Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGONTROLAN BAHAN BAKU PRODUKSI SEMEN JENIS PCC DI PT. SEMEN PADANG DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMA

Penerapan Diagram Kontrol EWMA dan NEWMA pada Proses Pembuatan Benang 30 Rayon di PT. Lotus Indah Textile Industries Surabaya

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PETA KENDALI ATRIBUT DALAM MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA PRODUK BATANG KAWAT PT. KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk

Prosiding Manajemen ISSN:

Penurunan Tingkat Kecacatan dan Analisa Biaya Rework (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Plastik, Semarang)

Oleh: Nurul Hidayah Dosen pembimbing: Dra. Laksmi Prita, M.Si

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISA CACAT PADA KEMASAN GARAM MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL

Seminar Nasional IENACO 2014 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Statistika Deskriptif

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015, Halaman Online di:

PENGONTROLAN KUALITAS PROSES PRODUKSI ROKOK UNIT SIGARET KRETEK TANGAN DI PT. X MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT np (Mnp)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

MODUL 5 PETA KENDALI CUSUM & EWMA

Pengontrolan Kualitas Proses Produksi Spray Tube Body ftn Menggunakan Diagram Kontrol MEWMA

STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS GULA BERDASARKAN KEMAMPUAN PROSES KONTROL

PENENTUAN DIAGRAM KENDALI DALAM ANALISIS KUALITAS PRODUKSI BISKUIT SQUARE PUFF PT. UBM BISCUIT SIDOARJO

Penerapan Metode DMAIC di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Jawa Timur. Oleh Zubdatu Zahrati Dosen Pembimbing : Dra.

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Minute Maid Pulpy 350ml di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Jawa Timur. Oleh: Zubdatu Zahrati

INFO TEKNIK Volume 1 No. 1, Desember 2000 (1-5) Sebuah Skema Pengendalian Proses Tak Stabil

KOMPUTASI METODE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN GUI MATLAB

STATISTICAL PROCESS CONTROL

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL IMPROVED GENERALIZED VARIANCE PADA PROSES PRODUKSI HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE)

SKRIPSI. Oleh: Anastasia Arinda Dantika

KUALITAS PRODUK BEDAK TWO-WAY CAKE DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FMEA PADA PT UNIVERSAL SCIENCE COSMETIC

BAB I. Indonesia tidak dapat terus menerus mengandalkan diri dari pada tenaga kerja

GRAFIK PENGENDALI Mnp PADA DATA TAK SESUAI

Pengendalian Kualitas Kadar Air Produk Kerupuk Udang Berbasis SNI Menggunakan Statistical Quality Control Method

Analisis Mutu Ketebalan Roti Sisir Pada Perusahaan XYZ

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGONTROLAN KUALITAS PROSES PRODUKSI HEXAGON BOLT M16 X 75MM DI PT.TIMUR MEGAH STEEL GRESIK. MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT np (Mnp)

IMPLEMENTASI METODE SIX SIGMA MENGGUNAKAN GRAFIK PENGENDALI EWMA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISASI CACAT PRODUK KAIN GREI

KESIMPULAN DAN SARAN

PENERAPAN DIAGRAM MEWMA BARU PADA PROSES BLENDING BAGIAN PRIMARY DI SEBUAH PERUSAHAAN ROKOK DI SURABAYA

Prosiding Statistika ISSN:

Seminar Hasil Tugas Akhir

KATA PENGANTAR. Malang, Mei Penyusun

PERAN STATISTIKA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN INDUSTRI Pengendalian Mutu dengan Bantuan Statistika

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE STATISTIK PADA PRODUK KACA LEMBARAN DI PT. MULIA GALSS FLOAT DIVISION

PIPA PVC PUTU WITRI DEWAYANTI Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Mashuri, MT. Co Pembimbing: Wibawati, S.Si, M.Si. Kamis, 7 Juli 2011

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

Kata Kunci: Bagan kendali Multivariat np, karakteristik kecacatan, tahap start-up stage, tahap pengendalian proses

Diagram ARL W i & W Ri. Varian

SIMULASI TEKNIK PENANGANAN MATERIAL SISTEM PRODUKSI SECARA MANUAL DAN OTOMATIS BERBASIS AUTOMATIC GUIDED VEHICLE (AGV)

Studi Performansi Air Bersih Pada Peta Kendali Untuk Minimasi Fungsi Kerugian Waste

(MEWMA) Zuhrawati Latif ABSTRAK

PEMBUATAN BAGAN KENDALI MULTIVARIAT T 2 -HOTELLING UNTUK PROSES PERKULIAHAN Studi Kasus : IPK dan Lama Studi Lulusan Matematika Universitas Andalas

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Perbandingan Peta Kendali X-R Dan EWMA Dengan Pendekatan P-Value Untuk Mendeteksi Pergeseran Rata-Rata Proses Di PT.XYZ

Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Kristen Petra Siwalankerto Surabaya 60236, Indonesia

Analisis Peta Kendali U Pada Proses Pembuatan Plat Baja di PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Perusahaan telah menetapkan standar kualitas dan telah melaksanakan

III Control chart for variables. Pengendalian Kualitas TIN-212

APLIKASI PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PROSES PRODUKSI ALUMINIUM MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL p

BAB I PENDAHULUAN. untuk menentukan produk dan jasa yang digunakan (Ariani, 2004). Konsumen

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengendalian Kualitas Produk Kantong Plastik dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk Jadi

ANALISIS USULAN PERBAIKAN KUALITAS PADA PROSES PERAKITAN PINTU MOBIL PADA PT. MERCEDES-BENZ INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN DMAIC

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Pengontrolan Kualitas Proses Produksi Front Grille Menggunakan Diagram Kontrol Multivariat Individual

Pendahuluan. Tinjauan Pustaka. Metodologi. Analisis dan Pembahasan. Kesimpulan dan Saran. Klik_. Klik_. Klik_. Klik_. Klik_

Proses pembuatan roti lebih didominasi oleh pekerjaan manual seperti membuat adonan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis telah uraikan

Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (Studi Kasus pada Kantor Pos Mpc Bandung)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Journal of Industrial and Manufacture Engineering

ANALISIS KAPABILITAS PROSES UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEMBATAS BUKU INDUSTRI RUMAHAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS GRAFIK KENDALI np YANG DISTANDARISASI UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS DALAM PROSES PENDEK

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL KOMBINASI MEWMA PADA TAHAP CUTTING PROSES PRODUKSI PIPA PVC

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GARAM PADA PT. SUSANTI MEGAH SURABAYA

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016, Halaman Online di:

SEMINAR TUGAS AKHIR NP CONTROL CHART BY USING BAYESIAN APPROACH PETA KENDALI NP MENGGUNAKAN PENDEKATAN BAYESIAN. Oleh : Rizckha Septiana

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) ( X Print) A 6

ABSTRAK UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

PENERAPAN BAGAN KENDALI T 2 HOTELLING DAN ANALISIS KEMAMPUAN PROSES DALAM PRODUKSI SEMEN PPC (PORTLAND POZZOLLAND CEMENT ) DI PT.

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iii. ABSTRACT... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xiii. DAFTAR LAMPIRAN...

Oleh: Sri Sulistyawati Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Mashuri, MT

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. IGLAS (PERSERO) DISUSUN OLEH : 1. ANDREAS JONATHAN LIBERTY SOPAHELUWAKAN

Skenario Pemodelan Sistem Simulasi Dengan ProModel Verifikasi Program Simulasi Validasi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR PUSTAKA. Andi M.S(2009). Brand belief; Strategi Membangun Merek Berbasis Keyakinan. Jakarta: Salemba empat

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil pengujian hipotesis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Mitra Manajemen (JMM Online)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis Kualitas Tenun Sarung Menggunakan Metode Statistical Quality Control Di PT. PTI Pekalongan

