PENGEMBANGAN KURIKULUM

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN KONSEP DASAR PKN

JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUM FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MGMP PKN SMA KABUPATEN KULONPROGO, 14 MEI 2013

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PKN SD

om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

: Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)

STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN PKn Ekram Pw, Cholisin, M. Murdiono*

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN dalam. SAMSURI Universitas Negeri Yogyakarta

13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK

KONSEPSI KAJIAN PKN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARANNYA

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMP, MTs, DAN SMPLB

BAB I PENDAHULUAN. didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya,

KELAS: X. 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Alokasi Waktu. Sumber Belajar

BAB 1 PENDAHULUAN. menyeluruh baik fisik maupun mental spiritual membutuhkan SDM yang terdidik.

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang heterogen, kita menyadari bahwa bangsa

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat berperan penting dalam memajukan bangsa, kualitas

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB I PENDAHULUAN. Pembinaan moral bagi siswa sangat penting untuk menunjang kreativitas. siswa dalam mengemban pendidikan di sekolah dan menumbuhkan

Pendidikan Kewarganegaraan (IPB 105) TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) / MADRASAH TSANAWIYAH (MTs)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIAH (SMP/MTs)

Kewarganegaraan. Pengembangan dan Pemeliharaan sikap dan nilai-nilai kewarganegaraan. Uly Amrina ST, MM. Kode : Semester 1 2 SKS.

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL STANDAR KOMPETENSI GURU KURIKULUM 2006 (KTSP)

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui

PEMETAAN SK KD. Indikator Pencapaian Kompetensi. Menjelaskan pengertian norma, kebiasaan dan adat istiadat. Menjelaskan manfaat norma

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/ SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK)

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh:

ANALISIS KETERKAITAN KI - KD DENGAN IPK DAN MATERI PEMBELAJARAN

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila

29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

B. Tujuan C. Ruang Lingkup

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN BAB IV

I. PENDAHULUAN. tujuan pendidikan sangat sarat dengan kompetansi sosial, personal dan

KURIKULUM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN : Dari Politik Rezim ke Politik Negara untuk Membangun Warga Negara Ideal 1

BAB I PENDAHULUAN. dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha sadar dan terencana

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN PPKn

Click to edit Master title style KELOMPOK IV : 1. MUJAENI 2. ELLA NURLELAWATI 3. MAIMUNAH 4. HERMANTO

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

(Analisis Semiotika Terhadap Film Garuda di Dadaku)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KATA PENGANTAR. Syawal Gultom NIP

PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN REMIDIAL DENGAN TUGAS BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan satu dari sekian banyak hal yang tidak dapat

ANALISIS PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Sejarah Kelahiran Pendidikan Kewarganegaraan. pada saat itu merumuskan pengertian Civics dengan:

BAB I PENDAHULUAN. dijangkau dengan sangat mudah. Adanya media-media elektronik sebagai alat

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA

SILABUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Materi Kuliah. Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan. Modul 1

MENUJU PARADIGMA BARU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PPKn)

I. PENDAHULUAN. suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat-istiadat, maupun lapisan sosial yang ada

Mata Kuliah Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dapat membawa perubahan kearah yang lebih maju. Untuk itu perlu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Undang-undang pendidikan menyebutkan bahwa pendidikan nasional

MATA KULIAH : KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

KEWARGANEGARAAN. Ruang Lingkup Mata Kuliah Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi : Etika Berkewarganegaraan. Rizky Dwi Pradana, M.Si PSIKOLOGI PSIKOLOGI

Ekonomi dan Bisnis Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

41. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK

MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI MADRASAH ALIYAH KARAWANG

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berperan penting bagi pembangunan suatu bangsa, untuk itu diperlukan suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah gerbang yang utama dan pertama dalam usaha

No membangun kurikulum pendidikan; penting dan mendesak untuk disempurnakan. Selain itu, ide, prinsip dan norma yang terkait dengan kurikulum

KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN. Syahlan A. Sume. Modul ke: Fakultas FEB

STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN PJOK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. negara. Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan

BAB 1 PENAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan

Memahami Budaya dan Karakter Bangsa

dengan pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea ke-4 serta ingin mencapai

BAB I PENDAHULUAN. mengalami gejolak dalam dirinya untuk dapat menentukan tindakanya.

