BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM"

Transkripsi

1 25 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa herpes menggunakan metode Certainty Factor, analisis dilakukan agar dapat menemukan masalahmasalah dalam pengolahan sistem pakar mendiagnosa herpes dengan menggunakan metode Certainty Factor dalam menentukan gejala-gejala dari setiap penyakit agar mudah dalam menentukan penyakit yang menyerang manusia. Adapun analisis sistem ini meliputi input, proses dan output yang dijabarkan sebagai berikut : III.1.1. Analisa Input Masukan sistem (Input) adalah merupakan data gejala dimasukkan kedalam sistem untuk diproses. Pada bagian ini, tidak ada yang menjadi masukan sistem karena sistem yang digunakan adalah dengan cara manual. Biasanya rumah sakit mengandalkan pengetahuan mereka tentang gejala-gejala dari penyakit kemudian mengambil kesimpulan. III.1.2. Analisa Proses Proses mendiagnosa penyakit yaitu dengan melihat gejala - gejala yang terjadi pada yang dialami pasien, setelah gejala diketahui maka rumah sakit menyimpulkan penyakit yang menyerang pasien tersebut. 25

2 26 III.1.3. Analisa Output Terdapat analisa output dalam mendiagnosa herpes pada manusia yaitu, hasilnya berupa data hasil konsultasi. III.2. Evaluasi sistem yang berjalan Dalam hal ini sistem yang digunakan belum efektif dikarenakan prosedur dalam mendiagnosa herpes yang ada masih tergolong manual. Pendiagnosaan herpes dilakukan dengan melihat gejala gejala yang terjadi. Masalah yang ditimbulkan yaitu kurang akuratnya hasil diagnosa. Dengan masalah tersebut penulis membuat sistem dengan bahasa pemograman VB.Net dengan database SQL Server. III.3. Basis Pengetahuan 1. Tabel Penyakit No Penyakit P01 Herpes Simpleks Tipe 1 P02 Herpes Simpleks Tipe 2 P03 Herpes Zoster Virus 2. Tabel Gejala No G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 Gejala Demam Terdapat benjolan berisi cairan pada wajah Terdapat benjolan melepuh pada bibir dan mulut Merasakan panas dingin pada tubuh Terdapat gelembung merah pada bagian alat vital Merasakan perih pada luka pada sekitar selangkangan Sering merasa lelah Sakit kepala Merasakan gatal-gatal pada bagian tubuh Nyeri pada syaraf Mengalami gangguan penglihatan

3 27 G12 G13 Gangguan pada pendengaran Mual 3. Tabel Rule Base (Aturan) G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 P01 X X X P02 X X X X X X X P03 X X X X X 4. Tabel Nilai Rule Penyakit Gejala MB MD Demam 0,3 0 Terdapat benjolan berisi cairan pada Herpes Simpleks 0,6 0 wajah Tipe 1 Terdapat benjolan melepuh pada 0,8 0 bibir dan mulut Demam 0,3 0 Merasakan panas dingin pada tubuh 0,4 0 Terdapat gelembung merah pada bagian alat vital 0,8 0,2 Herpes Simpleks Merasakan perih pada luka pada Tipe 2 sekitar selangkangan 0,6 0,4 Sering merasa lelah 0,5 0 Sakit kepala 0,4 0 Merasakan gatal gatal pada bagian tubuh 0,3 0 Demam 0,3 0 Nyeri pada syaraf 0,7 0,1 Herpes Zoster Virus Mengalami gangguan penglihatan 0,6 0,3 Gangguan pada pendengaran 0,7 0,1 Mual 0,2 0

4 28 Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Herpes G01 G02 G04 G03 G05 G10 Herpes Simpleks Tipe 1 G06 G11 G07 G12 G08 G13 G09 Herpes Zoster Virus Herpes Simpleks Tipe 2 Gambar III. Pohon Keputusan

