ASHFAR KURNIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh berbagai spesies mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah. mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya.

Antibiotik untuk Mahasiswa Kedokteran, oleh V. Rizke Ciptaningtyas Hak Cipta 2014 pada penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, dunia pengobatan saat ini semakin

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

membunuh menghambat pertumbuhan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Integrasi Konsep Biologi Sel pada jurusan Farmasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat.

ANTIBAKTERIA DAN ANTIFUNGI. Irfan M. Setiawan, M.Sc., Apt

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kecamatan Abiansemal adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Badung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mikroorganisme ke dalam tubuh, mikroorganisme tersebut masuk bersama makanan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Membran berfungsi dalam mengeluarkan hasil-hasil buangan metabolisme, dan dalam sintesa dinding sel. 3. pada sel prokariot, membran sitoplasma

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Obat yang termasuk golongan ini ialah : a. Sulfonamid, b. Trimetoprin, c. Asam p-aminosalisilat (PAS), dan

5 SINTESIS OBAT SECARA BIOLOGI

BAB III KOMPOSISI KIMIA DALAM SEL. A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan Mampu Memahami Komposisi Kimia Sel.

Produksi Antibiotik (Manufacture Of Antibiotics) Marlia Singgih Wibowo Sekolah Farmasi ITB Klasifikasi antibiotik berdasarkan mekanisme aksi nya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya antibakteri

LINGKUNGAN EKSTRASELULER DAN DINDING SEL

ANTIMIKROBA KIMIA BIOESAI PS-S2 KIMIA IPB 2014

Streptomyces erythreus. Pada determinasi mula-mula, ia di klasifikasikan sebagai

KIMIA. Sesi. Review IV A. KARBOHIDRAT

ABSTRAK PREVALENSI GEN OXA-24 PADA BAKTERI ACINETOBACTER BAUMANII RESISTEN ANTIBIOTIK GOLONGAN CARBAPENEM DI RSUP SANGLAH DENPASAR

BAB I PENDAHULUAN. infeksi dan juga merupakan patogen utama pada manusia. Bakteri S. aureus juga

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN UKDW. lain (Jawetz dkk., 2013). Infeksi yang dapat disebabkan oleh S. aureus antara lain

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ANTAGONISME ANTAR BAKTERI

Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi) Ditulis pada September 27, 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sel : Unit Kehidupan Terkecil. Konsep Kunci

BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak mengkudu terhadap daya

TINJAUAN PUSTAKA Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. atas yang terjadi pada populasi, dengan rata-rata 9.3% pada wanita di atas 65

I. PENDAHULUAN. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah bakteri. Staphylococcus aureus yang mengalami kekebalan terhadap antibiotik

Uji Potensi Bakteri dan Resistensi terhadap Antibiotik

IV PEMBAHASAN. 4.1 Kandungan Protein Produk Limbah Udang Hasil Fermentasi Bacillus licheniformis Dilanjutkan oleh Saccharomyces cereviseae

I. PENDAHULUAN. zat kimia lain seperti etanol, aseton, dan asam-asam organik sehingga. memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi (Gunam et al., 2004).

I. PENDAHULUAN. Enterobacteriaceae merupakan kelompok bakteri Gram negatif berbentuk

I. PENDAHULUAN. Di negara-negara berkembang, penyakit infeksi masih menempati urutan

STRUKTUR DAN MORFOLOGI BAKTERI RITA ENDRIANI

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah 1. untuk mengetahui potensi suatu antibiotika yang digunakan untuk membunuh mikroba 2.

ANTAGONISME ANTAR BAKTERI. LAPORAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Mikrobiologi yang dibina oleh Ibu Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan

TINJAUAN PUSTAKA. konsentrasi tertentu mempunyai kemampuan menghambat atau membunuh

2.1.Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya.

BIOKIMIA Kuliah 2 KARBOHIDRAT

Staphylococcus aureus

BAB I PENDAHULUAN. penyebab utama penyakit infeksi (Noer, 2012). dokter, paramedis yaitu perawat, bidan dan petugas lainnya (Noer, 2012).

