2.1 Kondisi Administrasi Jabaran

dokumen-dokumen yang mirip
2.1.1 Dasar Perumusan Tujuan Penataan Ruang Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

o. Koto Padang Laweh p. Pamuatan q. Pulasan r. Buluh Kasok 3. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangu

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

Kawasan strategis wilayah kabupaten ditetapkan berdasarkan: 1. Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. Nilai strategis dari aspek-

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

BAB V VISI DAN MISI RPJMD KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN NAGARI BUKIT BUAL DI KECAMATAN KOTO VII DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BUPATI SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN

VISI TERWUJUDNYA KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG AMAN, DAMAI, MAJU DAN SEJAHTERA SERTA MAMPU BERDAYA SAING

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB IV GAMBARAN UMUM. Kota Metro secara geoafis terletak pada 105, ,190 bujur timur dan 5,60-

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pemerintah Nomor 3 tahun 1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB III Visi dan Misi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 44 TAHUN 1990 (44/1990) Tanggal: 1 SEPTEMBER 1990 (JAKARTA) Kembali ke Daftar Isi

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

IKHTISAR EKSEKUTIF. Hasil Rekapitulasi Pencapain kinerja sasaran pada Tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut :

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

Biro Bina Sosial, Sekretariat Daerah Propinsi Sumatera Barat

BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

MEWUJUDKAN PENGEMBANGAN DESA YANG BERKELANJUTAN MELALAUI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN YANG BERKELANJUTAN (P2KPB)

Visi Mewujudkan Kabupaten Klaten yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Misi ke 1 :

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006

BAB III Gambaran Umum BAPPEDA Kabupaten Sukabumi. derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang

5.1. VISI MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN

TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. tantangan pembangunan kota yang harus diatasi. Perkembangan kondisi Kota

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. 1. Menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan;

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN DAERAH

MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN

PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG

GAMBARAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA Keadaan Geografis dan Kependudukan

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

dan Program Strategis Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Terwujudnya Pemerintahan yang Baik dan Bersih Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera

2.1. Peraturan Pemerintah Terkait Pengembangan Produk Unggulan

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Kondisi Administrasi 2.1.1 Jabaran Sekarang ini secara administratif, Kabupaten Sijunjung mempunyai batasan wilayah sebelah Utara dengan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota, sebelah Selatan dengan Kabupaten Dharmasraya, sebelah Barat dengan Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kota Sawahlunto, serta sebelah Timur dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Hal ini menunjukkan bahwa letak daerah Kabupaten Sijunjung cukup strategis, apalagi daerah ini juga dilewati oleh jalan lintas tengah sumatera dan memilki akses menuju daerah Provinsi Riau yang cukup pesat perkembangannya saat ini. Posisi astronomis Kabupaten Sijunjung berada pada 0o 18 43 Lintang Selatan (LS) sampai dengan 1o 41 46 Lintang Selatan (LS) dan dari 100o 37 40 Bujur Timur (BT) sampai dengan 101o 30 52 Bujur Timur (BT). Daerah ini tidak memiliki laut dan garis pantai karena berada di punggung Bukit Barisan

2.1.2 Tabel Tabel 2.1 PEMBAGIAN KECAMATAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 LUAS NO KECAMATAN WILAYAH PERSENTASE JUMLAH JUMLAH JUMLAH (Ha) THD LUAS KAB PENDUDUK NAGARI JORONG 1 KAMANG BARU 83,780 28.35 41,375 11 51 TANJUNG 2 GADANG 45,979 16.17 22,868 7 35 3 SIJUNJUNG 74,800 17.97 41,030 9 53 4 LUBUK TAROK 18,760 6.14 14,125 6 24 5 IV NAGARI 9,630 3.99 14,065 5 14 6 KUPITAN 8,201 2.23 12,540 3+1 9+1 7 KOTO VII 14,390 4.34 32,851 5 29 8 SUMPUR KUDUS 57,540 20.81 22,969 8 39 JUMLAH 313,080 100 201,823 54+1 254+1 Sumber: Kabupaten Sijunjung Dalam Angka Tahun, 2010 dan Hasil Hitung Cepat Sensus Penduduk oleh BPS Ket: 3+1 adalah 3 nagari dan 1 desa Grafik 2.1 KAMANG BARU TANJUNG GADANG SIJUNJUNG LUBUK TAROK IV NAGARI KUPITAN KOTO VII SUMPUR KUDUS Luas Wilayah perkecamatan

2.1.3 Peta Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung Sumber RTRW Kab Sijunjung

2.2 Kondisi Demografis 2.2.1 Jabaran Berdasarkan data penduduk hasil Sensus Penduduk 2010, selama sepuluh tahun terakhir terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung, hal ini dapat dilihat selisih antara jumlah penduduk tahun 2010 dan 2011 sebanyak 35.021 Jiwa atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 1,9%. Kecamatan yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup besar yaitu Kecamatan IV Nagari dan Kamang Baru dengan rata-rata pertumbuhan 2.99 dan 2,93.% dan terendah yaitu Kecamatan Lubuk Tarok yang mengalami pertumbuhan penduduk hanya 1,13%. Penyebaran penduduk di masing-masing kecamatan belum merata, jumlah penduduk tertinggi berada di Kecamatan Kamang Baru yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dengan jumlah 41.375 jiwa sedangkan jumlah penduduk terkecil yaitu Kecamatan Kupitan dengan jumlah penduduk 12.540 jiwa. Pola perkembangan pertumbuhan penduduk adalah linier, akan tetapi diperkirakan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan ekonomi secara regional (berkembangnya lapangan kerja baru) akan menimbulkan perkembangan penduduk yang relatif tinggi. Berdasarkan asumsi ini, maka proyeksi perkembangan penduduk di masa yang akan datang dihitung dengan metode bunga berganda. Namun demikian jumlah penduduk yang lebih proyeksi jumlah penduduk sebenarnya mendekati angka sebenarnya adalah rata-rata dari hasil perhitungan metoda linier (pesimistis) dan bunga berganda (optimistik). Berdasarkan data jumlah penduduk di Kabupaten Sijunjung, kepadatan penduduk bruto terbesar terdapat di Kecamatan Koto VII (228,29 Jiwa/Km 2 ) kemudian Kecamatan Kupitan yaitu 152,91 Jiwa/Km2. Sedangkan untuk kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Sumpur Kudus yaitu 39,92 jiwa/km 2. Sedangkan kepadatan netto/kepadatan lingkungan pemukiman terbesar terdapat di Kecamatan Kamang Baru (118,046 jiwa/ha) dan terkecil terdapat di Kecamatan Sijunjung (27,75 jiwa/ha).

