HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

dokumen-dokumen yang mirip
HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 KABUPATEN KEBUMEN (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 KABUPATEN KARANGANYAR (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (ANGKA SEMENTARA)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 PROVINSI KALIMANTAN TENGAH (ANGKA SEMENTARA)

Seuntai Kata. Kota Mungkid, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang. Sri Handayani, SE, MM

2. JUMLAH USAHA PERTANIAN

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 DKI JAKARTA

POTRET USAHA PERTANIAN PROVINSI BANTEN MENURUT SUBSEKTOR

Seuntai Kata. Bandung, Mei 2014 Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. Gema Purwana

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI SELATAN


Seuntai Kata. Bengkulu, Juli 2014 Kepala BPS Provinsi Bengkulu. Dody Herlando

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DKI JAKARTA

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik

Seuntai Kata. Denpasar, November 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. Ir. I Gde Suarsa, M.Si.

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI BARAT

POTRET USAHA PERTANIAN PROVINSI SUMATERA BARAT MENURUT SUBSEKTOR

Seuntai Kata. Bengkulu, November 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. Ir. Dody Herlando, M.Econ.

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI RIAU

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik

POTRET USAHA PERTANIAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT MENURUT SUBSEKTOR

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI MALUKU

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA BARAT

KALIMANTAN TIMUR BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik

Drs. Morhan Tambunan, M.Si

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI UTARA

Seuntai Kata. Tarempa, 1 September 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anamabs. Drs. Bustami

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI MALUKU UTARA

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Banjarmasin Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Kotamobagu Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Seuntai Kata. Jayapura, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Jayapura. Muchlis Malik Sotting, B.St

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MOJOKERTO

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Seuntai Kata. Gedung Tataan, Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. Risma Pijayantini, S.Si.

HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Tomohon Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Seuntai Kata. Kota Maba, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Halmahera Timur. Ir. Salahuddin

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KUDUS

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PANGANDARAN

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA BARAT

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Singkawang Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Metro Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Seuntai Kata. Jakarta, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Dr. Suryamin, M.Sc.

Seuntai Kata. Jayapura, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sarmi. Selvina De Lima

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI XXXXXXXXXX Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta Telp. : (021) , , , Fax.

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Tojo Una-una Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Seuntai Kata. Semarang, 1 September 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Semarang. Endang Retno Sri Subiyandani, S.Si

Seuntai Kata. Bulukumba, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulukumba. Ir. H. Yunus

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA TENGAH

HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BATU BARA

POTRET USAHA PERTANIAN KEPULAUAN RIAU (HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013)

HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013

Seuntai Kata. Limboto, 15 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo. Arifin M. Ointu, SE

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

Transkripsi:

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAGELANG No. 9// Th. XVI, Desember HASIL SENSUS PERTANIAN (ANGKA TETAP) RUMAH TANGGA PETANI GUREM TAHUN SEBANYAK, RIBU RUMAH TANGGA, TURUN, PERSEN DARI TAHUN Jumlah rumah tangga usaha pertanian tahun sebanyak 9. rumah tangga, subsektor tanaman pangan 7.89 rumah tangga, hortikultura 8.99 rumah tangga, perkebunan. rumah tangga, peternakan.8 rumah tangga, perikanan 7.78 rumah tangga, kehutanan 98. rumah tangga, dan jasa pertanian.98 rumah tangga. Jumlah rumah tangga petani gurem di Kabupaten Magelang tahun sebanyak.9 rumah tangga atau sebesar 99,9 persen dari rumah tangga pertanian pengguna lahan, mengalami penurunan sebanyak.8 rumah tangga atau turun, persen dibandingkan tahun. Jumlah petani yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 7.8 orang, terbanyak di subsektor tanaman pangan sebesar. orang dan terkecil di subsektor perikanan kegiatan penangkapan ikan sebesar orang. Petani utama Kabupaten Magelang sebesar 8,8 persen berada di kelompok umur tahun. Ratarata luas lahan yang dikuasai per rumah tangga usaha pertanian seluas.88, m, terjadi peningkatan sebesar, persen dibandingkan tahun yang hanya sebesar.8,9 m. Jumlah sapi dan kerbau pada Mei sebanyak 8.9 ekor, terdiri dari.7 ekor sapi potong,.7 ekor sapi perah dan. ekor kerbau.. PENDAHULUAN Sensus Pertanian (ST) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap (sepuluh) tahun sekali sejak 9. Pelaksanaan ST merupakan amanat UndangUndang Nomor Tahun 997 tentang Statistik dan mengacu pada sejumlah rekomendasi dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang menetapkan The World Programme for the Around Agricultural Censuses Covering Periode. Pelaksanaan ST dilakukan secara bertahap, yaitu pencacahan lengkap usaha pertanian pada Mei, dilanjutkan dengan pendataan rinci melalui Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian pada November dan Survei Struktur Ongkos Komoditas Pertanian Strategis dalam setiap subsektor pertanian pada Mei Oktober. Berita Resmi Statistik, Desember

Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini, data jumlah rumah tangga usaha pertanian dihitung dari data mentah ST dengan menggunakan konsep ST yang tidak menggunakan Batas Minimal Usaha dan master wilayah ST untuk rumah tangga usaha pertanian.. USAHA PERTANIAN Berdasarkan hasil pencacahan lengkap ST diketahui bahwa jumlah rumah tangga usaha pertanian pada tahun sebesar 9.rumah tangga. Subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor peternakan merupakan tiga subsektor yang memiliki jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak yaitu masingmasing 7.89 rumah tangga, 8.99 rumah tangga, dan.8 rumah tangga. Sementara itu, subsektor jasa pertanian merupakan subsektor yang paling sedikit memiliki rumah tangga usaha pertanian, yaitu sebanyak.98 rumah tangga. Gambar. Perbandingan Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Subsektor, Tahun dan Rumah tangga usaha pertanian pada tahun mengalami penurunan sebanyak 9. rumah tangga dari. rumah tangga pada tahun menjadi 9. rumah tangga, yang berarti terjadi ratarata penurunan sebesar,7 persen per tahun. Secara absolut penurunan terbesar terjadi di subsektor peternakan dan penurunan terendah di subsektor jasa pertanian, yaitu masingmasing turun sebanyak.7 rumah tangga dan. rumah tangga. Kondisi yang sama juga terjadi pada penurunan secara persentase di mana subsektor jasa pertanian merupakan subsektor yang mengalami penurunan paling besar selama tahun terakhir yaitu sebesar,7 persen, sedangkan subsektor tanaman pangan menjadi subsektor dengan tingkat penurunan terendah yaitu sebesar 8, persen. Berita Resmi Statistik, Desember

Tabel. Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Subsektor Tahun dan Sektor/Subsektor Rumah Tangga Usaha Pertanian Perubahan Absolut % () () () () () SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR : 9 9 7,.Tanaman Pangan 7 7 89 8 8, Padi 98 97,97 Palawija 9 9 7 8,.Hortikultura 7 8 99 7 8 7,8.Perkebunan 9 88,.Peternakan 7 8 7,.Perikanan 7 78 7 7 7, Budidaya Ikan 9 9 7 8 8 7 8,9 Penangkapan Ikan 97 9 7,.Kehutanan 8 7 98 8, 7.Jasa Pertanian 7 98,7 Keterangan : Satu rumah tangga usaha pertanian dapat mengusahakan lebih dari sub subsektor usaha pertanian, sehingga jumlah rumah tangga usaha pertanian bukan merupakan penjumlahan rumah tangga usaha pertanian dari masingmasing subsektor tanaman pangan, hortrikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Jumlah rumah tangga petani gurem (rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan yang menguasai lahan kurang dari, hektar) di Kabupaten Magelang tahun sebanyak.9 rumah tangga. Komposisi terbanyak berada di Kecamatan Grabag sebesar. rumah tangga, disusul Kecamatan Salaman sebesar.8 rumah tangga dilanjutkan Kecamatan Pakis sebesar.78 rumah tangga. Sementara komposisi rumah tangga petani gurem terkecil berada di Kecamatan tempuran sebesar. rumah tangga. Gambar. Perbandingan Jumlah Rumah Tangga Petani Gurem Menurut Kecamatan, Tahun dan Berita Resmi Statistik, Desember

