PANDUAN PRAKTIKUM VERTEBRATA

dokumen-dokumen yang mirip
Amfibi mempunyai ciri ciri sebagai berikut :

biologi SET 24 ANIMALIA 4 DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. FILUM VERTEBRATA a. Kelas Cyclostomata (Agnatha) b.

BAB I PENDAHULUAN. 1.3 Tujuan

Sistem Respirasi Pada Hewan

MAKALAH BIOLOGI HEWAN VERTEBRATA DAN INVERTEBRATA. Disusun Oleh : Ira Melita Kelas : XII. IPA. 1

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA IKAN

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA HEWAN VERTEBRATA DAN INVERTEBRATA. (Makalah Struktur Perkembangan Hewan) Oleh Sarah Niati

Evolusi, Sistematika, Taksonomi dan Klasifikasi Avertebrata

PRINSIP BIOENERGETIKA PADA HEWAN

CACING TANAH (Lumbricus terrestris)

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Sriwijaya

Setelah menyelesaikan praktikum mahasiswa praktikan dapat:

Sistem Respirasi Pada Hewan

Morfologi dan Anatomi Dasar Kelinci

LEMBAR KERJA SISWA KINGDOM ANIMALIA 2015

1. Dapat menjelaskan sistem Eksresi. 2. Dapat menjelaskan sistem Ekskresi pada Avetebrata. 3. Dapat menjelaskan sistem Ekrsresi pada Vertebrata.

CHORDATA BIO 1 A. CHORDATA B. SUB-FILUM CHORDATA

PANDUAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN OLEH I GEDE SUDIRGAYASA

I. PENDAHULUAN. sumber daya perairan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Perikanan adalah

BAB VII SISTEM UROGENITALIA

Bahan Ajar Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar TAKSONOMI VERTEBRATA. Pisces: Evolusi Kelas Agnatha

KINDOM ANIMALIA. Drs. Refli., MSc. Disampaikan pada pelatihan Guru-Guru SLTP se Kabupaten Sabu-Raijua Juli 2013

II. TINJAUAN PUSTAKA. kegiatan, dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya

Morfologi dan Anatomi Dasar Unggas

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

A. Sistem Sirkulasi pada Hewan Sistem difusi Sistem peredaran darah terbuka Sistem peredaran darah tertutup 2. Porifera

O 2 + Zat Makanan CO 2 + H 2 O + Energi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PRINSIP BIOENERGETIKA PADA HEWAN

Sistem pernapasan pada hewan kecoa. Sistem pernapasan pada hewan kecoa.zip

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.3

ANNELIDA (Annulus=cincin, Oidos=bentuk)

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11

Sistem Respirasi Manusia L/O/G/O

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.4. Membedah (menyeksi) tubuh hewan bertujuan untuk mengamati organ tubuh dalam.

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR. Pengaruh Nikotin dan Alkohol Terhadap Laju Alir Darah Ikan Mas (Cyprinus Carpio Linn)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

FISIOLOGI HEWAN SISTEM GERAK PADA KATAK (Rana sp) OLEH :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan lentik. Jadi daerah aliran sungai adalah semakin ke hulu daerahnya pada

Systema Respiratorium (Sistem Pernapasan)

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

Praktikum Biologi Vertebrata. Rizka Apriani Putri, M.Sc /

BIOLOGI LAUT Mollusca

Bahan Ajar Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar TAKSONOMI VERTEBRATA. Amphibia: Evolusi Karakteristik

A. Pernapasan Pada Ikan Bertulang Sejati

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS. No. TIK Modul / Pokok Bahasan / Materi TIK

TEORI FENOMENA ORGAN

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Taksonomi Vertebrata dengan judul Reptilia yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Ke

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Karakteristik Organisme Hidup. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Tema-tema dalam Mempelajari Kehidupan. Organisasi Biologi

N E M A T H E L M I N T H E S


LAPORAN PRAKTIKUM BIOSISTEMATIK HEWAN. Kelas Pisces (Ikan)

Annelida. lembab terletak di sebelah atas epithel columnar yang banyak mengandung sel-sel kelenjar