Prosiding Statistika ISSN:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAGAN KENDALI CUMULATIVE SUM (CU-SUM)

Analisis Pengendalian Kualitas dan Kemampuan Proses Machining untuk Produk Komponen Bracket A320 di PT. X

Transkripsi:

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KEJERNIHAN GULA DI PT TERSANA BARU DENGAN MENGGUNAKAN PETA KENDALI EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING EVERAGE (EWMA) Eka Nurkomara 1*, Arief Rahmana 2, Nissa Syifa Puspani 3 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama Jl. Cikutra No. 204 A, Bandung, 40125 * Email: ekanurkomara@gmail.com Abstrak Penelitiaan ini tentang analisis pengendalian terhadap perubahan atau pergeseran tingkat kejernihan gula. Metode yang digunakan dalam pengolahan data untuk mengetahui pergeseran besar dan kesesuaian standar perusahaan dengan peta kendali X dan R, sedangkan untuk mengetahui pergeseran secara kecil menggunakan metode peta kendali EWMA. Hasil pengolahan data dengan peta kendali X dan R mendapatkan hasil rata-rata 80,16. Selanjutnya dilakukan pengendalian proses dari perubahan atau pergeseran rata-rata yang kecil (small shift) dan didapatkan hasilnya nilai rata-rata sebesar 80,16, nilaibataskendaliataspadajam akhirproduksisebesar 84,33 dan Batas kendalibawahpada jam akhir produksi sebesar 75,99. Hasil dengan rata-rata 80,16 menunjukan, tingkat kejernihan tidak sesuai standar perusahaan, dengan tingkat kejernihan sebesar 70 sampai 80 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Adapun analisis dengan menggunakan metode Fishbone, maka perusahaan perlu adanya perbaikan pada proses pencampuran bahan material, menghindari pengoprasian mesin manual dan pemeliharaan lingkungan. Kata Kunci: Kualitas, Peta Kendali X dan R, Peta Kendali EWMA, Fishbone 1. PENDAHULUAN Gula salah satu kebutuhan sehari-hari yang penting bagi masyarakat Indonesia, karena sumber kalori dan pemanis untuk makanan atau minuman. PT Tersana Baru merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertanian sebagai penghasil gula. Banyaknya pesaing dalam penjualan produk gula menuntut pengusaha menjadi lebih ketat dari kualitas gula yang dihasilkan. Pemahaman konsumen terhadap kualitas produk menuntut perusahaan memperbaiki, meningkatkan, mempertahankan dan menghasilkan kualiatas produk sesuai dengan spesifikasi konsumen. Kualitas produksi gula yang baik dan sesuai standar memerlukan bahan baku yang sesuai dengan standar dan mutu terbaik. Mutu produk merupakan salah satu hal terpenting dalammempertahankankelangsunganindustri.industri yang mampumempertahankanmutuproduk yang dihasilakan, akan lebih bertahan dalam persaingan jangka panjang. Kualitas atau mutu produk gula yang baik dan sesuai standar terlihat dari tingkat kejernihannya (turbidity). Semakin kecil tingkat pencapaian kejernihan pada hasil proses pemurnian nira (kadargula), maka semakin putih warna gula yang dihasilkan dan kualitas gula akanmeninngkat. Tahapanatau proses produksipadasaatpemurniaan air nira, sangat berhubungan erat dengan hasil produksi gula yang akan dihasilakan, maka perlu pengendalian kualitas pada nira (kadargula) agar tetap stabil dan hasil gula berwarna putih jernih. Turbidity yang tidak konsisten mengakibatkan warna gula menjadi coklat tidak putih jernih. Salah satu faktor yang menyebabkan warna gula menjadi coklat yaitu kuranganya pengendalian pada saat proses pemurnian nira. Pengendalian pada proses pemurnian harus dilakukan, agar kadar yang terkandung tetap terjaga (stabil) tidak mengalami penurunan atau kenaikan padaturbidity (tingkatkejernihan).sistem control kualiatas yang dapat diterapkan untuk PT Tersana Baru agar kualitas produk sesuai dengan standar yang ditetapkan, perusahaan dapat menggunakan peta control Shewhart yaitu peta kendali X dan R. Peta control Shewhart hanya untuk mengendalikan kualiatas pengendalian pada proses pemurnian saja, tanpa memperhatikan perubahan-perubahan tingkat kejernihan (turbidity) dari pergeseran yang kecil dari titik pengendalian kualiatas gula yang dihasilkan. Salah satu peta kendali untuk mengendalikan kualitas guladengan mendeteksi SmallShift yaitu dengan menggunakan metode Exponnentially Weighted Moving Average (EWMA) control chart untuk memberikan peringatan sejak dini. 361

2. METODOLOGI Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan metode survei langsung ke perusahaan. Data yang diambil dalam melakukan penelitian ini yaitu tanggal produksi, waktu produksi dan tingkat kejernihan (turbidity) gula dari proses pemurnian nira pada tahun 2015. Pengambilan data tersebut, dilakukan selama 2 minggu pada tanggal 6 Juli 2015 s.d 18 Juli 2015. Metode yang digunakan dalam melakukan pengolahan tersebut, menggunakan metode peta kendali X dan R. Bertujuan mengetahui pergeseran besar tingkat kejernihan pada proses pemurnian nira, sehingga dapat mengetahui rata-rata hasil produksi. Mengetahui pergeseran kecil pada tingkat kejernihan, dapat dilakukan dengan menggunakan metode EWMA (Exponentially Weighted Moving Average). Metode EWMA akan memberikan peringatan atau mendeteksi perubahan-perubahan yang mengarah kepada keluarnya data dari batas control kualitas yang telah ditetapkan. Penggunaan metode EWMA dapat memberikan peringatan sejak dini pada saat melakukan produksi. Mengetahui sebab-akibat dari pergeseran atau perubahan tingkat kejernihan pada proses produksi dapat menggunakan metode fishnone. Metode fishbone ini dapat mengevaluasi sebabakibat dari terjadinya permasalahan yang terjadi. Menggunakan metode fishbone, dapat mengetahui penyebab khusus yang terjadi dalam permasalan perubahan atau pergeseran tingkat kejernihan gula pada proses pemurnian nira. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil akhir perhitungan dengan rumus peta kendali X dan R menurut Montgomery (2001), untuk mengetahui pergeseran dan kesesuaian tingkat kejernihan yang ditetapkan perusahaan dapat disajikan pada Tabel 3.1 dibawah ini: Tabel 3.1 Hasil Akhir X R No 1 80.16 89.36 70.97 34.57 59.36 9.78 Hasil Tabel 3.1 di atas menunjukan rata-rata pada hasil produksi sebesar 80,16 untuk tingkat kejernihan gula. Hasil ini menunjukan setiap produksi yang dilakukan mengalami perubahan pada tingkat kejernihan gula yang dihasilkan. Penggambaran hasil data yang telah dilakukan pengolahan dan sudah terkendali untuk peta kendali X dapat disajikan pada Gambar 3.1 dibawah ini: 95.00 90.00 85.00 80.00 75.00 Data 65.00 60.00 Gambar 1 Hasil Peta Kendali X Penggambaran hasil data yang telah dilakukan pengolahan dan sudah terkendali untuk peta kendali R dapat disajikan pada Gambar 3.2 dibawah ini: 362

