MANAJEMEN LABORATORIUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR

dokumen-dokumen yang mirip
MANAJEMEN KUALITAS PELAYANAN DI PUSAT KEBUGARAN

Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa. Presented by : M Anang Firmansyah

BAB I PENDAHULUAN. Chan (2003) mendefinisikan relationship marketing sebagai pengenalan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. oleh perusahaan. Persoalan tersebut menuntut manajemen untuk

Kepada Yth. Pasien RSUD Wirosaban di Yogyakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu

BAB II LANDASAN TEORI

Tabel 4.16 Sikap jujur terhadap konsumen PT. Cahaya Medika Healthcare Bandung Tabel 4.17 Keamanan dari jasa yang diberikan PT.

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xi

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan kecenderungan menuntut kualitas pelayanan yang lebih baik.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENGUKURAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DENGAN METODE SERVQUAL (STUDI KASUS: PUSKESMAS NGAGEL REJO SURABAYA)

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai gaya yang diinginkan masyarakat Indonesia. Kebutuhan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap kepuasan atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Terdapat strategi baru bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dan untuk

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud, Rumah Sakit mempunyai. dengan standart pelayanan Rumah Sakit.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran terdapat berbagai permasalahan yang penting dan harus segera diselesaikan,

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Semakin terbukanya akses informasi termasuk di bidang kesehatan dan kedokteran

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hak atas kesehatan ini dilindungi oleh konstitusi, seperti : tercantum

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu aspek yang sering terlupakan namun sebenarnya sangatlah

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB II LANDASAN TEORI. pendukung dan acuan penelitian. Teori-teori ini menjadi bahan rujukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. serta memberikan kepuasan bagi pasien selaku pengguna jasa kesehatan.

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan mencegah penyakit dengan masyarakat sebagai sasaran utamanya. (1) Berdasarkan

perusahaan-perusahaan jasa. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN RANCANGAN HIPOTESIS

* Agus Mansur, ** Intan Wahyu WD Jurusan Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta * **

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN YAMAHA SERVICE CENTER AMIE JAYA CIMANGGIS, DEPOK. NPM :

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Tidak dapat dipungkiri pada

BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat. Dalam menghadapi situasi tersebut, maka perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

201 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. ISSN (elektronik)

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan,

DAFTAR ISI. Halaman DAFTAR TABEL... xv DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN... xix

BAB I PENDAHULUAN. Pada jaman modern sekarang ini kemajuan dunia kesehatan semakin baik.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam jaman yang semakin modern ini, fotografi berkembang dengan

BEBERAPA MODEL KEBUTUHAN KONSUMEN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. akan meningkatkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 : PENDAHULUAN. masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber

BAB II LANDASAN TEORI

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT NIRMALA SURI SUKOHARJO SKRIPSI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. memberikan kesimpulan sebagai berikut : prosedur pelayanan di UPTSA tergolong mudah sehingga kualitas

BAB 1 PENDAHULUAN. jasa pelayanan kesehatan seperti rumah sakit untuk memberikan informasi, fasilitas

BAB 1 PENDAHULUAN. tujuan untuk memuaskan pelanggan. Pemasaran yang tidak efektif (ineffective

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yang bergerak di bidang industri, penjualan maupun jasa. Maka akan terjadi suatu

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN. 1. Variabel product secara langsung tidak berpengaruh terhadap loyalitas

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan karena kesehatan dinilai sangat berharga dan mahal. Dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. akibatnya pelayanan sosial kemanusiaan, secara faktual pelayanan rumah sakit telah

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan

BAB 1 PE DAHULUA. Universitas Indonesia. Analisis hubungan bauran..., Tri Yuliana, FKM UI, 2009

Ratna Kencana Ekasari LOGO.

BAB II KERANGKA TEORITIS. Webster s 1928 Dictionary, dalam Lupiyoadi (2013), menyatakan bahwa

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Hubungan bauran...,rahmi Yuningsih, FKM UI, 2009

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak dulu Bandung merupakan kota yang mampu menarik perhatian para

BAB I PENDAHULUAN. Menjadi Dealer Otomotif terbaik di Indonesia dengan praktek usaha & pelayanan pelanggan bertaraf International.

