BAB IV ANALISA PERENCANAAN IV.1 ANALISA PENGEMBANGAN DAN PENATAAN IV.1.1 Alasan Pengembangan Kondisi Rumah Sakit Kanker Dharmais saat ini membutuhkan pengembangan pada ruang rawat inapnya dan fasilitas penunjangnya, hal tersebut ditunjang dari data yang memperlihatkan pertumbuhan pasien penyakit kanker yang dari tahun ketahun meningkat. Untuk pengembangan bangunan baru akan dibangun pada area B dikarenakan pada area A sudah terbangun bangunan 9 lantai dan dengan keadaan tersebut sangat sulit untuk mengembangkan bangunan baru diarea tersebut. Pengembangan pada area B disesuaikan dengan kondisi eksisting bangunan yang ada dan memaksimalkan Batasan Intesitas Pemanfaatan Lahan yang ada. Lihat gambar tapak perencanaan (gambar 4.1) A B Gambar 4.1 Tapak Perencanaan Pemanfaatan bangunan yang kurang maksimal pada bangunan service dan genset yang seharusnya dapat ditempatkan dibasement dapat dilihat pada gambar 4.2. 30
Gambar 4.2 Kondisi Bangunan service dan genset Kurang tertatanya area parkir di area bangunan service dan genset sehingga dapat membuat sirkulasi kendaraan lain terganggu. Dapat dilihat pada gambar 4.3. Gambar 4.3 Kondisi kendaraan yang parkir tidak pada area parkir Pada Area kantin pegawai sangatlah tidak teraturdan tidak tertata dengan baik dan terlihat sangat kecil dan kurang memadai untuk pegawai rumah sakit. Dapat dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4 Kondisi kantin pegawai rumah sakit yang kurang memadai dan kurang tertata dengan baik Penempatan parkir motor pada area depan tapak dan pemagaran membuat akses ke area tapak sangat sulit, dan kurang tertatanya area tersebut menjadikan area tersebut menjadi kurang nyaman untuk dilihat. Dapat dilihat pada gambar 4.5. 31
Gambar 4.5 Kondisi parkiran motor dan pagar bagian depan rumah sakit dharmais IV.1.2 Aspek Penataan Perbaikan akses masuk rumah sakit sehingga mempermudah pengunjung rumah sakit masuk. Memperbaiki pengerasan jalan diarea tapak agar dapat menyerap air dengan baik dan tidak ada genangan pada saat hujan Memperindah lingkungan didalam tapak dengan penghijauan. Penataan ruang parkir. Penataan ruang service dan genset yang akan dipindahkan pada basement bangunan baru. IV.1.3 Aspek Rencana Pengembangan Pembuatan bangunan baru untuk ruang rawat inap dan fasilitas penunjang. Penataan kantin baru pada bangunan baru. Pembuatan jembatan penghubung antara gedung utama dengan gedung baru. Penghijauan dan penambahan area taman. Pengolahan air bersih dan pengumpulan air hujan yang dapat digunakan kembali. IV.2 ANALISA MANUSIA IV.2.1 Analisa Pelaku Pelaku dalam Rumah Sakit Kanker Dharmais a. Pelaku yang mendapat pelayanan medik Penderita yang datang untuk konsultasi / periksa oleh dokter ahli (out patient). Penderita yang dirawat karena perlu perawatan khusus (in patient) Penderita rujukan dari rumah sakit lain. Terdiri dari pria, wanita, lanjut usia, dewasa dan anak-anak. b. Pelaku yang tidak mendapatkan pelayanan medik 32
Pengunjung yang mengantar atau menjenguk pasien. Pengunjung yang berhubungan dengan bagian administrasi. Tamu yang mengadakan seminar, pertemuan, dll. c. Pelaku yang memberi pelayanan medik Tenaga medis terdiri dari : i. Dokter Spesialis. ii. Dokter Sub Spesialis. iii. Asisten dokter. Tenaga para medis perawatan, terdiri dari : i. Penata Perawat. ii. Perawat Kesehatan. iii. Perawat Khusus. Tenaga para medis non perawatan terdiri dari : i. Penata rontgen. ii. Bagian gizi. iii. Asisten apoteker. d. Pelaku yang menunjang pelayanan medis Tenaga administrasi. Tenaga bagian teknis. Tenaga bagian ilmu sosial. e. Pelaku yang menggunakan sarana akomodasi Dokter -> diutamakan bagi yang berasal dari daerah dan belum berkeluarga. Perawat -> diutamakan yang berasal dari daerah dan belum berkeluarga dan yang sedang mengadakan pendidikan dan penelitian. f. Pelaku kegiatan service. Bagian dapur. Dll. Bagian pengadaan barang. Bagian kebersihan. 33
