BAB III PEMBAHASAN. telah mengembangkan konsep biaya menurut kebutuhan mereka masing-masing. akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III PEMBAHASAN. telah mengembangkan konsep biaya menurut kebutuhan mereka masing-masing. akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu."

Transkripsi

1 BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya 1. Pengertian Biaya Dalam menjalankan suatu perusahaan diperlukan keputusan yang tepat dan akurat terhadap konsep biaya yang ada. Ada beberapa konsep mengenai biaya menurut para ahli, antara lain: akuntan, ahli ekonomi, dan pihak lainnya yang telah mengembangkan konsep biaya menurut kebutuhan mereka masing-masing. Menurut Bustami dan Nurlela (2009:7), Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Mursyidi (2008:14), Biaya diartikan sebagai suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk mencapai tujuan, baik yang dapat dibebankan pada saat ini maupun pada saat yang akan datang. Menurut Mulyadi (2015:8) Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya tersebut di atas: 1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi. 2. Diukur dalam satuan uang. 3. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi. 4. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

2 Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan suatu pengorbanan atas sumber ekonomi yang dapat diukur dalam satuan uang dan berhubungan terhadap produksi suatu barang atau jasa untuk mencapai suatu tujuan. 2. Klasifikasi Biaya Pemahaman terhadap hubungan antara biaya dengan aktivitas bisnis sangat menentukan keberhasilan terhadap perencanaan dan pengendalian biaya dalam suatu usaha. Biaya dapat dikelompokkan menurut tujuan penggunaan biaya tersebut, sehingga setiap biaya akan memiliki tujuan tersendiri. Menurut Siregar et al. (2013:25), pada dasarnya biaya dapat diklasifikasi berdasarkan pada hal-hal berikut ini: 1. Hubungan Biaya dengan Produk Berdasarkan hubungannya dengan produk, biaya dapat digolongkan menjadi 2 (dua), yaitu: 1.1. Biaya langsung (direct cost) Biaya langsung adalah biaya yang dapat ditelusur ke produk. Contoh biaya langsung adalah biaya bahan baku Biaya tidak langsung (indirect cost) Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat secara langsung ditelusur ke produk. Contoh biaya tidak langsung adalah sewa peralatan pabrik. 2. Hubungan Biaya dengan Volume Kegiatan Berdasarkan hubungannya dengan perubahan kegiatan ini, biaya diklasifikasi menjadi 3 (tiga), yaitu:

3 2.1. Biaya variabel (variable cost) Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah proporsional dengan perubahan volume kegiatan atau produksi tetapi jumlah per unitnya tidak berubah. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku Biaya tetap (fixed cost) Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tidak terpengaruh oleh volume kegiatan dalam kisaran volume tertentu. Contoh biaya tetap adalah biaya sewa bangunan kantor atau pabrik Biaya campuran (mixed cost) Biaya campuran adalah biaya yang jumlahnya terpengaruh oleh volume kegiatan perusahaan tetapi tidak secara proporsional. Contoh biaya campuran adalah tagihan listrik. 3. Elemen Biaya Produksi Berdasarkan hubungannya dengan elemen biaya produksi maka biaya dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu: 3.1. Biaya bahan baku (raw material cost) Biaya bahan baku adalah besarnya nilai bahan baku yang dimasukkan ke dalam proses produksi untuk diubah menjadi barang jadi Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) Biaya tenaga kerja langsung adalah besarnya biaya tenaga kerja yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang jadi.

4 3.3. Biaya overhead pabrik (manufacture overhead cost) Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang terjadi di pabrik selain biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik sulit ditelusur ke suatu produk. 4. Fungsi Pokok Perusahaan Berdasarkan fungsi pokok perusahaan biaya dapat diklasifikasi menjadi 3 (tiga), yaitu: 4.1. Biaya produksi (production cost) Biaya produksi terdiri atas 3 (tiga) jenis biaya, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik Biaya pemasaran (marketing expense) Biaya pemasaran meliputi berbagai biaya yang terjadi untuk memasarkan produk atau jasa Biaya administrasi dan umum (general and administrative expense) Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang terjadi dalam rangka mengarahkan, menjalankan, dan mengendalikan perusahaan untuk memproduksi barang jadi. 5. Hubungan Biaya dengan Proses Pokok Manajerial Proses pokok manajerial meliputi perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja. Ada beberapa istilah biaya yang sering digunakan dalam rangka melaksanakan fungsi pokok manajerial di atas. Berbagai istilah biaya tersebut meliputi:

5 5.1. Biaya standar (standart cost) Biaya standar adalah biaya ditentukan di muka yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat suatu produk atau melaksanakan suatu kegiatan Biaya aktual (actual cost) Biaya aktual adalah biaya yang sesungguhnya terjadi untuk membuat suatu produk atau melaksanakan suatu kegiatan Biaya terkendali (controllable cost) Biaya terkendali adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu Biaya tak terkendali (uncontrollable cost) Biaya tak terkendali adalah biaya yang tidak secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu Biaya komitan (commited cost) Biaya komitan adalah biaya yang terjadi dalam upaya mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam kegiatan produksi, pemasaran, dan administrasi Biaya diskresioner (discretionary cost) Biaya diskresioner adalah biaya yang besar kecilnya tergantung pada kebijakan manajemen Biaya relevan (relevant cost) Biaya relevan adalah biaya masa depan yang berbeda antara satu alternatif dan alternatif lainnya.

6 5.8. Biaya kesempatan (opportunity cost) Biaya kesempatan adalah manfaat yang dikorbankan pada saat satu alternatif keputusan dipilih dan mengabaikan alternatif lain. B. Pengertian Biaya Produksi dan Biaya Standar 1. Biaya Produksi Dalam kegiatan usaha perusahaan manufaktur, dibutuhkan suatu proses produksi yang efektif dan efisien. Proses produksi merupakan proses mengolah bahan baku menjadi suatu produk yang siap untuk dijual. Dalam proses produksi dibutuhkan suatu pengorbanan berupa biaya, dimana biaya tersebut ada yang dapat diidentifikasi secara langsung dalam suatu produk dan ada juga biaya yang tidak dapat diidentifikasi dalam suatu produk. Kedua jenis biaya tersebut saling mendukung dalam proses pembuatan suatu produk. Menurut Mulyadi (2015:14), Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Menurut Sukirno (2013:208), Biaya produksi dapat didefenisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Menurut Bustami dan Nurlela (2009:12), Biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

