Rancang Bangun Sistem Chassis Kendaraan Pengais Garam

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Teknika Atw 1

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

NAMA : JOKO PAMBUDIANTO NRP : DOSEN PEMBIMBING Prof. Dr. Ing. Ir. I Made Londen Batan, M. Eng. Tugas Akhir PERANCANGAN SEPEDA PASCA STROKE

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN DESAIN RANGKA DAN BODY. Perhitungan Kekuatan Rangka. Menghitung Element Mesin Baut.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

ANALISA DESAIN STRUKTUR DAN KESTABILAN SUSPENSI PASSIVE PADA SMART PERSONAL VEHICLE 2 RODA

BAB III ANALISIS KASUS

PERENCANAAN MEKANISME PADA MESIN POWER HAMMER

PERANCANGAN SISTEM KEMUDI GOKAR LISTRIK

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

PERANCANGAN DAN ANALISIS PEMBEBANAN GERGAJI RADIAL 4 ARAH

ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM TRANSMISI RODA GIGI DAN PERHITUNGAN. penelitian lapangan, dimana tujuan dari penelitian ini adalah :

Presentasi Tugas Akhir

PerancanganMekanisme UjiKarakteristikSistem Kemudi

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB IV ANALISA DESAIN MEKANIK CRUISE CONTROL

Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna

PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Berikut adalah data data awal dari Upper Hinge Pass yang menjadi dasar dalam

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

PERANCANGAN MEKANISME UJI KARAKTERISTIK SISTEM KEMUDI

Tugas Akhir ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK SQUARE BAN TANPA ANGIN TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. girder silang ( end carriage ) yang menjadi tempat pemasangan roda penjalan.

PERANCANGAN KONSTRUKSI PADA SEGWAY

BAB IV PROSES PERANCANGAN

BAB IV PERHITUNGAN HIDRAULIK

d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN TEGANGAN DAN SIMULASI SOFTWARE

BAB III METODE PERANCANGAN

Sumber :

ANALISIS DESAIN MODIFIED V-STAY PADA VOLVO FH16 MENGGUNAKAN CATIA V5

BAB II LANDASAN TEORI. seperti mesin, suspensi transmisi serta digunakan untuk menjaga mobil agar

ANALISIS DEFLEKSI DAN TEGANGAN SHOCK ABSORBER RODA BELAKANG SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER

STUDI KEKUATAN SPUR GEAR DENGAN PROFIL GIGI ASYMMETRIC INVOLUTE DAN SYMMETRIC INVOLUTE. Disusun oleh Mohamad Zainulloh Rizal

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TEORI DASAR. BAB II. Teori Dasar

PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON

IV. ANALISA PERANCANGAN

Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul D Uji Lentur dan Kekakuan

Perancangandanpembuatan Crane KapalIkanUntukDaerah BrondongKab. lamongan

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN kn LOGO

Latar Belakang. Pemanfaatan Energi Gerak Berjalan Sebagai Alternatif Energi. Energi Gerak Berjalan yang Belum Banyak Termanfaatkan.

DIAGRAM BAGAN ALIR PENELITIAN

METODOLOGI PERANCANGAN. Dari data yang di peroleh di lapangan ( pada brosur ),motor TOYOTA. 1. Daya maksimum (N) : 109 dk

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM SUSPENSI KENDARAAN TENAGA SURYA

PERANCANGAN SISTEM KEMUDI MANUAL PADA MOBIL LISTRIK

11 Firlya Rosa, dkk;perhitungan Diameter Minimum Dan Maksimum Poros Mobil Listrik Tarsius X3 Berdasarkan Analisa Tegangan Geser Dan Faktor Keamanan

ANALISA KEKUATAN CRANKSHAFT DUA-SILINDER KAPASITAS 650 CC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:

ANALISA DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG

BAB II LANDASAN TEORI

ELEMEN MESIN II ELEMEN MESIN II

Analisa Kinematik Secara Spatial Untuk Rack and Pinion pada Kendaraan Hybrid Roda Tiga Sapujagad 2

