamat No.ID No.HP Agama Pendidikan Terakhir Pekerjaan Penghasilan / Bulan Nama Ahli ddmm-yy Xxx ## 999 999 xxx xxx 999 Xxx Tgl Ahli Alamat Hubungan ddmm-yy xxx xxx Gambar III.15. Desain Tampilan Cetak Data Anggota Penerima Halaman pinjaman

58 III.3.2.2. Desain Input Desain input merupakan masukan yang penulis rancang guna lebih memudahkan dalam entry data. Entry data yang dirancang akan lebih mudah dan cepat dan meminimalisir kesalahan penulisan dan memudahkan perubahan. 1. Desain Tampilan Halaman Login Admin Berikut ini desain tampilan halaman login admin : Gambar Username Password Gambar III.16. Desain Tampilan Halaman Login 2. Desain Tampilan Halaman Awal Admin Berikut ini merupakan rancangan tampilan halaman awal :

59 Master Proses Report About Login Keluar SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROGRAM PENDATAAN AGUNAN PINJAMAN Gambar III.17. Desain Tampilan Halaman Awal Admin 3. Desain Tampilan Input Data Anggota Berikut ini merupakan rancangan tampilan input data anggota :

60 Tgl Bergabung NBA Nama Lengkap Tgl Lahir Alamat Lengkap No.Identitas KTP/KK No.Telepon/ HP Agama Status Perkawinan Pendidikan Terakhir Pekerjaan Penghasilan / Bulan Nama Ahli Waris Tgl Lahir Alamat Lengkap Hubungan Dengan Anggota Simpanan Batal Gambar III.18. Desain Tampilan Input Data Anggota 4. Desain Tampilan Perhitungan Berikut ini merupakan rancangan tampilan perhitungan pinjaman :

61 NBA Nama Lengkap Cari Juta Lama Bergabung Jadi Anggota Agunan Bulan No NBA Nama Tahun Simpanan Rupiah Proses Data Gambar III.19. Desain Tampilan Perhitungan 5. Desain Tampilan Perhitungan Metode AHP Lama Bergabung Agunan Simpana n Lama Bergabung 99 99 99 99 99 99 99 99 99 99 99 Agunan Gambar III.20. Desain Tampilan Perhitungan Metode AHP Simpanan

62 6. Desain Tampilan Halaman Hasil Akhir AHP Berikut ini desain tampilan halaman Hasil Akhir AHP: Satu Dua Tiga Empat Hasil n ( Kriteria) λ maks (/n) CI ((λ maks - n) / n) CR (CI/IR) 99 99 99 99 Keterangan Gambar III.21. Desain Tampilan Halaman Hasil Akhir AHP III.3.2.3. Desain Database 1. Desain Tabel/File Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang digunakan seperti field, tipe data, ukuran data. Sistem ini didesain dengan menggunakan database SQL Server. Berikut adalah desain database dan tabel dari sistem yang dirancang.

63 a. Tabel Login Nama Database Nama Tabel Primary Key : dbmelisa : tlogin : username Tabel III.20. Tabel Login Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *username Varchar 30 Primary key password Varchar 20 password Email Varchar 30 email Telp Varchar 20 telp b. Tabel Data Nama Database : dbmelisa Nama Tabel Primary Key : tdata : nonba Tabel III.4. Tabel Data Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *nonba varchar 10 Primary key Nama varchar 30 nama Ttl varchar 20 Ttl Alamat varchar 50 alamat Noid varchar 10 Noid Nohp varchar 15 nohp Agama varchar 20 agama Status varchar 20 status pendidikan varchar 20 pendidikan pekerjaan varchar 30 pekerjaan penghasilan varchar 20 penghasilan Nmahli varchar 30 nmahli Tglahli varchar 20 tglahli alamatahli varchar 50 alamatahli hubungan varchar 20 Hubungan Bulan varchar 20 Bulan jlh_simpanan varchar 20 jlh_simpanan

64 c. Tabel Hasil Proses Nama Database : dbmelisa Nama Tabel Primary Key : thasilproses : nba Tabel III.5. Tabel Hasil Proses Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *nba varchar 20 Primary key Nama varchar 30 nama pinjaman varchar 20 lama_bergabung varchar 20 lama_bergabung agunan varchar 20 agunan varchar 20 tujuan_pinjaman varchar 30 tujuan_pinjaman jumlah_simpanan varchar 20 jumlah_pinjaman hasilahp varchar 50 hasilahp III.3.2.4. Rancangan ERD (Entity Relationship Diagram) Perancangan ERD dilakukan untuk mengetahui bentuk database yang akan dibuat dan mengetahui hubungan antar tabel. ERD untuk sistem pendukung keputusan pendataan agunan pinjamanseperti pada gambar III.9 seperti berikut :

65 Pendidikan Status Pekerjaan No_Telepon Penghasilan Agunan No_Identitas Agama Nama_Ahli_Waris Tgl_Lahir_Ahli_Waris Lama_Bergabung Alamat_le ngkap Tgl_Lahir Anggota Alamat_Lengkap M Memberikan 1 Administrasi Simpanan Nama_Lengkap NBA Hubungan 1 M Mendapatkan 1 Memproses NBA 1 NBA Hasil AHP Ka. Bidang 1 Memberi Data 1 Lama_Bergabung Lama_Bergabung SImpanan Agunan Nama Hasil AHP SImpanan Agunan Nama Gambar III.22 ERD Sistem Pendukung Keputusan Pendataan agunan pinjamanmenggunakan Metode AHP