TF4041- TOPIK KHUSUS A

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar 1. Ruang 9231 (sumber: kamera penulis)

TAKE HOME TEST TF 3204 AKUSTIK EVALUASI KONDISI AKUSTIK RUANG KULIAH 9212 GEDUNG KULIAH UMUM ITB

Ujian Tengah Semester - Desain Akustik Ruang AULA BARAT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Classroom Acoustics. Topik Khusus A Dosen R. Sugeng Joko Sarwono. Sylvester Chrisander

UJIAN TENGAH SEMESTER TF3204 AKUSTIK

Penilaian Kondisi Akustik Ruangan TVST B pada Gedung TVST ITB Secara Subjektif

AKUSTIKA RUANG KULIAH RUANG SEMINAR 5 LANTAI 4 TEKNIK FISIKA. Dani Ridwanulloh

UTS Akustik (TF-3204) Dosen : Joko sarwono. Kriteria Akustik Gedung Serba Guna Salman ITB

ANALISIS GANGGUAN BISING JALAN GANESHA TERHADAP AKUSTIK RUANGAN UTAMA MASJID SALMAN ITB

Keadaan Akustik Ruang TVST 82

Alexander Christian Nugroho

AKUSTIKA RUANG KULIAH

Kondisi akustik ruangan 9231 GKU Timur ITB

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

STUDI KELAYAKAN AKUSTIK PADA RUANGAN SERBA GUNA YANG TERLETAK DI JALAN ELANG NO 17. Disusun Oleh: Wymmar

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK AKUSTIK RUANG PADA GEDUNG INDOOR DAGO TEA HOUSE BANDUNG OLEH: NAMA : SITI WINNY ADYA M NIM:

Penilaian Akustika Ruang Kuliah TVST B Institut Teknologi Bandung

UTS TF-3204 AKUSTIK ANALISIS KARAKTERISTIK AKUSTIK GEDUNG AULA BARAT ITB. Oleh. Vebi Gustian

Laporan Penilaian Subjektif Akustik Ruangan Gedung TVST B ITB

Evaluasi kinerja Akustik dari Ruang Kedap Suara pada Laboratorium Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan Teknik Fisika -ITS

UTS AKUSTIK TF 3204 TAKE HOME TEST EVALUASI KONDISI AKUSTIK MASJID SALMAN ITB

Evaluasi Subjektif Kondisi Akustik Ruangan Utama Gedung Merdeka

MAKALAH EVALUASI KONDISI AKUSTIK RUANG GEDUNG KESENIAN RUMENTANG SIANG

UTS TF3204 Akustik. Gedung Gajah, Dago Tea House. Studi Akustik Sederhana Sebuah Ruangan. Program Studi Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung

Analisis Akustik Ruangan Aula Barat ITB

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK SAUNG ANGKLUNG UDJO. Oleh : Firda Awal Gemilang

Evaluasi Kinerja Akustik Dari Ruang Kedap Suara Pada Laboratorium Rekayasa Akustik Dan Fisika Bangunan Teknik Fisika ITS

Kondisi Akustik TVST B

LAPORAN PENELITIAN AKUSTIK RUANG 9311 ditujukan untuk memenuhi nilai UTS mata kuliah TF3204 Akustik. Oleh : Muhammad Andhito Sarianto

Perbandingan Soundscape Pada Ruang Kelas SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung

TAKE HOME TEST AKUSTIK TF MASJID dan AKUSTIK RUANG

Evaluasi Kenyamanan Akustik Masjid Salman

UJIAN TENGAH SEMESTER TF-3204 AKUSTIK

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi UTS TF 3204 Akustik) Khanestyo

SEMINAR TUGAS AKHIR. Oleh: Candra Budi S : Andi Rahmadiansah, ST. MT Pembimbing II : Dyah Sawitri. ST. MT