Rancang Bangun Alat Bantu Potong Plat Bentuk Lingkaran Menggunakan Plasma Cutting

BAB III PROSES PERANCANGAN DAN GAMBAR

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN CONNECTING ROD DAN CRANKSHAFT MESIN OTTO SATU SILINDER EMPAT LANGKAH BERKAPASITAS 65 CC. Widiajaya

Analisa Kinematik secara spatial untuk Rack and pinion pada Kendaraan hybrid roda 3 Sapujagad 2

ANALISA RANCANGAN DESAIN SHOCK ABSORBER BELAKANG PADA MOTOR YAMAHA JUPITER. Paridawati 1)

ANALISA STRUKTUR RANGKA DUDUKAN WINCH PADA SALUTE GUN 75 mm WINCH SYSTEM

BEARING STRESS PADA BASEPLATE DENGAN CARA TEORITIS DIBANDINGKAN DENGAN PROGRAM SIMULASI ANSYS

PEMASANGAN STRUKTUR RANGKA ATAP YANG EFISIEN

LAMPIRAN A. Tabel A-1 Angka Praktis Plat Datar

STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Kekuatan Konstruksi Underframe Pada Prototype Light Rail Transit (LRT)

Perhitungan Kapasitas Screw Conveyor perjam Menghitung Daya Screw Conveyor Menghitung Torsi Screw

ANALISIS DIMENSI LENGAN PADA MODEL RANCANGAN RENOGRAF THYROID UPTAKE TERPADU

NAMA : Rodika NRP : DOSEN PEMBIMBING Prof. Dr. Ing. Ir. I Made Londen Batan, M. Eng TESIS (TM ) RANCANG BANGUN SEPEDA PASCA STROKE

BAB III METODE PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA KERETA API. melakukan penelitian berdasarkan pemikiran:

Oleh: BAYU EKO NUGROHO Dosen Pembimbing: Dr. Ir. AGUS SIGIT PRAMONO, DEA SIDANG TUGAS AKHIR - TM

BAB III ANALISA PERHITUNGAN. 3.1 Putaran yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan

MESIN PEMINDAH BAHAN

Tujuan Pembelajaran:

PERANCANGAN MOTORCYCLE LIFT DENGAN SISTEM MEKANIK

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

ANALISIS TEGANGAN, DEFLEKSI, DAN FAKTOR KEAMANAN PADA PEMODELAN FOOTSTEP HOLDER SEPEDA MOTOR Y BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA

BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN Hasil Evaluasi Desain Frame Pesawat Paratrike

Sidang Tugas Akhir (TM091486)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Perencanaan Interior 2. Perencanaan Gedung 3. Perencanaan Kapal

Oleh: Bayu Wijaya Pembimbing: Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

Perancangan Sistem Transmisi Untuk Penerapan Energi Laut

PENGEMBANGAN PENYANGGA BOX MOBIL PICK UP MULTIGUNA PEDESAAN

BAB 5 ANALISIS. pemilihan mekanisme tersebut terutama pada proses pembuatan dan biaya. Gambar 5-1 Mekanisme Rack Gear

BAB III METODOLOGI PERENCANAAN

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Tumpuan Rol

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Motor

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK MANDIRI JL. NGESREP TIMUR V / 98 SEMARANG

BAB IV PROSES, HASIL, DAN PEMBAHASAN. panjang 750x lebar 750x tinggi 800 mm. mempermudah proses perbaikan mesin.

