KAJIAN EKONOMI REGIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KATA PENGANTAR. Palangka Raya, November 2011 BANK INDONESIA PALANGKA RAYA. Amanlison Sembiring Pemimpin

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA

Kajian. Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Tengah

ii Triwulan I 2012

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2012

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI ACEH

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Kajian Ekonomi Regional Banten

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan IV-2012

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi

PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DAERAH PROVINSI BENGKULU

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA WILAYAH IX

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI BENGKULU

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI BENGKULU

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR)

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI JAWA BARAT

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL

Triwulan III Kajian Ekonomi Regional Banten

BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

Laporan Perkembangan Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta Triwulan I 2014

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2012

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI BENGKULU

BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo

Kajian Ekonomi & Keuangan Regional Triwulan III 2014

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN DI ACEH

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO ACEH

P D R B 7.24% 8.50% 8.63% 8.60% 6.52% 3.05% -0.89% Sumber : BPS Kepulauan Riau *) angka sementara **) angka sangat sementara

BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA TRIWULAN II Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo

Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Kalimantan Tengah

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO ACEH

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI JAWA BARAT

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013

Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2011 Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI JAWA BARAT

Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI JAWA BARAT

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DAERAH PROVINSI BENGKULU

KATA PENGANTAR. Kendari, 9 Agustus 2011 BANK INDONESIA KENDARI. Sabil Deputi Pemimpin

L A M P I R A N. Kantor Bank Indonesia Ambon 1 PERTUMBUHAN TAHUNAN (Y.O.Y) PDRB SEKTORAL

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2014 Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL Daftar Isi

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional

Ringsek KER Zona Sumbagteng Tw.I-2009 Ekonomi Zona Sumbagteng Melambat Seiring Dengan Melambatnya Permintaan Domestik

Daftar Isi. Kata Pengantar... i Daftar Isi...ii Daftar Tabel...iv Daftar Grafik... v Daftar Lampiran... vii Tabel Indikator Ekonomi Terpilih

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan IV-2012

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI ACEH. Triwulan III 2015

No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN II-2011

BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo

KATA PENGANTAR. Palangka Raya, November 2012 KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. Muhamad Nur Kepala Perwakilan

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO ACEH

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN IV/2012 DAN TAHUN 2012

PAPARAN BANK INDONESIA RAKORDAL TW II 17. Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah

LAPORAN LIAISON. Triwulan I Konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 diperkirakan masih tumbuh

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011

Transkripsi:

KAJIAN EKONOMI REGIONAL Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 Bank Indonesia Palangka Raya

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat Nya sehingga Kajian Ekonomi Regional (KER) Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 ini dapat diselesaikan. KER disusun selain untuk memenuhi kebutuhan internal Bank Indonesia, juga untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal mengenai berbagai informasi yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia di bidang Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran. Selain itu, dalam laporan ini dikaji pula halhal lain yang terkait dengan perkembangan perekonomian meliputi perkembangan keuangan daerah dan ketenagakerjaan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya, kami menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyediaan data dan informasi yang diperlukan bagi kajian ini. Hubungan yang baik ini diharapkan dapat ditingkatkan lagi di masa yang akan datang. Masukan dari berbagai pihak akan sangat membantu guna lebih meningkatkan kualitas kajian sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengguna kajian ini. Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah selalu melimpahkan ridhonya dan memberikan kemudahan kepada kita semua dalam upaya meningkatkan kinerja. Palangka Raya, Agustus 2011 BANK INDONESIA PALANGKA RAYA Amanlison Sembiring Pemimpin Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GRAFIK... v RINGKASAN EKSEKUTIF... vii INDIKATOR PEREKONOMIAN REGIONAL KALIMANTAN TENGAH... xi 1. BAB I PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL... 1 1.1. Gambaran Umum... 1 1.2. Sisi Permintaan... 2 1.2.1. Konsumsi... 2 1.2.2. Investasi... 4 1.2.3. EksporImpor... 6 1.3. Sisi Penawaran... 7 1.3.1. Sektor Ekonomi Dominan... 8 1.3.2. Sektor Ekonomi Non Dominan... 11 2. BAB II PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH... 17 2.1. Gambaran Umum... 17 2.1.1. Sisi Penawaran... 18 2.1.2. Sisi Permintaan... 19 2.1.3. Ekspektasi Masyarakat... 19 2.2. Inflasi Bulanan (mtm)... 20 2.3. Inflasi Triwulanan (qtq)... 24 2.4. Inflasi Tahunan (yoy) dan Inflasi Tahun Kalender (ytd)... 25 2.5. Indikator Survei Bank Indonesia... 26 3. BAB III PERKEMBANGAN PERBANKAN DAERAH... 30 3.1. Gambaran Umum... 30 3.2. Perkembangan Kelembagaan... 30 3.3. Perkembangan Aset... 31 3.4. Perkembangan Dana Pihak Ketiga... 32 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 ii

3.5. Perkembangan Penyaluran Kredit... 34 3.6. Perkembangan Penyaluran Kredit UMKM... 37 3.7. Perkembangan Suku Bunga Perbankan... 38 4. BAB IV PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH... 40 4.1. Gambaran Umum... 40 4.2. Perkembangan Pendapatan Daerah... 40 4.3. Perkembangan Belanja Daerah... 41 4.4. Pelaksanaan Proyek Infrastruktur Provinsi Kalimantan Tengah... 41 5. BAB V PERKEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN... 42 5.1. Gambaran Umum... 42 5.2. Transaksi Pembayaran Tunai... 42 5.2.1. Penyediaan Uang Layak Edar... 43 5.2.2. Penemuan Uang Palsu... 43 5.2.3. Kas Titipan di Sampit... 44 5.3. Transaksi Keuangan Secara Non Tunai... 45 5.3.1. Transaksi Keuangan dengan Kliring... 45 5.3.2. Transaksi Keuangan dengan Real Time Gross Settlement (RTGS)... 46 6. BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT... 47 6.1. Gambaran Umum... 47 6.2. Perkembangan Angkatan Kerja, Tenaga Kerja dan Pengangguran... 47 6.3. Nilai Tukar Petani... 50 7. BAB VII PERKIRAAN EKONOMI DAN INFLASI DAERAH... 51 7.1. Perkiraan Ekonomi Daerah... 51 7.2. Perkiraan Inflasi... 52 7.3. Informasi Strategis... 53 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 iii

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB sisi Permintaan (yoy)... 2 Tabel 1.2 Realisasi Investasi PMDN Kalimantan Tengah... 5 Tabel 1.3 Realisasi Investasi PMA Kalimantan Tengah... 5 Tabel 1.4 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Sektor Penggunaan... 7 Tabel 1.5 Angka Produksi Pertanian Kalimantan Tengah... 8 Tabel 2.1 Perkembangan Harga di Kota Palangka Raya... 18 Tabel 2.2 Perkembangan Harga di Kota Sampit... 19 Tabel 2.3 Perkembangan Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran... 20 Tabel 2.4 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi April 2011... 22 Tabel 2.5 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi Mei 2011... 23 Tabel 2.6 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi Juni 2011... 24 Tabel 2.7 Perkembangan Inflasi Triwulanan Menurut Kelompok Pengeluaran... 24 Tabel 2.8 Perkembangan Inflasi Tahunan (yoy) Menurut Kelompok Pengeluaran... 25 Tabel 2.9 Perkembangan Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran... 26 Tabel 3.3.1 Perkembangan Kelembagaan Perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah... 31 Tabel 3.2 Dana Pihak Ketiga Menurut Kab/Kota Kalteng Triwulan II2011 (Rp Juta)... 33 Tabel 3.3 Penyaluran Kredit Penggunaan Per Kota/Kabupaten (Rp Juta)... 35 Tabel 3.4 Penyaluran Kredit Sektoral Per Kota/Kabupaten (Rp Juta)... 35 Tabel 4.1 Realisasi Anggaran Pendapatan Kalimantan Tengah (s.d. Juni 2011)... 40 Tabel 4.2 Realisasi Anggaran Belanja Kalimantan Tengah (s.d. Juni 2011)... 41 Tabel 4.3 Pembiayaan Proyek Utama 2011... 41 Tabel 6.1 Angkatan Kerja (orang)... 48 Tabel 6.2 Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Tengah... 50 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 iv

DAFTAR GRAFIK Grafik 1.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah (yoy)... 1 Grafik 1.2 IKK dan IKE Survei Konsumen... 3 Grafik 1.3 Ketepatan Waktu Pembelian Barang dan Jasa... 3 Grafik 1.4 NTP Kalteng... 3 Grafik 1.5 Penjualan Kendaraan Bermotor... 3 Grafik 1.6 Perbandingan Pertumbuhan Konsumsi BBM RT... 3 Grafik 1.7 Belanja Pemerintah... 3 Grafik 1.8 Pertumbuhan Investasi dan PDRB (yoy)... 4 Grafik 1.9 Komposisi Proses Usaha Investasi PMDN... 5 Grafik 1.10 Komposisi Proses Usaha Investasi PMA... 5 Grafik 1.11 Realisasi Investasi SKDU... 5 Grafik 1.12 Pertumbuhan Nilai Ekspor Impor Kalteng... 6 Grafik 1.13 Pertumbuhan Volume Ekspor... 6 Grafik 1.14 Pangsa Negara Tujuan Ekspor Kalteng... 6 Grafik 1.15 Laju Pertumbuhan dan Kontribusi Sektor Pertanian (yoy)... 9 Grafik 1.16 Kapasitas Produksi Sektor Pertanian... 9 Grafik 1.17 Pertumbuhan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran... 10 Grafik 1.18 PDRB Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Pertumbuhan Kredit... 10 Grafik 1.19 Saldo Bersih Tertimbang... 10 Grafik 1.20 SBT Situasi Bisnis Perusahaan di Sektor PHR... 10 Grafik 1.21 PDRB Pertambangan dan Kredit Lokasi Proyek Pertambangan... 11 Grafik 1.22 Produksi Batu Bara Kalteng... 11 Grafik 1.23 Saldo Bersih Tertimbang Sektor Pertambangan... 11 Grafik 1.24 PDRB dan Kredit Sektor Industri Pengolahan... 12 Grafik 1.25 Perbandingan Pertumbuhan Konsumsi BBM Industri dan PDRB Industri... 12 Grafik 1.26 Kapasitas Produksi Sektor Industri Pengolahan... 12 Grafik 1.27 Saldo Bersih Tertimbang Sektor Industri Pengolahan... 12 Grafik 1.28 Arus Penumpang Bandara... 13 Grafik 1.29 Laju Pertumbuhan dan Kredit Pengangkutan dan Komunikasi (yoy)... 13 Grafik 1.30 Saldo Bersih Tetap Sektor Pengangkutan dan Komunikasi... 13 Grafik 1.31 Laju Pertumbuhan PDRB dan Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Jasa (yoy)... 14 Grafik 1.32 Laju Pertumbuhan Sektor dan Pertumbuhan Kredit (yoy)... 14 Grafik 1.33 Saldo Bersih Tetap Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan... 14 Grafik 1.34 Pelabuhan Ekspor Komoditas Provinsi Kalimantan Tengah... 15 Grafik 2.1 Perkembangan Inflasi Kalimantan Tengah (yoy)... 17 Grafik 2.2 Perbandingan Inflasi Kalteng dan Inflasi Nasional... 17 Grafik 2.3 Perkembangan Inflasi Kota Palangka Raya dengan Nasional (yoy)... 17 Grafik 2.4 Perkembangan Inflasi Kota Sampit dengan Nasional... 17 Grafik 2.5 Ekspektasi Harga 3 bulan y.a.d.... 20 Grafik 2.6 Perkiraan Harga Barang dan Permintaan 3 bulan y.a.d.... 20 Grafik 2.7 Inflasi mtm Palangka Raya dan Sampit... 20 Grafik 2.8 Andil Inflasi Palangka Raya... 21 Grafik 2.9 Andil Inflasi Sampit April 2011... 21 Grafik 2.10 Andil Inflasi Palangka Raya... 22 Grafik 2.11 Andil Inflasi Sampit Mei 2011... 22 Grafik 2.12 Andil Inflasi Palangka Raya... 23 Grafik 2.13 Andil Inflasi Sampit... 23 Grafik 2.14 Inflasi Tahunan Palangka Raya dan Sampit... 25 Grafik 2.15 Trend Inflasi Palangka Raya dan Indikator Distribusi Permintaan SPE... 27 Grafik 2.16 Trend Inflasi Sampit dan Indikator Distribusi Permintaan SPE... 27 Grafik 2.17 Trend Inflasi Kalteng (mtm) dan Indikator Harga Umum SK... 27 Grafik 2.18 Trend Inflasi Kalteng (yoy) dan Indikator Harga Umum SK... 27 Grafik 2.19 SBT SKDU Indikator Harga Jual... 27 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 v

Grafik 2.20 Boks 1. Harga Minyak Dunia... 28 Grafik 2.21 Konsumsi Minyak Subsidi dan Non Subsidi... 28 Grafik 3.1 Share Aset Perbankan Kabupaten/Kota Terhadap Kalimantan Tengah... 32 Grafik 3.2 Laju Pertumbuhan Giro, Tabungan dan Deposito Perbankan Kalteng (yoy)... 32 Grafik 3.3 Share Giro, Tabungan dan Deposito Perbankan Kalteng Triwulan II2011... 32 Grafik 3.4 Indikator Jumlah Tabungan... 33 Grafik 3.5 Saldo Bersih Likuiditas dan Rentabilitas Sektor Dunia Usaha... 33 Grafik 3.6 Perkembangan Fungsi Intermediasi Perbankan Kalimantan Tengah... 34 Grafik 3.7 Perkembangan Kredit Modal Kerja, Investasi dan Konsumsi (yoy)... 34 Grafik 3.8 Akses Kredit Sektor Usaha... 35 Grafik 3.9 Perkembangan Rasio NPL Perbankan dan Pertumbuhan Kredit (yoy)... 36 Grafik 3.10 Share NPL Menurut Penggunaan dan Sektoral triwulan II2011... 36 Grafik 3.11 Growth BIrate dan Suku Bunga Kredit Perbankan Kalimantan Tengah (yoy)... 39 Grafik 3.12 Growth BIrate dan Suku Bunga DPK Perbankan Kalimantan Tengah (yoy)... 39 Grafik 5.1. Perkembangan Outflow Transaksi... 42 Grafik 5.2 Perkembangan Inflow Transaksi Tunai... 42 Grafik 5.3. PTTB dan Rasio PTTB terhadap Inflow... 43 Grafik 5.4 PTTB dan Pertumbuhan PTTB (yoy)... 43 Grafik 5.5 Perkembangan Uang Palsu... 43 Grafik 5.6 Perkembangan Kas Titipan... 44 Grafik 5.7 Persentase Kas Titipan... 44 Grafik 5.8 Perbandingan Total Transaksi Non Tunai Kalteng dan Pertumbuhannya (yoy)... 45 Grafik 5.9 Perbandingan Total Transaksi Keuangan Kalteng dan Pertumbuhannya (yoy)... 45 Grafik 5.10 Perbandingan Jumlah Warkat dan Nilai Kliring Kalteng... 45 Grafik 5.11 Perbandingan Pertumbuhan Warkat dan Nilai Kliring... 45 Grafik 5.12 RTGS Keluar dan Masuk di Kalimantan Tengah yang tercatat RTGS Nasional... 46 Grafik 5.13 Perkembangan Total RTGS dan Pertumbuhannya (yoy)... 46 Grafik 6.1 Pertumbuhan Penduduk yang Bekerja dan Mencari Kerja... 48 Grafik 6.2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Pengangguran... 48 Grafik 6.3 Penduduk Bekerja Menurut Sektor Ekonomi... 49 Grafik 6.4 Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja... 49 Grafik 7.1 Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II2011 (yoy)... 51 Grafik 7.2 Indeks Harga Umum dan Ketersediaan Barang Jasa... 52 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 vi

RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN EKONOMI REGIONAL KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN II2011 Pertumbuhan ekonomi meningkat, kinerja perbankan tumbuh positif. Inflasi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya Gambaran Umum Perekonomian Kalimantan Tengah triwulan II2011 tumbuh sebesar 6,43% (yoy) 1 meningkat dibandingkan triwulan lalu (5,97%). Pada sisi permintaan, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat konsumsi pemerintah dan realisasi investasi, serta kinerja ekspor dan impor. Sementara itu, pada sisi penawaran, ekspansi yang terjadi pada sektor ekonomi dominan yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran dan sektor pertambangan dan penggalian menjadi faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan perekonomian Provinsi Kalteng. Inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit 2 triwulan II2011 masingmasing tercatat sebesar 7,22% (yoy) dan 6,61% (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 8,13% dan 8,55%. Kinerja perbankan masih tumbuh positif. Aset perbankan tumbuh 48,10% (yoy). Dana yang dihimpun dari masyarakat (DPK) juga tumbuh 29,73% (yoy). Sementara itu, kredit yang disalurkan perbankan tumbuh mencapai 76,12% (yoy) yang mendorong Loans to Deposit Ratio (LDR) menjadi 94,24% (yoy). Lebih lanjut, Non Performing Loan (NPL) tergolong baik hanya 0,92%. Pada triwulan mendatang laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh 6,50 7,00% dan masih didukung oleh kegiatan konsumsi dan kegiatan investasi. Sementara itu, inflasi diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan laporan. 1 Laju pertumbuhan dihitung menurut harga konstan tahun 2000 2 Menurut rilis inflasi BPS dengan tahun dasar baru (2007) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 vii

Pertumbuhan dipengaruhi oleh investasi dan konsumsi pemerintah. Dari Sisi Sektoral dipengaruhi peningkatan di sektor PHR dan Jasajasa Perkembangan Ekonomi Makro Regional Peningkatan perekonomian Kalteng pada triwulan II2011 terutama dipengaruhi oleh realisasi investasi yang tercermin dari peningkatan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dari 13,64% di triwulan I2011 menjadi 17,42% (yoy). Disamping itu, konsumsi pemerintah juga menjadi faktor pendorong, ditunjukkan dari pertumbuhan sebesar 9,74% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (8,29%). Lebih lanjut, kontribusi ekspor dan impor masingmasing tumbuh 14,52% dan 28,65%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (14,46% dan 26,11%). Ditinjau dari sisi sektoral, peningkatan perekonomian Kalteng pada triwulan II2011 didorong oleh kinerja sektor dominan yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), serta sektor jasajasa masingmasing berkontribusi 0,13%, 1,10%, dan 0,87%. Ditambah lagi dengan meningkatnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor keuangan, persewaan dan jasa dengan kontribusi masingmasing sebesar 2,43% dan 0,80% menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kalteng di triwulan laporan. Inflasi Kalteng tercatat 6,95% (yoy). Inflasi Palangka Raya 7,22% dan Inflasi Sampit 6,61% Lebih rendah dibandingkan triwulan lalu Perkembangan Inflasi Daerah Inflasi tahunan Kalteng yang merupakan gabungan dari Kota Palangka Raya dan Sampit pada triwulan II2011 sebesar 6,95% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan I2011 yang tercatat sebesar 8,31%. Sejalan dengan inflasi tahunan Kalteng, berdasarkan kota yang dihitung inflasinya, laju inflasi masingmasing Kota Palangka Raya dan Sampit pada triwulan II 2011 sebesar 7,22% dan 6,61% (yoy) juga lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (8,13% dan 8,55%). Aset tumbuh 38,23%, DPK tumbuh 18,83,% Kredit tumbuh 59,45% Perkembangan Perbankan Daerah Perkembangan kelembagaan menunjukkan kenaikan pada triwulan laporan antara lain: PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. membuka 4 (empat) Danamon Simpan Pinjam (DSP) yaitu di Pangkalan Bun, Puruk Cahu dan Sampit yaitu DSP Pasar Indra Kencana, DSP Pasar Puruk Cahu, DSP Pasar Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 viii