60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 Data 10.00 0.00 Gambar 2. Hasil Peta Kendali R Pada perhitungan EWMA dilakukan dua percobaan dengan λ dan L yang berbeda dengan asumsi menurut Koshti (2011). Hasil yang lebih optimal dalam mendeteksi sejak dini dengan menggunakan λ (0,05) dan L (2,492). Hasil pengolahan dapat disajikan pada Tabel 3.2 di bawah ini: Tabel 3.2 Hasil EWMA μo 80.16 Sekenario Ke-1 λ=0.05 L=2.492 σ 11.04 No. X EWMA zi 1 82.92 80.30 81.54 80.16 78.79 2 82.75 80.29 82.06 80.16 78.26 3 81.42 80.23 82.43 80.16 77.89 4 79.25 80.12 82.72 80.16 77.61 5 76.67 79.99 82.95 80.16 77.37 6 76.17 79.96 83.15 80.16 77.17 7 80.25 80.17 83.32 80.16 77.01 8 77.00 80.00 83.46 80.16 76.87 9 79.08 80.11 83.58 80.16 76.74 10 76.25 79.97 83.69 80.16 76.63 11 87.00 80.50 83.79 80.16 76.54 12 74.92 79.90 83.87 80.16 76.45 13 81.83 80.25 83.94 80.16 76.38 14 81.83 80.25 84.01 80.16 76.32 15 82.75 80.29 84.07 80.16 76.26 16 75.83 79.95 84.12 80.16 76.21 17 83.25 80.32 84.17 80.16 76.16 18 79.25 80.12 84.21 80.16 76.12 19 81.42 80.23 84.24 80.16 76.08 20 80.83 80.20 84.28 80.16 76.05 21 82.75 80.29 84.31 80.16 76.02 22 80.16 80.16 84.33 80.16 75.99 Batas kendali 363

Seminar Nasional IENACO 2015 ISSN: 2337 4349 Penggambaran dari hasil pengolahan peta kendali EWMA dapat disajikan pada Gambar 3.3 di bawah ini: 86.00 84.00 82.00 80.00 78.00 76.00 74.00 72.00 EWMA zi Gambar 3. Hasil EWMA Hasil Gambar 3.3 di atas dapat diketahui, terjadi pergeseran pada setiap periode produksi pada proses pemurnian nira. Penggambaran pergeseran kecil di atas dapat membantu perusahaan mendeteksi sejak dini, dalam mengendalikan hasil produksi. Mengetahui atau mengidentifikasi sebab-akibat terjadinya pergeseran pada tingkat kejernihan gula, dapat menggunakan metode fishbone. Hasil dari mengidentifikasi perubahan tingkat kejernihan gula, dapat disajikan pada Gambar 3.4 di bawah ini: Metode Mesin Bahan Tinggi Prosedur tidak dijalankan Pengoprasian manual Kandungan sukrosa sedikit Tebu kurang baik Pencampuran PH & Suhu Rendah Penggilingan kurang bersih Tua Perawatan kebun kurang Tinggi Perubahan Tingkat Kejernihan Nira Kurang komunikasi Kurang terawat dan banyak debu Temperatur Rendah Pemahaman penggunaan mesin kurang Kelalaian atau lelah Pelatihan kurang Manajemen Lingkungan Karyawan Gambar 3. Diagram Fishbone Ada beberapa faktor penyebab khususyaitu perawatan kebun tebu yang kurang baik, Mesin secara manual dan tua, Pencampuran PH dan Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, Pelatihan operator tentang pemahaman mesin kurang, Lingkungan tidak terawat, Manajemen yang kurang komunikasi. Faktor tersebut disimpulkan berpengaruh langsung terhadap kegiatan proses produksi. Dampaknya tingkat kejernihan nira pada proses pemurnian tidak konsisten atau berubah-ubah. Memungkinkan hasil pada gula yang dihasilkan cenderung kecoklatan, tidak berwarna putih bersih.perawatan kebun tebu yang kurang baik, Mesin secara manual dan tua, Pencampuran PH dan Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, Pelatihan operator tentang pemahaman mesin kurang, Lingkungan tidak terawat, Manajemen yang kurang komunikasi. 4. KESIMPULAN 364

