Bab III. Objek Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. memberikan gambaran atau penjabaran tentang kondisi empiris objek

BAB III METODOLOGI. gejala atau fenomena. Hasil dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. antara variabel. Analisis isi semata untuk deskripsi, menggambarkan aspek-aspek

BAB 3 INTI PENELITIAN. Nusantara. Sebagai media televisi komunitas yang berbasis streaming, Binus TV

III. METODE PENELITIAN. didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. 1 Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PEMBAHASAN. penelitian berkaitan dengan jenis-jenis pelanggaran iklan jasa periode 1 Agustus 31

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian analisis isi deskriptif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan

Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik

ETIKA JURNALISTIK IJTI JURNALISME POSITIF

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah penelitian analisis isi deskriptif dengan pendekatan

Kode Etik Jurnalistik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. 55. Penelitian deskriptif ditujukan untuk :

BAB I. Pendahuluan. Siaran pers memiliki fungsi penting bagi setiap organisasi ataupun perusahaan

KODE ETIK JURNALISTIK

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai

Etika Jurnalistik dan UU Pers

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pengukuran variabel, dengan menggunakan perhitungan (angka-angka) atau uji statistik.

BAB III METODE PENELITIAN. pengetahuan tentang langkah-langkah sistematika dan logis tentang pencarian data

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis isi dilakukan secara objektif. Ini berarti tidak boleh ada

Keberimbangan Pemberitaan. Dalam Pemberitaan Kasus Korupsi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Analisis Isi Status Twitter Artis Pada Masa Kampanye Periode 22 Juni s/d 5 Juli

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

OBJEKTIVITAS BERITA LINGKUNGAN HIDUP DI HARIAN KOMPAS

Veronika/ Mario Antonius Birowo. Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Abstrak

PROSEDUR PENELITIAN Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sifat penelitian ini adalah Deskriptif, penelitian deskriptif adalah jenis

BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA)

Penelitian hukum merupakan kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada. metode, sistematika dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Atas peran penting tersebut maka

BAB I PENDAHULUAN. terjadi, disajikan lewat bentuk, siaran, cetak, hingga ke media digital seperti website

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

National Press Photographers Association ethics morality morals principles standards ethics in photojournalism

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. tanggungjawab sosial memiliki asumsi utama bahwa di dalam kebebasan terkandung

BAB III METODE PENELITIAN

meningkat, terlebih informasi terkini atau up to date, yang dapat diperoleh dengan

BAB I PENDAHULUAN. pun mulai bebas mengemukakan pendapat. Salah satunya adalah kebebasan di bidang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini, dunia pertelevisian sudah mulai mendominasi dunia

Media Siber. Imam Wahyudi Anggota Dewan Pers


KAJIAN TEORI NICHE TERHADAP RUBRIK BERITA PADA SURAT KABAR HARIAN SOLO POS DAN JOGLOSEMAR PERIODE JANUARI 2013

BAB III METODE PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan penelitian adalah terjemahan

Abstrak. Latar Belakang Masalah

BAB IV PENUTUP. peneliti menemukan makna-makna atas pelanggaran-pelanggaran kode etik

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lainlain),

ANALISIS ISI PROGRAM INFOTAINMENT INTENS DI RCTI DI LIHAT DARI PENERAPAN KODE ETIK JURNALISTIK TELEVISI SKRIPSI. Oleh.

BAB III METODE PENELITIAN. seperangkat pengetahuan tentang langkah-langkah sistematik dan logis

PENULISAN BERITA TELEVISI

BAB I PENDAHULUAN. massa yang setiap hari selalu memberitakan mengenai kasus-kasus kejahatan dan

BAB I PENDAHULUAN. Mesin cetak inilah yang memungkinkan terbitnya suratkabar, sehingga orang

BAB I PENDAHULUAN. pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang. pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH. Masyarakat informasi saat ini, telah menjadikan berita sebagai kebutuhan

KAJIAN TEORI NICHE TERHADAP RUBRIK BERITA PADA SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS DAN JOGLOSEMAR PERIODE JANUARI 2013

