BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

DESAIN DAN ANALISA STATIK SISTEM PENGGERAK ITS AUV-01 (AUTONOMUS UNDERWATER VEHICLE)

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN HASIL PERANCANGAN

METODE PENELITIAN. penelitian adalah pada Semester Genap Tahun Akademik mendukung dan menunjang pelaksanaan penelitian.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

ANALISA PENGARUH BENTUK PROFIL PADA RANGKA KENDARAAN RINGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

PERANCANGAN KONSTRUKSI PADA SEGWAY

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Perancangan Konstruksi Turbin Angin di Atas Hybrid Energi Gelombang Laut

BAB III METODE PERANCANGAN

Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin ABSTRAKSI

SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Saat melakukan perancangan program aplikasi ini digunakan hardware dan

BAB 4 RANCANGAN YANG DIUSULKAN. Berikut ini merupakan class diagram di mana menggambarkan hubungan antara

Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu di Laboratorium

Gambar 1.1. Susunan ruas tulang belakang manusia (Mow dan Hayes, 1997).

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Analisa Kekuatan Material ASTM A36 Pada Konstruksi Ragum Terhadap Variasi Gaya Cekam Dengan Menggunakan Software SolidWorks 2013

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Implementasi Augmented Reality Pada Brosur Pemasaran Perumahan Vila Dago Boulevard Pamulang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta

BAB 3. Metode dan Perancangan Sistem

BAB I PENDAHULUAN. alternatif aksi yang bertujuan untuk memenuhi satu atau beberapa sasaran. Sistem

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013

: Rian Firmansyah NPM : Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari, ST., MT.

III. METODE PENELITIAN

1, 2, 3

Desain dan Simulasi Frame dan Bodi Kendaraan Konsep Urban Menggunakan Software CAD

BAB I PENDAHULUAN. didirikan pada tanggal 4 Maret 1997 dengan nama SMEA Limboto. Pada. awalnya, SMK Negeri 1 Limboto meminjam gedung milik SDN 2

Analisis Kekuatan Konstruksi Sekat Melintang Kapal Tanker dengan Metode Elemen Hingga

UKDW BAB I PENDAHULUAN

Stress Analysis Pada Sudu Tetap Turbin Uap Bab III Metodologi BAB III METODOLOGI

ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III METODE PENELITIAN. memudahkan penulis dalam melakukan penelitian. Berikut adalah tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis:

dan 3. Jumlah partisi vertikal (m) dari kiri ke kanan beturut-turut adalah 1, 2, 3, 4, dan 5. akurasi =.

RANCANG BANGUN APLIKASI PROMOSI APARTEMEN DENGAN FITUR TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN UNITY 3D (STUDI KASUS : DR APARTEMEN SUKOLILO SURABAYA)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Kajian Awal Kekuatan Rangka Sepeda Motor Hibrid

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN

21

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro H.Prof.Sudharto, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, 50275

BAB I PENDAHULUAN. dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Untuk itu diperlukan adanya metode

BAB 4 PERANCANGAN PROGRAM

DESAIN RANGKA DAN KONSTRUKSI RANGKA MESIN PENCACAH SAMPAH ABSTRACT ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. teknologi informasi khususnya di bidang komputer memungkinkan seseorang untuk

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PEMBAHASAN. pada website masih bersimafat statis dan proses update data belum secara online

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Abstrak. Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Ansys 14.5, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan. Abstract

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

TANGKI (FUEL TANK) BAHAN BAKAR GAS UNTUK SEPEDA MOTOR: SEBUAH STUDI NUMERIK

BAB 3. Metode dan Perancangan Sistem

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB V IMPLEMENTASI. Bab V Implementasi

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. kebutuhan fungsional dan analisis kebutuhan non-fungsional.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Perumusan Masalah

BEARING STRESS PADA BASEPLATE DENGAN CARA TEORITIS DIBANDINGKAN DENGAN PROGRAM SIMULASI ANSYS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini dirancang untuk aplikasi di sistem operasi Windows, menggunakan