IV.2.2 Analisa Aktivitas dan Kebutuhan Ruang JENIS PELAYANAN PELAYANAN MEDIS a.pelayanan Rawat Inap b.pelayanan Rawat ICU c,pelayanan Rehabilitasi Medik AKTIVITAS Mengadakan perawatan. Mengadakan pemeriksaan dan pengobatan. Menunggui pasien. Menjenguk pasien. Memonitor kebutuhan pasien Mengadakan perawatan intensif. Mengadakan pemeriksaan dan pengobatan intensif. Menunggui pasien. Istirahat dokter dan pasien. Melayani rehabilitasi medik secara intensif maupun psikis. Sehingga penderita kanker yang sudah menjalani pengobatan dapat pulih kembali secara tuntas. Terapi dengan menggunakan alat-alat yang bersifat mekanis dan elektris. Terapi dengan uap air atau air. Terapi dengan menggunakan alat-alat olahraga. Terapi dengan pemijatan. RUANG YANG DIBUTUHKAN R.Perawatan. R.Tunggu. Nurse Station. R.Perawat. R.Istirahat. Loker. R.Periksa. R.Obat. Linen Kotor. Linen Bersih. Bed Stretcher. Cleaning Service. Gudang. R. Perawatan. Nurse Station. R. Dokter dan perawat. R. Rapat. R.Obat. Loker. Bed stretcher. R. Istirahat. Toilet. Hall. R. Tunggu. R. Administrasi. R. Periksa. R. Psikologi. R. Psikiatris. R. Terapi. Loker pasien. Cleaning Service.. Gudang. R. Infus Open Bay. R. Infus Cubical. R. Infus Private. 34
Terapi dengan alam luar. Chemoteraphy PENUNJANG MEDIS Mengadakan sterilisasi a.pelayanan Strelisasi (CSSD) peralatan dan bahan-bahan di unit-unit tertentu. Mengadakan pekerjaan sterilisasi. Mengadakan pendistribusian. Mengadakan penyimpanan b.pengolahan Makan dan Gizi Melayani kesehatan gizi makanan baik dalam pengadaan, pengolahan, dan distribusi makanan biasa dan diet. Memasak. Mengadakan penyimpanan dan pendistribusian. Mengadakan pencucian alat. PENUNJANG UMUM Pengunjung dan pegawai dapat a.pelayanan Publik makan. Membeli souvenir atau makanan. Mengambil uang. b.pelayanan Administrasi Pelayanan administrasi medik yang mengelola informasi dalam menyangkut masalah pasien. c.pelayanan Bahan Linen Menyeleksi bahan linen. Pencucian dan pengeringan. Pemeliharaan dan perbaikan. Toilet. R. Staff. R. Storing. R. Sterilize. R. Wrapping. R. Glass. R. Gloves. R. Trolleys. R. Administrasi. R. Delivery. R. Instrument. Loker. R. Ka Gizi. R. Pegawai. Dapur. R. Penyimpanan. Gudang. R. Penerimaan bahan. R. Pencucian. R. Disposal. R. Elektrikal. Cafetaria. Toko buku, souvenir. Toko bunga. Minimarket. Atm center. R.Tunggu. R.Informasi. R.Pegawai. R.Fotocopy. R.Komputer. R.Arsip. Pantry. Cleaning Service. Toilet. R.Administrasi. R.Pelayanan. R.Cuci. 35