RUANG 9231 GKU TIMUR ITB

LAPORAN PENELITIAN AKUSTIK RUANG 9231 GKU TIMUR

RUANGAN 9231 GKU TIMUR ITB

Nama : Beni Kusuma Atmaja NIM : Kelas : 02 Topik : Ruang Konser

Latar Belakang. Topik Permasalahan. Judgement (subjective dan atau objective)

STUDI SUBJEKTIF KELAYAKAN GEDUNG KESENIAN DAN KEBUDAYAAN RUMENTANG SIANG BANDUNG DARI SEGI AKUSTIK

Pengamatan Subjektif Parameter Akustik Ruang Latihan Orkestra Bumi Siliwangi

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK (TAKE HOME TEST ) Kondisi Akustik Ruang Kuliah ITB Oktagon 9026

PENERAPAN SISTEM AKUSTIK PADA RUANG AUDITORIUM BALAI SIDANG DI SURAKARTA

Take Home Test Akustik TF3204 Laporan Kondisi Ruangan Aula Barat ITB

UTS TF AKUSTIK Laporan Pengamatan Gedung Aula Barat

Pengukuran Transmission Loss (TL) dan Sound Transmission Class (STC) pada Suatu Sampel Uji

PENGUKURAN ABSORPSI BAHAN ANYAMAN ENCENG GONDOK DAN TEMPAT TELUR DENGAN METODE RUANG AKUSTIK KECIL

Desain Akustik Ruang Kelas Mengacu Pada Konsep Bangunan Hijau

Ujian Tengah Semester. Akustik TF Studi Analisis Kualitas Akustik Pada Masjid Salman ITB

LAPORAN PENGAMATAN SUBJEKTIF AKUSTIK Ruang Serba Guna (GSG Mesjid Salman) Oleh : Yatrizal ( )

[ANALISIS JUDGMENT SUBJEKTIF KUALITAS AKUSTIK GEDUNG TEATER TERTUTUP DAGO TEA HOUSE]

PENILAIAN KUALITATIF KONDISI AKUSTIK RUANG KONFERENSI ASIA AFRIKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

UTS TF-3204 Akustik / Parulian F

Evaluasi Kondisi Akustik di Gedung Konferensi Asia Afrika

KAJIAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP AKUSTIK STUDI KASUS: RUANG AUDITORIUM MULTIFUNGSI GEDUNG P1 DAN P2 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

MAKALAH UNTUK MEMENUHI NILAI UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH TF-3204 AKUSTIK

Akustik. By: Dian P.E. Laksmiyanti, ST. MT

ANALISA AKUSTIK RUANG KULIAH 9222 GKU TIMUR ITB UTS TF 3204-AKUSTIK. Disusun Oleh: Suksmandhira H ( )

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Penilaian Karakteristik Akustik Bangunan. Masjid Salman ITB

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH LAY OUT BANGUNAN DAN JENIS MATERIAL SERAP PADA KINERJA AKUSTIK RUANG KELAS SEKOLAH DASAR DI SURABAYA TITI AYU PAWESTRI

DESAIN AKUSTIK RUANG KELAS MENGACU PADA KONSEP BANGUNAN HIJAU

PENGAMATAN AKUSTIK CIWLAK XXI LOUNGE Oleh : Imanda Aryaganda / Mata kuliah : Akustik TF-3204 Dosen : Joko Sarwono Kelas : Ganjil

Analisis Karakteristik Akustik Pada Ruang Peribadatan Masjid : Studi Kasus Masjid Istiqamah

UTS TF-3204 AKUSTIK PENILAIAN DAN OBSERVASI RUANG TVST C ITB

LATAR BELAKANG UTS TF AKUSTIK [NARENDRA PRATAKSITA ]

