Yuni Rahmawati, Angga Nur Rahmat

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN TRAINER INTEGRASI PEMBANGKIT LISTRIK SKALA PIKO. M. Rodhi Faiz, Dedi Tri Laksono

BAB II LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PERAWATAN PC. Vivin Ayu Lestari, Suwasono

BAB III METODE PENELITIAN. Model pengembangan modul pada mata pelajaran Bimbingan Konseling ini

PENGEMBANGAN TRAINER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM ON GRID DENGAN PLN UNTUK MENUNJANG MATAKULIAH PRAKTIKUM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

PENGEMBANGAN MEDIA AJAR LINE FOLLOWER ANALOG PADA MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM ROBOTIK KELAS XII TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

BAHAN AJAR BERBASIS WEBSITE MATA KULIAH WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

RELE 220 V AC SEBAGAI OTOMATISASI CATU TEGANGAN PADA PEMUTUS BALIK ( RECLOCER) UNTUK KEANDALAN SISTEM PENYALURAN ENERGI LISTRIK

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATAKULIAH PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Heru Wahyu Herwanto, Ruth Ema Febrita

Suwasono Pendidikan Teknik Elektro-Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang.

PENGEMBANGAN E-MODUL ONLINE ELEKTRONIKA ANALOG PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH. Suwasono

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUALISASI LOGIKA PEMROGRAMAN GRAPH BERBASIS WEBSITE PADA MATA KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK UNTUK KELAS X SMAN 10 MALANG

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY PADA POKOK BAHASAN SEL

Perancangan Trainner Board Mikrokontroler Arduino Design Trainer Board of Arduino Microcontroller

Makalah Seminar Tugas Akhir. Judul

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan energi listrik dengan gangguan pemadaman yang minimal.

Analisa Koordinasi Relay Proteksi Dengan Recloser Pada Penyulang Purbalingga 05 Di PT. PLN (Persero) Rayon Purbalingga

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III RANCANG BANGUN

MAKALAH. TIMER / TDR (Time Delay Relay)

Pengembangan Modul Elektronik Berbasis 3D Pageflip Professional

Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG

(ATS) DAN LAPORAN. Oleh NIM: NIM:

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan yang disampaikan oleh Borg and Gall dalam (Setyosari,

BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA

RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

BAB III METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN. sertateknik analisis. Prosedur penelitian terdiri pengumpulan data, perencanaan

BAB III METODE PENELITIAN

TRAINER VOLTMETER DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL SEKUENSIAL PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK N 2 YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Seminar Nasional Hasil Penelitian Universitas Kanjuruhan Malang 2017

BAB III METODE PENELITIAN. berupa penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang

Desain Dan Analisis Sistem Kontrol Beban Lebih Pada Listrik Rumah Tinggal Dengan Multi Grup

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

Abstrak. Susdarminasari Taini-L2F Halaman 1

BAB III METODE DAN PERANCANGAN

BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONVERTER BOOST (Studi Kasus pada Mata Kuliah Praktikum Elektronika Daya)

PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS

APLIKASI RECLOSER SATU FASA BERBASIS ARDUINO UNO DALAM MENCEGAH PEMUTUSAN ALIRAN LISTRIK DALAM INDUSTRI RUMAH TANGGA

PERANCANGAN RELE ARUS LEBIH DENGAN KARAKTERISTIK INVERS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB III SISTEM PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI

APLIKASI PLC SCHNEIDER PADA MESIN PENGEPAKAN TELUR

BAB I PENDAHULUAN. suatu sistem. Jika sistem proteksi tersebut bagus, maka akan terciptanya keadaan

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Kata kunci: media pembelajaran interaktif, swish max-4, gerak melingkar beraturan.

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

Gambar 3.1 Tahapan Perancangan Miniatur Lift

OTOMASI ALAT PEMBUAT BRIKET ARANG MENGGUNAKAN PLC

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN SETTING RELAI JARAK SUTET 500. kv KRIAN - GRESIK

MATERI SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBANTUAN WEB PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.

