1
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan untuk mendukung tercapainya pelaksanaan program-program pembangunan bidang kesjehateraan sosial di daerah, diperlukan adanya pedoman yang dapat dijadikan acuan dasar bagi terwujudnya capaian kinerja SKPD terhadap bidang atau urusan wajib yang menjadi tugas pokoknya sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang memberikan kewajiban kepada pemerintah daerah membuat dan menyusun Standar Pelayanan Minimal sesuai dengan urusan wajib yang merupakan kewenangannya. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Daerah kab/kota, ditindak lanjuti oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan menetapkan Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 13 tahun 2012 tentang Perencanaan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial sebagai pedoman Dinas Sosial provinsi Kalimantan Timur dalam menyelenggarakan pelayanan sosial dasar kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan dan manjmain mutu pelayanan sosial kepada masyarakat. Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh warga Negara secara minimal. Dalam penerapannya, SPM harus menjamin akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar dari Pemerintah Daerah sesuai dengan ukuranukuran yang ditetapkan oleh Pemerintah. B. Dasar Hukum 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat; 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia; 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; 4. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004; 2
5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008; 6. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial; 7. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 8. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Fakir Miskin; 9. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on The Right of Persons With Disabilities; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tantang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal; 13. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Satandar Pelayanan Minimal Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Daerah Kab/Kota. 14. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 80/HUK/2010 tentang Panduan Perencanaan Pembiayaan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota; 15. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur nomor 08 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kalimantan Timur; 16. Peraturan Gubernur Kalimantan Timur nomor 45 tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kalimantan Timur; 17. Peraturan Gubernur Kalimantan Timur nomor 17 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur; 18. Keputusan Gubernur Kalimantan Timur nomor 03 tahun 2001 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Provinsi Kalimantan Timur; C. Kebijakan Umum Standar Pelayanan Minmal (SPM) bidang Sosial merupakan penjabaran dari target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI berdasarkan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial di Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota. SPM bidang Sosial mencakup 4 (empat) pelayanan dasar yaitu : 1. Pelasanaan Program/Kegiatan Bidang Sosial 2. Penyediaan sarana dan prasarana sosial 3
3. Penanggulangan korban bencana pada tahap tanggap darurat 4. Pelaksanaan dan pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental serta lanjut usia tidak potensial terlantar yang berasal dari masyarakat rentan dan tidak mampu. D. Arah Kebijakan Dari 4 (empat) jenis pelayanan dasar tersebut diatas dijabarkan lagi kedalam 7 (tujuh) indikiator SPM daerah Provinsi yang akan dicapai secara bertahap dalam kurun waktu tahun 2011 2015 yang terdiri dari : 1. Pemberian bantuan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) skala Provinsi 2. Penyelenggaraan pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam panti sosial skala Provinsi 3. Penyediaan sarana prasarana panti sosial skala Provinsi 4. Penyediaan sarana prasarana luar panti sosial skala Provinsi 5. Bantuan sosial bagi korban bencana skala Provinsi 6. Evakuasi korban bencana skala Provinsi 7. Penyelenggaraan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental serta lanjut usia tidak potensial skala Provinsi 4