PERBANDINGAN SISTEM SIRKULASI PADA HEWAN VERTEBTARA

5. Phylum Brachiopoda Invertebrata 6. Phylum Mollusca 7. Phylum Arthropoda 8. Phylum Echinodermata >>> Vertebrata

SISTEM EKSKRESI LKS IPA TERPADU -SMP KELAS IX/1 1

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Taksonomi Vertebrata dengan judul Aves yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Kelas

Pengaruh Suhu terhadap Denyut Jantung

Assalamu alaikum Wr. Wb. Biologi Task Identification of Annelida. By : Anjar Wicitra Wening Khalikul Haqqur Rahman Taufiqurrahman

TUGAS EVOLUSI. Evolusi Vertebrata. Disusun oleh: Ayu Lestari ( ) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN

BAB I PENDAHULUAN. memberikan beberapa kontribusi penting bagi masyarakat Indonesia. sumber daya alam dan dapat dijadikan laboratorium alam.

TINJAUAN PUSTAKA. tahapan dalam stadia hidupnya (larva, juwana, dewasa). Estuari merupakan

2. Perbedaan hewan dan tumbuhan dalam memperoleh makan yang tepat adalah...

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.3

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN. (Penyesuaian Hewan Poikilotermik Terhadap Oksigen Lingkungan)

PENUNTUN PRAKTIKUM MATA KULIAH FISIOLOGI SERANGGA. DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH : Dr. RESTI RAHAYU

SURAT IJIN PENELITIAN. NIP : Pangkat/Gol. Ruang : Pembina, IV/a

STKIP PRIMA SENGKANG

Penggolongan Hewan. Jenis makanan Tempat hidup Cara berkembang tubuh. Beranak. Bertelur. Bagan penggolongan hewan.

BIOLOGI VERTEBRATA. Rizka Apriani Putri, M.Sc JURDIK BIOLOGI, FMIPA UNY Rizka Apriani Putri, M.Sc

III. METODOLOGI. Bawang, Provinsi Lampung selama 6 bulan dimulai dari bulan April 2013 hingga

STRUKTUR & PERKEMBANGAN HEWAN. Achmad Farajallah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAKSONOMI VERTEBRATA

vii Tinjauan Mata Kuliah

Cici Verdian 1), Rita oktavia 2) Mahasiswa Pendidikan Biologi STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Sistem Pernafasan Manusia

Sistem Ekskresi Manusia

II. TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Praktikum Manfaat Praktikum

Sistem Pencernaan Pada Hewan

FILUM MOLLUSCA KELOMPOK 1

SISTEM RESPIRASI AVES

Metamorfosis Kecoa. 1. Stadium Telur. 2. Stadium Nimfa

MATERI VI SISTEM RESPIRASI MAHLUK HIDUP

II. TINJAUAN PUSTAKA 2. Bio Ekologi Herpetofauna 2.1. Taksonomi Taksonomi Reptil Taksonomi Amfibi


II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae

3 METODE PENELITIAN. Gambar 2. Peta Lokasi Penelitian

Transkripsi:

PANDUAN PRAKTIKUM VERTEBRATA OLEH I GEDE SUDIRGAYASA 2010 PRODI PENDIDIKAN BIOLOGII FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA IKIP SARASWATI TABANANN

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan, atas limpahan rakhmat dan karunia Nya, maka Panduan Praktikum ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Saya dengar saya lupa, Saya lihat saya ingat, Saya lakukan saya mengerti. Pepatah Yunani ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya praktikum atau melakukan sesuatu secara langsung untuk dapat memahami dengan baik suatu konsep atau teori-teori yang telah dibaca. Tujuan penyusunan Panduan Praktikum ini untuk melengkapi bahan pengajaran terutama kegiatan praktikum di laboratorium, sehingga akan memudahkan dan memperlancar kegiatan praktikum bagi para Mahasiswa yang mengikutinya. Kami menyadari bahwa tujuan ini tidak dapat dipenuhi sekaligus, melainkan harus bertahap. Oleh karena itu penyususan panduan ini masih jauh dari sempurna, sehingga perbaikan dan perubahan materi secara konsisten dan bertahap serta berkesinambungan akan selalu dilaksanakan disesuaikan dengan Silabus dan SAP yang disesuaikan dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi. Besar harapan kami, Panduan praktikum ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sehingga dapat memperlancar tugas praktikum para mahasiswa. Kami akan sangat menghargai adanya saran dan kritik perbaikan untuk penyempurnaan panduan ini. Tabanan, Januari 2010 Penyusun, PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 1

PETUNJUK UMUM 1. Pahami langkah-langkah praktek di panduan praktikum sebelum memulai percobaan yang akan dilakukan. 2. Buat skema kerja setiap praktikum yang akan dilakukan dengan ringkas dan mudah dipahami. 3. Periksa semua alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan apakah sudah tersedia dengan lengkap. 4. Bekerja dengan cermat dengan penuh pengertian, dan berhati-hatilah bila menggunakan alat atau bahan yang berbahaya. 5. Amatilah dengan seksama percobaan yang dilakukan, dan catat hasilnya dengan akurat pada buku jurnal praktikum. 6. Bersihkan alat-alat yang selesai digunakan dan kembalikan ke tempat peminjaman. Sampah dari percobaan di kumpulkan lalu dibuang di tempat sampah. 7. Buat laporan setiap percobaan yang selesai dan serahkan kepada asisten seminggu berikutnya. A. Format Laporan Praktikum 1. Halaman sampul (secara berurut dari atas ke bawah : judul, logo institut, nama/ nama kelompok, prodi, fakultas, institut, tahun) 2. Judul 3. Pendahuluan : a. Latar belakang b. Tujuan 4. Kajian teori 5. Prosedur kegiatan 6. Hasil dan Pembahasan 7. Simpulan 8. Daftar pustaka PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 2

OBSERVASI DAN IDENTIFIKASI VERTEBRATA A. Tujuan Adapun tujuan dari prkatikum ini adalah untuk mengenal ciri-ciri morfologi dari kelas-kelas hewan vertebrata, membuat deskripsi dan pengklasifikasian dari hewan-hewan vertebrata yang dijadikan objek pengamatan dalam praktikum zoologi vertebrata. B. Dasar Teori Hewan-hewan yang memiliki penyangga tubuh bagian belakang (dorsal) dalam bentuk sederhana ataupun dalam wujud tulang belakang dimasukkan dalam filum chordata. Kata chordata berasal dari chorda dorsalis atau penyangga. Filum chordata masih terbagi dalam empat sub filum, yakni hemichordata, urochordata, cephalochordata, dan vertebrata. Sub filum vertebrata beranggotakan hewan-hewan yang memilki tulang belakang (vertebrae) di bagian badan belakang (dorsal). Chordata berasal dari bahasa Yunani yaitu chorde yang berarti dawai/ senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordata memiliki notochord (korda dorsalis) memanjang sebagai kerangka sumbu tubuh. Korda dorsalis berarti tali punggung dan berfungsi sebagai penguat pada fase embrio. Selain adanya korda dorsalis, ciri umum filum chordata adalah memiliki batang saraf dorsal dan celah insang. Batang saraf terletak di sebelah dorsal korda dorsalis. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur.notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka. 2. Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak. 3. Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus. 4. Memiliki celah faring Vertebrata secara tipikal mempunyai 2 pasang apendiks lokomotor yang berpasang-pasangan pada suatu rancangan lima jari. Tengkorak tereduksi karena fusi dan hilangnya elemen-elemen tipe ikan yang majemuk. Mempunyai telinga PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 3

yang merupakan organ pendengaran dan sebagai organ keseimbangan. Otak terbagi menjadi 5 bagian. Saraf kranial berjumlah 10 atau 12 pasang. Secara tipikal ada paru-paru. Jantung berkamar 3 atau 4 buah ( 2 serambi = aurikel, dan 1 bilik = ventrikel, atau 2 serambi dan 2 bilik). Pada hewan dewasa, ginjal bertipe mesonefros atau metanefros. Alat kelamin terpisah. Vertebrata disebut juga Craniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang terlindung dalam Cranium (tulang tengkorak). Umumnya vertebrata mempunyai sepasang atau beberapa pasang anggota. Pharynx merupakan saluran yang dipenuhi oleh celah insang. Celah insang berkaitan dengan sistem pernafasan. Bentuk celah insang dapat dilihat pad ikan hiu. Korda dorsalis tersebut ada yang tetap ada sepanjang hidup hewan, namun ada yang akan diganti dengan tulang belakang (vertebrae) saat hewan memasuki fase embrio. Demikian juga dengan celah insang, ada hewan yang tetap memilikinya sampai dewasa, namun ada yang memilikinya hanya sampai pada fase larva atau hanya sampai pada stadium embrio saja. Kelenjar hati bersifat masif dan jelas mempunyai saluran. Pembuluh renalis menyatu menjadi sepasang ginjal dan terbuka pada salah satu saluran dekat akhir usus (anus). Otaknya k ompleks dan paling sedikit mempunyai 10 pasang nervi cranialis. Terdapat sepasang mata yang kompleks, yang terhubung dengan bagian (lobus) otak. Mempunyai telinga yang merupakan organ pendengaran dan sebagai organ keseimbangan. Secara tipikal ada paru-paru. Pada hewan dewasa, ginjal bertipe mesonefros atau metanefros. Memiliki tubuh yang simetris bilateral dengan sistem alat tubuh yang beruasruas. Mempunyai endoskeleton (rangka dalam) dengan ruas tulang belakang sebagai kerangka penguat tubuh. Pada rangka melekat otot-otot kerangka. Kulit berlapis-lapis, terdiri atas epidermis dan dermis. Mempunyai selom (rongga badan) yang dindingnya dilapisi selaput peritonium. Sistem organ pada vertebrata sangat kompleks, yaitu : 1. Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah) terdiri dari pembuluh dengan jantung (cor) sebagai sentral terbagi atas 1,2,3,dan 4 ruang. 2. Sistem respiratoria (sistem pernapasan) pada bentuk rendah berupa bebepara pasang insang, sedang pada spesiesnya yang mendiami darat PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 4

memiliki paru-paru (pulmo) sebagai hasil pertumbuhan perkembangan sakusaku dari tractus digestvus. 3. Sistem ekskresi terdiri atas sepasang ren (ginjal) dengan saluran pembuangan yang bermuara di daerah dekat anus. Alat eksresi dalam bentuk sederhana merupakan alat yang bersegmen membersihkan rongga coelom dan pembuluh darah. Vesica urinaria (gelembung reservoir air kencing) sebagai penampung air kencing sementara dan selanjutnya dibuang keluar tubuh. 4. Sistem nervosum, terdiri atas systema nervosum centralis dan nervosum periforium. Systema nervosum centralis terdiri atas encephalon (otak) dan medula spinalis (sumsum tulang belakang). 5. Terdapat sejumlah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang diangkut oleh darah yang berperan dalam proses-proses dalam tubuh, pertumbuhan, dan reproduksi. 6. Dengan beberapa pengecualian sebagian besar kelaminnya terpisah, dan masing-masing jenis kelamin mempunyai sepasang gonad dengan saluran penyalur yang bermuara di dekat anus. Struktur dan fungsi sistem pernapasan padavertebrata menggunakan alat yang berbeda-beda. Vertebrata darat menggunakan paru-paru,sedangkan vertebrata air menggunakan insang. Kelompok hewan tertentu menggunakan alat pernapasan tambahan,seperti gelembung renang dan kulit. Pada hewan,pernapasan (respirasi) berlangsung karena peranan berbagai organ dalam sistem pernapasan, seperti kulit, insang(branchia), paru-paru(pulmo) atau trakea. Pada dasarnya, struktur ini berbeda bentuknya, akan tetapi sama fungsinya. Masing-masing bentuk alat respirasi ini mempunyai suatu membran permeabel yang lembab atau basah,yang dilewati oleh molekul oksigen maupun karbondioksida dengan cara difusi Hewan-hewan yang memiliki tulang belakang, saat memasuki fase embrio sampai dewasa, selanjutnya digolongkan menjadi kelompok vertebrata. Berdasarkan alat gerak, sub filum vertebrata dibedakan atas dua kelompok yaitu pisces (ikan) dan tetrapoda (tetra=empat, podos=kaki). Kelompok pisces alat geraknya berupa sirip, sedangkan kelompok tetrapoda alat geraknya berupa kaki dan jumlahnya empat (dua pasang). PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 5