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, & Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS)

Metode Penelitian Komunikasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. kepada peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kehidupan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif,

BAB III SEGEMENTASI PASAR DAN BERITA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. membuat informasi yang dibutuhkan dapat diakses dengan cepat, dan memiliki tampilan yang

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam konteks penelitian ini, penelitian yang dilakukan termasuk jenis

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan jaman mengakibatkan semakin banyaknya kebutuhan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KATA PENGANTAR. Saya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung

ANALISIS ISI PROGRAM TELEVISI LOKAL BERJARINGAN DI BANDUNG (STUDI PADA PROGRAM KOMPAS TV, TVRI, DAN IMTV)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. melalui media cetak tetapi juga media kominikasi elektronik. oleh masyarakat untuk mencari dan mengetahui informasi

KODE ETIK JURNALISTIK

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendapatkan informasi dari luar dirinya. Berbagai upaya dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. penting dalam peta perkembangan informasi bagi masyarakat.

metode riset yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.

CONTENT ANALYSIS. Tri Nugroho Adi,M.Si. Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman

Kode Etik Jurnalistik

BAB I PENDAHULUAN. menggabungkan information (informasi) dan infotainment (hiburan). Artinya

Transkripsi:

Bab III Objek Penelitian 3.1 Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang merupakan sebuah penyelidikan mengenai masalah sosial atau masalah manusia yang berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel-variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah generalisasi prediktif teori benar. Metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi. Pendekatan ini berangkat dari data yang diproses dan disajikan menjadi informasi yang berharga bagi pengambilan keputusan. Pemrosesan dan manipulasi data mentah menjadi informasi yang bermanfaat inilah yang merupakan jantung dari analisis kuantitatif. (Kuncoro, 2011:3) Pendekatan metode kuantitatif terdiri atas: 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model 3. Mendapatkan data 4. Mencari solusi 5. Menguji solusi 6. Menganalisis hasil 7. Menggunakan model untuk prediksi dan kebijakan Satu tahapan tidak harus diselesaikan secara menyeluruh sebelum tahap selanjutnya dimulai. Dalam banyak kasus, satu atau lebih tahapan ini perlu dimodifikasi sebelum hasil akhir diimplementasikan. Akibatnya, semua tahapan yang berurutan akan berubah. Misalnya, pengujian solusi mungkin memberikan indikasi bahwa model atau daya yang digunakan tidak benar. Artinya, semua tahapan setelah perumusan masalah perlu dimodifikasi (Kuncoro, 2011:4) 25

26 3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah tipe deskriptif. Dengan metode analisis isi. Secara umum Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang ada pada saat sekarang (Sujana Ibrahim, 1989:65). Penelitian deskriptif berupaya memperoleh deskripsi yang lengkap dan akurat dari suatu situasi (Kuncoro, 2011:17). Desain formal diperlukan untuk meyakinkan bahwa deskripsi mencakup semua tahapan yang diinginkan. Desain ini juga diperlukan untuk mencegah dikumpukanya data yang tidak perlu. Kendati penekanan analisisnya adalah pada deskripsi data, studi semacam ini tidak hanya mengumpulkan data. Penelitian deskriptif berfokus pada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. Dalam penelitian ini peneliti berusaha menyaksikan dan mencerna peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatianya, kemudian menggambarkanya sebagaimana adanya. Variabel yang diteliti dalam metode tersebut menggunakan konsep bukan variabel bebas atau terikat. Konsep disini memiliki indikator-indikator sebagai acuan analisa dan memiliki definisi operasional. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian yang bersifat analitik. Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus. 3.3 Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Secara umum analisis isi kuantitatif dapat didefinisikan sebgai bentuk teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui gambaran karakterisrik isi dan menarik inferensi dari isi. (Neuendorf, 2002:10) berpendapat, Analisis isi: adalah sebuah peringkasan (summarizing), kuantifikasi dari pesan yang didasarkan pada metode ilmiah (diantaranya objektif intersubjektif, reliabel,valid, dapat digeneralisasikan, dapat direplikasi dan pengujian hipotesis) dan tidak dibatasi untuk jenis variabel tertentu atau konteks dimana pesan dibentuk dan ditampilkan (Eriyanto 2011 : 16). Sedangkan menurut Krippendorff (2006:8) Analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi yang dapat direplikasi (ditiru) dan sahih datanya dengan memperhatikan konteksnya (Eriyanto, 2011 : 15)

