METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENDEKATAN LOGIKA FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI IPK AKHIR MAHASISWA MATEMATIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

PENDEKATAN LOGIKA FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI IPK AKHIR MAHASISWA MATEMATIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR FUZZY

Praktikum sistem Pakar Fuzzy Expert System

PENALARAN FUZZY SISTEM PAKAR DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

Contoh Kasus. Bagus Ilhami HIdayat

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

Fuzzy Logic. Untuk merepresentasikan masalah yang mengandung ketidakpastian ke dalam suatu bahasa formal yang dipahami komputer digunakan fuzzy logic.

Tahap Sistem Pakar Berbasis Fuzzy

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas

Himpunan Tegas (Crisp)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Sistem Inferensi Fuzzy

Fuzzy Expert Sistem. Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor 2015

BAB III METODE FUZZY MAMDANI

Bab III TEORI DAN PENGONTOR BERBASIS LOGIKA FUZZI

LOGIKA FUZZY. Kelompok Rhio Bagus P Ishak Yusuf Martinus N Cendra Rossa Rahmat Adhi Chipty Zaimima

BAB 2 LANDASAN TEORI

FUZZY SYSTEM & FUZZY REASONING DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER IPB

Proses Defuzzifikasi pada Metode Mamdani dalam Memprediksi Jumlah Produksi Menggunakan Metode Mean Of Maximum

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Logika Fuzzy

BAB 2 LANDASAN TEORI

ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENENTUKAN KUALITAS KEHAMILAN PADA WANITA PEKERJA

IMPLEMENTASI METODE FUZZY MAMDANI DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Sifat-sifat Fungsi Keanggotaan, Fuzzifikasi, Defuzzifikasi. Logika Fuzzy

LOGIKA FUZZY (Lanjutan)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Latar Belakang Masalah

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

PENENTUAN TINGKAT PELUNASAN PEMBAYARAN KREDIT PEMILIKAN MOBIL DI PT AUTO 2000 MENGGUNAKAN FUZZY MAMDANI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENENTUAN KUALITAS CABE MERAH VARIETAS HOT BEAUTY DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTO

Logika Himpunan Fuzzy

PERBANDINGAN METODE TSUKAMOTO, METODE MAMDANI DAN METODE SUGENO UNTUK MENENTUKAN PRODUKSI DUPA (Studi Kasus : CV. Dewi Bulan)

Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy.

PENERAPAN METODE FUZZY MAMDANI DALAM MEMPREDIKSI TINGGINYA PEMAKAIAN LISTRIK ( STUDI KASUS KELURAHAN ABC )

FUZZY LOGIC CONTROL 1. LOGIKA FUZZY

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA BIDIK MISI DI POLITEKNIK NEGERI JEMBER MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

BAB IV PEMBAHASAN. A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit

Klasifikasi Kemiskinan Menggunakan Fuzzy Inference System (FIS) Metode Mamdani

FUZZY MAMDANI DALAM MENENTUKAN TINGKAT KEBERHASILAN DOSEN MENGAJAR

BAB 1 PENDAHULUAN. Logika fuzzy memberikan solusi praktis dan ekonomis untuk mengendalikan

PERBANDINGAN PENERAPAN METODE FUZZY MAMDANI DAN SUGENO DALAM MEMPREDIKSI TINGGINYA PEMAKAIAN LISTRIK ( STUDI KASUS KELURAHAN XYZ)

EVALUASI KINERJA GURU DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) MAMDANI

Metode Mamdani Untuk Klasifikasi Dalam Prediksi Indeks Pembangunan Manusia Di Kota Banda Aceh

IMPLEMENTASI FUZZY MAMDANI PENENTUAN OPTIMASI PERSEDIAAN STOK PRODUK BARANG DALAM SEBUAH PERUSAHAAN DEFI IRWANSYAH


Metode Fuzzy Inference System untuk Penilaian Kinerja Pegawai Perpustakaan dan Pustakawan

LOGIKA SAMAR (FUZZY LOGIC)

Kata kunci: Sistem pendukung keputusan metode Sugeno, tingkat kepribadian siswa

SIDANG TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI FUZZY RULES UNTUK PERENCANAAN DAN PENENTUAN PRIORITAS DI PDAM KOTA SURABAYA. oleh: WINDA ZULVINA

IMPLEMENTASI FUZZY MAMDANI DALAM MENENTUKAN PEMBELIAN CAT (STUDI KASUS PT. XYZ)

manusia diantaranya penyakit mata konjungtivitis, keratitis, dan glaukoma.