Penyetrikaan. Penyimpanan dan distribusi linen. d.pelayanan Keamanan Menyediakan komunikasi untuk publik. Mengawasi keamanan rumah sakit. Memanggil mobil. e.mushola Tempat sholat. Tempat berwudhu. R.Setrika. R.Pegawai. R.Penerimaan. R.Pembasmian kuman. R.Penyimpanan. R.Jahit. R.Steam boiler. R.Elektrikal. R.Monitor. R.Penjaga pusat. Car call. R. Penitipan barang. R.sholat. Tempat wudhu dan toilet. Tabel 4.1 Analisa Aktivitas dan Kebutuhan Ruang IV.2.3 Perhitungan Kapasitas Rumah Sakit Kanker IV.2.3.1 Kapasitas Tempat Tidur Kapasitas Tempat Tidur yang sudah ada pada Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah 265 tempat tidur, berdasarkan pengembangan sebesar 40% jadi : 265 x 40% = 106 Penambahan Tempat Tidur Klasifikasi Ruang Perawatan : Berdasarkan Departemen Kesehatan RI VVIP = 5% x 106tt = 5 tt VIP = 5% x 106tt = 5 tt Kelas I = 15% x 106tt = 16 tt Kelas II = 40% x 106tt = 42 tt Kelas III = 25% x 106tt = 26 tt Anak = 10% x 106tt = 11 tt dibulatkan menjadi 12 tempat tidur. VI.2.3.2 Kapasitas Tenaga Pelayanan Kesehatan Menurut peraturan Departemen Kesehatan RI 1, untuk jumlah tenaga pelayanan kesehatan minimum bagi rumah sakit khusus, disetarakan dengan rumah sakit Kelas C, dan 1 Mentri Kesehatan RI, No 262 tahun 1979, Standarnisasi Ketenagaan Rumah Sakit Pemerintah. Pasal 1 36
berikut ini penambahan tenaga pelayanan rumah sakit kanker dharmais untuk pengembangan bangunan baru : Dharmais adalah TT : Tenaga Medis = 9 : 1 = 12 orang TT : Para Medis Perawatan = 1 : 1 = 106 orang TT : Para Medis Non Perawatan = 5 : 1 = 23 orang TT : Non Medis = 4 : 3 = 80 orang Total untuk keseluruhan tenaga pelayanan kesehatan Rumah Sakit Kanker Status Jenis Tenaga Pelayanan Lama Tenaga Pelayanan Baru Total Tenaga Pelayanan Medis 108 12 120 Paramedis Perawatan 259 106 365 Paramedis non Perawatan 162 23 185 Non Medis 506 80 586 Jumlah 1035 221 1256 Tabel 4.4 Tabel Total Tenaga Pelayanan 37
38
39
40
41
42
43
Rekapitulasi Kebutuhan Ruang Bangunan Pengembangan Total Luas Total Keseluruhan Bangunan Pengembangan dan Sirkulasi 8620 m 2 Total Luas Kebutuhan Parkir dan Sirkulasi 2.217 m 2 TOTAL 10.837 m 2 Tabel 4.4 Tabel Rekapitulasi Besaran Ruang IV.2.5. Analisa Jalur Aktifitas Pelaku Pelaku yang dimaksud adalah pasien, tenaga medis, karyawan, tenaga service, dan pengunjung. Yang termasuk pelaku dalam Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah sebagai berikut: a. Pasien Aktivitas yang dilakukan oleh Pasien Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.1. Tidak Menggunankan kendaraan Diagram 4.1 Skema Kegiatan Pasien. b. Tenaga Medis Aktivitas yang dilakukan oleh Tenaga Medis Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.2. Diagram 4.2 Skema Kegiatan Tenaga Medis. 44
c. Karyawan dan Tenaga Service Aktivitas yang dilakukan oleh Karyawan dan Tenaga Service Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.3. Diagram 4.3 Skema Kegiatan Karyawan dan Tenaga Service. d. Pengunjung Aktivitas yang dilakukan oleh Pengunjung Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.4. Diagram 4.4 Skema Kegiatan Pengunjung. IV.2.6. Analisa Pengelompokan Ruang Kelompok Ruang Publik Kelompok Ruang Private Kelompok Ruang Service Cafetaria Administrasi Genset Minimarket Ruang Rawat Inap Bahan Linen Toko Bunga Ruang ICU Mushola Atm Center Ruang Rehabilitasi Medik Pengolahan Makanan dan GIzi Toko Buku Ruang Sterilisasi Toko Souvenir 45
IV.3. ANALISA SISTEM BANGUNAN IV.3.1. Analisa Struktur 1. Sub Struktur Sistem Sub Struktur pada bangunan lama rumah sakit kanker dharmais menggunakan tiang pancang, sedangkan pada bangunan pengembangan yang cocok dengan kondisi tanah, dan lingkungan rumah sakit yang membutuhkan ketenangan dan dengan kondisi lingkungan yang padat, maka pondasi pelat beton sangat cocok untuk sub struktur pada bangunan pengembangan. 