Analisis Kualitatif Ruang Kuliah TVST B dan TVST A

PERANCANGAN AKUSTIK RUANG MULTIFUNGSI PADA TEATER A ITS DENGAN DESAIN MODULAR

EVALUASI KONDISI AKUSTIK BANGUNAN KOST STUDI KASUS KOST DI JALAN CISITU LAMA NO. 95/152C

PENILAIAN KUALITATIF AKUSTIK GEDUNG TEATER TERTUTUP TAMAN BUDAYA JAWA BARAT (DAGO TEA HOUSE)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Ruth Connie Rajagukguk, Finarya Legoh

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK ANALISIS SUBJEKTIF RUANGAN XXI LOUNGE CIWALK

2. Dasar Teori 2.1 Pengertian Bunyi 2.2 Sumber bunyi garis yang tidak terbatas ( line source of infinite length

1.1. Latar Belakang Setiap ruangan harus memiliki 3 aspek yang harus diperhatikan, akustik, thermal dan pencahayaan. Aspek-aspek ini memiliki

BAB I PENDAHULUAN. pembahasan Tugas Akhir yang berjudul Penilaian Kualitas Akustik Auditorium

ELEMEN ESTETIS. Topeng Cepot pada Dinding. Ukiran pada partisi

BAB II PARAMETER PARAMETER AKUSTIK RUANGAN

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH

BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN

KONSEP DESAIN Konsep Organisasi Ruang Organisasi Ruang BAB III

PENGARUH BENTUK PLAFON TERHADAP WAKTU DENGUNG (REVERBERATION TIME)

AUDITORIUM MUSIK KLASIK DI BANDUNG

BAB V HASIL RANCANGAN

Perbaikan Kualitas Akustik Lapangan Futsal Indoor Pertamina ITS Menggunakan Panel Akustik Gantung

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi telah memberikan manfaat yang besar terhadap

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

KEMAMPUAN PEREDAMAN SUARA DALAM RUANG GENSET DINDING BATA DILAPISI DENGAN VARIASI PEREDAM YUMEN

BAGIAN III : AKUSTIK

Dapat dipasang di dinding, langit-langit dengan cara disemen pada penunjang padat, dibor atau dipaku seusai petunjuk pabrik

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

Penilaian Subjektif Kondisi Akustik di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta

APLIKASI VARIABEL PENYERAP BUNYI SEDERHANA UNTUK WAKTU DENGUNG FREKUENSI MENENGAH ATAS PADA AUDITORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UGM

PEMBUATAN ALAT UKUR DAYA ISOLASI BAHAN

PENILAIAN KARAKTERISTIK AKUSTIK PADA TEATER TERTUTUP TAMAN BUDAYA (DAGO TEA HOUSE)

Analisis Kebocoran Bunyi pada Ruang Mini Pengukuran Transmission Loss pada Pita 1/3 Oktaf Dengan Menggunakan Sound Mapping

Transkripsi:

