Prosiding Pendidikan Guru PAUD ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
SENAM SI BUYUNG DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK

KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Pengaruh Permainan Futsal Modifikasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun

HUBUNGAN ANTARA LATIHAN SENAM IRAMA DENGAN KEMAMPUAN GERAKAN TERKOORDINASI ANAK USIA DINI JURNAL. Oleh Anisa Ayu Lestari ( )

PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B

KEGIATAN SENAM FANTASI MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK DI POS PAUD BINA PERGIWATI KEMLAYAN SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

PERMAINAN KESEIMBANGAN TUBUH BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK TK KELOMPOK A

BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN LOMPAT TALI KARET PADA ANAK KELOMPOK A

Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TARI TAKTETAH MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A

PENGARUH KEGIATAN OUTBOUND TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK 02 NGEMPLAK KARANGPANDAN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017

The Comparison of Gross Motor ability between male and female children at the age 5-6 years at TK Negeri Pembina 2 Pekanbaru

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PEMODELAN TARIAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan selanjutnya. Pendidikan memegang peranan yang sangat

PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM IRAMA DI TAMAN KANAK-KANAK BINA UMMAT PESISIR SELATAN

Yenny Zain, Zulkifli N, Ria Novianti

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN LOMPAT KELINCI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK ISLAM TERPADU CERIA MOJOAGUNG JOMBANG

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI BOLAK BALIK MEMINDAHKAN BENDA PADA ANAK KELAS 1A SD NEGERI JARAKAN

KESESUAIAN KETERAMPILAN GERAK LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF ANAK USIA 4-5 TAHUN SEGUGUS II KECAMATAN GALUR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN KREATIF ANAK USIA 3-4 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan yang pesat bahkan dikatakan sebagai

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN BAKIAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGARUH BERMAIN LEMPAR TANGKAP BOLA DAN MENGGAMBAR TERHADAP MOTORIK ANAK USIA DINI. Jurnal. Oleh : Anggiat Marudut Gultom

PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS DI SLB N PEMBINA YOGYAKARTA E-JOURNAL

PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MAHASISWA PUTRA

PENINGKATAN PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI GERAK IRAMA DI TK abc123 PONTIANAK SELATAN

PENGARUH PENERAPAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. kandungan hingga usia 8 tahun. Pendidikan bagi anak usia dini dilakukan melalui

ANALISIS METODE GERAK DAN LAGU UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak usia dini pada hakikatnya merupakan anak yang berusia 0-6 tahun

Gambar 4.1 Perkembangan Fisik Manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang tepat bagi anak sejak masa usia dini. aspek perkembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual mengalami

BAB III METODE PENELITIAN

(Penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-kanak Riyadush Sholihin Margahayu Kota Bandung) Oleh: Devi Nawang Sasi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia anak identik dengan dunia bermain, maka kehidupan anak usia

METODE PROYEK BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH PERMAINAN BOWLLING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BAKIAK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

I. PENDAHULUAN. jasmani di mana di dalam pelaksanaannya banyak menggunakan fisik atau

perkembangan anak. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS yang menyebutkan bahwa:

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Orang tua dan guru belum memahami akan perkembangan potensi yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pengaruh Media Menara Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Kelompok A

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan. Pada rentang usia ini anak mengalami the golden years yang. perkembangannya, termasuk perkembangan fisik-motoriknya.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI TEKNIK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO

Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk Tingkat Raudhatul Athfal ( Khusus pengembangan motorik anak TK / RA )

BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI TARI LAYANG-LAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK PRESIDEN 2 PADANG

HUBUNGAN KEGIATAN MERONCE DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK JURNAL. Oleh

2016 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN TARI KREASI BALI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI MODIFIKATIF

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM FANTASI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG. Martini ABSTRAK

PENGARUH PERMAINAN LOMPAT TALI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DI KELOMPOK B RA AL-MUHAJIRIN PALU ABSTRAK

MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA

KEGIATAN BERNYANYI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK TK KELOMPOK B

BAB I PENDAHULUAN. yang dalam proses pembelajarannya menekankan pada prinsip bermain

PENGARUH PERMAINAN PETAK UMPET TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK

PENGARUH MEDIA KAWAT BLUDRU TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

Perilaku gerak dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) kontrol gerak, (2) pembelajaran

PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK MELALUI BENDA REALIA

Al-Hikmah Jurnal Kependidikan dan Syariah

PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI TARI KE SAWAH DI TAMAN KANAK-KANAK TOYIBAH TALAWI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum

PENGARUH SENAM IRAMA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA 5 TAHUN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEREMAS KERTAS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

O. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SMPLB TUNARUNGU

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS KEGIATAN FUN COOKING UNTUK ANAK USIA 3-4 TAHUN

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA KELOMPOK B MELALUI PENGEMBANGAN PERMAINAN KURSI MUSIK

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan anak usia dini (PAUD) menurut Hasan (2011: 15), adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan

PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA WADUK KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK USIA DINI PADA TAMAN KANAK-KANAK (TK) DI KOTA SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, menurut Undang-Undang Nomor 20

MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK SEHAT CERDAS CERIA DI KELOMPOK B PAUD DAHLIA DESA KABAN JATI KECAMATAN ULU MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. semua aspek, baik kognitif, efektif maupun fisik motorik. besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contohnya berjalan, berlari,

BAB I PENDAHULUAN. gembira dapat memotivasi anak untuk belajar. Lingkungan harus diciptakan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI IMITASI DALAM GERAK TARI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG FIRMAWATI

O. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SMPLB TUNADAKSA

UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN WOODBALL

2014 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGANYAM

PENGARUH PERMAINAN DAKON TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGARUH KEGIATAN MELUKIS BERMEDIA KAPAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN MOTORIK KASAR MELALUI PEMBELAJARAN KEGIATAN TARI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD

AMOTORIK KASAR ANAK DAN PERMAINAN MELEMPAR BOLA SASARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM FANTASI MENURUT CERITA DI TAMAN KANAK-KANAK NEGERI PEMBINA PADANG PARIAMAN

PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK B

Transkripsi:

Prosiding Pendidikan Guru PAUD ISSN: 2460-6421 Pelaksanaan Kegiatan Binatang Berdasarkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok A di Paud Galenia Kota Bandung Implementation of Gymnastics Animal Fantasy Activity Based on Rough Motor Capability of Group A Children in Paud Galenia Bandung City 1 Nurwati, 2 Nan Rahminawati, 3 Dinar Nur Imten 1,2 Prodi Pendidikan Guru PAUD, FakultasTarbiyah, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 nurw6336@gmail.com, 2 nan_rahminawati@yahoo.com, 3 dinar_nurinten@yahoo.com Abstract. One aspect of the essential ability of early childhood development to develop is gross motor skills. The abusive motor abilities of A PAUD Galenia children before being applied to animal fantasy gymnastics, the average result of most children during gymnastics activities was not able to keep up with the movements, because the teacher was too fast in the movement, and the movements were too complicated. The purpose of this research is to know the effectiveness of animal fantasy gymnastics implementation in children of A PAUD Galenia group. There is no difference or no significant difference, with the application of animal fantasy gymnastics based on rough motor abilities of children. This study uses quasi-experimental method or One group pretest and posttest design. Data analysis technique used is Chi Square analysis, that is to analyze whether there is significant (significant) relationship between children of A PAUD Galenia group, in imitating animal fantasy gymnastics movement based on rough motor ability. The population in this study are all students of group A PAUD Galenia Bandung, amounting to 12 people. The results showed that, after applied animal fantasy gymnastics, the children of A PAUD Galenia group, can move to follow all gymnastics movement with enthusiasm and spirit. The movements contained in animal fantasy gymnastics that is, jump like a rabbit, walk like a duck and fly like a butterfly. Keywords: Rough Motor Capabilities, Fantasy Animals Animals Abstrak. Salah satu aspek kemampuan yang penting dari perkembangan anak usia dini yang harus dikembangkan adalah kemampuan motorik kasar. Kemampuan motorik kasar anak kelompok A PAUD Galenia, sebelum diterapkan senam fantasi binatang, hasil rata-rata sebagian besar anak pada saat kegiatan senam tidak mampu mengikuti gerakannya, karena guru terlalu cepat dalam melakukan gerakan, dan gerakan yang dilakukan terlalu rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan senam fantasi binatang pada anak-anak kelompok A PAUD Galenia. Terdapat perbedaan atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan, dengan penerapan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen atau One group pretest and posttest design. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis Chi Square, yaitu untuk menganalisis apakah ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara anak -anak kelompok A PAUD Galenia, dalam meniru gerakan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelompok A PAUD Galenia Bandung yang berjumlah 12 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, setelah diterapkan senam fantasi binatang, anak-anak kelompok A PAUD Galenia, dapat bergerak mengikuti semua gerakan senam dengan antusias dan semangat. Gerakan-gerakan yang terdapat dalam senam fantasi binatang yaitu, melompat seperti kelinci, berjalan seperti bebek dan terbang seperti kupu-kupu. Kata Kunci : Kemampuan Motorik Kasar, Binatang A. Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan pertama yang perlu diperhatikan dan menjadi dasar untuk jenjang pendidikan selanjutnya, melihat banyak sekali potensi yang perlu dikembangkan pada masa keemasan ini. Oleh karena itu, dalam Peraturan Menteri Pendidikan nomor 58 tahun 2009 ada lima aspek perkembangan anak yang harus dikembangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini yaitu, aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial dan 68