Dibandingkan dengan kondisi tahun, jumlah rumah tangga petani gurem di tahun mengalami penurunan. Jika pada tahun petani gurem di Indonesia sebanyak 9.97 rumah tangga, maka pada tahun berkurang menjadi.9 rumah tangga atau turun sebesar, persen. Penurunan terbesar secara absolut terjadi di Kecamatan Mungkid yang mencapai.9 rumah tangga. Ditinjau secara persentase penurunan rumah tangga petani gurem terbesar terjadi di Kecamatan Mertoyudan sebesar,79 persen. Sementara peningkatan jumlah rumah tangga petani gurem secara absolut terbesar terjadi di Kecamatan Windusari dengan jumlah peningkatan mencapai.9 rumah tangga dan secara persentase terbesar juga terjadi di Kecamatan Windusari yang mencapai 8,7 persen. Penurunan jumlah rumah tangga petani gurem sebagian besar berasal dari penurunan.7 rumah tangga usaha pertanian yang menguasai lahan kurang dari m. Tabel. Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan Menurut Kecamatan Tahun dan Rumah Tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan No. Kecamatan Perubahan Absolut % () () () () () () Salaman 7 8 8,8 Borobudur 8 7, Ngluwar 7 9 887 9, Salam 7 7 9 7 7,8 Srumbung 9 8,7 Dukun 9 999 9,98 7 Muntilan 7 98,9 8 Mungkid 7 989 9,9 9 Sawangan 879, Candimulyo 9 8 8 77 8, Mertoyudan 9 7 9 7,7 Tempuran 9 9 8 7 9, Kajoran,79 Kaliangkrik 8, Bandongan 8 78 97 79,7 Windusari 8 9 9 7,7 7 Secang 9 9 7, 8 Tegalrejo 8 7 9 7,88 9 Pakis 8, Grabag 888, Ngablak 9 89 9, Kabupaten Magelang 9 7 9 9 8,8 Dari seluruh rumah tangga usaha pertanian pada tahun, sebesar 99.9 persen merupakan rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan (9.9 rumah tangga). Sedangkan rumah tangga usaha pertanian bukan pengguna lahan hanya sebesar, persen, atau sebanyak rumah tangga. Selama kurun waktu sepuluh tahun, rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan mengalami penurunan sebesar 8. rumah tangga atau sebesar,8 persen. Penurunan jumlah rumah tangga terbesar secara absolut terjadi di Kecamatan Mungkid yang mencapai. rumah tangga. Sementara itu penurunan jumlah rumah tangga pengguna lahan terbesar secara persentase terjadi di Kecamatan Mertoyudan yang mencapai 7,7 persen. Peningkatan jumlah rumah tangga pengguna lahan secara absolut terjadi di Kecamatan Kaliangkrik. Pada tahun, jumlah rumah tangga pertanian pengguna lahan di Kecamatan Kaliangkrik mencapai. rumah tangga selanjutnya pada tahun menjadi. rumah tangga atau meningkat, persen. Berita Resmi Statistik, Desember