2. Upper Struktur Karena proyek ini adalah Pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan melalui beberapa pertimbangan maka sistem struktur pada bangunan lama tidak ada perubahan. Sistem struktur yang dipakai adalah Portal. Dengan menggunakan beton bertulang. Sedangkan untuk pengembangannya akan direncanakan menggunakan sistem struktur yang sama yaitu Portal dengan material beton bertulang. Dan untuk struktur atap, pada bangunan lama Rumah Sakit Kanker Dharmais menggunanakan struktur atap kuda-kuda.bangunan pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais menggunakan atap dak beton, dengan sistem solar green roof yang sesuai dengan tinjauan tema. IV.3.2. Analisa Utilitas a. Sistem Sirkulasi Sirkulasi merupakan kriteria dasar di dalam perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Kanker Dharmais. Sistem sirkulasi harus mampu menyediakan kemudahan, kelancaran, serta kenyamanan pengguna bangunan dalam beraktifitas, dengan dimensi ruang sirkulasi yang memadai bagi penyandang cacat dan lalu lintas tempat tidur. Sirkulasi rumah sakit hendaknya dapat dicapai sesingkat mungkin dalam hal hubungan pelayanan cepat tanggap terhadap pasien. Adanya zona sirkulasi bagi pegawai, pasien, serta barang dan bahan. Sirkulasi Horizontal Pola sirkulasi yang terjadi secara horizontal atau menerus di dalam satu lantai. Pola ini akan menentukan perletakan ruang-ruang kegiatan berdasarkan perletakan sistem koridornya. Sistem koridor yang akan digunakan pada bangunan pengembangan adalah : 46
Cahaya matahari akan optimal pada ruangan Koridor mendapat cahaya matahari ( dengan sistem ventilasi kaca pada atap dak yang memungkinkan cahaya matahari masuk). Efisien di dalam penempatan ruang-ruang. Cocok untuk penempatan kamar-kamar. Sirkulasi Vertikal Sirkulasi ini menghubungkan lantai ke lantai, dengan penggunaan sistem sirkulasi yang mampu mengakomodasikan penyandang cacat, pengguna kursi roda, dan tempat tidur. Alat transportasi vertikal yang akan digunakan yaitu : Tangga, merupakan transportasi utama, khususnya pada bangunan rendah, memiliki lebar minimal 1,20 M, tinggi anak tangga 17-18 cm, dan lebar anak tangga 28-30 cm. Lift, dengan penggunaan lift khusus rumah sakit (mampu mengangkut tempat tidur), lift barang, dan lift penumpang biasa. Ramp, dengan kemiringan maksimal 7º, mampu mengakomodasi penyandang cacat dan kursi roda di saat penggunaan lift tidak dimungkinkan. b. Sistem Air Bersih Sumber air yang dipergunakan berasal dari PAM dan deep well. Pendistribusian air dengan menggunakan sistem down feed distribution. PAM Treated water tank (TWT) bawah Reservoir bawah Pompa transfer Roof Tank Distribusi Sumur Dangkal Ground Tank 47
c. Sistem Air Kotor Pembuangan Air Kotor Air kotor cair berasal dari kamar mandi, dapur, laundry, dll. Disalurkan ke Sewage Treatment Plant lalu dibuang ke riool kota. Air kotor padat berasal dari kamar mandi disalurkan ke septic tank, resapan ke Sewage Treatment Plant lalu dibuang ke riool kota. Pembuangan Air Hujan Distribusi air hujan ke dalam bangunan akan terjadi dengan cara berikut: Hujan Roof Tank Reservoir Distribusi Air hujan akan digunakan untuk beberapa keperluan teknis bangunan, seperti: a. Air flush kloset toilet b. Air untuk penyiraman tanaman (irigasi secara otomatis) Pembuangan Air Kotor Kimiawi Air kotor kimiawi berasal dari ruang radiology, sisa pembedahan, kamar mayat, dsb. Menjalani proses di Water Chemical dilanjutkan ke Treatment Process Sewage Treatment Plant baru ke riool kota. d. Penanganan Sampah Pembuangan Sampah Sistem pembuangan sampah menerapkan sistem distribusi per lantai agar tidak membuat sampah hancur dan berserakan (jika menggunakan shaft sampah). Dipisahkan antara sampah medis dan non-medis. 48
