Seminar Nasional IENACO ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
B A B III METODOLOGI PENELITIAN

ERGONOMI DESAIN MEJA DAN KURSI SISWA SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. disokong oleh beberapa kaki dan ada yang memiliki laci, sedangkan kursi adalah

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... ABSTRAK..

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI PADA HOME INDUSTRY JKS SNACK & CATERING DI SERANG-BANTEN

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB V HASIL DAN ANALISA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Postur kerja kurang ergonomis saat bekerja bersumber pada posisi kerja operator

PERANCANGAN DESAIN KURSI DAN MEJA KOMPUTER YANG SESUAI UNTUK KENYAMANAN KARYAWAN DI PT. BUMI FLORA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. Unit kerja menengah CV. Raya Sport merupakan usaha yang. memproduksi pakaian (konveksi). Pada kegiatan proses produksi ditemukan

USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI CV. XYZ

PERANCANGAN MEJA DAN KURSI TAMAN UNTUK MAHASISWA (STUDI KASUS : MAHASISWA UNIVERSITAS KADIRI)

HALAMAN JUDULN ABSTRAK DAN EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN DOSEN PEMULA

BAB III MOTODE PENELITIAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan

RANCANG ULANG KURSI TAMAN DENGAN EVALUASI ERGONOMI - ANTROPOMETRI DAN BIOMEKANIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

USULAN PERANCANGAN FASILITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMNET (REBA) DI PT Z

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

PERANCANGAN STASIUN KERJA OPERATOR PADA LINI PACKING PT. X SURABAYA

ASPEK ERGONOMI DALAM PERBAIKAN RANCANGAN FASILITAS PEMBUAT CETAKAN PASIR DI PT X.

DAFTAR ISI. vii. Unisba.Repository.ac.id

Seminar Nasional IENACO ISSN:

REDESAIN MEJA DAN KURSI BERDASARKAN ANTROPOMETRI: KASUS SD NEGERI X

BAB I PENDAHULUAN. tulang belakang (Benjamin W. Niebel, 2003). Serge Simoneau, dkk (1996)

PERANCANGAN KURSI DAN MEJA BERDASARKAN ANTROPOMETRI PADA SEKOLAH DASAR SWASTA X

USULAN RANCANGAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN DAUN PANDAN UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI CV XYZ

BAB 2 LANDASAN TEORI. tersebut digunakan sebagai dasar dan penunjang pemecahan masalah.

IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN

PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA PROSES PENGIKIRAN WAJAN DI SP ALUMINIUM YOGYAKARTA

Analisis Postur Kerja dengan Rapid Entire Body Assesment (REBA) di Industri Pengolahan Tempe

PERANCANGAN FASILITAS DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA STASIUN PENGEBORAN DI PT. PEPUTRA MASTERINDO

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

ANALISIS ASPEK ERGONOMI SORTASI AKHIR PADA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA DI PT. J. A. WATTIE PERKEBUNAN DURJO JEMBER

METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI

BAB II LANDASAN TEORI

1 Pendahuluan. 2 Tinjauan Literatur

PENERAPAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN ANTHROPOMETRI PADA PEMILIHAN DESAIN FASILITAS RUANGAN WARNET

Furnitur Ergonomis untuk Siswa Sekolah Dasar Usia 6-10 Tahun

Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN : X

BAB I PENDAHULUAN. dapat memenuhi kebutuhan siswa karena jika digunakan perabot kelas yang

MANUAL PROSEDUR PENGGUNAAN KURSI ANTROPOMETRI

APLIKASI ANTHROPOMETRI UNTUK PERANCANGAN STASIUN KERJA DI LOBBY PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS X, SURABAYA

RANCANGAN TEMPAT WUDHU DUDUK ERGONOMIS

PERANCANGAN GERGAJI LOGAM UNTUK PENGURANGAN KELUHAN FISIK DI BENGKEL LAS SEJATI MULIA JAKARTA SELATAN

PERANCANGAN GERGAJI LOGAM DAN PETA KERJA UNTUK PENGURANGAN KELUHAN FISIK DI BENGKEL LAS SEJATI MULIA JAKARTA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REDESAIN BONCENGAN ANAK PADA SEPEDA MOTOR DENGAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI

Analisa Ergonomi Fasilitas Duduk Ruang Kuliah Bagi Pengguna dengan Kelebihan Berat Badan

PERANCANGAN MEJA KURSI ERGONOMIS PADA PEMBATIK TULIS DI KELURAHAN KALINYAMAT WETAN KOTA TEGAL

Seminar Nasional IENACO ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pekerja merupakan salah satu komponen yang perlu mendapatkan

PERANCANGAN ALAT BELAJAR DAN BERMAIN YANG ERGONOMIS DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM PERMATA SELAT PANJANG

BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Hasil Perhitungan Seluruh Tahapan Menggunakan Metode REBA, REBA, OWAS & QEC

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 16 Nomor ISSN

BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Perancangan atau redesain

Ergonomic and Work System Usulan Fasilitas Kerja yang Ergonomis Pada Stasiun Perebusan Tahu di UD. Geubrina

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA UNIT WEAVING DI PT DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam beraktifitas membutuhkan suatu alat yang dirancang atau

NASKAH PUBIKASI. Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh :

PERANCANGAN INTERIOR/ RUANG BELAJAR YANG ERGONOMIS UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA (SLB)

USULAN PERBAIKAN BANGKU KERJA MASINIS UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN KERJA MASINIS DI PT. XYZ

ANALISIS KELUHAN RASA SAKIT PEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DI STASIUN PENJEMURAN

basah, kelembaban relatif serta gerakan angin pada desain interior lama dan ergodesain

RANCANG BANGUN ULANG MEJA DAN KURSI BELAJAR UNTUK USIA PRA SEKOLAH BERDASARKAN DATA ANTROPOMETRI PADA TK RAUDHATUL ATFAL PONTIANAK

EFISIENSI LINTASAN PRODUKSI PADA STASIUN KERJA PENYABLONAN

PERANCANGAN ULANG KURSI ANTROPOMETRI UNTUK MEMENUHI STANDAR PENGUKURAN

Rancangan Fasilitas Kerja Ergonomis Pada Stasiun Pemarutan Tepung Tapioka

BAB 1 PENDAHULUAN. mengalami kecelakaan, penyakit dan keluhan-keluhan kesehatan yang disebabkan

BAB V PEMBAHASAN. lebih tinggi dari perempuan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor

Lampiran 1. Daftar pertanyaan wawancara (kuesioner) KUESIONER PENGGUNAAN KNAPSACK SPRAYER

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH

ANALISA POSTUR KERJA TERHADAP AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN METODE OWAS

BAB II LANDASAN TEORI

USULAN PERBAIKA STASIUN KERJA MENCANTING DENGAN ANALISIS KELUHAN MUSKULOSCELETAL (Studi Kasus: Industri Batik Gress Tenan)

Perancangan Meja Kerja pada Bagian Pemeriksaan Surat Jalan Buah dan Penimbangan Tonase TBS (Tandan Buah Segar) di PT.Sahabat Mewah dan Makmur

USULAN PERBAIKAN RANCANGAN MEJA-KURSI SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMI PADA SISWA/I DI SDN MERUYUNG

Perancangan Meja Pencekam dan Kursi Guna Memperbaiki Postur Kerja berdasarkan Pendekatan Anthropometri di Lathan Furniture

Hubungan Antara Keergonomisan Meja dan Kursi dengan Kinerja Petugas di Tempat Pendaftaran Pasien RS PKU Aisyiyah Boyolali

PERANCANGAN KURSI KERJA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT. PROPAN RAYA ICC TANGERANG

BEBAN KERJA DAN KELUHAN SISTEM MUSCULOSKELETAL PADA PEMBATIK TULIS DI KELURAHAN KALINYAMAT WETAN KOTA TEGAL

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Perancangan Ulang Fasilitas Kerja Alat Pembuat Gerabah dengan Mempertimbangkan Aspek Ergonomi

SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Seminar Nasional IENACO ISSN: PERANCANGAN KURSI KULIAH YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

BAB 6 HASIL PENELITIAN

Rancangan Fasilitas Kerja Yang Ergonomis Di Stasiun Penguapan Untuk Meningkatkan Produktivitas (Studi Kasus Pada CV. Arba Jaya) Chandra S.

