METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan (trading). Tanpa teknologi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4 HASIL KINERJA SISTEM ERP PADA MODUL MATERIAL MANAGEMENT

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

WORKSHOP SMOS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E-Marketing dalam E-Business

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Studi Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan lingkup bisnis yang semakin meluas menuntut setiap

Enterprise Resource Planning (ERP)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi memiliki dampak penting bagi dunia bisnis. bergantung pada dukungan dan kemampuan sistem TI.

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

BAB I PENDAHULUAN. Sistem pengukuran yang diterapkan oleh perusahaan mempunyai dampak yang

LANDASAN TEORI. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang

BAB I PENDAHULUAN. berbagai organisasi. Namun masih banyak manager bisnis yang belum yakin akan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi ini, keberhasilan dan kegagalan suatu perusahan tidak dapat diukur

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software yang dapat membantu organisasi dalam

Nama : - Kartika Rahel - Mayke - Rinaras - Radhika Frisdela

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI. Dalam penyusunan thesis ini kerangka berpikir yang akan digunakan adalah untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. proses globalisasi dan merupakan sebuah fenomena yang memberikan perubahan

BAB 1 PENDAHULUAN. terpenting dalam perusahaan dengan tujuan untuk memotivasi karyawan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E*/**

BAB 2 TELAAH PUSTAKA 2.1 Manajemen Kinerja

LAMPIRAN 1 KUESIONER PT. GHI. Tolong tebalkan pilihan yang menurut Anda paling benar! PENGUKURAN IT BALANCED SCORECARD PERSPEKTIF ORIENTASI PENGGUNA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai modal untuk memenangkan persaingan global. dapat memberikan informasi yang akurat, informatif, dan up to date yang dapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan peningkatan kemakmuran bagi para shareholder dengan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Di era globalisasi ini, untuk menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif,

BAB 1 INTRODUKSI. penggunaannya sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan dalam proses manajemen di

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR TUGAS AKHIR

ABSTRAK. : Balanced Scorecard, Pengukuran kinerja. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Untuk menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif, kinerja

ABSTRAK. Kata Kunci : Balanced Scorecard, Pengukuran kinerja. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULAUAN. 1.1 Latar Belakang

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Enterprise Resource Planning

Finance for Non-Finance Manager: Balanced Scorecards

ARSITEKTUR ENTERPRISE DAN PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN PERUSAHAAN RETAIL PADA PT.X DI SURABAYA TUGAS AKHIR

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODE PENELITIAN

ABSTRAK. Kata Kunci. Implementasi, ERP, Proyek, Sistem Informasi, Implementasi ERP, Proyek Sistem Informasi.

BAB 1 PENDAHULUAN. industri membutuhkan pembaharuan yang akan mendukung kegiatan mereka.

BAB 1 PENDAHULUAN. perencanaan finansial yang akurat, sesuai dengan kondisi bisnis, baik di dalam

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KERANGKA KONSEPTUAL DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. persaingan bisnis pun semakin meningkat. Dan untuk menghadapi persaingan

BAB I PENDAHULUAN. efektif dan efisien sehingga visi perusahaan dapat tercapai. Sebagai konsekuensi

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

IT VALUATION PENERAPAN ORACLE E-BUSINESS SUITE MODUL PLAN TO PRODUCE PADA PT. XYZ DENGAN PENDEKATAN B3E

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis dan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan pada saat ini adalah menghadapi

Sistem Informasi Akuntansi I. Modul ke: 13Feb. Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Fakultas. Afrizon, SE, M.Si, Ak. Program Studi Akuntansi

BAB 3 METODE PENELITIAN

Sistem Informasi dan Pengendalian Internal. PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai sisi kehidupan manusia. Melalui pemanfaatan sistem informasi, maka

Wawancara Hubungan Lights- On dan Proyek dengan. Arahan Strategi ( Strategic Intention)

BAB I PENDAHULUAN. Seorang pilot pesawat terbang jet modern sedang menerbangkan pesawatnya.