Sampah Non-medis dapur Umum Medis Seleksi basah atau kering Seleksi menurut potensi bahaya kontainer incenerator TPA kota Sanitary landfill offsite Sampah yang dibuang diklasifikasikan dengan jenis sampah, seperti sebagai berikut: Sampah biasa langsung diangkut menuju tempat pembuangan sampah. Sampah terinfeksi berasal dari ruang operasi, laboratorium, dsb yang sebelumnya dibakar/dikremasi dalam incinerator. e. Jaringan Listrik Sumber energi listrik yang dipakai menggunakan sumber dari PLN untuk mencukupi penerangan pada bangunan. Pada saat aliran listrik PLN mati, listrik akan otomatis menggunakan tenaga genset. f. Sistem Kebakaran A. Sistem Kebakaran Pasif Penggunaan standar tangga darurat setiap jarak 25 m 2 tanpa penyempitan border, dan lebar minimal 15 m 2 untuk setiap jalurnya yang mudah pencapaiannya. - Penggunaan material dan struktural yang tahan api, terutama pada ruang yang dekat tangga darurat. B. Sistem proteksi kebakaran aktif Pelayanan penggunaan smoke detector pada daerah yang strategis, jelas dan mudah dijangkau, terutama pada bangunan yang banyak pengunjungnya. Penempatan fire alarm dan call box yang ditempatkan 1 unit per 5 m 2 pada daerah yang strategis, jelas dan mudah dalam pencapaian. - Penempatan fire extinguisher pada bangunan, penempatan fire sprinkler dengan jangkauan 1 unit per 25 m 2 dan selang dengan panjang 30 m pada setiap penjuru bangunan. - Perancangan fire hydrant dengan luas area 400 m 2 per unit. 49
IV.3.3. Analisa Pengudaraan dan Pencahayaan 1. Sistem Pengudaraan Bagian-bagian ruang dari Rumah Sakit yang menggunakan pengkondisian udara, seperti pada ruang bedah, ruang pulih sadar, ruang rawat inap, laboratorium, poliklinik, dll. Karena pada ruang-ruang ini terdapat peralatan-peralatan yang membutuhkan persyaratan temperature dan kelembaban tertentu. Sistem yang digunakan : Sebagian ruangan menggunakan AC split, untuk menghindari terjadinya pertukaran kuman melalui udara. Untuk ruang-ruang yang membutuhkan tingkat kesterilan khusus seperti ruang bedah, ruang pulih sadar yang membutuhkan sirkulasi udara yang sangat bersih menggunakan sistem AC filter agar bebas dari debu dan kuman. Khusus laboratorium menggunakan Exhaust Fan untuk mengeluarkan bau zat kimia. 2. Sistem Pencahayaan Pencahayaan alami dapat dimaksimalkan dengan memberi bukaan berupa jendela atau kaca atau bukaan lain seperti courtyard dalam ruangan sekaligus sebagai penghawaan alami. Selain itu, dapat pula diberi skylight pada bagian-bagian tertentu seperti selasar. Penggunaan energi listrik dari solar cell dioptimalkan untuk pencahayaan ruangan, sehingga mengurangi penggunaan energy fosil. 50
IV.4. ANALISA PENGEMBANGAN IV.4.1. Analisa Perancangan Pengembangan a. Luas area pengembangan dan luas bangunan yang dapat dibangun L.Tapak = 10.400 m 2 KDB = 51.32% Lt.Dasar = 51.32% x 10.400 m 2 = 5337 m 2 KLB = 3.44 Luas Bangunan = Luas Lahan x KLB = 3.44 x 10.400 m 2 = 35.776 m 2 b. Luas bangunan eksisting pada area pengembangan Area yang akan di Kembangkan dengan memaksimalkan Intesitas Pemanfaatan Lahan. Area bangunan eksisting yang fungsi dan bangunan dipertahankan, mungkin hanya pengembangan fasade pada bangunan eksisting. Denah Lantai Basement : 7.766,02 m 2 Denah Lantai Dasar : 7.418,02 m 2 Denah Lantai 2 dan 3 : 9.814,8 m 2 ( per lantai 4.907,40 m 2 ) Denah Lantai 4 8 : 16.762,1 m 2 ( per lantai 3.352,42 m 2 ) Denah Lantai 9 : 2.861,8 m 2 Denah Lantai 2-7 : 9.078 m 2 ( per lantai 1.513 m 2 ) Denah Lantai 8 : 1.101,6 m 2 Denah Rumah Duka 2 lantai : 1.904 m 2 ( per lantai 952 m 2 ) Denah Bangunan Service : 1.258 m 2 Denah Genset & Incenerator : 240 m 2 Denah IPRS 2 lantai : 2.238,58 m 2 ( per lantai 1.119,29 m 2 ) Total Luas Keseluruhan Eksisting : 63.540,67 m 2 51