BAB II. PENERAPAN DAN PENCAPAIAN SPM A. Jenis Pelayanan Dasar Jenis pelayanan dasar Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan program/kegiatan bidang sosial a. Pemberian bantuan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial skala provinsi b. Penyelenggaraan pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam panti skala provinsi 2. Penyediaan sarana dan prasarana sosial a. Penyediaan sarana prasarana panti skala provinsi b. Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan luar panti skala provinsi 3. Penanggulangan korban bencana a. Bantuan sosial bagi korban bencana skala provinsi b. Evakuasi korban bencana skala provinsi 4. Pelaksanaan dan pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial - Penyelenggaraan jaminan sosial skala provinsi B. Target SPM Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 13 Tahun 2012 tentang Perencanaan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial Provinsi Kalimantan Timur yang pada intinya merupakan pelaksanaan dari 4 (empat) jenis Pelayanan Dasar dan 7 (tujuh) indikator SPM bidang sosial. Dalam Paraturan Gubernur Kalimantan Timur, 4 (empat) jenis Pelayanan Dasar dan 7 (tujuh) indikator SPM bidang sosial tersebut dijabarkan kedalam 31 (tiga puluh satu) sasaran indikator yang akan dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2011 s/d 2015 yang terdiri dari : 5
Sasaran Indikator SPM No Bidang Sosial Dinas Sosial Kaltim Tahun 2011 2015 1. Jumlah prasarana, sarana dan mobilitas Dinas Sosial yang dilakukan perawatan 2. Jumlah panti sosial pemerintah yang memenuhi standar operasional prosedur 3. Jumlah panti sosial pemerintah yang direnovasi/dilakukan perawatan 4. Jumlah panti sosial non pemerintah yang mendapat fasilitas dan aksesibilitas dalam penyelenggaraan pelayanan sosial 5. Jumlah keluarga fakir miskin yang menerima bimbingan mental, pelatihan keterampilan UEP melalui KUBE 6. Jumlah Komunitas Adat terpencil (KAT) yang diberdayakan melalui pemukiman 7. Jumlah rumah tidak layak huni yang direhabilitasi 8. Jumlah wanita rawan sosial ekonomi yang ditangani 9. Jumlah anak jalanan yang mendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial 10. Jumlah anak nakal yang mendapatkan bimbingan mental, sosial, keterampilan dan bantuan stimulus 11. Jumlah anak yang berhadapan dengan hukum yang mendapatkan bantuan pendampingan 12. Jumlah anak yang memerlukan perlindungan khusus dan rehabilitasi sosial 13. Jumlah wanita tuna susila yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan 14. Jumlah eks. narapidana yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan 15. Jumlah korban penyalahgunaan NAPZA yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan 16. Jumlah orang dengan HIV/AIDS yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan 17. Jumlah pengemis yang mendapatkan pelayanan sosial Periode Pencapaian Target Jumlah (per tahun (%)) (%) I II III IV V 7 Unit 100 100 100 100 100 100 6 UPTD 100 100 100 100 100 100 6 UPTD 100 100 100 100 100 100 122 Panti 16 16 16 16 16 80 24.790 KK 5 5 5 5 5 25 3.536 KK 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 12,5 25.701 KK 1 1 1 1 1 5 2.701 682 1.620 400 243 5.769 660 691 711 769 orang 3,5 3,5 3,5 3,5 3,5 17,5 20 20 20 20 20 100 5 5 5 5 5 25 6 6 6 6 6 30 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 12,5 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 5 25 7 7 7 7 7 35 6 6 6 6 6 30 10 10 10 10 10 50 6
18. Jumlah korban tindak kekerasan yang mendapatkan pelayanan sosial 19. Jumlah pekerja migran yang mendapatkan pelayanan sosial 20. Jumlah orang terlantar yang mendapatkan pelayanan sosial 21. Korban bencana alam/sosial yang berupa buffer stock 22. Korban bencana alam/sosial yang berupa makanan siap saji 23. Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan evakuasi 24. Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan penampungan sementara/shelter 25. Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan bahan bangunan rumah 26. Jumlah satuan penanggulangan bencana yang terampil dan siap siaga menghadapi bencana 27. Jumlah lanjut usia yang 28. Jumlah anak terlantar yang 29. Jumlah balita terlantar yang 30. Jumlah anak dengan kecacatan yang 31. Jumlah penyandang cacat yang 3.735 2.815 525 14.000 14.000 14.000 14.000 250 644 17.389 13.689 929 1.100 8.945 2 2 2 2 2 10 3 3 3 3 3 15 15 15 15 15 15 75 80 80 80 80 80 80 20 20 20 20 20 100 20 20 20 20 20 100 20 20 20 20 20 100 15 15 15 15 15 75 20 20 20 20 20 100 5 5 5 5 5 25 10 10 10 10 10 50 20 20 20 20 20 100 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 12,5 2 2 2 2 2 10 7