7 Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi merupakan pengorbanan atas sumber ekonomi yang berhubungan dengan produksi suatu barang atau jasa untuk mencapai suatu tujuan. Biaya produksi terdiri dari 3 (tiga) yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. 2. Biaya Standar Dalam biaya produksi dipergunakan suatu standar tertentu, seperti standar bahan, standar upah, dan standar biaya lainnya yang merupakan unsur biaya produksi. Biaya standar digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan suatu anggaran dan biaya standar ini disusun berdasarkan pengalaman melalui data-data historis tahun sebelumnya ataupun melalui perkiraan dan melalui riset ilmiah. Menurut Bustami dan Nurlela (2009:271), Biaya standar merupakan berapa biaya yang seharusnya dicapai dan dapat diterima, dengan kinerja yang kurang memadai. Menurut Halim (2010:267), Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu dengan asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu. Menurut Siregar et al. (2013:453), Biaya standar adalah biaya produksi suatu unit atau sekelompok produk selama periode tertentu yang ditentukan di muka. Biaya standar merupakan biaya yang direncanakan untuk suatu produk pada kondisi operasi tertentu. Suatu biaya standar mempunyai dua komponen, yaitu standar fisik dan standar harga. Standar fisik adalah kuantitas standar

8 masukan per unit keluaran. Standar harga adalah harga perkiraan per unit masukan. Biaya produksi standar yang dibuat meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Sistem biaya standar bermanfaat untuk melakukan perencanaan, pengendalian operasi dan memberikan wawasan kepada manajemen dalam membuat keputusan. Biaya standar dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini: 1. Menyederhanakan prosedur penentuan biaya produk 2. Memudahkan pembuatan anggaran 3. Mengendalikan biaya 4. Menentukan harga jual Keberhasilan sistem biaya standar tergantung pada keandalan, akurasi, dan sikap karyawan terhadap standar yang ditetapkan. Semua faktor yang relevan dalam penyusunan standar harus dipertimbangkan. Selain itu, tingkat ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi sangat dibutuhkan. Standar yang disusun secara sembarang akan menghilangkan semua manfaat yang seharusnya diperoleh dalam penggunaan biaya standar. Salah satu manfaat utama penggunaan biaya standar adalah membantu manajemen dalam proses pengendalian biaya produksi yang dapat dilakukan dengan menghitung penyimpangan biaya. Penyimpangan biaya standar dihitung dengan membandingkan antara biaya standar dan biaya sesungguhnya. Apabila biaya yang sesungguhnya terjadi lebih rendah daripada biaya standar maka terjadi penyimpangan yang bersifat menguntungkan dan sebaliknya. Setiap penyimpang-

9 an yang terjadi harus dianalisis dan dicari penyebabnya serta dilakukan tindakan koreksi oleh pihak yang bertanggung jawab. C. Anggaran Biaya Produksi Setiap perusahaan baik besar maupun kecil seharusnya membuat anggaran, karena anggaran memiliki peran yang sangat penting untuk mengendalikan kegiatan operasional perusahaan, Dengan anggaran maka perusahaan dapat membuat suatu perencanaan kedepan dan menentukan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Perusahaan juga dapat menggunakan anggaran untuk menilai hasil kerja dan membandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Menurut Dharmanegara (2010:2), Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam suatu unit (satuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Menurut Rudianto (2009:3), Anggaran adalah rencana kerja organisasi di masa mendatang yang diwujudkan dalam bentuk kuantitatif, formal, dan sistematis. Anggaran memiliki fungsi yang terkait erat dengan keempat fungsi manajemen yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), menggerakkan (actuating), dan pengendalian (controlling). Berkaitan dengan keempat fungsi utama manajemen tersebut, anggaran memiliki 2 (dua) fungsi utama yaitu:

10 1. Alat Perencanaan Sebagai bagian dari fungsi perencanaan (planning), anggaran merupakan rencana kerja yang menjadi pedoman bagi anggota organisasi atau perusahaan dalam bertindak. Anggaran merupakan rencana yang diupayakan untuk direalisasikan. Anggaran memberikan sasaran dan arah yang harus dicapai oleh setiap bagian organisasi di dalam suatu periode waktu tertentu. Tanpa memiliki anggaran, perusahaan tidak memiliki arah dan sasaran yang harus dicapai dalam suatu kurun waktu tertentu. 2. Alat Pengendalian Sebagai bagian dari fungsi pengendalian (controlling), anggaran berguna sebagai alat penilai apakah aktivitas setiap bagian organisasi atau perusahaan telah sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam Hal ini anggaran berfungsi sebagai suatu standar atau tolak ukur manajemen. Sebagai suatu standar, anggaran digunakan untuk menilai kegiatan yang dilaksanakan setiap bagian manajemen telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau tidak. Jika realisasi pelaksanaan setiap bagian manajemen lebih baik dari anggaran, maka dapat dinilai bahwa bagian tersebut telah berhasil mencapai rencana yang telah ditetapkan. Menurut Dharmanegara (2010:80), Anggaran produksi adalah suatu pernyataan dari hasil produk dan umumnya diungkapkan dalam unit. Menurut Rudianto (2009:80), Anggaran produksi adalah rencana perusahaan untuk menghasilkan produk perusahaan dalam jumlah yang sesuai

11 dengan kebutuhan penjualan dengan mempertimbangkan jumlah persediaan pada awal dan akhir periode tertentu. Berdasarkan defenisi tersebut, maka anggaran biaya produksi dari suatu perusahaan manufaktur merupakan gabungan dari: 1. Anggaran Biaya Bahan Baku Anggaran biaya bahan baku merupakan rencana besarnya biaya bahan baku yang akan dikeluarkan perusahaan di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Dengan adanya anggaran biaya bahan baku maka perusahaan dapat mengendalikan biaya bahan baku. Menurut Siregar et al. (2013:370), terdapat 2 (dua) metode pengendalian bahan baku, yaitu: a. Metode siklus pesanan (order cycling) Pada metode ini, pengendalian dilakukan dengan cara memeriksa secara periodik status kuantitas bahan yang ada untuk setiap item atau kelas bahan. Periodisasi pemeriksaan dapat berbeda antar perusahaan (misalnya 30, 60, atau 90 hari). Item bahan yang bernilai tinggi dan item-item yang sangat penting bagi kelancaran operasi biasanya menuntut siklus waktu pemeriksaan yang lebih pendek. b. Metode minimum-maksimum (min-max) Metode ini menitik beratkan pada batas kuantitas maksimum dan minimum persediaan. Pada metode ini pengendalian dilakukan dengan cara menentukan tingkat persediaan maksimum dan minimum yang harus dibentuk. Tingkat minimum persediaan adalah jumlah kuantitas persediaan yang diperlukan