Pelaksanaan Kegiatan Binatang Berdasarkan... 69 emosional. Melihat banyaknya potensi pada masa usia ini, maka perlu adanya pendidikan anak usia dini yang dapat memberikan fasilitas yang lebih baik dan tepat, agar dapat membantu mengembangkan potensi anak secara optimal. Salah satu potensi yang dimiliki dan harus distimulasi adalah kemampuan motorik kasar.tujuan dari perkembangan kemampuan motorik kasar anak menurut Santoso (2002; 2) yaitu: 1. Mampu meningkatkan keterampilan gerak; 2. Mampu memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani; 3. Mampu menanamkan sikap percaya diri; 4. Mampu bekerja sama; 5. Mampu berperilaku disiplin, jujur dan sportif. Anak-anak pada umumnya senang melakukan bermacam-macam aktivitas fisik, seperti melompat, berlari-larian, dan lain sebagainya. Sujiono, (2007:2.10) mengatakan bahwa: Kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan guru saat anak memasuki lembaga prasekolah atau TK adalah anak mampu melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan dan melatih keberanian. Sejalan dengan kondisi motorik kasar anak kelompok A PAUD Galenia, maka peneliti melakukan observasi di PAUD Galenia pada tanggal 10, 17 dan 20 Januari 2017, dengan hasil rata-rata atau sebagian besar anak pada saat kegiatan senam, dengan banyak gerak lokomotor (gerakan berpindah tempat), guru terlalu cepat melakukan gerakan dan gerakan yang dilakukan terlalu rumit, sehingga anak-anak tidak mampu mengikutinya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di Paud Galenia kota Bandung?. Selanjutnya, tujuan dalam penelitian ini diuraikan dalam pokok-pokok sbb: 1. Untuk mengetahui kemampuan motorik kasar anak kelompok A PAUD Galenia sebelum diterapkan kegiatan senam fantasi binatang. 2. Untuk mengetahui kegiatan senam fantasi binatang yang dirancang, untuk dilakukan di kelompok A PAUD Galenia. 3. Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A PAUD Galenia. B. Landasan Teori Perkembangan motorik adalah proses perkembangan seorang anak belajar untuk terampil menggerakan anggota tubuh. Untuk itu, anak belajar dari guru tentang beberapa pola gerakan yang dapat mereka lakukan yang dapat melatih ketangkasan, kecepatan, kekuatan, kelenturan, serta ketepatan koordinasi tangan dan mata. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Cobin (dalam Sumantri, 2005, hlm. 48) mengemukakan bahwa perkembangan motorik adalah perubahan kemampuan gerak dari bayi sampai dewasa yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan gerak. Sedangkan menurut pendapat Sujiono (2007:112) menyatakan bahwa mengembangkan kemampuan motorik sangat diperlukan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pendapat Hurlock (1976) tentang perkembangan motorik anak, bahwa selama empat atau lima tahun pertama kehidupan pasca lahir, anak dapat mengendalikan gerakan yang kasar. Gerakan tersebut melibatkan bagian badan yang luas, yang digunakan dalam berjalan, berlari, melompat, berenang dan sebaginya. Setelah berumur lima tahun terjadi perkembangan yang besar dalam pengendalian koordinasi yang lebih baik yang melibatkan kelompok otot lebih kecil yang digunakan untuk Pendidikan Guru PAUD, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