No. Tabel. Ratarata Luas Lahan yang Dikuasai per Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Kecamatan dan Jenis Lahan Tahun (M ) Kecamatan Lahan Bukan Pertanian Lahan Pertanian Lahan Sawah Lahan Bukan Sawah Jumlah Lahan yang Dikuasai () () () () () () (7) (8) (9) () () () Salaman 7,, 7,8,,8, 8,,8 7,99, Borobudur, 8,,88 79, 9,8 9, 78,9,9,8, Ngluwar,8,, 7,97 8,,9 9,77,87 88, 7,9 Salam 7,,9 8,7 79, 8,9 7,,8,7 7, 7, Srumbung, 88,, 877,9 7, 78,89 7,7,8,9 8, Dukun,9 8, 8, 87,8 9, 7, 77,7,8, 88,97 7 Muntilan 7,9,7 7,99 7,,9,8 8,9,, 8, 8 Mungkid,7 8, 878,,,79 79, 998,9,7 9, 79, 9 Sawangan,9, 789, 889,,,9 9,7 89,,, Candimulyo 7,7 77,7 877, 89,77,9,87,, 8,8 8, Mertoyudan 9,87, 7,9 77, 9, 8, 7, 8, 97,9 8,7 Tempuran,7, 8, 7,8 9,78 8,,9,8,9 78,8 Kajoran,,7 78, 97,, 7,,, 8,9 8,9 Kaliangkrik,9 9,9 9, 8, 78, 997,7 9, 8,97 8, 9,8 Bandongan 79,,,8,,7 78, 87,9,8 7,,7 Windusari 7, 9, 9, 8,79 8, 8,,9 7, 7, 88,8 7 Secang,8 7,9,,8 8,9 78,8 8, 87,7 8,, 8 Tegalrejo,8,,, 9, 8,8 97,, 88,88,8 9 Pakis 7,9 7,99,8 7, 9,97 7, 9, 7, 97, 9,9 Grabag, 7,9 98,8 8,,,9 9, 77,9 8,7 97,88 Ngablak 9,7,7,7 7,9 7,7 7,,9, 7,7, Kabupaten Magelang, 7,7 89,,7,,8 897,9 77,87 8,9 88, Hasil Sensus Pertanian menunjukkan bahwa ratarata penguasaan lahan yang dimiliki rumah tangga pertanian pada tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika pada tahun ratarata lahan yang dikuasai sebesar.8,9 m, maka pada tahun ratarata lahan yang dikuasai meningkat menjadi.88, m untuk setiap rumah tangga pertanian. Peningkatan ratarata lahan yang dikuasai terutama berasal dari peningkatan penguasaan lahan pertanian dari.897,9 m pada tahun menjadi.77,87 m pada tahun. Sebaliknya pada penguasaan lahan bukan pertanian terjadi penurunan penguasaan lahan yang dimiliki oleh rumah tangga pertanian dari, m pada tahun menjadi hanya 7,7 m pada tahun. Ratarata penguasaan lahan per rumah tangga pertanian terbesar tahun terdapat di Kecamatan Secang seluas., m, sedangkan ratarata penguasaan lahan per rumah tangga terkecil terdapat di Kecamatan Ngluwar seluas.7,9 m. Kecamatan dengan ratarata penguasaan lahan pertanian per rumah tangga terbesar adalah Kecamatan Secang seluas.87,7 m dan kecamatan dengan ratarata penguasaan lahan pertanian per rumah tangga terkecil adalah Kecamatan Ngluwar seluas.,87 m. Sementara itu, pengusaan lahan sawah terbesar terdapat di Kecamatan Secang sebesar.,8 m dan terkecil terdapat di Kecamatan Ngablak sebesar 7,9 m per rumah tangga pertanian. Sedangkan untuk penguasaan lahan pertanian bukan sawah terbesar berada di Kecamatan Pakis yaitu sebesar.7, m dan terkecil berada di Kecamatan Muntilan sebesar,8 m per rumah tangga pertanian. Berita Resmi Statistik, Desember

Berdasarkan kondisi demografi petani menurut jenis kelamin, hasil Sensus Pertanian menunjukkan bahwa dari seluruh jumlah petani sebanyak 7.8 orang yang bekerja di sektor pertanian pada tahun didominasi oleh petani lakilaki sebesar 8.7 orang (79, %). Sedangkan jumlah petani perempuan yang bekerja di sektor ini hanya berjumlah 7. orang atau sebesar,7 persen. Kondisi ini berlaku umum untuk komposisi petani di masingmasing subsektor pertanian baik di tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Persentase jumlah petani lakilaki terbesar berada di subsektor penangkapan ikan yang mencapai 97, persen sementara persentase petani lakilaki paling sedikit berada di subsektor peternakan yang mencapai 8, persen. Tabel. Jumlah Petani Menurut Sektor/Subsektor dan Jenis Kelamin Tahun Sektor/Subsektor LakiLaki Perempuan Jumlah Absolut % Absolut % Absolut % () () () () () () (7) SEKTOR PERTANIAN 8 7 79, 7,7 7 8, SUBSEKTOR :. Tanaman Pangan 7 9 8,8,,. Hortikultura 8 8 8,7 79 8, 7,. Perkebunan 9 87,8, 9 79,. Peternakan 7 8, 9,79 9,. Perikanan 8 9 Budidaya Ikan 89 9, 799 9,78 8 88, Penangkapan Ikan 98 97,,9,. Kehutanan 9 88,7,8 9, Sementara itu dari hasil Sensus Pertanian juga diketahui bahwa sebanyak. petani yang bekerja di sektor pertanian berada di subsektor tanaman pangan atau terbesar dari seluruh subsektor pertanian. Subsektor lain yang juga banyak menyerap jumlah tenaga kerja berturutturut adalah subsektor horikultura dan subsektor peternakan dengan jumlah petani yang masingmasing sebesar.7 orang dan.9 orang. Dari Tabel diketahui bahwa sebanyak.9 rumah tangga usaha pertanian dengan kelompok umur petani utamanya antara tahun. Sementara jumlah rumah tangga usaha pertanian yang kelompok umur petani utamanya kurang dari tahun sebanyak rumah tangga dan jumlah rumah tangga usaha pertanian yang kelompok umur petani utamanya di atas tahun sebanyak. rumah tangga. Pada tabel ini juga menunjukkan bahwa petani utama Kabupaten Magelang terbesar berada di kelompok usia tahun yakni sebesar.79 rumah tangga (8,8 %) atau dengan kata lain kelompok usia produktif mendominasi kelompok umur di bidang usaha pertanian. Berita Resmi Statistik, Desember