12 untuk mencegah kehabisan bahan selama siklus pemesanan kembali (reorder). Selanjutnya, lakukan pengamatan fisik persediaan untuk menentukan bahwa titik pesan telah tercapai. Pengamatan juga dapat dilakukan melalui catatan persediaan. Apabila saldo persediaan yang ada turun menuju titik pesan maka pesan bahan harus segera dipersiapkan. 2. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Anggaran biaya tenaga kerja langsung merupakan rencana besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membayar biaya tenaga kerja yang terlibat secara langsung di dalam proses produksi dalam suatu proses produksi dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Perencanaan biaya dan jam tenaga kerja langsung yang efektif memiliki keuntungan bagi perusahaan sebagai berikut: a. Fungsi personel dapat ditampilkan lebih efisien karena ada dasar untuk perencanaan yang efektif, pengerahan, pelatihan, dan penggunaan personel. b. Fungsi keuangan dapat ditampilkan lebih efisien karena tenaga kerja sering merupakan permintaan yang terbesar dalam kas selama tahun tersebut. c. Biaya produksi yang dianggarkan untuk setiap produk (biaya per unit dan total biaya) mungkin merupakan faktor penting dalam beberapa bidang pembuatan keputusan, seperti kebijakaan harga, dan negosiasi serikat tenaga kerja. 3. Anggaran Biaya Overhead Anggaran biaya overhead adalah seluruh biaya produksi selain biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja yang direncanakan akan

13 dibayarkan dalam satu periode tertentu. Biaya overhead mencakup 3 (tiga) kelompok biaya, yaitu: a. Biaya bahan penolong Biaya bahan penolong yaitu biaya yang dikeluarkan untuk bahan-bahan yang dibutuhkan di dalam suatu produk, tetapi bukan merupakan komponen utama dari suatu produk. b. Biaya tenaga kerja penolong Biaya tenaga kerja penolong adalah gaji atau upah untuk membayar para pekerja yang terlibat dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung berperan di dalam proses menghasilkan produk tersebut. c. Biaya pabrikase lainnya Biaya pabrikase lainnya adalah biaya overhead selain biaya bahan penolong dan tenaga kerja penolong. Biaya ini berkaitan erat dengan peralatan dan fasilitas pendukung produksi. E. Perhitungan Biaya Produksi Pada umumnya perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba dengan membandingkan pendapatan yang diperolehnya dengan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, terutama biaya produksi bagi perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perhitungan biaya produksi untuk mengetahui seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Adapun tujuan dari dilakukannya perhitungan biaya produksi antara lain:

14 1. Untuk mengendalikan biaya Pengendalian biaya dapat dilakukan dengan salah satu cara yaitu dengan menggunakan biaya standar. Sistem ini digunakan sebagai pedoman kepada manajemen berapa biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan produksi tersebut. 2. Untuk menetapkan biaya Sebelum hasil produksi dijual, maka terlebih dahulu harus ditetapkan harga jual dari produk tersebut. Penetapan biaya ini juga merupakan hal yang paling mendasar dalam menentukan harga jual produksi. Penetapan harga jual ini juga berhubungan secara langsung dengan tujuan perusahaan dalam menetapkan laba atau keuntungan semaksimal mungkin. Berikut ini penulis sajikan laporan realisasi dan anggaran biaya produksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan selama 5 (lima) tahun dimulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.

15 Uraian Tabel 3.1 Biaya Produksi Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Periode 1 Januari - 31 Desember 2012 Realisasi RKAP Kg Biaya (Rp) Kg Biaya (Rp) Beban gaji tunjangan staf Beban pemel. tanaman menghasilkan Beban pemupukan Beban panen Beban pengangkutan ke pabrik Beban overhead Jumlah Beban Tanaman Beban pengolahan Beban produksi excl. penyusutan Beban penyusutan overhead Beban penyusutan pengolahan Beban produksi incl. penyusutan kebun Beban pembelian produksi Beban pengolahan Beban pembelian produk pihak ketiga Jumlah Beban Produksi Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, Pada Tabel 3.1 terlihat bahwa realisasi biaya produksi kelapa sawit pada tahun 2012 berada dibawah biaya yang telah dianggarkan oleh perusahaan. Namun ada biaya yang berada diatas anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu beban gaji tunjangan staf, beban pengangkutan ke pabrik, beban overhead, beban pengolahan, dan beban penyusutan overhead serta beban penyusutan pengolahan. Beban gaji tunjangan staf berada 5,94% diatas RKAP, beban pengangkutan ke pabrik berada 11,24% diatas RKAP, beban overhead berada 0,07% berada diatas RKAP, beban pengolahan berada 6,41% diatas RKAP, beban penyusutan overhead berada 12,1% diatas RKAP, dan beban penyusutan pengolahan berada 24,12% diatas RKAP.

16 Tabel 3.2 Biaya Produksi Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Periode 1 Januari - 31 Desember 2013 Uraian Realisasi RKAP Kg Biaya (Rp) Kg Biaya (Rp) Beban gaji tunjangan staf Beban pemel. tanaman menghasilkan Beban pemupukan Beban panen Beban pengangkutan ke pabrik Beban overhead Jumlah Beban Tanaman Beban pengolahan Beban produksi excl. penyusutan Beban penyusutan overhead Beban penyusutan pengolahan Beban produksi incl. penyusutan kebun Beban pembelian produksi Beban pengolahan Beban pembelian produk pihak ketiga Jumlah Beban Produksi Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, Pada Tabel 3.2 terlihat biaya produksi kelapa sawit pada tahun 2013 mengalami peningkatan dari tahun Besarnya kenaikan biaya tersebut sebesar 12,24% atau Rp dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini ada beberapa biaya diatas anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu beban gaji tunjangan staf, beban pengangkutan ke pabrik, beban overhead, beban pengolahan, beban penyusutan overhead, beban penyusutan pengolahan, beban pembelian produksi pihak ketiga, dan beban pengolahan pihak ketiga. Beban gaji tunjangan staf berada 2,51% diatas RKAP, Beban pengangkutan ke pabrik berada 3,4% diatas RKAP, beban overhead berada 2,29% diatas RKAP, beban pengolahan berada 0,48% diatas RKAP, beban penyusutan overhead berada

17 2,14% diatas RKAP, beban penyusutan pengolahan berada 6,41% diatas RKAP, beban pembelian produksi pihak ketiga berada 2% diatas RKAP, dan beban pengolah pihak ketiga berada 3,03% diatas RKAP. Uraian Tabel 3.3 Biaya Produksi Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Periode 1 Januari - 31 Desember 2014 Realisasi RKAP Kg Biaya (Rp) Kg Biaya (Rp) Beban gaji tunjangan staf Beban pemel. tanaman menghasilkan Beban pemupukan Beban panen Beban pengangkutan ke pabrik Beban overhead Jumlah Beban Tanaman Beban pengolahan Beban produksi excl. penyusutan Beban penyusutan overhead Beban penyusutan pengolahan Beban produksi incl. penyusutan kebun Beban pembelian produksi Beban pengolahan Beban pembelian produk pihak ketiga Jumlah Beban Produksi Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, Pada Tabel 3.3 terlihat biaya produksi kelapa sawit pada tahun 2014 mengalami peningkatan kembali dari tahun Besarnya kenaikan biaya tersebut sebesar 1,98% atau Rp dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini hanya ada 1 (satu) biaya berada diatas anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu beban penyusutan pengolahan sebesar 7,4% diatas RKAP.