C. Penerapan dan Capaian SPM No Sasaran Indikator SPM Bidang Sosial Dinas Sosial Kaltim Tahun 2011-2015 Jumlah Targe t Realisasi capaiaan SPM 2011 2012 2013 2014 2015 Targe Targe Targe Targe Real Real Real Real t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1. Jumlah prasarana, sarana dan mobilitas Dinas Sosial yang dilakukan perawatan 7 Unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Jumlah panti sosial pemerintah 2. yang memenuhi standar 6 UPTD 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 operasional prosedur Jumlah panti sosial pemerintah 3. yang direnovasi/dilakukan 6 UPTD 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 perawatan Jumlah panti sosial non pemerintah yang mendapat 4. fasilitas dan aksesibilitas dalam 122 Panti 16 111 16 111 16 86,8 16,00 23,77 16 59,84 penyelenggaraan pelayanan sosial (**) 5. Jumlah keluarga fakir miskin yang menerima bimbingan mental, pelatihan keterampilan UEP 24.790 KK 5 8 5 8 5 8,87 5,00 10,61 5 11,09 melalui KUBE 6. Jumlah Komunitas Adat terpencil (KAT) yang diberdayakan melalui 3.536 KK 2,5 6 2,5 5 2,5 3,22 2,40 2,46 2,5 2,83 pemukiman 7. Jumlah rumah tidak layak huni yang direhabilitasi 25.701 KK 1 0.2 1 0.5 1 0,69 1,00 0 1 0 8. Jumlah wanita rawan sosial 2.701 ekonomi yang ditangani 3,5 3 3,5 3 3,5 3,3 3,5 7,40 3,5 1,85 9. Jumlah anak jalanan yang 682 mendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial 20 11 20 31 20 30,7 20 7,04 20 9,53 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. Jumlah anak nakal yang mendapatkan bimbingan mental, sosial, keterampilan dan bantuan stimulus Jumlah anak yang berhadapan dengan hukum yang mendapatkan bantuan pendampingan Jumlah anak yang memerlukan perlindungan khusus dan rehabilitasi sosial Jumlah wanita tuna susila yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan Jumlah eks. narapidana yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan Jumlah korban penyalahgunaan NAPZA yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan Jumlah orang dengan HIV/AIDS yang mendapatkan bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta bantuan stimulan Jumlah pengemis yang mendapatkan pelayanan sosial Jumlah korban tindak kekerasan yang mendapatkan pelayanan sosial Jumlah pekerja migran yang mendapatkan pelayanan sosial 1.620 400 243 5.769 660 691 711 769 orang 3.735 2.815 Real 5 0 5 0 5 0 5 0 5 0 6 6 6 7 6 5,00 6,00 10,25 6 11,75 2,5 2.5 2,5 7 2,5 6,17 2,50 0,41 2,5 5,76 4 2 4 6 4 1,21 4,00 1,56 4 1,13 5 5 5 14 5 7,57 5,00 4,55 5 6,06 7 7 7 7 7 29,66 7,00 15,48 7 14,47 6 4 6 11 6 3,51 6,00 12,10 6,00 6,33 10 30 10 7 10 4,68 10,00 0 10,00 11,83 2 3 2 3 2 3,48 2,00 1,34 2,00 1,90 3 2 3 1 3 0,25 3,00 0,53 3,00 0,21 8
20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. Jumlah orang terlantar yang mendapatkan pelayanan sosial Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan sosial berupa buffer stock/logistic (*) Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan sosial berupa makanan siap saji (*) Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan evakuasi Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan penampungan sementara/shelter Korban bencana alam/sosial yang mendapatkan bantuan bahan bangunan rumah Jumlah satuan penanggulangan bencana yang terampil dan siap siaga menghadapi bencana (**) Jumlah lanjut usia yang Jumlah anak terlantar yang Jumlah balita terlantar yang Jumlah anak dengan kecacatan yang mendapatkan bantuan sosial Jumlah penyandang cacat yang 525 14.000 14.000 14.000 14.000 15 10 15 15 15 9,33 15,00 11,05 15,00 10,86 80 71 80 79 80 86,65 80,00 58,93 80,00 82,14 30 71 30 79 30 10,86 3,00 3,57 3,00 32,29 25 36 25 29 25 10,86 25,00 15,71 25,00 28,57 25 2 25 1 25 10,86 25,00 7,86 25,00 26,43 250 KK 15 68 15 111 15 644 17.389 13.689 929 1.100 8.945 154,0 0 15,00 58,40 15,00 16,00 32 73 32 74 32 37,27 32,00 27,80 32,00 31,06 5 3 5 6 5 6,46 5,00 5,45 5,00 6,84 10 14 10 22 10 25,81 10,00 18,02 10,00 9,41 20 23 20 34 20 39,07 20,00 43,92 20,00 36,06 2 2.2 2 9 2.5 8,09 2.50 11,27 2.50 14,24 2 7 2 9 2 8,27 2,00 9,67 2,00 7,42 Keterangan : (*) Bersifat tentative (**) Bukan jumlah akumulatif 9
D. Alokasi Anggaran. Jumlah keseluruhan anggaran yang dipergunakan pada tahun kelima penerapan dan pencapaian SPM sebesar Rp. 82.929.595.976 yang berasal dari anggaran APBN sebesar Rp. 17.581.802.000 dan anggaran APBD (belanja langsung dan belanja tidak langsung) sebesar Rp. 65.347.793.976. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) No Program/Kegiatan Pagu Dana Realisasi % Belanja tidak langsung 23.819.107.826 22.884.921.432 96,08 Belanja langsung 35.828.481.600 31.895.248.947 89,02 1. Program administrasi perkantoran 8.411.806.000 6.474.392.040 76,97 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 6.861.228.100 6.173.646.533 89,98 3. Program peningkatan disiplin aparatur 30.000.000 30.000.000 100,00 4. Program peningkatan kapasitas sumber daya manusia 418.250.000 237.855.150 56,87 5. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 57.700.000 56.585.000 98,07 6. Program pemberdyaan fakir miskin, Komunitas Adat terpencil (KAT) dan 760.000.000 735.379.000 96,76 PMKS lainnya 7. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial 1.447.076.000 1.370.572.023 94,71 8. Program pembinaan anak terlantar 2.515.000.000 2.427.033.650 96,50 9. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 1.468.500.000 1.329.922.400 90,56 10. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma 745.000.000 662.488.200 88,92 11. Program pembinaan panti asuhan/ panti jompo 7.998.051.500 7.529.020.264 94,14 12. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, 675.933.000 652.149.800 96,48 narkoba dan penyakit sosial lainnya) 13. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial 2.381.090.000 2.220.652.887 93,26 Jumlah 59.647.589.426 54.780.170.379 91,84 10
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terdiri dari dana dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (TP) dengan uraian sebagai berikut : No Program/Kegiatan Pagu Dana Realisasi % A. Dana Dekonsentrasi 1. Program dukungan manajemen dan 455.941.000 365.651.500 80,20 pelaksanaan tugas teknis lainnya kementerian sosial 2. Program pemberdayaan sosial dan 8.091.863.000 7.584.653.300 93,73 penanggulangan sosial 3. Bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial 4.115.415.000 3.948.612.000 95,95 4. Program bantuan dan jaminan sosial 4.307.439.000 3.693.630.240 85,75 Jumlah 16.970.658.000 15.592.547.040 91,88 B. Tugas Pembantuan 1. Program pemberdayaan sosial dan penanggulangan sosial 2.244.932.000 2.168.966.000 96,82 Jumlah 2.244.932.000 2.168.966.000 96,82 Jumlah Keseluruhan (A + B) 19.215.590.000 17.761.513.040 92,43 E. Dukungan Personil. Dalam melaksanakan penerapan dan pencapaian SPM Bidang Sosial di Provinsi Kalimantan Timur di peroleh tidak saja dari unsur Pegawai Negari Sipil (PNS) dilingkungan Dinas sosial Provinsi Kalimantan Timur tetapi juga berasal dari unsur non-pns seperti yang tercantum pada table dibawah ini : 1. Unsur Pengawai Negeri Sipil Unsur pegawai negeri sipil adalah seluruh jajaran pegawai dilingkup Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur dengan Jumlah dan komposisi sebagai berikut : Jenis Kelamin Eselon I II III IV Jumlah Eselon Non Eselon Jumlah Pria 0 0 6 14 20 117 137 Wanita 0 1 4 12 17 58 75 Jumlah 0 1 10 26 37 175 212 11
2. Unsur Non-PNS Unsur non-pns adalah seluruh Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang merupakan mitra kerja/relawan yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial yang terdiri dari : No Jenis Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) L P Jumlah Jumlah Unit 1. Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM) a. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) 546 348 894 b. Wanita Pemimpin kesejahteraan 0 101 101 Sosial (WPKS) Jumlah 546 449 995 2. Organisasi Sosial (Orsos) 741 Jumlah Pengurus 3.225 2.703 5.928 3. Karang Taruna 1.321 Jumlah Pengurus 574 559 1.133 4. Dunia Usaha Yang Melakukan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) 5. Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyrakat (WKSBM) 43 32 6. Perintis Kemerdekaan dan Keluarga Pahlawan - Perintis Kemerdekaan 495 4 499 - Keluarga Pahlawan 180 261 441 Jumlah 675 265 940 7. Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 644 8. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) 122 Jumlah Keseluruhan 2.341 3.976 7.083 2.137 F. Permasalahan dan Solusi. Secara umum kendala dan permasalahan yang dihadapi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur dalam mengimplementasikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) antara lain meliputi : 12
