PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN

dokumen-dokumen yang mirip
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN

PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Maulidiyah, Teguh Wibowo, Erni Puji Astuti Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPS PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

Abstrak. Kata kunci: model pembelajaran NHT, model pembelajaran TPS, fungsi, prestasi belajar matematika

PENGARUH METODE PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

PENGARUH MODEL KOOPERATIF CONCEPT SENTENCE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LEARNING CELL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP KENAMPAKAN ALAM

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NHT, SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA SEKOLAH DASAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS KONSEP SIFAT BANGUN DATAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

Pengaruh Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition Terhadap. apabila hasil belajar Bahasa Indonesia

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 30 PADANG

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU DOMINO DENGAN MELIHAT KEMAMPUAN AWAL SISWA

STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN MODEL DISKUSI DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISCOVERY BERBASIS MEDIA REALITA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

PENGARUH PENGGUNAAN GAMES METHOD OF ENVIRONMENT (GMOE) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

Abstrak. Kata kunci: Pembelajaran Think Pair Share, konvensional, prestasi belajar PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW II DAN TGT PADA MATERI BANGUN DATAR SEGITIGA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VII TAMAN DEWASA JETIS

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bandarlampung.

Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2017 UIN Raden Intan Lampung 6 Mei 2017

EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN QSH DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTU KARTU MASALAH DAN THINK PAIR SHARE BERBANTU KARTU MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL

PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN NUMBERE HEADS TOGETHER

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 262 siswa dan

*Keperluan korespondensi, HP: , ABSTRAK

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Populasi

Mugiyanto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Abstrak

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, UNS, Surakarta

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TGT MATERI OPERASI HIMPUNAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. komparatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian komparatif adalah

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY

Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2017 UIN Raden Intan Lampung 6 Mei 2017

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

Kata Kunci: model pembelajaran, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Kubus dan balok

Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester ganjil SMP

METODE PENELITIAN. Bandarlampung Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 200

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation (GI), hasil belajar IPA, Science Learning Result

Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:

NASKAH PUBLIKASI EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TALKING STICK, STAD DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL NUMBERRED HEAD TOGETHER SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK TAMTAMA KARANGANYAR

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN ARTIKULASI DAN DI BERBANTUAN POWERPOINT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL SNOWBALL THROWING DAN TGT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII

KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONCEPT MAPPING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK

Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL TEAM GAME TOURNAMENT

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA SMP KELAS VIII

Agung Putra Wijaya, Mardiyana, Suyono Program Studi Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 19 Bandarlampung yang terletak di Jl.

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

EKSPERIMENTASI PENDEKATAN OPEN-ENDED DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH PROGRAM LINEAR

Indra Puji Astuti 1 1 Dosen Prodi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI NGAWI

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION

PENGARUH METODE INQUIRY DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE MAKE A MATCH DAN TALKING STICK

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Penemuan Terbimbing dan Model Pengajaran Langsung

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

*keperluan korespondensi, tel/fax : ,

BAB III METODE PENELITIAAN. mengetahui pengaruh yang muncul. Dalam penelitian ini penulis melakukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MENGGUNAKAN PENDEKATAN THINK-TALK-WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Eksperimen

Dosen Program Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

Pengaruh Model Student Team Achievement Division

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DISERTAI KUIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 14 PADANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR ANTARA SFE DAN MODEL KONVENSIONAL PADA KUBUS DAN BALOK SMP N 39 PURWOREJO

BAB V PEMBAHASAN. A. Hasil belajar Fiqih antara yang menggunakan Model Pembelajaran. Numbered Heads Together (NHT) dan Konvensional (ceramah) terhadap

Jurnal Akademis dan Gagasan matematika Edisi Ke Dua Tahun 2015 Halaman 45 hingga 53