No 2.2.2 Tabel KECAMATAN TABEL 2.3 KEPADATAN PENDUDUK KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 Luas Wilayah (Ha) Luas Pemukiman (ha) Jumlah Penduduk Kepadatan Bruto (Jiwa/Ha) Kepadatan Netto (Jiwa/Ha) 1 Kamang Baru 83,780 350.50 41,375 0.49 118.05 2 Tanjung Gadang 45,979 544.50 22,868 0.49 41.99 3 Sijunjung 74,800 1,478.50 41,030 0.54 27.75 4 Lubuk Tarok 18,760 399.00 14,125 0.75 35.40 5 Kupitan 9,630 380.25 14,065 1.46 36.99 6 IV Nagari 8,201 399.00 12,540 1.53 31.43 7 Koto VII 14,390 567.50 32,851 2.28 57.89 8 Sumpur Kudus 57,540 782.50 22,969 0.39 29.35 Jumlah 2010 313,080 4,901.75 201,823 0.64 41.17 Sumber: Hasil Analisis, 2010 2.2.3 Peta Gambar 2.2. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung

2.3 Kondisi Geografis 2.3.1 Jabaran Wilayah daerah Kabupaten Sijunjung berada di punggung Bukit Barisan. Daerah ini memiliki ketinggian yang cukup bervariasi yakni mulai dari 118 meter hingga 1.335 meter di atas permukaan laut (d.p.l.) dengan topografi berbukit dan bergelombang. Wilayah perbukitan lebih banyak di sebelah Utara dan dataran rendah lebih banyak terdapat di bagian Selatan. Daerah paling tinggi berada di Kecamatan Sumpur Kudus dengan ketinggian mulai dari 225 m hingga 1.335 m di atas permukaan laut (d.p.l.) dan daerah paling rendah berada di Kecamatan Sijunjung dengan ketinggian mulai dari 118 m hingga 934 m di atas permukaan laut (d.p.l.). Lahan efektif yang memiliki kemiringan kurang dari 45 o digunakan untuk budi daya kurang dari 50 persen dan lebih banyak merupakan lahan-lahan marginal di sela-sela perbukitan dan tersebar dengan luasan yang terbatas Luas wilayah Kabupaten Sijunjung telah mengalami tiga kali perubahan sejak terbentuk pada tanggal 18 Februari 1949 melalui Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatra Barat No.: SK/9/GN/IST dan diperkuat oleh UU No.12 Tahun 1956. Perubahan pertama terjadi ketika Kota Sawahlunto berubah status menjadi Daerah Tingkat II dengan sebutan Kotamadya Sawahlunto melalui UU No. 18 Tahun 1965. Perubahan kedua terjadi ketika adanya kesepakatan perluasan wilayah Kotamadya Sawahlunto pada tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1990 dimana seluruh wilayah Kecamatan Talawi yang pada awalnya termasuk wilayah Kabupaten Sijunjung, diserahkan dan dijadikan wilayah Kotamadya Sawahlunto. Perubahan terakhir terjadi ketika dilakukannya pembentukan Kabupaten Dharmasraya melalui UU No. 38 Tahun 2003 dimana wilayahnya merupakan 49 persen dari wilayah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sehingga luas wilayahnya sekarang

menjadi 3.130,80 Km2. Luas tersebut setara dengan 7,40% dari luas wilayah Provinsi Sumatera Barat dan merupakan kabupaten nomor dua terkecil di Provinsi Sumatra Barat. 2.3.2 Tabel Tabel 2.3 Kondisi Geografis Umum Kabupaten Sijunjung No Uraian Keterangan (1) (2) (3) 1. Letak Geografis 0 o 18' 43'' LS - 1 o 41' 46'' LS Geographical Location 101 o 30' 52'' BT - 100 o 37' 40'' BT 2. Batas-batas Daerah / Borders - Sebelah Utara / North Kabupaten Tanah Datar - Sebelah Selatan / South Kabupaten Dharmasraya - Sebelah Barat / West Kab. Solok dan Kota Sawahlunto - Sebelah Timur / East Kab. Kuantan Sengingi, Prop Riau 3. Ketinggian dari Permukaan Laut 118 m - 1.335 m Altitude 4. Luas Daerah / Area 3.130,80 Km 2 atau 313.080 Ha 5. Rata-rata Hari Hujan / Rain Days 12.60 Hari/bulan 6. Rata-Rata Curah Hujan 242.67 mm/bulan Rain Falls Average 7. Suhu / Temperature 21-33 C 9. Panjang Sungai 578 Km Rivers Length 10. Panjang Jalan Negara 105.91 Km State Roads 11. Panjang Jalan Propinsi 50.20 Km Province Roads 12. Panjang Jalan Kabupaten 1023.80 Km Regency Roads Sumber Source : BPS Kabupaten Sijunjung : BPS of Sijunjung

2.3.3 Peta Gambar 2.3. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung

2.4 Topografi 2.4.1 Jabaran Topografi wilayah Kabupaten Sijunjung memiliki ciri yang berbukitbukit, terletak pada ketinggian antara 100 sampai 1.250 m di atas permukaan laut. Secara umum, luasan terbesar Kabupaten Sijunjung berada pada: 1. ketinggian <100 mdpl hanya seluas 2.691 Ha (0,85%) terdapat di Kecamatan Kamang Baru, IV Nagari, Koto VII, dan Sijunjung. 2. ketinggian 100-200 meter dari permukaan laut dengan perkiraan 79.257 Ha (25,31%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Kamang Baru dan yang terkecil berada di Kecamatan Tanjung Gadang. 3. ketinggian 200-300 mdpl seluas 65.163 Ha( 20,9%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Kamang Baru dan yang terkecil berada di Kecamatan Koto VII 4. ketinggian 300-400 mdpl seluas 53.700 (17,10%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamatan Koto VII 5. ketinggian 400-500 mdpl seluas 43.553 (13,91%) tersebar pada seluruh Kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamtan Koto VII 6. ketinggian 500-600 mdpl seluas 27.482 Ha (8,77%) tersebar pada seluruh Kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamtan Koto VII 7. ketinggian 600-700 mdpl seluas 18.016 Ha (5,75 %) tersebar pada seluruh wilayah kecamatan kecuali di Kecamatan Kupitan 8. ketinggian 700-800 mdpl seluas 10.285 Ha (3,29%) hanya tersebar di Kecamatan Kamang Baru, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, dan Sijunjung

9. ketinggian >800 mdpl seluas 12.914 Ha (4,12%) hanya tersebar di Kecamatan Kamang Baru, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, dan Sijunjung. Ketinggian 1.250 mdpl hanya berada pada Kecamatan Sumpur Kudus. 2.4.2 Tabel Kecamatan/Sub District Tabel 2.4 Ketinggian Ibu Kota Kecamatan dari Permukaan Laut Terendah (Meter) Ketinggian/Altitude Tertinggi (Meter) (1) (2) (3) 1 Kamang Baru 134 870 2 Tanjung Gadang 136 924 3 Sijunjung 118 934 4 Lubuk Tarok 127 828 5 IV Nagari 123 638 6 K u p i t a n 124 580 7 Koto VII 120 635 8 Sumpur Kudus 225 1,335 Sumber : Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sijunjung Source : National Land Agency Region Office of Sijunjung