TF4041- TOPIK KHUSUS A UPI s Amphitheatre Building OLEH: Laksmana Hanif Nugroho - 13310097 PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Kebutuhan untuk belajar telah menjadi kebutuhan yang umum dewasa ini, pendidikan bukan lagi sekedar hak bagi golongan tertentu saja, seperti orang- orang kaya ataupun golongan muda dari bangsa penjajah. Dan pendidikan bagi generasi muda Indonesia merupakan hal yang penting, mengingat bangsa ini memerlukan sumber daya manusia yang cakap dan handal dalam membangun masyarakat dari berbagai aspek, baik itu aspek ekonomi, teknologi, sosial, budaya, keamanan ataupun aspek- aspek lainnya. Maka, sebuah ruang yang dapat digunakan banyak orang untuk belajar adalah keharusan, khususnya mengingat jumlah generasi muda Indonesia yang membutuhkan pendidikan tidak sedikit. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang akustik ruang kelas, khususnya kelas dengan kapasitas murid atau pendengar dalam jumlah banyak. Jika akustik ruangan yang digunakan sebagai ruang kelas buruk, hal ini dapat berpengaruh terhadap aspek- aspek berikut yang kurang dari pendengar atau mahasiswa: 1. Pemahaman terhadap informasi dalam suara 2. Kemampuan membaca dan mengeja 3. Perilaku di dalam ruang kelas 4. Perhatian yang diberikan pada sang pemberi materi (atau dosen) 5. Konsentrasi 6. Pencapaian akademik [1] Dan hal ini bahkan dapat memperburuk pemahaman yang dimiliki murid dengan beberapa masalah atau disabilitas seperti: 1. Kemampuan mendengar yang kurang atau tidak baik 2. Pendengaran yang terganggu sementara 3. Disabilitas dalam belajar 4. Kekurangan dalam memproses informasi auditori 5. Murid dengan bahasa induk yang berbeda dengan bahasa yang digunakan pembicara 6. Penundaan suara atau bahasa 7. Kesulitan memberikan perhatian [1] Salah satu ruangan, atau tepatnya bangunan, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah Gedung Amphitheatre Universitas Pendidikan Indonesia. Ruangan utama gedung ini dikatakan dapat memfasilitasi hingga 500 orang peserta seminar atau mahasiswa yang akan mendengarkan pelajaran, terkait interaksi yang berlangsung apakah hanya interaksi searah yang kualitasnya baik ataukah interaksi dua arah sama baiknya juga saya sempat periksa dengan percobaan sederhana bersama teman saya dari UPI. Selain ruangan ini, gedung ini hanya memiliki toilet dan koridor. Sehingga dapat dikatakan bahwa gedung tersebut merupakan gedung yang khusus dibuat untuk memenuhi kebutuhan seminar atau ruang kelas tersebut.

Tampak Ruang Gedung Amphitheater dari Belakang Ruangan Ruangan yang luas ini memiliki 4 buah speaker yang diatur agar suara dari microphone dapat didengar dengan jelas, dimana dua buah speaker terletak di sebelah kiri kursi pendengar, dan dua buah speaker terletak di sebelah kanan kursi pendengar. Lokasi Speaker dalam Ruang Amphitheatre UPI

Speaker yang Digunakan pada Ruang Amphitheatre UPI Selain itu, langit- langit di dalam ruangan ini juga diatur agar berundak- undak sedemikian rupa, sebagaimana yang umum kita lihat pada Ruang Kelas Topik Khusus A, yaitu Ruang Seminar TF 2. Hal ini akan membantu sang pembicara dalam mengarahkan suaranya ke para pendengar, karena suara yang mengarah ke atas akan dipantulkan ke arah telinga pendengar. Langit- langit Ruangan Amphitheatre UPI Selain itu, saya juga melakukan percobaan dengan teman saya dari UPI tersebut, dimana saya berdiri di panggung dan teman saya berdiri di dekat pintu di belakang ruangan, seperti yang terlihat pada gambar diatas. Kemudian kami saling bersahut- sahutan, kemudian bertukar posisi dan mengulang perilaku yang sama. Hasilnya, mengeluarkan sahutan dari atas panggung yang terdengar sampai ke belakang ruangan lebih mudah daripada mengeluarkan sahutan dari belakang ruangan dan terdengar sampai atas panggung.