18 Uraian Tabel 3.4 Biaya Produksi Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Periode 1 Januari - 31 Desember 2015 Realisasi RKAP Kg Biaya (Rp) Kg Biaya (Rp) Beban gaji tunjangan staf Beban pemeliharaan tanaman menghasilkan Beban pemupukan Beban panen Beban pengangkutan ke pabrik Beban overhead Jumlah Beban Tanaman Beban pengolahan Beban produksi excl. penyusutan Beban penyusutan overhead Beban penyusutan pengolahan Beban produksi incl. penyusutan kebun Beban pembelian produksi Beban pengolahan Beban pembelian produk pihak ketiga Jumlah Beban Produksi Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, Pada Tabel 3.4 terlihat biaya produksi kelapa sawit pada tahun 2015 mengalami penurunan yang sangat drastis dari tahun Biaya produksi mengalami penurunan sebesar 10,02% atau Rp dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini ada 2 (dua) biaya diatas anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu beban pengolahan dan beban penyusutan overhead. Beban pengolahan berada 2,53% diatas RKAP dan beban penyusutan overhead berada 1,44% diatas RKAP.

19 Uraian Tabel 3.5 Biaya Produksi Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Periode 1 Januari - 31 Desember 2016 Realisasi RKAP-P Kg Biaya (Rp) Kg Biaya (Rp) Beban gaji tunjangan staf Beban pemel. tanaman menghasilkan Beban pemupukan Beban panen Beban pengangkutan ke pabrik Beban overhead Jumlah Beban Tanaman Beban pengolahan Beban produksi excl. penyusutan Beban penyusutan overhead Beban penyusutan pengolahan Beban produksi incl. penyusutan kebun Beban pembelian produksi Beban pengolahan Beban pembelian produk pihak ketiga Jumlah Beban Produksi Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, Pada Tabel 3.5 terlihat biaya produksi kelapa sawit pada tahun 2016 mengalami penurunan kembali dari tahun Biaya produksi mengalami penurunan sebesar 5,56% atau Rp dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini hanya ada 1 (satu) biaya diatas anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu beban penyusutan pengolahan sebesar 3,88% diatas RKAP. E. Penilaian Tingkat Produksi Dalam menjalankan aktivitasnya, setiap perusahaan memiliki tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Tujuan perusahaan bukan hanya untuk memperoleh laba maksimal dengan suatu pengorbanan tertentu untuk mempertahankan

20 kelangsungan hidup perusahaan namun juga untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Aktivitas yang ditimbulkan oleh perusahaan seperti kegiatan produksi tidak terlepas dari adanya unsur biaya yang besar kecilnya akan berpengaruh terhadap perhitungan laba dan rugi perusahaan pada akhir periode. Perusahaan juga dituntut agar dapat mengelola dan mempergunakan sumber daya yang ada pada perusahaan secara efektif dan efisien sehingga dapat mencapai keuntungan yang maksimal. Menurut Peter F. Drucker dalam Mulyadi (2016:3), Efektif adalah mengerjakan pekerjaan yang benar dan cepat serta tepat, sedangkan Efisien adalah mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efektif lebih mengarah pada hasil yang dicapai, sedangkan efisien mengarah pada proses pencapaian hasil tersebut. Dua kata diatas sangat berhubungan, karena dalam suatu proses produksi dibutuhkan sebuah sumber daya (input). Kemudian input yang ada ini apakah digunakan secara efisien dalam menghasilkan output dan yang terakhir apakah output yang dihasilkan ini sudah efektif sehingga bermanfaat bagi pengguna maupun produsen. Berikut ini tabel tingkat realisasi produksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan: Tabel 3.6 Realisasi Produksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Uraian Persentase Realisasi Tingkat Produksi Produksi Kebun Sendiri 101,10% 91,97% 92,47% 95,70% 97.79% Produksi Kebun Pihak Ketiga 90,08% 88,04% 72,65% 56,18% 72.94% Total Produksi 97,86% 90,72% 86,19% 83,86% 92.58% Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, 2017.

21 Kemudian untuk menentukan kategori realisasi tingkat produksi kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, peneliti menggunakan skala penilaian berikut ini: 1. 0% - 25% = Buruk 2. 26% - 50% = Kurang Baik 3. 51% - 75% = Baik 4. 76% - >100% = Sangat Baik Berdasarkan data diatas terlihat bahwa tingkat realisasi produksi kelapa sawit yang berasal dari kebun milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dari tahun 2012 hingga tahun 2016 memiliki kategori yang sangat baik. Namun tingkat realisasi produksi kelapa sawit dari kebun pihak ketiga hanya pada tahun 2012 dan 2013 yang memiliki kategori sangat baik, sedangkan pada tahun 2014 hingga 2016 memiliki kategori baik. F. Pengawasan Biaya Produksi Dalam suatu kegiatan produksi di suatu perusahaan mungkin saja terjadi pemyimpangan atau kesalahan dari apa yang diharapkan atau direncanakan sebelumnya. Dengan adanya pengawasan biaya produksi maka dapat dicari sebabsebab timbulnya penyimpangan, besar penyimpangan, dan menghindari kemungkinan penyimpangan tersebut. Penyimpangan ini diukur dari realisasi kegiatan produksi dengan anggaran produksi yang telah ditetapkan. Pengawasan biaya produksi merupakan suatu kegiatan dalam mengadakan penilaian, pengukuran dan perbaikan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan rencana pengeluaran biaya produksi yang telah dilakukan. Faktor-faktor

22 pentingnya pengawasan biaya produksi adalah perubahan yang selalu terjadi baik diluar maupun didalam organisasi dan kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang dilakukan anggota organisasi diperlukan pengawasan dan pembenahan. Agar perencanaan yang telah disusun dan dijalankan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berhasil sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap biaya produksi. Pengawasan ini berguna untuk mengendalikan pengeluaran biaya produksi, mencegah terjadinya pemborosan, melihat perbandingan seberapa jauh pelaksanaan rencana dan biaya tercapai serta mendorong kesadaran pengendalian biaya. Berikut ini adalah pengawasan biaya produksi kelapa sawit pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) secara menyeluruh dari tahun 2012 sampai dengan 2016: Tabel 3.7 Realisasi Biaya Produksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Uraian Persentase Realisasi Biaya Produksi Beban gaji tunjangan staf 105,94% 102,50% 89,11% 89,56% 94,96% Beban pemel. tanaman menghasilkan 92,03% 96,62% 83,23% 80,93% 85,88% Beban pemupukan 88,29% 97,81% 87,24% 83,75% 72,60% Beban panen 98,93% 97,57% 88,39% 86,38% 89,59% Beban pengangkutan ke pabrik 111,24% 103,40% 96,37% 92,32% 97,68% Beban overhead 100,07% 102,28% 94,05% 94,28% 95,92% Jumlah Beban Tanaman 96,22% 99,10% 89,27% 86,88% 85,47% Beban pengolahan 106,41% 100,48% 98,79% 102,53% 98,57% Beban produksi excl. penyusutan 97,50% 99,26% 90,43% 88,65% 87,01% Beban penyusutan kebun 112,10% 102,14% 98,79% 101,44% 99,19% Beban penyusutan overhead 124,12% 106,41% 107,39% 97,00% 103,88% Beban produksi incl. penyusutan kebun 99,49% 99,77% 91,86% 90,26% 89,11% Beban pembelian produksi 88,11% 102% 95,10% 60,67% 83,79% Beban pengolahan 90,42% 103,03% 77,38% 69,93% 78,98% Beban pembelian produk pihak ketiga 88,23% 102,05% 94,09% 61,13% 83,53% Jumlah Beban Produksi 94,26% 100,77% 92,82% 78,45% 87,38% Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, 2017.