27 Menurut (Berelson, 1952), analisis isi merupakan suatu teknik penelitian yang dilakukan secara sistematik, objektif, dan deskrispsi kuantatif isi komunikasi yang tampak (manifest), (Eriyanto 2011 : 15). Menurut (Berelson, 1993)metode analisis isi adalah (Eriyanto, 2011:16): a) Objektif dicapai dengan menggunakan kategori analisis yang tepat sehingga orang yang berlainan dapat menggunakanya untuk menganalisis yang sama dan memperoleh hasil yang sama pula. Hasil penelitian bergantung pada prosedur penelitian dan bukan pada orangnya. b) Sistematik berarti satu prosedur tertentu serta diterapkan dengan cara yang sama pada semua isi yang dianalisis, kategori diterapkan sehingga semua isi yang relevan dianalisis. c) Kuantitatif berarti mencatat nilai nilai bilangan atau frekuensi untuk melukiskan berbagai jenis isi yang diidentifikasikan. d) Isi yang nyata berarti merupakan isi yang tersurat, yang harus dikoding seperti apa yang tersurat dan bukan apa yang dirasakan oleh orang yang melakuakn analisis isi. Dari definsi di atas penulis memahami bahwa analisis isi adalah teknik penelitian yang dilakukan secara objektif, sistematik dan deskripsi kuantitatif yang terdapat pada pesan /topik yang ada Menurut Eriyanto (Eriyanto 2011:16), yang dikutip dalam buku yang berjudul Analisis Isi, mengatakan bahwa Analisis isi mempunyai ciri-ciri yang penting yaitu: a) Objektif Penelitian dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari suatu isi secara apa adanya. Penelitian menghilangkan bias, keberpihakan, atau kecenderungan tertentu dari peneliti (Eriyanto:2011:16-30). Ada dua aspek penting dari objektivitas, yakni validitas dan realibilitas. Validitas berkaitan dengan apakah analisis isi mengukur apa yang benar-benar ingin diukur.

28 Reliabilitas berkaitan dengan apakah analisis isi akan menghasilkan temuan yang sama biarpun dilakukan oleh orang yang berbeda dan waktu yang berbeda. b) Sistematis Sistematis bermakna semua tahapan dan proses penelitian telah dirumuskan secara jelas, dan sistematis (Riffe, Lacy dan Fico 1998:20). Kategori diturunkan dari variabel, dan variabel diturunkan berdasarkan teori. c) Replikabel Penelitian dengan temuan tertentu dapat diulang dengan menghasilkan temuan yang sama pula. Temuan yang sama ini berlaku untuk penelitian yang berbeda, waktu yang berbeda, dan konteks yang berbeda. d) Manifestasi isi yang tampak Neuendorf (2002:23) dan Krippendorff (2006:20) menyatakan bahwa analisis isi dapat dipakai untuk melihat semua karakteristik dari isi, baik yang tampak (manifest) ataupun yang tidak tampak (latent). e) Perangkum Analisis isi umumnya dibuat untuk membuat gambaran umum karakteristik dari suatu isi/pesan. f) Generalisasi Analisis isi dilakukan untuk mengeneralisasi hasil, terutama jikalau menggunakan sampel. Hasil dari analisis isi dimaksud untuk memberikan gambaran populasi. Metode analisis isi adalah metode yang digunakan untuk meriset atau menganalisis isi komunikasi secara sistematik, objektif dan kuantitatif serta isi yang nyata. Sitematik berarti bahwa segala proses analisis harus tersusun melalui proses yang sistematik, mulai dari penentuan isi komunikasi yang dianalisis, cara menganalisisnya, maupun kategori yang dipakai untuk menganalisis. Objektif berarti periset harus mengesampingkan faktor-faktor yang bersifat subjektif sehingga hasil analisis benar-

29 benar objektif dan bila dilakukan riset lagi oleh orang lain maka hasilnya relatif sama serta yang diriset dan dianalisis adalah isi yang tersurat (tampak). Penggunaan analisis isi mempunyai beberapa manfaat atau tujuan yaitu: a) Menggambarkan isi komunikasi, mengungkapkan kecenderungan yang ada pada isi komunikasi baik melaui cetak maupun elektronik. b) Membandingkan isi media dengan dunia nyata, melakukan pengujian terhadap apa yang ada di dalam dengan situasi aktual yang ada di dunia nyata. c) Mendukung studi efek media massa, riset yang digunakan untuk melihat apakah pesan-pesan di media massa tersebut menumbuhkan sikap-sikap yang serupa di antara para penggunanya. Analisis isi kuantitatif digunakan untuk membedah muatan teks komunikasi yang bersifat manifest (nyata). Dalam Analisis isi kuantitatif yang dipertimbangkan hanya apa yang dikatakan (what) akan tetapi tidak dapat menyelidiki bagaimana ia dikatakan (how). (Kriyantono, 2008: 235). Penelitian ini akan meneliti program acara talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi episode 22 Agustus 2013 dengan topik Airsoftgun Illegal dan apakah acara tersebut sesuai dengan kode etika jurnalistik dan P3SPS 3.4 Variabel Penelitian Didalam penelitian ini hanya menggunakan konsep sebagai pengganti variabel. Konsep secara umum dapat didefinisikan sebagai abstraksi atau representasi dari suatu objek atau gejala sosial. Konsep semacam gambaran singkat dari realitas sosial, dipakai untuk mewakili suatu realitas kompleks. Konsep ini ada yang sederhana tetapi ada juga yang kompleks. Apa pun, konsep merupakan representasi yang dipakai oleh ahli atau ilmuwan untuk menggambarkan suatu gejala. Para ahli menggambarkan atau mempresentasikan gejala ini dengan sebuah konsep yang disebut objektivitas (Eriyanto, 2011 : 175). Konsep kerap kali abstrak sehingga tidak dapat dilihat atau diukur secara langsung. Agar ia dapat diukur secara langsung peneliti menurunkanya secara operasional. Definisi operasional adalah apa yang akan

30 peneliti lakukan untuk menjawab konsep secara empiris.(frank fort-nachmias, 1996:30) Proses operasionalisasi adalah kegiatan menurunkan dari abstrak ke konkret. Hal ini karena analisis isi hanya dapat dilakukan dengan mengamati aspek-aspek yang konkret yang dilihat secara nyata dan dapat diobservasi oleh peneliti. Konsep yang abstrak karenanya dioperasionalisasikan menjadi indikator-indikator yang dapat diamati secara empiris (Eriyanto, 2011:177) Komponen Konsep pada penelitian tersebut ada dua yaitu Kode Etika Jurnalistik Indonesia dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standard Program Siaran (P3SPS) yang merupakan konsep yang akan diturunkan menjadi beberapa indikator sebagai berikut. NO Komponen Konsep Dimensi Indikator 1 Kode Etika Jurnalistik Pasal 3 Akurat Berimbang Jujur Mempertimbangkan hati nurani Pasal 5 Mengevakuasi informasi berdasarkan kelayakan berita Menolak sensasi Adanya berita menyesatkan Adanya isi tayangan yang memutarbalikkan fakta Adanya Fitnah Adanya Tayangan Cabul Adanya Tayangan

31 Sadis Menayangkan gambar yang menyesatkan pemirsa Menayangkan materi suara yang menyesatkan pemirsa Adanya rekayasa peristiwa Adanya unsur SARA Menyatakan secara jelas berita yang bersifat fakta Menyatakan secara jelas berita yang bersifat analisis Menyatakan secara jelas berita yang bersifat komentar Menyatakan secara jelas berita yang bersifat opini Berita dicampuradukan dengan advertorial Meralat kepada kesempatan pertama setiap pemberitaan tidak akurat