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan semacamnya, merupakan contoh dari beberapa struktur pelat. Pelat-pelat tersebut

BAB 3 METODE PENELITIAN. dalam melakukan penelitian untuk memudahkan penyusun dalam

ANALISIS FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PELAT BERLUBANG PADA KONDISI BEBAN TARIK DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Aktifitas menyelam dilakukan oleh banyak orang dengan berbagai tujuan seperti rekreasi, penelitian, maupun eksplorasi. Kegiatan tersebut jika dilakukan dalam waktu yang lama dan jarak penyelaman yang jauh tentu membutuhkan banyak energi. Baik karena gerakan penyelaman, menahan tekanan hidrostatis dan hidrodinamis, maupun menahan berat alat bantu menyelam. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu penyelam untuk bergerak dengan leluasa tanpa menghabiskan energi penyelam. Sudah terdapat banyak produk kendaraan pendorong penyelam di pasaran, tetapi kebanyakan produk-produk tersebut tetap mempertahankan postur penyelam, yaitu posisi tertelungkup dengan kaki hirozontal dan tangan terarah ke depan. Beberapa contoh kendaraan propulsi penyelam yang bekerja dengan mempertahankan postur tersebut adalah SeaDoo RS2 Apollo AV-2, dan Tusa SAV- 7. Penyelam masih harus menerima beban menahan postur tubuhnya seperti menahan posisi kaki yang horizontal, beban dari tabung oksigen, dan beban pada tangan yang berpegang pada kendaraan. Oleh karena itu perlu dirancang kendaraan pendorong penyelam atau kendaraan bawah air yang berbeda yang mampu memberikan kenyamanan bagi penyelam saat melakukan penyelaman dalam periode waktu yang lama dan jarak yang jauh. Untuk mengetahui kemampuan kendaraan yang dirancang perlu dilakukan beberapa pengujian, terutama pengujian terhadap profil aliran, distribusi tekanan (pressure), distribusi tegangan (stress), deformasi, dan tegangan (strain) pada tubuh kendaraan pada saat beroperasi di dalam laut. Dikarenakan adanya perubahan tekanan terhadap kedalaman dan kecepatan maka perlu ditentukan batas operasi kendaraan baik itu kedalaman dan kecepatan operasinya. Proses perancangan, 1

2 permodelan dan simulasi kendaraan bawah air yang dirancang membutuhkan bantuan software. Pada penelitian ini software SolidWorks 2016 dan Ansys Workbench 15.0 dipilih sebagai software untuk membantu proses perancangan, permodelan, dan simulasi kendaraan bawah air yang diteliti. 1.2. RUMUSAN MASALAH Dari uraian di atas diketahui bahwa komponen-komponen pada kendaraan bawah air (underwater vehicle) akan mengalami pembebanan yang bervariasi dan terus berulang seiring dengan perubahan kedalaman dan kecepatan kendaraan, terlebih lagi pada frame yang akan menahan tekanan dari kendaraan. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan kondisi interior kendaraan bawah air mencakup frame dan perlunya melakukan pengujian kekuatan pada frame tersebut untuk mengetahui kemampuan dan keamanan komponen dalam menjalankan fungsinya sehingga dapat diperoleh kepastian dalam pengoperasian. 1.3. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Merancang kerangka kendaraan bawah air dan mengembangkan perancangan kendaraan yang sudah didesain pada penelitian sebelumnya untuk penyelam yang memiliki kondisi penggunaan yang lebih baik. 2. Mengetahui dan mendapatkan distribusi tegangan Von Mises, regangan maksimum, dan deformasi akibat pembebanan tekanan pada kendaraan bawah air. 1.4. BATASAN MASALAH Pada penelitian ini penulis membatasi masalah hanya pada. 1. Perancangan dibatasi hanya untuk perancangan kerangka kendaran. Perancangan bagian luar atau perancangan bentuk dasar kendaraan telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Perancangan sistem penggerak, dan sistem kendali kendaraan dilakukan pada penelitian yang berbeda.