USULAN PERBAIKAN BANGKU KERJA MASINIS UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN KERJA MASINIS DI PT. KAI DIVRE I SUMATERA UTARA INDRI LESTARI SINUHAJI

LAMPIRAN 1. Data Anthropometri Tubuh Manusia Dan Data yang Berhubungan dengan Produk

Transkripsi:

PERANCANGAN MEJA DAN KURSI YANG ERGONOMIS UNTUK MURID TAMAN KANAK-KANAK (STUDI KASUS : TK ISLAM SILMI SAMARINDA) Lina Dianati Fathimahhayati 1, Dutho Suh Utomo 2, Mifta Khurrohmah Mustari 3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman Jalan Sambaliung No. 9, Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur * Email: linadianatif@gmail.com Abstrak Rancangan fasilitas yang ergonomis dapat menimbulkan kenyamanan bagi penggunanya. Salah satu fasilitas yang ada di sekolah adalah meja dan kursi. Meja dan kursi di kelas merupakan fasilitas yang penting karena aktivitas belajar banyak dihabiskan di dalam kelas sekitar 5-8 jam sehari. Meja dan kursi yang tidak sesuai dengan postur tubuh murid akan mengakibatkan kelelahan sehingga respon daya reaksi berpikir untuk menyerap materi pelajaran juga menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan perancangan ulang meja dan kursi yang ergonomis dimana disesuaikan berdasarkan dimensi tubuh atau antropometri penggunanya. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 66 orang murid TK Islam Silmi Samarinda, yang terdiri dari 33 orang murid perempuan dan 33 orang murid lakilaki. Penelitian dimulai dengan menyebarkan kuisioner Standard Nordic Questionnaire guna mengetahui pada segmen tubuh mana dirasakan sakit oleh murid saat menggunakan meja dan kursi. Selanjutnya, dilakukan pengukuran antropometri dengan menggunakan roll meter. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Standard Nordic Questionnaire didapatkan persentase keluhan tertinggi yaitu sakit pada lutut kiri dan lutut kanan. Terkait dengan desain kursi ergonomis didapatkan bahwa untuk tinggi sandaran kursi adalah 34 cm, tinggi tempat duduk adalah 26 cm, kedalaman tempat duduk adalah 26 cm, panjang kursi adalah 30 cm, dan lebar sandaran kursi adalah 30 cm. Sedangkan untuk desain meja yang ergonomis didapatkan bahwa tinggi meja adalah 40 cm, panjang meja adalah 113 cm, dan lebar meja adalah 44 cm. Kata kunci: Antropometri, Ergonomis, Kursi, Meja, Taman Kanak-kanak 1. PENDAHULUAN Taman Kanak-kanak merupakan pendidikan untuk usia prasekolah sehingga kegiatannya mencakup kegiatan pendidikan, penanaman nilai, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal bagi anak usia empat tahun sampai enam tahun (Depdiknas, 2006). Menurut Whitten, dkk (2004) lingkungan untuk anak-anak dapat didesain dengan mempertimbangkan empat kebutuhan lingkungan dasar yaitu gerakan (movement), kenyamanan (confort), kompetensi (competence) dan pengawasan (control). Untuk mencapai empat tujuan tersebut salah satu elemen desain yang dapat digunakan adalah konsep antropometri dan ergonomi. Dalam mendesain, konsep ini mengacu pada desain produk yang sesuai dengan ukuran fisik dan kemampuan anak. Tujuannya adalah agar pekerjaan dapat dilakukan dengan tingkat stress rendah dan efisiensi dan keamanan yang tinggi. Desain peralatan, furniture ataupun lingkungan yang tidak sesuai dengan antropometri anak dapat menimbulkan bahaya bagi anak. Esensi dasar dari ergonomi dalam proses perancangan desain adalah sedini mungkin mencoba memikirkan kepentingan manusia agar bisa terakomodasi dalam setiap kreativitas dan inovasi sebuah man made object (Wignjosoebroto, 2008). Fokus perhatian dari sebuah kajian ergonomis akan mengarah ke upaya pencapaian sebuah perancanganan desain suatu produk yang memenuhi persyaratan fitting the task to the man (Granjean, 1993), sehingga setiap rancangan desain harus selalu memikirkan kepentingan manusia, yakni perihal keselamatan, kesehatan, keamanan maupun kenyamanan (Wignjosoebroto, 2008). Salah satu fasilitas yang ada di sekolah adalah meja dan kursi. Meja dan kursi di kelas merupakan fasilitas yang penting karena aktivitas belajar banyak dihabiskan di dalam kelas sekitar 5 8 jam sehari. Siswa menghabiskan sekitar 80% dari waktu di sekolah dengan berada di dalam kelas untuk melakukan berbagai macam kegiatan seperti membaca, menulis, menggambar dan 22