IV.4.2. Analisa Bentuk Gubahan Massa Pengembangan Pertokoan Pemukiman Bangunan Eksisting RS. Harapan Kita Bangunan eksisting tidak ada yang dirubah bentuk atau pun fungsinya, hanya akan menambah bangunan baru di area samping bangunan utama sebagai penambahan fasilitas ruang rawat inap dan penunjangnya. Bangunan baru dibuat dengan bentuk masa balok memanjang menghadap utara dan selatan, untuk menghindari panas matahari langsung yang masuk keruangan nantinya.bangunan baru tersebut dibuat untuk menambah daya tampung Pelayanan Rawat Inap, Pelayanan Penunjang Medis, Pelayanan Penunjang Umum dan Parkir.Sedangkan bangunan eksisting hanya perubahan zona ruang yang akan dirubah. Pertokoan Pemukiman Bangunan Eksisting Bangunan Baru RS. Harapan Kita IV.4.3. Analisa Perencanaan Pengembangan Sirkulasi di Dalam Tapak Akses Rumah Duka seharusnya mempunya akses sendiri melalui jalur pintu belakang sehingga tidak ada penumpukan kendaraan. Pintu akses keluar masuk kendaraan yang seharusnya dapat dipergunakan, tetapi tidak dipergunakan menjadikan akses keluar hanya menjadi satu yang sering menyebabkan kemacetan pada pintu keluar utama. Pintu masuk dan keluar service maupun limbah, seharusnya dapat mempergunakan akses ini, tetapi akses ini ditutup dan semua menggunakan akses utama. Pintu keluar utama semua kendaraan dari dalam rumah sakit sering menyebabkan kemcetan, tidak adanya perbedaan akses pintu keluar kendaraan pribadi, motor dan kendaraan service. Pintu masuk utama tidak adanya perbedaan akses pintu masuk kendaraan pribadi, ambulance, motor dan kendaraan service. 52
Sirkulasi ambulance Sirkulasi kendaraan pribadi Sirkulasi service Sirkulasi pengembangan seperti di atas untuk meminimalisir kemacetan yang ada, dan keteraturan sirkulasi kendaraan yang masuk dan keluar area rumah sakit. Jalur akses service pun menjadi satu melalui akses belakang rumah sakit, hal tersebut agar mempermudah kendaraan service untuk loading barang tanpa harus terganggu oleh kendaraan pribadi. IV.4.4. Analisa Perencanaan Ruang Penghubung Ruang Penghubung antara bangunan menggunakan jembatan penghubung atau skywalk, dapat dijadikan ruang tunggu, dan terdapat taman sebagai innercorut. Taman tersebut bisa dijadikan filter terhadap matahari langsung yang datang dari arah timur, dan juga sebagai penyejuk. Jembatan Penghubung tersebut langsung terhubung dengan ruang operasi dan ICU untuk mempermudah akses operasi pasien rawat inap pada bangunan baru. 53
IV.2.4. Analisa Kebutuhan Ruang, Fungsi Ruang, dan Luasan Ruang Bangunan Pengembangan (pada Area B) No. Kebutuhan Ruang Kapasitas Standard Ruang Orang M 2 Sumber 1. Pelayanan Medis Luas Pelayanan Rawat Inap 1.1 Ruang Perawatan Kelas VVIP 5 1 15/tt 3 75 Kelas VIP 5 1 15/tt 3 75 Kelas I 8 2 12/tt 3 48 Kelas II 11 4 8,23/tt 6 264 Kelas III 5 6 7,8/tt 6 180 Anak 6 2 12/tt 7 84 1.2 Ruang Tunggu 106 0,6/tt 2 63,6 1.3 Nurse Station 106 0,4/tt 2 42,4 1.4 Ruang Perawat 106 0,7/tt 2 74,2 1.5 Ruang Periksa 106 0,7/tt 2 74,2 1.6 Ruang Obat 106 