2 digudang juga harus tetap terpantau terus menerus. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang dapat memanajemen atau merencanakan keluar masuknya baran

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dunia bisnis telah mengalami pergeseran yang sangat ekstrim. Persaingan abad

STRATEGI & PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN

Oleh: Hana Pertiwi ST

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma lama dari manajemen pemerintahan yang berfokus pada

Bab IV ANALISIS DAN HASIL

BAB 4 PENGUKURAN DAN EVALUASI IT BALANCED SCORECARD

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya bisnis ritel seperti yang terlihat pada 2009 ketika sektor ritel

BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK CABANG MAKASSAR SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. bermanfaat. Istilah ERP software sudah tidak asing lagi untuk didengan pada masa

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

Manfaat Penggunaan Balanced Scorecard

ANALISIS INVESTASI IMPLEMENTASI APLIKASI SAP MODUL SALES DISTRIBUTION DENGAN PENDEKATAN INFORMATION ECONOMIC STUDI KASUS PT EXCELCOMINDO PRATAMA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Metodologi Penelitian merupakan langkah selanjutnya untuk memecahkan masalah yang ada, dimana penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan beberapa penelitian sehingga memudahkan para peneliti untuk menganalisa masalah yang ada. Proses penelitian memerlukan beberapa langkah yang dapat dilihat pada gambar 3.1. Analisa Business Process pada PT. SS Literature Study untuk Pemecahan Masalah Perumusan Masalah Scope & Objective Pengumpulan Data Wawancara Kuesioner Observasi Analisa SWOT Analisa Implementasi ERP dengan Metode BSC pada PT. SS Visi & Misi Perspektif Finansial Perspektif Pelanggan / Pengguna Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Hasil Evaluasi ERP pada PT. SS Kesimpulan & Saran Implementasi ERP pada Anak Perusahaan dari ADR Group of Companies Implementasi ERP pada Anak Perusahaan dari ADR Group of Companies Implementasi ERP pada Anak Perusahaan dari ADR Group of Companies Gambar 3.1. Kerangka Kerja Penelitian 22

23 3.1.1. Analisa Business Process pada PT Selamat Sempurna Tbk. Disini akan dijelaskan mengenai business process yang sedang berjalan pada PT Selamat Sempurna Tbk. Proses bisnis akan dianalisa per departemen, dan nantinya baru dihubungkan antar departemen. 3.1.2. Perumusan Masalah Dari analisa bisnis proses sebelumnya akan dilihat kelemahan-kelemahan yang ada, setelah itu baru dicari tahu masalahnya. 3.1.3. Literature Study untuk Pemecahan Masalah Disini akan digunakan teori-teori yang telah ada di bab 2, untuk menganalisa pemecahan masalah. Teori yang digunakan dapat berupa Balanced Scorecard (BSC). 3.1.4. Scope & Objective Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai ruang lingkup dan tujuan dari penulisan thesis ini sehingga pada nantinya batas-batas pembahasan thesis dan tujuannya dapat menjadi lebih jelas.

24 3.1.5. Pengumpulan Data Pada bagian ini akan ditampilkan mengenai data-data yang telah dikumpulkan, baik melalui survey wawancara langsung dengan perusahan, observasi secara langsung, maupun melalui hasil kuesioner yang telah dikumpulkan dari para karyawan PT. SS sebagai pengguna dari sistem ERP MOVEX. 3.1.6. Analisa Kinerja ERP dengan Metode BSC pada PT. Selamat Sempurna Dari data-data yang dikumpulkan, akan dilakukan perhitungan statistik dan melakukan analisa dengan menggunakan metoda Balanced Scorecard (BSC) yang dibentuk dari penjabaran visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan dan menyertakan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), yang selanjutnya dari hasil analisa tersebut akan dijabarkan menjadi 4 perspektif yang ada di dalam Balanced Scorecard yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan / user, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. 3.1.7. Hasil Evaluasi Kinerja ERP pada PT. Selamat Sempurna Setelah dilakukan analisa dan pengukuran kinerja ERP pada PT. Selamat Sempurna maka akan diperoleh hasil evaluasi yang menggambarkan kondisi kinerja

25 ERP yang dilihat dari keempat perspektif yang ada. Kemudian hasil pengukuran yang diperoleh dapat dipergunakan sebagai tolak ukur dalam melakukan implementasi pada anak perusahaan ADR Group of Companies lainnya dalam hal implementasi ERP, sehingga mereka memiliki gambaran atas kekurangan-kekurangan yang mungkin timbul dari hasil pengukuran. 3.1.8. Kesimpulan dan Saran Dari sini akan diambil kesimpulan mengenai analisa dan pemecahan masalah yang dihadapi dan memberikan saran-saran yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan tehadap kekurangan-kekurangan yang timbul. 3.2. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan, sangat diperlukan data-data yang dapat mendukung analisa dan penelitian ini. Metode Pengumpulan Data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 1. Wawancara Wawancara dilakukan sebagai penelitian awal untuk mendapatkan data-data yang akan mendukung penelitian awal tersebut. Data yang diperoleh berupa gambaran umum mengenai perusahaan, bisnis proses, dan masalah-masalah yang ada. 2. Penelitian Pustaka

