TELUR PBA_281113_MNH

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUTAKA

11/10/2017. Telur. Titis Sari Kusuma. Ilmu Bahan Makanan-Telur MACAM TELUR

Telur. Titis Sari Kusuma. Ilmu Bahan Makanan-Telur

4 Telur biasanya juga mengandung semua vitamin yang sangat dibutuhkan kecuali vitamin C. Vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), vitamin yang larut air

TEKNOLOGI TELUR. Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu :

STRUKTUR, KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI TELUR

Gambar 1. Struktur Telur (Romanoff dan Romanoff, 1963)

TINJAUAN PUSTAKA. gizi yang lengkap bagi pertumbuhan makhluk hidup baru. Menurut Whitaker and

II. TINJAUAN PUSTAKA. tercapainya kecukupan gizi masyarakat (Sudaryani, 2003). Telur sebagai sumber

I. PENDAHULUAN. unggas yang lain. Itik mampu mempertahankan produksi telur lebih lama

Struktur Telur. Suhardi, S.Pt.,MP Universitas Mulawarman

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kue bolu merupakan kue berbahan dasar tepung terigu dengan penambahan

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING (lanjutan)

KOMPOSISI DAN MIKROBA TELUR

1. PENDAHULUAN. pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. sangat lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi. Telur itik umumnya berukuran

PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI PADA SUSU, TELUR DAN DAGING PASCA PANEN

Buletin Peternakan Edisi IV 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulawesi Selatan

I. PENDAHULUAN. Ketersediaan telur yang tidak mengenal musim, keunggulan gizi dari telur dan

1 Pendidikan Teknik Boga S-1 R PTBB FT UNY 2012 Nurul Azizah, Betty Ayu Noviani, Stevia Tafdhila Ramadhani

ACARA III PEMBUATAN PRODUK DAN UJI KUALITAS PRODUK TELUR A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Telur merupakan salah satu dari beberapa produk yang di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

SUSU. b. Sifat Fisik Susu Sifat fisik susu meliputi warna, bau, rasa, berat jenis, titik didih, titik beku, dan kekentalannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (kutikula), membran kulit telur, kantung udara, chalaza, putih telur (albumen),

TELUR ASIN PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Struktur Telur (Romanoff dan Romanoff, 1963)

TELUR. Handout MK. Pengetahuan Bahan Semester Genap 2012/2013

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ayam petelur merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ayam petelur merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu sumber protein yang dikonsumsi oleh sebagian besar

I. PENDAHULUAN. pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Telur ayam ras merupakan telur yang paling populer dan paling banyak

I. PENDAHULUAN. dengan susunan asam amino lengkap. Secara umum telur ayam ras merupakan

PENDAHULUAN. mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur karena

Telur. Titis Sari Kusuma. Ilmu Bahan Makanan-Telur

IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pembibitan Puyuh Fakultas Peternakan

II. TINJAUAN PUSTAKA. sangat diminati oleh masyarakat. Hampir seluruh kalangan masyarakat dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BISNIS TELOR ASIN DAN KEUNTUNGANYA. Disusun oleh: Sandwi Devi Andri S1 teknik informatika 2F

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. KOMPOSISI DAN KUALITAS TELUR

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan tipe ringan. Tipe medium umumnya bertelur dengan warna kerabang cokelat

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kualitas Telur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Apokat (KBBI: Avokad), alpukat, atau Persea americana Mill merupakan

1. PENDAHULUAN. Telur itik adalah salah satu pilihan sumber protein hewani yang memiliki rasa

I PENDAHULUAN. Penelitian, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

TINJAUAN PUSTAKA. Burung puyuh dalam istilah asing disebut quail yang merupakan bangsa

