TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

HUKUM INDUKSI FARADAY

Induksi Elektromagnetik

FISIKA DASAR II & PRAKTIKUM

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.

FISIKA LAPORAN PENGAMATAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK (LILITAN & TRANSFORMATOR) Oleh: Wisnu Pramadhitya Ramadhan/36/XII-MIPA 6

Gambar 2.1. Kecenderungan posisi sebuah magnet

Induksi Elektromagnet

BAB III MAGNETISME. Tujuan Penmbelajaran : - Memahami dan mengerti tentang sifat-sifat magnet, bahan dan kegunaannya.

MODUL MATA PELAJARAN IPA

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

BAB 5 KEMAGNETAN. A. SIFAT MAGNET 1. Garis Gaya Magnet

DASAR-DASAR LISTRIK ARUS AC

Medan Magnetik. Sumber Tegangan

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MAKALAH FISIKA. Tentang KEMAGNETAN/INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

5.5. ARAH GGL INDUKSI; HUKUM LENZ

LISTRIK STATIS. Listrik statis adalah energi yang dikandung oleh benda yang bermuatan listrik.

MAGNET JARUM. saklar. Besi lunak. Sumber arus Oleh : DRS. BRATA,M.Pd. SMAN1 KRA. kumparan. lampu. kumparan

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

Induksi Elektromagnetik. Tenaga listrik dapat dibangkitkan dengan generator. Apa hubungannya generator dengan

PENGERTIAN. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Apakah magnet itu?

MAKALAH INDUKTANSI DAN TRANSFORMATOR

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

GGL Induksi Michael Faraday ( ), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, membuat hipotesis (dugaan) bahwa medan magnet seharusnya

BAB 6 INDUKSI ELEKTROMAGNET

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

MAGNET - Materi Ipa Fisika SMP Magnet magnítis líthos Magnet Elementer teori magnet elementer.

Bab I Pendahuluan. Tujuan dan Manfaat Percobaan. Manfaat :

Induksi Elektromagnetik

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

i : kuat arus listrik (A) a : jarak dari kawat berarus (m)

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

SOAL SOAL TERPILIH 1 SOAL SOAL TERPILIH 2

TUGAS FISIKA DASAR 2

CRITICAL BOOK REPORT

Magnet dapat menarik benda-benda dari bahan tertentu

Induksi Elektromagnetik

KONSTRUKSI GENERATOR DC

BAHAN PELATIHAN NASIONAL OTOMOTIF PERBAIKAN KENDARAAN RINGAN

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum

Pengenalan Sistem Catu Daya (Teknik Tenaga Listrik)

Induksi Elektromagnetik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I DASAR TEORI I. TRANSFORMATOR

K13 Antiremed Kelas 9 Fisika

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

MEDAN MAGNET OLEH: ANDI SULIANA (15B08050) Program Studi Pendidikan Fisika Program Pascasarjana UNM 2016

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 3. KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETLatihan Soal 3.2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

19/11/2016. MAGNET Benda yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja Penggolongan bahan secara makroskopik. Sifat-sifat magnet.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 7 INDUKSI ELEKTROMAGNET

menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik.

MAGNET. Benda yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja Penggolongan bahan secara makroskopik

Sebuah arus induksi memiliki arah sedemikian rupa sehingga medan magnet akibat arus melawan perubahan fluks magnet yang menginduksi arus.

3/4/2010. Kelompok 2

TOPIK 5 PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 3. KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETLATIHAN SOAL BAB 3

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik

KONSTRUKSI GENERATOR ARUS SEARAH

- - KEMAGNETAN - - sbl4magnet

Fisika Dasar II. : Sutrisno, Saeful Karim, Endi Suhendi

Magnet Rudi Susanto 1

Gambar Berbagai bentuk benda

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

KEMAGNETAN. Magnet. Dapat dibedakan menjadi. Cara membuat bentuk Cara membuat

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-12 CAKUPAN MATERI 1. TRANSFORMATOR 2. TRANSMISI DAYA 3. ARUS EDDY DAN PANAS INDUKSI 4. GGL INDUKSI KARENA GERAK

PRINSIP KERJA ALAT UKUR

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Induksi Elektromagnetik )

BENDA MAGNET

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

M A G N E T I S M E 1. BESI MAGNET

Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut.

