BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Maksud Penelitian Penelitian yang dimaksud yaitu melakukan pengamatan, observasi dan pengambilan data dilokasi kerja dan melihat kondisi lapangan panel tegangan rendah PT. Trias Indra Saputra. Panel tegangan rendah di PT. Trias Indra Saputra terdiri beberapa tipe panel, observasi difokuskan pada pada Panel LVMDP. 3.2. Peralatan Penelitian Untuk membantu proses pengumpulan data maka penulis menggunakan peralatan-peralatan sebagai berikut : 3.2.1. Tang Ampere Digital Tang Ampere digital merupakan alat ukur praktis yang bisa dipergunakan dengan mudah saat pengukuran kuat arus, tanpa harus memutus atau membuat kabel jumper guna mengetahui berapa besaran kuat arus yang mengalir pada beban rangkaian elektronik atau listrik. Berikut teknik pengukuran arus menggunakan Tang Ampere digital : 1. Menekan tombol hold (induksi). 2. Memutar swicth ke arah A (ampere). 3. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnet yang berbentuk seperti tang. 50
51 4. Mengklemkan atau mengalungkan Tang Ampere pada kabel. 5. Membaca nilai arus yang tertera pada layar display Tang Ampere digital. Sedangkan untuk pengukuran tegangan menggunakan Tang Ampere digital sebagai berikut : 1. Menekan tombol hold (induksi). 2. Memutar swicth ke arah Vrms (volt). 3. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnet yang berbentuk seperti tang. 4. Mengklemkan atau mengalungkan Tang Ampere ke kabel. 5. Membaca nilai tegangan yang tertera pada layar display. 3.2.2. Infrared Thermography Infrared Thermography adalah suatu sistem pemeriksaan NDT (Non Destructive Test) dengan menggunakan kamera inframerah untuk memeriksa peralatan listrik (Electrical), dan mekanik (Mechanical) pada pabrik-pabrik, industri pertambangan, gedung bertingkat, supermall, rumah sakit, bandara, pelabuhan dan fasilitas umum lainnya. Tujuan utama dari pemeriksaan infrared adalah mendeteksi secara dini adanya gejala kerusakan pada peralatan-peralatan M.E (Listrik & Mekanik) sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih parah atau fatal, baik pada peralatan tersebut atau pada rangkaian secara keseluruhan. Dengan memonitor suhu atau temperatur pada saat peralatan beroperasi kemudian dibandingkan dengan suhu operasi normalnya, maka
akan dapat dianalisa dan dideteksi ada tidaknya 52 penyimpangan (overheating) yang umumnya merupakan gejala awal suatu kerusakan peralatan. Pendeteksian lokasi dan jenis kerusakan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih parah seperti, terhentinya aliran listrik secara tiba-tiba, berhentinya operasi mesin atau fasilitas produksi atau timbulnya bahaya kebakaran pada titik-titik overheating kritis yg tidak terdeteksi. Berikut contoh gambar alat infrared thermography yang bisanya banyak digunakan di industri, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.1. Gambar 3.1. Infrared Thermography (http://libratama.com-technology-infrared-thermal-imager/) Pemeriksaan infrared thermography dilakukan pada saat mesin atau peralatan sedang beroperasi, sehingga tidak mengganggu kelancaran produksi atau operasi perusahaan. Frekuensi pemeriksaan dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk instalasi yang beban operasinya berubah-ubah secara
53 cukup drastis, atau minimal setiap tahun sekali untuk instalasi yang beban operasinya relatif stabil. Pemeriksaan infrared adalah aman dan dapat dilakukan pada lingkungan yang explosive ataupun hazardous karena tidak menyentuh atau menimbulkan dampak negatif pada peralatan yang diperiksa, aman terhadap kesehatan maupun lingkungan karena teknologi pemeriksaan ini tidak memancarkan sinar inframerah atau gelombang elektromagnetis lainnya, melainkan menyerap sinar inframerah yang membawa radiasi panas dari peralatan yang sedang beroperasi. Laporan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk foto visual dan thermal yang disertai dengan grafik temperatur untuk setiap jenis peralatan yang diperiksa. Laporan juga mencantumkan analisa kondisi dari peralatan tersebut, serta faktor-faktor kemungkinan penyebab kerusakan dan rekomendasi perbaikannya. Laporan selain dicetak dengan printer berwarna juga diberikan dalam bentuk CD ROM untuk memudahkan dilihat melalui monitor komputer ataupun dicetak ulang. Pemberian CD ROM dimaksudkan untuk cadangan (back-up) jika laporan tertulis hilang atau rusak.