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN Susi Irmawati 1), Hadi Mulyono 2), Sadiman 3) PGDS FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Slamet Riyadi No. 9, Surakarta 57126 email: khaira.rekha82@gmail.com Abstract: The purpose of this research was to know the effect of the cooperative learning model of Numbered Heads Together type with domino card based on the concept of a mixed arithmetic. This research used the quasi experimental research. The sampling technique used cluster random sampling. Based on this research result was found that t obs > t (0,025;3) (2,907 > 2,017), so H 0 was rejected. The conclusion of this research was the cooperative learning model of Numbered Heads Together type with domino card based gives the better on the concept of a mixed arithmetic than direct of learning model. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together berbasis kartu domino terhadap pemahaman konsep hitung campuran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh t obs > t (0,025;3) (2,907 > 2,017), sehingga H 0 ditolak. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbasis kartu domino menghasilkan pemahaman konsep hitung campuran lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Numbered Heads Together, kartu domino, pemahaman konsep hitung campuran. Pendidikan di Indonesia mengalami banyak kemajuan, baik di bidang kurikulum maupun pembelajaran. Menyoroti tentang pendidikan, banyak hal yang masih perlu ditingkatkan untuk lebih memberdayakan manusia Indonesia. Suksesnya pendidikan di suatu negara pasti dipengaruhi oleh kondisi pembelajaran di setiap sekolah pada jenjang masing-masing. Berbagai macam kegiatan pembelajaran berlangsung setiap harinya di setiap jenjang pendidikan. Banyak pula mata pelajaran yang diajarkan. Salah satu mata pelajarannya adalah matematika. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern yang mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Pembelajaran matematika ditujukan untuk melatih siswa berpikir kritis dan bertindak atas dasar pemikiran logis dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali konsep di dalam matematika yang disampaikan kepada siswa untuk dipahami. Karena banyaknya konsep matematika yang diberikan kepada siswa, maka pada umumnya siswa di Indonesia menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Hal tersebut diperkuat dengan hasil pretest yang dilakukan oleh peneliti yang menunjukkan 69,76% atau 30 dari 3 siswa mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Salah satu cara menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa agar siswa mampu memahami konsep matematika dengan benar yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif dengan pemilihan media yang sesuai. Penggunaan model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran memiliki pengaruh besar dalam keberhasilan pembelajaran. Model pembelajaran i- novatif berbeda dengan penggunaan model pembelajaran langsung yang masih bersifat teacher center karena penekanan pada model pembelajaran inovatif adalah student center. Salah satu model pembelajaran inovatif yang paling banyak digunakan adalah model pembelajaran kooperatif. Beberapa tipe pembelajaran kooperatif antara lain Student Teams Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, Investigasi Kelompok, Teams Games Tournament (TGT), Think Pair Share (TPS) dan Numbered Heads Together (NHT) (Trianto, 2011). Salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif adalah Numbered Heads Together (NHT). NHT merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif 1) Mahasiswa Program Studi PGSD UNS 2,3) Dosen Program Studi PGSD UNS