5 29 5. Metode Certainty Factor CF[h,e] = MB[h,e] MD[h,e] MB[h,e1 ^ e2] = { MD[h, e1 ^ e2] = { [ ] [ ] [ ] ( [ ]) [ ] [ ] [ ] ( [ ]) CF = Certainty Factor dalam hipotesis H yang dipengaruhi oleh fakta E MB = Measure of Believe, merupakan nilai kenaikan dari kepercayaan hipotesis H dipengaruhi oleh fakta E. MD = Measure of Disbelieve, merupakan nilai kenaikan dari ketidakpercayaan hipotesis H dipengaruhi oleh fakta E. H E = Hipotesis (Dugaan) = Evidence (Peristiwa/fakta) Contoh Kasus : Diketahui seorang pasien mengalami gejala sebagai berikut : No G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 Gejala Demam Terdapat benjolan berisi cairan pada wajah Terdapat benjolan melepuh pada bibir dan mulut Merasakan panas dingin pada tubuh Terdapat gelembung merah pada bagian alat vital Merasakan perih pada luka pada sekitar selangkangan Sering merasa lelah Sakit kepala Merasakan gatal-gatal pada bagian tubuh Nyeri pada syaraf Mengalami gangguan penglihatan Gangguan pada pendengaran Mual

6 30 Perhitungan Manual : 1. Herpes Simpleks Tipe 1 e1 = Demam (MB = 0,3 MD = 0) e2 = Terdapat benjolan berisi cairan pada wajah (MB = 0,6 MB = 0) e3 = Terdapat benjolan melepuh pada bibir dan mulut (MB = 0,8 MD = 0) Perhitungan MB Herpes Simpleks Tipe 1 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e2 0,3 + 0,6 * (1 0,3) 0,72 e1 ^ e2 ^ e3 0,72 + 0,8 * (1 0,72) 0,944 Total MB = 0,944 Perhitungan MD Herpes Simpleks Tipe 1 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e2 0 0 e1 ^ e2 ^ e3 0 0 Total MD = 0 Maka CF = MB MD = 0,944 0 = 0,944 * 100 = 94,4 % 2. Herpes Simpleks Tipe 2 e1 = Demam (MB = 0,3 MD = 0) e2 = Merasakan panas dingin pada tubuh (MB = 0,4 MB = 0) e3 = Terdapat gelembung merah pada bagian alat vital (MB = 0,8 MD = 0, 2) e4 = Merasakan perih pada luka pada sekitar selangkangan (MB = 0,6 MD = 0,4) e5 = Sering merasa lelah (MB = 0,5 MD = 0) e6 = Sakit kepala (MB = 0,4 MD = 0) e7 = Merasakan gatal-gatal pada tubuh (MB = 0,3 MD = 0)

7 31 Perhitungan MB Herpes Simpleks Tipe 2 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e2 0,3 + 0,4 * (1 0,3) 0,58 e1 ^ e2 ^ e3 0,58 + 0,8 * (1 0,58) 0,916 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 0, ,6 * (1 0,916) 0,9664 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 0, ,5 * (1-0,9664) 0,9832 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 ^ e6 0, ,4 * (1-0,9832) 0,98992 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 ^ e6 ^ e7 0, ,3 *(1 0,98992) 0,98992 Total MB = 0, Perhitungan MD Herpes Simpleks Tipe 2 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e2 0 0 e1 ^ e2 ^ e ,2 * (1 0) 0,2 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 0,2 + 0,4 * (1 0,2) 0,52 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 0, * (1 0,52) 0,52 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 ^ e6 0, * (1 0,52) 0,52 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 ^ e6 ^ e7 0, * (1 0,52) 0,52 Total MD = 0,52 Maka CF = MB MD = 0, ,52 = 0, * 100 = 47,29 % 3. Herpes Zoster Virus e1 = Demam (MB = 0,3 MD = 0) e2 = Nyeri pada syaraf (MB = 0,7 MB = 0,1) e3 = Mengalami gangguan penglihatan (MB = 0,6 MD = 0,3) e4 = Gangguan pada pendengaran (MB = 0,7 MD = 0,1) e5 = Mual (MB = 0,2 MD = 0)