Hal ini menunjukkan bahwa di atas panggung merupakan posisi yang tepat untuk menjadi sumber suara, dan sebagai pendengar yang ingin bertanya, diperlukan usaha sedikit lebih keras atau bantuan dari microphone dan sound system agar dapat menyampaikan pertanyaan pada pembicara. Hal berikutnya yang akan dibahas adalah gangguan dalam akustik ruang. Dalam ruang kelas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar pendengar dapat menerima informasi dengan baik [2], yaitu: 1. Ambient Noise Ambient Noise adalah noise atau suara gangguan yang terdengar sebagai suara latar, dapat berasal dari dalam ruangan ataupun luar ruangan. Dalam hal ini, saat saya berada di ruangan itu kondisi di luar ruangan sedang sepi. Saya memang tidak melakukan pengukuran terhadap berapa db suara di ruangan tersebut saat sepi, namun bunyi hujan yang agak deras tidak terlalu terdengar dari dalam ruangan. Selain itu, perlengkapan elektronik yang menyala waktu itu seperti lampu yang berada di ruangan tersebut juga tidak memberikan suara yang mengganggu. Hal yang tidak dapat dipastikan adalah interaksi antar pendengar di dalam ruangan dan perlengkapan elektronik yang saat itu tidak dinyalakan, seperti laptop dan proyektor. 2. Reverberation Reverberation adalah dengung yang dihasilkan saat ada suara yang dibunyikan di dalam ruangan tersebut. Dalam ruang tersebut, saya memang tidak melakukan pengukuran pasti terhadap berapa waktu dengungnya, karena saat itu saya juga tidak membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk merekam ataupun software seperti Yoshimasa yang diperlukan untuk mengolah data. Namun dari pendengaran saya dan teman saya saat ruangan tersebut kosong, suara yang sampai ke telinga kami jelas. 3. Signal to Noise (SNR) Ratio Signal to Noise (SNR) Ratio pada dasarnya adalah seberapa keras suara sang pembicara, jika dibandingkan dengan berbagai noise yang ada di dalam ruangan tersebut. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dari apa yang ditangkap pendengar. Khususnya jika pendengarnya merupakan anak- anak yang belum mengerti suara mana yang perlu difokuskan untuk didengarkan, dan mudah terdistraksi oleh suara- suara yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, posisi duduk pendengar juga berpengaruh, sebagaimana hukum inverse square law yang berlaku.

Skema Inverse Square Law [2] Tebal berikut mencakup berbagai standar yang diterapkan oleh beberapa standar yang ada dalam dunia akustik di ruang kelas Tabel Standar Komponen Akustik di Ruang Kelas [2] Namun, untuk meningkatkan kejelasan suara atau akustik di ruang kelas demi ketersampaian materi yang lebih baik, ada beberapa hal yang dapat dimodifikasi [3], yaitu: 1. Modifikasi Eksternal Dalam hal ini, modifikasi eksternal berfungsi sebagai penyerap atau pengendali noise yang berasal dari luar ruangan, khususnya jika kita mengetahui arah bangunan atau lokasi yang potensial untuk menjadi sumber noise yang dapat mengganggu keberlangsungan proses belajar. Modifikasi tersebut tidak hanya berasal dari bentuk bangunan saja, bisa juga dengan meletakkan gundukan tanah atau menanam pepohonan untuk mengurangi pengaruh noise. Karena saat itu tidak ada noise dari luar selain hujan, maka saya tidak bisa berkomentar banyak dalam hal ini, karena saya tidak tahu dari bagian mana noise eksternal yang signifikan timbul. 2. Langit- langit Langit- langit merupakan cara paling efektif untuk menyerap noise berfrekuensi sedang atau tinggi. Selain itu langit- langit yang diatur dengan baik juga dapat mengarahkan atau memfokuskan suara ke tempat yang diinginkan sang perancang. Dalam hal ini, langit- langit berundak yang digunakan telah baik dalam memastikan ketersampaian suara hingga ke belakang ruangan, dan hal ini juga belum mempertimbangkan speaker yang digunakan.