Beringin, dan DSP Pasar Keramat. Pertumbuhan aset perbankan tercatat 48,10% (yoy) menjadi Rp16.172,48 miliar, meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (38,23%). Sejalan dengan pertumbuhan aset, dana yang dihimpun dari masyarakat (DPK) tumbuh sebesar 29,73% (yoy) menjadi Rp11.505,45 miliar meningkat dari triwulan sebelumnya (18,83%). Sementara itu, nilai kredit yang disalurkan perbankan di Kalteng mengalami pertumbuhan lebih tinggi bila dibandingkan dengan DPK mencapai 76,12% (yoy) menjadi Rp10.842,62 miliar meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (59,45%). Selanjutnya, efektivitas fungsi intermediasi perbankan yang terlihat dari perkembangan rasio kredit terhadap DPK atau Loans to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 94,24% (yoy) sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (95,48%). Peran serta perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM melalui penyaluran kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 25,62% (yoy) menjadi Rp6.212,55 miliar lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (29,25%). Realisasi Pendapatan 53,07%. Realisasi Belanja 10,30%. Perkembangan Keuangan Daerah Pada triwulan II2011, realisasi pendapatan pemerintah berdasarkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Daerah adalah 53,07% sedangkan realisasi belanja sebesar 10,30%. Secara tahunan, inflow dan outflow mengalami peningkatan Perkembangan Sistem Pembayaran Pertumbuhan secara tahunan dari total transaksi pembayaran tunai dan non tunai di Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan II2011 mengalami peningkatan. Pada sistem pembayaran tunai, aliran uang masuk (inflow) dan aliran uang keluar (outflow) masingmasing tumbuh sebesar 15,81% dan 49,45% (yoy). Sedangkan untuk transaksi pembayaran non tunai, total nilai transaksi kliring dan RTGS selama triwulan II2011 mencapai Rp3.644,68 miliar atau meningkat 14,24% (yoy). Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 ix

Laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan 6,50% 7,00%. Inflasi Palangka Raya 5,39+1% dan Sampit 5,80+1% Perkiraan Ekonomi dan Inflasi Perkiraan Ekonomi Triwulan III2011 perekonomian Kalimantan Tengah diperkirakan tetap tumbuh pada kisaran 6,50% 7,00% (yoy). Pertumbuhan ini terutama didukung oleh meningkatnya kegiatan konsumsi rumah tangga dan kegiatan investasi Perkiraan Inflasi Laju inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit pada triwulan III2011 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan II2011 masingmasing sebesar 5,39% + 1% dan 5,80% + 1% (yoy). Dengan demikian, inflasi Kalteng pada triwulan III2011 diperkirakan sebesar 5,57 + 1% (yoy). Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 x

INDIKATOR PEREKONOMIAN REGIONAL KALIMANTAN TENGAH I N D I K A T O R 2009 2010 Tw. II Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II I. MAKRO REGIONAL 1 Indeks Harga Konsumen Kota Palangka Raya 114.41 115.88 117.80 119.36 122.00 126.44 128.98 129.06 130.81 Kota Sampit 113.39 114.47 115.72 117.60 119.98 123.16 126.75 127.66 127.91 2 Laju Inflasi Tahunan (yoy %) Kota Palangka Raya 3.83 1.49 1.39 3.40 6.63 9.11 9.49 8.13 7.22 Kota Sampit 3.21 2.43 2.85 2.86 5.81 7.59 9.53 8.55 6.61 3 PDRB harga konstan (miliar Rp) 4,343.55 4,496.11 4,405.73 4,680.60 4,612.45 4,795.58 4,700.35 4,959.95 4,909.26 Pertanian 1,383.90 1,478.65 1,323.26 1,525.16 1,422.15 1,505.58 1,345.45 1,520.89 1,428.27 Pertambangan & Penggalian 410.71 403.40 413.20 438.03 434.17 460.89 485.44 549.91 546.32 Industri Pengolahan 350.74 354.26 355.55 363.97 370.25 371.82 378.73 355.98 381.85 Listrik, Gas dan Air Bersih 19.54 20.06 20.13 20.29 20.58 21.19 21.67 21.91 23.16 Bangunan 236.64 254.62 280.21 240.27 251.52 268.23 293.83 269.87 279.35 Perdagangan, Hotel dan Restoran 788.71 816.72 828.96 870.83 859.47 901.04 862.61 902.49 910.04 Pengangkutan dan Komunikasi 335.49 360.87 368.54 371.80 372.48 391.74 370.24 394.02 381.41 Keuangan, Persewaan dan Jasa 239.63 249.37 258.82 265.67 283.59 288.61 314.28 324.26 320.58 Jasa 578.19 558.16 557.06 584.57 598.25 586.50 628.09 620.63 638.27 4 Pertumbuhan PDRB (yoy % ) 5.47 5.40 5.06 6.33 6.19 6.66 6.69 5.97 6.43 5 Nilai Ekspor Nonmigas (USD ribu) 855.15 395.44 487.52 3,098.07 161.12 1,226.21 1,233.52 1,520.74 325.35 6 Volume Ekspor Nonmigas (ribu ton) 1,876.78 4,002.20 2,950.84 9,587.61 3,168.97 2,738.02 7,542.97 5,183.60 7,704.93 7 Nilai Impor Nonmigas (USD Juta) 175.52 155.81 157.12 322.65 161.12 281.71 395.77 420.78 181.86 8 Volume Impor Nonmigas (ribu ton) 10,152.99 14,857.11 5,663.14 23,417.35 8,342.76 8,644.31 12,775.86 7,450.83 3,396.07 II. BANK UMUM 1 Total aset (Rp miliar) 9,578.00 9,566.78 9,439.93 10,151.12 10,920.24 12,926.81 12,721.72 14,032.25 16,172.48 2 DPK (Rp miliar) 8,114.80 7,950.97 7,706.48 8,298.71 8,868.87 9,138.75 8,889.48 9,861.70 11,505.45 Tabungan (Rp miliar) 3,464.85 2,667.21 4,527.07 3,937.77 4,134.30 4,134.30 5,280.44 3,216.72 5,276.52 Giro (Rp miliar) 3,015.82 3,661.83 1,652.93 2,705.73 2,986.64 2,986.64 1,920.31 4,918.50 3,602.50 Deposito (Rp miliar) 1,634.13 1,621.93 1,526.48 1,655.21 1,747.93 1,747.93 1,688.73 1,726.48 2,626.43 3 Kredit (Rp miliar) berdasarkan lokasi proyek 9,593.55 10,484.58 11,167.86 12,301.70 13,642.43 15,976.56 15,834.57 19,271.12 18,123.47 Modal Kerja 1,921.43 2,161.65 2,205.78 3,124.99 2,862.97 3,657.54 3,587.37 3,636.93 4,047.67 Investasi 5,098.39 5,446.53 6,007.24 5,890.52 7,069.45 8,452.78 8,660.97 11,254.10 9,459.61 Konsumsi 2,573.72 2,876.40 2,954.83 3,286.20 3,710.01 3,866.24 3,586.22 4,380.09 4,616.19 LDR (%) 118.22 131.87 144.92 148.24 153.82 174.82 178.13 195.41 157.52 4 Kredit (Rp miliar) berdasarkan lokasi kantor bank 5,103.65 5,381.69 5,689.42 5,905.18 6,156.21 8,250.50 8,849.45 9,415.97 10,842.62 Modal Kerja 1,345.26 1,452.69 1,428.03 1,455.98 1,680.15 1,881.61 1,989.69 2,096.20 2,241.13 Investasi 1,292.47 1,301.92 1,425.45 1,457.78 1,242.43 2,975.06 3,308.58 3,602.21 4,616.08 Konsumsi 2,465.91 2,627.09 2,835.93 2,991.43 3,233.64 3,393.83 3,551.18 3,717.56 3,985.41 LDR (%) 62.89 67.69 73.83 71.16 69.41 90.28 99.55 95.48 94.24 5 Kredit Besar (>Rp5 Miiliar) (Rp miliar) 5,342.14 5,985.29 6,446.79 7,334.27 8,186.24 10,233.19 10,466.07 12,715.12 11,910.92 6 Kredit Modal Kerja 1,193.04 1,270.73 1,275.43 1,266.78 1,371.98 1,539.25 1,462.56 1,786.07 1,862.94 Mikro (sd Rp 50 juta) 191.80 206.75 208.56 163.79 193.80 188.67 146.32 178.69 186.38 Kecil (> Rp 50 juta Rp 500 juta) 449.31 486.38 434.05 420.92 511.78 594.95 533.49 651.50 679.54 Menengah (> Rp 500 juta Rp 5 miliar) 551.93 577.60 632.82 682.07 666.41 755.64 782.74 955.88 997.02 7 Kredit Investasi 353.67 355.81 354.71 415.80 381.76 352.33 375.31 458.33 364.30 Mikro (sd Rp 50 juta) 60.41 58.71 55.43 24.30 19.52 11.15 12.20 14.90 11.84 Kecil (> Rp 50 juta Rp 500 juta) 112.068 131.837625 122.42 134.93 131.54 122.28 128.56 157.00 124.79 Menengah (> Rp 500 juta Rp 5 miliar) 181.192 165.265 176.86 256.58 230.71 218.91 234.55 286.43 227.66 8 Kredit Konsumsi 2,704.70 2,872.74 3,090.93 3,284.85 3,702.45 3,851.78 3,530.63 4,311.60 3,985.31 Mikro (sd Rp 50 juta) 1,316.76 1,327.76 1,355.01 1313.892 1,394.74 1,373.30 1,249.01 1,525.29 1,409.86 Kecil (> Rp 50 juta Rp 500 juta) 1330.194 1492.837 1,680.89 1895.391 2,216.24 2,390.80 2,203.07 2,690.39 2,486.79 Menengah (> Rp 500 juta Rp 5 miliar) 57.746 52.149 55.02 75.57 91.47 87.68 78.55 95.92 88.66 9 Total MKM (Rp miliar) 4,251.41 4,499.28 4,721.07 4,967.44 5,456.19 5,743.36 5,368.50 6,556.01 6,212.55 III. 1 Angkatan Kerja 1,080,826 1,047,402 1,101,012 1,066,733 1,135,915 2 Bekerja 1,031,818 998,967 1,058,281 1,022,580 1,094,320 3 Tidak Bekerja 49,008 48,435 42,731 44,153 41,595 4 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 71.24 71.22 74.12 69.86 73.51 5 Tingkat Pengangguran Terbuka 4.59 4.62 3.88 4.14 3.66 2011 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 xi

Bab 1 Perkembangan Makro Regional BAB I Perkembangan Ekonomi Makro Regional 1. BAB I PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL 1.1. Gambaran Umum Perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) pada triw ulan II2011 tumbuh sebesar 6,43% (yoy) 3, meningkat dibandingkan triw ulan sebelumnya sebesar 5,97%. Dari sisi permintaan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi pemerintah dan realisasi investasi, serta kinerja ekspor dan impor. Secara tahunan, hanya konsumsi rumah tangga yang mengalami perlambatan pada triwulan laporan. Dari sisi penaw aran, pendorong pertumbuhan berasal dari sektor ekonomi yang dominan yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan perekonomian Kalteng. Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian menjadi sektor dengan ekspansi tertinggi pada triwulan ini. 5,100 5,000 4,900 4,800 4,700 4,600 4,500 4,400 4,300 4,200 4,100 4,000 I II III IV I II III IV I II 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 2009 2010 2011 Growth PDRB Kalteng Grafik 1.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah (yoy) Sumber: BPS Kalteng (Updated Release Triwulan II2011) 3 Laju pertumbuhan dihitung menurut harga konstan tahun 2000. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 1

Bab 1 Perkembangan Makro Regional 1.2. Sisi Permintaan Peningkatan perekonomian Kalteng pada triw ulan II2011 terutama dipengaruhi oleh realisasi investasi yang tercermin dari peningkatan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dari 13,64% di triw ulan I2011 menjadi 17,42% (yoy). Disamping itu, konsumsi pemerintah juga menjadi faktor pendorong, ditunjukkan dari pertumbuhan sebesar 9,74% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (8,29%). Lebih lanjut, kontribusi ekspor dan impor masingmasing tumbuh 14,52% dan 28,65%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (14,46% dan 26,11%). Tabel 1.1 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB sisi Permintaan (yoy) S E K T O R 2009 PERTUMBUHAN 2010 2011 2009 KONTRIBUSI 2010 2011 IV I II III IV I II IV I II III IV I II RUMAH TANGGA 2.87 3.56 3.76 5.39 5.94 6.64 6.04 1.39 1.65 1.79 2.51 2.82 3.00 2.81 PEMERINTAH 7.03 8.22 11.37 11.75 12.02 8.29 9.74 1.22 1.36 1.93 1.95 2.12 1.39 1.73 PEMBENTUKAN MODAL TETAP DOMESTIK BRUTO 4.60 6.40 6.68 11.38 14.97 13.64 17.42 1.84 2.36 2.54 4.27 5.95 5.03 6.66 EKSPOR BARANG DAN JASA 15.80 28.02 24.81 24.57 24.67 14.46 14.52 6.23 10.87 10.45 10.28 10.72 6.76 7.19 IMPOR BARANG DAN JASA 8.20 4.25 11.66 15.57 22.53 26.11 28.65 4.12 2.06 5.83 7.72 11.65 12.39 15.08 Sumber: BPS Kalteng (Updated Release Triwulan II2011) 1.2.1. Konsumsi Pada triw ulan laporan, aktivitas konsumsi rumah tangga tetap mendominasi tingkat perekonomian Kalteng w alaupun tumbuh melambat. Konsumsi rumah tangga, tumbuh sebesar 6,04% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (6,64%). Kontribusi konsumsi masyarakat terhadap laju pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 2,81% juga melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (3,00%). Melambatnya konsumsi rumah tangga didukung data dari hasil Survei Konsumen (SK) yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 4 berada pada trend yang menurun sampai dengan Juni 2011. Penurunan IKK ini sejalan dengan persepsi masyarakat terhadap keadaan ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen yang tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang juga berada pada trend yang menurun. Lebih lanjut, konsumsi barang tahan lama seperti kendaraan roda dua, furniture, lemari es dan peralatan rumah tangga lainnya cenderung lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. 4 IKK merupakan hasil gabungan saldo bersih dari ekspektasi penghasilan, kondisi keuangan, ketepatan waktu pembelian barang tahan lama, kondisi ekonomi Indonesia, perolehan pekerjaan, dan kemungkinan perolehan pekerjaan. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 2

Bab 1 Perkembangan Makro Regional 140.00 140.00 Ketepatan waktu pembelian barang tahan lama 120.00 120.00 Penghasilan saat ini 100.00 100.00 80.00 80.00 60.00 60.00 40.00 40.00 20.00 Kondisi Ekonomi Saat Ini Indeks Keyakinan Konsumen 20.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 2009 2010 2011 2009 2010 2011 Grafik 1.2 IKK dan IKE Survei Konsumen Sumber: Bank Indonesia Grafik 1.3 Ketepatan Waktu Pembelian Barang dan Jasa Sumber: Bank Indonesia 104.50 104.00 103.50 103.00 102.50 102.00 101.50 101.00 100.50 100.00 99.50 Nilai Tukar Petani 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 Unit Juni Agst Okt Dec Feb Penjualan Kendaraan Bermotor Apr Jun roda 2 roda 4 Aug Oct Des Feb Apr June Aug Oct Dec Feb Apr Jun 250 200 150 100 50 0 Unit Nilai Tukar Petani 2009 2010 2011 Grafik 1.4 NTP Kalteng Sumber: BPS Kalteng Grafik 1.5 Penjualan Kendaraan Bermotor Sumber: Dispenda dan BPS Kalteng 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2009 2010 2011 gbbm RT (yoy) Axis Kanan 40.00 30.00 20.00 10.00 (10.00) (20.00) Miliar 180.00 160.00 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Tw II2011 Tw II2010 BELANJA Grafik 1.6 Perbandingan Pertumbuhan Konsumsi BBM RT Sumber: Pertamina dan BPS Kalteng Grafik 1.7 Belanja Pemerintah Sumber: Pemerintah Provinsi Kalteng Selain itu, perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut juga sejalan dengan indikator penjualan kendaraan bermotor yang cenderung menurun. Penurunan konsumsi bahan bakar minyak (Pertamax, Premium, Solar, dan Minyak Tanah) dapat Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 3

Bab 1 Perkembangan Makro Regional dijadikan indikator melambatnya konsumsi rumah tangga di triwulan ini. Hal serupa terjadi pada konsumsi petani yang ditunjukkan dari Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng cenderung menurun sampai dengan akhir triwulan II2011. Berbeda dengan konsumsi rumah tangga, tingkat konsumsi pemerintah di triwulan laporan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya realisasi belanja barang dan jasa, serta belanja modal pada akhir triwulan laporan. 1.2.2. Investasi Kegiatan investasi yang ditunjukkan oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) secara tahunan tumbuh sebesar 17,42% (yoy) meningkat dibandingkan triw ulan sebelumnya (13,64%), atau berkontribusi 6,66% terhadap pertumbuhan ekonomi Kalteng. Meningkatnya realisasi investasi PMDN mendorong meningkatnya nilai PMTB pada triwulan laporan. Disamping itu, peningkatan nilai investasi juga tercermin dari peningkatan impor barang modal pada triwulan II2011 ini. 16.00 14.00 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 I II III IV I II III IV I 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 2009 2010 2011 gpmtb gpdrb Grafik 1.8 Pertumbuhan Investasi dan PDRB (yoy) Sumber : BPS Kalteng (Updated Release Triwulan II2011) Sementara itu, kegiatan investasi berdasarkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) dibandingkan dengan rencananya, semakin meningkat pada triwulan laporan dan tercatat sebesar 11,76% dan 35,41%. Nilai realisasi PMDN terbesar masih ditopang oleh sektor perkebunan. Namun demikian persentase realisasinya masih jauh dari rencana yaitu sebesar Rp12.320,90 miliar atau baru terealisasi 7,39%. Berdasarkan komposisi proses usaha investasi PMDN terdapat 66,49% perusahaan PMDN yang sudah mencapai tahap produksi komersial. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 4