8 32 Perhitungan MB Herpes Simpleks Tipe 1 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e2 0,3 + 0,7 * (1 0,3) 0,79 e1 ^ e2 ^ e3 0,79 + 0,6 * (1 0,79) 0,916 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 0, ,7 * (1 0,916) 0,9748 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 0, ,2 * (1 0,9748) 0,97984 Total MB = 0,97984 Perhitungan MD Herpes Simpleks Tipe 1 Gejala Perhitungan Manual Nilai e1 ^ e ,1 * (1-0) 0,l e1 ^ e2 ^ e3 0,1 + 0,3 * (1-0,1) 0,37 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 0,37 + 0,1 * (1 0,37) 0,433 e1 ^ e2 ^ e3 ^ e4 ^ e5 0, * (1 0,433) 0,433 Total MD = 0,433 Maka CF = MB MD = 0, ,433 = 0,54684 * 100 = 54,68 % Jadi dapat diketahui pasien mengidap penyakit Herpes Simpleks Tipe 1 dengan persentase terbesar yaitu : 94,4% III.4 Desain Sistem Untuk membantu membangun sistem pakar dalam menediagnosa herpes, penulis mengusulkan pembuatan sebuah sistem dengan menggunakan aplikasi program yang lebih akurat dan lebih mudah dalam pengolahannya. Dengan menggunakan VB.Net, database SQL Server, dan menggunakan metode Certainty Factor dengan merancang sistem dengan menggunakan bahasa pemodelan UML. III.4.1 Desain Sistem Global Pada perancangan sistem ini terdiri dari tahap perancangan yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram 2. Perancangan Class Diagram

9 33 3. Perancangan Sequence Diagram 4. Perancangan Database III Use Case Diagram Dalam penyusunan suatu program diperlukan suatu model data yang berbentuk diagram yang dapat menjelaskan suatu alur proses sistem yang akan di bangun. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode UML yang dalam metode itu penulis menerapkan diagram Use Case. Maka digambarlah suatu bentuk diagram Use Case yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Sistem Pakar Diagnosa Herpes Menggunakan Metode Certainty Factor Registrasi Pasien Login Extends Data Pakar Login Melakukan Konsultasi include Kelola Data Rule Extends Kelola Data Penyakit Pasien Pakar Cetak Laporan Konsultasi Kelola Data Gejala Melihat Data Riwayat Konsultasi

10 34 Gambar III.1 Use Case Sistem Pakar Mendiagnosa Herpes Menggunakan Metode Certainty Factor III Class Diagram Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). Gejala -kode_gejala -nama +add() +update() +delete() 1 * 1 penyakit -kode_penyakit -nama -solusi +add() +update() +delete() rule -kode_penyakit -gejala -mb -md +add() +update() +delete() 1 1 ModuleKoneksi open +close Pasien -kode_pakar -username -password +add() +update() +delete() Pakar 1 1 Konsultasi -kode_konsultasi -tanggal -kode_pasien -persentase +add() +update() +delete() * 1 -kode_pasien -nama -jenis_kelamin -alamat -usia +add() +update() +delete() Gambar III.2 Class Diagram Sistem Pakar Mendiagnosa Herpes Menggunakan Metode Certainty Factor

11 35 III Sequence Diagram Sequence Diagram menggambarkan perilaku pada sebuah skenario, diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek objek ini di dalam use case, berikut gambar sequence diagram : a. Sequence Input Data Pakar Form Utama Form Pakar Proses Tabel Pakar Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form Pakar () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.3 Sequence Diagram Input Data Pakar b. Sequence Proses Data Rule

12 36 Form Utama Form Rule Proses Tabel Rule Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form rule () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.4 Sequence Diagram Proses Data Rule c. Sequence Proses Data Gejala Form Utama Form Gejala Proses Tabel Gejala Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form gejala () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.5 Sequence Diagram Proses Data Gejala d. Sequence Proses Data Konsultasi

13 37 Form Utama Form Konsultasi Proses Tabel Konsultasi Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form konsultasi () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.6 Sequence Diagram Proses Data Konsultasi e. Sequence Proses Data Riwayat Konsultasi Form Utama Form Riwayat Konsultasi Proses Tabel Riwayat Konsultasi Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form Riwayat konsultasi () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.7 Sequence Diagram Proses Data Riwayat Konsultasi f. Sequence Proses Data Pasien

14 38 Form Utama Form Pasien Proses Tabel Pasien Pakar Tampilkan Fom () Menu () click form pasien () tambah data () edit data () hapus data() tutup form () Gambar III.8 Sequence Diagram Proses Data Pasien III Activity Diagram Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing masing alir berawal, Decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. 1. Activity Diagram Form Input Data Login Activity diagram form input data login dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

15 39 Login Username & Password Invalid Cek Validation Valid Login Gambar III.9 Activity Diagram Halaman Login 2. Activity Diagram Form Input Data Pakar Activity diagram form input data pakar dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Mulai Tampil Form Pakar Ya Baru Tidak Edit? tidak Input Data Pakar ya Ubah Data Hapus? ya ya Simpan? tidak Simpan Batal tidak Hapus Data Gambar III.10 Activity Diagram Form Input Data Pakar