MANAJEMEN MUTU (KEPUASAN PELANGGAN)_AEP NURUL HIDAYAH_(RKM )_REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN_POLITEKNIK TEDC BANDUNG

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ISI. iv v viii xiii xv xvi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengujian Validitas Konstruksi Pengujian Validitas Isi Pengujian Validitas Eksternal

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan perbankan dan situasi bisnis di pasar saat ini berubah dengan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. pengertian manajamen pemasaran sebagai berikut :

BAB II Landasan Teori

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Melalui hasil observasi yang di lakukan oleh penulis pada hotel mahkota graha kota

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Rumah sakit termasuk salah satu BLU (Badan Layanan Umum) yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini orientasi pemasaran untuk setiap bidang usaha mulai terlihat

BAB I PENDAHULUAN. komposisi produk buku dengan Focal Point meliputi 68 persen buku dan 32

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

MARKETING MANAGEMENT OF HOSPITAL

BAB 1 PENDAHULUAN. perbaikan pada beberapa komponen pada sebuah kendaraan. perawatan dan perbaikan salah satu elemen kendaraan misal bengkel Dinamo.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI RUMAH SAKIT BHAKTI KARTINI. Rosmawati

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan global yang berkembang saat ini, muncul berbagai

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN DI HOTEL RIYADI PALACE SALA TESIS

Transkripsi:

MANAJEMEN LABORATORIUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR Dr.dr. BM.Wara Kushartanti FIK-UNY PENGANTAR Tujuan Laboratorium sebagai salah satu sumber belajar harus menjadi perhatian utama pengelola Laboratorim. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan suatu manajemen pelayanan yang berfokus pada pembelajar sebagai pelanggan. Pelayanan harus memperhatikan dan menerapkan kaidah manajemen kualitas pelayanan. Dengan menerapkan hal tersebut, suatu pelayanan laboratorium dapat mencapai sasaran. Proses manajemen pelayanan laboratorium yang berkualitas merupakan pendekatan manajemen kualitas total yang dapat membantu mempertahankan dan mengembangkan sumber belajar dan pembelajarnya sehingga dapat memperluas fungsi laboratorium. Jadikanlah proses kepemimpinan sebagai sumber utama yang menyediakan nilai terbaik bagi pembelajar. Proses manajemen yang berkualitas harus didukung oleh tujuan yang jelas dan dirancang untuk memberi dampak sebagai berikut (Flichman, 1994): 1. Peningkatan kepuasan pembelajar yang dimulai dengan mengetahui kebutuhan pembelajar, dan kemudian memberikan layanan sesuai dengan kebutuhannya. 2. Peningkatan kualitas dengan jalan meniadakan hal-hal yang dapat memberi kesan buruk pada pembelajar sewaktu kedatangannya yang pertama. 1

3. Peningkatan produktivitas dengan jalan meningkatkan efektivitas sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan persentase nilai yang lebih tinggi. 4. Peningkatan kualitas secara terus menerus. 5. Peningkatan kekuatan tim manajemen dengan mengintegrasikan berbagai kelompok melalui keahlian dan ketrampilan masing-masing. 6. Peningkatan kepuasan pekerja (laboran) dengan melibatkannya dalam perumusan tujuan, dan mengenali partisipasinya maupun pencapaiannya. Atribut yang harus diperhatikan dalam perbaikan manajemen kualitas pelayanan adalah (Gaspersz, 1997): 1. Ketepatan waktu pelayanan: menyangkut waktu tunggu dan waktu proses. 2. Akurasi pelayanan: berkaitan dengan validitas dan reliabilitas pelayanan, serta bebas dari kesalahan. 3. Kesopanan dan keramahan dalam memberikan layanan, terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan pelanggan eksternal seperti staf administrasi, laboran dan lain-lain. Citra pelayanan sangat ditentukan oleh orang-orang yang berada di garis depan dalam melayani langsung pengguna laboratorium. 4. Tanggung jawab berkaitan dengan deskripsi tugas masing-masing dan penanganan keluhan dari pembelajar. 5. Kelengkapan menyangkut lingkup pelayanan dan ketersediaan sarana pendukung serta pelayanan komplementer lainnya. 6. Kemudahan mendapatkan pelayanan berkaitan dengan banyaknya petugas yang melayani. 2