23 1. Biaya Produksi tahun 2012 Besarnya realisasi biaya produksi untuk setiap kilogram (kg) produksi kelapa sawit tahun 2012 adalah 3.932,23 per kg dengan total biaya sebesar Rp dan kuantitas realisasi sebesar kg. Penyimpangan biaya produksi Anggaran biaya produksi tahun 2012 Rp Realisasi biaya produksi tahun 2012 Rp Selisih Rp Selisih sebesar Rp atau 5,74% merupakan penyimpangan yang menguntungkan (favorable variance). Realisasi biaya produksi kelapa sawit tahun 2012 berada dibawah anggaran disebabkan oleh: 1. Perbedaan Kuantitas = (kuantitas standar - kuantitas sesungguhnya) x harga standar = ( ) x Rp ,69 = x Rp ,69 = Rp ,09 (favorable variance) 2. Perbedaan Harga = (harga standar harga sesungguhnya) x kuantitas sesungguhnya = (Rp ,69 Rp ,23) x = Rp. 150,46 x = Rp ,36 (favorable variance)

24 Realisasi biaya produksi tahun 2012 dibandingkan dengan RKAP tahun 2012 berada dibawah sebesar Rp atau 5,74% dengan biaya ratarata sebesar Rp ,23 per kg yang berada dibawah RKAP sebesar Rp. 150,46 per kg atau 3,69%. 2. Biaya Produksi tahun 2013 Besarnya realisasi biaya produksi untuk setiap kilogram (kg) produksi kelapa sawit tahun 2013 adalah Rp ,32 per kg dengan total biaya sebesar Rp dan kuantitas realisasi sebesar kg. Penyimpangan biaya produksi Anggaran biaya produksi tahun 2013 Rp Realisasi biaya produksi tahun 2013 Rp Selisih Rp Selisih sebesar Rp atau 0,77% merupakan penyimpangan yang tidak menguntungkan (unfavorable variance). Realisasi biaya produksi kelapa sawit tahun 2013 berada diatas anggaran disebabkan oleh: 1. Perbedaan Kuantitas = (kuantitas standar kuantitas sesungguhnya) x harga standar = ( ) x Rp ,95 = x Rp ,95 = Rp ,1 (unfavorable variance) 2. Perbedaan Harga = (harga sesungguhnya harga standar) x kuantitas sesungguhnya

25 = (Rp ,32 Rp ,95) x = Rp. 442,37 x = Rp ,61 (unfavorable variance) Realisasi biaya produksi tahun 2013 dibandingkan dengan RKAP tahun 2013 berada diatas sebesar Rp atau 0.77% dengan biaya rata-rata sebesar Rp ,32 per kg yang berada diatas RKAP sebesar Rp per kg atau 11.08%. 3. Biaya Produksi tahun 2014 Besarnya realisasi biaya produksi untuk setiap kilogram (kg) produksi kelapa sawit tahun 2014 adalah Rp ,56 per kg dengan total biaya sebesar Rp dan kuantitas realisasi sebesar kg. Penyimpangan biaya produksi Anggaran biaya produksi tahun 2014 Rp Realisasi biaya produksi tahun 2014 Rp Selisih Rp Selisih sebesar Rp atau 7.18% merupakan penyimpangan yang tidak menguntungkan (unfavorable variance). Realisasi biaya produksi kelapa sawit tahun 2014 berada dibawah anggaran disebabkan oleh: 1. Perbedaan Kuantitas = (kuantitas standar kuantitas sesungguhnya) x harga standar = ( ) x Rp ,85 = x Rp ,85

26 = Rp ,8 (unfavorable variance) 2. Perbedaan Harga = (harga sesungguhnya harga standar) x kuantitas sesungguhnya = (Rp ,56 Rp ,85) x = Rp. 331,71 x = Rp ,4 (unfavorable variance) Realisasi biaya produksi tahun 2014 dibandingkan dengan RKAP tahun 2014 berada dibawah sebesar Rp atau 7,18% dengan biaya ratarata sebesar Rp ,56 per kg yang berada diatas RKAP sebesar Rp. 331,71 per kg atau 7,69%. 4. Biaya Produksi tahun 2015 Besarnya realisasi biaya produksi untuk setiap kilogram (kg) produksi kelapa sawit tahun 2015 adalah Rp ,62 per kg dengan total biaya sebesar Rp dan kuantitas realisasi sebesar kg. Penyimpangan biaya produksi Anggaran biaya produksi tahun 2014 Rp Realisasi biaya produksi tahun 2014 Rp Selisih Rp Selisih sebesar Rp atau 21,55% merupakan penyimpangan yang menguntungkan (favorable variance). Realisasi biaya produksi kelapa sawit tahun 2015 berada dibawah anggaran disebabkan oleh:

27 1. Perbedaan Kuantitas = (kuantitas standar kuantitas sesungguhnya) x harga standar = ( ) x Rp ,88 = x Rp ,88 = Rp ,16 (favorable variance) 2. Perbedaan Harga = (harga standar harga sesungguhnya) x kuantitas sesungguhnya = (Rp ,88 Rp ,62) x = Rp. 276,26 x = Rp ,78 (favorable variance) Realisasi biaya produksi tahun 2015 dibandingkan dengan RKAP tahun 2015 berada dibawah sebesar Rp atau 21.55% dengan biaya rata-rata sebesar Rp ,62 per kg yang berada dibawah RKAP sebesar Rp. 276,26 per kg atau 6,46%. 5. Biaya Produksi tahun 2016 Besarnya realisasi biaya produksi untuk setiap kilogram (kg) produksi kelapa sawit tahun 2015 adalah Rp ,15 per kg dengan total biaya sebesar Rp dan kuantitas realisasi sebesar kg. Penyimpangan biaya produksi Anggaran biaya produksi tahun 2016 Rp Realisasi biaya produksi tahun 2016 Rp Selisih Rp