Seminar Nasional IENACO 2015 ISSN: 2337 4349 Setelah melakukan pengolahan data dengan menggunakan peta kendali X dan R didapatkan batas atas kendali sebesar 89.36, batas bawah Kendali sebesar 70,97 dan rata-rata tingkat kejernihan gula diperoleh sebesar 80,16.Hasil rata-rata sebesar 80,16 menunjukan bahwa, hasil produksi tingkat kejernihan yang dihasilkan perusahaan melampaui batas standar perusahaan. Standar perusahaan untuk tingkat kejernihan (turbidity) yaitu antara 70-80 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Perubahan atau pergeseran tingkat kejernihan gula dengan peta kendali EWMA dilakukan dengan nilai λ sebesar 0,05 dan L sebesar 2,492. Mendapatkan nilai rata-rata sebesar 80,16, batas atas kendali pada jam akhir produksi sebesar 84,33 dan batas bawah kendali pada jam akhir produksi sebesar 75.99. Setelah dilakukan pengendalian pada data dan mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan tingkat kejernihan pada proses pemurnian nira. Disimpulkan bahwa, penyebab khusus terjadinya perubahan tingkat kejernihan (turbidity) gula pada proses pemurnian yaitu: (a) perawatan pada menanam tidak maksimal, (b) mesin yang dipakai manual dan tua, (c) pencampuran PH dan suhu tidak sesuai, (d) operator kurang pemahaman pada mesin, (e) lingkungan tidak terawat, (f) kurangnya komunikasi antar setiap divisi. DAFTAR PUSTAKA Fitzsimmons, J.A. and Fitzsimmons, M.J. (1994), Service Managementfor Competitive Advantage, New York : Mc. Graw Hill International Edition, 1994. Gaspersz, V. (1997), ManajemenKualitasDalamIndustriJasa, Jakarta : PT. GramediaPustakaUtama. Gaspersz, V. (2001), MetodeAnalisisuntukPeningkatanKualitas,Penerbit PTGramediaPustakaUtama,Jakarta. Ishikawa,K. (1992), PengendalianMutuTerpadu, PT. RemajaRosdakarya, Bandung. Ibrahim, B. (2000), Total Quality Management :PanduanMenghadapiPersaingan Global,PenerbitDjambatan,Jakarta. Indranata, I. (2008), PendekatanKualitatifuntukPengendalianKualitas, PenerbitUniversitas Indonesia, Jakarta. Kotler, P. (2000), ManajemenPemasaran: Analisis, Perencanaan, ImplementasidanKontrol, terj : HendraTeguhdan Ronny Antonius Rusly, Edisi 9, Jilid 1 dan 2, PT Prenhalisndo, Jakarta. Kotler, P. dan Armstrong, G. (2001). Prinsip-PrinsipPemasaran,Edisi 8, Erlangga, Jakarta. Kotler, P. dankeller, K.L.( 2009), ManajemenPemasaran Edisi13, Jilid 1, Erlangga, Jakarta Kuswurj, R. (2009, Sugar Technology and Research: KualitasMutuGula Kristal Putih, InstitutTeknologi Surabaya, Surabaya.http://www.risvank.com[6 Februari 2016] Koshti,V.V. (2011), A Study of Robustness of the Exponentially Weighted Moving Average Control Chart: A simulation approach International Journal of Advance Scientific and Technical Research, Vol 2 & ISSN 2249-9954. Landherr, A. (1980), PesawatIndustriGula, TerjemahanMadukonodanSoerjadi, LPP,Yogyakarta. Mubyarto. (1984), MasalahIndustriGula di Indonesia, BPFE, Yogyakarta Montgomery,D.C. (2001), Introduction To Statistical Quality Control, 4 th Edition, John Wiley &Sons, New York. Montgomery, D.C. (2013), Statistical Quality Control, John Wiley &Sons Singapore, Arizona. Purnama, N. (2006), ManajemenKualitasPerspektif Global, PenerbitEkonisia, FakultasEkonomi UIIYogyakarta. 365