Bab 1 Perkembangan Makro Regional PMDN Produksi Komersial 66.49% Persiapan 15.71% Konstruksi 14.66% Produksi Percobaan 3.14% Tabel 1.2 Realisasi Investasi PMDN Kalimantan Tengah Triw ulan II2011 SEKTOR / SUB SEKTOR JUMLAH PERUSAHAAN RENCANA PMDN dalam Rp. Juta REALISASI 4,108,951.80 2,771,793.62 KEHUTANAN 63 67.46 % 3,441,313.53 4,204,549.79 INDUSTRI KAYU 14 122.18 % 166,721,424.23 12,320,902.11 PERKEBUNAN 77 7.39 % $ 104,318.10 262,962.16 65,709.06 PERTAMBANGAN 7 24.99 % 2,277.00 5,917.93 PERIKANAN 1 259.90 % 6,250.00 JASA ANGKUTAN 1 % INDUSTRI MINYAK 4 154,619.34 72,282.70 46.75 % 9,435,430.30 1,859,473.85 INDUSTRI KIMIA 7 19.71 % REAL ESTATE % 888,152.55 476,891.53 JASA LAINNYA 14 53.69 % PETERNAKAN 1 6,509.50 % INDUSTRI KARET REMAH 2 130,000.00 2,000 1.54 % PERHOTELAN 185,157,890.41 21,777,520.59 JUMLAH 191 11.76 % Sumber: BPMD Prov.Kalteng $ 104,318.10 PERSENTASE Grafik 1.9 Komposisi Proses Usaha Investasi (PMDN) Kalimantan Tengah Sumber: BPMD Prov.Kalteng (diolah) Sementara itu, realisasi investasi PMA sampai dengan triwulan laporan masih didominasi sektor perkebunan yaitu sebesar USD2,85 miliar atau terealisasi sebesar 160,34% dari rencana sebesar USD1,78 miliar. Produksi Percobaan 0.00% Konstruksi 3.87% Produksi Komersial 22.10% Grafik 1.10 Komposisi Proses Usaha Investasi (PMA) Kalimantan Tengah Sumber : BPMD Prov.Kalteng (diolah) Kinerja investasi di masingmasing sektor usaha tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang memberi gambaran peningkatan aktivitas investasi pada triwulan laporan yang tercermin dari peningkatan Saldo Bersih (SB) 33,33 menjadi 45,45. PMA Persiapan 74.03% Tabel 1.3 Realisasi Investasi PMA Kalimantan Tengah Triw ulan II2011 SEKTOR / SUB JUMLAH PMA dalam US $ RIBU PERSENTASE SEKTOR PERUSAHAAN RENCANA REALISASI KEHUTANAN 9 364,196.10 114,557.50 31.45 % Rp 617,822.95 INDUSTRI KAYU 8 1,995,899.20 959,734.62 48.09 % PERKEBUNAN 45 1,777,789.50 2,850,444.90 160.34 % + Rp. 6,429,059.63 Rp 14,838,976.14 230.81 % PERTAMBANGAN 26 2,786,530.00 2,015,405.29 72.33 % + Rp. 20,700.00 PERIKANAN 1 + Rp. 275,000.00 0,00 % JASA ANGKUTAN 1 2,500.00 % INDUSTRI MINYAK 4 + Rp 945,429.00 Rp 178,314.25 18.86 % INDUSTRI KIMIA 2 715.00 0,00 % + Rp. 105,700.00 REAL ESTATE 1 400.00 0,00 % JASA LAINNYA 81 11,030,390.07 418,420.90 3.79 % + Rp. 308,758.57 20,515.50 6.64 PETERNAKAN 0 0.00 0.00 % INDUSTRI KARET REMAH 1 0.00 + Rp. 24,789.62 + Rp. 25,000.00 100.85 % PERHOTELAN 1 600.00 JUMLAH 180 17,959,019.87 6,358,563.21 35.41 % + Rp. 8,109,436.82 Rp 15,680,628.84 193.36 % 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Sumber : BPMD Prov.Kalteng Nilai realisasi investasi (SB) II IV II 2010 2011 Grafik 1.11 Realisasi Investasi SKDU Sumber: Bank Indonesia Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 5

Bab 1 Perkembangan Makro Regional 1.2.3. EksporImpor Pada triw ulan laporan, ekspor dan impor tumbuh 14,52% dan 28,65% (yoy), meningkat dibandingkan triw ulan I2011 (14,46% dan 26,11%). Berbeda dengan triwulan sebelumnya, Provinsi Kalteng pada triwulan laporan mengalami net impor sebesar Rp1.835,12 miliar. Transaksi Perdagangan Luar Negeri Pertumbuhan nilai transaksi (USD) ekspor luar negeri Kalteng pada triw ulan II2011 tercatat sebesar 12,87% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triw ulan sebelumnya yang meningkat (10,41)%. Saat ini, ekspor pada PDRB berkontribusi 7,19% meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 6,76%. Nilai ekspor luar negeri terutama disumbang oleh komoditas unggulan yaitu batu bara, karet, dan minyak kelapa sawit dengan nilai USD160 juta atau memiliki porsi sebesar 87,98% dari total ekspor triwulan laporan. % Pertumbuhan 350.00 500.00 300.00 400.00 250.00 200.00 300.00 150.00 200.00 100.00 50.00 100.00 (50.00) I II III IV I II III IV I II (100.00) (100.00) 2009 2010 2011 gnilai Impor gnilai Ekspor Grafik 1.12 Pertumbuhan Nilai Ekspor Impor Kalteng Sumber : DSM Bank Indonesia % Pertumbuhan 250.00 600.00 200.00 500.00 150.00 400.00 300.00 100.00 200.00 50.00 100.00 I II III IV I II III IV I II (50.00) (100.00) (100.00) 2009 2010 2011 (200.00) gvol Impor gvol Ekspor Grafik 1.13 Pertumbuhan Volume Ekspor dan Impor Kalteng Sumber : DSM Bank Indonesia AUSTRALIA 0% AFRICA 0% EUROPE 15% AMERICA 6% Mee 7% Other Asia 1% C. South Korea 3% Other Other Mee Europe 1% 7% C. R.R.C 12% C. Canada C. United 1% States Of America 3% Asean 37% South America 2% ASIA 79% C. Japan 25% C. India 1% Grafik 1.14 Pangsa Negara Tujuan Ekspor Kalteng Sumber : DSM Bank Indonesia Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 6

Bab 1 Perkembangan Makro Regional Dilihat dari negara tujuan ekspor, pada triwulan laporan, ASEAN menjadi tujuan utama ekspor ekspor Kalteng dengan pangsa sebesar 37%. Kemudian, pangsa ekspor ke Jepang mencapai 25% atau USD44,68 juta. Diikuti ekspor ke China dengan pangsa sebesar 12% atau sebesar USD22,52 juta pada triwulan laporan. Sedangkan pangsa pasar ekspor lainnya tersebar di negara di Benua Asia seperti Taiwan, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, India dan Eropa. Pertumbuhan volume impor Kalteng pada triwulan II2011 secara tahunan tercatat sebesar 143,14% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami penurunan 45,93%. Impor Kalteng lebih banyak disebabkan oleh permintaan barang modal, yaitu mesin industri tertentu, mesin pembangkit tenaga listrik, dan mesin industri dan perlengkapannya. Malaysia merupakan negara utama sumber impor Kalteng pada triwulan II2011. 1.3. Sisi Penaw aran Ditinjau dari sisi sektoral, peningkatan perekonomian Kalteng pada triw ulan II2011 didorong oleh kinerja sektor dominan yaitu sektor pertanian dan sekt or perdagangan, hot el dan rest oran (PHR), sert a sekt or jasajasa masingmasing berkontribusi 0,13%, 1,10%, dan 0,87%. Ditambah lagi dengan meningkatnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor keuangan, persewaan dan jasa dengan kontribusi masingmasing sebesar 2,43% dan 0,80% menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kalteng di triwulan laporan. Tabel 1.4 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Sektor Penggunaan PERTUMBUHAN KONTRIBUSI 2009 2010 2011 2009 2010 2011 S E K T O R IV I II III IV I II IV I II III IV I II 1 PERTANIAN 4.17 4.08 2.76 1.82 1.68 (0.28) 0.43 1.26 1.36 0.88 0.60 0.50 (0.09) 0.13 2 PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 10.22 9.63 5.71 14.25 17.48 25.54 25.83 0.91 0.87 0.54 1.28 1.64 2.39 2.43 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 2.54 4.02 5.56 4.96 6.52 (2.20) 3.13 0.21 0.32 0.45 0.39 0.53 (0.17) 0.25 4 LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 4.88 6.23 5.31 5.65 7.64 7.96 12.57 0.02 0.03 0.02 0.03 0.03 0.03 0.06 5 BANGUNAN 11.07 10.48 6.29 5.34 4.86 12.32 11.06 0.67 0.52 0.34 0.30 0.31 0.63 0.60 6 PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN 9.15 10.26 8.97 10.32 4.06 3.64 5.88 1.66 1.84 1.63 1.88 0.76 0.68 1.10 7 PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI (1.06) 3.77 11.03 8.55 0.46 5.98 2.40 (0.09) 0.31 0.85 0.69 0.04 0.47 0.19 8 KEUANGAN, PERSEWAAN, DAN JASA 14.00 19.13 18.34 15.73 21.43 22.06 13.04 0.76 0.97 1.01 0.87 1.26 1.25 0.80 9 JASAJASA (2.45) 0.88 3.47 5.08 12.75 6.17 6.69 (0.33) 0.12 0.46 0.63 1.61 0.77 0.87 PRODUK DOMESTIK BRUTO 5.06 6.33 6.19 6.66 6.69 5.97 6.43 5.06 6.33 6.19 6.66 6.69 5.97 6.43 Sumber: BPS Kalteng (Update Release Triwulan II2011) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 7

Bab 1 Perkembangan Makro Regional JasaJasa 13% Keuangan, P ersewaan, D an Jasa 6% Pengangkut an Dan Komunikasi 8% Share Sektor Ekonomi PHR 19% Bangunan 6% Pertanian 29% Pertambang an & Penggalian 11% Industri LGA Pengolahan 0% 8% 1.3.1. Sektor Ekonomi Dominan Sektor Pertanian Sektor pertanian sebagai inti dari sektor primer dengan bobot terbesar dalam perekonomian (29,09%) tercatat meningkat 0,43% (yoy) dibandingkan triw ulan sebelumnya (0,28%) serta memberikan kontribusi sebesar 0,13% (yoy) terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ini juga meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (0,09)%. Pertumbuhan yang positif terjadi pada sub sektor perkebunan, kehutanan dan perikanan sedangkan sub sektor tanaman bahan makanan (tabama) dan peternakan mengalami pertumbuhan negatif. Kondisi pergeseran iklim dan munculnya hama yang menyerang beberapa sentra pertanian menyebabkan belum optimalnya realisasi nilai tambah sektor tabama di Provinsi Kalteng. Tabel 1.5 Angka Produksi Pertanian Kalimantan Tengah Uraian 2006 2007 2008 2009 2010 2011 ATAP ATAP ATAP ATAP ATAP ARAM II Padi Saw ah Luas Panen (Ha) 107,603 124,226 124,198 133,065 147,495 144,198 Hasil/Hektar (Ku/Ha) 28.49 29.05 29.42 31.59 30.74 30.84 Produksi (Ton) 306,554 360,871 365,386 420,407 453,341 444,673 Padi Ladang Luas Panen (Ha) 95,061 105,439 81,486 81,415 100,082 68,860 Hasil/Hektar (Ku/Ha) 19.48 19.12 19.31 19.45 19.69 21.36 Produksi (Ton) 185,158 201,602 157,346 158,354 197,075 147,067 Padi Luas Panen (Ha) 202,664 229,665 205,684 214,480 247,577 213,058 Hasil/Hektar (Ku/Ha) 24.26 24.49 24.41 26.98 26.27 27.77 Produksi (Ton) 491,712 562,473 522,732 578,761 650,416 591,740 Jagung Luas Panen (Ha) 2,569 1,385 2,104 2,821 3,247 3,136 Hasil/Hektar (Ku/Ha) 28.68 28.67 28.43 28.53 27.83 4.14 Produksi (Ton) 7,367 3,971 5,982 8,048 9,037 1,297 Kedelai Luas Panen (Ha) 625 719 1,653 1,889 2,397 2,703 Hasil/Hektar (Ku/Ha) 10.91 10.90 11.25 11.31 11.53 11.55 Produksi (Ton) 682 784 1,860 2,136 2,764 3,122 Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Tengah Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 8

Bab 1 Perkembangan Makro Regional Berdasarkan angka ramalan (ARAM) II, produksi padi sawah dan ladang di Kalteng pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 591.740 ton atau menurun 9,02% dibandingkan periode sebelumnya. Demikian pula dengan luas panen yang diperkirakan sebesar 213.058 Ha menurun 13,94% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 4.50 4.00 3.50 3.00 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 (0.50) (1.00) G Kredit Pertanian G PDRB Pertanian I II III IV I II III IV I II 600.00 500.00 400.00 300.00 200.00 100.00 (100.00) 120 100 80 60 40 20 0 Sektor Pertanian I II III IV I II 120 100 80 60 40 20 0 2009 2010 2011 2010 2011 Kapasitas Terpakai Sektor Pertanian Kapasitas Normal Grafik 1.15 Laju Pertumbuhan dan Kontribusi Sektor Pertanian (yoy) Sumber : BPS Kalteng dan Bank Indonesia Grafik 1.16 Kapasitas Produksi Sektor Pertanian Sumber : Bank Indonesia Kapasitas produksi ratarata di sub sektor tanaman perkebunan pada triwulan II 2011 sebesar 96% meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 87,5% Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) Dominasi sektor tersier tidak terlepas dari besarnya peran sektor PHR. Dibandingkan pertumbuhan di triw ulan sebelumnya (3,64%), secara tahunan, sektor PHR mengalami peningkatan 5,88% (yoy) dan memberikan kontribusi sebesar 1,10% terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Kontribusi sektor ini didukung oleh dominasi sub sektor perdagangan besar dan eceran. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) di Kota Palangka Raya Juni 2011, tingkat penjualan tercatat meningkat 14,25% (yoy). Kelompok komoditas yang mengalami kenaikan meliputi makanan, minuman dan tembakau, pakaian, perlengkapan rumah tangga, konstruksi dan penjualan suku cadang. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 9

Bab 1 Perkembangan Makro Regional 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 G PHR G PDRB I II III IV I II III IV I II 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 (20.00) G PHR G Kredit PHR II III IV I II III IV I II 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 2009 2010 2011 (40.00) 2010 2011 Grafik 1.17 Pertumbuhan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Sumber: BPS Kalteng 14 12 10 8 6 4 2 0 2 Sektor PHR I II III IV I II 2010 2011 Realisasi Kegiatan Usaha Grafik 1.19 Saldo Bersih Tertimbang Sektor PHR SKDU Sumber: Bank Indonesia Grafik 1.18 PDRB Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Pertumbuhan Kredit Sumber : BPS Kalteng dan Bank Indonesia 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 PHR I II III IV I II 2010 2011 PHR Grafik 1.20 SBT Situasi Bisnis Perusahaan di Sektor PHR Sumber: Bank Indonesia Pembiayaan perbankan Kalteng untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran tercatat mengalami peningkatan dari 26,46% menjadi 21,32% (yoy) sedangkan kredit berdasarkan lokasi proyek yang disalurkan pada triwulan II2011 mencapai Rp1.238,12 miliar juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Selanjutnya, berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), realisasi kegiatan usaha sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang diukur dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dibandingkan triwulan lalu meningkat dari 0,31 menjadi 11,68. Demikian pula halnya dengan situasi bisnis perusahaan yang bergerak di sektor PHR yang tercermin dari SBT yang meningkat dari 33,33 menjadi 40 pada triwulan ini. Beberapa event tingkat regional yang berlangsung di Kalteng menjadi faktor pendorong sektor PHR pada triwulan laporan. Sektor Pertambangan Kinerja sektor pertambangan pada triwulan II2011 tumbuh 25,83% (yoy) atau sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (25,54%), dan memberikan kontribusi sebesar 2,43% kepada pertumbuhan ekonomi Kalteng. Trend permintaan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 10

Bab 1 Perkembangan Makro Regional internasional yang masih menguat pada komoditas pertambangan menjadi faktor pendorong meningkatnya nilai tambah pada sektor ini. Dilihat dari ratarata produksinya, produksi pertambangan batu bara tumbuh 163,69% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (24,84%). 25,000.00 G Pertambangan Kredit Pertambangan 30.00 160,000 140,000 24,000.00 23,000.00 22,000.00 21,000.00 20,000.00 19,000.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 120,000 100,000 80,000 60,000 40,000 20,000 0 18,000.00 I II III IV I II III IV I II I II III IV I II III IV I II 2009 2010 2011 2008 2009 2010 Produksi Batu Bara Grafik 1.21 PDRB Pertambangan dan Kredit Lokasi Proyek Pertambangan Sumber : BPS Kalteng Grafik 1.22 Produksi Batu Bara Kalteng Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalteng * )s.d. Tw II2011 Dari hasil SKDU, nilai SBT dari realisasi usaha sektor pertambangan cenderung meningkat yaitu dari 0,17 menjadi sebesar 0,22. Masih tingginya permintaan Jepang seiring dengan mulai bergeraknya perekonomian negara tersebut pada masa recovery pasca Tsunami. 0.3 0.2 0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 Sektor Pertambangan I II III IV I II 2010 2011 Pertambangan Grafik 1.23 Saldo Bersih Tertimbang Sektor Pertambangan Sumber: Bank Indonesia 1.3.2. Sektor Ekonomi Non Dominan Sektor ekonomi non dominan di Kalteng terdiri atas sektor industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persew aan, dan jasa. Sektor Industri Pengolahan Pada triwulan laporan, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 3,13% (yoy) meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (2,20%). Kontribusi dari sektor ini mencapai 0,25%, juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (0,17%). Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 11

Bab 1 Perkembangan Makro Regional Peningkatan pencapaian sektor ini didukung oleh indikator SKDU yang meningkat dari 7,25 menjadi 0 (nol). Lebih dalam lagi, peningkatan ini dipengaruhi terutama dari sub sektor industri pengolahan non migas yaitu industri barang kayu dan hasil hutan lainnya. 80 70 60 50 40 30 20 10 0 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 (2.00) (4.00) Kredit Industri PDRB Industri I II III IV I II III IV I II 2009 2010 2011 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 (20.00) (40.00) (60.00) (80.00) Grafik 1.24 PDRB dan Kredit Sektor Industri Pengolahan Sumber: BPS dan Bank Indonesia Sektor Industri Pengolahan I II III IV I II 2010 2011 Kapasitas Terpakai Industri Pengolahan Kapasitas Normal Grafik 1.26 Kapasitas Produksi Sektor Industri Pengolahan Sumber: Bank Indonesia 85 80 75 70 65 60 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 (2.00) 2009 2010 2011 (4.00) 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 gind. Peng Axis Kiri gbbm Ind. (yoy) Axis Kanan Grafik 1.25 Perbandingan Pertumbuhan Konsumsi BBM Industri dan PDRB Industri Sumber: Pertamina dan Bank Indonesia Sektor Industri Pengolahan I II III IV I II 2010 2011 Industri Pengolahan Grafik 1.27 Saldo Bersih Tertimbang Sektor Industri Pengolahan Sumber: Bank Indonesia 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 (10.00) (20.00) Kapasitas produksi ratarata sektor industri pengolahan di triwulan laporan juga mengalami peningkatan menjadi 69,33% dari kapasitas pada triwulan sebelumnya sebesar 65,75%. Tingginya kapasitas produksi terpakai terjadi di sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 72,5%. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi Kinerja sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan laporan cenderung melambat. Laju pertumbuhan sektor ini mencapai 2,40% (yoy) lebih rendah dari triwulan sebelumnya (5,97%) dan memberikan kontribusi sebesar 0,19% terhadap laju pertumbuhan ekonomi Kalteng. Melambatnya kinerja sektor ini terkonfirmasi dari nilai SBT sub sektor komunikasi yang relatif stagnan pada posisi rendah yaitu 0,14 sehingga mencerminkan realisasi sub sektor tersebut masih berada di bawah rencana aktivitas usaha. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 12