16 40 3. Activity Diagram Form Input Data Rule Activity diagram form input data rule dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Mulai Tampil Form Data Rule Ya Baru Tidak Edit? tidak Input Data Rule ya Ubah Data Hapus? ya ya Simpan? tidak Simpan Batal tidak Hapus Data Gambar III.11 Activity Diagram Form Input Data Rule 4. Activity Diagram Form Input Data Gejala Activity diagram form input data gejala dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

17 41 Mulai Tampil Form Gejala Ya Baru Tidak Edit? tidak Input Data Gejala ya Ubah Data Hapus? ya ya Simpan? tidak Simpan Batal tidak Hapus Data Gambar III.12 Activity Diagram Form Input Data Gejala 5. Activity Diagram Form Input Data Konsultasi Activity diagram form input data konsultasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Mulai Tampil Form Konsultasi Ya Baru Tidak Edit? tidak Input Data Konsultasi ya Ubah Data Hapus? ya ya Simpan? tidak Simpan Batal tidak Hapus Data Gambar III.13 Activity Diagram Form Input Data Konsultasi

18 42 6. Activity Diagram Form Input Data Pasien Activity diagram form input data Pasien dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Mulai Tampil Form Hasil Konsultasi Ya Baru Tidak Edit? tidak Input Data Hasil Konsultasi ya Ubah Data Hapus? ya ya Simpan? tidak Simpan Batal tidak Hapus Data Gambar III.14 Activity Diagram Form Input Data Pasien III.4.2. Desain Sistem Detail Desain sistem detail dari sistem pakar mendiagnosa herpes adalah sebagai berikut: III Desain Output Desain sistem ini berisikan pemilihan menu dan hasil pencarian yang telah dilakukan. Adapun bentuk rancangan output dari sistem pakar mendiagnosa herpes ini adalah sebagai berikut : 1. Rancangan Output Laporan Konsultasi

19 43 Rancangan output laporan konsultasi berfungsi menampilkan data data hasil konsultasi oleh pasien. Adapun rancangan output laporan konsultasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini sebagai berikut : Header Date Isi Footer Gambar III.15 Rancangan Output Laporan Konsultasi III Desain Input Perancangan input merupakan masukan yang penulis rancang guna lebih memudahkan dalam entry data. Entry data yang dirancang akan lebih mudah dan cepat dan meminimalisir kesalahan penulisan dan memudahkan perubahan. Perancangan input tampilan yang dirancang adalah sebagai berikut : 1. Perancangan Input Form Login

20 44 Perancangan input form login berfungsi untuk verifikasi pakar yang berhak menggunakan sistem. Adapun rancangan form login dapat dilihat pada Gambar III.18 sebagai berikut : Login Username : Password : Gambar III.16 Rancangan Input Form Login 2. Rancangan Input Form Utama Rancangan input form utama berfungsi untuk menampilkan tampilan utama dari user interface. Adapun rancangan menu utama dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Herpes Expert System Halaman Pakar Login Pakar Halaman Pasien Gambar Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Herpes Menggunakan Metode Certainty Factor

21 45 Gambar III.17 Rancangan Input Form Menu Utama 3. Rancangan Form Data Pakar Perancangan form data pakar merupakan form untuk penyimpanan data data pakar. Adapun bentuk form data pakar dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Form Pakar Baru Simpan Edit Hapus Kode Pakar Username Password Kode Pakar : Username : Password : Gambar III.18 Rancangan Form Data Pakar 4. Rancangan Form Rule Perancangan form rule merupakan form untuk membuat rule yang nantinya digunakan dalam proses diagnosa. Adapun bentuk form rule dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

22 46 Form Rule Nama Penyakit : Xxxxxxxxxxxx Tambah Hapus Nama Gejala MB MD XXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXX Gambar III.19 Rancangan Form Rule 5. Rancangan Input Form Input Data Gejala Perancangan form input data gejala merupakan form untuk penyimpanan data data gejala. Adapun bentuk form input data gejala dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Form Gejala Baru Simpan Edit Hapus ID Gejala Nama Gejala Kode Gejala : Nama : Gambar III.20 Rancangan Input Form Input Data Gejala 6. Rancangan Form Konsultasi

23 47 Perancangan form data konsultasi merupakan form untuk pasien melakukan konsultasi dengan memasukkan gejala-gejala yang ada. Adapun bentuk form konsultasi dapat dilihat pada Gambar III.28 Sebagai berikut : Form Konsultasi Nama Pasien : Masukkan Gejala Gejala XXXXXXXX XXXXXXXX XXXXXXXX Cetak Laporan Herpes Simpleks Tipe 1 86% Solusi : Operasi Gambar III.21 Rancangan Form Konsultasi 7. Rancangan Form Data Pasien Perancangan form input data pasien merupakan form untuk penyimpanan data data pasien. Adapun bentuk form data pasien dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

24 48 Form Pasien Kode Pasien : Nama : Jenis Kelamin : Alamat : Telp : Daftar Gambar III.22 Rancangan Input Form Data Pasien 8. Rancangan Form Riwayat Konsultasi Perancangan form riwayat konsultasi merupakan form untuk menyimpan data data riwayat konsultasi pasien. Adapun bentuk form riwayat konsultasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut : Form Riwayat Konsultasi ID Konsultasi Nama Pasien Hasil Persentase XXXXXXXXXX XXXXXXXXXX XXXXXXXXXX XXXXXXXXXX XXXXXXXXXX XXXXXXXXXX Gambar III.23 Rancangan Form Riwayat Konsultasi 9. Rancangan Form Data Penyakit Perancangan form data penyakit merupakan form untuk memasukan kode penyakit dan nama pasien. Adapun bentuk form data penyakit dapat dilihat pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

25 49 Form Penyakit Baru Simpan Edit Hapus ID Penyakit Nama Solusi Kode Panyakit : Nama : Solusi : Gambar III.24 Rancangan Form Data Penyakit III Perancangan Database III Kamus data (Data Dictionaries) Kamus data merupakan suatu daftar terorganisasi tentang komposisi elemen data, aliran data dan data store yang digunakan. Pengisian data dictionary dilakukan setiap saat selama proses pengembangan berlangsung, ketika diketahui adanya data atau saat diperlukan penambahan data item ke dalam sistem. Berikut kamus data dari sistem pakar mendiagnosa herpes yaitu : 1. gejala = kode_gejala + gejala + pertanyaan + mb + md +cf 2. rule = kode_penyakit + gejala + cf 3. konsultasi = kode_konsultasi + tanggal + kode_pasien + persentase 4. pakar = kode_pakar + username + password

26 50 5. pasien = kode_pasien + nama + jenis_kelamin + alamat + usia III Desain Tabel / File Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang digunakan seperti field, tipe data, ukuran data. Sistem ini dirancang dengan menggunakan database SQL Server. Berikut adalah desain database dan tabel dari sistem yang dirancang : 1. Tabel Pakar Nama Database Nama Tabel : PakarHerpes : Pakar Primary Key : - Tabel III.1 Tabel Pakar Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kode_pakar Varchar 50 *Kode Pakar username Varchar 30 Username password Varchar 15 Password 2. Tabel Nilai Rule Nama Database Nama Tabel Primary Key : PakarHerpes : nilai_rule : kode_nilai Foreign Key : - Tabel III.2 Tabel Nilai Rule Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kode_penyakit Varchar 50 *Kode Penyakit gejala Varchar 50 Data Gejala cf Real - Nilai CF

27 51 3. Tabel Gejala Nama Database Nama Tabel Primary Key : PakarHerpes : gejala : kode_gejala Tabel III.3 Tabel Gejala Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kode_gejala Varchar 10 *Kode Gejala nama_gejala Varchar 50 Nama Gejala pertanyaan Text - Pertanyaan mb Real - Measure Believe md Real - Measure Disbelieve cf Real - Certainty Factor 4. Tabel Konsultasi Nama Database Nama Tabel Primary Key Foreign Key : PakarHerpes : konsultasi : kode_konsultasi : kode_pasien Tabel III.4 Tabel Konsultasi Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kode_konsultasi Varchar 10 *Kode Konsultasi tanggal Date - Tanggal Konsultasi kode_pasien Varchar 50 Kode Pasien persentase Varchar 50 Persentase 5. Tabel Pasien Nama Database Nama Tabel Primary Key : PakarHerpes : pasien : kode_pasien Foreign Key : -

28 52 Tabel III.5 Tabel Pasien Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kode_pasien Varchar 50 *Kode Pasien nama Varchar 50 Nama Pasien alamat Varchar 50 Alamat jenis_kelamin Varchar 50 Jenis Kelamin usia Varchar 50 Usia Pasien III ERD (Entity Relationship Diagram) / Relasi Antar Tabel Setelah merancang database maka dapat dibuatkan relasi antar tabel sebagai kebutuhan data. Relasi ini menggambarkan hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain. Apakah hubungan satu dengan satu, satu dengan banyak dan banyak dengan banyak. Adapun relasi antar tabel dapat ditunjukkan pada gambar dibawah ini, sebagai berikut :

29 53 Kode_penyakit Kode_gejala gejala Rule 1 memiliki M Gejala Nama_gejala cf 1 M Menentukan Dimiliki 1 Kode_pasien Kode_pakar username Pakar nama jenis_kelamin M Pasien password alamat M usia Melakukan 1 Konsultasi tanggal persentase Kode_konsultasi Kode_pasien Gambar III.25 Entity Relationship Diagram (ERD) Sistem Pakar Mendiagnosa Herpes Menggunakan Metode Certainty Factor III Normalisasi Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam membangun desain logika basis data relasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart untuk

30 54 menghasilkan struktur tabel yang normal. Bentuk-bentuk normalisasi pada rancangan database adalah sebagai berikut : 1. Tabel Pakar Tabel Pakar memiliki atribut: kode_pakar, username, password. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 2. Tabel Penyakit Tabel penyakit memiliki atribut: kode_penyakit, nama_penyakit. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 3. Tabel Gejala Tabel gejala memiliki atribut: kode_gejala, nama_gejala. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 4. Tabel Konsultasi Tabel konsultasi memiliki atribut: kode_konsultasi, tanggal, kode_pasien, hasil dan nilai_certainty Factor. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF). 5. Tabel Pasien Tabel pasien memiliki atribut: kode_pasien, nama, jenis_kelamin, alamat, dan usia. Melihat struktur tabel tersebut tidak ada redundansi sehingga sudah memenuhi bentuk normalisasi pertama (1NF).

31 55 Jadi, dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa rancangan tabel pada database sudah normal. Artinya sistem akan melakukan aktifitasnya sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya karena tidak ada redundansi atau duplikasi data.

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada ng berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa kanker

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan selama ini masih menggunakan sistem yang manual. Analisa input yang ada pada sistem yang sedang berjalan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap bagaimana seseorang memilih smartphone

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap bagaimana kualitas sebuah tiang pancang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem yang sedang berjalan di tempat praktek Drh. Salisah Anggita Ningsih Tandam Hilir masih menggunakan sistem yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada proses metode penilitian dengan metode waterfall. Analisa sistem dilakukan untuk

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 28 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 37 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pakar Penanggulangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Mendiagnosa Penyakit Akromegali Dengan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem tersebut, maka perlu diketahui bagaimana sistem yang sedang berjalan pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.. Analisis Masalah Sistem pendukung keputusan seleksi pemain utama ini adalah manajer/pelatih tidak memperhatikan kriteria penilaian dan bobot kriteria dalam menentukan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisis dilakukan agar dapat menemukan masalah-masalah dalam pengolahan sistem pendukung keputusan pemilihan tempat penanaman teh dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem tersebut, maka perlu diketahui bagaimana sistem yang sedang berjalan pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem yang berjalan pada CV. Baritama Guna Sejahtera saat ini masih menggunakan sistem manual, semua kegiatan yang berhubungan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh Dinas Perhubungan Sumatra Utara adalah kesulitan dalam pencatatan serta menentukan banyak setoran pendapatan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem yang saat ini sedang berjalan di Rutan Kelas I Medan dalam hal pengolahan remisi tahanan masih dilakukan menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sebuah sistem pengolahan informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem pakar mendeteksi penyakit rheumatic pada manusia dengan menggunakan metode dempster shafer yang meliputi analisa sistem

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah dari pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem pakar mendiagnosa penyakit paru-paru berbasis client server yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 36 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Dari hasil analisa yang dilakukan oleh penulis pada SMP Harapan Mekar Medan khususnya pada bagian Penerimaan dan Pengeluaran Dana Bantuan Operasional

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem yang saat ini sedang berjalan di PT. Sriwidjaja dalam hal pengolahan penjualan pupuk masih dilakukan dengan menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem pengolahan data yang saat ini sedang berjalan pada DISPENDASU UPT Medan Utara masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. CCBI Northern Sumatra adalah kesulitan dalam mencatat Akumulasi Penyusutan Aktiva yang diterapkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Penyewaan Gaun Pengantin di Kota Medan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 29 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 33 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan III.1.1. Analisa Input Berdasarkan pengamatan penulis proses simpan pinjam pada koperasi PT. Pacific Medan Industri sudah

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sebuah sistem pengolahan informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Yang Sedang Berjalan Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. Coca-Cola adalah kesulitan dalam Perhitungan danpencatatan, dan seringnya terjadi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai analisa dan perancangan sistem informasi akuntansi pembayaran biaya pemeriksaan pasien unit radiologi RSUD Dr.Pirngadi Kota Medan yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh Bank BPR Sumut KCP Ujung Padang adalah kesulitan dalam mencatat dan membedakan jenis pendapatan dengan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Yang Sedang Berjalan Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. Blue Bird Medan adalah kesulitan dalam mencatat dan membedakan Penyusutan Aktiva

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem Kendala-kendala yang dihadapi pada sistem yang sedang berjalan yaitu : 1. Sebagian besar masyarakat tidak perduli akan penyakit yang dideritanya.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. dari sistem yang selama ini dijalankan oleh perusahaan serta memahami

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. dari sistem yang selama ini dijalankan oleh perusahaan serta memahami BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan untuk proses pengadaan alat kerja clening service yang dilakukan pada CV. Sapta Darma Utama Medan ini masih

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Pada bagian administrasi, pengolahan data tersebut diawali dari data order kertas ke bagian administrasi dengan mencatat data order

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. Matahari Department Store Grand Palladium Medan sulit dalam mengelola diskon aging akan suatu produk

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh Kantor SAR Banda Aceh adalah kesulitan dalam mengolah dan mencatat penerimaan dan pengeluaran kas yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem informasi petty cash pada PT. ZC Industries (Swagelok Medan) menggunakan metode tidak tetap yang meliputi analisa sistem yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem pendukung keputusan pembelian buku bacaan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1 Analisa

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Transmisi TVRI Di Sumatera Utara yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 40 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh RSUD Lukas Nias Selatan adalah kesulitan dalam mengolah data rekam medis akan pasien dan pelayanan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, maka penulis mendapati beberapa kendala-kendala yang dihadapi pada sistem yang sedang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Pemberian Bonus Berdasarkan Kinerja Karyawan ini masih dilakukan secara manual dan tidak efisiensi baik dari segi waktu maupun biaya.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. Sistem yang saat ini sedang berjalan dalam hal pemberian cuti pegawai

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. Sistem yang saat ini sedang berjalan dalam hal pemberian cuti pegawai BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem yang saat ini sedang berjalan dalam hal pemberian cuti pegawai masih dilakukan menggunakan aplikasi sederhana yaitu aplikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut :

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut : 37 3. Jenis Kelamin Contoh input data jenis kelamin adalah : Jenis Kelamin : Laki-Laki III.1.2. Analisa Proses Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses deteksi adanya viskositas

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem pendukung keputusan pemberian bonus berdasarkan penilaian kinerja karyawan pada PT. Centra Material Bangunan dengan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Berjalan Masalah-masalah yang sering dihadapi dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada pada Victory Education Center adalah sistem pencatatan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah yang Sedang Berjalan Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. Serdang Tanjung Purba Kab. Deli Serdang adalah adanya kesulitan serta kesalahan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses pemilihan karyawan berprestasi pada CV. Cyber Computindo saat ini masih dilakukan secara manual dan tidak efisiensi dari segi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Taman Kanak kanak Di Daerah Medan Marelan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Letak Kantor Cabang BRI di Kota Medan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Pengolahan Aktiva Tetap Pada CV. Jaya Agung yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus Berdasarkan Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom, Tbk Medan Dengan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Seseorang yang ingin memeriksa kesehatannya cenderung untuk berkonsultasi ke dokter ahli, namun terkadang hal ini dapat menyulitkan seseorang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem informasi akuntansi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMPN 13 yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Penyakit Meningitis dapat menyerang siapa saja, namun dalam kenyataannya, kasus terbanyak pada bayi dan anak-anak. Maka diperlukannya seorang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini penulis akan membahas mengenai perancangan sistem pakar diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty Factor yang meliputi analisa

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Pada Saat Ini Pada bab ini akan dibahas mengenai Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Alokasi Dana Bos Pada SD Negeri 060944 Medan yang meliputi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Analisa sistem pada penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem yang sedang berjalan yang terdiri dari input, proses, dan output sistem sehingga

Lebih terperinci