Tabel. Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Petani Utama Tahun Kelompok Umur Petani Utama (Tahun) LakiLaki Perempuan Absolut Jumlah Distribusi (Persen) () () () () (7) < 9, 789 8, 8, 88 8, 77 79, 8 8, + 7 7, Jumlah 7 89 8 9 9 Distribusi (Persen), Rumah tangga usaha pertanian dengan petani utama lakilaki juga terlihat lebih tinggi jumlahnya jika dibandingkan dengan petani utama perempuan. Kecenderungan ini terjadi hampir serupa di masingmasing kelompok umur. Jumlah rumah tangga usaha pertanian dengan petani utama lakilaki tercatat sebesar 7.89 rumah tangga, jauh lebih tinggi dibandingkan petani utama perempuan yang tercatat sebesar 8.9 rumah tangga. Persentase jumlah rumah tangga pertanian dengan petani utama lakilaki terbesar berada pada kelompok umur tahun sebesar 9,8 persen dan terendah berada pada kelompok umur di atas tahun yang mencapai 8, persen. Sedangkan pada rumah tangga pertanian dengan petani utama perempuan secara persentase terbesar berada pada kelompok umur di atas tahun (7,8 %) dan terendah berada pada kelompok umur tahun (,7 %). Berita Resmi Statistik, Desember 7

Gambar. Jumlah Petani Utama Menurut Kelompok Umur Tahun Komposisi jumlah petani utama secara keseluruhan terbesar berada pada kelompok umur tahun sebesar 8, persen, kemudian disusul kelompok umur tahun (, %) dan kelompok umur tahun (, %). Kelompok umur di bawah tahun dan kelompok umur tahun merupakan dua kelompok umur yang paling sedikit jumlah petani utamanya dengan nilai masingmasing sebesar, persen dan,88 persen. PERUSAHAAN PERTANIAN BERBADAN HUKUM DAN USAHA PERTANIAN LAINNYA Ditinjau dari jumlah perusahaan pertanian yang berbadan hukum, hasil Sensus Pertanian menunjukkan bahwa terdapat perusahaan pertanian. Sebagian besar atau sebanyak perusahaan pertanian yang berbadan hukum bergerak di subsektor peternakan disusul subsektor hortikultura sebanyak perusahaan pertanian. Sedangkan perkebunan merupakan subsektor yang hanya memiliki perusahaan pertanian. Gambar. Perbandingan Jumlah Perusahaan Berbadan Hukum Menurut Subsektor, Tahun dan 8 Berita Resmi Statistik, Desember

Jumlah Perusahaan Pertanian pada tahun meningkat disbanding tahun. Jika pada tahun jumlah perusahaan pertanian sebanyak 7 unit maka pada tahun kemudian tumbuh menjadi unit atau dengan kata lain terjadi peningkatan sebesar unit (,8 %). Peningkatan jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum tertinggi antara tahun sampai tahun secara absolut terjadi di subsektor peternakan, yang mengalami peningkatan jumlah unit usaha mencapai perusahaan pertanian. Sedangkan jika ditinjau secara persentase maka subsektor hortikultura merupakan subsektor dengan jumlah peningkatan terbesar yang mencapai persen. Penurunan jumlah perusahaan pertanian baik secara absolut maupun persentase terbesar terjadi di subsektor kehutanan dengan jumlah penurunan sebesar perusahaan pertanian atau sebesar persen. Tabel. Jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum dan Usaha Pertanian Lainnya Menurut Subsektor Tahun dan Sektor/Subsektor () SEKTOR PERTANIAN Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (Perusahaan) Perubahan Absolut % Usaha Pertanian Lainnya (Unit) () () () 7 () ().8 SUBSEKTOR :. Tanaman Pangan Padi Palawija. Hortikultura. Perkebunan. Peternakan. Perikanan Budidaya Ikan Penangkapan Ikan. Kehutanan 7. Jasa Pertanian.... SAPI DAN KERBAU Jumlah sapi dan kerbau pada Mei sebanyak 8.9 ekor, terdiri dari.7 ekor sapi potong,.7 ekor sapi perah dan. ekor kerbau. Jumlah sapi potong betina lebih rendah bila dibandingkan dengan jumlah sapi potong jantan. Hasil Sensus Pertanian menunjukkan bahwa jumlah sapi potong betina sebanyak.9 ekor dan jumlah sapi potong jantan sebanyak 7.8 ekor. Sedangkan sapi perah betina sebanyak 8 ekor dan jumlah sapi perah jantan sebanyak. ekor. Sementara itu populasi kerbau betina sebanyak.7 ekor dan jumlah kerbau jantan sebanyak.77 ekor. Gambar. Jumlah Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau Menurut Jenis Kelamin Tahun Berita Resmi Statistik, Desember 9