2.4.3 Peta Gambar 2.4. Peta Topografi Kabupaten Sijunjung Sumber RTRW Kab Sijunjung

2.5 Kondisi Geohidrologi 2.5.1 Jabaran Kondisi iklim Kabupaten Sijunjung termasuk pada daerah tropis dengan suhu rata-rata 21-33 C dengan curah hujan rata-rata 2.451 mm/tahun. Keadaan iklim ini menurut Oldeman (Climatology Map Of West Sumatera) adalah termasuk type B2, dengan bulan kering 3 4 bulan. Kondisi ini menyebabkan sulitnya masyarakat tani melakukan pertanaman padi sawah 2 kali setahun (IP 200%) pada lahan sawah tadah hujan. Sementara, kondisi hidrologi di Kabupaten Sijunjung sangat bervariasi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah perbedaan iklim, topografi dan struktur geologi. Keadaan hidrologi tersebut dapat dibedakan menjadi: 1. Air Permukaan a. Air yang mengalir, yaitu yang mengalir di Batang Ombilin, Batang Sukam, Batang Sumpur, Batang Kuantan, Batang Palangki, dan lainnya. b. Air yang menggenang di telaga/bendungan hampir terdapat di seluruh wilayah kecamatanan. 2. Air Tanah, yaitu jebakan air yang menurut letaknya dapat dibedakan menjadi: a. Confined Aquifer, merupakan air tanah tertekan yang berada di antara dua lapisan kedap air, pada umumnya merupakan air tanah dalam bersifat lebih stabil. b. Uncofined Aquifer, merupakan air tanah tidak tertekan yang berada pada zone jenuh air, merupakan air tanah dangkal dan sangat tergantung pada musim, sehingga air tanah jenis ini relatif stabil. Air tanah tersebut, apabila keluar akan membentuk mata air. Untuk Kabupaten Sijunjung terdapat beberapa mata air yang tersebar di setiap kecamatan. 11

Air Permukaan Air permukaan adalah air yang muncul atau mengalir di permukaan seperti mata air, danau, sungai dan rawa. Potensi air permukaan dipengaruhi oleh kondisi topografi, jenis batuan dan material penyusun tanah, penggunaan lahan, curah hujan dan aktifitas manusia. Potensi air permukaan sebagian besar berasal dari berbagai mata air yang banyak terdapat di kawasan ini mengalir malalui sungai-sungai kecil di sekitar perbukitan dengan pola aliran berbentuk radial serta berbentuk dendritik untuk cabang-cabang sungai besar. Curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun memungkinkan kondisi sungai untuk mengalir sepanjang tahun di Kabupaten Sijunjung, namun kondisi ini dapat berubah jika terjadi kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat aktivitas manusia seperti penebangan hutan. Ada beberapa manfaat keberadaan sungai yang secara langsung dapat digunakan oleh penduduk di Kabupaten Sijunjung yaitu selain untuk pertanian (pengairan) juga dimanfaatkan penduduk untuk kepentingan mandi, cuci kakus (MCK). Air Tanah Air tanah terdiri dari air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal adalah air tanah yang umumnya digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih berupa sumur-sumur gali. Potensi air tanah dapat diketahui dari kedalaman sumur gali masyarakat dan sifat fisik tanah/batuan dalam kaitannya sebagai pembawa air. Di Kabupaten Sijunjung sebagian kecil masyarakat masih menggunakan sumur gali sebagai cadangan persedian air bersih pada saat air PDAM mengalami gangguan. Kawasan masyarakat yang mengunakan sumur gali sebagai sumber air bersih tersebar di Kabupaten Sijunjung khususnya daerah perkotaan. Dari segi penggunaan lahan saat ini, secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Sijunjung di dominasi oleh Lahan Pertanian dan perkebunan dengan luas kurang lebih 47% dari luas keseluruhan Kabupaten Sijunjung. 12

2.5.2 Tabel TABEL 2.5 LUAS PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 GUNA LAHAN TOTAL Tanah Kebun Per. Tanah Kering KECAMATAN Hutan Campuran Perkebunan Pemukiman Industri sawah Semak Darat Tambang Terbuka Lainnya IV NAGARI 1.982,50 1.680 3.033 380.25-591 1.437 2.5-10 513.75 12,529 KAMANG BARU 48.872 2.942 19.506 350,5 12 920 4.559 2 350 142.5 6.124 88,593 KOTO VII 761.50 2.993 2.455 567,5-2.480 365 2.5 250 5 4.520.5 13,608 KUPITAN 431 578 2.500 399 2 652 1.504 1.5 4 21 2.108.5 6,966 LUBUK TAROK 2.751 316 8.650 399-1.264 1.607 2-13 3.758 19,233 SIJUNJUNG 39.425,25 1.085 19.807 1.478,5-3.358 3.609 3.25 3 245 5.786 56,388 SUMPUR KUDUS 34.046,50 1.899 12.000 782,5-1.555 3.590 2.5-433 3.231.5 65,112 TANJUNG GADANG 31.495 609 4.740 544,5 5 708 2.475 2.5-16 5.384 50,651 JUMLAH 159.764,75 12.102 72.681 4.901,75 19 11.528 19.146 18.75 607 885.5 31.426.25 313,080 Sumber : BPS, Kabupaten Sijunjung Dalam Angka 2010 2.5.3 Peta Gambar 2.5. Peta Geohidrologi Kabupaten Sijunjung 2.2 Sosial Masyarakat 13

2.6 Kondisi Sosial Masyarakat 2.6.1 Jabaran Pada tahun 2010 jumlah penduduk Sijunjung tercatat sebanyak 210.823 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 48.816 KK. Rasio antara penduduk laki-laki dengan perempuan di Kabupaten Sijunjung adalah 0,99 berbanding 1, hal ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Sijunjung berusaha pada lapangan usaha pertanian terutama tanaman pangan dan perkebunan, jasa-jasa, perdagangan, hotel dan restoran. Tahun 2010 penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang bekerja pada sektor lapangan usaha perkebunan berjumlah 30.967 orang kemudian diikuti tanaman pangan sebanyak 13.801 orang. Sedangkan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja pada sektor lapangan usaha jasa-jasa berjumlah 11.581 orang dan yang bekerja pada sektor lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran berjumlah 11.684 orang. Permasalahan lain yang muncul dalam masalah kependudukan adalah masalah pengangguran. Dari tahun 2005-2009 terlihat bahwa terdapat kecenderungan yang meningkat pada penduduk yang tergolong angkatan kerja yang mencari pekerjaan, sedangkan jumlah penduduk yang bekerja cenderung turun dari tahun 2005-2009. Pada periode yang sama justru terjadi kenaikan penduduk yang bukan angkatan kerja. Walaupun jumlah penduduk yang bersekolah terus meningkat, namun angka ini lebih di dominasi oleh penduduk yang memiliki kegiatan lainnya dibandingkan dengan penduduk yang bersekolah. Setiap tahun jumlah penduduk kabupaten Sijunjung selalu mengalami peningkatan. Pertumbuhan rata-rata penduduk Kabupaten Sijunjung tahun 2005-2010 adalah 1,91% per tahun. Tingginya angka pertumbuhan penduduk ini tidak serta-merta diikuti oleh signifikannya kenaikan PDRB. Jumlah angkatan kerja dan bukan angkatan kerja Kabupaten Sijunjung Tahun 2006 2009, dapat dilihat dalam tabel berikut : 14