1. Luas Wilayah Provinsi Kalimantan Timur adalah Provinsi terluas di Indonesia dengan dengan sebaran penduduk yang belum merata serta aksesibiltas ke lokasi sasaran PMKS belum memadai. 2. Sistem Regulasi Kebijakan pemerintah yang sering mengalami perubahan dari segi peruaturan dan perundang-undangan khususnya yang berhubungan dengan penganggaran. 3. Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten/Kota belum berjalan secara optimal 4. Terbatasnya akses Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terhadap pelayanan sosial dasar. 5. Belum optimalnya koordinasi antara pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota dalam melaksanakan program pembangunan di bidang kesejahteraan sosial. 6. Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu pintu gerbang pembangunan diwilayah Indonesia bagian timur dengan sumber daya alamnya yang melimpah, menyebabkan Kalimantan timur menjadi sasaran para pencari kerja dari daerah lain bermigrasi. Sebagian besar pencari kerja tersebut tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai, sehingga membuat permasalahan baru dengan bertambahnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). 7. Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) meliputi data populasi yang belum diverifikasi dan divalidasi secara periodik dan belum rapinya pendokumentasian hasil-hasil penanganan PMKS di Kab/Kota dalam format by name adress sehingga dalam penanganannya juga mengalami hambatan khusunya dalam penyusunan program dan distribusi kegiatan untuk Kabupaten/Kota. 8. Masih belum optimalnya pendayagunaan sumber daya manusia dalam melaksanakan program-program kesejahteraan sosial. b. Pemecahan Masalah Adapun pemecahan masalah yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas diatas adalah : 1. Melengkapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan sehingga pencapaian sasaran dapat diperoleh secara maksimal. 13
2. Meningkatkan system pelaporan kinerja dinas-dinas/instansi sosial Kab/Kota se Kalimantan Timur. 3. Mengoptimalkan anggaran berdasarkan program-program skala prioritas. 4. Meningkatkan dan mengoptimalkan koordinasi dengan instansi terkait dalam memantau para pendatang baru dengan memperketat pengawasan disetiap akses pintu masuk di wilayah provinsi Kalimantan Timur. 5. Penajaman program-program kesejahtraan sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial seperti peningkatan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan pemberian Usaha Ekonomi Produktif. 6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan melaksanakan serta mengikut sertakan pegawai yang ada dilingkup dinas sosial Prov. Kalimantan Timur pada setiap kegiatan pelatihan/diklat baik ditingkat daerah maupun nasional. 7. Mekanisme usulan penganggaran agar dilaksanakan secara konsisiten. 8. Melaksanakan kegiatan sosialisasi SPM bagi instansi sosial se- Kalimantan Timur guna mempercepat penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kab/Kota. 14
BAB. III PROGRAM DAN KEGIATAN Dalam melaksanakan Penerapan dan pencapaian SPM bidang sosial, Dinas Sosial Prov. Kalimantan Timur melaksanakan program-progam dan kegiatan baik yang berumber dari APBD maupun program-program kegiatan yang bersumber dari APBN. Program dan kegiatan tersebut adalah : A. Program dan kegiatan APBD 1. Program Penanggulangan Kemiskinan bidang Kesejahteraan Sosial untuk mengukur Indeks Kedalaman Kemiskinan Fasilitasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Peningkatan Kualitas Pelayanan Sarana, dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Bagi PMKS pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin dan PMKS lainnya Fasilitasi manajemen usaha bagi keluarga miskin dan PMKS lainnya 2. Program Penanggulangan Kemiskinan bidang Kesejahteraan Sosial pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin dan PMKS lainnya 3. Program Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Pengembangan Kecakapan Hidup Bagi Putus Sekolah 4. Program pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya melaui kegiatan : Pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin Fasilitasi manajemen usaha bagi keluarga miskin Pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha keluarga miskin Pelatihan keterampilan bagi PMKS 5. Program Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial melaui kegiatan : Pelayanan dan perlindungan sosial, hokum bagi korban eksploitasi, perdagangan perempuan dan anak Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana rehabilitasi sosial bagi PMKS Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan Fasilitasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) 15