terhadap struktur kelas tradisional (Trianto, 2011: 82). Dalam pembelajaran dengan menggunakan Numbered Heads Together (NHT) siswa diberi kesempatan untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Dengan penerapan Numbered Heads Together diharapkan siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan semangat kerja sama dalam kelompok meningkat. Selain penggunaan model pembelajaran yang tepat, keberhasilan pembelajaran juga ditunjang oleh pemilihan media yang sesuai dengan materi maupun model pembelajaran. Anitah (2009: ) menyatakan bahwa media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengantarkan pesan pembelajaran antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pada penelitian ini, media yang akan digunakan merupakan media dari jenis kartu bermain yaitu kartu domino. Kartu domino adalah kartu permainan yang terdiri dari dua bagian yang memuat pertanyaan dan jawaban yang harus dipasangkan. Kartu domino yang digu-nakan dalam penelitian ini merupakan kartu domino yang berisi beberapa bilangan dengan beberapa operasi matematika sebagai pertanyaan dan bilangan cacah sebagai jawaban. Cara memainkannya cukup sederhana yaitu dengan memasangkan bagian pertanyaan dengan jawaban yang cocok pada kartu domino lain. Jadi, kartu domino yang dimaksud di sini adalah kartu domino hitung campuran. Dengan dipadukannya model pembelajaran yang inovatif yaitu Numbered Heads Together dan kartu domino yang merupakan media pembelajaran edukatif, maka diharapkan tercipta pembelajaran yang lebih baik serta siswa dapat dengan mudah memahami pembelajaran matematika terutama konsep hitung campuran. Berdasarkan hal di atas, tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together berbasis kartu domino terhadap pemahaman konsep hitung campuran pada siswa Kelas IV SD se- Gugus Bima Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun 2013/ 201. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SD segugus Bima Kecamatan Gondangrejo. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2013/201. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD se-gugus Bima Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 112 siswa. Sampel penelitian ini adalah sebagian siswa kelas IV SD segugus Bima Kecamatan Gondangrejo dengan perincian yaitu, SD Negeri 01 Jatikuwung sebagai sampel kelompok eksperimen dengan jumlah peserta didik sebanyak 26 peserta didik dan SD Negeri 01 Bulurejo sebagai sampel kelompok kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 19 peserta didik. Di samping itu, SD Negeri 02 Jatikuwung sebagai kelompok uji coba tes dengan jumlah peserta didik yaitu 3 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau quasi experimental research karena peneliti tidak dapat mengontrol variabel-variabel yang ada. Tujuan penelitian semu menurut Suwarto dan Slamet (2007: 2) adalah untuk memperoleh perkiraan informasi melalui eksperimen yang tidak memungkinkan peneliti untuk mengontrol semua variabel yang ada. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik tes digunakan untuk mengukur pemahaman konsep hitung campuran siswa. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data nilai Ulangan Akhir Semester gasal, RPP, daftar hadir siswa, dan nilai ulangan harian tahun pelajaran 2013/201 mata pelajaran matematika. Data ini digunakan untuk mendukung pengumpulan data tentang pemahaman konsep hitung campuran. Teknik observasi digunakan untuk mendukung pengumpulan data tentang pemahaman konsep hitung campuran. Sedangkan teknik wawancara bertujuan untuk menggali informasi untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, kemampuan memahami konsep hitung campuran pada siswa kelas IV, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran matematika sebelum dan sesudah pe-