0,8/tt 2 84,8 1.7 Ruang Administrasi / Kantor 2 3~5 / petugas 1 10 (min.9 m2) 1.8 Ruang Dokter Jaga 4 27 1.9 Ruang Loker 106 0,1/tt 1 10,6 1.10 Pantry 106 0,6/tt 1 63,6 1.11 Ruang Linen Bersih 106 0,4/tt 1 42,4 1.12 Ruang Linen Kotor 106 0,4/tt 1 42,4 1.13 Gudang Bersih 106 0,2/tt 1 21,2 1.14 Gudang Kotor (Spoolhoek/Dirty 4-6 1 18 Utility) 1.15 Toilet (pasien, petugas, pengunjung) Toilet 1 16 pria/wanita luas 2 3 1.16 Janitor/ Ruang Petugas Kebersihan 106 0,2/tt 1 21,2 1.17 High Care Unit (HCU) 1 10 9 /tt 1 90 1.18 Ruang Perawatan Isolasi 6 6 Min. 12/tt 1 72 Pelayanan Rawat ICU Sub Total 4.117,72 m 2 2.1 Ruang Perawatan 38
ICU 6 16 1 96 Isolasi 4 21 1 84 2.2 Ruang Istirahat 10 21,15 2 21,5 2.3 Ruang Rapat 5 21,15 2 10,75 2.4 Nurse Station 8 1 8 2.5 Ruang Perawat 1 12,25 1 12,25 2.6 Ruang Dokter 2 9 1 18 2.7 Ruang Obat 1 6 1 6 2.8 Ruang Stretcher 1 6 1 6 2.9 Loker 10 15 1 15 2.10 Toilet 1 Toilet pria/wanita luas 2 3 Pelayanan Rehabilitasi Medik 5 16 Sub Total 293,5 m 2 3.1 Hall 1 30 1 30 3.2 Ruang Tunggu 30 1 30 3.3 Ruang Administrasi 1 30 1 30 3.4 Ruang Periksa 2 21,6 1 43,2 3.5 Ruang Perawat 1 25 1 25 3.6 Ruang Dokter 1 12 1 12 3.7 Ruang Istirahat 1 20 1 20 3.8 Ruang Rapat 1 5 2,25 2 12 3.9 Ruang Psikologi 1 15 1 15 3.10 Ruang Psikiater 1 15 1 15 3.11 Ruang Gymnasium 1 100 1 100 3.12 Ruang Macanotherapy 1 50 6 50 3.13 Ruang Spectheraphy 1 24 1 24 3.14 Ruang Ocupansitherapy 1 50 6 50 3.15 Ruang Elektrotheraphy 2 100 4 200 3.16 Ruang Whirpool 4 3 2 12 3.17 Ruang Infus Open Bay 1 62 62 3.18 Ruang Infus Cubical 6 3,6 21,6 3.19 Ruang Infus Private 4 10,5 42 39
3.20 Toilet Toilet 1 16 pria/wanita luas 2 3 3.21 Loker Pasien 1,5/or 2 30 3.22 Loker 0,8/or 2 15 3.23 Gudang 1 20 3.24 Cleaning Service 1 4 2 4 Sub Total 878,8 m 2 Pelayanan Sterilisasi 2. Pelayanan Penunjang Medis Total Luas Ruang Pelayanan Medis 5290 m 2 4.1 Ruang Staff 1 15 1 15 4.2 Ruang Storing 1 60 1 60 4.3 Ruang Sterilize 1 40 1 40 4.5 Ruang Wrapping 1 15 1 15 4.6 Ruang Glass 1 15 1 15 4.7 Ruang Gloves 1 15 1 15 4.8 Ruang Trolleys 1 15 1 15 4.9 Ruang Administrasi 1 15 1 15 4.10 Ruang Delivery 1 15 1 15 4.11 Ruang Instrument 1 18 1 18 4.12 Loker 1 0,8/or 2 15 4.13 Ruang Steam Generating Water Soft 1 15 1 15 4.14 Gudang 1 16 1 16 4.15 Toilet 1 Toilet pria/wanita luas 2 3 Pengolahan Makanan dan Gizi 1 16 Sub Total 285 m 2 5.1 Ruang Ka Gizi 1 12 1 12 5.2 Ruang Pegawai 1 32 1 32 5.3 Ruang Pelayanan 1 30 1 30 5.4 Ruang Administrasi 1 12 1 12 5.5 Ruang Pengolahan 1 1 20 5.6 Dapur Umum 1 5 60 40
5.7 Gudang Peralatan 1 25 1 25 5.8 Gudang Penyimpanan 1 25 1 25 5.9 Ruang Penerima Bahan 1 20 1 20 5.10 Loker 1 12 1 12 5.11 Ruang Persiapan 1 60 1 60 5.12 Ruang Pencucian Alat 1 20 1 20 5.13 Ruang Disposal 1 9 1 9 5.14 Ruang Elektrikal 1 4 1 4 Sub Total 341m 2 Pelayanan Publik 3. Pelayanan Penunjang Umum Total Luas Ruang Pelayanan Penunjang Medis 626 m 2 6.1 Ruang Cafetaria 1 4 100 6.2 Toko Buku 1 4 12 6.3 Toko Bunga 1 4 12 6.4 Toko Souvenir 1 4 12 6.5 Mini Market 1 5 24 6.6 Atm Center 1 4 12 Pelayanan Administrasi Sub Total 172 m 2 7.1 Ruang Tunggu 1 20 2,25/or 2 45 7.2 Ruang Informasi 1 5 6 7.3 Ruang Pegawai 1 5 16 7.4 Ruang Fotocopy 1 5 12 7.5 Ruang Komputer 1 65 2 65 7.6 Ruang Arsip 1 5 24 7.7 Pantry 1 5 12 7.8 Cleaning Service 1 5 6 7.9 Gudang 1 5 8 7.10 Toilet 1 5 16 Pelayanan Bahan Linen Sub Total 210 m 2 8.1 Ruang Administrasi 1 13,75 2 13,75 41