Bab 1 Perkembangan Makro Regional Penumpang Keluar dan Masuk Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya 16,500.00 16,000.00 15,500.00 15,000.00 14,500.00 14,000.00 13,500.00 Orang Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Angkutan Udara masuk Angkutan Udara keluar Grafik 1.28 Arus Penumpang Bandara Sumber: BPS Kalteng 16,000.00 15,500.00 15,000.00 14,500.00 14,000.00 13,500.00 13,000.00 Orang 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 (2.00) (4.00) (6.00) (8.00) Kredit Pengangkutan G Pengangkutan I II III IV I II III IV I II 2009 2010 2011 Grafik 1.29 Laju Pertumbuhan dan Kredit Pengangkutan dan Komunikasi (yoy) Sumber: BPS Kalteng 140 120 100 80 60 40 20 0 20 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi I II III IV I II 2010 2011 Pengangkutan dan Komunikasi Grafik 1.30 Saldo Bersih Tetap Sektor Pengangkutan dan Komunikasi Sumber: Bank Indonesia Sektor Keuangan, Persew aan dan Jasa Jasa Sektor keuangan, persewaan dan jasajasa pada triwulan laporan tumbuh 13,04% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (22,06%) dan memberikan kontribusi sebesar 0,80% pada perekonomian Kalteng. Penurunan sektor ini ditengarai akibat pengaruh ekspansi jaringan kantor perbankan yang baru di buka pada triwulan II2011 di Provinsi Kalimantan Tengah belum memberikan keuntungan. Namun demikian, pada triwulan berikutnya diperkirakan akan tumbuh positif. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 13

Bab 1 Perkembangan Makro Regional 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 GPDRB G Keuangan,Sewa dan Jasa I II III IV I II III IV I II 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 G Kredit Keu, Jasa G Keuangan,Sewa dan Jasa I II III IV I II III IV I II III IV I II 100.00 90.00 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 2009 2010 2011 2008 2009 2010 2011 Grafik 1.31 Laju Pertumbuhan PDRB dan Sektor Keuangan, Persew aan dan Jasa Jasa (yoy) Sumber : BPS Kalteng Grafik 1.32 Laju Pertumbuhan Sektor dan Pertumbuhan Kredit (yoy) Sumber : BPS Kalteng Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Keuangan, 0.6 Pers ewaan dan Jasa Perusahaan, 0.4 0.4 6 0.2 I II III IV I II 2010 2011 0 0.2 0.4 0.6 Grafik 1.33 Saldo Bersih Tetap Sektor Keuangan, Persew aan dan Jasa Perusahaan Sumber: Bank Indonesia Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 14

Boks 1. Ekspor Impor Komoditas Prov. Kalteng Boks 1. Ekspor Impor Internasional Komoditas Provinsi Kalimantan Tengah Transaksi perdagangan suatu daerah tercermin dari nilai dan volume ekspor impor yang terjadi dengan daerah lain. Disamping itu, aktivitas transaksi perdagangan dapat membentuk nilai tambah perekonomian yang memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Dampak lebih lanjut apabila aktivitas ekspor impor dilakukan dari daerah penghasil antara lain memberikan dampak positif terhadap sektor lainnya seperti perdagangan, pengangkutan, dan akses terhadap lapangan pekerjaan. Provinsi Kalimantan Tengah sebagai daerah penghasil komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet dan batu bara, selama ini belum mampu mengoptimalkan nilai tambah ekonomi yang berasal dari aktivitas transaksi perdagangan ekspor impor komoditas unggulan tersebut karena masih terkendala oleh ketersediaan infrastruktur seperti pelabuhan dan moda transportasi dalam mendukung lalu lintas komoditas unggulan tersebut. Adapun perkembangan aktivitas ekspor impor Kalteng lebih banyak didominasi pelaksanaannya dari pelabuhan lain di luar Kalteng sebagaimana perkembangan sampai dengan semester I2011 sebagai berikut: Sampit 7% Luar Kalteng 60% Kalteng 40% Tanjun g Perak 25% Pangkal an Bun 34% Kota Baru 5% Banjar masin 29% Grafik 1.34 Pelabuhan Ekspor Komoditas Provinsi Kalimantan Tengah Dari total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah (Semester I2011) sebesar USD602,64 juta, sebanyak 60% atau USD360,07 juta di ekspor dari luar Provinsi Kalimantan Tengah. Secara lebih rinci, pelabuhan ekspor di luar Kalimantan Tengah yang digunakan sebagai pelabuhan ekspor komoditas antara lain Pelabuhan Trisakti (Banjarmasin) sebesar 29%, Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) sebesar 25%, dan Pelabuhan Kota Baru (Kalimantan Selatan). Namun demikian, Pelabuhan Kumai (Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun) menjadi pelabuhan dengan pangsa nilai ekspor Kalteng terbesar yaitu 34%. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 15

Boks 1. Ekspor Impor Komoditas Prov. Kalteng Tabel 1.6 Ekspor Kelompok Komoditas Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 (dalam USD) KELOMPOK SITC BANJARMASIN KOTABARU PANGKALAN BUN SAMPIT SUKARNO HATTA TANJUNG PERAK TANJUNG PRIOK III 0 FOOD AND LIVE ANIMALS 1,361,280.00 3,072.94 2 CRUDE MATERIALS, INEDIBLE 4,335,228.31 11,092,770.00 317,515.00 149,438,398.41 10,410.63 3 MINERAL FUELS,LUBRICANTS ETC 172,455,279.87 33,442,833.00 4 ANIMAL & VEGETABLE OILS&FATS 145,124,131.00 37,783,352.00 5 CHEMICAL 19,211,015.00 392,607.00 6 MANUFACTURED GOODS 268,840.00 27,131,135.00 151,915.00 4,292.96 60.00 7 MACHINERY & TRANSPORT EQP 112.00 65,055.27 8 MISC. MANUFACTURED ARTICLES 47,459.00 497.00 SITC 177,106,807.18 33,442,833.00 202,559,051.00 40,006,669.00 7,477.90 149,504,010.68 10,410.63 Tabel di atas menunjukkan bahwa komoditas batu bara yang termasuk dalam kelompok mineral fuels, lubricants etc lebih banyak di ekspor melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah, yaitu Banjarmasin dan Kota Baru. Kemudian komoditas karet yang tergabung dalam kelompok crude materials, inedible lebih banyak di ekspor dari Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara itu, komoditas kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok animal & vegetable oils & fats seluruhnya di ekspor melalui Pelabuhan Pangkalan Bun dan Sampit yang terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian, potensi nilai tambah ekonomi dari komoditas unggulan yang dimiliki Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan tahun 2011 masih dinikmati oleh daerah lain di luar Kalimantan Tengah. Upaya Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membangun infrastruktur Pelabuhan Bagendang di Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) dan Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas disamping peningkatan fasilitas dan infrastruktur di Pelabuhan Pangkalan Bun (Kumai) diharapkan mampu mengembalikan nilai tambah ekonomi dari komoditas unggulan di Kalimantan Tengah yang selama ini masih diberikan kepada pelabuhan lain di luar Provinsi Kalimantan Tengah. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 16

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah BAB II Perkembangan Inflasi Daerah 2. BAB II PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH 2.1. Gambaran Umum Inflasi tahunan Kalteng yang merupakan gabungan dari Kota Palangka Raya dan Sampit pada t riw ulan II2011 sebesar 6,95% (yoy) lebih rendah dibandingkan triw ulan I2011 yang tercatat sebesar 8,31%. Sejalan dengan inflasi tahunan Kalteng, berdasarkan kota yang dihitung inflasinya 5, laju inflasi masingmasing Kota Palangka Raya dan Sampit pada triwulan II2011 sebesar 7,22% dan 6,61% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (8,13% dan 8,55%). 12.00 10.00 Inflasi Yoy Kalteng Inflasi Yoy Kalteng 12.00 10.00 Inflasi Nasional Inflasi Yoy Kalteng Inflasi Yoy Smpt Inflasi Yoy Plk 8.00 6.00 4.00 6.27 4.91 2.91 3.35 3.16 3.76 8.23 8.49 8.43 7.79 8.21 9.51 9.54 8.65 8.31 7.80 7.14 6.95 8.00 6.00 4.00 2.00 2.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2010 2011 2010 2011 Grafik 2.1 Perkembangan Inflasi Kalimantan Tengah (yoy) Sumber: BPS (diolah) Grafik 2.2 Perbandingan Inflasi Kalteng dan Inflasi Nasional Sumber: BPS (diolah) Inflasi Yoy Plk Inflasi Nasional Inflasi Yoy Smpt Inflasi Nasional 10.00 9.00 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 3.263.40 3.65 2.45 5.04 8.89 9.149.11 9.49 8.56 8.888.65 8.13 7.69 7.867.71 7.22 6.63 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 5.81 3.483.47 3.89 4.75 2.86 7.427.70 7.597.92 7.77 10.40 9.53 9.10 8.55 7.72 6.416.61 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2010 2011 2010 2011 Grafik 2.3 Perkembangan Inflasi Kota Palangka Raya dengan Nasional (yoy) Sumber: BPS (diolah) Grafik 2.4 Perkembangan Inflasi Kota Sampit dengan Nasional Sumber: BPS (diolah) Tekanan inflasi pada periode laporan, terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan makanan (daging ayam ras dan bawang merah) serta kenaikan harga emas dan bahan 5 Kota Palangka Raya dan Sampit, masingmasing dengan bobot 55% dan 45% merupakan kota yang dihitung BPS untuk mewakili tingkat inflasi di Kalimantan Tengah. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 17

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah bakar rumah tangga. Secara periodik, laju inflasi Kalteng, Kota Palangka Raya, serta Sampit pada triwulan laporan masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 5,54% (yoy). 2.1.1. Sisi Penaw aran Pada triwulan laporan, faktor pemicu inflasi terbesar dari sisi penawaran berasal dari kenaikan harga pada kelompok bahan makanan terutama bawang merah dan daging ayam ras, sementara tekanan inflasi komoditas dengan bobot tertimbang terbesar yaitu beras dan cabe rawit mereda seiring dengan ketersedian stok bahan makanan tersebut. Berdasarkan perkembangan harga bahan kebutuhan pokok, terdapat beberapa komoditas di Kota Palangka Raya dan Sampit yang mengalami kenaikan dan penurunan harga sebagaimana tabel di bawah ini. Tabel 2.1 Perkembangan Harga di Kota Palangka Raya JENIS BARANG KUALITAS / MEREK SATUAN Jun10 Jul10 Aug10 Sep10 Oct10 Nov10 Dec10 Jan11 Feb11 Mar11 Apr11 May11 Jun11 Beras Karang Dukuh kg 12,500 15,625 17,000 17,000 15,250 13,100 14,750 15,000 14,750 14,500 14,375 14,000 14,000 Siam Unus Biasa kg 11,400 12,750 13,000 12,857 11,125 11,350 13,313 13,500 13,375 12,750 12,750 12,750 12,750 Pandan Wangi kg 6,800 7,063 7,350 7,500 7,500 7,650 8,188 8,250 8,250 8,250 8,250 8,250 8,250 Pangkuh kg 6,000 6,438 6,500 6,500 6,500 7,150 7,750 7,750 7,750 7,750 7,750 7,750 7,750 Mangkok kg 11,800 13,625 14,000 14,000 12,625 10,500 11,000 11,000 11,000 10,938 10,750 10,750 10,750 Siam Biasa kg 8,600 9,000 9,000 9,000 8,500 10,333 12,479 12,750 12,750 12,250 12,250 12,250 12,250 HE 9,193 10,322 10,740 10,752 10,021 9,827 10,989 11,115 11,068 10,863 10,822 11,363 11,363 Tepung Terigu Kompas kg 7,500 7,500 7,550 8,000 8,000 8,000 8,000 8,000 7,875 7,750 7,500 7,500 7,500 Semar kg 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 6,850 6,750 6,750 6,750 6,750 6,750 6,750 6,750 Susu Bubuk Bendera 400 gram doos 31,000 31,000 31,000 31,000 31,000 31,000 31,000 31,000 31,000 31,375 31,500 31,500 31,500 Dancow madu 400 gr doos 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,625 33,375 33,500 33,500 33,500 Susu untuk balita SGM 2 300 GR * ) doos 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,438 22,750 22,800 23,000 Dancow balita 400 gr doos 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,000 32,250 32,875 33,000 33,000 33,125 Susu untuk bayi SGM 1 300 gr doos 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,000 22,438 22,750 22,800 23,000 Lactogen 1 400 gr doos 32,500 32,500 32,500 32,500 32,500 32,500 32,500 32,500 32,750 33,375 33,500 34,000 34,000 Susu kental manis Bendera 397 gr kaleng 7,750 7,750 7,750 7,750 7,750 7,850 8,000 8,000 8,000 8,000 8,000 8,000 8,000 Indomilk 397 gr kaleng 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,600 7,750 7,750 7,750 7,813 8,000 8,000 8,000 Daging ayam kampung tanpa jeroan kg 44,000 45,875 48,600 60,714 52,750 51,900 52,250 51,000 50,000 49,750 47,125 47,600 48,750 Daging ayam ras tanpa jeroan kg 24,600 27,125 25,900 29,643 28,000 26,167 25,042 25,500 25,000 24,250 21,833 25,600 28,750 Daging sapi cincang/tetelan kg 35,000 35,000 35,000 37,857 37,500 37,500 37,500 40,000 40,000 40,000 41,875 42,500 42,500 kwalitas biasa kg 71,833 71,667 73,667 77,381 75,000 75,000 75,000 75,000 75,000 75,000 75,000 73,500 73,125 Telur ayam kampung sedang baik butir 1,530 1,550 1,390 1,350 1,350 1,390 1,413 1,440 1,513 1,538 1,363 1,440 1,425 Telur ayam ras besar butir 1,080 1,156 1,170 1,114 1,100 1,100 1,125 1,120 1,100 1,163 1,100 1,100 1,144 kecil butir 880 969 1,000 964 975 910 925 925 950 988 963 900 950 Tahu mentah putih bersih 10 biji 4,500 4,500 4,500 4,857 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 4,700 4,500 Tempe putih bersih kg 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 Bawang merah besar bersih kg 19,900 23,750 18,900 16,357 21,250 27,400 24,958 24,867 25,333 27,375 18,625 19,400 21,000 Cabe Merah besar segar kg 52,000 58,750 54,000 55,357 38,125 43,500 62,500 60,000 42,500 38,125 32,500 33,000 31,875 Rata2 Geometrik 51,916 58,588 53,916 55,263 38,014 43,170 62,401 59,815 42,500 38,014 32,455 32,772 31,667 JENIS BARANG KUALITAS / MEREK SATUAN Jun10 Jul10 Aug10 Sep10 Oct10 Nov10 Dec10 Jan11 Feb11 Mar11 Apr11 May11 Jun11 Cabe rawit tiung kg 42,500 60,000 57,000 67,857 46,250 51,000 71,250 114,000 123,333 98,750 79,583 54,000 43,125 Minyak goreng Bimolu spesial liter 12,500 12,500 12,500 12,500 12,500 12,650 12,938 13,400 14,063 14,313 14,500 14,200 14,063 Filma liter 12,250 12,250 12,250 12,250 12,250 12,450 12,938 13,200 14,000 14,313 14,500 14,200 14,000 Damai curah liter 8,871 8,871 8,871 9,217 8,871 10,000 10,484 10,806 10,685 10,484 10,081 9,839 9,577 Tropical liter 12,250 12,250 12,250 12,250 12,250 12,550 12,938 13,200 14,000 14,313 14,500 14,200 14,000 Sania liter 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,100 12,063 12,850 13,375 13,500 13,500 13,250 13,250 Rata2 Geometrik 11,893 11,893 11,893 11,942 11,893 12,197 12,500 12,943 13,515 13,698 13,765 13,484 13,335 Gula pasir S.H.S. I kg 8,900 10,250 10,100 10,071 10,500 10,850 11,625 11,450 11,063 11,000 10,563 10,267 10,000 Sabun cream deterjen Ekonomi bks 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 Air mas bks 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 4,250 Sabun deterjen bubuk So klin power kemas 13,000 13,000 12,300 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 Rinso 1 kg kemas 13,750 13,750 13,550 13,500 13,500 13,350 13,250 13,250 13,625 13,750 13,750 14,050 14,500 Attack 800 gr kemas 16,000 16,000 16,000 16,000 16,000 16,000 16,000 16,000 16,000 15,500 15,000 15,000 15,000 Daia 1 kg kemas 13,000 13,000 12,300 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 HE 13,752 13,752 13,331 13,193 13,193 13,147 13,112 13,112 13,225 13,236 13,195 13,381 13,657 Semen Gresik (40 kg) zak 44,800 44,500 44,100 44,000 44,000 43,400 43,000 43,100 43,875 44,000 45,000 46,200 57,625 Tonasa (40 kg) zak 42,200 41,500 41,500 41,500 41,500 41,500 41,125 41,000 41,375 41,625 43,474 44,675 52,878 HE 43,477 42,971 42,778 42,730 42,730 42,437 42,052 42,036 42,604 42,795 300,000 312,000 315,000 Emas perhiasan 23 KARAT gram 269,000 270,000 270,000 270,000 276,000 290,000 300,000 292,500 300,000 300,000 312,000 315,000 24 KARAT gram 343,500 345,000 342,000 347,143 363,125 373,000 391,250 391,500 388,125 389,375 395,000 403,500 405,000 99% gram 363,500 363,125 356,000 366,429 380,625 390,500 406,875 410,500 396,250 406,250 414,375 421,500 425,000 Kedelei Baik kering kg 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 18