aktivitas lain yang membuat siswa duduk secara terus menerus dalam waktu yang cukup lama (Siregar, 2014). Meja dan kursi yang tidak sesuai dengan postur tubuh murid akan mengakibatkan kelelahan sehingga respon daya reaksi berpikir untuk menyerap materi pelajaran juga menurun (Santoso, 2013). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meminimalisasi ketidaksesuaian meja dan kursi terhadap murid Taman Kanak-kanak sehingga dapat mengurangi keluhan musculoskeletal disorders dengan membuat perancangan meja dan kursi yang ergonomis yaitu berdasarkan antropometri murid. Antropometri merupakan suatu studi tentang pengukuran yang sistematis dari fisik tubuh manusia, terutama mengenai dimensi bentuk dan ukuran tubuh yang dapat digunakan dalam klasifikasi dan perbandingan antropologis (Tarwaka, 2015). Data antropometri digunakan untuk berbagai keperluan, seperti perancangan stasiun kerja, fasilitas kerja, dan desain produk agar diperoleh ukuran-ukuran yang sesuai dan layak dengan dimensi anggota tubuh manusia yang akan menggunakannnya. 2. METODOLOGI 2.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data (Nazir, 2003). Dalam pelaksanaannya, penelitian ini meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang diperoleh. 2.2. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah di TK. Islam Silmi Samarinda yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim Gang Persik No. 1 RT. 07 Sempaja, Samarinda (Kalimantan Timur). Waktu penelitian dilaksananan dari bulan Mei sampai dengan Juni 2016. 2.3. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang diamati adalah murid TK Islam Silmi Samarinda dengan usia 4 6 tahun. Total jumlah murid TK Islam Silmi Samarinda adalah 196 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian menggunakan rumus Slovin pada persamaan (1). n = N 1+ Ne² Dimana : n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir sebesar 10%. Berdasarkan persamaan (1) maka jumlah sampel yang digunakan penelitian ini adalah berjumlah 66 orang murid, dengan rincian 33 orang murid laki-laki dan 33 orang murid perempuan. 2.4. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah Standard Nordic Questionaire (SNQ) yang digunakan untuk mengetahui keluhan yang dialami siswa saat menggunakan meja dan kursi aktual. Selanjutnya dilakukan pengukuran dimensi-dimensi tubuh dari siswa menggunakan roll meter. 2.5. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tahapan-tahapan dalam pelaksanaan penelitian adalah pertama melakukan analisis keluhan muculoskeletal disorders yang dialami siswa. Analisis dilakukan berdasarkan pengamatan, wawancara dan penyebaran kuesioner SNQ kepada siswa. SNQ merupakan salah satu dari metode pengukuran subyektif untuk mengukur rasa sakit otot para pekerja. Untuk mengetahui letak rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tubuh pekerja digunakan kuesioner ini (Kaewboonchoo, dkk, 1998). Langkah selanjutnya adalah menentukan dan melakukan pengukuran dimensi antropometri tubuh yang sesuai dengan terhadapa kebutuhan perancangan seperti tinggi popliteal (TPo), panjang popliteal (PPo), tinggi bahu duduk (TBD), tinggi siku duduk (TSD), lebar bahu (LB), lebar pinggul (LPi), dan panjang rentang siku (PRS). Kemudian data-data antropometri tersebut digunakan untuk menentukan dimensi meja dan kursi yang akan dirancang. 23