Implementasi Logika Fuzzy Mamdani untuk Mendeteksi Kerentanan Daerah Banjir di Semarang Utara

Fuzzy Set Logika Fuzzy Fuzzy System

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Erwien Tjipta Wijaya, ST.,M.Kom

Seminar Nasional Inovasi Dan Teknologi Informasi (SNITI 3) ISSN : Samosir, November 2016

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM UNTUK PROMOSI KARYAWAN

Elin Haerani. Kata Kunci : Defuzzifikasi, COA (center of area), bisektor, MOM (mean of maximum) LOM

Analisis Pengaruh Pemilihan Fuzzy Membership Function Terhadap Output Sebuah Sistem Fuzzy Logic

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menunjang dalam proses pembuatan tugas akhir ini.

DENIA FADILA RUSMAN

Penerapan FuzzyTsukamotodalam Menentukan Jumlah Produksi

Penggunaan Mamdani Fuzzy Expert System untuk Mengevaluasi Kinerja Dosen

BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem

Untuk dapat lebih memahani fuzzy Tsukamoto, berikut contoh kasus :

BAB IV PEMBAHASAN. Pada penelitian ini akan dibandingkan antara aplikasi teori graf fuzzy dan

KASUS PENERAPAN LOGIKA FUZZY. Fuzzy tsukamoto, mamdani, sugeno

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga BAB IV PEMBAHASAN. menggunakan pemrograman Microsoft Visual Basic.NET

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. A. Kinerja Pegawai di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERNYATAAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. MOTO DAN PERSEMBAHAN... v. DAFTAR ISI...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dalam tinjauan pustaka dibawah ini terdapat 5 referensi dan 1 referensi dari

BAB IV PEMBAHASAN. BAB IV berisi pembahasan tahapan penelitian, yaitu klasifikasi logika. A. Identifikasi Data Cadangan Hidrokarbon

Pengkelasan dengan Logika Fuzzy

Metode Fuzzy. Analisis Keputusan TIP FTP UB

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam kondisi yang nyata, beberapa aspek dalam dunia nyata selalu atau biasanya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan melihat peringkat

Penilaian Hasil Belajar Matematika pada Kurikulum 2013 dengan Menggunakan Logika Fuzzy Metode Mamdani

SISTEM INFERENSI FUZZY MAMDANI BERBASIS WEB

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMODELAN FREKUENSI PETIR DI BOGOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN LOGIKA FUZZY PENDAHULUAN

PENGGUNAAN SISTEM INFERENSI FUZZY UNTUK PENENTUAN JURUSAN DI SMA NEGERI 1 BIREUEN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

BAB IV METODOLOGI. Gambar 4.1 Model keseimbangan air pada waduk (Sumber : Noor jannah,2004)

LOGIKA FUZZY. Dr. Ade Gafar Abdullah JPTE-UPI

BAB 2 LANDASAN TEORI

SistemInferensiFuzzy

IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY MAMDANI UNTUK MENENTUKAN HARGA GABAH

Mengukur Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kinerja Dosen Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani

Transkripsi:

7 terboboti dari daerah output fuzzy. Metode ini paling dikenal dan sangat luas dipergunakan. First of Maxima (FoM) dan Last of Maxima (LoM) Pada First of Maxima (FoM), defuzzifikasi B( y) didefinisikan sebagai nilai y pertama pada domain Y yang memiliki derajat keanggotaan tertinggi. y = min{ y Y/ ( y) = max ( y)}. out B Dengan cara yang sama, metode Last of Maxima (LoM) dapat diperoleh dari nilai y terakhir pada domain Y yang memiliki derajat keanggotaan tertinggi. y = max{ y Y/ ( y) = max ( y)}. out B Mean of Maxima (MoM) Mean of Maxima (MoM) adalah rata-rata dari FoM dengan LoM. min{ y Y / B( y) = max ( y)} + max{ y Y / B( y) = max ( y)} yout =. METODOLOGI PENELITIAN Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari Departemen Matematika IPB. Variabel input adalah nilai IPK TPB dan huruf mutu mata kuliah Aljabar Linear, Pemrograman Linear, Analisis Numerik, Pengantar Teori Peluang serta Analisis Real yang diubah dalam IPK tersendiri.