54 1. Bagian-bagian Infrared Thermography Infrared Thermography terdiri beberapa bagian yaitu sebagai berikut : a. Gambaran fisik dari Infrared Thermography Gambar 3.2. Bagian-bagian Infrared Thermography Keterangan : 1. Lensa kamera digital 2. Lensa Inframerah 3. Tuas untuk membuka dan menutupi penutup lensa 4. Tombol untuk menyimpan gambar 5. Baterai
55 b. Tombol Gambar 3.3. Tombol Keterangan : 1. Layar kamera 2. Tombol archive Fungsi : Tombol archive digunakan untuk membuka tempat penyimpanan gambar. 3. Tombol Navigasi Fungsi : Tombol navigasi atas, bawah, kanan dan kiri digunakan untuk memilih menu, submenu dan kotak dialog. Tombol tengah digunakan untuk memilih menu atau submenu yang dimaksud. 4. Tombol Cancel Fungsi : Tombol yang digunakan untuk membatalkan pilihan menu.
56 Tombol ini juga digunakan untuk kembali ke dalam sistem menu. 5. Tombol On/off Fungsi : Tekan tombol On untuk menghidupkan kamera. Tekan dan tahan selama kurang lebih 5 detik akan membuat kamera dalam kondisi standby. Kamera akan mati secara otomatis setelah 48 jam. c. Konektor Gambar 3.4. Konektor
57 Kegunaan dari konektor USB mini-b yaitu sebagai berikut : Digunakan pada saat pengisian baterai mengunakan power suplai FLIR. Pengisian baterai menggunakan kabel USB yang terhubung ke komputer. Memindahkan gambar dari kamera ke sebuah analisa lebinh lanjut di FLIR Tools. komputer untuk d. Elemen Layar Gambar 3.5. Layar Keterangan : 1. Menu utama toolbar 2. Submenu toolbar 3. Spotmeter 4. Tabel hasil 5. Ikon status 6. Skala suhu
58 2. Pengoperasian Pengoperasian Infrared Thermography ada beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu sebagai berikut : a. Pengisian Baterai Pengisian baterai ada berbagai macam cara sebagai berikut : a. Pengisian baterai mengunakan power suplai FLIR dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan power suplai ke stop kontak 2. Menyambungkan kabel power suplai ke konektor USB pada kamera. b. Mengisi daya baterai menggunakan FLIR yang berdirii sendiri dengan megikuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan pengisi baterai yang berdiri sendiri ke stop kontak. 2. Melepaskan baterai dari kamera. Gambar 3.6. Proses Melepaskan Baterai
59 3. Memasukkan baterai ke pengisi daya baterai yang berdiri sendiri. Catatan : Waktu pengisian untuk baterai penuh membutuhkan waktu 2 jam. Baterai sedang diisi saat LED biru nyala berkedip. Baterai terisi penuh ketika LED biru nyala tidak berkedip. c. Mengisi baterai menggunakan kabel USB dengan mengikkuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan kamera ke komputer menggunakan kabel USB. 2. Melepaskan kembali kabel USB jika baterai sudah penuh. Catatan : Untuk mengisi kamera, komputer harus dihidupkan. Pengisian kamera menggunakan kabel USB yang terhubung ke komputer memakan waktu jauh lebih lama dari menggunakan power supply FLIR atau FLIR berdiri sendiri pengisi daya baterai. b. Menghidupkan dan Mematikan Kamera Menghidupkan dan mematikan kamera ada prosedur yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut : 1. Menekan tombol On/Off untuk mengaktifkan kamera. 2. Menekan dan menahan tombol On/Off selama kurang lebih 5 detik akan membuat kamera dalam kondisi standby. Kamera akan mati secara otomatis setelah 48 jam.