PENGARUH LAMA SIMPAN TELUR ITIK TERHADAP PENURUNAN BERAT, INDEKS KUNING TELUR (IKT), DAN HAUGH UNIT (HU).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kandungan gizi telur pada umumnya terdiri atas: air, protein, lemak, karbohidrat,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mahasiswa mengetahui perubahan fisiko kimia telur Mahasiswa mengetahui kerusakan selama penyimpanan Mahasiswa mengetahui cara penanganan telur

I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

Pendahuluan, Telur Cair, Telur Asin

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain

I. PENDAHULUAN. Mie merupakan salah satu bahan pangan yang bernilai ekonomis tinggi. Mie

KEGUNAAN. Merupakan polimer dari sekitar 21 jenis asam amino melalui ikatan peptida Asam amino : esensial dan non esensial

I. PENDAHULUAN. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi menyebabkan

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Ayam Arab Betina dan Jantan (Meijers, 2010)

PENDAHULUAN. Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan metode-metode mengajar lainnya. Metode ini lebih sesuai untuk mengajarkan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) ada juga yang menyebut siput

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan pangan semakin meningkat dengan bertambahnya. jumlah penduduk. Berbagai jenis pangan diproduksi dengan meningkatkan

TINJAUAN PUSTAKA. (2001) adalah sebagai Kingdom Animalia, Subkingdom Metazoa, Phylum

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Itik merupakan ternak jenis unggas air yang termasuk dalam kelas Aves, ordo

II. TINJAUAN PUSTAKA. telur sehingga produktivitas telurnya melebihi dari produktivitas ayam lainnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mineral. Susu adalah suatu cairan yang merupakan hasil pemerahan dari sapi atau

Telur ayam konsumsi SNI 3926:2008

Mutu Telur Asin Desa Kelayu Selong Lombok Timur yang Dibungkus dalam Abu Gosok Dan Tanah Liat

TINJAUAN PUSTAKA. Daging ayam juga merupakan bahan pangan kaya akan gizi yang sangat. diperlukan manusia. Daging ayam dalam bentuk segar relatif

I PENDAHULUAN. hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kelapa termasuk dalam famili Palmae,

BAB II LANDASAN TEORI

Pencernaan dan Penyerapan Makanan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. minyak yang disebut minyak sawit. Minyak sawit terdiri dari dua jenis minyak

BAB I PENDAHULUAN. pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, perubahan gaya hidup serta kesadaran

PENDAHULUAN. salah satunya pemenuhan gizi yang berasal dari protein hewani. Terlepas dari

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kandungan gizi lengkap yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral dan

Gambar 3. Kondisi Kandang yang Digunakan pada Pemeliharaan Puyuh

Gambar 1. Struktur Bagian-Bagian Telur (Romanoff dan Romanoff, 1963)

BAB I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. PEWARNAAN SEL BAKTERI

Penyiapan Mesin Tetas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tilatang Kamang Kabupaten Agam meliputi Nagari Koto Tangah sebanyak , Gadut dan Kapau dengan total keseluruhan sebanyak 36.

TINJAUAN PUSTAKA. Tulang adalah subtansi hidup yang dapat diperbaharui yang memiliki

DISKUSI BIOKIMIA DIMULAI DENGAN SEL KARENA SEL MERUPAKAN KERANGKA ALAMIAH DARI HAMPIR SEMUA REAKSI BIOKIMIA

KERUSAKAN BAHAN PANGAN TITIS SARI

SIFAT PERMUKAAN SISTEM KOLOID PANGAN AKTIVITAS PERMUKAAN

I. PENDAHULUAN. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu hasil pertanian yang

Transkripsi:

TELUR PBA_281113_MNH

INTRODUCTION Telur hasil sekresi organ reproduksi ternak unggas Sel reproduktif kompleks: Banyak zat-zat makanan supply embrio Mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin larut lemak (A, D, E, K) ; vitamin larut air (thiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, asam folat, vit.b12). bahan pangan (manusia)

MACAM-MACAM TELUR Telur ayam kampung Umumnya kecil, berat rata-rata 45-50 g 200 butir/ ekor/ tahun; Warna kulit telur: coklat, putih Telur ayam ras berat rata-rata 55-65 g Warna kulit telur: coklat, putih; 250-260 butir/ekor/tahun Telur burung puyuh Berat rata-rata 15-20 g Warna kulit: coklat berbintik hitam Telur angsa Lebih besar dari telur burung puyuh, ayam, bebek Telur kalkun Ukuran hampir sama dg telur itik; warna coklat keputihan Telur itik Berukuran besar 50 g/butir; Warna kulit hijau kebiruan, utk telur asin

BENTUK TELUR Biconical: kedua ujungnya runcing ~ kerucut Conical: salah satu ujung runcing ~ kerucut Elliptical: menyerupai elip Oval: menyerupai oval bentuk paling baik Spherical: hampir bulat pengaruh genetik, umur induk (semakin tua bentuk telur semakin mengarah bulat)

BERAT TELUR KELOMPOK BERAT/ BUTIR (gram) Jumbo Lebih dari 65 Extra Large 60-65 Large 55-60 Medium 50-55 Small 45-50 Peewee Kurang dari 45

Egg structure

YOLK (kuning telur) 30-33% berat telur Hampir bulat, berwarna kuning- jingga tua, terletak di pusat telur. Xanthofil (pigmen karotenoid) warna Terdiri atas latebra, germinal disc (blastoderm = bintik pusat); vitellin membrane (pembungkus yolk) Bersifat halus, elastis, berkilau

Komponen penyusun yolk Komponen Berat (gram) Berat (%) Keseluruhan 18,7 100 Air 9,1 48,7 Bahan padat 9,6 51,3 Bahan organik: Protein Lipida Karbohidrat 9,4 3,1 6,1 0,2 50,2 16,6 23,6 1,0 Bahan anorganik 0,2 1,1

ALBUMEN (putih telur) 60% dari berat telur total Terdiri dari 4 fraksi: lapisan chalaziferous (lap.kental dalam), lapisan encer dalam (inner thin layer), lapisan kental luar (firm gel like layer); lapisan encer luar (outer thin layer) Tersusun atas sebagian besar air Komp.utama: protein Komponen lain: karbohidrat, mineral

SHELL (cangkang/kulit/kerabang) Lapisan berkapur (calcareous) 9-12% berat telur total Terdiri atas bhn organik berupa kerangka dari serabut-serabut yang teranyam halus & granula-granula serta substansi interstitial yg tersusun dr campuran garam-garam organik Cangkang 94% kalsium karbonat, 1% magnesium karbonat, 1% kalsium fosfat; 4% bhn organik terutama protein

SHELL MEMBRANE (membran kulit telur) Terdiri dari 2 lapisan: membran kulit dalam telur; membran kulit luar telur tersusun oleh 2 atau 3 lapis anyaman serabut protein yg tdk teratur. serabut disatukan oleh suatu bhn albuminous utk membentuk membran tipis, kuat, melekat erat dan bersama-sama membatasi cangkang di bag. Dalam dan melekat erat padanya.

SHELL MEMBRANE Membran dalam lebih tipis daripada membran luar. Tebal keseluruhan: 0,01 0, 02 mm. Fungsi : meminimalisir masuknya mikroorganisme. Pori-pori halus masuknya gas/ cairan scr osmosis & difusi Membran berwarna putih, kadang agak pink (pengaruh pigmen poryphyrin)

PROTEIN & LEMAK TELUR Protein Balanced protein; mengandung semua asam amino esensial; Terdapat dalam albumen & yolk Lemak telur mudah dicerna; sumber energi; kaya asam lemak esensial terutama asam oleat; tinggi kandungan asam lemak tak jenuh; terletak dalam yolk gliserida, fosfolipid, kolesterol

KARBOHIDRAT Relatif sedikit (0,5 g); 75% terdapat dalam albumen. Terdapat dalam bentuk bebas (glukosa) & terkombinasi dg protein/lemak yaitu glikoprotein yg mengandung gugus mannosa, galaktosa Glukosa dpt berinteraksi dg senyawa lain: rx maillard pencoklatan; rx glukosa & sepalin bau tak sedap

VITAMIN & MINERAL Sumber vitamin A, D, B1, riboflavin. Yolk sumber vit. A, vit. D, mineral Fe Mineral lain: Sodium (Na), Potassium, Sulfur (S), Chlorine, magnesium, mangan.