Kelompok pisces terdiri atas kelas agnatha, yaitu ikan yang tidak memiliki rahang, contohnya ikan lamprey (lampreta). Kelas condrichthyes, yaitu ikan bertulang rawan, contohnya ikan hiu dan ikan pari. Kelas osteichthyes, yaitu ikan bertulang keras, contohnya ikan gurami, lele, dan bandeng. Kelompok tetrapoda dibedakan atas 4 kelas yaitu kelas amphibia, ciri pada saat fase larva habitatnya di air sedangkan fase dewasanya di darat. Selain itu kulit selalu basah oleh lendir, contohnya katak, kodok, dan salamander. Kelas reptilia, cirinya yaitu tubuhnya dilindungi oleh sisik yang tersusun atas zat tanduk, contohnya buaya, kura-kura, dan bunglon. Kelas aves, ciri tubuhnya dilindungi oleh bulu, contohnya merpati, ayam, dan kakatua. Kelas mamalia, cirinya yaitu tubuhnya dilindungi oleh rambut dan memiliki kelenjar susu,contohnya sapi, mencit, marmut, termasuk manusia. C. Alat Dan Bahan 1. Thermometer 2. Tali rafia 3. Parang 4. Toples plastik 5. Senter 6. Kawat bangunan 7. Teropong 8. Ketapel 9. Perangkap tikus 10. Mistar 11. tali pancing 12. Kamera digital 13. Alat bedah 14. Higrometer 15. Kapas 16. Formalin 4 % 17. Kapur barus 18. Jarum Suntik 19. Sarung tangan PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 6

20. Ikan kering untuk perangkap tikus 21. jarum 22. Benang untuk menjahit specimen 23. Alkohol 70% D. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut: Pisces 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Melakuan pembiusan dengan menggunakan clorofom 3. Mengamati 2 spesies dari kelas Pisces dan habitat yang berbeda. 4. Menggambar morfologi spesies yang didapatkan dari kelas Pisces dan mencatat seluruh karakter yang menjadi ciri utamanya. 5. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel hasil pengamatan. 6. Membuat kunci identifikasi yang menjadi pembeda bagi masing-masing spesies dari kelas Pisces. 7. Membandingkan kunci identifikasi yang telah dibuat dengan referensi yang ada. 8. Membuat awetan basah untuk spesimen dari air tawar dengan cara membersihkan spesies lalu membedahnya 9. Selanjutnya mengeluarkan seluruh organ dalam pada jenis spesie atau spesimen. 10. Membersihkan bagian abdomen dengan alkohol 70 % sampai tidak ada darah. 11. Memasukkan kapas dan kapur barus kedalam perut spesimen tadi. 12. Menjahit bagian yang dibedah dengan menggunakan benang dan jarum. 13. Setelah itu memasukkan spesimen tadi kedalam larutan formalin yang telah di encerkan menjadi 30% dengan aquades. 14. Selanjutnya dijadikan awetan basah di dalam zoorium yang telah di sediakan. 15. Menggulangi langka 7 12 untuk spesimen dari air laut. Amphibia 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 7

2. Melakuan pembiusan dengan menggunakan clorofom 3. Mengamati spesies dari kelas Amphibi. 4. Menggambar spesies yang didapatkan dari kelas Amphibi dan mencatat seluruh karakter yang menjadi ciri utamanya. 5. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel hasil pengamatan. 6. Membuat kunci identifikasi yang menjadi pembeda bagi masing-masing spesies dari kelas Amphibi. 7. Membandingkan kunci identifikasi yang telah dibuat dengan referensi yang ada. 8. Membuat awetan kering dengan cara membersihkan spesies lalu membedahnya dari bagian anus sampai laring spesimen. 9. Kemudian mengeluarkan seluruh organ dalam pada specimen 10. Membersihkan bagian perut yang telah dikeluargan organ dalam tadi dengan alkohol 70% sampai tidak terdapat darah. 11. Memasukkan kapas dan kapur barus yang telah dihancurkan kedalam perut spesimen tadi. 12. Menjahit bagian yang dibedah dengan menggunakan benang dan jarum. 13. Menyuntikkan formalin 30% ke bagian-bagian tubuh spesimen tadi sambil di pijat-pijat agar formalin tadi menyebar. 14. Setelah itu dijadikan awetan kering dalam zoorium. Reptil 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Melakuan pembiusan dengan menggunakan clorofom 3. Mengamati spesies dari kelas reptilia. 4. Menggambar spesies yang didapatkan dari kelas reptilia dan mencatat seluruh karakter yang menjadi ciri utamanya. 5. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel hasil pengamatan. 6. Membuat kunci identifikasi yang menjadi pembeda bagi masing-masing spesies dari kelas reptilia. 7. Membandingkan kunci identifikasi yang telah dibuat dengan referensi yang ada. PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 8