60 3. Menekan dan menahan tombol On/Off selama lebih dari 5 detik untuk mematikan kamera. c. Menyimpan Gambar Gambar dapat disimpan pada memori internal dari Infrared Thermograpy,, sekitar 500 gambar yang dapat disimpan ke dalam memori internal. Penamaan konvensi untuk gambar adalah FLIRxxxx.jpg, di mana xxxx adalah dengan cara urutan nomor yang unik. Penyimpanan gambar dilakukan menekan tombol untuk memnyipan gambar atau dapat ilustrasikan seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.7. Proses Penyimpanan Gambar
61 d. Menghapus Gambar Proses penghapusan gambar bisa dilakukan dengan menghapus satu atau beberapa gambar dari memori kamera internal dengan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Menekan tombol archive. 2. Menekan tombol navigasi kiri / kanan atau atas / bawah untuk memilih gambar yang ingin dilihat. 3. Menekan tombol pusat navigasi untuk menampilkan gambar yang dipilih. 4. Menekan tombol pusat navigasi untuk menampilkan toolbar. 5. Pada toolbar, memilih pilih Hapus. e. Mengukur Suhu Pengukuran suhu bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : a. Mengukur suhu menggunakan Spotmeter Pengukuran dengan cara ini suhu ditampilakan di posisi Spotmeter di layar. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih tempat Center. Suhu diposisi Spotmeter sekarang akan ditampilkan di kiri atas sudut layar.
62 b. Mengukur suhu terpanas dalam suatu area Pengukuran jenis ini yaitu dapat mengukur suhu terpanas dalam suatu area secara otomatis. Ini menampilkan Spotmeter bergerak yang menunjukkan suhu terpanas. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih auto hot spot. c. Mengukur suhu terdingin dalam suatu area Pengukuran jenis ini yaitu dapat mengukur suhu terdingin dalam suatu area secara otomatis. Ini menampilkan Spotmeter bergerak yang menunjukkan suhu terdingin. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih auto cold spot. f. Mengubah Modus Foto Kamera dapat beroperasi dalam empat mode gambar yang berbeda yaitu sebagai berikut : 1. MSX (Multi Spectral Dynamic Imaging) yaitu Kamera menampilkan gambar inframerah mana tepi objek yang diperjelas seperti gambar dibawah ini.
63 Gambar 3.8. MSX 2. Thermal yaitu kamera menampilkan gambar penuh tampilan suhu seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.9. Thermal
64 3. Picture-in-picture yaitu kamera menampilkan gambarar kamera digital dengan ditumpangi inframerah bingkai gambar, seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.10. Picture-in-picture 4. Kamera digital yaitu tampilan seperti hasil foto kamera digital pada umumnya seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.11. Kamera Digital
65 3.3. Klasifikasi Temuan Infrared Thermography Klasifikasi ini merupakan hasil temuan infrared thermography dengan kategori kurang atau melebihi suhu dalam gedung. Berikut klasifikasi temuan infrared thermography yang ditunjukkan pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Klasifikasi Temuan Infrared Thermography No. Peralatan Listrik Mayor Minor Observasi 1 Transformator > 80 C 75 C 80 C 70 C 75 C 2 Kabel NYY, NYM > 50 C 46 C 50 C 41 C 45 C 3 ACB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 4 MCCB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 5 MCB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 6 Coil Contactor, Relay & Lampu > 60 C 50 C 60 C 41 C 50 C 7 Terminal > 50 C 41 C 50 C 36 C 41 C 8 Busbar > 80 C 75 C 80 C 70 C 75 C 9 Fuse > 85 C 75 C 85 C 70 C 75 C 10 Kapasitor > 55 C 50 C 55 C 45 C 50 C Berikut kategori temuan infrared thermography seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.2 dibawah ini. Tabel 3.2. Kategori Temuan Infrared Thermography No. Kategori Prioritas Keterangan 1 Normal (A) None Kondisi dengan Standar PUIL dan HSE 2 Observasi (B) Low Temuan yang tidak mempengaruhi fungsi tetapi mengurangi kesempurnaan sistem 3 Minor (C) Medium 4 Mayor (D) High Temuan dalam jangka panjang akan mempengaruhi sistem dan merugikan Temuan yang berpotensi menggagalkan sistem dan membahayakan manusia dan gedung