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah Tabel 2.2 Perkembangan Harga di Kota Sampit JENIS BARANG KUALITAS / MEREK SATUAN Jun10 Jul10 Aug10 Sep10 Oct10 Nov10 Dec10 Jan11 Feb11 Mar11 Apr11 May11 Jun11 BERAS PAGATAN KG 5,000 5,500 5,800 6,000 6,500 6,900 7,250 7,500 7,500 7,313 7,000 7,000 7,000 SIAM LANTIK/ TILANG KG 7,000 7,000 7,400 7,500 8,000 8,400 10,500 10,866 10,833 10,833 10,833 9,750 9,000 PANDAN WANGI/ MAYAKG 7,000 7,250 7,900 8,000 8,000 8,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 DUA ANAK KG 8,300 8,750 9,000 9,000 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,375 9,167 9,167 9,500 IKAN KOI KG 7,000 7,625 8,000 8,000 8,000 8,200 9,000 8,883 8,833 8,791 8,667 8,500 8,500 KURA KURA* KG 8,400 8,750 9,000 9,000 9,500 9,500 9,500 9,500 9,500 9,417 9,167 9,167 9,291 TEPUNG TERIGU CAKRA KEMBAR KG 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 7,500 SEGITIGA BIRU KG 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 DAGING AYAM KMPG TANPA JEROAN KG 41,000 43,000 44,600 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 DAGING AYAM RAS TANPA JEROAN KG 24,000 27,000 25,400 28,500 27,250 26,000 25,625 25,000 25,000 24,000 22,500 24,250 29,250 DAGING SAPI BISTIK KG 76,000 76,000 76,000 76,833 76,000 76,200 75,375 79,200 80,500 80,500 78,000 77,000 76,000 CINCANG/TETELAN KG 45,500 45,500 45,500 45,917 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 HAS KG 76,000 76,000 76,000 76,833 76,000 76,000 76,000 79,000 80,500 80,500 78,000 77,000 76,000 KWALITAS BIASA KG 74,000 74,000 74,000 74,333 74,000 74,600 74,000 77,000 79,000 79,000 78,000 77,000 76,000 TELUR AYAM KMPG BESAR BUTIR 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 TELUR AYAM RAS BESAR KG 16,000 16,250 17,000 16,500 16,500 16,500 16,500 16,500 16,500 16,625 16,000 16,000 16,500 BAWANG MERAH BERSIH,BESAR KG 16,800 21,875 16,700 15,000 20,125 25,500 22,625 24,200 23,500 24,833 19,000 18,500 21,000 BERSIH,SEDANG KG 15,800 19,625 15,700 14,000 19,125 23,900 21,500 23,200 22,500 23,625 18,000 17,500 20,000 CABE MERAH BESAR SEGAR KG 39,600 42,750 33,600 33,500 27,750 30,600 43,875 57,800 42,500 30,000 30,000 31,250 30,000 CABE RAWIT MASIH SEGAR KG 34,200 53,500 58,200 50,167 39,750 38,200 60,500 103,600 106,250 92,500 65,000 40,000 40,000 MINYAK GORENG BIMOLI 1 LITER SPESIAL BOTOL 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,600 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 TROPICAL 1 LITER BOTOL 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,600 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 14,000 SANIA 1 LITER BOTOL 12,000 12,000 12,000 12,000 12,000 12,600 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 CURAH 1 LITER KEMAS 8,000 8,000 9,400 10,000 10,000 10,600 11,000 12,000 12,000 12,000 10,000 10,000 10,000 GULA PASIR KRISTAL KG 14,000 14,000 13,900 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 S.H.S. I KG 9,000 10,500 10,900 10,000 10,125 10,900 11,000 11,200 11,000 11,000 11,000 10,500 10,500 GULAKU KG 14,000 14,000 13,900 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 13,000 SEMEN GRESIK 40 KG ZAK 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 45,000 44,200 44,000 44,000 44,000 44,500 47,500 TONASA 40 KG ZAK 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 HOLCIM 40 KG ZAK 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 42,000 SABUN CREAM DETERG EKONOMI KEMAS 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 CEMERLANG KEMAS 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 AIR MAS KEMAS 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,500 4,200 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 WINGS 500 GR KEMAS 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 4,000 EMAS PERHIASAN 22 KARAT ITALY/70% GRAM 289,000 282,500 281,000 285,000 293,750 296,000 307,500 305,667 306,250 322,917 323,750 325,000 325,000 24 KARAT AMERIKA/99%GRAM 365,000 355,000 355,000 366,667 386,250 394,000 405,000 404,083 401,250 405,000 410,000 415,000 421,250 TAHU MENTAH PUTIH BERSIH 10 BIJI 4,000 4,000 4,000 4,250 4,500 4,500 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 TEMPE BAIK BERSIH KG 6,000 6,000 6,000 6,250 6,500 6,500 6,500 6,500 6,500 6,500 6,500 6,500 6,500 2.1.2. Sisi Permintaan Berdasarkan hasil survei konsumen, tingkat permintaan pada triwulan II2011 cenderung meningkat tercermin dari kenaikan indeks dari 134 menjadi 140. Namun demikian, kenaikan tersebut dapat diredam oleh faktor distribusi sebagaimana tercermin dari indeks perkiraan distribusi dari 118 menjadi 138 pada triwulan laporan. Dengan demikian, inflasi pada triwulan laporan cenderung lebih rendah dan mengarah kepada deflasi. 2.1.3. Ekspektasi Masyarakat Meredanya inflasi pada triw ulan laporan didukung oleh ekspektasi masyarakat sejalan dengan grafik survei konsumen (SK) terhadap harga untuk tiga bulan mendatang, dimana ekspektasi peningkatan harga mulai menurun terutama Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 19

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah pada kelompok komoditas bahan makanan dan makanan jadi, rokok, dan tembakau. Selain itu, berdasarkan survei penjualan eceran (SPE), masyarakat juga memperkirakan bahwa harga dan total penjualan barang cenderung menurun pada triwulan laporan. 160.00 170 140.00 160 120.00 150 100.00 140 80.00 130 60.00 40.00 20.00 Ekspektasi Harga 3 bln y.a.d. Titik Statis (tidak ada perubahan) 120 110 100 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 2010 2011 2009 2010 2011 Permintaan 3 bulan Perkiraan harga barang 3 bulan (%naik) Grafik 2.5 Ekspektasi Harga 3 bulan y.a.d. Sumber: Survei Konsumen BI Palangka Raya Grafik 2.6 Perkiraan Harga Barang dan Permintaan 3 bulan y.a.d. Sumber: SPE BI Palangka Raya 2.2. Inflasi Bulanan (mtm) 2.50 2.00 Inflasi (mtm) Plk Vs Smpt 1.50 1.00 0.50 (0.50) (1.00) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2010 2011 (1.50) Inflasi mtm Smpt Inflasi mtm Plk Grafik 2.7 Inflasi mtm Palangka Raya dan Sampit Sumber :BPS (diolah) Tabel 2.3 Perkembangan Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran Inflasi MTM Kelompok Pengeluaran Apr11 Palangka Raya May11 Jun11 Apr11 Sampit May11 Jun11 Umum 0.05 0.48 0.82 (0.96) 0.03 1.13 Bahan Makanan (0.60) 1.35 0.41 (3.41) (0.32) 2.29 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0.06) 0.17 0.23 0.35 (0.07) 0.49 Perumahan,Air,Listrik,Gas & Bahan Bakar 0.57 0.22 2.98 0.12 0.27 1.63 Sandang 0.50 2.07 0.15 0.44 0.74 0.11 Kesehatan 1.41 0.48 0.02 0.03 0.17 Pendidikan, Rekreasi Dan Olah Raga 0.01 0.15 0.44 (0.02) 0.02 (0.31) Transpor,Komunikasi Dan Jasa Keuangan 0.43 (1.02) 0.42 0.07 0.06 Sumber: BPS (diolah) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 20

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah Inflasi April 2011 Pada April 2011, Kota Palangka Raya mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm) sedangkan di Sampit terjadi deflasi sebesar 0,96%. Dengan demikian, Kalteng tercatat mengalam deflasi sebesar 0,39%. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi pada Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan di Kota Palangka Raya. Sedangkan, nilai deflasi yang cukup tinggi di kelompok bahan makanan (3,41%) menjadi pendorong deflasi di Kota Sampit. Meningkatnya harga bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng pada April 2011 menyebabkan inflasi di Kota Palangka Raya, sedangkan di Kota Sampit, meskipun terjadi kenaikan harga cabe rawit, bawang merah dan daging ayam ras tidak secara signifikan mendorong terjadinya inflasi. Andil Inflasi Andil Inflasi Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Pendidikan, rekreasi dan olah raga Pendidikan, rekreasi dan olah raga Kesehatan Kesehatan Palangka Raya Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Sampit Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Bahan makanan Bahan makanan Umum Umum (1.00) (0.50) 0.50 1.00 1.50 2.00 (4.00) (3.50) (3.00) (2.50) (2.00) (1.50) (1.00) (0.50) 0.50 1.00 Grafik 2.8 Andil Inflasi Palangka Raya April 2011 Sumber: BPS (diolah) Grafik 2.9 Andil Inflasi Sampit April 2011 Sumber: BPS (diolah) Berdasarkan sumbangannya terhadap inflasi Kota Palangka Raya, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi tertinggi yaitu 0,57%. Sementara itu, kelompok lainnya juga mengalami inflasi antara lain kelompok sandang dan kelompok kesehatan yang mengalami inflasi masingmasing sebesar 0,50% dan 1,41%. Di Kota Sampit kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan yang mencapai 3,41% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02%. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 21

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah Tabel 2.4 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi April 2011 Palangka Raya Sampit Inflasi Inflasi Ikan asin telang Cabe rawit Bahan bakar RT Bawang merah Minyak goreng Daging ayam ras Ikan gabus Beras Angkutan udara Telur ayam ras Deflasi Def lasi Bawang merah Emas perhiasan Daging ayam ras Daging sapi Cabe rawit Udang basah Gula Pasir Air kemasan Bawang putih Sewa rumah Sumber: BPS (diolah) Tabel 2.4 di atas menunjukkan 5 komoditas utama yang memicu terjadinya inflasi di Kota Palangka Raya maupun Sampit. Inflasi Mei 2011 Memasuki bulan Mei 2011, Kota Palangka Raya dan Sampit masingmasing mengalami inflasi sebesar 0,48% dan 0,03%. Kelompok bahan makanan dan kelompok sandang memberikan andil tertinggi inflasi di Kota Palangka Raya. Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok sandang memberikan andil inflasi terbesar di Sampit. Andil Inflasi Andil Inflasi Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Pendidikan, rekreasi dan olah raga Pendidikan, rekreasi dan olah raga Kesehatan Kesehatan Palangka Raya Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Sampit Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Bahan makanan Bahan makanan Umum Umum (1.50) (1.00) (0.50) 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 (0.40) (0.20) 0.20 0.40 0.60 0.80 Grafik 2.10 Andil Inflasi Palangka Raya Mei 2011 Sumber: BPS (diolah) Grafik 2.11 Andil Inflasi Sampit Mei 2011 Sumber: BPS (diolah) Berdasarkan sumbangannya, kelompok bahan makanan dan kelompok sandang memberikan sumbangan terbesar masingmasing 0,41% dan 0,15% di Kota Palangka Raya. Sementara itu, tekanan inflasi di Kota Sampit, berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06% dan kelompok sandang sebesar 0,07%. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 22

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah Tabel 2.5 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi Mei 2011 Palangka Raya Sampit Inf lasi Inflasi Daging ayam ras Daging ayam ras Ikan baung Emas perhiasan Emas perhiasan Tomat sayur Ikan tapah Ikan gabus Bayam Udang basah Deflasi Deflasi Telepon seluler Cabe rawit Cabe rawit Beras Beras Gula pasir Gula pasir Ikan mas Telur ayam ras Bawang merah Sumber: BPS (diolah) Sebagaimana tabel 2.5 terlihat bahwa komoditas daging ayam ras mempengaruhi inflasi baik di Kota Palangka Raya maupun Sampit. Inflasi Juni 2011 Selanjutnya pada Juni 2011, tekanan inflasi di Kota Palangka Raya dan Sampit masingmasing meningkat menjadi 0,82% dan 1,13%. Pada bulan ini, inflasi tertinggi di Kota Palangka Raya dan Sampit dialami oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar masingmasing sebesar 2,98% dan 1,63%, serta kelompok bahan makanan dengan inflasi masingmasing sebesar 0,41% dan 2,29%. Andil Inflasi Andil Inflasi Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Transpor, komunikasi dan jasa keuangan Pendidikan, rekreasi dan olah raga Pendidikan, rekreasi dan olah raga Kesehatan Kesehatan Palangka Raya Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Sampit Sandang Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Bahan makanan Bahan makanan Umum Umum 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 (0.50) 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 Grafik 2.12 Andil Inflasi Palangka Raya Juni 2011 Grafik 2.13 Andil Inflasi Sampit Juni 2011 Sumber: BPS (diolah) Sumber: BPS (diolah) Sementara itu, sumbangan inflasi Kota Palangka Raya pada Juni 2011 juga didominasi oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,12% dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,53%. Selanjutnya, inflasi Sampit mendapatkan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 23

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah sumbangan terbesar dari kelompok bahan makanan sebesar 0,70% dan kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,34%. Tabel 2.6 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi/Deflasi Juni 2011 Palangka Raya Sampit Inflasi Inf lasi Bahan bakar RT Daging ayam ras Daging ayam ras Bahan bakar RT Semen Bawang merah Tomat sayur Udang basah Bawang merah Batako Deflasi Def lasi Ikan baung Ikan tongkol Cabe rawit Personal komputer Ikan gabus Beras Kacang panjang Ikan sepat Bayam Ikan bawal Sumber :BPS (diolah) Sebagaimana tabel 2.6, bahan bakar rumah tangga dan daging ayam ras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi baik di Kota Palangka Raya maupun Sampit. 2.3. Inflasi Triw ulanan (qtq) Secara triw ulanan, perkembangan inflasi di Kalteng pada periode laporan meningkat dari 0,35% menjadi 0,84%, selanjutnya inflasi Kota Palangka Raya juga meningkat dari 0,06% menjadi 1,36% sementara inflasi Kota Sampit mengalami penurunan dari sebesar 0,72% pada triw ulan I2011 menjadi 0,19%. Kelompok pengeluaran yang mendorong terjadinya inflasi di Kota Palangka Raya adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami inflasi 3,79% dan kelompok sandang sebesar 2,73%. Selanjutnya di Kota Sampit, hanya kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami peningkatan inflasi terbesar dari deflasi 0,32% menjadi 2,03%. Tabel 2.7 Perkembangan Inflasi Triw ulanan Menurut Kelompok Pengeluaran Inflasi QTQ Palangka Raya Sampit Kelompok Pengeluaran Apr11 May11 Jun11 Apr11 May11 Jun11 Umum (0.18) 0.28 1.36 (1.43) (1.19) 0.19 Bahan Makanan (2.56) (0.80) 1.15 (5.87) (5.43) (1.52) Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.74 0.59 0.33 1.27 1.17 0.76 Perumahan,Air,Listrik,Gas & Bahan Bakar 1.58 0.90 3.79 (0.08) 0.02 2.03 Sandang 0.70 3.64 2.73 2.48 3.39 1.29 Kesehatan 1.97 1.97 1.90 0.47 0.05 0.22 Pendidikan, Rekreasi Dan Olah Raga (0.17) (0.04) 0.60 (0.13) 0.36 (0.31) Transpor,Komunikasi Dan Jasa Keuangan 0.48 (0.56) (0.18) 0.18 0.14 0.13 Sumber :BPS (diolah) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 24

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah 2.4. Inflasi Tahunan (yoy) dan Inflasi Tahun Kalender (ytd) Laju inflasi tahunan Kota Palangka Raya dan Sampit pada triw ulan II2011 tercatat masingmasing sebesar 7,22% dan 6,61% menurun dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya sebesar 8,13% dan 8,55%. Semakin meredanya inflasi pada kelompok bahan makanan merupakan faktor utama menurunnya laju inflasi tahunan pada triwulan II2011. 12.00 10.00 Inflasi (yoy) Palangka Raya dan Sampit 8.00 6.00 4.00 2.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2010 2011 Inflasi Yoy Smpt Inflasi Yoy Plk Grafik 2.14 Inflasi Tahunan Palangka Raya dan Sampit Sumber: BPS (diolah) Laju inflasi tertinggi di Kota Palangka Raya berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami peningkatan dari 6,28% di triwulan I2011 menjadi 9,39% pada triwulan laporan. Sementara itu, laju inflasi di Kota Sampit dan Provinsi Kalteng didorong oleh kelompok bahan makanan namun dalam trend menurun masingmasing dari 18,95% menjadi 11,74% dan 17,13% menjadi 10,51%. Inflasi YOY Tabel 2.8 Perkembangan Inflasi Tahunan (yoy) Menurut Kelompok Pengeluaran Palangka Raya Sampit Kelompok Pengeluaran Apr11 May11 Jun11 Apr11 May11 Jun11 Umum 7.86 7.71 7.22 7.72 6.41 6.61 Bahan Makanan 13.67 12.78 9.59 16.13 11.48 11.74 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 7.75 8.11 7.79 4.86 4.82 5.47 Perumahan,Air,Listrik,Gas & Bahan Bakar 6.75 7.11 9.39 3.10 3.48 4.38 Sandang 10.62 12.46 11.77 12.88 10.75 8.50 Kesehatan 5.31 4.97 5.15 3.14 3.16 3.27 Pendidikan, Rekreasi Dan Olah Raga 0.15 0.30 0.74 3.09 3.11 2.82 Transpor,Komunikasi Dan Jasa Keuangan 1.57 0.43 0.86 1.25 1.64 1.69 Sumber: BPS (diolah) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 25

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah Sementara itu, inflasi tahun kalender (ytd) Kota Palangka Raya sampai dengan Juni 2011 mencapai 1,42% sedangkan Kota Sampit 0,91%. Dengan demikian, inflasi Kalteng sampai dengan Juni 2011 mencapai 1,20% (ytd). Tabel 2.9 Perkembangan Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran Inflasi YTD Palangka Raya Sampit Kelompok Pengeluaran Apr11 May11 Jun11 Apr11 May11 Jun11 Umum 0.12 0.60 1.42 (0.24) (0.21) 0.91 Bahan Makanan (3.18) (1.87) (1.47) (3.38) (3.69) (1.48) Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 1.36 1.54 1.76 3.03 2.95 3.45 Perumahan,Air,Listrik,Gas & Bahan Bakar 3.36 3.58 6.67 (0.20) 0.08 1.71 Sandang 2.47 4.59 4.74 2.29 3.04 3.16 Kesehatan 2.90 2.90 3.39 2.54 2.56 2.74 Pendidikan, Rekreasi Dan Olah Raga (0.12) 0.03 0.47 0.17 0.19 (0.12) Transpor,Komunikasi Dan Jasa Keuangan (0.09) (1.10) (0.69) 0.54 0.61 0.67 Sumber: BPS (diolah) 2.5. Indikator Survei Bank Indonesia Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Grafik 2.15 dan 2.16 indikator SPE menunjukkan bahwa kecenderungan trend inflasi di Kota Palangka Raya dan Sampit dipengaruhi oleh faktor distribusi ketimbang dengan permintaan. Ketika distribusi barang diperkirakan membaik selama triwulan II 2011, maka inflasi bulanan Kota Palangka Raya dan Sampit mengalami penurunan. Sementara itu, melalui indikator yang ditunjukkan SK ditemukan bahwa trend inflasi bulanan Kalteng di triwulan II2011 sejalan dengan indikator ekspektasi kenaikan harga umum pada 1 (satu) bulan yang akan datang. Selanjutnya, trend inflasi triwulanan Kalteng juga cenderung searah dengan indikator ekspektasi kenaikan harga umum pada 3 (tiga) bulan yang akan datang. Selanjutnya, hasil SKDU juga menunjukkan trend penurunan pada hasil Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebagaimana grafik 2.19. Nilai SBT yang diperoleh sebesar 8,14 dengan penurunan harga jual terbesar terjadi pada sektor pertanian dalam arti luas yaitu sebesar 0,64. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 26

