BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Gambar 4.1 Cara Kerja Mode Acak Pada Ruang Tak Berpenghalang

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB IV PENGUJIAN ROBOT AMPHIBI

BAB II ROBOT PENYAPU LANTAI

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU

BAB III PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

RANCANG BANGUN KURSI RODA ELEKTRIK DENGAN SISTEM PENGEREMAN OTOMATIS YANG DIKENDALIKAN SUARA BERBASIS MIKROKONTROLER. Oleh KANA PETRA FAJAR MULIA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun

I. PENDAHULUAN. Tingginya angka kecelakaan di Indonesia sering sekali menjadi topik pembicaraan

IMPLEMENTASI DAN TESTING

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

SISTEM KENDALI JARAK JAUH MINIATUR TANK TANPA AWAK

BAB III PERANCANGAN. 3.1 Perancangan mekanik

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. monitoring daya listrik terlihat pada Gambar 4.1 di bawah ini : Gambar 4.1 Rangkaian Iot Untuk Monitoring Daya Listrik

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III ANALISA SISTEM

BAB V. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PROGRAM

PERANCANGAN ROBOT OKTAPOD DENGAN DUA DERAJAT KEBEBASAN ASIMETRI

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. program pada arduino secara keseluruhan yang telah selesai dibuat. Mulai dari

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain:

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. hexapod. Dalam bab tersebut telah dibahas mengenai struktur robot, analisa

Sistem Kendali dan Pemantauan Kursi Roda Elektrik

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 PERANCANGAN PEMBUATAN ALAT SENSOR SINYAL BUNYI POLISI TIDUR

BAB III PERANCANGAN ALAT. Sistem pengendali tension wire ini meliputi tiga perancangan yaitu perancangan

Miniatur Palang Pintu Kereta Api Otomatis dengan Menampilkan Kecepatan Kereta Serta Waktu Tunggu Menggunakan Arduino

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT

ROBOT GERAK OTOMATIS DI PERMUKAAN AIR

PERANCANGAN KONTROLER LOGIKA FUZZY UNTUK TRACKING CONTROL PADA ROBOT SUMO

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB IV PENGUJIAN ROBOT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

Model Sistem Keamanan Kendaraan Menggunakan Smartphone Android dan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler ATMega328. Abstrak

ROBOT PENJEJAK RUANGAN DENGAN SENSOR ULTRASONIK DAN KENDALI GANDA MELALUI BLUETOOTH

BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Flowchart

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan

TUGAS AKHIR ROBOT PEMBERSIH LANTAI OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SENSOR ULTRASONIK

Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51

BAB III PERANCANGAN ALAT

DT-51 Application Note

BAB IV ANALISA IMPLEMENTASI DAN EKSPERIMEN SISTEM PENGENDALI ROBOT CRANE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Implementasi Sistem Voice Recognition pada Robot Pemindah Objek sebagai Sistem Navigasi

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

GMBB. SMA.GEC.Novsupriyanto93.wordpress.com Page 1

PENERAPAN SINYAL ULTRASONIK PADA SISTEM PENGENDALIAN ROBOT MOBIL

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

III. METODE PENELITIAN. Perancangan sistem dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2014, bertempat di

Transkripsi:

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian dan analisis dari alat yang telah dibuat. Pengujian meliputi pengujian gerak kursi roda elektrik, pengujian cepatan kursi roda elektrik, pengujian pengenalan suara, pengujian pengereman otomatis,serta pengujian baterai sebagai sumber daya pada alat. Hasil pengujian diharapkan sesuai dengan perancangan, serta dapat memenuhi spesifikasi tugas akhir. Pengujian diawali dengan pengujian gerak kursi roda elektrik, dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kursi roda elektrik mampu bergerak maju,mundur, kanan dan kiri, pengujian cepatan kursi roda elektrik ini dilakukan untuk mengetahui berapa cepatan rata-rata kursi roda elektrik,pengujian pengenalan suara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kursi roda elektrik mampu mengeksekusi perintah yang diucapkan oleh pengguna. Selanjutnya dilakukan pengujian pengereman otomatis, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman otomatis tika ada penghalang di depan maupun di belakangnya. Dan yang terakhir adalah pengujian baterai, yaitu untuk mengetahui seberapa lama baterai bisa bertahan. 4.1. Pengujian Gerak Kursi Roda Elektrik Pengujian pengenalan suara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kursi roda elektrik mampu bergerak maju, mundur, kanan dan kiri. Pengujian dilakukan menggunakan Push Button. 33