Transkripsi:

SIDANG TUGAS AKHIR TM091476 Rancang Bangun Sistem Chassis Kendaraan Pengais Garam Oleh: AGENG PREMANA 2108 100 603 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Ladang garam yang sangat luas Standart : 98% NaCl Kualitas di bawah standart Ketidakseragaman permukaan meja garam Keterlambatan proses pemanenan Pengangkutan garam ke tempat penampungan sementara Dibutuhkan alat yang bekerja secara cepat, tepat & efisien Tenaga manusia & menggunakan alat manual Mengaplikasikan kendaraan pengais salju ke kendaraan pengais garam

Bagaimana rancangan sistem chassis kendaraan pengais garam secara keseluruhan Bagaimana rancangan desain untuk rangka chassis kendaraan pengais garam yang sesuai dengan fungsinya agar mampu menopang beban kerja dan aman Bagaimana mendapatkan suspensi kendaraan pengais garam yang sesuai dengan beban dan dimensi kendaraan Bagaimana memperoleh sistem kemudi kendaraan pengais garam agar pengendara dapat dengan mudah mengendalikan kendaraan pengais garam

Bahan dari rangka kendaraan dianggap tahan terhadap korosi Pengaruh temperatur di ladang garam tidak terlalu signifikan, sehingga bisa diabaikan Kondisi ladang garam dianggap rata Pengaruh tekanan ban terhadap permukaan ladang garam sangat kecil sehingga tidak merusak kontur tanah Sistem pengereman dianggap bekerja dengan sempurna

PERHITUNGAN RANGKA CHASSIS KENDARAAN PENGAIS GARAM Skema Perancangan 1. 2. Bahan dan Dimensi Pemodelan Desain Rangka Desain Rangka secara riil Software catia V5R14 3. Perhitungan Analisa Gaya yang terjadi & Momen Inersia Tegangan Lentur Tegangan Geser Tegangan rencana Tegangan Ijin (aman)

PERHITUNGAN BERAT RANGKA CHASSIS Berat total rangka = 688,1 N Berat total yang ditopang oleh rangka chassis = 1962 N Berat total keseluruhan :

ANALISA PEMODELAN RANGKA CHASSIS Pemodelan beban yang terjadi pada rangka chassis dengan free body diagram Bahan (profil kotak) = Stainless Steel ( profil : 62,5 x 41,5 x 2 mm) Berat rangka (W rangka ) = 70 kg (686,7 N) Berat operator (W operator ) = 70 kg (686,7 N) Berat mesin (W mesin ) = 18 kg (176,6 N) Berat screw pengais arah vertikal (W screw pengais vrtkl ) = 40 kg (392,4 N) Berat screw pengais arah horizontal (W screw pengais hrztl ) = 40 kg (392,4 N), nilai ini didapatkan dari uji kendaraan pengais garam di ladang garam.

RANGKA CHASSIS BAGIAN R A - R B v maks = 59,8 kg (598 N) dan M maks = 12857 kg.mm (128570 N.mm) - Diagram bidang gaya geser bagian R A -R B - Diagram bidang momen lentur bagian R A -R B 59,8 kg 12857 kg.mm A C B 0 kg.mm 0 kg.mm -10,2 kg A C B - Momen Inersia (I x ) - Tegangan lentur maksimum

RANGKA CHASSIS BAGIAN R E - R F - Diagram bidang gaya geser bagian R E -R F - Diagram bidang momen lentur bagian R E -R F 9,4 kg 65941 kg.mm G I H -8,6 kg 0 kg.mm 0 kg.mm G I F v maks = 9,4 kg (94 N) M maks = 65941 kg.mm (659410 N.mm) - Tegangan lentur maksimum

RANGKA CHASSIS BAGIAN R G R H dan R I - R H - Diagram bidang gaya geser bagian R G -R H dan R I - R H 20 kg J L K v maks = 20 kg (200 N) -20 kg - Diagram bidang momen lentur bagian R E -R F dan R I - R H 14700 kg.mm 0 kg.mm M maks = 14700 kg.mm (147000 N.mm) J L K - Tegangan lentur maksimum Bagian R G -R H Bagian R I -R J