3. Lantai Selain langit- langit, lantai juga bisa dimodifikasi. Misalnya dengan meletakkan karpet untuk meredam noise berfrekuensi tinggi dari suara atau pergerakan pendengar atau furniture dan perlengkapan yang ada di dalam ruangan. Ruangan ini menggunakan ubin yang umum ditemukan, dan jika noise internal dari interaksi antar pendengar dan perlengkapan elektronik masih berada pada level dibawah kerasnya suara yang dikeluarkan pembicara, maka tidak masalah menggunakan lantai ini. 4. Jendela Jenis jendela yang digunakan juga akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berapa banyak suara yang masuk, serta berapa banyak cahaya matahari dan panas yang ditransmisikan sehingga dapat menentukan apakah perlengkapan seperti Air Conditioner yang mengeluarkan noise akustik perlu digunakan atau tidak. Dan saya juga tidak bisa berkomentar banyak karena saya tidak mengetahui sumber noise yang umum dari luar sehingga saya tidak tahu apakah lokasi jendela di tempat seperti itu sudah tepat atau belum. Namun jika dinilai dari noise hujan yang tersebar merata di sekeliling ruangan, saya tidak melihat adanya masalah. 5. Pintu dan Dinding Pintu dan dinding dengan permukaan yang reflektif atau memantulkan suara dapat diatur dengan beberapa cara, seperti dengan membuat permukaannya tidak rata dan menjadikannya diffuser yang menyebarkan suara ke segala arah, memberi tambahan gorden untuk meningkatkan kemampuan menyerap suara noise dan mengurangi waktu dengung, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, saya juga tidak melihat ada masalah dari material kayu yang umum digunakan sebagai fondasi ruangan tersebut. 6. Penataan Tempat Duduk dan Furnitur Tubuh manusia memiliki permukaan yang menyerap suara. Merancang tempat duduk dengan mempertimbangkan atau mensimulasikan kondisi ruang dalam keadaan penuh akan sangat membantu dalam kejelasan akustik yang diterima seluruh ruang. Selain itu, beberapa furniture seperti jam dinding juga dapat memberikan noise tambahan sendiri bagi ruangan. Karena saat saya datang ruangan dalam keadaan kosong, suara terdengar jelas dari depan ke belakang, tapi saya juga belum mengetahui apakah semudah itu berkomunikasi saat ruangan sedang penuh. 7. Ventilasi Sistem HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning) merupakan sumber noise yang lumayan signifikan, karena itu harus diletakkan sejauh mungkin dari pendengar atau perlengkapan elektronik yang dapat terkena pengaruh. Namun dalam ruangan ini, kelihatannya Ventilating yang digunakan telah baik, sebab saya tidak melihat adanya Air Conditioner di dalam ruangan. Hal ini sangat membantu dalam menjaga level ambient noise di dalam ruangan tetap rendah.

8. Pencahayaan Beberapa luminer mengeluarkan noise yang konstan, baik dari segi ballast ataupun komponen lainnya. Noise dapat dikurangi dengan meletakkan lampu di dalam rumah (seperti celah khusus untuk lampu) di dalam langit- langit, yang dalam gedung ini telah dilakukan dengan memanfaatkan undakan yang ada di langit- langit. 9. Area dengan Tujuan Tertentu Daerah seperti lokasi papan mading atau rak buku juga dapat diposisikan sedemikian rupa untuk mengurangi waktu dengung ruangan serta menghalangi noise dari beberapa sumber di dalam ruang kelas seperti AC. Namun, di dalam ruangan ini hanya ada area pembicara di atas panggung dan area pendengar di bawah panggung, tidak ada area tertentu ataupun furniture yang dapat dirancang untuk menghambat noise. Meskipun memang saat kami datang pun tidak ada sumber noise yang terlihat signifikan, mungkin karena belum ada proyektor atau interaksi antar pendengar. Yang jelas, ada baiknya jika kita dapat merancang sebuah ruangan dengan akustik yang efektif dalam menyampaikan materi, khususnya bagi pendengar dalam jumlah banyak dengan mengetahui semua hal ini. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan dan dilakukan, dan pekerjaan seperti tugas membangun bangsa akan lebih mudah dibereskan jika orang- orang yang terlibat memiliki kapasitas dan ilmu yang memadai dalam melakukannya, bukan?

Daftar Pustaka [1] http://www.asha.org/public/hearing/classroom- Acoustics/ [2] http://www.classroomhearing.org/acoustics.html [3] http://web.mnstate.edu/slhs/clinics/apd/modificationsthatimproveclassrooma coustics.dot