28 Selisih sebesar Rp atau 12,62% merupakan penyimpangan yang menguntungkan (favorable variance). Realisasi biaya produksi kelapa sawit tahun 2016 berada dibawah anggaran disebabkan oleh: 1. Perbedaan Kuantitas = (kuantitas standar kuantitas sesungguhnya) x harga standar = ( ) x Rp ,02 = x Rp ,02 = Rp ,28 (favorable variance) 2. Perbedaan Harga = (harga standar harga sesungguhnya) x kuantitas sesungguhnya = (Rp ,02 Rp ,15) x = Rp. 242,87 x = Rp ,66 (favorable variance) Realisasi biaya produksi tahun 2016 dibandingkan dengan RKAP tahun 2016 berada dibawah sebesar Rp atau 12,62% dengan biaya rata-rata sebesar Rp ,15 per kg yang berada dibawah RKAP sebesar Rp. 242,87 per kg atau 5,62%. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata realisasi total biaya produksi kelapa sawit selama 5 (lima) tahun perusahaan berada dibawah biaya yang telah dianggarkan oleh perusahaan. Akan tetapi, tetap ada sektor biaya yang berada diatas anggaran perusahaan. Adapun penyebab-penyebab realisasi biaya produksi

29 bisa berada diatas biaya yang dianggarkan mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 adalah sebagai berikut: 1. Gaji tunjangan staf, kenaikan beban gaji tunjangan staf ini disebabkan oleh adanya mutasi pegawai, meningkatnya jumlah gaji dan jumlah tunjangan karyawan. 2. Beban pengangkutan ke pabrik, kenaikan beban pengangkutan ke pabrik ini disebabkan oleh kenaikan tarif pengangkutan, kenaikan harga bahan bakar minyak non subsidi serta pengalihan distribusi Tandan Buah Segar (TBS) ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang lebih jauh jaraknya pada panen puncak. 3. Beban overhead, kenaikan beban overhead ini disebabkan oleh meningkatnya biaya yang termasuk ke dalam biaya overhead seperti pajak, retribusi, PBB, beban asuransi, beban penerangan, beban persediaan air, beban lingkungan, dan beban pemeliharaan bangunan, jalan, jembatan serta saluran air. 4. Beban pengolahan, kenaikan beban pengolahan ini disebabkan oleh meningkatnya biaya analisa, biaya bahan kimia, biaya alat-alat pengolahan, dan biaya bahan bakar serta pelumas serta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). 5. Beban penyusutan, kenaikan beban penyusutan ini disebabkan oleh peningkatan investasi baik tanaman, mesin, dan peralatan pabrik. 6. Beban pembelian produksi pihak ketiga, kenaikan beban pembelian produksi pihak ketiga ini disebabkan oleh tingginya harga kelapa sawit berupa Tandan Buah Segar (TBS) di pasaran.

30 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah dilakukan analisis dan evaluasi mengenai analisis biaya produksi kelapa sawit pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: 1. Realisasi produksi kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dari tahun 2012 hingga tahun 2016 memiliki kategori yang sangat baik, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil melakukan kegiatan produksi secara efektif. 2. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan telah berupaya menerapkan fungsi perencanaan dan pengawasan anggaran biaya produksi dalam meningkatkan efisiensi yang ditunjukkan dengan menurunnya tingkat penyimpangan berupa unfavorable variance antara realisasi dengan anggaran perusahaan. 3. Pada tahun 2015 realisasi biaya produksi turun drastis dari tahun sebelumnya dengan tingkat penyimpangan berupa favorable variance dan tingkat produksi juga memiliki kategori yang sangat baik. Hal ini menunjukkan perusahaan telah berusaha melakukan efisiensi dan efektifitas biaya produksi dengan sebaiknya. 4. Dari tahun 2012 hingga 2016 rata- rata realisasi biaya produksi berada dibawah RKAP yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

31 5. Realisasi biaya produksi tahun 2012 hingga 2016 berada diatas anggaran yang telah ditetapkan perusahaan disebabkan oleh tingginya biaya pengolahan, biaya penyusutan, beban gaji tunjangan staf, beban overhead, beban pembelian produksi pihak ketiga, dan beban pengangkutan ke pabrik. B. Saran Adapun saran yang dapat diberikan agar perusahaan dapat menetapkan kebijaksanaan yang tepat sehubungan dengan efektivitas dan efisiensi biaya produksi adalah sebagai berikut: 1. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan disarankan untuk lebih meningkatkan perencanaan dan pengawasan anggaran biaya operasi. Anggaran biaya operasi akan berperan besar dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena anggaran biaya operasi akan terus-menerus mengikuti perkembangan kegiatan perusahaan. 2. Perbedaan antara anggaran dengan realisasi harus selalu diawasi dan setiap penyimpangan yang terjadi dianalisis untuk mencari penyebabnya serta mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan yang terjadi. 3. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan disarankan lebih meningkatkan kinerja untuk mencapai target produksi yang ditetapkan pada anggaran agar perusahaan dapat menjadi perusahaan perkebunan terbaik dalam skala nasional maupun internasional.

BAB III PEMBAHASAN. ekonomi, dan pihak lainnya yang telah dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan

BAB III PEMBAHASAN. ekonomi, dan pihak lainnya yang telah dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya 1. Pengertian Biaya Dalam menjalankan suatu perusahaan, pengambilan keputusan yang tepat dan akurat memerlukan pemahaman tentang konsep biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Istilah biaya (cost) sering digunakan dalam arti yang sama dengan istilah beban (expense). Berdasarkan teori yang ada istilah biaya (cost) dengan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. biaya dalam arti cost dan biaya dalam arti expense. Biaya atau cost adalah

BAB III PEMBAHASAN. biaya dalam arti cost dan biaya dalam arti expense. Biaya atau cost adalah BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya 1. Pengertian Biaya Biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BIAYA OPERASIONAL PADAPT PERKEBUNAN NUSANTARA IV MEDAN

BAB III PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BIAYA OPERASIONAL PADAPT PERKEBUNAN NUSANTARA IV MEDAN 30 BAB III PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BIAYA OPERASIONAL PADAPT PERKEBUNAN NUSANTARA IV MEDAN A. Elemen-Elemen Biaya Operasional Biaya operasional merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam aktifitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya memiliki

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Secara garis besar bahwa akuntansi dapat diartikan sebagai pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN 7 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Setiap usaha, baik usaha kecil maupun usaha besar membutuhkan informasi akuntansi yang berguna bagi pihak manajemen. Informasi akuntansi dapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, dan 3 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya sangat berperan penting dalam kegiatan perusahaan. Salah satu peranan akuntansi biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya salah satu bagian atau unsure dari harga dan juga unsur yang paling pokok dalam akuntansi biaya, untuk itu perlu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu pengeluaran yang pasti dalam suatu perusahaan, oleh karenanya, biaya sangat diperlukan dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama halnya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya salah satu bagian atau unsur dari harga pokok dan juga unsur yang paling pokok dalam akuntansi biaya, untuk itu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Hansen dan Mowen (2011:47) Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi suatu perusahaan. Akuntansi biaya mengukur

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Definisi Biaya 1. Pengertian Biaya Segala tindakan yang telah dipikirkan secara matang akan meminta pertimbangan antara manfaat dan pengorbanan. Begitu juga dalam sektor produksi,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Ada beberapa pengertian biaya yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya: Daljono (2011: 13) mendefinisikan Biaya adalah suatu pengorbanan sumber

