BAB II PROFIL PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II PROFIL PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) KEBUN SAWIT LANGKAT

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN. PT Sintang Raya di Kabupaten Kubu Raya merupakan PT (Perseroan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III PEMBAHASAN. telah mengembangkan konsep biaya menurut kebutuhan mereka masing-masing. akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Sejarah Singkat dan Keadaan Umum Desa Rejosari

BAB II PROFIL PTPN IV BAH BIRUNG ULU PEMATANG SIANTAR. A. Sejarah Ringkas PTPN IV Bah Birung Ulu Pematang Siantar

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. dicapai. Ketiga tujuan tersebut antara lain: laba perusahaan yang maksimal,

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. PT Dinamika Cipta Sentosa berdiri sejak Tahun 1993, bidang usaha yang dijalani oleh

TABEL PRODUKSI PTPN IV UNIT/KEBUN PABATU TAHUN 2004

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan. Pertanian

Mungkur dan Gading Jaya. kebun Limau. PT Selapan Jaya, OKI ha ha, Musi Banyuasin. PT Hindoli, 2, kebun Belida dan Mesuji

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor dari sektor

ANALISIS ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. PT. KELANTAN SAKTI, selanjutnya disebut Perseroan, merupakan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. merupakan cikal bakal berdirinya Kebun/Unit PT. Perkebunan Nusantara V

BAB III PEMBAHASAN. biaya dalam arti cost dan biaya dalam arti expense. Biaya atau cost adalah

Tugas dan Tanggung Jawab Tiap-Tiap Jabatan pada Struktur. Organisasi. Menurut data bagian kantor Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT.

I. U M U M. TATA CARA PANEN.

PT Perkebunan Nusantara IV Laporan Realisasi dan Anggaran Produksi Teh Tahun 2007 Luas Areal Di Panen-Realisasi: 5.396,11 Ha RKAP: 5.

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) A. Sejarah singkat PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)

LAMPIRA N. Universitas Sumatera Utara

KEADAAN UMUM. Letak Wilayah Administratif

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu dari 14 Badan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG. Lokasi Kebun

BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kelestarian sumber daya alam (Mubyarto, 1994).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. efesien dan tangguh serta dapat menunjang sektor industri. Kemudian sektor

SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH. Oleh AHMAD FAUZI LUBIS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BIAYA OPERASIONAL PADAPT PERKEBUNAN NUSANTARA IV MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. kerja yang aman dan nyaman serta karyawan yang sehat dapat mendorong

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 395/Kpts/OT.140/11/2005 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. dapat bertahan dalam persaingan maka perlu diterapkan kebijakan-kebijakan dalam

2013, No.217 8

BAB I PENDAHULUAN. Sejak dikembangkannya tanaman kelapa sawit di Indonesia pada tahun 60-an,

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting yang patut. diperhitungkan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

KEADAAN UMUM. Letak Wilayah Administratif

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terlihat dari rata-rata laju pertumbuhan luas areal kelapa sawit selama

ANALISIS ALOKASI BIAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) UNIT USAHA REJOSARI DI LAMPUNG SELATAN.

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris dimana sektor pertanian merupakan

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) Negara. Setiap perusahaan mempunyai sejarah masing-masing. Sejarah

BAB I PENDAHULUAN. organisasi/perusahaan, dimana SDM yang mampu menghasilkan kinerja yang baik dapat

I. PENDAHULUAN. salah satu bagian penting dalam pembangunan pertanian serta merupakan bagian

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat di Indonesia. Sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi

KEADAAN UMUM. Wilayah Administratif

BAB I. tidak terlepas dari masalah pendapatan dan biaya. Pendapatan dan biaya

POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI KELAPA SAWIT 1 Oleh: Almasdi Syahza Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan Lembaga Penelitian Universitas Riau

VI. REKOMENDASI KEBIJAKAN

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan, yaitu : konsep pengembangan wilayah berdasarkan Daerah

Indonesia Kebun Matapao adalah sebagai berikut: tertinggi di PT. Socfindo Kebun Mata Pao. Manager/ADM mempunyai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTANIAN. Kelapa Sawit. Pembelian Produksi Pekebun.

BAB 1 PENDAHULUAN. Keputusan manajemen dalam kaitannya dengan penggunaan input

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki rencana pengembangan. bisnis perusahaan untuk jangka waktu yang akan datang.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Bagi perekonomian Indonesia, sektor pertanian merupakan sektor yang

INOVASI TEKNOLOGI KOMPOS PRODUK SAMPING KELAPA SAWIT

DAFTAR ISI. Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN...

1 PENDAHULUAN. Sumber : Direktorat Jendral Perkebunan (2014) Gambar 2 Perkembangan Produksi CPO Indonesia

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 14/Permentan/OT.140/2/2013 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN HARGA PEMBELIAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT PRODUKSI PEKEBUN

BAB I PENDAHULUAN. dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk.

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Kelapa sawit (Elaeis guineensis) adalah tanaman pohon tropis yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki potensi sangat besar dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia.

47. Kriteria Kelayakan Investasi Kompos & Listrik Akibat Penurunan

BAB I PENDAHULUAN. negara Indonesia, terutama dalam hal menjaga faktor-faktor produksi yang

BAB I I PTP NUSANTARA II BATANG SERANGAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha agroindustri PT Perkebunan Nusantara

BAB I PENDAHULUAN. bisnis yang akan menimbulkan kesulitan dalam perencanaan dan. pengendalian manajemen. Manajemen perusahaan yang baik merupakan

KATA PENGANTAR. Samarinda, Juli 2016 Kepala, Ir. Hj. Etnawati, M.Si NIP

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II PROFIL PT. KHARISMA PEMASARAN BERSAMA NUSANTARA (KPBN) CABANG MEDAN

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN..

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 395/Kpts/OT.140/11/2005 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Manajemen rantai pasok, sebagai subyek penelitian, masih dalam masa

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Makmur didirikan pada tanggal 27 Mei 1996, dikantor Notaris Robert

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR. Samarinda, September 2015 Kepala, Ir. Hj. Etnawati, M.Si NIP

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Pembentukan perusahaan ini mempunyai lintasan sejarah yang diawali dengan

PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk. TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE Senin, 14 Mei Bagaimana target produksi dan penjualan Perseroan pada tahun 2018?

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN. Negara bidang perkebunan yang berkedudukan di Medan, Provinsi Sumatera

Transkripsi:

BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Ringkas Sebelumnya PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Lagkat ini merupakan Unit Kebun Sawit Langkat (SAL) berdiri sejak tahun 01 Agustus 1974 sebagai salah satu Unit Usaha dari PTP. VIII karena kerugian selama menjadi unit pengolahan hutan (LOG) maka pada tahun 1979 dikonversi menjadi Kebun Kelapa Sawit. Tahun 1996 SAL menjadi salah satu dari 30 unit kerja PT. Perkebunan Nusantara IV (hasil gabungan PTP. VI, VII, VIII). PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS), tahap pertama pembangunan PKS dimulai tahun 1981 dengan kapasitas 20 ton TBS/jam. Pembangunan PKS ini didanai oleh Developent Association dan tahap kedua dibangun dalam kurun waktu 1990-1991 dengan kapasitas 20 ton/jam. PKS ini beberapa kali mengalami penyempurnaan instalasi, antara lain Super Nut creaker (1990), Loading Ramp (1996), Rebusan Sistem Otomatis (1996). PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat terletak di Desa tebing Tanjung Selamat Kec. Padang Tualang Kab. Langkat, ± 80 km dari kota Provinsi Medan, kondisi topografi datar ± 38%, bergelombang 29% dan berbukit 33%, PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat berada pada ketinggian ± 100% meter dari permukaan laut jenis tanah padsolik.

PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat berkantor pusat dimedan, Sumatera Utara. Perusahaan ini bergerak dibidang usaha sektor perkebunan, sampai tahun 2008 total luas areal tanaman mencapai 6.475 hektar, yang terdiri dari Tanaman Menghasilkan (TM) 3.832 Ha, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 980 Ha, Tanaman Ulang (TU) 491 Ha, Tanaman Baru 252 Ha, TTAD tahun 2008 717 Ha, Bibitan 6 Ha, lain-lain 197 Ha. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat berhasil berkembang menjadi perusahaan yang maju. Pertumbuhan yang berhasil dicapai selama ini tidak lain merupakan hasil dari strategi dan kebijakan manajemen yang berwawasan jauh kedepan, ditunjang dengan kemampuan adaptasi dan daya serap terhadap dinamika lingkungan dan perkembangan dunia serta tak lepas dari kerja karyawan maupun pekerja. B. Struktur Organisasi Organisasi merupakan suatu wadah sekumpulan orang-orang yang bekerja sama yang terikat dalam hubungan formal untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Struktur organisasi dari PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat adalah struktur organisasi garis sesuai dengan laju perkembangan. Struktur ini diharapkan dapat memberi gambaran pembagian tugas, wewenag, tanggung jawab serta hubungan pelaporan menyangkut besarnya rentang kendali semua pimpinan disetiap tingkat dalam organisasi tersebut.

Struktur organisasi juga menetapkan sistem hubungan dalam organisasi yang memungkinkan tercapainya kioordinasi dan pengitegrasian segenap kegiatan organisasi baik kearah vertikal maupun horizontal. PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat mempunyai fungsi manajemen yang sangat jelas, dimana pembagian tugas, wewenang dan tanggungjawab dalam organisasi dilakukan menurut struktur organisasi yang telah diharapkan, setiap personil akan diberikan tugas atau kualifikasi dan tanggungjawabnya. C. Job Description Uraian tugas (Job Description) yang dilakuan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat adalah sebagai berikut: 1. Kepala Manajer Unit Usaha Fungsi dan tugas dari kepaka manajer unit adalah : a. merumuskan strategi dalam pengelolaan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien, sehingga mampu menghasilakan kinerja yang optimal dengan biaya yang relistis, b. mengkoordinir dan mengawasi proses penyusunan RKAP tahun 2009 Unit-Unit Usaha di wilayah masing-masing, c. menyusun anggaran untuk biaya overhead Kantor GUU masing-masing, d. mengkoordinasi dengan bagian SDM kantor pusat untuk menyusun tarif biaya untuk karyawan.

2. Kepala Bagian Tanaman Fungsi dan tugas dari kepala bagian tanaman adalah : a. menyusun rencana tanaman baru/ulang/konversi dan rencana mutasi nareal tanaman tahun 2009, b. bekerja sama dengan bagian perencanaan menyusun standar fisik bidang tanaman yang dirinci perbudidaya, baik untuk pemeliharaan TM maupun Investasi (TU, TB, Konversi, TBM dan Pembibitan), c. menyusun rencana investasi dibidang tanaman baik fisik maupun biaya berdasarkan prioritas, d. menyusun rencana produksi Unit Usaha tahun 2009 untuk semua jenis komoditi yang diusahakan, dengan memperhatikan potensi statistic produksi unit, e. menyusun rencana dan jadwal pemupukan untuk TBM dan TM untuk semua komiditi, f. menyusun standar pemeliharaan tanaman menghasilkan serta standar panen dan pengangkutan ke pabrik. 3. Kepala Bagian Pengolahan Fungsi dan tugas dari bagian pengolahan adalah : a. menyusun standar sistem pemantauan lingkungan dan kolam limbah, b. menyusun kebutuhan bahan-bahan pengolahan di pabrik kelapa sawit, c. menentukan kapasitas olah dan hari olah kelapa sawit, d. menetapkan rendemen minyak sawit dan inti sawit tiap-tiap PKS.