2.6.2 Tabel Tabel. 2.6 Jumlah Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2007 2010 (orang) Jenis 2007 2008 2009 2010 A. Angkatan Kerja 83.791 82.990 90.206 88.725 - Bekerja 75.271 74.523 85.686 85.057 - Mencari Pekerjaan 8.520 8.467 4.520 3.668 B. Bukan Angkatan Kerja 49.835 48.774 42.364 45.029 - Sekolah 11.713 11.530 9.684 10.729 - Lainnya 38.122 37.244 32.622 34.300 Jumlah 133.626 131.764 132.552 133.754 Sumber : BPS, Kabupaten Sijunjung Dalam Angka 2010 2.7 Kondisi Kesehatan 2.7.1 Jabaran Perkembangan pembangunan bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi angka kematian bayi, dan ibu melahirkan, meningkatkan angka harapan hidup, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah kabupaten dijunjung telah melakukan berbagai macam program berupa : (1) Program nagari siaga (2) meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Nagari (Poskesri); serta (3) meningkatkan SDM tenaga medis maupun non medis, namun demikian beberapa permasalahan ternyata belum dapat teratasi secara optimal hal ini terlihat dari cenderung meningkatnya angka kematian bayi, meningkatnya balita gizi buruk, serta meningkatnya jumlah kematian bayi. Di samping itu angka harapan hidup juga masih rendah dan berada di bawah daerah kabupaten lainnya di Sumatra Barat. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, masih kurangnya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, masih rendahnya perilaku bersih masyarakat, masih kurangnya mutu pelayanan, 15

masih terbatasnya sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta masih kurangnya jaminan pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dibutuhkan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai sampai ke tingkat nagari. Dewasa ini jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Kab. Sijunjung masih relatif terbatas. Secara ideal untuk memberikan pelayanan prima di bidang kesehatan maka dibutuhkan setiap jorong memiliki poskesri, tetapi kondisi sekarang menunjukkan bahwa baru 79 jorong dari 257 jorong yang memiliki Poskesri (30%). Ketersediaan tenaga dokter baik dokter umum, dokter keluarga dan dokter spesialis saat ini dirasakan masih sangat kurang. Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat rasio ketersediaan dokter di Kabupaten Sijunjung masih jauh dari target Indonesia Sehat 2010 yang dicanangkan oleh Pemerintah. Gambar berikut ini memperlihatkan jumlah ketersediaan dokter di Kabupaten Sijunjung selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. 16

2.7.2 Tabel Tabel 2.7 Banyaknya Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sijunjung menurut Puskesmas Puskesmas Dokter Dokter Dokter Bidan Perawat Ahli Kes. Umum Gigi Spesialis Masy. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sungai Langsek 4 1-13 11 2 Kamang 5 2-19 12 1 Air Amo 3 2-15 9 2 Tanjung Gadang 3 1-22 17 1 Sijunjung 3 2-28 23 - Gambok 4 1-22 21 1 Lubuk Tarok 2 1-17 9 2 Muaro Bodi 3 1-17 15 1 Padang Sibusuk 4 2-16 17 2 Tanjung Ampalu 5 1-27 11 3 Kumanis 3 1-16 11 1 Sumpur Kudus 3 2-13 9 1 Jumlah/Total 2010 42 17-225 165 17 2009 25 8-145 158 13 2008 16 12-139 90 17 2007 15 4-40 93 20 2006 22 6-31 90 4 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung 2.8 Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Sijunjung Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sijunjung tahun 2011-2015 mengacu kepada : 1. Visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kab. Sijunjung tahun 2005-2025 (Perda no. 4 tahun 2009); 2. Visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2010-2015; 3. Masukan dari stakeholders Kabupaten Sijunjung baik yang berada di daerah maupun di perantauan. 17

2.8.1 Visi Sesuai dengan kondisi riil dan objektif Kabupaten Sijunjung saat ini dan mempertimbangan acuan diatas, maka dirumuskan visi pembangunan Kabupaten Sijunjung tahun 2011-2015 sebagai berikut : dengan penjelasan visi sebagai berikut : Nagari Madani : adalah suatu nagari yang masyarakanya memiliki peradaban sosial budaya yang tinggi, akhlak mulia, kreatif, memiliki semangat, jiwa kewirausahaan,keterampilan, berdisiplin dan bertanggung jawab serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi nagari. Berkualitas : terwujudnya sumber daya manusia nagari yang berkualitas melalui program pendidikan yang berbasiskan agama, berakhlak mulia, jujur dan peduli sesama manusia serta memiliki jiwa kewirausahaan dan semangat partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan didukung oleh taraf kesehatan yang lebih baik. Sejahtera : terwujudnya peningkatan kesejahterahan masyarakat nagari melalui penguatan sistem ekonomi yang berbasiskan kepada ekonomi kerakyatan dan potensi ekonomi nagari serta didukung peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur dan prasarana dasar yang berwawasan lingkungan. 18

Merata : terwujudnya pemerataan pembangunan nagari dalam segala bidang, namun tetap mempertimbangkan azazazaz keadilan sesuai dengan kebutuhan daerah guna mengurangi disparitas antar nagari. 2.8.2 Misi Dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ditempuh melalui 8 (delapan) misi pembangunan daerah sebagai berikut : 1. Mewujudkan penataan dan penguatan ekonomi masyarakat adalah tercapainya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut : a. Pengembangan produk unggulan. b. Penataan kepemilikan lahan. c. Peningkatan dan industrialisasi sektor pertanian. d. Pengembangan UKM dan sektor informal 2. Meningkatkan Kecerdasan, Keterampilan dan Kesehatan serta IMTAQ SDM Anak Nagari adalah tercapainya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta semangat kewirausahaan, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas sehat, beriman, dan berkualitas tinggi sehingga tercapai masyarakat yang maju dan sejahtera. Peningkatan SDM yang berkualitas tersebut akan dapat diwujudkan melalui beberapa langkah sebagai berikut: a. Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, kehidupan dan martabat manusia b. Peningkatan cakupan layanan kesehatan, sosial masyarakat c. Peningkatan keterampilan masyarakat d. Peningkatan keimanan dan ketakwaan 19

3. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur serta Prasarana Dasar Nagari adalah tercapainya pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: a. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana jalan dan jembatan b. Pengembangan dan peningkatan jalan lingkar nagari c. Peningkatan cakupan air bersih d. Peningkatan cakupan listrik pedesaan dan sarana komunikasi 4. Pemanfaatan SDA untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat Sijunjung adalah mengelola sumber daya pertambangan dengan tetap memperhatikan kelestarian dan ekosistim lingkungan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut a. Penataan dan optimalisasi pertambangan. b. Pengelolaan lingkungan hidup. 5. Mengentaskan Kemiskinan dan Ketertinggalan adalah menjadi misi yang cukup penting dan mendasar karena masih relatif tingginya angka kemiskinan, disamping itu Kab. Sijunjung merupakan salah satu daerah kabupaten tertinggal di daerah Provinsi Sumatra Barat. Untuk mewujudkan misi tersebut beberapa strategi dan langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Perluasan lapangan kerja. b. Peningkatan produktivitas masyarakat. c. Pembangunan perkebunan masyarakat. d. Peningkatan keterampilan masyarakat. 6. Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Adil, Peduli dan Berwibawa merupakan persyaratan yang tidak kalah pentingnya untuk dapat mendorong proses pembangunan daerah secara cepat, adil dan merata. Dengan demikian tata pemerintahan diharapkan terlaksana secara adil dan demokratis, taat hukum, tertib dan memiliki disiplin yang tinggi serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan 20