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian dan Karakteristik Anggaran Anggaran atau yang lebih sering disebut budget didefinisikan oleh para ahli dengan definisi yang beraneka ragam. Hal ini dikarenakan adanya

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN Pengertian Akuntansi Biaya. Menurut Mulyadi (2009:7) mendefinisikan akuntansi biaya sebagai. berikut:

BAB II BAHAN RUJUKAN Pengertian Akuntansi Biaya. Menurut Mulyadi (2009:7) mendefinisikan akuntansi biaya sebagai. berikut: BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatam perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha. Mikro, Kecil dan Menengah bahwa usaha mikro adalah usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha. Mikro, Kecil dan Menengah bahwa usaha mikro adalah usaha BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 2.1.1. Pengertian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah bahwa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya 1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi berkaitan dengan hal pengukuran, pencatatan dan pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS 7 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Definisi Biaya Menurut Bustami dan Nurlela (2007:4) biaya atau cost adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Pada dasarnya informasi dari suatu perusahaan terutama informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, baik pihak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memiliki peranan penting bagi manajemen perusahaan agar dapat memiliki pemahaman dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi Biaya merupakan hal yang penting bagi perusahaan manufaktur dalam mengendalikan suatu biaya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 8 BAB II LANDASAN TEORI Penyelesaian masalah yang diteliti dalam penelitian ini memerlukan teoriteori atau tinjauan pustaka yang dapat mendukung pengolahan data. Beberapa teori tersebut digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro Kecil dan Menengah Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau lebih popular dengan singkatan UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan pekerjaan.

Lebih terperinci

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI BAB II HARGA POKOK PRODUKSI Bab ini berisi teori yang akan digunakan sebagai dasar melakukan analisis data. Mencakup pengertian dan penggolongan biaya serta teori yang berkaitan dengan penentuan harga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian akuntansi yang mencatat berbagai macam biaya, mengelompokkan, mengalokasikannya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas

BAB II LANDASAN TEORI. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perusahaan. Biaya didefinisikan sebagai suatu sumber daya yang dikorbankan

Lebih terperinci

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntani Biaya 1. Pengertian biaya Biaya merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi dalam satu perusahaan manufaktur. Terdapat

Lebih terperinci

ANALISIS ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN

ANALISIS ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN ANALISIS ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN JULITA (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) Surel: julitaumsu@gmail.com ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memasukkan bagian-bagian akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan tentang bagaimana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau pemanfaatan sumber daya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam proses produksi selama satu periode (Soemarso, 1999:295). bahan baku menjadi produk selesai.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam proses produksi selama satu periode (Soemarso, 1999:295). bahan baku menjadi produk selesai. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori. 2.1.1. Biaya Produksi. Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode (Soemarso, 1999:295). Menurut

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan dalam menentukan harga pokok adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi dewasa ini memicu setiap organisasi bisnis untuk beroperasi

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi dewasa ini memicu setiap organisasi bisnis untuk beroperasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif. Kemajuan teknologi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. penerimaan dengan pengeluaran, tetapi dengan semakin

BAB II LANDASAN TEORI. penerimaan dengan pengeluaran, tetapi dengan semakin BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian dan Jenis-Jenis Anggaran 1. Pengertian Anggaran Pengertian anggaran terus berkembang dari masa ke masa. Dulu anggaran hanya merupakan suatu alat untuk menyeimbangkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biaya Informasi biaya sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan. Diantaranya adalah untuk menghitung harga pokok produksi, membantu manajemen dalam fungsi perencanaan dan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Masiyah Kholmi dan Yuningsih biaya (cost)

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Masiyah Kholmi dan Yuningsih biaya (cost) BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan dalam menentukan harga pokok adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban

Lebih terperinci

Biaya (cost) adalah kas atau setara kas yang dikorbankan untuk membeli barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi perusahaan saat

Biaya (cost) adalah kas atau setara kas yang dikorbankan untuk membeli barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi perusahaan saat MANAJEMEN BIAYA LATAR BELAKANG Aktivitas manajemen terfokus pada perencanaan dan pengendalian, untuk menjamin tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Untuk melaksanakan kedua tugas pokok tersebut

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI (Studi pada PT. Malang Indah Genteng Rajawali)

ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI (Studi pada PT. Malang Indah Genteng Rajawali) ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI (Studi pada PT. Malang Indah Genteng Rajawali) Diah Aulia Iswanty Suhadak Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat dipercaya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. dapat dipercaya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Sejalan dengan 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Kelancaran dan keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen didalam mengambil keputusan. Agar suatu operasi perusahaan dapat berjalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan sektor industri di Indonesia dewasa ini semakin pesat. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya industri-industri yang didirikan baik oleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Setiap perusahaan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan akan selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. II.1. Arti dan Tujuan Akuntansi Manajemen. Definisi normatif Akuntansi Manajemen menurut Management

BAB II LANDASAN TEORI. II.1. Arti dan Tujuan Akuntansi Manajemen. Definisi normatif Akuntansi Manajemen menurut Management 13 BAB II LANDASAN TEORI II.1. Arti dan Tujuan Akuntansi Manajemen Definisi normatif Akuntansi Manajemen menurut Management Accounting Practices (MAP) Comittee adalah: proses identifikasi, pengukuran,

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Biaya Biaya merupakan salah satu komponen yang sangat penting karena biaya sangat berpengaruh dalam mendukung kemajuan suatu perusahaan dalam melaksanakan aktifitas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Manajemen Akuntansi dapat dipandang dari dua tipe akuntansi yang ada yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Sebagai salah satu tipe informasi akuntansi manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, teknologi, industri, kesehatan, dan bidang lainnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini, penulis akan menguraikan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang akan digunakan sebagai landasan dalam menganalisa permasalahan yang ada diperusahaan PT

Lebih terperinci

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si ABSTRAK Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya Biaya merupakan komponen terpenting dalam melakukan perhitungan harga pokok produksi. Setiap perusahaan yang bertujuan mencari laba (profit oriented) ataupun tidak mencari

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Pengertian biaya menurut Supriyono (1999:252) adalah pengorbanan sumbersumber ekonomi yang sudah terjadi atau akan terjadi yang dinyatakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah suatu kegiatan yang ditunjukkan untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen yang merupakan alat dalam merencanakan, mengorganisir,

Lebih terperinci

BAB II PENGUKURAN BIAYA PEMBEBANAN PRODUK JASA. masa datang bagi organisasi (Hansen dan Mowen, 2006:40).