RANGKA CHASSIS SEBELAH KANAN (reaksi tumpuan pada sumbu roda depan dan belakang) - Diagram bidang gaya geser rangka chassis sebelah kanan 18,3 kg 20 kg M N O P Q R v maks = 59,8 kg (598 N) -19,3 kg -59,8 kg -28,7 kg - Diagram bidang momen lentur rangka chassis sebelah kanan 1872,84 kg.mm 0 kg.mm M N O P 174,44 kg.mm Q 0 kg.mm R M maks = 13078,26 kg.mm (130782,6 N.mm) -13078,26 kg.mm -8062,46 kg.mm - Tegangan lentur maksimum

Dari tabel material properties didapat tegangan luluh (yield stress) untuk stainless steel (S yp ) = 85 ksi 5,8 x 10 8 Pa, sedangkan untuk safety factor dipilih 3 karena pada rangka chassis ini beban yang diterima adalah beban statis. Syarat kekuatan : σ max σ i 1. Rangka dengan tumpuan roda depan dan belakang σ max σ i σ max σ u / sf σ max 5,8 x 10 8 Pa / 3 1,8 x 10 7 N/m 2 1,93 x 10 8 N/m 2 (aman) 2. Rangka bagian R A -R B (karena beban operator) σ max σ i σ max σ u / sf σ max 5,8 x 10 8 Pa / 3 1,8 x 10 7 N/m 2 1,93 x 10 8 N/m 2 (aman) 3. Rangka bagian R E -R F (karena beban mesin) σ max σ i σ max σ u / sf σ max 5,8 x 10 8 Pa / 3 9,42 x 10 7 N/m 2 1,93 x 10 8 N/m 2 (aman) 4. Rangka bagian R G R H dan R I - R H (karena beban screw pengais arah vertikal dan horizontal) Bagian R G R H σ max σ i σ max σ u / sf σ max 5,8 x 10 8 Pa / 3 2,11 x 10 7 N/m 2 1,93 x 10 8 N/m 2 (aman) Bagian R I - R H σ max σ i σ max σ u / sf σ max 5,8 x 10 8 Pa / 3 2,65 x 10 7 N/m 2 1,93 x 10 8 N/m 2 (aman)

ANALISA TEGANGAN RANGKA CHASSIS MENGGUNAKAN SOFTWARE CATIA V5 R14 Untuk mengetahui kekuatan material dari rangka chassis yang riil pada kondisi pembebanan statis maka harus dilakukan pengujian menggunakan perangkat lunak yaitu software Catia V5 R13 Teori yang digunakan dalam menganalisa kegagalan dalam perancangan menggunakan software catia V5 R14 ini menggunakan Distorsion Energy Theory atau biasa dikenal sebagai von mises criterion Hasil uji tegangan menggunakan stress von misses Hasil uji tegangan menggunakan stress principle Tegangan maksimum Daerah rawan patah Tegangan maksimum Daerah rawan patah

Global estimate error Data data untuk material properties : Bahan : stainless steel Yield strength : 2,5 x 10 8 N/m 2 Young Modulus : 2 x 10 11 N/m 2 Poison ratio : 0,266 Density : 7860 kg/m 3 Untuk menyatakan bahwa rangka chassis ini aman untuk digunakan maka : Dari hasil uji tegangan menggunakan teori von misses, terlihat bahwa tegangan maksimum yang terjadi sebesar 4,9 x 10 7 N/m 2 ( di gambar terlihat yang berwarna merah), sedangkan tegangan minimumnya-nya sebesar 49,7488 N/m 2 (di gambar terlihat yang berwarna biru) σ max σ i 4,9 x 10 7 N/m 2 2,5 x 10 8 N/m 2 (aman)

PERANCANGAN SUSPENSI KENDARAAN PENGAIS GARAM Fungsi suspensi : untuk menjamin kenyamanan kepada pengendarajika kendaraan berjalan pada berbagai jenis permukaan jalan Komponen Pegas : untuk mengakomodasi getaran Peredam (absorber) : untuk meredam getaran

PERANCANGAN PEGAS SUSPENSI DEPAN 1. Diameter kawat pegas (d) 6. Defleksi total (δtotal) (40-60 mm) (aman) 2. Tegangan geser (τ) 7. Konstanta pegas (k) 3. Tegangan maksimum yg diijinkan (τd) (0,8 : untuk kerja berat) 8. Beban awal terpasang (Wo), Lendutan efektif (δef), lendutan maksimum (H1) 4. Syarat aman kekuatan pegas : τ τd 43,1 kg/mm 2 52 kg/mm 2 (aman) 5. Jumlah lilitan yang aktif bekerja digunakan nt = 5 9. Ketinggian pegas yang termampatkan (Hc)

10. Syarat aman : H1 > Hc 266,7 mm > 81,25 mm (aman) 11. Kelonggaran kawat pada awal terpasang (Cs) 12. Kelonggaran kawat pada saat terjadi lendutan maksimum (C1) 13. Syarat kekakuan pegas saat dibebani akan mengalami tekukan / tidak: (AMAN)

PERANCANGAN PEGAS DAUN (SUSPENSI BELAKANG) 1. Tegangan ijin (σa) 5. Konstanta pegas (k) Tabel material properties 2. Tegangan yang direncanakan (σ) 6. Syarat aman : k k req 57,2 N/ mm 30 N/ mm (aman) 7. Jarak dari pusat pegas ke pegas yang paling bawah (a) 3. Syarat aman untuk kekuatan pegas : σa σ 1470 N/mm 2 /2 612,4 N/mm 2 735 N/mm 2 612,4 N/mm 2 (aman) 4. Defleksi pada pegas (δ)

PERANCANGAN SISTEM KEMUDI KENDARAAN PENGAIS GARAM Skema Perancangan Pemilihan sistem kemudi Menentukan letak titik berat Gaya gesek pada roda Radius putar maksimum roda Perancangan mekanisme sistem kemudi bagian bawah Gaya yang dibutuhkan untuk memutar kemudi

Pemilihan Sistem Kemudi Tenaga yang digunakan Jumlah roda yang bergerak Jenis roda gigi kemudi Sistem kemudi manual Tipe: rack & pinion

Letak Titik Berat h Gaya gesek maksimum yang terjadi pada roda W B W total W A

Radius putar minimum kendaraan Sudut belok roda maksimum bagian luar (θo) Sudut belok roda maksimum bagian dalam (θi)

Perancangan mekanisme sistem kemudi bagian bawah a : Jarak sumbu roda b : Jarak antara kedua ujung tie rod c : Panjang rack shaft d : Panjang lengan steering knuckle depan e : Panjang lengan steering knuckle belakang f : Panjang tie rod γ : Sudut antara lengan steering knuckle belakang dengan sumbu normal roda α : Sudut antara lengan steering knuckle depan dan belakang 1 : Roda 2 : Tie rod 3 : Rack shaft 4 : Lengan steering knuckle depan 5 : Lengan steering knuckle belakang 6 : Engsel tetap 7 : Engsel tidak tetap 8 : Ball joint

Dimensi ukuran dari mekanisme sistem kemudi bagian bawah saat kondisi normal (tidak belok) 1. Panjang steering knuckle direncanakan sepanjang 150 mm agar dapat menggunakan roda dengan lebar 320 mm 2. Panjang tie rod dan lengan steering knuckle belakang direncanakan sepanjang 200 mm dan 175 mm 3. Panjang rack shaft sepanjang 394 mm 4. Sudut α direncanakan 18

Analisa batang-batang pada mekanisme sistem kemudi bagian bawah menggunakan cara grafis kinematika batang 1. Roda bagian dalam membentuk sudut 15 dan roda bagian luar 12 2. Roda bagian dalam membentuk sudut 30 dan roda bagian luar 23