Nepotime (KKN). Karena itu diharapkan akan dapat diwujudkan pola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, bersih dan berwibawa serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat secara keseluruhan. Untuk mewujudkan misi tersebut beberapa strategi dan langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Penyelenggaraan sistem pemerintahan yang adil. b. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparatur. c. Pemberantasan korupsi. d. Peningkatan ketertiban dan kedisiplinan aparatur. 7. Mewujudkan Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan merupakan misi yang cukup strategis karena gerakan pembangunan di tingkat nagari selama ini sangat didukung oleh partisipasi masyarakat yang cukup tinggi. Untuk itu, lima tahun mendatang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nagari makin dioptimalkan untuk menggerakkan roda pembangunan. Adapun langkah dan strategi yang dapat dilakukan adalah: a. Peningkatan program bantuan dana komitmen. b. Pelaksanaan program Block Grant. 8. Revitalisasi Adat dan Seni Budaya Anak Nagari adalah misi yang strategis karena adat dan seni budaya anak nagari merupakan potensi dan aset yang sangat berharga di dalam kemajuan pembangunan Kab. Sijunjung. Untuk itu, pada periode lima tahun mendatang revitalisasi adat dan seni budaya anak nagari perlu diperhatikan secara optimal, adapun langkah dan strategi yang dapat dilakukan adalah: a. Penguatan dan pelestarian nilai budaya masyarakat. b. Peningkatan kelembagaan adat dan seni budaya lokal. 21

2.9 Institusi dan Organisasi Pemda 2.9.1 Jabaran Dalam menjalankan roda pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung dibantu oleh perangkat daerah, yang terdiri Sekretariat Daerah, Lembaga Teknis Daerah (Lemtekda) dan Kecamatan. Di samping itu, Bupati juga dibantu oleh 3 Staf Ahli yang membidangi SDM dan kemasyarakatan, Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Hukum Politik & Pemerintahan. Pada Sekretariat Daerah terdapat 3 asisten yang terdiri dari: Asisten I membidangi masalah pemerintahan, politik dan keamanan; Asisten II membidangi masalah ekonomi dan pembangunan; dan asisten III membidangi masalah administrasi dan kesejahteraan rakyat. Ketiga asisten tersebut akan mengkoordinasi 8 bagian yang ada di dalam kesekretariatannya. Urusan yang lebih teknis dilaksanakan oleh 13 dinas yaitu dari Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Pertanian Tanaman Pangan & Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kehutanan, Koperindag, Sosnakertrans, Pertamben, Parsenibudpora, Perhubungan dan Inforkom, Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Pengelolaan Keuangan Daerah. Selanjutnya ada lembaga teknis daerah seperti Bappeda, BKD, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan & KP, BPMPN, Inspektorat Daerah, Kantor Kesbangpol dan Linmas, Satpol PP, LHPM & PT, Pemberdayaan Perempuan & KB, Perpustakaan, Arsip dan Dokumen dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebagai perpanjangan tangan Bupati terdapat 8 kecamatan yang dipimpin oleh seorang camat, sehingga diharapkan dalam beberapa urusan yang telah diarahkan kewenangnya tidak harus langsung berurusan ke Kantor Bupati. Selanjutnya anggota dewan dalam mengurus 35 administrasi dan kelancaran tugas dibantu oleh sekretariat DPRD, yang dikepalai oleh Sekretaris Dewan. 22

SOTK yang baik harus didukung SDM yang berkualitas, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan optimal. Pada bulan April 2010 terdapat 5.016 PNS yang terdiri dari 2.089 laki-laki dan 2.927 perempuan. Dilihat dari golongan, jumlah pegawai bergolongan III, lebih dominan, yaitu 2.580 orang atau 51,44 persen sementara untuk golongan I hanya 113 orang saja. Dari segi pendidikan, pegawai menyebar pada hampir semua jenjang. Untuk tamatan SLTA sebanyak 1.114 orang, untuk Diploma ada 1.860 orang. Selanjutnya S1 sebanyak 1.731 orang, S2 baru ada 84 orang. Dari SOTK di atas jabatan yang terisi adalah 23 pejabat eselon II, 123 Eselon III, 402 pejabat eselon IV dan 36 pejabat eselon V. Gerak langkah pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung didukung dan dipantau pelaksanaannya oleh anggota DPRD yang berjumlah 25 orang, laki-laki sebanyak 23 orang serta wanita sebanyak 2 orang. Mereka terbagi dalam 5 Fraksi dan 1 Pimpinan dewan yaitu Fraksi Bulan Bintang Amanat Reformasi, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Plus Pelopor, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi Keadilan Sejahtera, Pimpinan Dewan. Dengan dasar Keputusan Bupati Sijunjung Nomor. 188.45/61/KPTS- BPT2008 Tanggal 22 Januari 2008 serta dengan beberapa aturan perubahan Perda No 1 dan 2 Tahun 2009 telah terbentuk dan ditetapkan 54 Nagari dengan satu Desanya yang tersebar di seluruh kecamatan. Disamping itu berdasarkan peraturan Bupati No. 30 35 Tahun 2010 pada tahun 2010 dilakukan pemekaran nagari sebanyak 6 nagari, yang pada saat ini masih berstatus Nagari persiapan. Mengingat masih besar dan luasnya Nagari, dan masalah yang semakin komplek, maka dihidupkan pemerintahan jorong, sampai tahun 2010 telah ditetapkan sebanyak 254 jorong + 1 Desa dan ditambah sebanyak 9 jorong seiring bertambahnya nagari pemekaran 23

2.9.2 Tabel Tabel 2.9 Struktur Organisasi Pemda Kabupaten Sijunjung No Unit Kerja 1 2 1 SEKRETARIAT DAERAH 2 SEKRETARIAT DPRD 3 SEKRETARIAT KPU 4 DINAS PENDIDIKAN 5 DINAS KESEHATAN 6 DINAS PEKERJAAN UMUM 7 DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN 8 DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN 9 DINAS KEHUTANAN 10 DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 11 DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 12 DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI 13 DINAS PARSENIBUDPORA 14 DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI 15 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 16 DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 17 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 18 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH 19 INSPEKTORAT DAERAH 20 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN NAGARI 21 BADAN PELAKSANA PENYULUH PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN 22 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH 23 KANTOR KESBANG, LINMAS DAN POLITIK 24

24 KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA 25 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB 26 KANTOR PERPUSTAKAAN, KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI 27 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP, PENANAMAN MODAL DAN PT 28 KECAMATAN KUPITAN 29 KECAMATAN IV NAGARI 30 KECAMATAN SUMPUR KUDUS 31 KECAMATAN KOTO VII 32 KECAMATAN SIJUNJUNG 33 KECAMATAN LUBUK TAROK 34 KECAMATAN TANJUNG GADANG 35 KECAMATAN KAMANG BARU Jumlh /Total = 35 SKPD Sumber : BKD Kabupaten Sijunjung 2.10 Tinjauan Tata Ruang Kabupaten dan Kebijakan RTRW 2.10.1 Jabaran Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arahan perwujudan ruang wilayah kabupaten yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten memiliki fungsi : - sebagai dasar untuk menformulasikan kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; - memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW Kabupaten; - sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan berdasarkan : a. visi dan misi pembangunan wilayah kabupaten; b. karakteristik wilayah kabupaten; c. isu strategis; dan d. kondisi objektif yang diinginkan. 25

Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan dengan kriteria: - tidak bertentangan dengan tujuan penataan ruang wilayah provinsi dan nasional; - jelas dan dapat tercapai sesuai jangka waktu perencanaan; dan - tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang adalah : - Aman; masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman - Nyaman; memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mengartikulasikan nilai-nilai sosial budaya dan fungsinya sebagai manusia dalam suasana yang tenang dan damai - Produktif; proses produksi dan distribusi berjalan secara efisien sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing. - Berkelanjutan; kualitas lingkungan fisik dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan, tidak hanya untuk kepentingan generasi saat ini, namun juga generasi yang akan datang. Visi dan Misi Pembangunan; Visi Kabupaten Sijunjung adalah Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sijunjung yang Madani. Masyarakat madani diartikan sebagai masyarakat yang bertakwa, sejahtera, mandiri, cinta tanah air, menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia, sadar lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ditempuh melalui 8 (delapan) misi pembangunan daerah sebagai berikut: 1. Mewujudkan masyarakat Sijunjung yang sejahtera, berkualitas, berakhlak mulia dan religius adalah meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat; pemantapan kehidupan beragama untuk membentuk manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan 26

teknologi, memelihara kerukunan antar warga ditengah keberagaman (suku, budaya, maupun agama), serta tetap menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. 2. Mewujudkan masyarakat Sijunjung yang sehat, cerdas, kreatif, produktif dan inovatif adalah mengedepankan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan; penumbuhan dan pengembangan daya kreatif dan inovasi produktif yang berkelanjutan. 3. Mewujudkan perekonomian Sijunjung yang lebih tangguh, merata dan berkeadilan, stabil dan berkelanjutan berbasis agribisnis dan agroindustri adalah memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis keunggulan potensi riil daerah dengan membangun sektor pertanian dan industri pengolahan hasil pertanian yang tangguh berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi; mengedepankan penurunan kesenjangan ekonomi antarwilayah, antarsektor, antarpelaku, dan antargolongan pendapatan; memantapkan kelembagaan yang menjamin ketahanan, kemandirian dan keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah; dan membangun infrastruktur yang maju menjangkau setiap wilayah pembangunan ekonomi. 4. Mewujudkan pembangunan Sijunjung yang berwawasan lingkungan dan lestari adalah mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan tetap menjaga kelestarian fungsi dan keseimbangan ekosistem sesuai dengan daya dukung dan daya tampungnya bagi kenyamanan sistem kehidupan masa kini dan mendatang; memanfaatkan sumber daya alam secara berkesinambungan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang ramah lingkungan; meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung perbaikan kualitas dan keberlanjutan kehidupan. 27

5. Mewujudkan kehidupan masyarakat Sijunjung yang demokratis dan menjunjung tinggi hukum adalah memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan, memantapkan kehidupan demokrasi, menjamin kebebasan berpendapat dan mengkomunikasikan kepentingan masyarakat, meningkatkan budaya taat hukum, menegakkan hukum secara adil, konsekwen, dan tidak diskriminatif. 6. Mewujudkan sinergi harmonis dunia usaha, masyarakat dan pemerintah menuju Sijunjung yang madani adalah memantapkan kerjasama yang efektif dan saling mendukung antara dunia usaha, masyarakat dan pemerintah; mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat dalam mencapai kemajuan dan kemandirian. 7. Mewujudkan pembangunan yang adil, merata dan antisipatif terhadap perkembangan perekonomian global adalah mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh melalui peningkatan pembangunan pada daerah tertinggal, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran, memberikan kemudahan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan layanan publik, dan mengembangkan daerah perbatasan yang potensial. 8. Mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai adalah menyelenggarakan perumahan yang sehat dan layak huni; meningkatkan ketersediaan sumber daya air bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian; membangun dan memperkuat jaringan sarana dan prasarana perhubungan yang andal dan terintegrasi satu sama lainnya terutama pada daerah terpencil dan terisolir; pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi masyarakat secara efisien dan merata; memperluas jaringan informasi dan telekomunikasi. Misi pembangunan yang tertuang pada RPJPD Kabupaten Sijunjung yang dapat dijadikan dasar penataan ruang adalah : 1. Pengembangan ekonomi wilayah melalui; a. Pembangunan keunggulan perwilayahan komoditas pertanian, melalui pengembangan kawasan usaha agro terpadu 28

b. Revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan, serta program ketahanan pangan. c. Pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pengembangan karet, sawit, manggis dan kakao. d. Pengembangan potensi sumberdaya alam sebagai objek objek wisata dalam satu kesatuan sistem pengelolaan yang terpadu. e. Peningkatan pengelolaan dan pengembangan, serta pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan energi. f. Pengembangan energi panas bumi/matahari sebagai pembangkit listrik energi alternatif. g. Pengembangan industri kerajinan dan produk unggulan daerah, untuk membangun daya saing daerah melalui pendekatan kompetensi inti daerah. 2. Pengembangan sistem mitigasi bencana alam melalui : a. Peningkatan pengelolaan penanggulangan bencana alam. b. Pemetaan kawasan rawan bencana alam secara detil di seluruh wilayah Kabupaten Sijunjung. c. Penyusunan sistem penanganan bencana alam secara terpadu. d. Penambahan materi kurikulum sekolah mengenai pengenalan dan penanggulangan bencana alam, sebagai muatan lokal. e. Pemantapan satuan koordinasi pelaksana penanggulangan bencana alam. 3. Peningkatan kualitas penataan ruang & pembangunan infrastruktur wilayah melalui : a. Peningkatan kualitas dan kuantitas perencanaan bidang penataan ruang serta sistem pengendalian penataan ruang. b. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana pelayanan kesehatan dan pendidikan yang murah dan berkualitas c. Pengembangan kualitas dan kuantitas prasarana wilayah yang bidang bina marga, cipta karya dan pengairan 29

d. Perencanaan dan pengembangan ibukota kabupaten untuk menunjang peningkatan kenyamanan layanan kepada masyarakat. 4. Penggalangan kerjasama pembangunan melalui : a. Mewujudkan jalinan kemitraan pembangunan tripartid antar pemerintah akademisi pebisnis (akademisi businessman government / ABG) dalam rangka mengembangkan perekonomian dan pertumbuhan wilayah. b. Mengembangkan kerjasama (aliansi) dengan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, termasuk dengan pemerintah kabupaten perbatasan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Pusat. 5. Pemantapan profesionalisme aparatur pemerintah Kabupaten Sijunjung, pemantapan fungsi kelembagaan daerah, pemberdayaan lembaga adat, serta peningkatan keamanan, kedamaian, dan penegakan hukum. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arah tindakan yang harus ditetapkan untuk mencapai tujuan penataan ruang wilayah kabupaten. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten berfungsi sebagai: 1. sebagai dasar untuk memformulasikan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. sebagai dasar untuk merumuskan struktur dan pola ruang wilayah kabupaten; 3. memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW kabupaten; 4. sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten merupakan penjabaran kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten berfungsi : 30

1. Sebagai dasar untuk penyusunan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan penetapan kawasan strategis kabupaten; 2. Memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW kabupaten; dan 3. Sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan berdasarkan : 1. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten; 2. Kapasitas sumber daya wilayah kabupaten dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya; dan 3. Ketentuan peraturan perundang-undangan. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan dengan kriteria: 1. Memiliki kaitan logis dengan kebijakan penataan ruang; 2. Tidak bertentangan dengan tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional, dan provinsi; 3. Jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam jangka waktu perencanaan pada wilayah kabupaten bersangkutan secara efisien dan efektif; 4. Harus dapat dijabarkan secara spasial dalam rencana struktur dan rencana pola ruang wilayah kabupaten; dan 5. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Secara garis besar rencana sistem perkotaan wilayah Kabupaten Sijunjung dirumuskan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu: 1. Tujuan dasar penataan ruang adalah agar tercipta sistem ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Bila dijabarkan lebih lanjut pengertian produktif dan bekerlanjutan dalam konteks struktur ruang dimaknai sebagai suatu sistem dan hubungan fungsional antar pusat perkotaan yang efektif, efisien, mendorong peningkatan potensi masing-masing pusat (kawasan) secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan alam. 2. Kondisi objektif hirarki pusat-pusat permukiman eksisting Kabupaten Sijunjung tahun 2009, kebijakan penataan ruang nasional dan provinsi 31

yang menempatkan Kota Muaro Sijunjung sebagai PKL. Hirarki pusatpusat pertumbuhan saat ini adalah sebagai berikut : a. Tanjung Ampalu b. Kamang c. Sijunjung d. Lubuk Tarok e. Palangki f. Kumanis g. Padang Sibusuk h. Sumpur Kudus i. Tanjung Bonai Aur j. Aie Amo k. Sungai Lansek l. Sungai Tambang m. Muaro Bodi n. Koto Tanjung o. Koto Padang Laweh p. Pamuatan q. Pulasan r. Buluh Kasok 3. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah (kecamatan) dan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pembangunan yang terkonsentrasi pada pusat kota (ibukota kabupaten) atau pada kawasan tertentu saja. Hal ini juga berkenaan dengan penciptaan sistem pusat-pusat kota yang berjenjang sehingga terbangun suatu system perkotaan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, terdapat pusat-pusat permukiman yang perlu didorong pertumbuhannya dan ada pula yang hanya cukup dikendalikan sesuai potensinya, bahkan mungkin dibatasi. Untuk sistem pusat perkotaan Kabupaten Sijunjung, pusat-pusat yang perlu didorong ataupun dikendalikan pertumbuhannya adalah : a. Tanah Badantuang; adalah daerah hinterland Kota Muaro Sijunjung yang berada pada pinggiran jalan Lintas Tengah Sumatera. 32

Dibangunnya sebuah RSUD Sijunjung pada saat ini diyakini akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat namun kawasan perkotaan wiliayah kecamatan ini adalah Sijunjung dan Muaro Sijunjung. Secara keruangan Tanah Badantuang sudah menjadi satu kesatuan kawasan perkotaan dengan Muaro Sijunjung, oleh karena itu dalam rencana pusat-pusat permukiman Tanah Badantuang tidak perlu dimunculkan sebagai pusat pelayanan tersendiri namun perkembangannya perlu didorong dan diarahkan dengan baik. b. Kandang Baru; dalam sistem pusat-pusat perkotaan eksisting wilayah ini berada pada hirarki yang rendah, namun mengingat letaknya yang sentris dan strategis, maka untuk menciptakan tingkat pelayanan yang optimal wilayah yang terletak antara Muaro ke Kandang Baru diarahkan sebagai kawasan perkantoran dan perumahan/pemukiman penduduk. c. Palangki dan Muaro Bodi: merupakan dua daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Dua daerah ini merupakan hinterland Kota Muaro Sijunjung yang perlu ditata perkembangannya agar mampu menjadi pendukung bagi perkembangan Kota Muaro Sijunjung. Pada kedua wilayah ini dapat dikembangkan pusat-pusat perdagangan berupa pasar lokal/modern, rumah toko, dan lainnya. d. Sungai Tambang: daerah ini bukanlah merupakan ibukota kecamatan namun mengalami perkembangan dan pertumbuhan kota yang cepat. Letaknya yang strategis dan perkembangan ekonomi masyarakat yang cukup baik disekitarnya menyebabkan orang dari daerah lain mulai tertarik untuk datang berusaha dan menetap di daerah tersebut. Untuk itu diperlukan antisipasi dalam perencanaan penataan ruangnya secara lebih rinci/detil agar kota ini berkembang secara terarah dan teratur. 4. Untuk mendukung kebijakan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung sebagai kabupaten yang menghasilkan gas karbon, maka perkembangannnya dikendalikan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung fungsi dan kelestarian hutan lindung dan suaka alam wisata. 33

5. Pembangunan jaringan jalan juga dibatasi sedemikian rupa tanpa mengurangi aksesibilitas antar pusat-pusat permukiman demi menjaga kualitas dan kelestarian hutan lindung dan hutan suaka alam wisata. 6. Untuk mendukung kegiatan pariwisata, mitigasi bencana, mobilisasi hasil produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan serta komoditas unggulan lainnya perlu dilakukan percepatan pembangunan prasarana pasar agropolitan. 2.10.2 Tabel TABEL 2.10 KRITERIA FUNGSI KOTA KABUPATEN NO FUNGSI KOTA KRETERIA 1. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan;dan/atau Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan Diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota 2. Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKLp) 3. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) 4. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) Kawasan perkotaan yang berpotensi sebagai simpul Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLpKawasan perkotaan yang sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala propinsi atau beberapa kabupaten/ kota Kawasan perkotaan yang berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala propinsi atau beberapa kabupaten/kota Dipromosikan oleh pemerintah propinsi Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa;dan/atau Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa;dan/atau Diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala nagari atau untuk beberapa nagari ; dan/atau Diusulkan oleh pemerintah kecamatan Sumber : PP 26 Tahun 2008 dan Hasil Analisa Tahun 2010 34

TABEL 2.11 RENCANA SISTEM PERKOTAAN TAHUN 2031 PKL PKLp PPK PPL Muaro Sijunjung Tanjung Ampalu Sijunjung Pematang Panjang Sungai Tambang Lubuk Tarok Aie Angek Tanjung Gadang Aie Amo Padang Sibusuk Sungai Lansek Kumanis Muaro Bodi Palangki Sumpur Kudus Kamang Tanjung Bonai Aur Koto Tanjung Koto Padang Laweh Buluh Kasok Pulasan Pamuatan Sumber : Hasil Analisa, 2010. Keterangan : PKL : Ditetapkan atas usulan sesuai potensi dan arah kebijakan Provinsi Sumatera Barat. PKLp, PPK dan PPL: Ditetapkan atas usulan sesuai potensi dan arah Kebijakan Kabupaten Sijunjung TABEL 2.12 RENCANA PENGEMBANGAN SISTIM TERMINAL NO TIPE LOKASI TERMINAL ARAHAN 1 A Kiliran Jao (Kamang Baru) Optimalisasi 2 B Tanah Badantuang /Muaro Sijunjung Pembangunan 3 C Tanjung Ampalu (Kec.Koto VII) Pembangunan Tanjung Gadang (Kec.Tanjung Gadang) Padang Sibusuk (Kec.Kupitan) Kumanis(Kec. Sumpur Kudus) Lubuk Tarok Pembangunan P embangunan Pembangunan Pembangunan Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung, dan Hasil Rencana 2010 35