4. Kepala Bagian Teknik Fungsi dan tugas dari kepala bagian teknik adalah : a. menyusun standar fisik dibidang teknik yang meliputi kapasitas pabrik, kebutuhan tenaga kerja pemeliharaan mesin dan instalasi pabrik, untuk seluruh kelapa sawit, b. menyusun tarif listrik berdasarkan ketentuan yang berlaku, c. menyusun norma pemakaian bahan/barang untuk seluruh jenis kendaraan, alat berat dan pabrik, d. menyusun anggaran biaya overhead bagian teknik. 5. Kepala Bagian Keuangan Fungsi dan tugas dari kepala bagian keuangan adalah : a. menyusun standar fisik dan tarif-tarif biaya yang berkaitan dengan pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bumi dan bangunan (PBB), b. menyusun biaya asuransi asset dan cash in transit yang menjadi beban Unit-Unit Usaha, c. menyusun anggaran biaya overhead bagian keuangan, d. meningkatkan pengendalian pelaksanaan anggaran, e. bekerjasama dengan bagian sekretaris perusahaan menyusun/mengkompilasi biaya administrasi unit usaha. 6. Kepala Bagian Akuntansi Fungsi dan tugas kepala bagian akuntansi: a. menyusun anggaran biaya pegawai yang diperbantukan, b. menyusun rencana pendapatan dan biaya-biaya lain diunit usaha,

c. mengevaluasi anggaran biaya penyusutan asset tahun 2009, d. menyusun laporan tepat waktu, e. menyusun anggaran biaya overhead bagian akuntansi. 7. Kepala Bagian Perencanaan. Fungsi dan tugas dari kepala bagian perencanaan : a. menyusun biaya percobaan dan penelitian unit-unit usaha, b. mengkaji cost dan benefit terhadap rencana investasi PT. Perkebunan Sawit Langkat, c. bekerjasama dengan bagian tanaman, teknik, pengolahan dalam menyusun standar fisik, d. melaksanakan Land Application atas Limbah PKS. 8. Kepala Bagian Teknologi Informasi Fungsi dan tugas dari kepala bagian teknologi informasi adalah : a. menyusun kebutuhan anggaran informasi teknologi dan kebutuhan perangkat computer, b. menyusun anggaran biaya overhead bagian perencanaan. 9. Kepala Bagian Pengembangan Fungsi dan tugas dari kepala bagian pengembangan adalah : a. menyusun anggaran didaerah pengembangan, b. merumuskan rencana pembangunan infrastruktur daerah pengembangan. 10. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Fungsi dan tugas dari kepala bagian sumber daya manusia adalah :

a. menyusun rencana hari-hari kerja efektif tahun 2009, b. menyusun kebutuhan beras karyawan pelaksana dan pensiun, c. menyusun tarif biaya cuti karyawan pimpinan dan pelaksana, d. meningkatkan hubungan industrial, keselamatan dan kesehatan kerja. 11. Kepala Bagian Umum Fungsi tugas dari kepala bagian umum adalah : a. meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya mengamankan asset perusahaan, b. meningkatkan koordinasi pelayanan kerumahtanggaan, keamanan dan sarana komunikasi, c. menyusun anggaran biaya overhead bagian umum keunit usaha. 12. Kepala Bagian Pertanahan Fungsi dan tugas dari bagian kepala bagian pertanahan adalah : a. menyusun standar yang berkaitan dengan bidang agrarian, b. menyusun tarif biaya keamanan untuk unit-unit industri, c. menyusun rencana biaya ganti rugi tanaman perunit usaha baik pada rekening biaya eksploitasi maupun investasi. 13. Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan Fungsi dan tugas dari kepala bagian sekretaris perusahaan adalah : a. menyusun anggaran biaya overhead bagian sekretaris perusahaan tahun 2009, b. menyusun biaya administrasi dan biaya lain-lain unit usaha.