26 Penelitian pustaka dilakukan untuk mendapatkan beberapa teori yang dapat mendukung penelitian ini, antara lain Balanced Scorecard dan Enterprise Resource Planning 3. Kuesioner Kuesioner ini dilakukan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk perspektif pengguna ERP sistem ini, antara lain User Satisfaction 3.3. Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Pengukuran ERP Pada saat ini bagi kebanyakan perusahaan, pengimplementasian ERP merupakan suatu investasi yang sangat besar yang dapat mengubah seluruh IT secara drastis di perusahaannya. Keberhasilan implementasi ERP sering diukur dari dua hal : sistem ERP tersebut telah dikonfigurasikan dan berjalan di perusahaan, dan seluruh proyek yang setidaknya berjalan sesuai waktu dan biaya yang telah direncanakan. Hal tersebut berarti memfokuskan implementasi ERP hanya pada indikator yang sudah jelas. Namun sangat jarang sekali ditemukan analisis yang lebih terperinci atas keberhasilan implementasi ERP, contohnya seberapa besar tingkat kepuasan user (pengguna) ERP tersebut atau seberapa banyak waktu yang telah dapat dihemat dengan menggunakan ERP. Dalam mengukur kinerja suatu ERP software, terdapat dua aspek yang perlu dievaluasi yaitu : implementasi ERP software tersebut dan controlling (pengaturan) operasional dari ERP software tersebut. Untuk melakukan evaluasi terhadap kedua

27 aspek tersebut, metode Balanced Scorecard dapat diaplikasikan. Selain pengukuran finansial secara tradisional, Balanced Scorecard juga dapat menilai secara lebih luas efek dari penerapan ERP pada perusahaan, yang dilihat dari keempat prespektif yang ada : finansial, bisnis proses internal, pelanggan / pengguna, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Perlu diketahui bahwa metode ini tidak seperti metode Balanced Scorecard pada umumnya. Balanced Scorecard pada umumnya sering digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja dari perusahaan atau departemen. Karena itu metode Balanced Scorecard juga sangat layak untuk digunakan sebagai metode untuk mengevaluasi kinerja dari suatu software. Strategi Bisnis Strategi ERP Implementasi ERP Operasional ERP Gambar 3.2. Strategi Bisnis dan Manajemen ERP Dari gambar diatas dapat dilihat bagaimana metode ini diturunkan.. Strategi bisnis diturunkan menjadi strategi ERP. Suatu visi, strategi dan tujuan suatu perusahaan dapat ditransformasikan menjadi visi, strategi dan tujuan suatu ERP.

28 3.4. Mengukur Kinerja ERP Perspektif Finansial Perspektif Pelanggan / Pengguna Strategi ERP Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Gambar 3.3. Balanced Scorecard Implementasi ERP Diantara keempat perspektif diatas, perspektif proses bisnis internal merupakan perspektif yang paling mungkin untuk diukur, contohnya: waktu proses sebelum dan sesudah implementasi ERP. Sementara perspektif pelanggan / pengguna serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan hampir selalu dilupakan oleh setiap proyek ERP. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam keempat perspektif tersebut adalah: a. Perspektif Finansial : Biaya apa saja yang mencakup implementasi ERP tersebut. b. Perspektif Proses Bisnis Internal : Apakah ERP tersebut telah meningkatkan proses bisnis internal perusahaan tersebut.

29 c. Perspektif Pelanggan/Pengguna : Apakah ERP tersebut telah secara efisien mendukung pengguna. d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan : Apakah ERP tersebut cukup fleksibel untuk berintegrasi dengan perubahaan di masa yang akan datang. 3.5. Ukuran-Ukuran yang Spesifik Mengenai Software ERP Ada dua cara dalam menentukan ukuran-ukuran yang spesifik mengenai empat perspektif di atas, pendekatan top-down dan bottom-up. Kedua pendekatan ini memiliki keunggulan masing-masing, sehingga sangatlah mungkin bila menggunakan kombinasi dari kedua pendekatan tersebut. Pendekatan top-down menentukan ukuran-ukuran tersebut dari tujuan-tujuan utama yang diharapkan dari implementasi ERP tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tujuan implementasi ERP itu tercapai, dan tidak adanya sumber daya yang sia-sia. Sedangkan pendekatan bottom-up memusatkan pada bottlenecks (hambatan) pada sistem ERP yang dapat menghalangi efektivitas dan efisiensi kinerja ERP tersebut. 3.5.1. Perspektif Finansial Secara finansial sistem ERP merupakan suatu investasi besar yang memerlukan pengeluaran serta keuntungan yang besar pula. Namun hal ini tidaklah