Tabel 2.13 SUMBER AIR DAN DEBIT AIR DI KABUPATEN SIJUNJUNG SUMBER NO NAGARI JORONG DEBIT JENIS NAMA (1/DT) 1 Sungai Betung Koto S. Betung Air Permukaan Hulu Mudiak Batu 2 Pasar S.Betung Air Permukaan Tunggang 2 2 Kunpar Kunangan Air Permukaan Sungai Kalompaian 5 Lubuk Tarantang Air Permukaan Batang Sai 10 3 Sungai Lansek Dusun Tinggi II Air Permukaan Batang Sangsong 40 Talang/Sungai A Air Permukaan Mudiak Karangan 25 Maloro Air Permukaan Batang Sipisang 25 Banjar Tengah Air Permukaan Batang Tampuih 30 4 Aie Amo Lubuk Kapiek Air Permukaan Batang Takudo 10 Aie Amo I Air Permukaan Batang Pisang 2 Tanjung Kaliang Air Permukaan Mudiak Tumpang 40 Kiliran Jao Air Permukaan Batang pauh 3 5 Muaro Takung Koto Lamo Air Permukaan Bayan 20 Dusun Tinggi Air Permukaan Mundam 4 6 Lubuak Cupak Air Permukaan Sungai Dingin 5 Taratak baru Ranah Palam Air Permukaan Batang Malun 10 7 Langki Liambang Air Permukaan Sungai Sariak 4 8 Timbulun Koto Sinyamu Air Permukaan Batang Sureh Laweh 10 Tandikek Air Permukaan Batang Lurah Amparun 10 9 Tanjung Lolo Bukik Sabalah Air Permukaan Batang Lansek 3 Koto Tanjung Lolo Air Permukaan Mudiak Dareh 3 Ambacang Air Permukaan Sungai Kancai 3 Koto Pulasan Air Permukaan Sungai dingin 2 10 Pulasan Sungai Kandi Air Permukaan Sungai Kandi 3 Pasa Pulasan Air Permukaan Batang Kati 10 Padang Laweh Air Permukaan Batang Dikek 5 Bancah Air Permukaan Batang Talu 3 11 Sibakur Koto Sibakua Air Permukaan Sungai Durian 3 Lubuk Tolang Air Permukaan Mudiak Baliak 3 Kayu Gadih Air Permukaan Bukik Talang Andeh 3 12 Tanjung Gadang Pandam Air Permukaan Mudiak Cupak 3 Sungai Napa Air Permukaan Sungai Kalambai 10 Mudiak Malieh Air Permukaan Mudiak Nilam 3 Batang Lalan Air Permukaan Bukit Ambacang 2 13 Lalan Batu Ajuang Air Permukaan Pincuran Loso 2 Sikaladi Air Permukaan Karomie 5 Andopan Air Permukaan Tunggu Buto 3 14 Lubuk Tarok Latang Air Permukaan Sepundung 4 Tigo Korong Air Permukaan Batang Posan 2 Silalak Kulik Air Permukaan Batang Karimo 150 Koto Buluh Air Permukaan Kapau 4 15 Buluh Kasok Silongo Air Permukaan Mudiak Mulu 2 Taratak Air Permukaan Pinsuran dagang 5 Taratak Air Permukaan Sungai Nojo 2 36

16 Palangki Tanhung Udani Air Permukaan Batang Malutu 3 17 Koto Tuo Rantau Jambu Air Permukaan batang Palangki 10 18 Koto Baru Simpang Ampek Air Permukaan Susuan 5 Pasar Koto Baru Air Permukaan Batang Suo 5 19 Mundam sakti Ranah Pasa Air Permukaan Sungai Joniah 5 Kampung Pinang Air Permukaan Batang Karomia 10 20 Padang Sibusuk Kepalo Koto Air Permukaan Batang Lasi 10 21 Kampung Baru Dusun Air Permukaan Singgolang 3 22 Batu Manjulur Barat Air Permukaan Batang Sitonam 10 Timur Air Permukaan Batang Sitonam 10 23 Limo Koto Bukit Bual Air Permukaan Sungai Pandan 5 24 Guguk Buluh Rotan Air Permukaan Titian Tareh 3 taratak Aro Air Permukaan Bawah Bangau 5 25 Unggan Koto Unggan Air Permukaan Muaro Baling 5 Unggan Bukit Air Permukaan Sei Bungo 10 taratak Aro Air Permukaan Lurah Nan Panjang 5 Sepakat Air Permukaan Sei Kalumpang 10 26 Silantai Ujuang Koto Air Permukaan Batang Kinkin 10 Koto ateh Air Permukaan Batang Saik 10 Air Permukaan Batang Suami 15 Pintu Rayo Mata Air Lurah Kapeh 5 Air Permukaan Batang Karongan 15 Taratak Ujung Luhak Air Permukaan Batang Suami 15 27 Sumpur Kudus Taratak tangah Air Permukaan Mudiak Daliah 10 Taratak Calau Air Permukaan Mudiak Manaih 10 Taratak Uncang Labuah Air Permukaan Batang Baru 10 Kampung Baru Air Permukaan Sungai Tolang 5 Tombang Mata Air Bukik Kijang 10 Mata Air Simonduang 10 28 Tanjung Bonai Aur 29 Kumanis 30 Manganti 31 Tamparungo 32 Sisawah 33 Durian Gadang Koto Tinggi Air Permukaan Batang Poliki 15 Benai Air Permukaan Batang Songki 10 Kumanis Mata Air Mudiak Parik 8 Tanjung Alam Mata Air Batang Kubang 10 Tanjung Raya Mata Air Bulakan 10 Tapi Balai Air Permukaan Batang Manganti 10 Balai Lamo Air Permukaan Sungai Piplu 10 Taruko Air Permukaan Batang Bateh 15 Sitongek Air Permukaan Mudiak Murai 5 Pangkahan Air Permukaan Batang Pangkahan 10 Simaru Air Permukaan Batu Peti 10 Simawik Air Permukaan Batang Pisang Kolek 10 Rumbai Air Permukaan Sungai Sikam 12 Koto Sisawah Air Permukaan Batang Mintato 10 Koto Baru Air Permukaan Sungai Silasi 10 Koto Mudiak Air Permukaan Batang Tango 2 Koto Ilie Air Permukaan Batang Tango 2 Pinang Air Permukaan Sungai Singgam 3 Tanggalo Air Permukaan Batang Duran 10 Air Permukaan Sungai Suyia 10 37

Silukah Air Permukaan Batang Luka 3 34 Silokek Sangkiamo Air Permukaan Sungai Sangkiamo 10 Tanjung Medan Air Permukaan Batang Taye 3 35 Muaro Subarang Sukam Air Permukaan pincuran Tujuah 3 36 Sijunjung Batang Ranah Air Permukaan Sungai Tolang 5 Pudak Air Permukaan Batang Langgo 3 37 Kandang Baru Sungai abu Air Permukaan Sungai Gunung 15 38 Paru Paru Air Permukaan Batang Mangan 15 Bukik Buar Air Permukaan Sungai Bodi 8 Koto Ranah Air Permukaan Kariang-Kariang 5 39 Solok Ambah Koto Mudiak Air Permukaan Mudiak Pincuran 1.5 Bukik Tujuah Takuang Air Permukaan Lubuak Lundak 10 40 Aie Angek Padang Doto Air Permukaan Sido Kociek 1.5 Aie Angek Air Permukaan Batang Ampak 20 Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabuapten Sijunjung 38

Gambar 2.6 Peta Rencana Sistem Perkotaan 39

Gambar 2.7 Peta Rencana Sistem Prasarana Lingkungan 40

Gambar 2.8 Peta Rencana Sistem Prasarana Lingkungan 41