I. PENDAHULUAN. Sekolah menyelenggarakan proses pembelajaran untuk membimbing, mendidik,

SILABUS MATA PELAJARAN: SEJARAH INDONESIA (WAJIB)

KompetensiInti KompetensiDasar Materi Ajar Indikator

2. SILABUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

URGENSI SATUAN ACARAPERKULIAHAN (SAP)DALAM PEMBELAJARAN

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

MODEL LEADER CLASS SMA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN CILACAP. Oleh : Duki Iskandar

KompetensiInti KompetensiDasar Materi Ajar Indikator

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Hakikat, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD

KISI PLPG 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN)

I. PENDAHULUAN. sesuai dengan penegasan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi,

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan berperan untuk menyiapkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SILABUS MATA PELAJARAN: PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 21 JAKARTA

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

44. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK

Transkripsi:

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Handouts 1 SAMSURI samsuri@uny.ac.id

Pada awalnya... Pencapaian tujuan pembentukan warga negara yang baik dalam sistem pendidikan nasional kental dipengaruhi oleh suasana politik. Tiap-tiap rezim politik di Indonesia memiliki iktikad untuk mengaktualisasikan Pancasila dalam segenap kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila rentan ditafsirkan untuk kepentingan masing-masing periode rezim. Kegelisahan umum terhadap kajian Pancasila yang terbatas dalam standar isi (2006) mata pelajaran PKn.

KELUHAN PKN PERSEKOLAHAN DI INDONESIA ostandar Isi PKn (2006) dinilai Kering dengan kajian Pancasila. opancasila salah satu dari delapan materi pokok PKn okondisi saat ini (kenakalan remaja, korupsi) menyalahkan ketiadaan NILAI-NILAI MORAL PANCASILA MODEL P4 dalam PKn sekarang. opembelajaran PKn masih hapalan dan kesulitan menerjemahkan SK dan KD (temuan di beberapa forum seperti PLPG SD Rayon 111 UNY)

PENGEMBANGAN KOMPONEN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI/ KINERJA (PERFORMANCES STANDARD) BERBASIS MATERI (CONTENTS STANDARD)

Ragam Pengorganisasian Kurikulum PKN Sektor PRIMER PRINSIP PENGORGANISASIAN WAJIB atau PILIHAN SEKUNDER MATA PELAJARAN TUNGGAL/ WAJIB (Civics/Civic Education/ Citizenship Education) TERINTEGRASI DENGAN MATA PELAJARAN LAIN (MISAL: SEJARAH, GEOGRAFI, SOCIAL STUDIES) TERINTEGRASI LINTAS MATA PELAJARAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER (Kennedy, 2009:8; Kerr, 1999:15)

Ragam Nomenklatur Pendidikan Kewarganegaraan dalam Sistem Pendidikan Nasional SEBELUM ORDE BARU SELAMA ORDE BARU KEWARGANEGARAAN (1957), CIVICS (1961) KEWARGAAN NEGARA (1962) PENDIDIKAN KEWARGAAN NEGARA (1968) PENDIDIKAN MORAL PANCASILA, (1973, 1975, 1984) PENDIDIKAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA, PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA, PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (1994), PENDIDIKAN P4 DERIVASI PENDIDIKAN PANCASILA MASYARAKAT SOSIALIS INDONESIA PANCASILA MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA BERMORAL PANCASILA P4 sbg deskriptor Civic Virtues SETELAH ORDE BARU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (KBK 2004, STANDAR ISI 2006) PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (VERSI RANCANGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013) PANCASILA PANCASILA dan PILAR-PILAR KEBANGSAAN

GBHN Tujuan Pendidikan Nasional Formulasi Pendidikan Pancasila 1973 (Tap MPR RI No. IV/MPR/ 1973) untuk membentuk manusia-manusia pembangunan yang ber-pancasila dan untuk membentuk Manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai Bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang-undang Dasar 1945. kurikulum di semua tingkat pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan Jiwa dan Nilai-nilai 1945 kepada Generasi Muda. 1978 (Tap MPR RI No. IV/MPR/ 1978) untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Pendidikan Pancasila termasuk Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa dan nilai-nilai 1945 kepada generasi muda dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai universitas, baik negeri maupun swasta. 1983 (Tap MPR RI No. II/MPR/ 1983) untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperku.at kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Pendidikan Pancasila termasuk pendidikan pelakasanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 kepada generasi muda harus makin ditingkatkan dalam kurikulum sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dan di lingkungan masyarakat. 1988 (Tap MPR RI No. II/MPR/ 1988) untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada Tanah Air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif. mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Pendidikan Pancasila termasuk pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), Pendidikan Moral Pancasila, pendidikan sejarah perjuangan bangsa serta unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan khususnya nilainilai1945 kepada generasi muda, dilanjutkan dan makin ditingkatkan di semua jenis dan jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. 1993 (Tap MPR RI No. II/MPR/ 1993) untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi ke masa depan. menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar di kalangan masyarakat terus ditingkatkan agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. pendidikan Pancasila termasuk pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), pendidikan moral Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan sejarah perjuangan bangsa serta unsur-unsur yang dapat meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai kejuangan, khususnya nilai 1945, dilanjutkan dan ditingkatkan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan termasuk prasekolah. 1998 (Tap MPR RI No. II/MPR/ 1998) untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi ke masa depan. menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar di kalangan masyarakat terus ditingkatkan agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Pendidikan Pancasila termasuk pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), pendidikan moral Pancasila, pendidikan agama, dan pendidikan kewarganegaraan dilanjutkan dan ditingkatkan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan termasuk prasekolah sehingga terbentuk watak bangsa yang kukuh.