8. Membuat awetan kering untuk ular dengan cara membersihkan spesies lalu membedahnya dari bagian anus sampai laring spesimen. 9. Kemudian mengeluarkan seluruh organ dalam pada specimen 10. Membersihkan bagian perut yang telah dikeluargan organ dalam tadi dengan alkohol 70% sampai tidak terdapat darah. 11. Meletakkan kawat sepanjang tubuh ular tadi di dalam perutnya. 12. Memasukkan kapas dan kapur barus yang telah dihancurkan kedalam perut spesimen tadi. 13. Menjahit bagian yang dibedah dengan menggunakan benang dan jarum. 14. Menyuntikkan formalin 30% ke bagian-bagian tubuh spesimen tadi sambil di pijat-pijat agar formalin tadi menyebar. 15. Mengulangi langka 7-13 untuk spesimen kadal namun tidak di letakkan kawat di dalam perut yang di bedah tadi. Aves 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Melakuan pembiusan dengan menggunakan clorofom 3. Mengamati spesies dari kelas Aves. 4. Menggambar spesies yang didapatkan dari kelas Aves dan mencatat seluruh karakter yang menjadi ciri utamanya. 5. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel hasil pengamatan. 6. Membuat kunci identifikasi yang menjadi pembeda bagi masing-masing spesies dari kelas Aves. 7. Membandingkan kunci identifikasi yang telah dibuat dengan referensi yang ada. 8. Membuat awetan kering dengan cara membersihkan spesies lalu membedahnya 9. Kemudian mengeluarkan seluruh organ dalam pada specimen 10. Membersihkan bagian perut yang telah dikeluargan organ dalam tadi dengan alkohol 70% sampai tidak terdapat darah. 11. Memasukkan kapas dan kapur barus yang telah dihancurkan kedalam perut spesimen tadi. 12. Menjahit bagian yang dibedah dengan menggunakan benang dan jarum. PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 9

13. Menyuntikkan formalin 30% ke bagian-bagian tubuh spesimen tadi sambil di pijat-pijat agar formalin tadi menyebar. 14. Setelah itu dijadikan awetan kering dalam zoorium. Mammalia 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Melakukan penangkapan Mamalia untuk memperoleh spesimen mamalia dengan menggunakan perangkap tikus yang di dalamnya terdapat ikan asin sebagai umpan. 3. Mengamati ciri-ciri mamalia yang telah diamati sesuai dengan format pengamatan yang disediakan. 4. Membuat deskripsi dari spesies mamalia yang ditemukan. 5. Menggambar morfologi spesies mamalia yang diamati lengkap dengan bagian organ-organ tubuhnya. 6. Memasukkan hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan. PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 10

DAFTAR PUSTAKA Anwar, I. S. J. Damanik N. Hisyam, A. J. Whitten. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatera. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1990. ZOOLOGI DASAR. Erlangga. Jakarta. Djuhanda, T. 1983. Anatomi dari Empat Spesies Hewan Vertebrata. Armico. Bandung Jasin, Maskoeri. 1992. ZOOLOGI VERTEBRATA untuk Perguruan Tinggi. Sinar Wijaya. Surabaya. Kimball, J. W. 1983. Biologi. Jilid III. Erlangga : Jakarta. Mintohari, dkk. 2005. Hewan-Hewan Vertebrata. Prima Jaya. Bandung Neil A. Campbell dkk. 2003. BIOLOGI Edisi Kelima-Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Priyono, S. M. and Subiandono. 1991. Identification of Live Mammals, Live Birds and Reptiles In Procording The Cities Plants and Animals Seminar for Asia and Oceania Region. PHPA. Jakarta Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata. Yogyakarta press. Universitas Negeri Yogyakarta. Syamsuri,Istamar. 2004. Biologi. Widya Utama. Jakarta PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN 11