8 Dari keenam mata kuliah tersebut akan dilihat pengaruhnya terhadap IPK Akhir mahasiswa matematika IPB. Adapun alasan dipilihnya keenam mata kuliah di atas karena keenam mata kuliah tersebut dianggap mewakili kemampuan mahasiswa dalam penguasaan matematika. Data yang akan diamati adalah data mahasiswa matematika IPB yang telah menempuh dan lulus keenam mata kuliah di atas selama sepuluh tahun terakhir. Setiap angkatan diambil sepuluh mahasiswa secara acak. Dalam penelitian ini digunakan dua variabel input, yaitu: x 1 = nilai IPK TPB, x = nilai IPK gabungan kelima mata kuliah. Variabel output y adalah IPK Akhir mahasiswa matematika IPB dari tahun 1994 sampai tahun 003. Variabel output y yang akan diprediksi adalah IPK Akhir mahasiswa matematika IPB tahun 004. Pembentukan Model Fuzzy Pembentukan model fuzzy terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: 1. Fuzzifikasi, yaitu mengubah variabel input menjadi fuzzy input. Variabel input yang telah didefinisikan dibagi menjadi beberapa himpunan fuzzy dan kemudian dicari masing-masing nilai kuartilnya. Setelah itu dicari fungsi keanggotaan dari tiap variabel input. Fungsi keanggotaan yang dipergunakan berupa trapesium dan segitiga yang berpola linear. Dalam tahap fuzzifikasi ini akan diperoleh derajat keanggotaan konstanta linguistik ke-j untuk setiap peubah input ke-i, yaitu keanggotaan untuk input variabel x 1 dan x adalah: ij. Fungsi

9 1, x Q1 Q x 0, x RENDAH [ ], Q1 1 0, x Q atau x Q x Q 1 3 1 SEDANG[ ], 1 Q1 Q3 x, Q x Q 3 Q3 0, x x Q 1, x Q3. TINGGI[ ], Q3 3 Q 1 Q Q 3 Gambar Fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada variabel input dan output. Evaluasi aturan-aturan dasar, yaitu memproses variabel input ke dalam aturan aturan dasar If-Then. Menurut Jang (1997), bentuk umum aturan dasar adalah: If antecedent proposition Then consequent proposition. Operasi logika AND menggunakan operasi yang dibuat oleh Zadeh, yaitu α predikat sebagai hasil operasi dengan operator AND diperoleh dengan mengambil nilai keanggotaan terkecil antar elemen pada himpunanhimpunan yang bersangkutan. Secara umum dapat dituliskan:

30 = A B min ( A[ x], B[ y]). Menurut Suliadi (003), jika ada r konstanta linguistik dan p variabel input maka banyaknya aturan dasar adalah r p. Karena setiap variabel input terdiri dari 3 konstanta linguistik, maka jika ada variabel input akan terdapat 3 aturan dasar. Consequent proposition ditentukan dengan metode rata-rata. Metode ini menganggap bahwa baik variabel input maupun variabel output mempunyai konstanta linguistik dengan arah yang sama, naik atau turun (misal: semakin baik, semakin buruk). Meskipun demikian jumlah konstanta linguistik boleh berbeda antara peubah input, maupun antara input dengan output. Setiap antecedent proposition dicari padanannya dengan consequent proposition dan selanjutnya rata-rata beberapa consequent proposition padanan ini dijadikan sebagai consequent proposition aturan dasar. Karena variabel input maupun output berupa IPK sama-sama memiliki 3 konstanta linguistik, maka penentuan consequent proposition akan mudah. 3. Agregasi, yaitu memproses derajat keanggotaan output yang tumpang tindih, sehingga untuk setiap anggota domain output hanya memiliki satu derajat keanggotan. Karena ada banyak aturan dasar yang dievaluasi, ada kemungkinan lebih dari satu derajat keanggotaan untuk setiap konstanta linguistik output. Selain itu ada kemungkinan satu nilai output memiliki derajat keanggotaan yang berbeda, karena perbedaan konstanta linguistik. Dalam Mamdani Inference Rule, untuk setiap konstanta linguistik output yang dipergunakan adalah derajat keanggotaan yang paling besar atau maksimum untuk setiap nilai output (Jang 1997). 4. Defuzzifikasi, yaitu upaya mengonversi derajat keanggotaan setiap anggota domain variabel output hasil proses logika fuzzy menjadi satu nilai output yang merupakan hasil akhir yang diharapkan. Metode defuzzifikasi yang dipergunakan adalah Center of Gravity (centroid), CoG.

31 Setelah dilakukan verifikasi model menggunakan data mahasiswa matematika angkatan 1994 sampai 003 maka dapat diprediksi variabel output y untuk mahasiswa angkatan 004. Ini dapat dilakukan dengan memberikan kisaran nilai untuk variabel output y berturut-turut 0.5, 0.5, dan 0.75 masing-masing untuk tingkatan RENDAH, SEDANG dan TINGGI.