BAB III METODE PENELITIAN. and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) Research and

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. juga menggunakan metode Research and Development yaitu metode penelitian

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN KKPI MATERI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH ANGKA KELAS XI

SIMULASI PENGENDALIAN MULTIPROSES INDUSTRI DENGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER SEBAGAI SARANA DAN BAHAN AJAR PRAKTIK INSTALASI LISTRIK

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID

Muhammad Amil Busthon Universitas Negeri Malang Kata kunci: simulasi, sketchup, fisika zat padat, model tiga dimensi

Kata kunci : Media pembelajaran water level control untuk perekayasaan sistem kontrol

RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi otomasi gedung perkantoran pada saat ini sudah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE PADA MATA PELAJARAN BASIS DATA UNTUK SMK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah modul berbantuan

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Teknik Elektro Jurusan. Teknik Elektro Universitas Lampung

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2014 sampai dengan Desember 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang

ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER. Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dan pengembangan (Research & Development). Menurut Gall, dkk.

BAB III METODE PERANCANGAN

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA Berbasis Multiple Intelligences Pada Materi Suhu dan Perubahannya di Kelas VII

III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung

PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR MATAKULIAH SISTEM CERDAS KOMPETENSI JARINGAN SYARAF TIRUAN

III. METODELOGI PENELITIAN. Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah

DAFTAR ISI. A BSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN... xi

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

Transkripsi:

Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang PERANCANGAN TRAINER SISTEM RECLOSER BERBASIS SMART RELAY UNTUK MATA KULIAH SISTEM DISTRIBUSI DAN TRANSMISI DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Yuni Rahmawati, Angga Nur Rahmat Abstrak: Pada penelitian ini, sistem smart relay dirancang sebagai trainer pengendali sistem recloser untuk mendukung perkuliahan Sistem Distribusi dan Transmisi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Trainer didesain sebagai miniatur sistem recloser layaknya di lapangan, yaitu dapat membuka ketika terjadi gangguan arus lebih dan menutup kembali ketika gangguan tersebut dihilangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan media pembelajaran sistem recloser berbasis smart relay dan menguji kelayakan media tersebut. Selain produk yang dihasilkan adalah trainer juga dilengkapi dengan media pendukung yaitu handout dan jobsheet. Metode yang dikembangkan pada penelitian ini adalah kombinasi antara metode pengembangan Sugiyono dan Borg & Gall. Berdasarkan hasil uji coba produk didapatkan persentase validitas ahli media sebesar 95%, validitas uji coba kelompok kecil kepada mahasiswa sebesar 92%, dan validitas uji coba kelompok besar kepada mahasiswa sebesar 88% dengan persentase rata-rata uji coba adalah 91%. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar trainer sistem recloser berbasis smart relay untuk mendukung perkuliahan Sistem Distribusi dan transmisi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata-kata Kunci: trainer, recloser, smart relay Recloser atau Penutup Balik Otomatis merupakan salah satu peralatan proteksi pada jaringan distribusi tenaga listrik. Recloser peralatan yang berfungsi membuka jaringan ketika terjadi hubung singkat atau arus lebih kemudian menutup balik secara otomatis ketika gangguan tersebut hilang dengan sendirinya. selain itu sebagai pengaman seksi sehingga dapat melokalisir/membatasi daerah yang terganggu. Mata kuliah Sistem Distribusi dan Transmisi Jurusan Teknik Universitas Negeri Malang merupakan mata kuliah yang disajikan untuk program keahlian Elektro (Arus Kuat). Berdasarkan observasi dan wawancara kepada dosen pengampu matakuliah tersebut, maka diperlukan media pembelajaran yang hampir menyerupai peralatan distribusi tenaga listrik tersebut. Di Jurusan Teknik Elektro terdapat Trainer sistem recloser berbasis PLC, namun kondisi trainer tersebut sedang rusak, selain itu pengawatan trainer masih rumit dan pengontrolannya terbatas, sehingga mahasiswa kesulitan dalam memahami prinsip kerja recloser. Penggunaan media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar dapat dikatagorikan menjadi 4 tahapan[7]. yaitu: tahap berbuat, terlihat, visual, dan verbal. Diungkapkan juga oleh Gagne[5] bahwa ketrampilan kerja hanya dapat diajarkan dengan baik apabila mereka dilatih secara langsung dengan peralatan yang menyerupai pada industri. Trainer sistem recloser berbasis smart relay digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu mengatasi kekurangan dari media pembelajaran sebelumnya. Smart relay merupakan sebuah peralatan elektronik yang mampu menggantikan fungsi relay konvensional dan bisa diberikan instruksi atau program. Yuni Rahmawati adalah Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Angga Nur Rahmat adalah Alumni Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang 27