7. Variasi model pelayanan berkaitan dengan inovasi untuk memberikan polapola baru dalam pelayanan dan citra pelayanan. 8. Pelayanan pribadi berkaitan dengan fleksibilitas, penanganan permintaan khusus terutama berkaitan dengan penelitian dan lain-lain. 9. Kenyamanan memperoleh pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, kemudahan menjangkau, tempat parkir kendaraan, ketersediaan informasi, dan lain-lain. 10. Atribut pendukung pelayanan lainnya seperti misalnya kebersihan dan keindahan lingkungan, fasilitas musik, AC dan lain-lain. PEMBELAJAR SEBAGAI PELANGGAN Pembelajar di Laboratorium dapat diibaratkan sebagai pelanggan di suatu perusahaan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Siapakah itu pelanggan? Erry Ryana (2000) mengidentifikasi pelanggan sebagai berikut: 1. Pelanggan adalah mereka yang membawa keinginannya kepada kita. Tugas kita adalah memberi mereka keuntungan 2. Pelanggan tidak pernah jauh, sehingga masih mampu mempengaruhi pekerjaan kita, sejauh apa pun jarak kedua tempat. Kesalahan sekecil apa pun akan mengurangi nilai produk atau jasa kita di mata mereka. 3. Pelanggan dengan penilaian yang baik terhadap perusahaan kita merupakan harta terpenting di dunia. Apa pun yang bisa dilakukan untuk penilaian itu, serentak akan menjadi keunggulan kita. 3

4. Penilaian yang baik dari pelanggan tidak dapat dibeli atau dicuri, namun dapat diperoleh sebagai penukar dari nilai yang kita berikan. 5. Pelanggan berharap nilai dari apa yang mereka beli pada kita. Apabila kita tidak memberikan nilai itu, mereka akan pergi ke tempat lain untuk mendapatkannya. 6. Pelanggan adalah sekumpulan majikan diatas atasan kita. Dengan pelayanan baik kepada mereka, sesungguhnya kita melayani diri kita sendiri pula. Begitu tingginya posisi pelanggan di mata perusahaan jasa layanan, sehingga penilaian pelanggan terhadap kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting. Valerie (1996) mengkaji cara pelanggan menilai kualitas pelayanan medis, dan ia mendapatkan lima dimensi sebagai berikut: 1. Reliabilitas: Janji sesuai jadwal dan diagnosis yang akurat. 2. Tanggung jawab. 3. Jaminan pengetahuan, keterampilan dan reputasinya. 4. Empati: memanusiakan pasien, sabar, mengingat problem sebelumnya, dan berusaha mendengarkan keluhan pasien. 5. Terjangkau baik pada ruang tunggu, ruang pemeriksaan maupun peralatannya. Zeithaml (1996) meneliti tentang faktor-faktor yang mendorong pasien untuk tetap memanfaatkan jasa di suatu Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, jenis pelayanan, lokasi, jumlah kasus yang dapat di 4