Gambar 1. Dimensi Antropometri untuk Desain Meja dan Kursi (Panero, 2003) 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis keluhan musculoskeletal disorders yang dialami murid TK Islam Silmi Samarinda dilakukan dengan penilaian Standard Nordic Questionnaire (SNQ). Level keluhan yang dialami murid dinilai dengan pemberian bobot nilai yaitu 0 untuk tidak ada keluhan, nilai 1 untuk keluhan agak sakit, nilai 2 untuk keluhan sakit, dan nilai 3 untuk keluhan sangat sakit. Berdasarkan hal tersebut, keluhan tertinggi yang dialami murid adalah yaitu sakit pada lutut kiri dan lutut kanan. Perancangan ulang meja dan kursi belajar berdasarkan siswa TK Islam Silmi menggunakan sistem persentil untuk menentukan ukuran yang sesuai. Untuk tinggi duduk, persentil 5 th tinggi popliteal yang disarankan agar dapat mengakomodasi anak-anak yang bertubuh pendek menggunakan kursi kelas dengan nyaman. Persentil 5 th juga digunakan pada dimensi panjang popliteal dalam menentukan kedalaman kursi, tinggi bahu duduk untuk ukuran tinggi kursi, sedangkan untuk merancang panjang kursi menggunakan persentil 95 th sehingga dapat mengakomodasi lebih banyak siswa terutama anak yang berbadan gemuk. Mendesain kursi belajar yang akan digunakan anak-anak TK berdasarkan dari kriteria berikut ini: 1. Tinggi sandaran kursi Penentuan dimensi tinggi sandaran kursi menggunakan dimensi tinggi bahu dalam posisi duduk yang diperbolehkan yaitu maksimal berdasarkan nilai persentil 5 th agar anak-anak yang bertubuh kecil menggunakan kursi dengan nyaman. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 5 th pada anak laki-laki berukuran 34,17 cm dan pada anak perempuan berukuran 33,62 cm yang akan dibulatkan menjadi 34 cm. 2. Tinggi duduk Penentuan dimensi tinggi duduk menggunakan dimensi tinggi bagian belakang paha dalam posisi duduk atau tinggi popliteal dengan menggunakan persentil 5 th. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 5 th pada anak laki-laki berukuran 25,50 cm dan pada anak perempuan berukuran 25,67 cm yang akan dibulatkan menjadi 26 cm. 3. Kedalaman Kursi Penentuan kedalaman kursi menggunakan dimensi panjang paha dari pantat sampai dengan bagian belakang betis atau panjang popliteal dengan menggunakan persentil 5 th karena tidak boleh melebihi panjang popliteal dari anak yang paling pendek. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 5 th pada anak laki-laki berukuran 26,33 cm dan pada anak perempuan berukuran 25,43 cm yang akan dibulatkan menjadi 26 cm. 4. Panjang kursi Penentuan panjang kursi menggunakan dimensi lebar pinggul dari kiri ke kanan. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 95 th pada anak laki-laki berukuran 30,44 cm dan pada anak perempuan berukuran 28,77 cm yang akan dibulatkan menjadi 30 cm. 24