14. Grup Unit Usaha (GUU) Fungsi dan tugas dari GUU adalah : a. mengawasi program kerja lapangan para administrasi ditiap kebun, b. memberi laporan kepada para kepala bagian dimasing-masing bidang, c. bertanggungjawab penuh atas perkembangan hasil produksi. D. Jaringan Usaha / Kegiatan PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat salah satu unit usaha yang dikelola oleh PTPN IV Wilayah Sumatera Utara yang beralokasi dimedan dan skaligus merupakan anak dari perusahaan tersebut. PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat mengoperasikan satu unit pabrik fraksionasi dan refinasi CPO dengan kapasitas lebih kurang 200 ton perhari dengan produk akhir berupa margarin RBD olein (Refined Bleaced Deodarized), Stearine dan fatty acid. Pabrik ini dalam proses menggunakan sistem dry process (tanpa bahan kimia). Keunggulan hasil produksinya diminati di pasar negara-negara maju. Jaringan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat adalah dengan mengelola hasil kebun sawit tersebut dengan kapasitas TBS (Tandan Buah Segar) dan pabrik tersebut mengelola bahan mentah sawit menjadi Pengolahan Inti Sawit (PIS) dan kemudian mengantar produk yang telah dihasilkan ke PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) wilayah Sumatera Utara yang beralokasi di Medan.

E. Kinerja Usaha Terkini PT. Perkebunan perkebunan yang bergerak dibidang sektor usaha kelapa sawit, mulai dari pembibitan sampi dengan pengolahan minyak mentah. Realisasi Kinerja Tahun 2003-2006 : URAIAN 2003 2004 2005 2006 TBS (Ton/Ha) TBS (kg) Minyak (kg) Inti (kg) Rent. Minyak (%) Rent. Inti (%) Sumber: PTPN IV Kebun Sawit Langkat 13.508 81.264.030 17.709.240 4.193.406 21,79 5,16 14.210 85.474.180 18.690.180 4.847.502 21,87 5,67 16.900 98.560.350 21.801.763 6.086.281 22,12 6,18 16.799 85.673.350 19.376.180 4.399.664 22,12 6,18 Realisi kinerja yang dilakukan pada tahun 2008 adalah : TBS Total produksi TBS kebun sendiri diperkirakan sebesar 2.005.585 ton atau 3,2 % dibawah RKAP tahun 2008 sebesar 2.072.090 ton sedangkan produksi TBS sebesar 22.03 ton/ha, hal ini disebabkan pada tahun 2008 dilakukan mapping areal sehingga total area TBM berkurang seluas 3.314 Ha. Total areal perkebunan adalah 175.244 Ha dan areal rahabilitas (bermasalah 2.122). Hasil Olahan Total produksi minyak sawit untuk kebun sendiri sebesar 472.918 ton atau 3,29 % dibawah RKAP tahun 2008sebesar 489.017 ton, sedangkan capean rendeman sebesar 23,58 % atau 0,09 % dibawah RKSP tahun 2008 sebesar 23,60 %. Total produksi inti sawit kebun sawit ini sebesar 98.607 ton atau 4,70 % dibawah RKAP tahun 2008

sebesar 103.573 ton sedangkan capaian rendemen sebesar 4,92 % atau 1,64 % dibawah RKAP tahun 2008 sebesar 5,0 %. Dari uraian di atas disimpulkan bahwa realisasi kinerja terkini pada perusahaan yan bergerak dibidang sector kelapa sawit dari mulai pembibitan sampai dengan pengolahan menjadi minyak mentah selalu berubah-ubah sesuai dengan produksi yang dihasilkan. F. Rencana Kegiatan PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Sawit Langkat memiliki jenis kegiatan usaha yang bergerak dibidang industri perkebunan dengan mengelola kelapa sawit yang dilengkapi dengan sarana pengolahan pabrik kelapa sawit. Berikut ini beberapa kegiatan perusahaan: a. Mengusahakan budidaya tanaman meliputi pemupukan, pengelolaan lahan pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang sehubungan dengan budidata tersebut. b. Produksi meliputi pemungutan hasil tanaman, pengolahan hasil tanaman sendiri dari bahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi. c. Pengembangan usaha dibidang perkebunan, agrousaha dan agrobisnis. d. Menjalankan perusahaan dibidang perkebunan kelapa sawit. e. Mengelola usaha secara profesional untuk meningkatkan nilai perusahaan dan senatiasa berpedoman pada tata kelola perusahaan secara sehat.

f. Memberikan perhatian dan peran sungguh-sungguh dalam membangun dan mengembangkan kelestarian lingkungan hidup.