STANDAR ISI MAPEL PKN Kurikulum 2006 MEMUAT 8 RUANG LINGKUP KAJIAN: 1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional 3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM 4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan kedudukan warga negara

STANDAR ISI MAPEL PKN (LANJUTAN) MEMUAT 8 RUANG LINGKUP KAJIAN: 5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

Standards on Civics and Government (CCE, 1994) 1. What is government and what should it do? 2. What are the basic values and principles of American democracy? 3. How does the government established by the constitution embody the purposes, values, and principles of American Democracy? 4. What is relationship of the United States to other nations and to world affairs? 5. What are the roles of the citizen in American democracy?

Domain Kajian PKN Inggris (Crick Report, 1998) 1. Social and moral responsibility Students learn self-confidence and socially and morally responsible behaviour towards those in authority and towards each other, both inside and outside the classroom. 2. Community involvement Students learn how to become involved in the life and concerns of their neighbourhood and communities, including learning through community involvement and service. 3. Political literacy Students learn about the institutions, issues, problems and practices of the UK s democracy and how citizens can make themselves effective in public life, locally, regionally and nationally, through skills, values and knowledge (Advisory Group on Citizenship, 1998: 40-41)

Ruang Lingkup Kajian PKn Inggris 1) demokrasi dan otokrasi; 2) kerjasama dan konflik; 3) kesetaraan dan keragaman; 4) kejujuran, keadilan, rule of law, aturan-aturan, hukum dan hak asasi manusia; 5) kebebasan dan ketertiban; 6) individual dan masyarakat; 7) kekuasaan dan otoritas; 8) hak-hak dan tanggung jawab (Advisory Group on Citizenship, 1998: 44).

RUANG LINGKUP KAJIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Kompetensi dan Materi Mapel PPKn (2013) Kompetensi Inti RUANG LINGKUP MATERI Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1. PANCASILA Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 2. UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 3. NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 4. BHINNEKA TUNGGAL IKA Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. (sumber: draft versi Desember 2012 Peta Kompetensi Mapel PPKn SMA)

MATERI KAJIAN NOMENKLATUR (UU RI. No. 20 Th. 2003) Pendidikan Kewarganegaraan dalam Kurikulum 2013 PP RI No. 32 Tahun 2013 PERMENDIK- BUD No. 64 Tahun 2013 PERMENDIKBUD No. 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN 1. Pancasila. 2. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Bhinneka Tunggal Ika. 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ruang Lingkup Kajian PPKn 2013 DASAR NEGARA & PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Senin, 22 September 2014 (C) SAMSURI 2012

Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/PAKET A DIMENSI SIKAP KOMPETENSI LULUSAN Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain. KETERAMPILAN PENGETAHUAN Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. (Kemdikbud, 2013) Senin, 22 September 2014 (C) SAMSURI 2012

Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB/ PAKET B DIMENSI SIKAP KETERAMPILAN KOMPETENSI LULUSAN Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah. PENGETAHUAN Memiliki pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. (Kemdikbud, 2013) Senin, 22 September 2014 (C) SAMSURI 2012

Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/ Paket C DIMENSI SIKAP KOMPETENSI LULUSAN Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KETERAMPILAN PENGETAHUAN Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. Memiliki pengetahuan prosedural dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian. (Kemdikbud, 2013) Senin, 22 September 2014 (C) SAMSURI 2012

ORIENTASI PKN dan Pembentukan Karakter Warga Negara Indonesia Era Global KINI KE DEPAN: memperkokoh identitas nasional (Pancasila) dan tanggung jawab publik kewargaan untuk mencapai tujuan nasional sbgm dimuat dalam Pembukaan UUD 1945 POLITIK NEGARA KINI dan SEKARANG: KEHARUSAN POLITIK REZIM untuk MENGAKTUALISASIKAN nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Keutuhan Karakter WNI