diagnosa dan diatasi, layanan kasus gawat darurat, tersedianya tenaga kerja, dan banyaknya kegiatan pendidikan serta penelitian merupakan faktor yang dipertimbangkan oleh pasien untuk tetap memanfaatkan jasa layanan di suatu Rumah Sakit. Penelitian lain dilakukan oleh Rosenberg pada tahun 1988 di Swedia, dan berhasil di identifikasi faktor lokasi tempat pelayanan, tingkat kesadaran penduduk, dan sistem pelayanan merupakan faktor penentu. Berbeda dengan Neill (1989), ia mengelompokkan faktor-faktor tersebut menjadi faktor budaya, faktor sosial, dan faktor ekonomi. Friss (1989) mendapatkan bahwa karakteristik penduduk, status sosial ekonomi, komposisi umur, ketersediaan dokter, variasi layanan, dan corak praktek dokter merupakan faktor penentu pemanfaatan Rumah Sakit. Riska dan Haggglund (1991) lebih melihat isue gender sebagai faktor yang menentukan, sedangkan Glassner (1989) dalam penelitiannya tentang "Fitness dan sikap masyarakat post modern" mendapatkan bahwa jenis pemasaran dan tingkat profesionalisme layanan merupakan faktor yang menentukan. MANAJEMEN PELAYANAN LABORATORIUM Manajemen Pelayanan Laboratorium adalah bagaimana suatu pelayanan melalui program, sarana-prasarana, laboran, karyawan, dan inti manajemennya mampu merencanakan, menciptakan, dan memberikan layanan terbaik bagi pembelajar. Setiap lini harus tidak lepas dari kontrol inti manajemen, dan dengan demikian diperlukan kepemimpinan yang berkualitas. Erry Ryana (2000) mengutip perkataan Jendral H.Norman Schwazlopf yang 5

mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah gabungan antara strategi dan karakter. Tetapi kalau kita harus memilih salah satu, maka pilihlah yang kedua". Selanjutnya Erry mengidentifikasi 10 watak yang dikagumi dari seorang pemimpin, yaitu: 1. Jujur (honest) 2. Kompeten (competent) 3. Melihat ke depan (forward-looking) 4. Selalu memicu inspirasi (inspiring) 5. Pandai, cerdas (intelligent) 6. Obyektif, berlaku adil (fair minded) 7. Berwawasan luas (broad minded) 8. Berani mengambil resiko (courageous) 9. Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (straight forward) 10. Penuh imajinasi (imaginative) Disamping kepemimpinan yang berkualitas, diperlukan pula usaha untuk melibatkan seluruh laboran maupun karyawan untuk menangkap kebutuhan pelanggan, memantau perubahannya, dan memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan bidang tugasnya. Karyawan harus dilatih untuk menggunakan bahasa layanan kualitas dan merasa memiliki Laboratorium tersebut. Inovasi, pelayanan unggul dan bekerja dengan kualitas tertinggi harus menjadi prinsip kerja dari seluruh sumber daya manusia yang terlibat di Laboratorium. Keputusan manajemen kualitas berkaitan dengan pelayanan tujuh P, yaitu: 6

Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, Process Design, dan Participants. PENUTUP Dengan mentransfer ilmu manajemen pelayanan yang berlaku umum, kita dapat membuat modifikasi yang pas untuk suatu Pusat kebugaran. Dalam hal ini Pusat Kebugaran dipandang sebagai perusahaan jasa layanan. 7

Daftar Rujukan Erry Riyana H. (2000). Esensi Kepemimpinan: Mewujudkan Visi Menjadi Aksi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Flichman DG, dan Auld DD. (1994). Customer Retention through Quality Leadership. Singapore: Toppan Company. Friss L dan Friedman B. (1989). "Geographic Differences In The Use of Veterans Administration Hospitals". Social Science and Medicine: an International Journal. 28: 347-354. Gaspersz V (1997). Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Glassner B. (1989). "Fitness and The Post Modern self" Journal of Health and Social Behavior, 30: 180-191. Neill JR (1989). "A Social History of Psychotropic Drug Advertisement" Social Science and Medicine: an International Journal, 28: 333-338. Riska E. dan Hagglund U. (1991). "Advertising For Psychotropic Drug in The Nordic Countries: Metaphors, Gender And Life Situations" Social Science and Medicine: an International Journal, 32: 465-471. Rosenberg MW. (1988). "Linking The Geographical, The Medical and The Political in Analysing Health Care Delivery System" Social Science and Medicine: an International Journal, 26: 179-186 Valerie A, Leonard L. (1996). "The Behavioral Consequences of Service Quality" Journal of Marketing, 60: 31-46 Zeithaml, Valerie A. (1996). Service Marketing. Singapore: The Mc Graw Hill Companies, Inc. 8