70 Nurwati, et al. menggenggam, melempar, menangkap bola, menulis dan menggunakan alat. Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, dan otot yang terkoordinasi (Hurlock, 1978). Sedangkan Yudha dan Rudiyanto (2004) mengemukakan bahwa perkembangan motorik ialah perubahan perilaku motorik yang merefleksi interaksi antara kematangan organisme dan ligkungan setiap individu. Sujiono dkk (2008:13) memaparkan bahwa perkembangan motorik dapat disebut sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh.ada beberapa contoh permainan motorik kasar anak usia dini, misalnya yaitu : 1. Bermain dengan musik (senam) 2. Bermain menginjak gambar di karpet atau di lantai 3. Bermain bola, lomba lari 4. Bermain melompati lingkaran atau holahop 5. Bermain lempar tangkap bola Menurut Imam Hidayat (1995:8), menyatakan bahwa senam sebagai: Suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk dengan sengaja, dilakukan secara sadar dan terencana, disusun secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual. Ciri-ciri senam, antara lain : 1. Gerakan-gerakannya selain dibuat atau diciptakan dengan sengaja. 2. Gerakan-gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah keterampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh). 3. Gerakannya harus selalu tersusun dan sistematis yaitu terdiri dari pemanasan, inti dan penenangan. Menurut Samsudin (2007) senam fantasi adalah senam kanak-kanak yang dapat dilakukan dalam dua bentuk yaitu senam menurut fantasi dan senam dengan suruhan. Sedangkan menurut Achmad (Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, 1997:124) senam fantasi adalah senam yang gerakannya meniru gerakgerik atau tingkah laku manusia, binatang, serta gerakan benda-benda lain yang ada di sekitar lingkungan. Senam fantasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Bentuk Meniru Tanpa Alat Senam fantasi bentuk meniru tanpa alat adalah anak-anak melakukan gerakangerakan yang diucapkan oleh guru tanpa menggunakan alat bantu apapun. Contoh : guru berkata Kita berlari seperti kuda, Kita meloncat seperti kangguru, Kita terbang seperti burung dan sebagainya. 2. Bentuk Meniru dengan Alat Gerakan yang dapat dilakukan ketika senam fantasi bentuk meniru dengan alat, misalnya: bagaimana cara orang mencangkul, bagaimana cara orang memotong rumput. Alat yang dapat digunakan antara lain tongkat-tongkat, balok-balok, tali, simpai atau sebagainya yang dibuat sedemikian rupa sehingga anak mudah dan tidak berbahaya ketika memegangnya sambil melakukan senam. 3. Menurut Cerita Dalam senam fantasi menurut cerita guru dan anak melakukan gerak-gerik seolah menjadi pelaku dalam sebuah cerita atau sedang mengalami suatu peristiwa. Volume 1, No.1, Tahun 2017

Pelaksanaan Kegiatan Binatang Berdasarkan... 71 Berdasarkan teori diatas, maka senam fantasi yang dapat digunakan berkaitan dengan perkembangan motorik kasar anak adalah senam fantasi bentuk meniru tanpa alat, yaitu senam fantasi binatang dimana anak-anak melakukan gerakan-gerakan yang diucapkan oleh guru, meniru gerakan melompat seperti kelinci, berjalan seperti bebek, terbang seperti kupu-kupu dengan diiringi lagu-lagu anak. C. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian bahwa, penerapan senam fantasi binatang, dapat membuat anak bergerak mengikuti dan meniru gerakan yang terdapat dalam senam fantasi binatang, dengan senang dan antusias. Pelaksanaan penelitian kegiatan senam fantasi binatang di kelompok A PAUD Galenia dilakukan pada tanggal 30 Mei 2017 berjalan dengan baik. Anak mau mengikuti intruksi yang diberikan oleh peneliti. Anak juga dapat bergerak secara optimal. Hal ini dapat diketahui dari hasil data penelitian yang telah diolah dengan chi kuadrat sebagai berikut : Tabel 1. Data Penilaian Sebelum Diterapkan Binatang di Paud Galenia J. Kel No Binatang (kelinci) Binatang (bebek) Binatang (kupukupu) Skor Total 1 33 36 50 119 2 39 38 50 127 L 3 32 37 49 118 4 33 38 47 118 5 35 42 50 127 6 37 36 50 123 P 7 34 37 49 120 8 37 41 49 127 Jumlah 280 305 394 979 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas diperoleh bahwa, kondisi kemampuan anak kelompok A PAUD Galenia, dalam meniru gerakan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar, sebelum pembelajaran senam fantasi binatang diterapkan, ada tiga orang anak pada kategori belum berkembang dan lima orang anak pada kategori sedang berproses. Pendidikan Guru PAUD, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

72 Nurwati, et al. Tabel 2. Data Hasil Penelitian Sesudah Diterapkan Binatang di Paud Galenia J. Kel No Binatang (kelinci) Binatang (bebek) Binatang (kupukupu) Skor Total 1 39 48 48 135 2 38 48 51 137 L 3 37 48 49 134 4 36 46 50 132 5 39 46 51 136 6 38 46 49 133 P 7 39 44 51 134 8 38 46 51 135 Jumlah 304 372 400 1.076 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas bahwa, kondisi kemampuan anak kelompok A PAUD Galenia, dalam meniru gerakan senam fantasi binatang berdasarkan kemampuan motorik kasar, sesudah pembelajaran senam fantasi binatang diterapkan, anak kelompok A tersebut bisa meniru gerakan senam fantasi binatang, terlihat dari hasil perhitungan pada tabel 1 skor total 979, dan tabel 2 skor total 1.076 terjadi peningkatan dalam skor total kemampuan meniru gerakan yang terdapat pada senam fantasi binatang, artinya semua anak kelompok A bisa melakukan gerakan yang ada pada senam fantasi binatang. D. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan beberapa hasil penelitian sebagai berikut: 1. Profil kemampuan motorik kasar anak kelompok A PAUD Galenia, sebelum diterapkan senam fantasi binatang, dengan hasil rata-rata atau sebagian besar anak pada saat kegiatan senam dengan banyak gerak lokomotor, guru terlalu cepat dalam melakukan gerakan, dan gerakan yang dilakukan terlalu rumit, sehingga anak-anak tidak mampu mengikutinya. 2. Gerakan-gerakan yang terdapat dalam senam fantasi binatang yaitu, melompat seperti kelinci, berjalan seperti bebek dan terbang seperti kupu-kupu. 3. Setelah diterapkan senam fantasi binatang anak-anak kelompok A PAUD Galenia terlihat antusias dan semangat ketika melakukan senam fantasi binatang. Volume 1, No.1, Tahun 2017

Pelaksanaan Kegiatan Binatang Berdasarkan... 73 Daftar Pustaka Achmad, (1996). Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Bandung: Tarsito. Bambang Sujiono. (2008). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta. Universitas Terbuka. Hurlock, E. (1976). Personality Development. McGrow-Hill New Delhi Publishing Company Ltd. Solehuddin. (1997). Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. Bandung: UPI. Sumantri, 2005. Model Mengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan perguruan tinggi. Sugiyono. 2015. Metode Peneitian, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D. Bandung: Alfabet. Sujiono,Bambang Dan Yuliani Nurani Sujiono (2005). Menu Pembelajaran Anak Usia Dini. Jakarta: Yayasan Citra Pendidikan Indonesia. Santoso, S. Dkk (2002). Petunjuk Teknik Model Pengembangan Motorik Anak Prasekolah. Jakarta: Direktorat Olahraga Dirjen Olahraga Depdiknas. Pendidikan Guru PAUD, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017