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

I. PENDAHULUAN. dialami oleh siapa saja dan dapat terjadi dimana saja baik dirumah, tempat

BAB I PENDAHULUAN. kematian di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, sebagai akibatnya

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan bakteri semakin hari semakin tidak dapat terkontrol. Peralatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber bahan obat

BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kadar Air Ekstraksi dan Rendemen Hasil Ekstraksi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Asam Amino, Peptida dan Protein. Oleh Zaenal Arifin S.Kep.Ns.M.Kes

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup

ISOLASI RARE ACTINOMYCETES DARI PASIR PANTAI DEPOK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YANG BERPOTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP Staphylococcus SKRIPSI

BAB V PEMBAHASAN. graveolens L.), kemangi (Ocimum bacilicum L.) serta campuran keduanya. terhadap pertumbuhan Candida albicans in vitro yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tertinggi di Indonesia. Infeksi saluran napas, diare dan penyakit kulit menempati

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Tuak merupakan hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lemak dan minyak adalah trigliserida atau triasil gliserol, dengan rumus umum : O R' O C

OBAT-OBATAN DI MASYARAKAT

BAB II STUDI PUSTAKA. 2.1 Tinjauan Pustaka

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (bakteri, jamur) yang mempunyai efek menghambat atau menghentikan suatu

BAB I PENDAHULUAN. yang rasional dimana pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Indonesia serta negara-negara Asia lainnya berasal dari tumbuh-tumbuhan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

1. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme yang dapat membunuh atau

BAB I PENDAHULUAN. atau menguntungkan yaitu, bakteri patogen dan bakteri non patogen. Bakteri

BAB I. PENDAHULUAN. Staphylococcus aureus, merupakan masalah yang serius, apalagi didukung kemampuan

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 7. Peran Bioteknologi dalam Mendukung Kelangsungan Hidup ManusiaLatihan Soal 7.4

BAB I PENDAHULUAN. Kitosan dihasilkan dari kitin dan mempunyai struktur kimia yang sama

3. Protoplas dan Sferoplas 4.Spora A. Eksospora B. Endospora

Transkripsi:

ASHFAR KURNIA

ASHFAR KURNIA

SEJARAH Pada tahun 1928, ketika sedang mempelajari varian Staphylococcus di RS St.Mary s, London, Alexander Fleming bahwa suatu jamur yang mengenai bakterinya menyebabkan bakteri disekitarnya mati. Jamur tersebut masuk kedalam genus Penicillium dinamakan Penisilin. 10 tahun kemudian Florey, Chain & Abraham (Oxford Univ.) menggunakan sebagai terapi.

SEJARAH (cont.) Pada 100 liter kaldu yang ditumbuhi jamur Penicillium notatum kemurniamya mencapai 10% cukup untuk mengobati satu pasien dalam 24 jam. Herrel (1945) mengatakan, kini bejana sorong (bedpan) digunakan oleh kelompok peneliti dari Oxford Univ. Karena pada tahun 1941 dilaporkan ada seorang polisi terinfeksi Staphyloccocus & Streptococcus parah, diobati dengan Panicilin, yang sebagian diperoleh dari sisa urin pasien lain yang telah dimurnikan.

SEJARAH (cont.) Pada tahun 1942, Penisilin diproduksi besarbesaran di Amerika Serikat. Selama tahun ini uji klinis terhadap penisilin dilakukan untuk pertama kalinya hasilnya sangat memuaskan. Tahun 1943, Penisilin diizinkan digunakan pada Angkatan Bersenjata AS. Tahun 1950, Penisilin mulai diperdagangkan harganya beberapa dolar per 100.000 unit (kini beberapa sen per 100.000 unit)

SEJARAH (cont.) Bejana sorong sangat memakan tempat dan waktu yang banyak. Pada tahun 2000 bejana sorong mulai tidak digunakan lagi, melainkan menggunakan rekayasa genetika. Produksi Penisilin sangat cepat dan tidak memakan banyak tempat.