3 2. Perancangan kerangka kendaraan bawah air berpenumpang tunggal ini dilakukan dengan menggunakan metode finite element dengan 3 jenis software, Solidworks 2016 Premium, Ansys Fluent, dan Ansys Static Structural 3. Kondisi simulasi disesuaikan dengan kondisi perairan Indonesia, kemampuan rata-rata manusia untuk menyelam dan kecepatan kendaraan pendorong penyelam yang sudah ada. 4. Analisis elemen hingga dan simulasi dilakukan untuk mendapatkan distribusi tegangan Von Mises, regangan maksimum, dan deformasi akibat pembebanan. 5. Beban yang terjadi adalah beban yang berasal dari tekanan hidrostatis dan tekanan hidrodinamis. 1.5. MANFAAT PENELITIAN. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui distribusi tekanan pada rancangan terhadap kondisi simulasi. 2. Mengetahui distribusi tegangan Von Mises, regangan maksimum dan deformasi akibat pembebanan. 3. Sebagai referensi pengembangan penelitian berikutnya dengan menggunakan rancangan yang sama. 1.6. METODOLOGI 1.1.1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Getaran dan Akustik Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 1.1.2. Alat dan Bahan Penelitian 1. Buku sketsa. 2. Laptop ASUS K46CM, dengan spesifikasi RAM 8GB, Internal Hard Disk 300 GB, VGA Mobile Intel Series Express Chipset Family dan NVIDIA 2 GB, Intel Pentium Core i5 1,7 GHz, Windows 10 Ultimate.

4 3. Microsoft Office (Word, Excel, & Powerpoint) 2013. 4. Program permodelan dan analisa SolidWorks 2016. 5. Ansys Fluent dan Ansys Static Structural. 1.6.3. Langkah Penelitian 1. Pembuatan Konsep Rancangan atau Conceptual Design Membuat rancangan dasar berupa gambar, langkah ini dilakukan untuk memudahkan pembuatan rancangan. Rancangan ini akan dimodelkan dengan beberapa dimensi dasar seperti panjang dan lebar. 2. Permodelan Rancangan dengan software SolidWorks 2016 Rancangan yang sudah dibuat pada buku sketsa dimodelkan dengan memberikan dimensi yang sesuai. Model yang dibuat dapat berubah dari rancangan, tetapi tidak secara signifikan. 3. Simulasi Rancangan dengan Ansys 15.0 Fluent. Simulasi rancangan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui profil aliran dan distribusi tekanan yang terjadi pada rancangan saat beroperasi. Pada penelitian sebelumnya, kondisi simulasi rancangan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi operasi, dimana terdapat perubahan kedalaman dan kecepatan operasi dengan memakai Software Flow Simulation pada Solidworks 2016. Pada penelitian ini, kondisi simulasi rancangan yang diberikan berdasarkan kondisi operasi, yaitu kedalaman dan kecepatan maksimum kendaraan bawah air. 4. Simulasi Rancangan dengan Ansys 15.0 Static Structural. Solusi berupa distribusi tekanan dari langkah penelitian sebelumnya, simulasi dengan ansys fluent, menjadi data acuan dalam simulasi Static Structural Ansys 15.0. Simulasi rancangan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui distribusi tegangan Von Mises, regangan maksimum dan deformasi. Pada penelitian ini, kondisi simulasi rancangan yang diberikan berdasarkan kondisi operasi, yaitu kedalaman dan kecepatan maksimum kendaraan bawah air.

5 5. Analisa Data Simulasi. Dari data hasil simulasi akan dilihat apakah seperti apakah kekuatan desain berdasarkan distribusi tegangan Von Mises, regangan maksimum dan deformasi, sehingga dapat menjadi rujukan pembuatan kendaraan bawah air berpenumpang tunggal.