Kecamatan dengan jumlah sapi dan kerbau terbanyak adalah Kecamatan Sawangan, dengan jumlah sapi dan kerbau sebanyak. ekor. Sedangkan Kecamatan Tempuran adalah kecamatan dengan jumlah sapi dan kerbau paling sedikit ( ekor). Jumlah sapi potong terbanyak terdapat di Kecamatan Sawangan, yaitu sebanyak. ekor, dan jumlah sapi perah terbanyak adalah Kecamatan Ngablak, dengan jumlah sapi perah sebanyak 9 ekor. Sedangkan jumlah ternak kerbau terbesar berada di Kecamatan Bandongan yang berjumlah 77 ekor. Tabel 7. Jumlah Sapi dan Kerbau pada Mei Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Sapi Potong No. Kecamatan () 7 8 9 7 8 9 () Salaman Borobudur Ngluwar Salam Srumbung Dukun Muntilan Mungkid Sawangan Candimulyo Mertoyudan Tempuran Kajoran Kaliangkrik Bandongan Windusari Secang Tegalrejo Pakis Grabag Ngablak Kabupaten Magelang Sapi Perah Kerbau Jantan Betina Jumlah Jantan Betina Jumlah Jantan Betina Jumlah () () () () 98 97 8 8 9 9 8 89 87 9 8 9 7 7 9 8 9 9 9 8 8 8 7 9 7 9 7 87 7 8 87 8 8 89 9 78 7 9 9 7 7 8 8 7 7 8 (7) 7 8 89 8 (8) 9 9 8 79 7 8 7 8 9 7 (9) () 8 9 9 97 7 9 7 9 7 9 77 8 7 97 9 7 97 8 9 7 () 9 8 8 9 99 7 8 77 8 7 89 Jumlah Sapi dan Kerbau () 87 78 99 78 9 8 7 898 9 9 7 88 8 7 8 9 Bila dirinci menurut wilayah (Tabel ), tiga kecamatan yang memiliki sapi potong paling banyak adalah Kecamatan Sawangan dengan jumlah populasi sebanyak. ekor, kemudian Kecamatan Pakis (9.7 ekor), dan Kecamatan Ngablak (7.87 ekor). Sementara itu, kecamatan yang memiliki sapi potong paling sedikit adalah Kecamatan Tempuran dengan jumlah populasi sebanyak 8 ekor. Sapi perah paling banyak terdapat di Kecamatan Ngablak dengan jumlah populasi sebanyak 9 ekor, disusul Kecamatan Sawangan (8 ekor), dan Kecamatan Mertoyudan (79 ekor). Sedangkan kecamatan yang sama sekali tidak terdapat populasi sapi perah adalah Kecamatan Srumbung, dan Kecamatan Muntilan. Kerbau paling banyak terdapat di Kecamatan Bandongan dengan jumlah populasi sebanyak 77 ekor, kemudian Kecamatan Dukun (8 ekor), dan Kecamatan Secang (7 ekor). Kecamatan Pakis dan Kecamatan Ngablak merupakan kecamatan dengan jumlah populasi kerbau paling sedikit yaitu masingmasing hanya ekor. Secara umum populasi sapi dan kerbau terbesar berada di Kecamatan Sawangan sebanyak. ekor atau sebanyak, persen disusul Kecamatan Pakis sebesar 9.7 ekor (, %) dan Kecamatan Berita Resmi Statistik, Desember