Gambar 4.1. Push Button Gerakan Kursi Roda Elektrik. Gambar 4.1 merupakan push button arah gerakan dari kursi roda elektrik, kursi roda elektrik akan bergerak maju apabila push button kiri maju dan kanan maju ditekan bersamaan, kursi roda elektrik akan bergerak mundur apabila push button kiri mundur dan kanan mundur ditekan bersamaan, kursi roda elektrik akan berputar arah kanan apabila push button kiri maju dan kanan mundur ditekan bersamaan, sebaliknya kursi roda elektrik akan berputar arah kiri apabila push button kiri mundur dan kanan maju ditekan bersamaan. Tabel 4.1. Pengujian Gerak Kursi Roda Elektrik Gerakan Berhasil/tidak berhasil Maju Berhasil Mundur Berhasil Putar Kanan Berhasil Putar Kiri berhasil Table 4.1 menunjukan bahwa kursi roda elektrik mampu bergerak maju, mundur, kanan, dan kiri. Terlihat bahwa dalam pengujian gerak kursi roda elektrik, bagian mekanik dari kursi roda elektrik mampu bergerak maju, mundur, kanan dan kiri. 34

4.2. Pengujian Kecepatan Kursi Roda Elektrik Pengujian cepatan kursi roda elektrik dilakukan umtuk mengetahui cepatan dari kursi roda elektrik. Pada pengujian ini diambil jarak 10 meter sebagai jarak tempuh kursi roda elektrik, percobaan ini dilakukan 10 kali. Tabel 4.2. Pengujian Kecepatan Kursi Roda Elektrik Pengujian Waktu Yang Diperlukan(detik) 1 63 2 65 3 66 4 63 5 64 6 63 7 63 8 64 9 63 10 63 Tabel 4.2 menunjukan waktu yang dibutuhkan kursi roda elektrik untuk menempuh jarak 10 meter. Rata rata waktu kursi roda elektrik untuk menempuh jarak 10 meter adalah 63,7 detik, dengan kata lain cepatan kursi roda elektrik rata-rata adalah 1,769 Km/Jam. 4.3. Pengujian Pengenalan Suara Pengujian pengenalan suara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kursi roda elektrik mampu mengeksekusi perintah suara dari pengguna. 35

4.3.1. Pengujian Pengenalan Suara Satu Pengguna Pengujian dilakukan menggunakan Voice Recognition V3 Module. Pertama pengguna memilih mode tambah perintah untuk menyimpan 5 perintah suara yang akan dipakai yaitu Maju, Mundur, Kanan, Kiri dan Stop. Selanjutnya pengguna memilih mode coba perintah. Pada pengujian kali ini dilakukan 20 kali pengucapan pada setiap perintahnya. Gambar 4.2. Eksekusi Perintah Suara Yang Ditampilkan Pada Serial Monitor. Gambar 4.2 menunjukkan perintah suara yang berhasil dieksekusi dan ditampilkan pada serial monitor. Perintah diucapkan sebanyak 20 kali dan dicatat tingkat berhasilannya pada Tabel 4.3. Tabel 4.3. Pengujian Eksekusi Perintah Sebanyak 20 kali Perintah Jumlah pengenalan yang berhasil Maju 18 kali Mundur 18 kali Kanan 19 kali Kiri 19 kali Stop 17 kali 36

Dari Tabel 4.3 didapatkan tingkat berhasilan kursi roda elektrik dalam mengeksekusi perintah adalah sekitar 80%-90%. Persentase berhasilan eksekusi perintah stop terlihat paling sedikit,ada beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya adalah lebih sulitnya pengucapan kosakata stop tersebut dibanding empat perintah yang lainnya. Sehingga mengakibatkan pengucapan perintah suara sering tidak sama dengan referensi perintah suara yang telah disimpan 4.3.2. Pengujian Pengenalan Suara Tiga Pengguna Pengujian dua dari pengujian pengenalan suara ini adalah pengujian pengenalan suara dengan pengguna yang berbeda untuk membuktikan bahwa voice recognition v3 module bersifat dependent spear yaitu hanya mengeksekusi perintah dari suara yang sebelumya sudah disimpan pada voice recognition v3 module. Pengujian ini dilakukan oleh 3 orang yang berbeda yang suara dari 3 pengguna tersebut tidak direkam. Tabel 4.4. Pengujian Eksekusi Perintah Pengguna Pertama Perintah Jumlah pengenalan yang berhasil Maju 2 kali Mundur 0 kali Kanan 1 kali Kiri 1 kali Stop 0 kali 37

Tabel 4.5. Pengujian Eksekusi Perintah Pengguna Kedua Perintah Jumlah pengenalan yang berhasil Maju 0 kali Mundur 0 kali Kanan 1 kali Kiri 2 kali Stop 0 kali Tabel 4.6. Pengujian Eksekusi Perintah Pengguna Ketiga Perintah Jumlah pengenalan yang berhasil Maju 3 kali Mundur 0 kali Kanan 2 kali Kiri 1 kali Stop 0 kali Dari Tabel 4.4, Tabel 4.5, dan Tabel 4,6 didapatkan hasil berhasilan eksekusi perintah yang sangat rendah. Karena dibutuhkan perintah suara yang benar- benar identik dengan suara yang direkam. Hal ini bisa memperkuat bahwa voice recognition v3 module bersifat dependent spear. 4.4. Pengujian Pengereman Otomatis Pada bagian ini dilakukan pengujian terhadap pengereman otomatis. pengujian pengereman otomatis ada beberapa pengujian terkait dengan pengujian pengereman otomatis ini, pertama adalah pengujian apakah kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman, dua berapa lama waktu yang dibutuhkan kursi 38

roda elektrik melakukan pengereman otomatis, tiga adalah pada jarak berapa kursi roda elektrik berhenti pada saat melakukan pengereman otomatis. Pada sistem pengereman otomatis ini digunakan modul sensor ultrasonik, yang dipasang tiga buah pada bagian depan dan tiga buah pada bagian belakang. Sensor ini merupakan alat utama untuk mengukur jarak antara sensor ultrasonik dengan penghalang yang ada di depan maupun di belakangnya. Program akan menghentikan laju dari kursi roda elektrik apabila sensor ultrasonik dan penghalang berada pada jarak kurang dari 50cm. Gambar 4.3. Sensor Ultrasonik Bagian Belakang Gambar 4.4. Sensor Ultrasonik Bagian Depan 39

Pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4 menunjukan konfigurasi sensor ultrasonik pada bagian belakang dan bagian depan dari kursi roda elektrik. 4.4.1. Pengujian Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman otomatis tika mendeteksi penghalang di depan maupun di belakangnya. Pengujian ini dilakukan sebanyak 10 kali. Tabel 4.7 Pengujian Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Depannya. Pengujian Berhasil/Tidak Berhasil 1 Berhasil 2 Berhasil 3 Berhasil 4 Berhasil 5 Berhasil 6 Berhasil 7 Berhasil 8 Berhasil 9 Berhasil 10 Berhasil 40

Tabel 4.8 Pengujian Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Belakangnya. Pengujian Berhasil/Tidak Berhasil 1 Berhasil 2 Berhasil 3 Berhasil 4 Berhasil 5 Berhasil 6 Berhasil 7 Berhasil 8 Berhasil 9 Berhasil 10 Berhasil Tabel 4.9 Pengujian Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Kanannya. Pengujian Berhasil/Tidak Berhasil 1 Berhasil 2 Berhasil 3 Berhasil 4 Berhasil 5 Berhasil 6 Berhasil 7 Berhasil 8 Berhasil 9 Berhasil 10 Berhasil 41

Tabel 4.10 Pengujian Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Kirinya. Pengujian Berhasil/Tidak Berhasil 1 Berhasil 2 Berhasil 3 Berhasil 4 Berhasil 5 Berhasil 6 Berhasil 7 Berhasil 8 Berhasil 9 Berhasil 10 Berhasil Tabel 4.7, tabel 4.8, tabel 4.9 dan tabel 4.10 menunjukan bahwa kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman otomatis tika mendeteksi penghalang yang ada di depan maupun di belakangnya. 4.4.2. Pengujian Jarak Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Pada pengujian pengereman otomatis ini diberikan penghalang di depan, di belakang, di samping kiri dan di samping kanan dari kursi roda elektrik. Selanjutnya kursi roda elektrik akan digerakan menuju penghalang, mudian dicatat di jarak berapa cm kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman otomatis. Pada pengujian pengereman otomatis ini dilakukan sebanyak 10 kali untuk gerak maju, mundur, kanan dan kiri 42

Gambar 4.5 Jarak Berhenti Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Depan Gambar 4.6 Jarak Berhenti Kursi Roda Elektrik Dengan Penghalang Di Belakang Pada Gambar 4.5 dan Gambar 4.6 menunjukan contoh jarak kursi roda elektrik mampu berhenti pada saat mendeteksi penghalang pada bagian depan dan bagian belakang dari kursi roda elektrik. 43

Tabel 4.11 Pengujian Jarak berhenti Pengereman Otomatis Maju Percobaan Jarak kursi roda berhenti dari penghalang(cm) 1 30 2 27 3 27 4 33 5 34 6 35 7 25 8 33 9 25 10 28 Tabel 4.12 Pengujian Jarak berhenti Pengereman Otomatis Mundur Percobaan Jarak kursi roda berhenti dari penghalang(cm) 1 43 2 40 3 45 4 46 5 43 6 42 7 45 8 48 9 44 10 45 44

Tabel 4.13 Pengujian Jarak berhenti Pengereman Otomatis Kanan Percobaan Jarak kursi roda berhenti dari penghalang(cm) 1 20 2 16 3 17 4 19 5 20 6 23 7 20 8 19 9 17 10 16 Tabel 4.14 Pengujian Jarak berhenti Pengereman Otomatis Kiri Percobaan Jarak kursi roda berhenti dari penghalang(cm) 1 16 2 18 3 18 4 21 5 19 6 21 7 20 8 17 9 18 10 18 45

Pada Tabel 4.11, tabel 4.12, tabel 4.13 dan tabel 4.14, menunjukan tabel berhasilan kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman otomatis. Jarak rata- rata kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman apabila ada penghalang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri adalah 29,7 cm, 44,1 cm, 18,7 cm dan 18,6 cm. 4.4.3. Pengujian Waktu Pengereman Otomatis Kursi Roda Elektrik Pengujian ini dilakukan untuk mengetehui berapa waktu yang diperlukan oleh kursi roda elektrik untuk melakukan pengereman. Pada pengujian ini kursi roda elektrik akan diberikan penghalang di depan, di belakang, di samping kanan dan di samping kiri, mudian dicatat berapa waktu yang diperlukan kursi roda elektrik sampai benar-benar berhenti, waktu penghitungan waktu dimulai pada saat buzzer peringatan mulai aktif. Pengujian ini dilakukan 10 kali. Tabel 4.15 Pengujian waktu Pengereman Otomatis Maju Percobaan Waktu Pengereman (detik) 1 3 2 3 3 2 4 2 5 3 6 2 7 2 8 2 9 2 10 3 46

Tabel 4.16 Pengujian waktu Pengereman Otomatis Mundur Percobaan Waktu Pengereman (detik) 1 4 2 3 3 3 4 3 5 2 6 4 7 2 8 3 9 3 10 3 Tabel 4.17 Pengujian waktu Pengereman Otomatis Kanan Percobaan Waktu Pengereman (detik) 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 3 7 2 8 2 9 2 10 3 47