5. Lebar sandaran kursi Penentuan dimensi lebar sandaran kursi menggunakan persentil 95 th dari lebar bahu siswa sehingga siswa yang memiliki lebar bahu yang kecil masih bisa ditopang oleh sandaran kursi. Direkomendasikan ukuran sandaran kursi adalah 30 cm. Adapun desain meja belajar yang akan digunakan anak-anak TK berdasarkan dari kriteria berikut ini: 1. Tinggi Meja Penentuan dimensi tinggi meja menggunakan dimensi tinggi duduk + tebal paha = 26 cm + 14 cm = 40 cm. 2. Panjang Meja Penentuan dimensi panjang meja menggunakan dimensi lebar jangkauan ujung jari tangan terbentang dari kiri ke kanan. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 95 th pada anak laki-laki berukuran 113,23 cm dan pada anak perempuan berukuran 112,95 cm yang akan dibulatkan menjadi 113 cm. 3. Lebar Meja Penentuan dimensi lebar meja menggunakan dimensi panjang jangkauan tangan ke depan dari bahu sampai dengan ujung jari tangan. Ukuran yang digunakan yakni menggunakan persentil 95 th pada anak laki-laki berukuran 43,32 cm dan pada anak perempuan berukuran 43,37 cm yang akan dibulatkan menjadi 44 cm. Tabel 1. Perbandingan Ukuran Meja dan Kursi Aktual dan Usulan Produk Aspek Ukuran Aktual Usulan Kursi Meja Tinggi sandaran kursi 26 cm 34 cm Tinggi duduk 29 cm 26 cm Lebar Kursi 39 cm 26 cm Panjang kursi 27 cm 30 cm Lebar sandaran kursi 27 cm 30 cm Tinggi Meja 51 cm 40 cm Panjang Meja 120 cm 113 cm Lebar Meja 60 cm 44 cm 4. KESIMPULAN Rancangan produk meja dan kursi yang ergonomis berdasarkan data antropometri anak-anak di TK Islam Silmi Samarinda, yakni dengan ukuran tinggi kursi adalah 26 cm, lebar kursi adalah 26 cm, panjang kursi adalah 30 cm, tinggi sandaran kursi adalah 34 cm, dan lebar sandaran kursi adalah 30 cm. Sedangkan untuk desain meja yang ergonomis didapatkan bahwa tinggi meja adalah 40 cm, panjang meja adalah 113 cm, dan lebar meja adalah 44 cm. Penelitian selanjutnya dapat dipertimbangkan mengenai perhitungan level resiko pada murid saat menggunakan meja dan kursi aktual dan dibandingkan dengan rancangan meja dan kursi usulan. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas, 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. Grandjean, E., 1993, Fitting the Task to the Man, 4th ed., Taylor and Francis Inc., London. Kaeboonchoo, O. Yamamoto, H Miyai, N. Mirbod, S. M. Morioka, I., and Miyashita, K. 1998, The Standardized Nordic Questionnaire Applied To Workers Exposed To Hand-Arm Vibration, Journal Of Occupational Health, vol. 40, hal 218-222. Nazir, M., 2003, Metode Penelitian, Salemba Empat, Jakarta. Panero, J., 2003, Dimensi Manusia & Ruang Interior: Buku Pedoman untuk Standar Pedoman Perancangan, Erlangga, Jakarta. 25

Santoso, G., 2013, Ergonomi Terapan, Prestasi Pustakarya, Jakarta. Siregar, R., Huda, L.N., dan Rambe, A.J.M., 2014, Perancangan Kursi dan Meja berdasarkan Antropometri pada Sekolah Dasar Swasta X, Jurnal Teknik Industri FT USU, Vol. 3, No.1, hal 24 30. Tarwaka, 2015, Ergonomi Industri: Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja, Harapan Press, Surakarta Whitten, J.L., Bentley, L.D., dan Dittman, K.V., 2004, Metode Desain dan Analisis Sistem, ANDI, Yogyakarta. Wignjosoebroto, S., 2008, Ergonomi Studi Gerak Dan Waktu, Guna Widya, Surabaya. 26