Ngablak 8.7 ekor (,8 %). Wilayah Kecamatan Tempuran merupakan wilayah dengan jumlah populasi sapi dan kerbau paling sedikit yaitu sebesar ekor atau hanya sebesar,88 persen dari total populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Magelang.. KONSEP DAN DEFINISI Kegiatan pencacahan Sensus Pertanian dilakukan dengan pendekatan rumah tangga di mana setiap rumah tangga usaha pertanian dilakukan pencacahan di lokasi tempat tinggal rumah tangga tersebut berada. Kegiatan usaha pertanian yang dilakukan oleh rumah tangga tangga usaha pertanian yang berada di luar wilayah (Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi) tempat tinggal rumah tangga tetap dicatat sebagai kegiatan usaha pertanian di tempat tinggal dimana rumah tangga tersebut. Penentuan suatu rumah tangga sebagai rumah tangga usaha pertanian mengacu pada syarat Batas Minimal Usaha (BMU) dan dijualnya suatu komoditi pertanian. Penentuan syarat rumah tangga usaha pertanian ini tidak berlaku untuk kegiatan usaha di subsektor tanaman pangan. Pada kegiatan Sensus Pertanian, pencacahan rumah tangga usaha pertanian dilakukan dengan pendekatan rumah tangga dan status pengelola usaha pertanian. Rumah tangga yang dicakup sebagai rumah tangga usaha pertanian dalam Sensus Pertanian adalah rumah tangga usaha pertanian yang berstatus sebagai mengelola usaha pertanian milik sendiri, mengelola usaha pertanian dengan bagi hasil dan mengelola usaha pertanian dengan menerima upah. Disamping itu pada kegiatan ST ini tidak mensyaratkan Batas Minimal Usaha dari setiap komoditi pertanian yang diusahakan oleh rumah tangga, namun untuk syarat komoditi pertanian yang dijual masih tetap berlaku dalam ST. Usaha Pertanian adalah kegiatan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasil produksi dijual/ditukar atas risiko usaha (bukan buruh tani atau pekerja keluarga). Usaha pertanian meliputi usaha tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan, termasuk jasa pertanian. Khusus tanaman pangan (padi dan palawija) meskipun tidak untuk dijual (dikonsumsi sendiri) tetap dicakup sebagai usaha. Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian. Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan jenis usaha di sektor pertanian yang bersifat tetap, terus menerus yang didirikan dengan tujuan memperoleh laba yang pendirian perusahaan dilindungi hukum atau izin dari instansi yang berwenang minimal pada tingkat kabupaten/kota, untuk setiap tahapan kegiatan budidaya pertanian seperti penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Contoh bentuk badan hukum: PT, CV, Koperasi, Yayasan, SIP Pemda. Usaha pertanian lainnya adalah usaha pertanian yang dikelola oleh bukan rumah tangga dan bukan oleh perusahaan pertanian berbadan hukum, seperti: pesantren, seminari, kelompok usaha bersama, tangsi militer, lembaga pemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan lainlain yang mengusahakan pertanian. Rumah Tangga Petani Gurem adalah rumah tangga pertanian pengguna lahan yang menguasai lahan kurang dari, hektar. Petani Utama adalah petani yang mempunyai penghasilan terbesar dari seluruh petani yang ada di rumah tangga usaha pertanian. Berita Resmi Statistik, Desember

Lahan yang Dikuasai adalah lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. Lahan tersebut dapat berupa lahan sawah dan/atau lahan bukan sawah (lahan pertanian) dan lahan bukan pertanian. Rumah Tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan adalah rumah tangga usaha pertanian yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha tanaman padi, palawija, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, budidaya ikan/biota lain di kolam air tawar/tambak air payau, dan penangkaran satwa liar. Rumah Tangga Usaha Jasa Pertanian adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak/secara borongan, seperti melayani usaha di bidang pertanian. Rumah Tangga Usaha Pertanian yang Melakukan Pengolahan Produksi Hasil Pertanian Sendiri adalah rumah tangga yangg melakukan kegiatan mengubah bahan baku hasil pertanian sendiri menjadi barang jadi/setengah jadi atau barang yang lebih tinggi nilainya. Jumlah Sapi dan Kerbau adalah jumlah sapi dan kerbau yang dipelihara pada tanggal Mei baik untuk usaha (pengembangbiakan/penggemukan/pembibitan/pemacekan) maupun bukan untuk usaha konsumsi/hobi/angkutan/perdagangan/lainnya. Berita Resmi Statistik, Desember