BAB II PENGUKURAN BIAYA PEMBEBANAN PRODUK JASA. masa datang bagi organisasi (Hansen dan Mowen, 2006:40). BAB II PENGUKURAN BIAYA PEMBEBANAN PRODUK JASA II.1. Pengertian Biaya Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memiliki peranan penting bagi manajemen perusahaan agar dapat memiliki perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk BAB II BAHAN RUJUKAN 2.2 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi, serta membuat baik keputusan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama hal nya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian dan Unsur - Unsur Biaya Produksi 1. Pengertian Biaya Produksi Sebelum membahas mengenai biaya produksi, terlebih dahulu dijelaskan pengertian dari biaya itu sendiri.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam keadaan siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dijual

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Umum Akuntansi Biaya 2.1.1. Pengertian Akuntasi Biaya Secara garis besar Akuntasi berarti pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian dari transaksi-transaksi

Lebih terperinci

Unit yang diproduksi Biaya bahan baku total ( Rp) Per unit ( Rp )

Unit yang diproduksi Biaya bahan baku total ( Rp) Per unit ( Rp ) KONSEP DAN KLASIFIKASI BIAYA KLASIFIKASI BERDASARKAN TINGKAH LAKU BIAYA BIAYA VARIABEL adalah biaya yang bervariasi langsung (proporsional) dengan kuantitas (volume) produksi (penjualan) apabila kuantitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya dan Pengklasifikasian Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi baik organisasi bisnis, non bisnis, manufaktur, dagang dan jasa. Dalam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Biaya Pengertian Biaya

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Biaya Pengertian Biaya 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Biaya 2.1.1. Pengertian Biaya Konsep biaya merupakan konsep yang terpenting dalam akuntansi manajemen dan akuntansi biaya. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Didalam dunia usaha terutama suatu perusahaan akan dihadapkan pada

BAB I PENDAHULUAN. Didalam dunia usaha terutama suatu perusahaan akan dihadapkan pada BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Didalam dunia usaha terutama suatu perusahaan akan dihadapkan pada suatu masalah bagaimana perusahaan tersebut dapat terus beroperasi dan berhasil didalam persaingan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya Dalam kegiatan perusahaan ada banyak keputusan yang harus diambil oleh manajemen untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dalam pengambilan keputusan dibutuhkan informasi

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Anggaran Perusahaan Suatu perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan utama dari suatu perusahaan bersifat profit oriented, yaitu mencapai laba yang

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam

BAB II BAHAN RUJUKAN. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Mulyadi (2005:8) menyatakan bahwa pengertian biaya dalam arti luas adalah : Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan yang membahas mengenai penentuan harga pokok produk. Akuntansi biaya secara khusus berkaitan dengan

Lebih terperinci

I. U M U M. TATA CARA PANEN.

I. U M U M. TATA CARA PANEN. LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 17/Permentan/OT.140/2/2010 TANGGAL : 5 Pebruari 2010 TENTANG : PEDOMAN PENETAPAN HARGA PEMBELIAN TANDA BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PRODUKSI PEKEBUN TATA

Lebih terperinci

2013, No.217 8

2013, No.217 8 2013, No.217 8 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/Permentan/OT.140/2/2013 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN HARGA PEMBELIAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT PRODUKSI PEKEBUN TATA CARA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Perusahaan memerlukan pengendalian atas operasi atau kegiatan yang akan

BAB II LANDASAN TEORI. Perusahaan memerlukan pengendalian atas operasi atau kegiatan yang akan BAB II LANDASAN TEORI II.1. Anggaran II.1.1 Definisi Anggaran Perusahaan memerlukan pengendalian atas operasi atau kegiatan yang akan dilakukan dalam pencapaian tujuannya, oleh karena itu perusahaan memerlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Keputusan manajemen dalam kaitannya dengan penggunaan input

BAB 1 PENDAHULUAN. Keputusan manajemen dalam kaitannya dengan penggunaan input BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keputusan manajemen dalam kaitannya dengan penggunaan input (masukan) untuk menciptakan output (keluaran) sangat penting dan perlu menjadi perhatian yang serius. Untuk

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Pinasih (2005) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Efisiensi

BAB II URAIAN TEORITIS. Pinasih (2005) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Efisiensi BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Pinasih (2005) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Rasio Profit Margin

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memberikan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

BAB II BIAYA OVERHEAD PABRIK Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya. Untuk itu suatu perusahaan menyelenggarakan akuntansi, guna memperoleh

BAB II BIAYA OVERHEAD PABRIK Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya. Untuk itu suatu perusahaan menyelenggarakan akuntansi, guna memperoleh BAB II BIAYA OVERHEAD PABRIK 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya Fungsi manajemen perusahaan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Dalam menjalankan fungsinya

Lebih terperinci

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA Manajemen dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai keahlian serta kemampuan untuk memanfaatkan setiap faktor produksi yang ada. Salah satu

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian dan Penggolongan Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi bisnis, non-bisnis, manufaktur, eceran dan jasa. Umumnya, berbagai macam

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya.

BAB II BAHAN RUJUKAN. Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya. BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban (expense) dan dalam pengertian

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Biaya Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga perolehan yang identik dengan cost dalam literatur akuntansi berbahasa Inggris. Harga perolehan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Biaya Pengertian Biaya Jenis-jenis Biaya

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Biaya Pengertian Biaya Jenis-jenis Biaya 6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Bustami dan Nurlela (2006), biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya Akuntansi merupakan bagian dari dua tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI. keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya bukan merupakan tipe

BAB II KERANGKA TEORI. keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya bukan merupakan tipe 22 BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi

Lebih terperinci

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu: 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

Penggolongan Biaya. Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.

Penggolongan Biaya. Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE. Penggolongan Biaya Terdapat lima cara penggolongan biaya, menurut Mulyadi (1990, hal. 10), yaitu penggolongan biaya menurut: a) Obyek pengeluaran. Dalam penggolongan ini, nama obyek pengelaran merupakan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN BIAYA STANDAR DAN BIAYA AKTUAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. SURYA GEMILANG JAYA AVRY DUMA KUSUMA

PERBANDINGAN BIAYA STANDAR DAN BIAYA AKTUAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. SURYA GEMILANG JAYA AVRY DUMA KUSUMA PERBANDINGAN BIAYA STANDAR DAN BIAYA AKTUAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. SURYA GEMILANG JAYA AVRY DUMA KUSUMA Program Studi Akuntansi S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Manajemen 2.1.1 Pengertian Akuntansi Manajemen BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Blocher & Cokins ( 2011 : 5) mendefinisikan bahwa : akuntansi manajemen adalah suatu profesi yang melibatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. Menurut George H, Bodnar dan William S. Hopwood (2006:14)

BAB II LANDASAN TEORITIS. Menurut George H, Bodnar dan William S. Hopwood (2006:14) BAB II LANDASAN TEORITIS A. Uraian Teoritis 1. Informasi Akuntansi Pertanggung Jawaban Menurut George H, Bodnar dan William S. Hopwood (2006:14) Informasi adalah data yang berguna untuk diolah sehingga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1 Akuntansi Biaya II.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Terdapat beberapa pengertian akuntansi biaya yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain: Rayburn yang diterjemahkan oleh

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan

Lebih terperinci