nerapan model pembelajaran NHT berbasis kartu domino. Validasi instrumen menggunakan uji validitas butir soal atau validitas item dengan rumus product moment. Berdasarkan hasil uji validitas instrumen, dari 0 butir soal diperoleh hasil yaitu 32 butir soal valid dan 8 butir soal tidak valid. Uji validitas dilanjutkan dengan analisis butir soal yang di dalamnya mencakup uji daya beda soal dan uji taraf kesukaran, kemudian dilanjutkan dengan uji reliabilitas. Reliabilitas instrumen menggunakan rumus K-R 20. Instrumen dikatakan reliabel jika koefisien reliabilitasnya lebih besar atau sama dengan 0,70 (r11 0,70). Berdasarkan penetapan isi instrumen dan hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh r11 sebesar 0,82. Dengan demikian, instrumen yang digunakan dinyatakan reliabel, karena r11 0,70. Oleh karena itu, instrumen dapat digunakan dalam pelaksanaan tes. Tahap analisis data dalam penelitian ini terdiri atas 3 (tiga) tahap, yaitu uji prasyarat, uji keseimbangan, dan uji hipotesis. Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Lilliefors. Sedangkan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Uji keseimbangan dilakukan menggunakan uji-t. Data yang diuji keseimbangannya adalah nilai kemampuan awal siswa. Berdasarkan uji keseimbangan, diperoleh hasil tobs= -0,286 dengan DK = {t t < -2,017 atau t > 2,017}, oleh karena itu tobs DK, sehingga H0 diterima. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t, adapun data yang diuji adalah nilai posttest pemahaman konsep hitung campuran siswa. HASIL Setelah pemberian perlakuan pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kontrol selesai, maka langkah selanjutnya adalah pengumpulan data nilai siswa hasil posttest. Berikut sajian hasil pemahaman konsep dari masing-masing kelompok penelitian. Berdasarkan hasil posttest kelompok eksperimen, diperoleh nilai terendah adalah 0, nilai tertinggi adalah 100, rata-rata 65,12, dan simpangan baku 17,99. Sebaran data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1 mengenai hasil pemahaman konsep kelompok eksperimen, sebagai berikut: Tabel 1. Data Distribusi Hasil Pemahaman Konsep Kelompok Eksperimen Data Nilai Siswa F Persentase 35-5 6-56 57-67 68-78 79-89 90-100 3 7 6 2 11,5% 26,92% 15,38% 23,08% 7,69% 15,38% Jumlah 26 100% Berdasarkan hasil posttest kelompok kontrol, diperoleh nilai terendah adalah 26,7, nilai tertinggi adalah 76,7, rata-rata 50,71, dan simpangan baku 1,03. Sebaran data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Data Distribusi Hasil Pemahaman Konsep Kelompok Kontrol Data Nilai Siswa F Persentase 26-3 35-3 -52 53-61 62-70 71-79 2 6 0 3 10,53% 21,05% 21,05% 31,58% 0% 15,79% Jumlah 19 100% Berikut hasil uji normalitas kedua kelompok pada Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Kelompok L obs L (α;n) Keterangan Eksperimen 0,12 0,171 H 0 diterima Kontrol 0,176 0,195 H 0 diterima Berdasarkan Tabel 3 di atas, diperoleh sampel kelompok eksperimen Lobs < L(0,05;26) yaitu 0,12 < 0,171, maka Lobs DK sehingga H0 diterima. Pada sampel kelompok kontrol Lobs < L(0,05;19) yaitu 0,176 < 0,195, sehingga Lobs DK maka H0 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Hasil uji homogenitas data pemahaman konsep dapat dilihat pada Tabel berikut: Tabel. Hasil Uji Homogenitas Kelompok χ 2 obs χ 2 (0,95; 1) Keputusan Eksperimen Kontrol 1,230 3,81 H 0 diterima Berdasarkan Tabel di atas menunjukkan bahwa 2 obs < 2 (0,95;1) yaitu 1,230 < 3,81, sehingga 2 obs DK, maka H0 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang mempunyai variansi homogen. Uji hipotesis dilakukan terhadap data pemahaman konsep hitung campuran kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini: Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis dengan t test Kelompok t obs t (0,025; 3) Keputusan Eksperimen Kontrol 2,907 2,017 H 0 ditolak Berdasarkan Tabel 5 di atas, menunjukkan bahwa tobs = 2,907 dan t(0,025;3) = 2,017, sehingga tobs > t(0,025;3) atau 2,907 > 2,017, maka tobs DK yang mengakibatkan H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata nilai pemahaman konsep siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran (NHT) berbasis kartu domino yaitu 65,12, lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran langsung yaitu 50,71. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemahaman konsep hitung campuran siswa yang diajar dengan model pembelajaran (NHT) berbasis kartu domino lebih besar dibandingkan dengan yang diajar dengan model pembelajaran langsung. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Toghether berbasis kartu domino memberikan pemahaman konsep hitung campuran lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Toghether (NHT) berbasis kartu domino memberikan pemahaman konsep hitung campuran yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Hal ini dikarenakan pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Toghether (NHT) berbasis kartu domino mengakibatkan semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Huda (2013: 203) yang menyatakan bahwa Numbered Heads Together (NHT) dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat sehingga kerja sama siswa meningkat. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Toghether (NHT) memiliki kelebihan yaitu setiap siswa menjadi siap semua, siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh, dan siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Selain itu, penggunaan media pembelajaran kartu domino dapat semakin menarik minat dan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika dan dapat berfungsi sebagai pembawa informasi bagi guru dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Daryanto (2012: 8) yang menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Berbeda dengan model pembelajaran (NHT) berbasis kartu domino, pada kelompok kontrol yang menerapkan model pembelajaran langsung tidak semua siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa hanya duduk dan diam mendengarkan penjelasan dari guru. Hal ini mengakibatkan banyak siswa yang merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang dipelajari. SIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis, H0 ditolak, sehingga pemahaman konsep hitung campuran siswa yang diajar dengan model

pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis kartu domino berbeda dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Nilai rata-rata siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis kartu domino yaitu 65,12 lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran langsung yaitu 50,71. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis kartu domino memberikan pemahaman konsep hitung campuran yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran langsung. DAFTAR PUSTAKA Anitah, Sri. (2009). Media Pembelajaran. Surakarta : UNS Press Daryanto. (2012). Media Pembelajaran. Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera. Huda, M. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Slamet, St. Y. & Suwarto. (2007). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surakarta: UNS Press. Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta : Kencana. `