SIFAT FISIKOKIMIAWI TELUR ph albumen telur baru : 7,6 7,9. meningkat (hingga mendekati 9,4) selama penyimpanan (lepasnya CO2 melalui pori-pori cangkang) Peningkatan konsentrasi CO2 lingkungan meningkatkan konsentrasi ion bikarbonat; menurunkan konsentrasi karbonat ph yolk telur baru: 6,0 Selama penyimpanan, ph meningkat (hingga 6,9)

SIFAT FUNGSIONAL Sifat fisikokimia yang berguna dalam pengolahan pangan Daya busa Emulsi Koagulasi warna

DAYA BUSA Sifat mengaerasi, leavening power, sifat whipping telur Busa : dispersi koloida fase gas terdispersi dlm fase cair. Mekanisme pembentukan busa: Pengocokan: rantai dalam protein terbuka rantai protein menjadi panjang. Protein saling bereaksi ; membentuk lapisan monomolekul menangkap/menahan udara yang masuk membentuk gelembung-gelembung buih pada pengocokan selanjutnya volumenya bertambah dan sifat elastisitasnya berkurang. Warna gelembung mula-mula hijau berubah menjadi kekuningan, jernih putih kabur. Busa dapat dibentuk oleh putih telur dan kuning telur, protein putih telur mempunyai kemampuan membentuk busa yang sangat stabil

DAYA BUSA Busa dibentuk oleh beberapa protein yang mempunyai kemampuan dan fungsi yang berbeda. Protein putih telur yang berperan dalam pembentukan buih ovalbumin, ovomusin, ovoglobulin. Ovalbumin membentuk buih yang kuat, Ovomusin membentuk lapisan film tidak larut air dan menstabilkan buih Ovoglobulin meningkatkan viskositas, memperkuat penyebaran gelembung udara dan melembutkan tekstur buih yang dihasilkan Faktor yang mempengaruhi volume dan stabilitas buih : umur telur (lamanya telur disimpan), suhu telur, ph, lama pengocokan, perlakuan pendahuluan dan penambahan bahan-bahan kimia atau stabilisator.

DAYA EMULSI Emulsi campuran antara dua jenis cairan yang secara normal tidak dapat bercampur, dimana salah satu fase terdispersi dalam fase pendispersi z.terdispersi, z. pendispersi., z. Pengemulsi (emulsifier) Kuning telur emulsifier mengandung bagian yang bersifat surface active yaitu lesitin, kolesterol. Lesitin mendukung terbentuknya emulsi minyak dalam air (O/W), emulsifier kolesterol cenderung membentuk emulsi air dalam minyak (W/O).

PEMBERI WARNA hanya dimiliki oleh kuning telur, pigmen kuning dari xantofil,lutein, beta karoten dan kriproxantin. Sifat ini tidak banyak dimanfaatkan seperti sifat yang lain, hanya digunakan dalam beberapa produk misalnya baked product, es krim, dan saus

KOAGULASI ALBUMEN & YOLK T = 62 C Albumen mulai membentuk gel T = 65 C Albumen tdk dalam bentuk cair. T = 70 C Albumen sudah agak padat tapi masih seperti jelly, lunak T lebih tinggi: albumen sangat padat

KOAGULASI ALBUMEN & YOLK T = 70 C T = 65 C Yolk mulai memadat Yolk sudah bukan berbentuk cair.

KOAGULASI ALBUMEN & YOLK Agent penggumpal selain suhu: Kalium iodida Kalium thiosianat Urea Amonium thiosianat Natrium carbonat Formaldehyda NaOH Pengocokan mekanis Tekanan 5000 atm Gelombang suara berfrekuensi tinggi

MIKROBA dalam TELUR Kontaminasi mikroba terjadi setelah berada di luar tubuh induk atau diturunkan oleh induk yang berpenyakit Sumber: feces, udara, kandang, peralatan, pemanen telur. Jenis mikroba: bakteri proteolitik alcaligenes, pseudomonas, seratia, hafnia, cirobacter, proteus, aeromonas, plevabacterium, bacillus, micrococcus, streptococcus, coli Fungi mucor, alternaria, cladosporium, penicillium, thamnidium, botrytis, sporotricum

MIKROBA dalam TELUR Bakteri proteolitik Degradasi protein telur proteosa, pepton, polipeptida, asam amino, H2, CO2, N2, CH4, NH3, H2S, merkaptan, indol, skatol, kadaverin, putresin Pertahanan terhadap mikroba: Fisik: kutikula, membran cangkang, viskositas albumen Kimiawi: lisozim menyebabkan lisis dinding sel bakteri

KERUSAKAN TELUR-mikroba Green rot Mikroba psikofilik mengkontaminasi albumen encer, berserabut, tampak hijau Colourless rot Pseudomonas/ achromobacter yolk bau tak sedap Black rot Pseudomonas/ achromonas hitam pada yolk; ruang udara besar, albumen coklat hijau encer Pink rot pseudomonas Red rot Serratia warna kemerahan pada yolk, albumen encer Penyimpangan bau Alcaligenes, escherichia, flavobacterium, aerobacter.

PENGUJIAN KUALITAS TELUR EKSTERIOR Indeks Bentuk telur ideal 74 (Lebar telur/ panjang telur) * 100 Berat telur Kerabang (tebal min. 0,33 mm) Normal bentuk normal, tak ada bag.kasar, Sedikit normal ada bag. Kurang beraturan, ada bag. Sedikit kasar, tdk ada bercak Abnormal bentuk tdk normal, tekstur kasar, ada bercak, bag.kasar

PENGUJIAN KUALITAS TELUR EKSTERIOR Kualitas Kerabang Bentuk telur AA (baik sekali) A (baik) B (sedang) C (rendah) Bersih; tidak pecah normal Agak kotor; tidak pecah Kotoran sedikit; tidak pecah Kotoran banyak; tidak pecah Normal Kadang tidak normal Kadang tidak normal

PENGUJIAN KUALITAS TELUR INTERIOR Candling (peneropongan) Dalam ruang gelap; pengaturan arah sinar lampu melewati telur Karakter yg diamati: cangkang, rongga udara, yolk, albumen, Deteksi retak-retak pd cangkang, ukuran rongga udara, ukuran & mobilitas yolk, blood spot, cacat mikrobiologis, germinasi (ada tidaknya perkembangan embrio)

PENGUJIAN KUALITAS TELUR INTERIOR Candling (peneropongan) Rongga udara besar indikasi lamanya umur telur; lemahnya membran kulit telur; penanganan kasar Yolk bergerak lebih bebas, bayangan lebih gelap (terapung mendekati cangkang) telur kualitas rendah Albumen telur kualitas baik: kental & jernih yolk tdk bisa bergerak bebas

PENGUJIAN KUALITAS TELUR INTERIOR Dengan pemecahan Kondisi albumen Indeks albumen = tinggi putih telur kental/ rerata diameter putih telur kental Normal= 0, 09 0,12 Kondisi yolk Warna pigmentasi pada yolk Bentuk indeks (tinggi/ diameter): 0,42 Kekuatan selaput vitelina yolk tetap utuh