Gaya total tie rod Perancangan Tie Rod Gaya yang timbul pada ujung tie rod = 34,7 kg (diambil dari gaya pada ujung tie rod yang terbesar) Bahan AISI 1040 HR dengan syp (yield strength) = 58 ksi = 400,2 N/mm²

Lanjutan perencanaan tie rod Safety factor = 2 (karena beban yang terjadi pada steering knuckle adalah beban statis) Diameter dari tie rod didapatkan = 1,5 mm, maka direncanakan menjadi 15 mm untuk mengantisipasi beban lebih yang belum diketahui pada tie rod Perancangan sambungan pin tie rod dengan rack shaft material yang digunakan baja karbon S 30 C dengan kekuatan tarik = 48 kg/mm² Safety factor =2 Gaya yang timbul pada pin = 34,7 kg (340,4 N) (diambil dari gaya pada ujung tie rod yang terbesar) diameter pin = 1,3 mm, direncanakan menjadi 8 mm untuk mengantisipasi beban lebih yang belum diketahui pada pin

Analisa gaya untuk memutar kemudi cm 20 Diameter roda kemudi direncanakan = 350 mm Diameter pinion = 12 mm (standart ukuran dimensi pinion pada mobil suzuki carry) Gaya yang dibutuhkan untuk memutar kemudi (F K ) = Keterangan : r = Perbandingan antara diameter roda kemudi dengan pinion = 350/12 = 29,2 mm Ftotal = gaya yang bekerja pada tie rod = 52,1 kg Jadi

Kesimpulan 1. Rangka chassis terbuat dari bahan stainless steel dengan bentuk profil kotak, dengan beberapa ukuran dimensi yaitu 62,5 mm x 41,5 mm x 2 mm, 41,5 mm x 41,5 mm x 2 mm dan 41 mm x 41 mm x 2 mm. Berat total dari kendaraan secara keseluruhan dihitung sebesar 3433,5 N, berat ini tidak melebihi dengan yang direncanakan yaitu sebesar 400 kg 2. Jenis suspensi depan yang digunakan yaitu tipe machperson (suspensi pasif/konvensional) dengan menggunakan bahan untuk kawat pegas yaitu baja pegas dengan tipe baja SUP4, diameter kawat pegas ditentukan sebesar 12,5 mm dan jumlah lilitan yang bekerja 5 buah. Sedangkan untuk suspensi belakang menggunakan jenis pegas daun yang terbuat dari steel-55si2mn90, jumlah pegas daun yang digunakan sejumlah 9 buah dengan tebal 4,5 mm dan lebar 55 mm. 3. Sistem kemudi menggunakan tipe rack & pinion dengan mekanisme pengerak menggunakan spur gear yaitu satu roda gigi pinion dan satu batang gigi rack, didapatkan radius putar maksimum kendaraan sebesar 2008,1 mm, sudut maksimum roda bagian dalam : 26,6 dan sudut maksimum roda bagian luar sebesar 36. Bahan tie rod terbuat dari AISI 1040 HR dengan ukuran diameter sebesar 1,5 mm dan direncanakan menjadi 15 mm, sedangkan untuk pin terbuat dari baja karbon S 30 C dengan ukuran diameter 8 mm. Gaya yang dibutuhkan untuk memutar kemudi sebesar 1,8 kg. Saran 1. Untuk pengembangan lebih lanjut akan lebih baik dilakukan analisa kekuatan rangka berdasarkan pada kondisi beban dinamis serta perancangan sistem otomasi pada mekanisme pengaisan garam yang sesuai dengan kondisi di meja garam. 2. Untuk menjaga agar umur pakai kendaraan pengais garam dapat dipertahankan dalam waktu yang cukup lama dan untuk menjaga keselamatan operator maka hal-hal yang harus diperhatikan yaitu; a. Pergunakan alat sesuai dengan kegunaan dan kapasitasnya. b. Untuk menjaga agar kendaraan ini terhindar dari kerusakan maka harus diperhatikan sistem perawatannya dan dilakukan perawatan secara berkala.