32 Memberikan kesempatan hak jawab kepada pihak yang dirugikan Hak jawab yang diberikan kepada pihak yang dirugikan bersifat proporsional Berita disajikan dengan santun Gambar yang disajikan pada berita patut Menghormati embargo off the record Pasal 10 menunjukkan identitas kepada sumber berita jika diperlukan 2 P3SPS Pasal 10 Etika Profesi dalam tayangan tidak menimbulkan dampak negative pada masyarakat Pasal 11 Menjaga independensi isi siaran Menjaga netralitas isi siaran Tabel 3.1 Indikator Penelitian

33 3.5 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2007:61). Populasi adalah semua anggota dari objek yang ingin diketahui isinya (Eriyanto,2011:109) 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua pernyataan yang muncul dalam program talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi episode 22 Agustus 2013 dengan topik Airsoftgun Illegal. 2. Sampel Sampel penelitian ini merupakan sampel jenuh dengan kata; lain populasi juga akan dijadikan sampel. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Mudrajad Kuncoro, 2011:26) Sedangkan menurut Sugiyono (2007:81), sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel akan diberlakukan untuk populasi. Dari pendapat-pendapat diatas peneliti memahami bahwa Populasi adalah semua anggota dari objek yang ingin diketahui isinya melalui sebuah penelitian, sedangkan sampel adalah berberapa bagian yang mewakili data-data yang diteliti. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Mengambil data dari program tersebut berupa video tayangan program Apa Kabar Indonesia Pagi yang mana akan dilihat apakah sesuai dengan P3SPS pasal 10 dan 11 dan Kode Etika Jurnalistik pasal 3, 5, dan 10. Apakah didalam tayang itu terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan pasal2 dari kedua kitab aturan tersebut.

34 3.7 Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis data secara bertahap dan sistematis. Tahapan-tahapan dalam melakukan analisis data adalah sebagai berikut: A. Menentukan sampel penelitian. B. Melakukan uji kategori. C. Menghitung hasil uji kategori yang telah disepakati oleh dua koder. D. Menganalisis hasil sampel ke dalam tabel dan dianalisis dalam bentuk persentase untuk mengetahui kecenderungan kategori berita. E. Membuat kesimpulan penelitian. 3.8 Keabsahan Penelitian Dalam formula Holsti (Eriyanto,2011:290), angka realibilitas minimum yang ditoleransi adalah 70%. Artinya jika hasil perhitungan menunjukkan angka realibilitas diatas 70% berarti realibel. Untuk memenuhi syarat obyektivitas, hasil perhitungan dari proses unit analisis perlu diuji kembali. Adapun rumus yang dipakai dalam perhitungan tingkat keterpercayaan intercoder pada penelitian ini menggunakan intercoder reliability dari Holsti : CR = 2(M) N1+N2 Keterangan : CR M : Coefisien Reliability : Jumlah pernyataan yang disetujui oleh pengkoding dan peneliti N1,N2 : Jumlah pernyataan yang diberi kode oleh pengkoding dan peneliti Holsti (1969) melaporkan reliable yang ia buat dengan rumusan sebagai berikut: 2 (jumlah pengkoding) x M (kesepakatan pengkoding) : N1+N2 (jumlah item yang dikoding) minimal 70 persen.

35 Untuk membantu reliabilitas penelitian ini peneliti dibantu oleh dua penguji (hakim) yang melakukan tugas sebagaimana seorang coder terhadap topik dalam episode yang menjadi sampel. Dan dua orang penguji tersebut, adalah: - Coder 1 : Mohammad Nizam Farizki - Coder 2 : Ahmad Ridwan - Dan Peneliti sendiri akan menjadi koder untuk membandingkan hasil dari penghitungan reliabilitas. Dalam penelitian ini peneliti mengambil koder dari kedua wartawan majalah yang juga mengerti dan memahami di bidang media penyiaran serta keduanya memahami dunia airsoftgun itu sendiri sehingga memiliki keterkaitan dalam ruang lingkup penelitian.

36