28 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : 1693-8739 Trainer sistem recloser berbasis smart relay ini, memiliki kelebihan, antara lain: pengawatan mudah dan pengontrolan lebih banyak. Trainer Menurut Hasan, Trainer merupakan suatu set peralatan laboraturium yang digunakan sebagai media pendidikan yang merupakan gabungan antara model kerja dan mock-up. Tampilan dari media trainer akan memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa kelebihan media trainer sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut: (1) simulasi merupakan alternatif yang media tepat; (2) dapat bereksperimen tanpa adanya resiko; (3) simulasi dapat mengestimasi kinerja pada suatu kondisi tertentu; (4) simulasi ini memungkinkan untuk melakukan studi jangka panjang dalam waktu yang relatif singkat; dan (5) dapat menggunakan input data bervariasi, sifatnya kongkrit, dan realistis.[suryani, 2006] Recloser Recloser atau yang dikenal adalah Penutup Balik Otomatis (PBO) merupakan sebuah alat berwadah sendiri, berisi sarana yang diperlukan mengindera arus lebih, mengatur waktu, dan memutusnya arus lebih serta untuk menutup-balik otomatis dan memberikan tegangan kembali pada salurannya[s-pln,1983]. Penempat-an antar recloser biasanya kurang lebih 13 km. penempatan recloser pada umumnya berdekatan dengan sectionalizer. Berdasarkan fasanya recloser dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: recloser satu fasa, recloser tiga fasa, dan recloser satu fasa dan tiga fendalinya dibedakan menasa. Recloser memiliki macam tipe dengan karakteristik yang berbeda, sedangkan menurut pengendalinya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: recloser hidrolik dan recloser elektrik. Recloser biasanya dipasang pada jaringan tegangan menengah 20 kv, hal ini dikarenakan Saluran Udara Tegangan Mengengah ( SUTM) sering mengalami gangguan hubung singkat yang bersifat temporer. Alat ini berfungsi menutup kembali SUTM atau memperkecil pemadaman tetap oleh gangguan temporer, selain itu sebagai pengaman seksi dalam SUTM, sehingga dapat membatasi serta melokalisir daerah yang terganggu. Prinsip kerja recloser[suhadi dkk, 2011], adalah: (a) pada saat terjadi gangguan, arus yang mengalir melalui recloser sangat besar sehingga menyebabkan kontak re-closer terbuka dalam operasi yang cepat; (b) kontak recloser akan menutup kembali setelah melewati waktu reclose sesuai setting; (c) jika gangguan bersifat permanen, recloser akan membuka dan menutup balik sesuai dengan setting dan akan lock-out (terkunci); (d) seelah gangguan dihilangkan oleh petugas, baru recloser dapat dimasukkan ke sistem. Smart Relay Smart relay adalah sebuah relay virtual yang didesain dari mikrokontroler untuk menggantikan rele konvensional pada proses sekuensial [Aripriharta,2014]. Adapun kelebihan menggunakan smart relay sebagai pengendali secara otomatis, antara lain: (a) instalasi yang mudah; (b) harga lebih murah; (c) memiliki spesifikasi yang bervariasi dan pemograman yang todak membutuhkan waktu yang lama; (d) pemrograman dapat menggunakan dua metode, yaitu Function Blok Diagram (FBD) atau Contact Languange (Ladder); (e) terdapat fitur monitoring; dan (f) Open Connectivity (dapat ditambahkan ekstensi) METODE Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Sugiyono, yang dikom-

Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 29 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang binasikan dengan metode pengembangan Borg & Gall. Pemilihan metode tersebut dikarenakan keruntututan dan kejelasan dalam proses pengembangan sangatlah diperlukan demi tercapainya suatu media yang bisa dinyatakan valid dan layak sebagai media pembelajaran, adapun langkah-langkah metode pengembangan ini adalah (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) produksi; (7) ujicoba perseorangan; (8) revisi; (9) uji coba kelompok kecil; (10) revisi; (11) uji coba kelompok besar; (12) revisi; (13) laporan; (14) produksi masal. Untuk lebih jelas langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar (trainer) ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Langkah-Langkah Pengembangan Potensi & masalah yang melatarbelakangi produk yang akan dikembangkan adalah keterbatasan media pembelajaran pada matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi, sehingga timbul suatu potensi untuk memberikan media pembelajaran alternative untuk mempermudah pemahaman mahasiswa dalam mempelajari matakuliah tersebut. Dari langkah pertama dapat diperoleh data berupa kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatif diperoleh dari observasi ketersediaan media pembelajaran, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan dosen pengampu matakuliah tersebut. Desain produk yang dimaksud adalah rencana dari media yang akan diproduksi. Validasi desain disini dilakukan oleh validator dari dosen Elektro yang paham mengenai media pembelajaran yang valid dan layak. Kriteria penilaian pada validasi desain, antara lain: kemenarikan, keamanan, kesesuaian, dan kemudahan. Setelah dinyatakan valid dan layak oleh validator, langkah selanjutnya adalah produksi. Uji Coba perseorangan yang dimaksud adalah uji coba kepada ahli media dan ahli materi, validator ahli media yaitu dosen Elektro yang paham mengenai media pembelajaran, sedangkan ahli materi yaitu dosen pengampu matakuliah tersebut. Kriteria penilaian validator perseorangan, subjek uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar, antara lain: (1) kemudahan (mudah dirangkai, dioperasikan, dirawat, dan mempermudah pemahaman); (2) efektifitas (Ketepatan pemilihan komponen dan kepekaan alat); (3) tampilan (kerapian pengemasan media, kejelasan huruf dan gambar, serta menarik perhatian mahasiswa); (4) Kesesuaian (Sesuai dengan SK/KD); (5) Kelengkapan (handout dan jobsheet); (6) Komunikatif (m udah dimengerti). Kriteria pemilihan subjek uji coba kelompok kecil adalah mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi sebanyak 10 mahasiswa, sedangkan subjek kelompok besar adalah mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi sebanyak 26 mahasiswa. Jenis data yang diperoleh dari pengujian media berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan instrument berupa angket [Arikunto,2009] yang berisi daftar cocok (check list), daftar cocok tersebut menggunakan angka menurut Likert dengan lima alternatif pilihan jawaban. Data kualitatif berupa tanggapan, saran, dan kesimpulan yang diberikan oleh validator dan subjek ujicoba tentang produk yang dihasilkan. Teknik analisis data untuk menilai kelayakan suatu media mengadopsi kriteria keefektifan[akbar,2013] yang dijelaskan pada Rumus 1.

30 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : 1693-8739 Validitas = TSe/TSh x 100%...( 1 ) Sedangkan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk merevisi media dijelaskan pada Tabel 1. Tabel 1 Kriteria Validitas Analisis Persentase No Tingkatan Tingkat Validitas 1. 81%-100% Sangat valid, efektif, tanpa perbaikan 2. 61%-80% Cukup valid, efektif, perlu berbaikan kecil 3. 41%-60% Kurang valid, efektif, perlu perbaikan yang besar, di- sarankantidak diperguna- kan 4. 21%-40% Tidak valid, tidak efektif, tidak dapat digunakan. 5. 00%-20% Sangat tidak valid dan tidak bisa digunakan (a) (b) Media yang dihasilkan bisa dikatakan valid dan layak apabila mencapai skor nilai minimal 81%. HASIL Perancangan Perancangan trainer sistem recloser berbasis smart relay terdiri dari desain trainer, desain sistem, perangkat keras, serta alur kerja ( flowchart) recloser berbasis smart relay. 1. Desain Trainer Desain trainer merupakan tampilan secara nyata dan jelas mengenai produk yang akan dihasilkan. Pada Gambar 2 ditunjukkan desain trainer sistem recloser berbasis smart relay. (c) Gambar 2 (a) MDR-2; (b) MDR-3; (c) MDR-1 Desain trainer terdiri dari MDR-1 (Sistem Recloser), MDR-2 (Power Supply 3 Fasa), dan MDR-3 (Beban Resistif). 2. Desain Sistem Desain sistem yang dijelaskan pada bagian ini antara lain blok diagram dan desain rangkaian pengawatan sistem recloser berbasis smart relay. a. Blok Diagram Gambar 3. Blok Diagram Trainer Sistem Recloser Maksud dari blok diagram yang ditunjukkan pada Gambar 3 adalah tegangan input masuk kemudian melewati sen-

Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 31 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sor arus yang telah di-setting menggunakan sensor arus, apabila batasan sensor arus lebih kecil daripada arus masukkan lebih besar maka smart relay memberikan perintah untuk membuka beberapa detik kemudian menutup kembali. b. Desain Rangkaian Sistem Recloser 2 1 3 1 adalah PMT, komponen yang diasumsikan PMT pada trainer ini adalah kontaktor. Nomor 2 adalah sensor arus, komponen yang diasumsikan sebagai CT pada trainer ini adalah sensor arus menggunakan trafo daya dengan menggunakan teori perbandingan tegangan pada kawat email dengan deameter 0,9 cm dan lilitan sejumlah 50 lilitan. Nomor 3 adalah sistem recloser yang dikendalikan dengan smart relay SR2B121JD dengan spesifikasi me-miliki 8 input (4 analog) dan 4 output (kontak NO) dengan tegangan supply sebesar 12 V. 4. Alur Kerja Alur kerja (flowchart) program pada sistem recloser berbasis smart relay ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 4. Desain Rangkaian Trainer Sistem Recloser Penjelasan dari rangkaian pada Gambar 4 adalah tegangan 3 fasa yang masuk melewati PMT dan sensor arus. Penentuan batasan arus yang melewati PMT dikendalikan menggunakan smart relay. Input analog diperoleh dari sensor arus, sedangkan input digital diperoleh dari push button untuk menetukan besar arus yang bisa melewati jaringan tersebut. Fungsi relay DC adalah sebagai proteksi tegangan antara smart relay dengan kontaktor. 3. Perangkat Keras Pada Gambar 4 terdapat identitas penjelasan yang diwakili oleh nomor. Nomor Gambar 5 Flowchart Sistem Recloser Pembuatan Setelah tahap perancangan/desain telah disetujui oleh validator, maka tahap selanjutnya adalah pembuatan/produksi dari media yang akan dikembangkan. Pada tahap ini ditampilkan produksi akhir dari suatu media pembelajaran ( trainer).

32 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : 1693-8739 Hasil dari tahap pembuatan ini ditunjukkan pada Gambar 6. Gambar 6. Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Pengujian Setelah melaksanakan tahap produksi dan telah menghasilkan suatu media pembelajaran ( trainer), maka tahap selanjutnya adalah pengujian pemakaian. Pengujian yang dilaksanakan ada tiga tahap, yaitu pengujian oleh ahli media, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Aspek yang yang dinilai pada pengujian ini, antara lain: : (1) kemudahan (mudah dirangkai, dioperasikan, dirawat, dan mempermudah pemahaman);(2) efektifitas (Ketepatan pemilihan komponen dan kepekaan alat); (3) tampilan (kerapian pengemasan media, kejelasan huruf dan gambar, serta menarik perhatian mahasiswa); (4) Kesesuaian (Sesuai dengan SK/KD); (5) Kelengkapan (handout dan jobsheet); (6) Komunikatif (mudah dimengerti). Selain menilai kelayakan sebagai media pembelajaran untuk menunjang matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi juga diperlukan menilai performance media terhadap peralatan recloser yang sesungguhnya. Pengujian performance media yang dihasilkan sebagai berikut: a. Gangguan Sementara Ketika diberikan gangguan sementara maka recloser akan memerintahkan PMT untuk membuka selama beberapa detik kemudian menutup lagi, apabila masih terdapat gangguan maka PMT membuka lagi. Proses membuka dan menutup ini dilakukan sebanyak 3 kali. Ketika pada gangguan kedua dihilangkan maka trainer sistem recloser akan mereset secara otomatis. b. Gangguan Permanen Ketika diberikan jenis gangguan permanen, maka recloser akan memerintahkan PMT untuk membuka dan menutup sebanyak 3x kemudian lock-out. Untuk menormalkan jaringan tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi beban dan mereset dengan cara menekan tombol reset yang tertera pada trainer tersebut. PEMBAHASAN Ahli Media Hasil uji coba kepada Ahli Media pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Dari hasil validasi kepada Ahli Media, didapatkan skor sebesar 95. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan validitas skor ahli media 95%, dengan tanggapan berupa saran, yaitu: (1) kabel jamper disesuaikan dengan warna jaringan; dan (2) trainer diusahakan mampu diberikan jenis gangguan hubung singkat. Meskipun media telah dinyatakan valid namun pada salah satu indikator dari 20 pernyataan yang diajukan mendapatkan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan perawatan trainer. Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan bagian belakang pada trainer masih terbuka, sehingga untuk membersihkan bagian tersebut perlu pemikiran apabila terkena sentuhan dari peralatan kebersihan bisa mengakibatkan kerusakan. Uji Coba Kelompok Kecil Hasil uji coba kepada kelompok kecil, yaitu mahasiswa yang telah menempuh

Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 33 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Uji coba ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa. Dari hasil uji coba kepada kelompok kecil, didapatkan skor sebesar 138. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 30 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan skor ujicoba kelompok kecil sebesar 92%, dengan tanggapan berupa saran, yaitu: 1) alatnya sudah bagus, lanjutkan untuk menunjang pembelajaran; dan 2) trainer sudah bagus dan mudah dioperasikan. Meskipun media telah dinyatakan valid namun pada salah satu indikator dari 30 pernyataan yang diajukan mendapatkan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan pemahaman mahasiswa terhadap media yang dihasilkan. Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan tingkat pemahaman setiap mahasiwa berbeda, jadi belum tentu semua mahasiswa dapat mempermudah pemahaman mereka. Uji Coba Kelompok Besar Hasil uji coba kepada kelompok besar, yaitu mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Uji coba ini dilaksanakan oleh 26 mahasiswa. Dari hasil uji coba kepada kelompok kecil, didapatkan skor sebesar 132. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 30 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan skor ujicoba kelompok kecil sebesar 88%. Meskipun media telah dinyatakan valid namun terdapat indikator dari 30 pernyataan yang diajukan 100% 95% 90% 85% 80% Grafik Hasil Validasi dan Uji Coba Ahli Media Kelompok Kecil mendapat-kan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan perakitan dan kemudahan perawatan, Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan pada saat demontrasi media trainer sistem recloser berbasis smart relay tidak diawali dengan perakitan, namun ditunjukkan prinsip kerja dari sistem recloser. Sedangkan pada indikator kemudahan perawatan media yang dihasilkan, hal ini dikarenakan bagian belakang pada trainer masih terbuka, sehingga untuk membersihkan bagian tersebut perlu pemikiran apabila terkena sentuhan dari peralatan kebersihan bisa mengakibatkan kerusakan. Kedua indikator tersebut menjelaskan keraguan pada beberapa mahasiswa untuk memberikan nilai sangat setuju pada kedua pernyataan yang diajukan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, uji coba kelompok kecil, dan ujicoba kelompok besar yang dapat ditampilkan pada Gambar 7. Kelompok Besar Gambar 7 Grafik Hasil Validasi dan Uji Coba Dari grafik pada Gambar 7 menjelaskan presentase hasi dari validasi ahli media sebesar 95%, uji coba kelompok kecil sebesar 92%, dan uji coba kelompok besar 88%. Maka bahan ajar (trainer) ini secara keseluruhan dapat dinyatakan valid, serta layak dan tidak perlu direvisi dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 91,5%

34 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : 1693-8739 KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah: Bahan ajar yang dihasilkan dalam pengembangan ini berupa trainer sistem recloser berbasis smart relay. De-ngan hasil perolehan skor data validasi terhadap ahli media sebesar memperoleh nilai rata-rata 91.5% yang menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dibuat sudah layak digunakan sebagai bahan ajar. DAFTAR RUJUKAN Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Aripriharta. 2014. Smart Relay dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha Ilmu. Borg, W.R & Gall, M.D. 2001. Educational Research an Introduction. New York: Longman Gagne, R.M. 1995. Principle of Instructional Design. Newyork: Holt, Rinehart and Winston, inc. Hasan, S. 2006. Analisis Perakitan Trainer Unit Berdasarkan Aplikasi Konsep Refrigerasi pada Mata Kuliah Sistem Kuliah. Bandung: UPI Karli, Hilda. 2002. Model-Model Pembelajaran, Bandung : Bina Media Informasi. S-PLN. 1983. Pola Pengamanan Sistem. Jakarta: Perusahaan Umum Listrik Negara Suhadi, dkk. 2008. Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid I. Bandung: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatifdan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta Suryani. E. 2006. Pedoman dan Simulasi Media Pembelajaran. Yogyakarta: Alfabeta