UNIT PENISILIN Unit internasional penisilin adalah aktivitas penisilin spesifik yang terkandung dalam 0,6 ug kristal garam natrium penisilin G Dengan demikian 1,0 mg natrium penisiin G murni setara dengan 1667 UI 1,0 mg kalium penisilin G setara dengan 1595 UI.

SPEKTRUM ANTIBAKTERI Streptomyces pyogenesis Streptococci anaerob Pneumokukus Clostridium tetani Clostridium perfringens Corynebacterium diphteriae Bacillus antrachis Listeria monocytogenes

AKTIVITAS ANTIBAKTERI Penisilin mempengaruhi sintesa peptidoglikan, salah satu zat pembentuk dinding sel, akibatnya protoplasma tidak dapat membentuk dinding sel dan sel tidak akan bertahan. Terjadi pada sel bakteri yang sedang membelah.

MEKANISME KERJA β-laktam Terikatan pada Penicillin Binding Protein (PBP), dimana sebagian adalah transpeptidase. Sintesis rantai peptidoglikan terhambat karena aktivitas enzim di blok. Bakteri tidak mampu mensintesis dinding sel yang stabil. Bakteri akan mengalami lisis atau osmotic lysis oleh enzim autolitik karena tekanan osmotik yang begitu tinggi oleh bakteri.

MEKANISME PEMBENTUKAN PEPTIDOGLIKAN & INHIBITOR TAHAP PROSES SITUS INHIBITOR 1. Sintesis Prekursor 2. Sintesis rantai peptidoglikan dan Transportasi 3. Crolinking rantai Peptidoglikan Dalam sel Sikloserin Membran sel Dinding sel Basitrasin Vankomisin Penisilin, sefalosporin

Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3

TAHAP 1: SINTESIS PREKURSOR Uridin trifosfat (UTP) terikat secara kovalen dengan N-asetilglukosamin-1-P membentuk UDP-N-asetilglukosamin. Penambahan 3 karbon dari fosfoenolpiruvat Penambahan 3 asam amino UDP-asetil muramil tripeptida. Pada tahap akhir D-alanil-D-alanin bergabung membentuk UDP-asetilmuramil pentapeptida.

mdap: meso diaminopimelic (D-lys) Tahap 1: Sintesis Prekursor

TAHAP 2: SINTESIS PEPTIDOGLIKAN UDP-asetilmuramil pentapeptida dan UDP-Nasetilglukosamin berikatan satu sama lain membentuk polimer linier. Prekursor berikatan dengan lipid pada membran sel. Gula pentapeptida terikat oleh jembatan pirofosfat Kemudian gula kedua bergabung menjadi disakarida-pentapeptida-pp-fosfolipid. Reaksi berturut-turut membentuk polimer linier peptidoglikan.

Tahap 2: Sintesis Peptidoglikan

TAHAP 3: SINTESIS DINDING SEL Terjadi cross-linking peptidoglikan oleh peptida samping dengan membuang D-alanin. Enzim transpeptidase membelah ikatan ujung D-alanil-D-alanin dan membentuk ikatan peptida antara ujung glisin dari penta glisin dan D-alanin. Setiap polipeptida menjadi berikatan kovalen kepada tetangganya satu sama lain.

Tahap 3: Cross-linking

Resistensi Penisilin Mengubah struktur PBP Menghancurkan struktur beta laktam oleh karena bekteri dapat menghasilkan betalaktamase.

IMIPENEM Merupakan antibiotik beta-laktam yang menyatu dengan cincin lima anggota. Bentuknya tidak jenuh dan atom S berada diluar sistem cincin.

ASAM KLAVULANAT Dihasilkan oleh Streptomyces clavuligerus. MK: berikatan dengan beta-laktamase sehingga antibakteri penisilin dapat menuju penicilin binding protein.

Beta laktam As.klavulanat No efek PBP Efek (+)

SIFAT FISIKA & KIMIA GOL. Β-LAKTAM Minggu depan aja ya hehe

Struktur Umum Penisilin

Kestabilan Penisilin Penyebab utama peruraian penisilin adalah reaktivitas gugus cincin β-laktam terhadap hidrolisis. Dipengaruhi oleh ph asam maupun basa. Klik disini