Bab 2 Perkembangan Inflasi Daerah 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 (0.50) (1.00) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 2010 2011 Inflasi mtm Plk Permintaan 1 bulan (%naik) Distribusi 1 bulan (%naik) 160 140 120 100 80 60 40 20 2.00 1.50 1.00 0.50 (0.50) (1.00) (1.50) 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 2009 2010 2011 Inflasi mtm Smpt Permintaan 1 bulan (%naik) Distribusi 1 bulan (%naik) 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 Grafik 2.15 Trend Inflasi Palangka Raya dan Indikator Distribusi Permintaan SPE Sumber: Survei BI Palangka Raya (diolah) Grafik 2.16 Trend Inflasi Sampit dan Indikator Distribusi Permintaan SPE Sumber: Survei BI Palangka Raya (diolah) 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 (0.50) (1.00) 160.00 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 (1.00) (2.00) 2010 2011 Harga umum Inflasi Kalteng (mtm) 2010 2011 Ekspektasi Harga 3 bln y.a.d. Inflasi Kalteng (qtq) Grafik 2.17 Trend Inflasi Kalteng (mtm) dan Indikator Harga Umum SK Sumber: Survei BI Palangka Raya (diolah) Grafik 2.18 Trend Inflasi Kalteng (yoy) dan Indikator Harga Umum SK Sumber: Survei BI Palangka Raya (diolah) 12 10 8 6 4 2 0 Perkembangan Harga Jual II III IV I II 2010 2011 Harga Jual Grafik 2.19 SBT SKDU Indikator Harga Jual Sumber: Survei BI Palangka Raya (diolah) Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 27

Boks 2. Fenomena Kelangkaan BBM Boks 2. Fenomena Kelangkaan BBM dan Upaya Pengendaliannya Pendahuluan Sebagaimana diketahui, karakteristik inflasi di Provinsi Kalteng sangat dipengaruhi oleh faktor distribusi. Fenomena yang terjadi selama beberapa bulan terakhir sampai dengan Juni 2011 adalah adanya kelangkaan BBM baik solar dan premium yang menyebabkan antrian panjang dan gangguan distribusi barang. Berdasarkan kajian 6 yang dilakukan, setiap kenaikan harga minyak dunia menyebabkan antrian solar karena margin harga antara BBM subsidi dan non subsidi mengalami peningkatan yang relatif lebih besar dari sebelumnya. Disparitas harga ini memicu adanya pelansir BBM yang disebabkan oleh resistensi sektor industri membeli solar non subsidi dengan pertimbangan kenaikan biaya operasional. Dapat dianalisis lebih lanjut pada grafik 1 dan 2 dibawah ini. USD/Barel 120 110 100 90 80 70 60 50 40 30 41.63 75.77 78.39 85.31 76.30 76.16 110.04 89.22 96.25 76.60 81.90 84.19 1 2 3 4 5 6 7 8 9101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9101112 1 2 3 4 5 6 2009 2010 2011 Grafik 2.20 Boks 1. Harga Minyak Dunia Sumber: Bloomberg 50,000 45,000 40,000 35,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 9 10 11 12 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 2009 2010 2011 Minyak Solar Industri Premium (subs) Solar (subs) Grafik 2.21 Konsumsi Minyak Subsidi dan Non Subsidi Sumber: Pertamina Balikpapan Permasalahan Dalam upaya pengendalian inflasi telah diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi yaitu adanya pelansir BBM yang muncul karena memanfaatkan momentum untuk menjual BBM 6 Pengaruh Kenaikan Harga BBM terhadap Inflasi Palangka Raya dan Sampit, 2008, KBI Palangka Raya Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 28

Boks 2. Fenomena Kelangkaan BBM dengan harga yang lebih tinggi di tingkat eceran ikut menyebabkan antrian panjang di SPBU, quota BBM yang perlu disesuaikan karena belum mengakomodasi konsumsi angkutan sungai, tingginya permintaan BBM subsidi karena adanya alih konsumsi BBM non subsidi menjadi BBM subsidi terutama untuk konsumsi sektor industri, serta belum adanya prioritas pemberian solar untuk kendaraan pengangkut sembako. Terbatasnya pasokan solar untuk angkutan distribusi barang konsumsi akan menaikkan harga barang konsumsi. Distributor besar sembako Kalteng menginformasikan distribusi barang dagangannya tidak optimal bahkan terhenti akibat antrean solar yang panjang. Usulan Solusi Untuk mengatasi permasalahan tersebut agar dampaknya tidak meluas hingga kenaikan harga barang, berdasarkan pertemuan Tim Pengendali Inflasi disepakati beberapa solusi jangka panjang dan pendek. Solusi jangka panjang antara lain: Mengusulkan peninjauan kembali quota Kalteng. Melakukan kajian kemungkinan konsumen Industri agar diijinkan untuk membeli BBM non subsidi ke depot tanpa melalui agen penyalur dengan harga resmi. Penggunaan gas 3 Kg sebagai alternatif kelangkaan minyak tanah. Penertiban kendaraan plat non KH dan pemberian insentif perubahan plat serta menerbitkan surat edaran bagi kendaraan plat non KH untuk menggunakan BBM Pertamax. Solusi jangka pendek adalah memprioritaskan distribusi solar bagi kendaraan angkutan sembako dan melakukan pengawasan secara konsisten terhadap HET BBM eceran yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah.. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 29

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah BAB III Perkembangan Perbankan Daerah 3. BAB III PERKEMBANGAN PERBANKAN DAERAH 3.1. Gambaran Umum Secara tahunan, pertumbuhan aset perbankan sebesar 48,10% (yoy) atau menjadi Rp16.172,48 miliar, meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (38,23%). Sejalan dengan pertumbuhan aset, dana yang dihimpun dari masyarakat (DPK) tumbuh sebesar 29,73% (yoy) menjadi Rp11.505,45 miliar meningkat dari triwulan sebelumnya (18,83%). Sementara itu, nilai kredit yang disalurkan perbankan di Kalteng mengalami pertumbuhan lebih tinggi bila dibandingkan dengan DPK mencapai 76,12% (yoy) menjadi Rp10.842,62 miliar meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (59,45%). Selanjutnya, efektivitas fungsi intermediasi perbankan yang terlihat dari perkembangan rasio kredit terhadap DPK atau Loans to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 94,24% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (95,48%). Peran serta perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM melalui penyaluran kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 25,62% (yoy) menjadi Rp6.212,55 miliar lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (29,25%). 3.2. Perkembangan Kelembagaan Secara kelembagaan, jumlah jaringan kantor bank di Kalimantan Tengah yaitu bank milik pemerintah daerah, bank BUMN, bank swasta nasional dan BPR mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya. Hal tersebut memberikan indikasi bahwa peluang sektor perbankan untuk memberikan pembiayaan dan pelayanan di Kalimantan Tengah masih cukup potensial. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 30

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah Tabel 3.3.1 Perkembangan Kelembagaan Perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah Jenis Bank Tw II09 Tw III09 Tw IV09 Tw I 10 Tw II 10 Tw III 10 Tw IV10 Tw I11 Tw II11 1. Bank Pemerintah Jumlah Bank 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Jumlah Kantor* ) 95 95 104 104 104 104 106 106 106 2. Bank Pemerintah Daerah Jumlah Bank 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah Kantor 30 32 32 32 32 32 32 32 32 3. Bank Swasta Nasional Jumlah Bank 4 4 4 4 5 5 5 6 6 Jumlah Kantor 15 15 17 18 19 19 19 21 25 4. Bank Perkreditan Rakyat Jumlah Bank 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Kantor 2 2 2 2 2 2 2 2 2 5. Bank Syariah Jumlah Bank 1 1 1 1 2 2 2 2 2 Jumlah Kantor 1 1 1 2 3 3 5 6 6 * ) termasuk Kantor BRI unit Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Jumlah bank di Kalteng sampai dengan triwulan II2011 adalah 15 bank yang terdiri dari 11 (sebelas) bank umum konvensional, 2 (dua) bank umum syariah dan 2 (dua) Bank Perkreditan Rakyat. Sedangkan jumlah jaringan kantor bank di Kalteng pada triwulan laporan bertambah menjadi 171 kantor dengan komposisi 163 kantor bank umum (termasuk kantor BRI unit), 2 (dua) kantor BPR, dan 6 (enam) kantor Bank Syariah. Perkembangan yang terjadi di triwulan laporan antara lain: PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. membuka 4 (empat) Danamon Simpan Pinjam (DSP) di Pangkalan Bun, Puruk Cahu dan Sampit yaitu DSP Pasar Indra Kencana, DSP Pasar Puruk Cahu, DSP Pasar Beringin, dan DSP Pasar Keramat. 3.3. Perkembangan Aset Total aset perbankan Kalteng pada triwulan ini mencapai Rp16.172,48 miliar, tumbuh 48,10% (yoy) meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 38,23%. Menurut lokasi bank, jumlah aset terbesar didominasi Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 38,22% atau Rp6.180,70 miliar dari total aset Kalteng. Peringkat kedua adalah Kota Palangka Raya sebesar Rp4.927,64 miliar (30,47%), disusul dengan Kotawaringin Barat sebesar Rp1.443,45 miliar (8,93%), kemudian Barito Utara, Kabupaten Kapuas, dan Barito Selatan masingmasing dengan nilai aset sebesar Rp855,16 miliar (5,29%), Rp776,39 miliar (4,80%), dan Rp504,05 miliar (3,12%). Selanjutnya, kabupaten lainnya yang terdiri dari Kabupaten Barito Timur, Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas, Lamandau, Murung Raya, dan Sukamara memiliki total aset sebesar Rp1.485,09 miliar (9,18%). Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 31

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah Barito Selatan 3.12% Lainnya 9.18% Barito Utara 5.29% Kapuas 4.80% Kotawaringin Barat 8.93% Palangka Raya 30.47% Kotawaringin Timur 38.22% Grafik 3.1 Share Aset Perbankan Kabupaten/Kota Terhadap Kalimantan Tengah Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 3.4. Perkembangan Dana Pihak Ketiga Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan Kalteng triw ulan ini tumbuh 29,73% (yoy) menjadi sebesar Rp11.505,45 miliar, meningkat dari pertumbuhan periode sebelumnya yaitu sebesar 18,83%. Seluruh jenis simpanan yaitu giro, tabungan dan deposito mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, masingmasing tumbuh menjadi Rp3.602,50 miliar (20,62%), dan Rp5.276,52 miliar (27,63%), dan Rp2.626,43 miliar (50,26%). 60 50 Giro Tabungan Deposito DEPOSITO 22.83% DPK GIRO 31.31% 40 30 20 10 % (10) I II III IV I II III IV I II (20) 2009 2010 2011 (30) Grafik 3.2 Laju Pertumbuhan Giro, Tabungan dan Deposito Perbankan Kalteng (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya TABUNGAN 45.86% Grafik 3.3 Share Giro, Tabungan dan Deposito Perbankan Kalteng Triw ulan II2011 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Pertumbuhan jumlah tabungan didukung oleh indikator jumlah tabungan saat ini dibandingkan 3 (tiga) bulan yang lalu dari hasil Survei Konsumen (SK) yang mengindikasikan bahwa jumlah tabungan masyarakat cenderung meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Lebih lanjut, berdasarkan grafik 3.4 terlihat bahwa kondisi tabungan masyarakat cenderung mengarah ke kondisi meningkat. Disamping itu, hasil SKDU Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 32

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan simpanan masyarakat seiring dengan penyerapan perbankan terhadap kelebihan likuiditas dari rentabilitas sektor usaha pada triwulan II 2011. 130.00 120.00 110.00 100.00 90.00 80.00 70.00 60.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 2010 2011 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Likuiditas Rentabilitas I II III IV I II Jumlah Tabungan Titik Statis (tidak ada perubahan) Grafik 3.4 Indikator Jumlah Tabungan Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 2010 2011 Grafik 3.5 Saldo Bersih Likuiditas dan Rentabilitas Sektor Dunia Usaha Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Ditinjau berdasarkan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah, perbankan Kota Palangka Raya berhasil menghimpun DPK terbesar yaitu Rp3.988,19 miliar (34,66%) dari total DPK Provinsi Kalimantan Tengah). Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar Rp3.002,04 miliar atau 26,09%. Selanjutnya, Kotawaringin Barat sebesar Rp1.303,93 miliar atau 11,33%. Tabel 3.2 Dana Pihak Ketiga Menurut Kab/Kota Kalteng Triw ulan II2011 (Rp Juta) Kot a/ Kabupaten Giro Tabungan Deposito Jumlah Palangka Raya 887,200 2,178,429 922,560 3,988,189 Kotawaringin Timur 903,433 1,153,184 945,432 3,002,049 Kotawaringin Barat 270,862 767,070 265,994 1,303,926 Kapuas 130,438 297,437 161,892 589,767 Barito Utara 291,018 417,947 116,816 825,781 Barito Selatan 201,044 226,777 34,990 462,811 Lainnya* ) 918,500 235,679 178,746 1,332,925 Jumlah 3,602,495 5,276,523 2,626,430 11,505,448 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya * ) Kabupaten Barito Timur, Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas, Lamandau, Murung Raya, dan Sukamara Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 33

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah 3.5. Perkembangan Penyaluran Kredit Perkembangan penyaluran kredit pada triw ulan laporan meningkat dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya dari 59,45% (yoy) menjadi 76,12%. Sejalan dengan realisasi kredit tersebut, maka Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan pada triwulan ini mencapai 94,24%. 14 12 10 DPK Kredit LDR 120.00 100.00 80.00 300.00 250.00 200.00 TotalKredit Modal Kerja Investasi Konsumsi Rp Juta 8 6 60.00 150.00 4 40.00 100.00 2 20.00 50.00 I II III IV I II III IV I II 2009 2010 2011 % % (50.00) I II III IV I II III IV I II 2009 2010 2011 Grafik 3.6 Perkembangan Fungsi Intermediasi Perbankan Kalimantan Tengah Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Grafik 3.7 Perkembangan Kredit Modal Kerja, Investasi dan Konsumsi (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Dari sisi penggunaan, kredit konsumsi mengalami pertumbuhan sebesar 23,25% (yoy) menjadi Rp3.985,41 miliar melambat dibandingkan dengan triwulan lalu (24,27%). Kredit investasi mencatat peningkatan sebesar 271,54% (yoy) menjadi Rp4.616,08 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan lalu sebesar 147,10%. Sementara itu, kredit modal kerja tercatat tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya menjadi 33,30% atau Rp2.241,13 miliar. Sedangkan, kredit investasi dominan tersalur di Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai Rp8.828,22 miliar. Lebih lanjut, kinerja penyaluran kredit perbankan Kota Palangka Raya sebagian besar masih disalurkan untuk kredit konsumsi yaitu sebesar Rp1.592,91 miliar. Secara sektor ekonomi, penyaluran kredit sektor pertanian mencapai pertumbuhan 305,75% (yoy) menjadi Rp4.297,32 miliar atau melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya 544,07%. Selanjutnya, sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 21,32% atau menjadi Rp1.231,33 miliar, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami penurunan sebesar 26,46%. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 34

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah Tabel 3.3 Penyaluran Kredit Penggunaan Per Kota/Kabupaten (Rp Juta) Kota/ Kabupaten Total Kredit Modal Kerja Investasi Konsumsi Palangka Raya 2,422,944 591,513 238,521 1,592,910 Kotawaringin Timur 5,420,481 728,734 4,212,135 479,612 Kotawaringin Barat 798,879 386,121 87,265 325,493 Kapuas 655,324 216,224 16,632 422,468 Barito Utara 355,886 158,163 20,151 177,572 Barito Selatan 425,030 103,134 1,055 320,841 Lainnya* ) 764,078 57,237 40,323 666,518 Jumlah 10,842,622 2,241,126 4,616,082 3,985,414 Selanjutnya, pada triwulan laporan, penyaluran kredit dibukukan terbesar oleh perbankan di Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar Rp5.420,48 miliar atau 49,99% dari total kredit yang disalurkan di Kalteng, diikuti perbankan di Palangka Raya 22,35% (Rp2.422,94 miliar) dan Kotawaringin Barat 7,37% (Rp798,88 miliar). Besarnya realisasi kredit investasi di Kotawaringin Timur menyebabkan tingginya realisasi total kredit perbankan di kabupaten tersebut. Tabel 3.4 Penyaluran Kredit Sektoral Per Kota/Kabupaten (Rp Juta) Palangka Kotaw aringin Kot aw aringin Kapuas Barito Utara Raya Timur Barat Barito Selat an Lainnya* ) Pertanian 86,754 4,168,342 29,923 5,582 4,584 1,372 758 Pertambangan 184 13 20,142 Industri 15,944 203,204 10,357 1,509 528 398 1,107 ListrikGA 4,990 118 36 Konstruksi 80,416 87,498 25,152 36,222 11,380 4,116 3,541 PHR 462,256 365,096 168,280 114,081 53,964 46,372 21,279 PengangkutanGK 6,874 16,698 2,737 4,027 2,136 250 24,761 JasaDU 35,621 12,686 20,361 2,887 1,624 119 44,552 JasaSosial 20,565 9,703 44,130 1,368 2,319 392 1,526 Lain_lain 1,709,340 557,241 497,939 489,648 259,209 371,893 666,518 Jumlah 2,422,944 5,420,481 798,879 655,324 355,886 425,030 764,078 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya * ) Kabupaten Barito Timur, Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas, Lamandau, Murung Raya, dan Sukamara 50 40 30 20 10 0 10 20 30 I II III IV I II 2010 2011 Series1. Grafik 3.8 Akses Kredit Sektor Usaha Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 35

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah % 1.60 80.00 1.40 1.20 Rasio NPL TotalKredit 70.00 60.00 Konsumsi 25.61% 1.00 50.00 0.80 0.60 0.40 0.20 40.00 30.00 20.00 10.00 Investasi 16.86% Modal Kerja 57.53% I II III IV I II III IV I II % 2009 2010 2011 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Grafik 3.9 Perkembangan Rasio NPL Perbankan dan Pertumbuhan Kredit (yoy) Pertanian 2.27% JasaSosial 1.99% Lainlain 34.36% Konstruksi 14.72% IndustriPen golahan 0.50% PerdganRes tohtl 42.00% JasaDuniaU saha 3.45% AngkutanK omunikasi 0.72% Grafik 3.10 Share NPL Menurut Penggunaan dan Sektoral triw ulan II2011 Tingkat risiko dan kualitas kredit yang disalurkan perbankan Kalimantan Tengah secara umum cukup baik, hal ini tercermin dari Non Performing Loans (NPL) Gross yaitu sebelum dikurangi Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) tercatat Rp99,76 miliar atau 0,92%, meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (0,87%). Sementara itu, menurut jenis penggunaannya, kredit modal kerja mencatat NPL terbesar mencapai Rp57,39 miliar (2,56%), sementara kredit konsumsi dan investasi tercatat masingmasing sebesar Rp16,82 miliar (0,36%) dan Rp25,55 miliar (0,64%). Sejalan dengan itu, berdasarkan sektor ekonomi, jumlah NPL tertinggi dialami oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran mencapai Rp41,91 miliar dan sektor konstruksi mencapai Rp14,68 miliar. Berdasarkan Lokasi Proyek Berdasarkan lokasi proyek, kredit yang disalurkan perbankan nasional kepada pelaku kegiatan usaha yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan II 2011 tercatat sebesar Rp18.123,47 miliar. Nilai tersebut tumbuh 33,06% (yoy) melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (33,06%). Ditinjau dari jenis penggunaannya, kredit investasi tercatat memiliki proporsi terbesar yaitu 52,20% dengan nilai Rp9.459,61 miliar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 33,81% (yoy). Sementara itu kredit konsumsi pada triwulan laporan meningkat Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 36