8.2 Ruang Cuci 1 26,5 2 26,5 8.3 Ruang Penyabunan 1 17,5 2 17,5 8.4 Ruang Pengeringan 1 17,5 2 17,5 8.5 Ruang Penyetrikaan 1 17.5 2 17,5 8.6 Ruang Pegawai 1 65 2 65 8.7 Gudang 1 12 2 12 8.8 Ruang Penerimaan 1 15 2 15 8.9 Ruang Pembasmian Kuman 1 17.5 2 17,5 8.10 Ruang Penyimpanan 1 18 2 18 8.11 Ruang Jahit 1 12 2 12 8.12 Ruang Steam Boiler 1 30 2 30 8.13 Ruang Elektrikal 1 6 2 6 8.14 Toilet 1 1 16 Pelayanan Keamanan Sub Total 284.25 m 2 9.1 Ruang Monitor CCTV 1 4 20 9.2 Ruang Penjaga Pusat 1 4 9 9.3 Car Call 1 4 3 Sub Total 32 m 2 10.2 Ruang Wudhu dan Toilet 1 5 18 10.3 Ruang Sholat 1 5 16 Sub Total 37 m 2 Genset 4.Genset dan Sanitasi Total Luas Ruang Pelayanan Penunjang Umum 735.25 m 2 11.1 Ruang Genset 1 5 286 Sanitasi 12.1 Ruang Kerja dan Arsip 1 3 5 / Petugas 1 30 (min 6 m 2 ) 12.2 Ruang Laboratorium Kesehatan 1 1 1,5 / Orang 1 15 Lingkungan (min 12 m 2 ) 12.3 Area Pengolahan Limbah 1 Sesuai 1 40 Kebutuhan 12.4 Area Incenerator 1 5 120 12.5 Area TPS 1 Sesuai Kebutuhan 1 25 42
12.6 KM/WC Petugas 1 Toilet pria/wanita luas 2 3 1 16 Total Luas Ruang Genset dan Sanitasi 532 m 2 Total Keseluruhan Bangunan Pelayanan Medis, Penunjang Medis, Penunjang Umum, Genset dan Sanitasi 7183,25 m 2 13.1 Unit Keperawatan Luas Sirkulasi Bangunan 20% 1.436,65 m 2 Total Keseluruhan Bangunan Pengembangan dan Sirkulasi 8620 m 2 5.Parkir VVIP 1 TT= 1 mobil 5 TT = 5 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 62.5 VIP 1 TT= 1 mobil 5 TT = 5 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 62.5 Kelas I 5 TT= 1 mobil 16 TT = 4 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 50 Kelas II 10 TT= 1 mobil 42 TT = 5 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 62.5 Kelas III 20 TT= 1 mobil 26 TT = 2 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 25 Anak 5 TT = 1 mobil 12 TT = 3 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 37.5 13.2 Pengunjung Mobil sama dengan jumlah mobil pasien perawatan dan perkiraan 25% motor 24 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 300 25% x 371 TT= 93 motor 1,5 m 2 /motor 139.5 13.3 Tenaga Medis 12 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 150 13.4 Staff Diasumsikan 50% dari jumlah mobil pengunjung 12 mobil 12,5 m 2 /mobil 4 150 46 motor 1,5 m 2 /motor 69 Total Luas Kebutuhan Parkir 1.108,5 m 2 Luas Sirkulasi Parkir 100% 1.108,5 m 2 Total Luas Kebutuhan Parkir dan Sirkulasi 2217 m 2 Tabel 4.3 Analisa Kebutuhan Ruang, Fungsi Ruang, dan Luasan Ruang Bangunan Pengembangan (pada Area B) Keterangan : 1. Standar Departemen Kesehatan RI. 2. Neufert, Architect Data. 3. Sleeper, Harold R. Building Planning and Design Standard. 4. Asumsi. 5. Studi Perbandingan. 6. Hospital Planning and Design Process 43
PENGEMBANGAN RUANG RAWAT INAP DAN FASILITAS Bangunan Eksisting IV.4.4. Analisa Penzoningan Bangunan Eksisting Penunjang Rawat Inap VIP Rawat Inap Kelas I Bangunan Pengembangan Atap Lantai 8 Penunjang Poliklinik VIP General Day Care Perkantoran RS Lantai 7 Penunjang Rawat Inap VIP Rawat Inap Kelas1 GSG dan Cafe Lantai 6 Penunjang Rawat Inap Pediatric Rawat Inap Jamkesmas Diklat Lantai 5 Penunjang GSG dan Cafe Rawat Inap Pediatric Rawat Inap Jamkesmas Diklat Lantai 4 ICU HCU HCU VVIP Ruang Pra Operasi Ruang Operasi Registrasi Kanker Lantai 3 Farmasi R.Diskusi Staff Medis Rehab dan Therapy Poli oncology Endoscopy Cafe Laboratorium Litbang Lantai 2 Kantor Humas IGD Gizi Laboratorium Klinik Poliklinik GSG dan Cafe Lantai Dasar CSSD Medical Record Radio Therapy Laboratorium Pet Scan Lantai Basement 54