6. Program Pembinaan anak terlantar melalui kegiatan : Pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar 7. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma melalui kegiatan : Pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat dan eks trauma 8. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya). Pemberdayaan eks penyandang penyakit sosial. 9. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial dengan kegiatan: Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha. Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial masyarakat. Pengembangan model kelembagaan perlindungan sosial. 10. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan: Penyediaan jasa surat menyurat. Penyediaan jasa komunikasi, sumber air dan listrik. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor. Penyediaan jasa kebersihan kantor. Penyediaan alat tulis kantor. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor. Penyediaan bahan bacaan dan perundang-undangan. Penyediaan makan dan minum. Rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah. Rapat koordinasi, pembinaan dan pengawasan dalam daerah. Penyediaan jasa tenaga tertentu. Pengamanan asset, kantor dan rumah jabatan 11. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana, dengan kegiatan sebagai berikut : Pengadaan perlengkapan gedung kantor. Pengadaan peralatan gedung kantor. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor. Pemeliharaan rutin.berkala kendaraan dinas/operasional Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor. Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas 12. Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan kegiatan berupa: Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya. 16
13. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur. Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan. 14. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja keuangan. Penyusunan laporan capaian kinewrja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD B. Program dan Kegiatan APBN (Dekonsentrasi) 1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian Sosial. - Kegiatan perencanaan dan penganggaran. - Kegiatan penyuluhan sosial. 2. Program pemberdayaan sosial dan penanggulangan kemiskinan. - Pelestarian kepalwanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial. - Penanggulangan kemiskinan pedesaan. - Pemberdayaan keluarga dan kelembagaan sosial masyarakat. - Pemberdayaan komunitas adat terpencil. - Penanggulangan kemiskinan perkotaan 3. Program rehabilitasi sosial. - Rebabilitasi sosialkorban penyalahgunaan napza. - Rehabilitasi sosial orang dengan kecacatan. - Rehabilitasi sosial tuna sosial. - Rehabilitasi dan perlindungan sosial anak. - Pelayanan sosial lanjut usia. 4. Program perlindungan dan jaminan sosial, dengan kegiatan: - Perlindungan sosial korban bencana alam. - Perlindungan sosial korban bencana sosial - Perlindungan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran. - Pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial. - Asuransi kesejahteraan sosial. C. Program dan Kegiatan APBN (Tugas Pembantuan) 1. Program Pemberdayaan sosial dan Penanggulangan Kemiskinan - Pemberdayaan komunitas adat terpencil. 17
BAB. IV PENUTUP Demikian laporan realisasi pencapaian target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial tahun 2015 ini dibuat dengan harapan dapat dijadikan sebagai bahan monitoring dan evaluasi target kinerja sehingga dapat lebih ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang. KEPALA DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dra. Hj. Siti Rusmalia Idrus, M.si NIP. 19570915 198602 2 002 18
KATA PENGANTAR Puji syukur di panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan berkat rahmat dan hidayah-nya Laporan Realisasi Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial Tahun 2015 ini dapat di selesaikan. Laporan Realisasi Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial Tahun 2015 ini dibuat sebagai wujud pertanggung jawaban kinerja Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 13 tahun 2012 dengan harapan pencapaian SPM ini dapat meningkatkan mutu dan pelayanan sosial kepada masyarakat. Disadari bahwa dalam penyajian laporan ini masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu kritik dan saran sangat di perlukan untuk penyempurnaan laporan yang akan datang. Samarinda, Maret 2015 KEPALA DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dra. Hj. Siti Rusmalia Idrus, M.si NIP. 19570915 198602 2 002 19