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah sebesar 24,43% (yoy) menjadi Rp4.616,19 miliar dan kredit modal kerja tumbuh 41,38% (yoy) menjadi Rp4.047,67 miliar. Tabel 3.4. Perkembangan Kredit Berdasarkan Lokasi Proyek (Rp Juta) Penggunaan Tw I2010 Tw II2010 Tw III2010 Tw IV2010 Tw I2011 Tw II2011 Modal Kerja 3,124,989 2,862,969 3,657,541 3,426,687 3,636,930 4,047,669 Investasi 5,890,518 7,069,452 8,452,782 8,764,444 11,254,103 9,459,610 Konsumsi 3,286,195 3,710,005 3,866,235 3,643,467 4,380,089 4,616,194 Total Kredit 12,301,702 13,642,426 15,976,558 15,834,598 19,271,123 18,123,472 Berdasarkan sektor ekonomi, sektor pertanian menyerap kredit perbankan sebesar Rp8.838.19 atau 46,26% dari total kredit menurut lokasi proyek, disusul oleh sektor perindustrian Rp1.822,53 miliar atau 10.06%. Sementara itu, sektor pertambangan tumbuh cukup tinggi yaitu 148,16% menjadi Rp426,92 miliar namun hanya 2,36% dari total kredit. Tabel 3.5 Perkembangan Kredit Sektoral Berdasarkan Lokasi Proyek (Rp Juta) 3.6. Perkembangan Penyaluran Kredit UMKM Penyaluran kredit UMKM tumbuh 25,62% (yoy) melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 29,25%. Posisi kredit UMKM pada triwulan ini mencapai Rp6.212,55 miliar. Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Sektor Ekonomi Tw I2010 Tw II2010 Tw III2010 Tw IV2010 Tw I2011 Tw II2011 Lap. Usaha Pertanian 4,329,488 6,320,803 9,436,104 9,581,889 10,131,925 8,383,186 Pertambangan 186,417 172,029 184,825 177,121 255,659 426,915 Perindustrian 1,973,807 1,574,774 346,151 439,762 1,831,833 1,822,534 Listrik, Gas dan Air 2,350 4,041 4,314 4,682 93,766 101,037 Konstruksi 193,108 278,954 399,615 246,930 381,875 406,190 Perdagangan 1,730,085 1,016,646 1,154,808 1,211,492 1,224,325 1,238,122 Pengangkutan 61,471 47,215 33,843 38,566 70,735 73,690 Jasajasa 275,072 136,482 195,154 261,941 347,649 411,436 Keuangan 290,950 353,052 303,946 228,748 553,265 644,168 Non Lap. Usaha Rumah Tinggal 420,592 555,043 521,126 539,985 581,632 599,357 Flat & Apartemen 93,479 97,231 805 800 1,451 1,433 Ruko & Rukan 10,667 14,267 22,100 24,848 29,079 32,971 Kendaraan 308,177 445,740 499,030 447,616 610,384 721,884 Lainnya 2,496,077 2,604,099 2,849,965 2,630,217 3,157,542 3,260,549 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Tabel 3.6 Perkembangan Kredit UMKM Perbankan Kalimantan Tengah (Rp Juta) 2009 2010 2011 Triw ulanan I II III IV I II III IV I II UMKM 3,336,917 3,825,748 4,075,211 4,243,713 4,423,289 4,945,461 8,208,626 5,415,240 5,717,034 6,212,548 ModalKerja 925,817 1,088,457 1,162,775 1,142,357 1,140,810 1,363,246 1,882,270 1,579,017 1,679,219 1,862,939 Investasi 221,331 271,378 285,347 273,922 296,176 304,071 2,990,858 285,262 320,337 364,298 Konsumsi 2,189,769 2,465,913 2,627,089 2,827,434 2,986,303 3,278,144 3,335,498 3,550,961 3,717,478 3,985,311 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 37

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah Kredit konsumsi masih mendominasi pangsa penyaluran kredit UMKM sebesar 64,15% diikuti kredit modal kerja dan investasi masingmasing sebesar 29,99% dan 5,86%. Kredit konsumsi, modal kerja dan investasi masih tumbuh cukup tinggi, yaitu masingmasing 21,57%, 36,65% dan 19,81% (yoy). Tabel 3.7. Perkembangan Kredit UMKM Perbankan Kalimantan Tengah menurut Sektor Ekonomi (Rp Juta) 2009 2010 2011 Triw ulanan I II III IV I II III IV I II Pertanian 90,061 83,881 85,000 80,459 43,051 52,568 2,872,831 50,712 59,224 57,180 Pertambcngan 1,723 1,796 1,640 3,915 3,553 1,095 21,048 1,037 244 339 Industri 12,960 12,641 11,813 13,628 22,100 25,087 154,063 27,556 36,878 38,240 ListrikGA 150 234 298 269 327 295 4,321 411 379 377 Konstruksi 110,218 193,411 221,236 126,287 104,016 172,804 239,628 144,760 152,003 191,552 PerdaganganRH 811,727 917,660 973,592 1,022,586 840,462 1,066,254 1,147,270 1,095,710 1,106,177 1,156,668 PengangkutanGK 16,022 22,251 19,892 21,992 23,545 21,935 26,888 27,338 24,997 29,946 JasaDU 78,753 101,922 108,004 121,640 147,389 66,284 71,772 79,028 89,950 112,516 JasaSosial 11,805 11,527 12,918 12,326 23,584 82,380 78,582 79,526 79,254 79,996 Lain_lain 2,203,498 2,480,425 2,640,818 2,840,611 3,215,262 3,456,759 3,592,223 3,909,162 4,167,928 4,545,734 UMKM 3,336,917 3,825,748 4,075,211 4,243,713 4,423,289 4,945,461 8,208,626 5,415,240 5,717,034 6,212,548 Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Sebagaimana ditunjukkan oleh tabel 3.7, kredit UMKM dengan bobot kredit terbesar pada sektor perdagangan meningkat sebesar 8,48%. Selanjutnya, sektor dengan bobot terbesar kedua, yaitu sektor konstruksi mengalami peningkatan sebesar 10,85%. Perkembangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Tengah per akhir Juni 2011 dengan plafon sebesar Rp891,98 miliar, sedangkan nilai outstanding mencapai Rp597,66 miliar. Sementara itu, total debitur yang sudah dijangkau oleh KUR perbankan Kalimantan Tengah mencapai 37.359 debitur. Dengan demikian, ratarata kredit yang disalurkan per debitur sebesar Rp12,62 juta. 3.7. Perkembangan Suku Bunga Perbankan Perkembangan suku bunga perbankan 7 Kalimantan Tengah suku bunga dana pihak ketiga dan suku bunga kredit cenderung menurun. Perkembangan suku bunga kredit cenderung mengikuti arah kenaikan BIrate sebagaimana grafik 3.9 dan 3.10. Suku bunga kredit perbankan Kalteng di triwulan II2011 cenderung menurun 1,34% (yoy). Menurunnya suku bunga kredit ini sejalan dengan indikator tingkat suku bunga kredit pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang juga cenderung menurun. 7 Perkembangan suku bunga merupakan suku bunga ratarata Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 38

Bab 3 Perkembangan Perbankan Daerah 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 (10.00) (20.00) (30.00) (40.00) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121 2 3 4 5 6 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 60.00 40.00 20.00 (20.00) (40.00) 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 % 2009 2010 2011 (60.00) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 BI Rate gsuku Bunga Kredit Grafik 3.11 Grow th BIrate dan Suku Bunga Kredit Perbankan Kalimantan Tengah (yoy) Sumber: LBU (KBI Palangka Raya) % 2009 2010 2011 BI Rate DPK SK Sk Bunga Grafik 3.12 Grow th BIrate dan Suku Bunga DPK Perbankan Kalimantan Tengah (yoy) Sumber: LBU (KBI Palangka Raya) % Suku bunga ratarata tabungan dan deposito di triwulan II2011 masingmasing mencapai 3,03% dan 5,74%. Penurunan suku bunga tabungan ini sejalan dengan indikator Survei Konsumen (SK) yaitu perkiraan tingkat suku bunga tabungan yang diperkirakan menurun pada triwulan laporan. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 39

Bab 4 Perkembangan Keuangan Daerah BAB IV Perkembangan Keuangan Daerah 4. BAB IV PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH 4.1. Gambaran Umum Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan Juni 2011 masingmasing mencapai 53,07% (Pendapatan Daerah) dan 10,30% (Belanja Daerah). 4.2. Perkembangan Pendapatan Daerah Realisasi pendapatan daerah Kalteng triwulan II2011 mencapai Rp905,12 miliar atau sebesar 53,07% dari target sebesar Rp1.705,52 miliar. Komponen Pendapatan Daerah yang terdiri atas PAD terealisasi sebesar Rp374,61 miliar atau sebesar 68,11%, Dana Perimbangan terealisasi Rp530,02 miliar atau sebesar 51,83%, sedangkan komponen lainlain pendapatan yang sah terealisasi sebesar 2,72%. Lebih rinci lagi, dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil pajak/bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus masingmasing terealisasi sebesar Rp50,22 miliar atau 28,71%, Rp464,23 miliar atau 58,33%, dan Rp15,57 miliar atau 30,00%. Tabel 4.1 Realisasi Anggaran Pendapatan Kalimantan Tengah (s.d. Juni 2011) URAIAN APBD 2011 Realisasi Juni 2011 PENDAPATAN DAERAH Pendapatan Asli Daerah 664,905,150,000.00 374,612,402,249.08 Pendapatan Pajak Daerah 467,303,700,000.00 318,295,335,098.00 Pendapatan Retribusi Daerah 6,297,600,000.00 2,863,781,560.00 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan dipisahkan 17,500,000,000.00 19,867,190,971.27 Lainlain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 173,803,850,000.00 33,586,094,619.81 Transfer Pemerintahan PusatDana Perimbangan 1,022,611,330,000.00 530,015,856,339.00 Dana Bagi Hasil Pajak/bukan Pajak 174,880,000,000.00 50,215,160,339.00 Dana Alokasi Umum 795,816,330,000.00 464,226,196,000.00 Dana Alokasi Khusus 51,915,000,000.00 15,574,500,000.00 LainLain Pendapatan Yang Sah 18,000,000,000.00 490,000,000.00 Pendapatan Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintahan Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya 18,000,000,000.00 490,000,000.00 JUMLAH PENDAPATAN 1,705,516,480,000.00 905,118,258,588.08 Sumber: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 40

Bab 4 Perkembangan Keuangan Daerah 4.3. Perkembangan Belanja Daerah Realisasi belanja daerah pada triwulan II2011 baru terealisasi sebesar 10,30%, dengan realisasi terbesar dari komponen belanja tidak langsung mencapai 17,57%. Sementara itu, belanja langsung mencapai 2,66%. Tabel 4.2 Realisasi Anggaran Belanja Kalimantan Tengah (s.d. Juni 2011) URAIAN APBD 2011 Realisasi Juni 2011 BELANJA Belanja Tidak Langsung 879,913,774,863.00 154,611,520,322.00 Belanja Langsung 838,102,705,137.00 22,327,426,826.00 Sumber: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah 4.4. Pelaksanaan Proyek Infrastruktur Provinsi Kalimantan Tengah Pembiayaan proyek infrastruktur di Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan triwulan II2011 baru mencapai 9,63% dari total anggaran Rp149,51 miliar. Dari pencapaian tersebut, realisasi terbesar terdapat pada program pembangunan jalan dan jembatan yaitu 14,34% dari anggaran Rp11,23 miliar. Kemudian diikuti oleh program peningkatan/pembangunan jalan Provinsi Kalimantan Tengah yang terealisasi sebesar 10,87% atau Rp11,99 miliar dari anggaran sebesar Rp110,29 miliar. Sementara itu, program perencanaan dan pengawasan teknis jalan dan jembatan serta program rehabiilitasi/pemeliharaan jalan dan jemabatan masingmasing terealisasi sebesar 8,37% dan 1,91%. Tabel 4.3 Pembiayaan Proyek Utama 2011 Uraian Jumlah anggaran Realisasi Anggaran Program Pembangunan Jalan dan Jembatan 11,231,188,519 1,610,100,000 Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 23,893,412,956 456,063,500 Program Perencanaan dan Pengaw asan Teknis Jalan dan Jembatan 4,096,537,286 342,680,600 Program Peningkatan/Pembangunan Jalan Prov. Kalt eng 110,285,442,835 11,989,186,425 Jumlah Total anggaran 149,506,581,596 14,398,030,525 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 41

Bab 5 Perkembangan Sistem Pembayaran BAB V Perkembangan Sistem Pembayaran 5. BAB V PERKEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN 5.1. Gambaran Umum Pertumbuhan secara tahunan dari total transaksi pembayaran tunai dan non tunai di Provinsi Kalimantan Tengah pada triw ulan II2011 mengalami peningkatan. Pada sistem pembayaran tunai, aliran uang masuk (inflow) dan aliran uang keluar (outflow) masingmasing tumbuh sebesar 15,81% dan 49,45% (yoy). Sedangkan untuk transaksi pembayaran non tunai, total nilai transaksi kliring dan RTGS selama triwulan II 2011 mencapai Rp3.644,68 miliar atau meningkat 14,24% (yoy).. 5.2. Transaksi Pembayaran Tunai Total perputaran aliran uang kartal melalui Bank Indonesia Palangka Raya selama triw ulan II2011 mencapai Rp1.949,64 miliar, tumbuh 46,09% (yoy) meningkat dibandingkan triw ulan sebelumnya (24,09%). Inflow pada triwulan laporan tercatat paling besar terjadi pada Juni 2011 sebesar Rp71,35 miliar. Total inflow selama triwulan laporan tercatat sebesar Rp154,57 miliar. Sementara itu, outflow tercatat sebesar Rp1.795,07 miliar meningkat 49,45% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya (41,39%), atau mengalami net outflow sebesar Rp1.640,50 miliar. 1,200 1,000 Rp Miliar 800 600 400 2011 2009 2010 Outflow 300 250 200 Rp Miliar 150 100 2011 2009 2010 Inflow 200 50 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des Grafik 5.1. Perkembangan Outflow Transaksi Tunai KBI Palangka Raya (Rp Juta) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des Grafik 5.2 Perkembangan Inflow Transaksi Tunai KBI Palangka Raya (Rp Juta) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 42

Bab 5 Perkembangan Sistem Pembayaran 5.2.1. Penyediaan Uang Layak Edar Sebagai upaya memelihara kualitas uang kartal yang diedarkan, maka BI melakukan kegiatan Pemberian Tanda Tidak Berharga (PTTB) terhadap uang yang tidak layak edar. Kebijakan tersebut dikenal dengan Clean Money Policy yang merupakan salah satu tugas Bank Indonesia. Uang yang sudah diberi tanda tidak berharga selanjutnya dimusnahkan dan diganti dengan uang baru dengan jumlah yang sama sehingga tidak mempengaruhi jumlah uang beredar. Jumlah uang kartal yang dimusnahkan mencapai Rp11,80 miliar atau meningkat 35,51% (yoy) pada triw ulan laporan. Rasio PTTB terhadap jumlah uang kartal yang masuk (inflow ) sebesar 7,63%. Hal ini menggambarkan bahwa hanya 7,63% dari seluruh uang yang disetorkan kembali ke Bank Indonesia dinyatakan tidak layak edar. PTTB 40 Rasio PTTB thd Inflow 30 40 PTTB gpttb 300 Miliar Rp 35 30 25 20 15 10 5 25 20 15 10 5 % Miliar Rp 35 30 25 20 15 10 5 250 200 150 100 50 0 50 100 % I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 0 I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 150 Grafik 5.3. PTTB dan Rasio PTTB terhadap Inflow Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Grafik 5.4 PTTB dan Pertumbuhan PTTB (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 5.2.2. Penemuan Uang Palsu Inflow 450 400 350 Miliar Rp 300 250 200 150 100 50 Rasio Upal Thd Inflow 0.0140 0.0120 0.0100 0.0080 0.0060 % 0.0040 0.0020 0.0000 I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.5 Perkembangan Uang Palsu Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 0.0020 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 43

Bab 5 Perkembangan Sistem Pembayaran Di wilayah Kalteng pada triwulan laporan jumlah uang palsu yang ditemukan cenderung mengalami peningkatan. Uang palsu yang dilaporkan ini berasal dari penukaran uang di loket Bank Indonesia, kas keliling, loket perbankan, setoran perbankan, maupun yang dilaporkan masyarakat atau ditemukan oleh pihak Kepolisian. Pada triwulan laporan, rasio uang palsu terhadap aliran uang masuk sebesar 0,00204% meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 0,00057%. Selama triwulan laporan, setiap Rp1 miliar uang masuk ke Bank Indonesia, ditemukan uang palsu sebesar Rp20.400,00. 5.2.3. Kas Titipan di Sampit KBI Palangka Raya bekerja sama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sampit dalam rangka pelayanan perkasan dalam bentuk kas titipan guna melayani pembayaran tunai di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. PT. BRI Cabang Sampit merupakan pihak yang ditugaskan untuk menyimpan dan menyalurkan sejumlah uang (kas titipan). Pada triwulan II2011, total uang kartal yang masuk (inflow) ke kas titipan meningkat menjadi Rp141,16 miliar atau 7,08% (yoy) sedangkan uang kartal yang keluar (outflow) dari kas titipan meningkat sebesar 46,33% (yoy) menjadi Rp418,86 miliar. 450,000 500.00 400,000 350,000 400.00 300,000 300.00 Juta Rp 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 I 2007 III I 2008 III I 2009 III I 2010 III I 2011 % Pertumbuhan 200.00 100.00 100.00 200.00 I 2007 III I 2008 III I 2009 III I 2010 III I 2011 Pengiriman Modal kerja Inflow Outflow Grafik 5.6 Perkembangan Kas Titipan Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya gmk (yoy) ginflow (yoy) goutflow (yoy) Grafik 5.7 Persentase Kas Titipan Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Selanjutnya, pengiriman modal kerja (dropping) mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp275,42 miliar atau 81,33% (yoy) dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun sebelumnya. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 44

Bab 5 Perkembangan Sistem Pembayaran 5.3. Transaksi Keuangan Secara Non Tunai Terkait dengan tugas BI mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI memfasilitasi terselenggaranya transaksi non tunai (noncash transaction). 8 Transaksi keuangan secara non tunai menunjukkan kenaikan sebesar 14,24% dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Total nilai transaksi kliring dan RTGS selama triw ulan II2011 tercatat sebesar Rp3.644,68 miliar, meningkat dibandingkan dengan triw ulan yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3.190,34 miliar. Miliar Rp 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0 Non Tunai gnon Tunai (yoy) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.8 Perbandingan Total Transaksi Non Tunai Kalteng dan Pertumbuhannya (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 50 40 30 20 10 0 10 20 30 40 50 60 % Pertumbuhan 10,000 Miliar Rp 9,000 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0 Total Transaksi gtransaksi (yoy) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.9 Perbandingan Total Transaksi Keuangan Kalteng dan Pertumbuhannya (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 40 30 20 10 0 % Pertumbuhan 10 20 30 40 50 5.3.1. Transaksi Keuangan dengan Kliring Transaksi kliring pada triw ulan laporan tercatat sebanyak 25.454 lembar w arkat dengan nilai transaksi sebesar Rp456,26 miliar. Nilai transaksi tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu mencapai 29,73% (yoy). 30,000 25,000 20,000 lembar 15,000 10,000 5,000 Warkat Nilai I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.10 Perbandingan Jumlah Warkat dan Nilai Kliring Kalteng Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Nominal (milyar Rp) % 200 150 100 50 0 50 100 gkliring Warkat gkliring Nilai I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.11 Perbandingan Pertumbuhan Warkat dan Nilai Kliring (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 120 100 80 60 40 20 0 20 40 60 % 8 Transaksi non tunai menggunakan dua sistem yaitu pertama sistem kliring untuk transaksi debet dan kredit dengan nilai transaksi kurang dari Rp100 juta dan kedua BIRTGS (Bank Indonesia Real Time Gross Settlement) khusus untuk transaksi kredit dengan nominal transaksi di atas Rp100 juta Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 45

Bab 5 Perkembangan Sistem Pembayaran 5.3.2. Transaksi Keuangan dengan Real Time Gross Settlement (RTGS) Sejalan dengan transaksi kliring, secara tahunan, nilai transaksi RTGS pada triwulan laporan juga mengalami peningkatan sebesar 12,32% (yoy) atau menjadi Rp3.188,42 miliar. Transaksi RTGS keluar Kalteng tercatat sebesar Rp794,28 miliar, meningkat 30,01% (yoy), sedangkan RTGS masuk sebesar Rp2.136,03 miliar atau meningkat 2,97% (yoy). Dengan demikian secara netto terdapat aliran dana non tunai masuk ke Kalteng sebesar Rp1.341,75 miliar atau menurun 8,32% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya. Transaksi nilai RTGS di Kalteng terutama berasal dari Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas. Nilai uang yang masuk tersebut diperkirakan berasal dari transfer pembiayaan infrastruktur dari Pemerintah Pusat serta meningkatnya aktivitas transaksi perdagangan pada triwulan laporan, serta kegiatan ekspor di Provinsi Kalteng. 5,000 4,500 Net In 8,000 Total RTGS gnilai 80 4,000 From/Keluar 7,000 60 3,500 To/Masuk 6,000 40 Miliar Rp 3,000 2,500 2,000 1,500 Miliar Rp 5,000 4,000 3,000 20 0 % Pertumbuhan 1,000 2,000 20 500 1,000 40 0 I 2007 II III IV I 2008 II III IV I 2009 II III IV I 2010 II III IV I 2011 Grafik 5.12 RTGS Keluar dan Masuk di Kalimantan Tengah yang tercatat RTGS Nasional Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 0 I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I 2007 2008 2009 2010 2011 Grafik 5.13 Perkembangan Total RTGS dan Pertumbuhannya (yoy) Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya 60 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 46

Bab 6 Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan BAB VI Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat 6. BAB VI PERKEM BANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 6.1. Gambaran Umum Perkembangan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah pada triwulan II2011 menunjukkan pertumbuhan yang relatif meningkat dibandingkan tahun lalu. Penduduk yang bekerja tumbuh 3,41% (yoy) sementara tingkat pengangguran mengalami penurunan sebesar 2,66%. Hal tersebut seiring dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan II2011 yang menunjukkan bahwa trend indikator jumlah karyawan cenderung meningkat meskipun berada level Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang masih negatif yaitu 3,22%. Di sisi kesejahteraan, nilai tukar petani yang mencerminkan tingkat kesejahteraan petani, tercatat menurun 2,70% dari tahun lalu dan 0,86% bila dibandingkan periode triwulan sebelumnya atau dengan indeks sebesar 101,26. 6.2. Perkembangan Angkatan Kerja, Tenaga Kerja dan Pengangguran Angkatan Kerja 9 Jumlah Angkatan Kerja sampai dengan triwulan laporan mencapai 1.135.915 orang atau terjadi kenaikan sebesar 3,17% (yoy). Sementara itu, penduduk yang bekerja mencapai 1.094.320 orang juga meningkat 3,41% dibandingkan tahun lalu. Sejalan dengan itu, jumlah penduduk yang tidak bekerja terkoreksi menurun sebesar 2,26% menjadi 41.595 orang. Kenaikan jumlah angkatan kerja dipengaruhi bertambahnya jumlah tenaga kerja pada sektor pertambangan, industri, listrik, gas dan air, serta sektor konstruksi dan bangunan. Sementara itu, di sektor pertanian mengalami peningkatan sehubungan dengan periode masa tanam yang terjadi pada triwulan laporan. 9 Angkatan Kerja adalah jumlah orang yang sedang bekerja dan orang yang sedang menunggu atau mencari pekerjaan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 47

Bab 6 Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Tabel 6.1 Angkatan Kerja (orang) Keterangan Feb 2008 Agust 08 Feb 2009 Agust 09 Feb10 Agust 10 Feb11 Angkatan Kerja 1,077,831 1,029,445 1,080,826 1,047,402 1,101,012 1,066,733 1,135,915 Bekerja 1,026,211 982,198 1,031,818 998,967 1,058,281 1,022,580 1,094,320 Tidak Bekerja 51,620 47,247 49,008 48,435 42,731 44,153 41,595 Sumber : BPS Kalteng Tingkat partisipasi angkatan kerja yang merupakan peran angkatan kerja terhadap jumlah penduduk berumur diatas 15 tahun menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Partisipasi angkatan kerja berdasarkan penduduk berumur 15 tahun mencapai 73,51%, sedangkan pada triwulan yang sama 2010 sebesar 74,12%. Sementara itu, pertumbuhan bukan angkatan kerja mencapai 6,50%. 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 (1.00) (2.00) % (3.00) Penduduk usia >15th Angkatan Kerja Feb Agust Feb Agust Feb Agust Feb 100% 99% 98% 97% 96% 95% 94% 93% 92% 91% 90% Feb Agust Feb Agust Feb Agust Feb 2008 2009 2010 2011 Grafik 6.1 Pertumbuhan Penduduk yang Bekerja dan Mencari Kerja Sumber: BPS Kalimantan Tengah 2008 2009 2010 2011 Tingkat Pengangguran Terbuka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Grafik 6.2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Pengangguran Sumber: BPS Kalimantan Tengah Tenaga Kerja Per Sektor Berdasarkan perkembangan penyerapan tenaga kerja berdasarkan sektor ekonomi, kenaikan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,17% dibandingkan tahun lalu didorong oleh kenaikan tenaga kerja pada sektor listrik, gas dan air sebesar 106,95%, sektor konstruksi dan bangunan sebesar 22,69%, sektor industri sebesar 30,67%, sektor perdagangan sebesar 9,48%, serta sektor jasa kemasyarakatan sebesar 23,19%. Sektor perdagangan memiliki bobot sebesar 13,57% dari total tenaga kerja seluruh sektor ekonomi sehingga mampu menyerap tenaga kerja sebesar 148.450 orang. Sektor dominan penyerap tenaga kerja terbesar masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 56,60% atau 619.399 orang. Dibandingkan dengan tahun lalu penyerapan tenaga kerja sektor ini menurun 2,33% Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 48

Bab 6 Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Keuangan dan Jasa Perusahaan 0.70% Angkutan dan Pergudangan 3.47% Konstruksi dan Bangunan 5.21% Perdagangan 13.67% Pertanian 55.23% Jasa Kemasyarakat an 12.57% 20.00 15.00 10.00 5.00 (5.00) (10.00) % Pertanian (yoy) Perdagangan Feb Agust Feb Agust Feb Agust Feb Agust Listrik, Gas dan Air Industri 0.20% 3.48% Pertambangan 5.46% 2007 2008 2009 2010 Grafik 6.3 Penduduk Bekerja Menurut Sektor Ekonomi Sumber: BPS Kalimantan Tengah Grafik 6.4 Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja menurut Sektor Ekonomi (yoy) Sumber: BPS Kalimantan Tengah Pengangguran Sementara itu, tingkat pengangguran yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam kategori mencari pekerjaan dengan angkatan kerja cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode laporan, tingkat pengangguran tercatat sebesar 3,66% dari jumlah angkatan kerja, dimana pada tahun sebelumnya tercatat sebesar 3,88%. Seiring dengan kondisi kegiatan usaha yang semakin membaik, peluang penyerapan tenaga kerja pada periode mendatang diperkirakan juga semakin meningkat. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Berdasarkan SKDU, kondisi ketenagakerjaan triwulan II2011 berada pada trend ke arah peningkatan seiring dengan SBT sebesar 12,93% (triwulan sebelumnya) menjadi 3,22% pada triwulan laporan. Membaiknya jumlah tenaga kerja ini terutama dialami sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sementara itu ekspektasi dunia usaha terhadap tingkat penggunaan tenaga kerja pada periode mendatang diperkirakan meningkat dengan saldo bersih tertimbang mencapai 3,29. Responden menyatakan bahwa peningkatan penggunaan tenaga kerja diperkirakan terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta sektor jasajasa. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 49

Bab 6 Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan 6.3. Nilai Tukar Petani Secara umum tingkat kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah yang sebagian besar bekerja pada sektor pertanian dapat diukur melalui perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Pola pergerakan NTP dipengaruhi oleh indeks yang diterima petani dan yang dibayar petani. Perkembangan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan 4,37% (yoy), namun menurun 0,04% bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Kemudian, biaya yang dibayar petani juga mengalami kenaikan sebesar 7,28% (yoy), juga meningkat 0,84% (qtq). Kondisi ini mendorong peningkatan nilai tukar petani yang diperkirakan mencapai 101,26 (2007=100). Tabel 6.3. Nilai Tukar Petani Keterangan Jun10 Jul10 Aug10 Sep10 Oct10 Nov10 Dec10 Jan11 Feb11 Mar11 Apr11 May11 Jun11 Indeks harga yang diterima pertani 128.46 129.79 130.15 131.07 131.89 132.95 133.79 134.91 135.11 134.12 134.33 133.98 134.07 Indeks yang dibayar petani 123.43 125.19 126.46 126.63 127.13 128.17 129.06 129.96 130.94 131.31 131.77 131.93 132.41 Konsumsi rumah tangga 125.60 127.93 129.58 129.78 130.38 131.70 132.76 133.90 135.10 135.55 136.09 136.26 136.80 Bahan makanan 130.63 134.48 136.86 137.01 137.76 139.87 141.62 142.55 144.18 144.22 144.72 144.44 145.18 Makanan jadi 125.56 125.95 126.64 127.16 127.51 127.85 128.31 130.17 131.62 132.44 133.04 133.50 133.52 Perumahan 117.44 118.56 120.04 120.07 120.90 121.30 121.33 122.62 123.09 124.55 125.57 126.73 127.44 Sandang 121.20 121.63 122.41 122.87 123.11 123.99 124.78 125.05 125.34 126.48 127.26 127.95 128.04 Kesehatan 115.80 115.98 115.99 115.99 116.00 116.01 116.02 116.80 116.59 117.08 117.87 118.90 119.20 Pendidikan, rekreasi dan olah raga 111.14 111.48 111.57 111.57 111.65 112.08 112.08 113.15 113.78 113.88 114.08 114.33 114.64 Transportasi dan komunikasi 109.94 110.16 110.50 110.50 110.74 111.27 111.34 112.48 111.88 112.26 111.64 112.19 112.73 Pengembangan Modal 117.04 117.00 117.02 117.05 117.27 117.36 117.74 117.90 118.15 118.25 118.44 118.53 118.75 Bibit 113.45 113.66 114.43 114.37 115.33 115.74 115.95 116.67 116.71 116.58 117.33 117.33 117.32 Obatobatan dan pupuk 133.49 133.34 133.26 133.22 133.73 133.75 134.94 134.96 135.22 135.29 134.93 134.88 134.86 Sewa lahan, pajak dan lainnya 102.79 102.79 102.82 102.82 102.77 103.03 103.03 103.04 103.07 103.12 103.13 103.12 103.14 Transportasi dan komunikasi 120.52 120.98 120.87 120.87 120.93 121.09 121.18 121.53 121.62 122.20 122.28 122.75 123.61 Penambahan barang modal 112.73 112.48 112.61 112.76 112.98 113.02 113.40 113.78 114.48 114.46 114.79 115.07 115.55 Upah buruh tani 109.32 109.32 109.32 109.32 109.32 109.32 109.32 109.41 109.56 109.56 110.06 110.22 110.43 Nilai Tukar Petani 104.07 103.67 102.92 103.51 103.74 103.73 103.67 103.81 103.19 102.14 101.94 101.55 101.26 6.4. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan Maret 2011 menurun 0,22% atau mencapai 146.095 orang dibandingkan Maret 2010 (164.221 orang). Lebih lanjut, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 3.868 orang (0,12%) sedangkan di daerah pedesaan berkurang 13.448 orang (0,30%). Tabel 6.2 Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Jumlah Penduduk M iskin Persentase Penduduk M iskin Kot a Desa Kota+Desa Kot a Desa Kota+Desa 2007 51,2 159,2 210,3 6,72 10,76 9,38 2008 45,3 154,6 200,0 5,81 10,20 8,71 2009 35,78 130,08 165,85 4,45 8,34 7,02 2010 33,23 130,99 164,22 4,03 8,19 6,77 2011 29,36 117,54 146,91 3,91 7,89 6,56 Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 50

Bab 7 Perkiraan Ekonomi dan Inflasi Daerah BAB VII Perkiraan Ekonomi dan Inflasi Daerah 7. BAB VII PERKIRAAN EKONOMI DAN INFLASI DAERAH 7.1. Perkiraan Ekonomi Daerah Pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triw ulan III2011 diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,50% 7,00% (yoy). Pertumbuhan ini terutama didukung oleh meningkatnya kegiatan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan kegiatan investasi. 5,200 5,000 4,800 4,600 4,400 4,200 4,000 3,800 I II III IV I II III IV I II III 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 2009 2010 2011 Sumber: Proyeksi Bank Indonesia Growth PDRB Kalteng Grafik 7.1 Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Triw ulan II2011 (yoy) Pada triwulan III2011, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi pendorong perekonomian Kalteng. Dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), perkiraan total permintaan 3 (tiga) bulan ke depan menunjukkan bahwa permintaan masyarakat masih berada pada titik optimis yaitu 127. Selain itu, total penjualan dan distribusi dari pedagang masih pada titik optimis masingmasing 120 dan 115. Konsumsi pemerintah di awal triwulan III2011 diperkirakan meningkat seiring dengan pengerjaan proyekproyek pemerintah yang sudah memasuki paruh waktu realisasi proyek. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian dan sektor PHR diperkirakan menjadi penopang pertumbuhan pada triwulan mendatang. Meningkatnya kegiatan sektor PHR pada triwulan III2011 dipengaruhi oleh beberapa event seperti Bulan Ramadhan dan Hari Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 51

Bab 7 Perkiraan Ekonomi dan Inflasi Daerah Raya Idul Fitri. Sedangkan sektor pertanian masih tumbuh didorong oleh masih terjadinya musim panen pada April September yang mengalami pergeseran musim. Hasil SKDU menunjukkan bahwa pelaku dunia usaha memperkirakan terjadi kenaikan kegiatan usaha pada triwulan mendatang. Hal ini tercermin dari angka Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 15,8%. Adapun sektor yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kalteng diperkirakan berasal dari sektor pertanian, sektor bangunan, sektor PHR, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, serta sektor jasajasa. 7.2. Perkiraan Inflasi Laju inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit pada triw ulan III2011 secara tahunan diperkirakan lebih rendah dibandingkan triw ulan II2011 masingmasing sebesar 5,39% + 1% dan 5,80% + 1% (yoy). Dengan demikian, inflasi Kalteng pada triw ulan II2011 diperkirakan sebesar 5,57 + 1% (yoy). Berdasarkan Survei Konsumen (SK) bulanan di Triwulan II2011 perkembangan ketersediaan barang diperkirakan relatif stabil pada triwulan mendatang. Begitu pula dengan hasil survei penjualan eceran, ketersediaan barang dan distribusi diperkirakan akan masih cukup baik. Inflasi diperkirakan masih dipicu oleh kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, serta kelompok sandang. 160.00 140.00 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 Ketersediaan barang dan jasa Ekspektasi Harga 3 bln y.a.d. 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 2010 2011 Grafik 7.2 Indeks Harga Umum dan Ketersediaan Barang Jasa Sumber: Bank Indonesia Palangka Raya Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 52

Bab 7 Perkiraan Ekonomi dan Inflasi Daerah 7.3. Informasi Strategis Dalam rangka meningkatkan produksi Minyak dan Gas Bumi Nasional dan meningkatkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Kementerian ESDM, BPMIGAS dan Kontraktor melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama Bidang Hulu Migas hasil Penawaran Langsung Wilayah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) Kalimantan Tengah, wilayah tersebut mencakup: No Wilayah Kerja Luas (Km2) Kontraktor 1 GMB Kapuas I 1.102 Konsorsium PT. Transasia CBMBP Kapuas I Limited 2 GMB Kapuas II 1.108 Konsorsium PT. Kapuas CBM IndonesiaBP Kapuas II Limited 3 GMB Kapuas III 977.7 Konsorsium PT. Gas Methan UtamaBP Kapuas III Limited Provinsi Kalimantan Tengah dan perusahaan Korea (KOICA) yang tergabung dalam Korea Rural Community Corporation (KRC) melakukan kerja sama di bidang konservasi lahan gambut dalam rangka pencegahan kebakaran lahan yang dapat menyebabkan hilangnya air pada lahan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Kerja sama tersebut juga mencakup reforestasi (penghutanan kembali) lahan gambut yang mencapai >1.500 ha. Adapun biaya yang dikeluarkan pemerintah Korea untuk menjalankan proyek ini mencapai Rp436,43 miliar. Perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama PIR Butong, Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membangun pabrik baru untuk menambah kapasitas produksi minyak sawit mentah atau CPO di kawasan Desa Pandran Raya Kecamatan Gunung Timang. Pabrik ini untuk menampung hasil produksi kelapa sawit di sejumlah desa lainnya seperti Desa Sikan, Sikuy dan Hajak. Perkembangan infrastruktur kelistrikan sampai dengan tahun 2011 di Kalimantan Tengah meningkat signifikan antara lain dengan adanya pembangunan Sutet Palangka Raya Sampit sepanjang 187,6 Km dengan 494 menara di sepanjang jalur Kota Palangka Raya, Kabupaten Kasongan, dan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan biaya sebesar Rp435,24 miliar. Kemudian, PLTU Pulang Pisau dengan kapasitas 2x60 MW dengan biaya sebesar Rp1,50 triliun. Selanjutnya, pembangunan 2 (dua) gardu induk di Sampit dan Kasongan masingmasing sebesar 150 KV dengan total biaya sebesar Rp120 miliar. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Tengah Triwulan II2011 53