Tabel 4.18 Pengujian waktu Pengereman Otomatis Kiri Percobaan Waktu Pengereman (detik) 1 2 2 3 3 2 4 2 5 3 6 3 7 2 8 2 9 2 10 2 Pada Tabel 4.15, tabel 4.16, tabel 4.17, dan table 4.18 menunjukan tabel waktu kursi roda elektrik melakukan pengereman otomatis. Waktu rata- rata kursi roda elektrik mampu melakukan pengereman apabila ada penghalang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri adalah 2,4 detik, 3 detik, 2,2 detik dan 2,3 detik. 4.4.3. Pengujian eksekusi perintah tika kursi roda elektrik sudah diberi penghalang Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kursi roda elektrik tetap dalam posisi mengerem tika di sekitarnya ada penghalang walaupun diberikan perintah. 48

Tabel 4.19 Pengujian eksekusi perintah suara maju tika ada halangan di depannya Percobaan Aksi kursi roda elektrik 1 Diam 2 Diam 3 Diam 4 Diam 5 Diam 6 Diam 7 Diam 8 Diam 9 Diam 10 Diam Tabel 4.20 Pengujian eksekusi perintah suara mundur tika ada halangan di belakangnya Percobaan Aksi kursi roda elektrik 1 Diam 2 Diam 3 Diam 4 Diam 5 Diam 6 Diam 7 Diam 8 Diam 9 Diam 10 Diam 49

Tabel 4.21 Pengujian eksekusi perintah suara kanan tika ada halangan di kanannya Percobaan Aksi kursi roda elektrik 1 Diam 2 Diam 3 Diam 4 Diam 5 Diam 6 Diam 7 Diam 8 Diam 9 Diam 10 Diam Tabel 4.22 Pengujian eksekusi perintah suara kiri tika ada halangan di kanannya Percobaan Aksi kursi roda elektrik 1 Diam 2 Diam 3 Diam 4 Diam 5 Diam 6 Diam 7 Diam 8 Diam 9 Diam 10 Diam 50

Pada Tabel 4.18, tabel 4.19, tabel 4.20, dan table 4.21 menunjukan bahwa kursi roda elektrik tetap pada posisi diam tika di sekitarnya ada penghalang walaupun ada perintah suara dari pengguna. 4.5. Pengujian Baterai Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pengujian baterai yang digunakan sebagai sumber daya. Pengujian baterai ini bertujuan untuk mengetahui apakah baterai mampu mensuplai daya pada sistem selama 1 jam. Baterai yang digunakan pada kursi roda elektrik ini ada 2 buah yaitu accu dengan merk G-Force 12 volt 35 Ah untuk mensuplai daya pada motor DC dan power bank dengan kapasitas 5800 mah untuk mensuplai daya pada arduino mega. Pengujian pertama yaitu pada accu G-force dilakukan dengan cara mengukur voltase baterai saat kursi roda elektrik digunakan dalam waktu antara lain 0 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Gambar 4.7 Tegangan terukur pada saat pemakaian 0 menit. 51

Tabel 4.23 Pengujian Baterai Waktu pemakaian (Menit) Tegangan Terukur(Volt) 0 12,89 15 12,85 30 12,82 45 12,80 60 12,78 Tabel 4.10 menunjukan tegangan terukur saat pemakaian normal yaitu digunakan oleh pengguna dengan berat badan 80Kg, dan kursi roda tetap dalam adaan bergerak terus dalam waktu 0 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Kesimpulannya baterai yang dipakai pada kursi roda elektrik ini mampu mensuplai daya pada komponen-komponen kursi roda elektrik selama 1 jam dengan pemakaian normal. Dalam pengujian ini menggunakan power bank merk Advance dengan kapasitas 5800 mah, tegangan luaran sebesar 5 volt, dan arus luarannya sebesar 1 ampere. Baterai ini dapat memberikan daya pada alat selama 12 jam. Sehingga dapat digunakan sebagai sumber daya pada alat seperti yang diinginkan, karena baterai dapat bertahan lama. 52