Dasar Konversi Energi Listrik Motor Arus Searah

JENIS-JENIS GENERATOR ARUS SEARAH

Kelas XII Semester 1

ALAT UKUR BESARAN LISTRIK. Jenis dan Prinsip Kerjanya

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 1

TUGAS PERTANYAAN SOAL

Kemagnetan. A Pengaruh Magnet. B Induksi Elektromagnet. Bab 7 Kemagnetan 181

Definisi. Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

MOTOR DC. Karakteristik Motor DC

NASKAH PUBLIKASI DESAIN GENERATOR AXIAL KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN 8 BUAH MAGNET PERMANEN DENGAN DIMENSI 10 X 10 X 1 CM

Memperlihatkan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan

BAB II GENERATOR SINKRON

Elektromagnetika. By : Mohamad Ramdhani

Transkripsi:

TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK HUKUM FARADAY DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Hukum Faraday Setelah dalam tahun 1820 Oersted memperlihatkan bahwa arus listrik dapat mempengaruhi jarum kompas, Faraday mempunyai kepercayaan bahwa jika arus listrik dapat menimbulkan medan magnetik, maka medan magnetik harus bisa menimbulkan arus listrik. Untuk membuktikannya Faraday membuat percobaan yang bertujuan untuk menunjukkanbahwa arus listrik dapat ditimbulkan oleh kemagnetan. Dalam istilah medan, kita dapat mengatakan bahwa medan magnet yang berubah terhadap waktu menimbulkan elektromotansi (tegangan gerak listrik/tgl) yang dapat mengalirkan arus listrik pada suatu rangkaian tertutup. Tegangan yang ditimbulkan oleh konduktor yang bergerak dalam medan megnet yang berubah seperti yang akan kita definisikan di bawah ini. Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 1

Hukum Faraday biasanya dinyatakan sebagai berikut : emf = - V (1) Persamaan (1) berlaku untuk lintasan tertutup. Tanda minus menyatakn bahwa arah elektromotansi sedemikian rupa sehingga menimbulkan arus yang fluksnya jika ditambahkan dengan fluks semula akan mengurangi fluks tersebut. Tegangan yang diinduksikan oleh fluks yang berubah mempunyai polaritas sedemikian hingga arus yang ditimbulkannya dalam suatu lintasan tertutup melawan perubahan fluks tadi, pernyataan ini disebut dengan Hukum Lenz. Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filament yang terdiri dari N lilitan, seringkali cukup cermat untuk menganggap lilitan tersebut berimpit, sehingga : emf = - N (2) Faraday melakukan percobaan untuk menginduksi medan elektromagnet.gambar percobaannya ditunjukkan di bawah ini. Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 2

Percobaan Faraday Untuk Menginduksi Medan Elektromagnet Induksi Elektromagnetik Induksi Elektromagnetik menjelaskan tentang suatu tegangan yang dapat diinduksikan ke dalam koil ketika garis gaya magnet memotong lilitan dan polaritas tegangan yang diinduksikan bergantung pada arah garis gaya magnet yang memotong lilitan. Sebuah solenoida yang mempunyai lilitan dengan menggunakan inti udara, dimana kedua ujung solenoida dihubungkan pada terminal dari sebuah galvanometer. Dan sebuah magnet batang dimasukkan dalam koil, sedemikian hingga kutub S pada magnet memasuki koil pada sisi sebelah kiri. Arus yang terjadi dalam solenoida dapat membangkitkan medan magnet dengan kutub S solenoida pada sisi sebelah kiri. Seperti halnya Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 3

kutub magnet yang sama akan tolak menolak, dan memenuhi hukum Lenz. Arus induksi dalam solenoida akan memberikan suatu medan magnet yang berlawanan terhadap medan induksi. Polaritas tegangan induksi dapat diramalkan oleh hukum Lenz, yang menyatakan bahwa polaritas dari tegangan yang diinduksikan dalam sebuah konduktor harus sedemikian rupa hingga medan magnet yang dibangkitkan dari hasil arus dalam konduktor akan berlawanan terhadap gerak induksi medan magnet. Dalam Induksi Elektromagnetik, berlaku juga Hukum Faraday yaitu besarnya tegangan induksi dalam solenoida pada saat lilitan memotong garis gaya magnet akan berbanding lurus dengan jumlah lilitan dan pada tingkat dimana garis fluks magnet dipotong oleh lilitan. Faraday melakukan percobaan untuk membuktikan adanya induksi elektromagnetik. Gambar percobaannya ditunjukkan di bawah ini. Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 4

Percobaan Faraday Untuk Membuktikan Adanya Induksi Elektromagnetik Penerapan Induksi Elektromagnetik dan Hukum Faraday Di bawah ini ada beberapa penerapan dari induksi elektromagnetik dan hukum Faraday : GENERATOR Suatu sistem yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan prinsip kerja berdasarkan peristiwa induksi (hukum Faraday). Besarnya GGL induksi yang timbul di dalam kumparan adalah : Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 5

e = - N TRANSFORMATOR Alat ini digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tegangan atau men gubah tegangan AC menjadi DC atau sebaliknya. Transformator umumnya terdiri dari inti (besi) dan dua bagian yaitu bagian primer dan bagian sekunder yang masing-masing mempunyai lilitan dengan jumlah tertentu. Prinsip kerjanya berdasarkan pemindahan daya/energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan cara induksi. Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 6