PERANCANGAN BEAUTY FOTOGRAFI SEBAGAI PENCITRAAN TOKO PERHIASAN RUBEUS DI SURABAYA

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN BUKU FOTOGRAFI TARI MAYANG MADU DI KABUPATEN LAMONGAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Commercial / Advertising Photography

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

FOTOGRAFI MODEL SEBAGAI BAGIAN PROMOSI LEMBAGA PENDIDIKAN MODEL STUDIO MODEL SOLO

BAB II METODE PERANCANGAN

PRODUCT PHOTOGRAPHY. Pertemuan ke 1. Dosen Pembimbing : Muhammad Fauzi S.Des., M.Ds Program Studi : Desain Produk Universitas Esa Unggul

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai salah satu industri yang paling dinamis saat ini, pemilik

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini seringkali disebabkan oleh keseragaman target market yang dimiliki bisnis

Bab V Konsep Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada PT. Suara Mitra

BAB 2 DATA DAN ANALISA

Lingkungan Bisnis Tentang Peluang Bisnis Yang Tak Lepas Dari Teknologi Informatika

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

Karya Seni. Judul karya : Ngéntung Pajéng. PENCIPTA : Ida Bagus Candra Yana S.Sn.,M.Sn. PAMERAN "Festival Fotografi Surabaya" Ciputra, Surabaya 2015.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. dengan kegiatan masyarakat yang sering mengunjungi mall atau plaza serta melakukan

METODE PERANCANGAN. A. Orisinalitas

BAB I PENDAHULUAN. konsumen itu untuk mempromosikan produk perusahaan.

KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: VILLA LALU PENCIPTA: A.A Gde Bagus Udayana, S.Sn.,M.Si PAMERAN. International exhibition ISACFA

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB III LAPORAN KERJA PRAKTEK PERANCANGAN FOTO PRODUK. 3.1 Peranan Praktikan Dalam Perusahaan

BAB IV KOSEP PERANCANGAN

PERANCANGAN MEDIA KATALOG SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA AMARTA GALLERY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pertemuan 13 Fotografi Konsep Foto ACHMAD BASUKI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

lighting for strobist

DESAIN INTERIOR I PERANCANGAN RUANG PENJUALAN D W I R E T N O S A., M. S N

BAB II URAIAN TEORITIS. Display Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Pada Batik Kemukten.

BAB III DATA PERANCANGAN Pengertian Desain Grafis & Multimedia.

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan Retailing (eceran) adalah kegiatan menyalurkan barang dan jasa

PANDUAN UJI KOMPETENSI

BAB I PENDAHULUAN. dan lain sebagainya. Perkembangan kamera mulai dari kamera manual sampai digital

BAB I PENDAHULUAN. Ada bermacam-macam bentuk promosi, seperti iklan, potongan harga,

BAB I PENDAHULUAN. dibidang ini, semakin banyak pula pesaing yang dihadapi. Pada zaman sekarang ini

BAB I PENDAHULUAN. Di Era modern ini, perkembangan foto dan printing mengalami peningkatan,

Job List wajib untuk Foto Wedding

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang

BAB III IDENTIFIKASI DATA. A. Solonesia Record Store

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. maka nilai keuntungan perusahaan tersebut juga akan sedikit.

BAB I PENDAHULUAN. Pada era modern ini usaha percetakan merupakan usaha yang paling di

BAB I PENDAHULUAN. tempat pariwisata yang menarik. Berdasarkan data. Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, hingga bulan September 2011 sudah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

Fotografer Freelance, Kantongi Laba Dari Moment Istimewa

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangan jaman cafe telah memiliki banyak konsep.

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI. Kurang adanya peran media atau sumber-sumber lain

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan Studi 1. Judul Perancangan

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

Kewirausahaan II. Menjalankan Usaha ( Bagian 4 ) Disain / Renovasi / Eksterior / Interior Studi Kasus : Restoran. Rizal, S.ST., MM.

Craftline.co.id Jual Beli Produk Kreatif? Ya hanya di Craftline!

W, 2015 #INSTAMOMENT KARYA CIPTA FOTOGRAFI MENGGUNAKAN MEDIA SMARTPHONE ANDROID DENGAN APLIKASI INSTAGRAM

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Riasan dan kosmetik merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan.

Perancangan Media Promosi Triwulan Event Artotel Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. Setelah sukses selama bertahun-tahun dengan berbagai produk dari brand Wardah,

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini belum juga menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatkan Brand Awareness. Penelitian yang berhubungan dengan objek

BAB I PENDAHULUAN. Agar mampu menguasai pasar, perusahaan tidak begitu saja melemparkan

ABSTRAK PERANCANGAN PROMOSI FESTIVAL TAHU CIBUNTU DI KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS DI BIDANG FOTOGRAFI OLEH : ARTHA GILANG SAPUTRA

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Berbagai busana tari Bali dalam hal ini dapat di kembangkan dengan berbagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN MEDIA PROMOSI CV.EKA MULIATAMA UNTUK MEMPERLUAS PANGSA PASAR DI KABUPATEN SEMARANG

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

TUGAS AKHIR BUKU ILLUSTRASI BANDUNG TRAVEL GUIDE. Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)

BAB I PENDAHULUAN. Bab 1 Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Info Bisnis, Maret 2007:30 ( 8/10/2009).

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

II METODE PERANCANGAN

HUBUNGAN PROMOSI PENJUALAN DENGAN MINAT PEMAKAIAN JASA TERHADAP PT. BROADCAST STUDIO DI BANDUNG

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Nur Muladica Gedung Fotografi di kota Semarang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri kreatif saat ini telah memasuki era yang sangat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. kepada konsumen perusahaan maka dibuatlah sebuah company profile yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Di era globalisasi informasi saat ini, keberadaan informasi menjadi hal

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1 Logo Kampanye

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB 4 KONSEP DESAIN. sumber :

BAB III METODE PERANCANGAN. Pada kerja praktek ini penulis berusaha menemukan dan memecahkan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB III IDENTIFIKASI DATA

PROPOSAL BISNIS PLAN COMPETITION ARRA

kemudian untuk isi buku menggunakan Artpaper 150 gram.

PENDAHULUAN. Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini persaingan antara perusahaan semakin

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era digital ini, teknologi semakin berkembang. Banyak teknologi baru

Galeri Fotografi Pelukis Cahaya yang Berlanggam Modern Kontemporer dengan Sentuhan Budaya Lombok. Ni Made Dristianti Megarini

BAB I PENDAHULUAN. suatu produk khususnya melalui media cetak. Menurut Rhenald Khasali (1995:99)

3.1.1 Profil Target Audience Website Koran Tangerang Ekspres. 1. Masyarakat kalangan menengah dan kalangan Atas. 2. Jenis Kelamin : Pria & Wanita

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perancangan. perdagangan se-asia Tenggara, Monumen Nasional (MONAS), dan kota

Transkripsi:

1 PERANCANGAN BEAUTY FOTOGRAFI SEBAGAI PENCITRAAN TOKO PERHIASAN RUBEUS DI SURABAYA Clemens Benedict Marvin William Hartoyo 1, Hartono Karnadi 2, Lury Renaningtyas 3 123 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra Surabaya Jl. Siwalankerto 121-13, Surabaya E-mail: m42413061@john.petra.ac.id ABSTRAK Rubeus, Surabaya merupakan toko perhiasan yang ternama karena terletak di Galaxy Mall, mall yang tergolong mewah. Perhiasan yang dijual seperti cincin, kalung, anting-anting, dan gelang. Perhiasan yang dibuat dari berbagai bahan yaitu, Batu permata, logam mulia, kerang, dan mutiara yang digunakan bahan utamanya untuk perhiasan. Jenis perhiasan lebih dominan untuk wanita, dan untuk laki-laki hanya perhiasan umum dewasa seperti cincin dan gelang. Fotografi dapat membantu untuk banyak hal seperti promosi, tampilan, dan image dari toko tersebut. Perancangan karya Beauty fotografi dan menambah display foto dalam toko ini bertujuan untuk meningkatkan pencitraan di Toko Perhiasan Rubeus untuk display didalam toko untuk meningkatkan shoping experience ketika ada pelanggan yang masuk. Kata kunci: Fotografi, Perhiasan, Tampilan, Beauty Fotografi, Pencitraan, Shopping experience. ABSTRACT Title : Beauty Photography Design for Jewelry Shop "Rubeus" Imaging in Surabaya Rubeus, Surabaya is a famous jewelry store because it is located in Galaxy Mall, the mall is quite luxurious. Jewelry on sale such as rings, necklaces, earrings, and bracelets. Jewelry made from various materials namely, gems, precious metals, seashells, and pearls which are used as the main material for the jewelry. This type of jewelery is dominantly made for women and men only gets generally mature jewelry such as rings and bracelets. Photography can help for many things like the promotion, display, and image of the store. The design of Beauty photography and some photo display in this store aims to improve the imaging of Rubeus Jewelry Store also for in-store displays to enhance shopping experience for incoming customers. Key Words : Photography, Jewelry, Display, Beauty Photography, Imaging, Shopping experience.

2 Pendahuluan Perhiasan merupakan suatu produk yang digemari dan dicari semua kalangan khususnya wanita, karena pada umumnya wanita menghias dirinya untuk terlihat menarik. Perhiasan biasanya dianggap sebagai benda yang memberikan nilai estetika lebih pada dirinya. Perhiasan terdiri dari kalung, gelang, cincin, anting, dan lain-lain. Perhiasan bukanlah barang kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari tetapi menjadi investasi, gaya hidup, dan motivasi agar dapat membeli barang tersebut harus bekerja keras dan sukses untuk mencapainya. Strategi untuk peningkatan citra Rubeus yang pernah dilakukan adalah; beriklan di koran dan pameran. Toko perhiasan Rubeus ini pernah melakukan pameran perhiasan, itupun tiga tahun yang lalu. Hingga sekarang belum ada kegiatan yang mendukung pencitraan toko perhiasan tersebut. Berbagai macam promosi dan adanya fotografi di saat ini dapat membantu untuk menambah pecitraan toko ini menjadi lebih menarik, seperti memperlihatkan beberapa koleksinya. Menurut Bill Canton dalam Sukatendel (1990:111) Citra adalah kesan, perasaan, gambaran dari public terhadap perusahaan. Kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi. Metologi Analisis Data Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan toko perhiasan Rubeus ini, baik dari luar maupun dalam. Faktor tersebut dijabarkan menjadi analisi SWOT sebagai berikut : Strenght (Kekuatan) - Selalu up to date dalam model perhiasan terbaru - Banyak varian model - Harga yang murah - Berpengalaman di dunia perhiasan sejak 2003 - Lokasi di Galaxy Mall, mudah dijangkau dan tempat yang ekslusif Weakness (Kelemahan) - Kurangnya promosi - Display terlihat kurang menarik Opportunity (Kesempatan) - Pangsa pasar yang masih luas karena konsumen lebih menyukai harga yang terjangkau - Daya beli masyarakat yang semakin meluas Perhiasan - Gaya hidup masyarakat urban khususnya wanita yang selalu memperhatikan penampilan fisik Threats (Ancaman) - Banyak persaingan dengan perusahaan perhiasan lainnya - Pelanggan yang memiliki mood model bentuk perhiasan yang bisa berubahubah - Media promosi yang digunakan kompetitor semakin kreatif Perhiasan adalah sebuah benda yang digunakan untuk merias atau mempercantik diri. Perhiasan biasanya terbuat dari emas ataupun perak dan terdiri dari berbagai macam bentuk mulai dari cincin, kalung, gelang, liontin dan lain-lain. Walaupun begitu perhiasan memegang peranan cukup penting dalam kehidupan sosial masyarakat tertentu. Hal ini dapat dilihat dari besarnya perhatian orang terhadap perkembangan perhiasan dari masa ke masa. Fungsi perhiasan sebagai alat untuk memperindah atau mempercantik diri dapat lebih luas lagi karena dapat pula meliputi pemakaian kosmetik. Toko Perhiasan Rubeus Toko Perhiasan Rubeus ini di buka pada tahun 2003 di Galaxy Mall Surabaya didirikan oleh Koeswanto Halim dan dipegang anak-anaknya, Toko ini lebih dominan menjual batu permata atau spesialis batubatu permata, namun di seimbangi dengan berlian. Perhiasan yang di jual seperti cincin, kalung, antinganting, dan gelang. Perhiasan dapat dibuat dari berbagai bahan. Batu permata dan logam mulia, kerang, dan mutiara yang digunakan bahan utamanya untuk perhiasan. Jenis perhiasan lebih dominan untuk wanita dan ada untuk laki-laki hanya perhiasan umum dewasa seperti cincin dan gelang. Beauty Fotografi Seiring berkembangnya dengan dunia model, fotografi beauty atau disebut juga dengan beauty shot menciptakan secara pasti sebuah aliran yang sangat berkembang secepat perkembangan dunia kecantikan sendiri, dan seiring nuansa yang lahir tak lagi menjadi apa yang awalnya diciptakan, tidak lagi sebagai media acuan ataupun sekedar foto dengan esensi indah, namun sudah berevolusi menjadi sebuah bentuk hasil olah rasa yang tinggi. Di dalam dunia fotografi istilah beauty shot menurut Ridha Kusumabrata, mengandung arti bahwa segala sesuatu yang di hasilkan dan di tampilkan sebagai hasil akhir

3 pemotretan harus tampak cantik, menarik, serta mengeluarkan aura dari foto tersebut. Pencitraan Citra dapat diukur melalui pendapat, tanggapan, kesan seseorang. Dalam membuka pertokoan pasti memerlukan sebuah reputasi nama atau citra agar dikenal oleh masyarakat. Menurut Bill Canton dalam Sukatendel (1990:111) citra adalah kesan perasaan, gambaran dari public terhadap perusahaan. Dan menurut Philip Henslowe (2000:2), citra adalah kesan yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dan pengertian terhadap fakta (tentang orang-orang, produk atau situasi). Jadi dapat disimpulkan bahwa citra adalah gambaran atau cara pandang publik tentang sebuah objek, individu, maupun perusahaan, dimana gambaran atau pandangan yang didapat oleh lingkungan di sekitar atau pihak lain sebagai hasil dari pengalaman dan pengetahuannya yang diberikan itu dapat mempengaruhi publik untuk mendukung, netral, atau memusuhi objek, individu, ataupun perusahaan tersebut. Display Penataan produk dikenal juga dengan istilah display. Display dalam konteks sebuah toko, adalah suatu cara penataan produk, terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen. Menurut Ngadiman (2008 : 329) bahwa display: tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli. Display memiliki tujuan meningkatkan nilai produk agar terlihat menarik, Adapun menurut Kotler (2000:643) tujuan display dapat digolongkan menjadi: Untuk menarik perhatian (attention interest) para pembeli. Hal ini dilakukan menggunakan warnawarna, lampu-lampu dan sebagainya. Untuk dapat menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang di pamerkan di toko (attention, interest). Kemudian para konsumen masuk ke dalam toko dan melakukan pembelian (desire + action). itu penerapan foto beauty akan membuat suasana toko menjadi lebih terlihat mewah dan professional. What to say Setiap orang tentu ingin berpenampilan menarik setiap saat pada acara apapun Menggunakan busana disertai dengan perhiasan yang serasi akan membuat penampilan seseorang berbeda. Ini akan menunjang kepercayaan diri seseorang. Dan di jaman sekarang ini sudah banyak toko perhiasan yang buka di manamana. Maka dari itu dari Toko Rubeus ini membutuhkan media fotografi sebagai display untuk menambah attention, interest customer, desire dan action. How to say Foto merupakan salah satu media visual yang sifatnya lebih universal serta faktual dengan demikian lebih mudah dicerna oleh masyarakat. Foto juga dapat menyampaikan pesan dan menciptakan emosi bagi penikmatnya. Adanya peran model dalam foto tersebut tujuannya lebih memudahkan calon konsumen. Tema Foto Beauty Fotografi untuk display toko. Konsep Penyajian Penggunaan perhiasan milik toko Rubeus dengan model dan dibantu dengan makeup artist dan hair do untuk menambah kecantikan dalam foto tersebut. Karya foto dikemas dalam konsep penggunaan highlight yang tajam untuk menciptakan kesan dramatis dengan pengambilan gambar close up dan extreme close up untuk memperlihatkan detail perhiasan. Tata rias model munggunakan teknik make up beauty, dan di bantu dengan program photoshop dengan pengurangan warna dalam kulit agar warna dari perhiasan atau objek dari perhiasan itu lebih eye catching di lihat dalam foto. Konsep Kreatif Mengangkat citra toko perhiasan Rubeus melalui fotografi beauty, sebagai media pendukung display interior toko yang memperlihatkan produk terbaru agar lebih menarik perhatian pengunjung. Disamping Gambar 1. Refrensi fotografi beauty dengan perhiasan Sumber : http://rankin.co.uk/advertising/

4 Judul The Essentials of Luxury yang berarti barang yang kita perlukan dalam kemewahan. Adanya judul seperti ini akan membuat motivasi untuk masyarakat ingin berpenampilan mewah. Lokasi Pemotretan dilakukan secara indoor. tempat utama pemotretan di Toko Perhiasan Rubeus, hal ini dilakukan karena juga demi keamanan terhadap perhiasan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Properti Properti yang digunakan perhiasan dari Toko Rubeus tersebut dan dilengkapi dengan busana yang terlihat glamour yang akan mendukung kemewahan dari perhiasan tersebut. Peralatan Peralatan yang digunakan dalam perancangan karya fotografi ini meliputi: - Kamera Sony A7 Mark II - Lensa Sony Carl Zeiss 55mm f1.8 - Ringlight - Software Adobe Photoshop Gambar 2. Pemotretan pertama Seleksi dan Analisis Pemotretan Proses seleksi foto secara mendalam yang bertujuan untuk mendapatkan foto yang sesuai dengan konsep yaitu ketajaman perhiasan, pose dan ekspresi model dan tata cahaya. Selanjutnya karya foto yang terseleksi diaplikasikan dalam bentuk foto display toko, dan media pendukung sebagai bagian dari promosi Toko Perhiasan Rubeus yang berupa katalog produk, kalender dinding dan kalender meja. Pada pemotretan, model menggunakan set yang sudah di siapkan oleh Client atau Owner dari Toko Perhiasan Rubeus dan total set perhiasan yang akan di foto 4 set pada model pertama. Kamera yang digunakan adalah Sony A7 Mark II, Lensa, dengan pengaturan shutter speed 125, dan f 8. Untuk lampu menggunakan Ringlight dengan diameter 50cm yang dilapisi dengan diffuser yang di letakan langsung di depan model. Gambar 3. Pemotretan Kedua

5 Gambar 4. Hasil Foto Final Penyajian Dalam Bentuk Catalog 1.1 Buku katalog yang berisi koleksi dari Toko Perhiasan Rubeus dan foto dan detail dari setiap perhiasan yang di pakai oleh model. Target market yang dituju adalah anak-anak mudah menengah keatas, maka dari itu Buku katalog didesain secara simple dan minimalis, dengan tujuan memberikan kesan eksklusif. Ukuran katalog 14.8 x 14.8 cm, dengan 18 halaman termasuk cover. Gambar 5. Katalog Produk 14.8 x 14.8 cm Penyajian Dalam Bentuk Calendar Meja Kalender meja yang bisa dijadikan souvenir dalam pertokoan jika ada pelanggan yang melakukan pembelian, dan kalender dinding ini dicetak ukuran 25 x 18 cm dengan 14 lembar termasuk cover

6 Gambar 7. Kalender Dinding ukuran A3 Gambar 6. Kalender Meja 25 x 18 cm Penyajian Dalam Bentuk Calendar Dinding Kalender dinding yang bisa dijadikan souvenir dalam pertokoan jika ada pelanggan yang melakukan pembelian, dan kalender dindin ini dicetak ukuran A3 dengan 14 lembar termasuk cover. Kesimpulan Adanya Beauty fotografi membantu toko perhiasan ini terlihat lebih menarik dalam display foto, dalam display foto itu bisa membantu meningkatkan pencitraan toko terlihat lebih mewah dan menambah shopping experience di dalam toko. Membuat sebuah beauty fotografi diperlukan berbagai persiapan, mulai dari konsep perencanaan yang matang, hingga pada teknis pengerjaan mulai dari make up, hairdo, ekspresi model, lighting, dan kemampuan teknis fotografer dalam mengabadikan gambar.

7 Membuat karya foto dengan benda beharga itu tidak semudah yang kita perkirakan karena dari pihak client penulis tidak diperbolehkan untuk membawa benda beharga itu untuk keluar dari Toko atau studio di situlah penulis mengusahakan membuat studio kecil dalam Toko Rubeus itu tersebut. Mengatur semaksimal mungkin pencahayaan untuk sesi pemotretan di dalam toko yang ruanganya sangat minim. Perlu diperhatikan bahwa dalam pengerjaan suatu karya fotografi beauty, perlu diberikan perhatian lebih pada detail yang ada, karena pengambilan gambar menggunakan teknik close up dan extreme close up dan mengatur diafragma pada lensa sekecil mungkin sehingga detail dari perhiasan maupun detail dari model terlihat dengan jelas pada hasil foto. Daftar Pustaka Arko K. Sukatendel. (1990). Public Relations Perusahaan. Fikom Unpad. Bandung. Fotografi Beauty <http://www.rkusumabrata.com/post/fotografifashion--beauty-shot> Kotler, Philip, (2000), Manajemen Pemasaran, PT. Prenhallindo, Jakarta. Ngadiman (2008). Marketing. Departemen Pendidikan Nasional. Philip Henslowe. (2000). The Art and Science of Public Relations Vol. 3, Crest Publishing House. New Delhi.