30 mudah bila dihitung secara kuantitatif. Dalam perspektif finansial ini dapat dilihat perbedaan antara pengeluaran sesungguhnya dengan pengeluaran yang direncanakan. Tujuan Ukuran (Measures) Biaya Jenis Sumber Maintenance Kesesuaian dengan budget Perangkat Keras Perangkat Lunak Konsultasi Gambar 3.4. Perspektif Finansial 3.5.2. Perspektif Pelanggan / Pengguna Pelanggan dari sistem ERP adalah pengguna (user) yang secara langsung berhubungan dengan sistem ini dan secara tidak langsung adalah partner bisnis eksternal seperti supplier, subcontractor, dan customer. Namun rasanya lebih cocok untuk memusatkan perhatian kepada pengguna (user) karena efek dari sistem ERP ini secara langsung dapat dirasakan oleh mereka. Dengan pendekatan top-down dalam menentukan ukuran-ukuran yang tepat dalam perspektif pelanggan adalah sistem ini mampu mencakupi seluruh fungsional

31 bisnis proses dari perusahaan. Sedangkan pendekatan bottom-up melihat bottlenecks atau hambatan-hambatan yang terjadi pada sistem ini. Tujuan Ukuran Memenuhi seluruh kebutuhan bisnis proses % tipe proses yang terpenuhi % transaksi bisnis yang terpenuhi % transaksi yang transaksi yang dinilai baik Pengurangan bottlenecks (hambatan) % transaksi yang tidak selesai sesuai jadwal % transaksi bisnis yang gagal karena terhambatnya waktu % proses bisnis yang terhambat karena system down Gambar 3.5. Perspektif Pelanggan / Pengguna 3.5.3. Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif proses internal memusatkan kepada kondisi internal dalam mewujudkan kepuasan user seperti yang diperlihatkan diatas. Kondisi ini dapat dikelompokkan ke dalam proses-proses yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini. Ukuran yang penting dalam perspektif proses internal adalah banyak dan jenis keluhan dari user, response time, dan banyaknya transaksi.

32 Tujuan Mengurangi masalah-masalah operasi Pengurangan bottlenecks (hambatan) pada operasional Ukuran Jumlah masalah pada saat customer order Jumlah masalah pada saat purchase order Jumlah masalah pada warehouse Jumlah masalah pada laporan-laporan yang dihasilkan Rata-rata waktu proses pada saat customer order Rata-rata jumlah transaksi per bulan Maksimum jumlah transaksi per bulan Gambar 3.6. Perspektif Proses Bisnis Internal Operasional ERP Namun user dari sistem ini tidak hanya pengguna biasa, namun juga termasuk development team. Oleh karena itu harus dilihat juga perspektif dari development sistem. Berapa lama waktu untuk meng-upgrade sistem, dan bagaimana tingkat kesukarannya. Tujuan Ukuran Meningkatkan kemampuan sistem Waktu rata-rata untuk mengupgrade system Berapa banyak modul baru yang dikembangkan Pengurangan bottlenecks (hambatan) pada developer / programmer Berapa banyak developer yang berhenti sejak upgrade Banyaknya modul yang dicover oleh seorang developer Banyaknya modul yang dicover oleh 2 orang developer Gambar 3.7. Perspektif Proses Bisnis Internal Pandangan Development

33 3.5.4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan lebih memperhatikan bagaimana perusahaan itu mampu secara efektif menggunakan fungsi-fungsi yang ada di sistem ERP tersebut begitu juga cara meningkatkan dan terus mengembangkan sistem ini menjadi lebih baik. Ukuran yang penting adalah tingkat pelatihan akan sistem yang dapat dilihat dari banyaknya pelatihan dan waktu yang dihabiskan untuk pelatihan. Ukuran penting lainnya adalah ketergantungan terhadap konsultan dari luar. Pada umumnya implementasi ERP selalu menggunakan bantuan dari konsultan luar, namun perusahaan pada umumnya juga memerlukan sistem yang fleksibel dan mampu ditingkatkan kapan saja, sehingga mereka biasanya juga melakukan pengembangan secara internal. Tujuan Ukuran Ketidaktergantungan terhadap konsultan Berapa kali penggunaan konsultan dalam waktu 2 tahun Berapa kali penggunaan konsultan tahun sebelumnya Berapa banyak modul yang dibantu oleh konsultan Pemilihan vendor yang baik Berapa kali upgrade dalam 2 tahun Berapa banyak customer baru Berapa banya fungsi-fungsi baru Gambar 3.8. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan