BAB V ANALISA PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V ANALISA PEMBAHASAN. Measuring Device Elemen ISO 7.6 ISO ) di PT. X dilakukan dengan

TUGAS AKHIR USULAN PEMBUATAN SOP KALIBRASI BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO DAN ISO / IEC DI PT X

PENGUJIAN, KALIBRASI PERALATAN KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. alat ukur suhu yang berupa termometer digital.

BAB III METODE PENELITIAN

Tera dan Kalibrasi. dr. Naila Amalia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENENTUAN NILAI KETIDAKPASTIAN HASIL KALIBRASI DRYER OVEN MESIN SKRIPSI. Oleh: ARIE MULYA NUGRAHA

DTG 2M3 - ALAT UKUR DAN PENGUKURAN TELEKOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UNIVERSITAS GADJAH MADA LABORATORIUM FISIKA MATERIAL DAN INSTRUMENTASI No. Dokumen : IKK/FM.002/TB

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAMPIRAN SERTIFIKAT AKREDITASI LK 063 IDN

Kajian Kalibrasi Timbangan Analit dengan Penjaminan Mutu ISO 17025

7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambaha

Oleh Ir. Najamudin, MT Dosen Universitas Bandar Lampung

BAB II TINJAUAN TEORITIS

KERANGKA ACUAN KEGIATAN UJI PROFISIENSI PENYELENGGARA KALIBRASI INTERNAL ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BEJANA UKUR. Tergolong alat ukur metrologi legal yang wajib ditera dan ditera ulang (Permendag No. 8 Tahun 2010);

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

2015, No Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika sehingga perlu dilakukan penyesuaian; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud p

Verifikasi Standar Massa. Diklat Penera Tingkat Ahli 2011

BAB I PENDAHULUAN I-1

PEMBELAJARAN - 2 PERTEMUAN KE 4 3 x pertemuan DIKLAT FUNGSIONAL PENERA 2011

PERTEMUAN KE -4 UNDANG UNDANG METROLOGI LEGAL RENCANA MEMBAHAS PASAL 12 SD 21 DAN PERATURAN PELAKSANAANNYA

R adalah selisih massa bejana dalam keadaan terisi dan dalam keadaan kosong,

Instrument adalah alat-alat atau perkakas. Instrumentation adalah suatu sistem peralatan yang digunakan dalam suatu sistem aplikasi proses.

KEPUTUSAN DTREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NOMOR fi/my/kr'e/t/2010 TENTANG SYARAT TEKNIS POMPA UKUR BAHAN BAKAR GAS

UJI BANDING LABORATORIUM KALIBRASI BMKG

Bagian-bagian dari alat ukur Sensor Tranduser Penunjuk atau indikator

PENGUKURAN DAN PEMANTAUAN SUHU LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM BROILER DI DAERAH GIANYAR MELALUI SMS BERBASIS MIKROKONTOLER AVR ATMEGA16 Didik Setiawan

- 1 - PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PERMEN-KP/2017

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA METROLOGI LEGAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DIREKTORAT JENDERAT PERDAGANGAN DALAM NEGERI

PE P NGE G NDAL A I L A I N MUTU TELE L KOMUNIK I ASI 3. Dasar Pengukuran

Rancang Bangun Sistem Kalibrasi Alat Ukur Tekanan Rendah

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) KEGIATAN LEMBAGA SERTIFIKASI (PNBP) TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama : Alat Ukur Berat Kalori pada Makanan Berbasis Arduino. d. Dimensi : P : 25 cm, L : 20 cm, T : 15 cm.

Peralatan Elektronika

HAK DAN KEWAJIBAN KLIEN DAN PENGGUNAAN TANDA SERTIFIKASI

PERATURAN GUBERNUR BANTEN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ,

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA

DAFTAR ISI TUGAS AKHIR... ii

Pengukuran Teknik Tri Mulyanto. Bab 1 PENDAHULUAN

BAB V KALIBRASI DAN PENGUJIAN SISTEM 72 BAB V KALIBRASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN Maksud Dan Tujuan 1. Maksud Untuk mewujudkan keseragaman dalam pelaksanaan kegiatan tera dan tera ulang meter air.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

Gambar 1.6. Diagram Blok Sistem Pengaturan Digital

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Karakterisasi dan kalibrasi akuisisi data sensor load cell menggunakan ADC 16 BIT.

PERATURAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH NOMOR : 05 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI JASA PELAYANAN KEMETROLOG IAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

EVALUASI NILAI VARIANCE UNTUK MENGHITUNG KOMPONEN KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN DIMENSI TIPE B DARI SUATU DISTRIBUSI RECTANGULAR DAN TRAPEZOIDAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian modul inkubator bayi dilakukan menggunakan alat pembanding

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN TERA/TERA ULANG

BAB II RUANG LINGKUP DAN TUJUAN

ANALISIS KETIDAKPASTIAN KALIBRASI TIMBANGAN NON-OTOMATIS DENGAN METODA PERBANDINGAN LANGSUNG TERHADAP STANDAR MASSA ACUAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai Unit Pelaksana Teknis dari PT. Angkasa Pura II (Persero), maka

METODA PENELITIAN. Kerangka Pemikiran Konseptual Penelitian. Mulai

II. Jenis Pelayanan Kalibrasi

KALIBRASI JANGKA SORONG JAM UKUR (DIAL CALLIPER)

Sistem manajemen mutu Persyaratan

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL SPESIFIKASI METER AIR

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NOMOR ta /PDy{ llkvp h /2o1o TENTANG SYARAT TEKNIS METER GAS ROTA RY PISTON DAN TURBIN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

KONSEP DASAR PENGUKRAN. Primary sensing element Variable conversion element Data presentation element

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. perihal pengukuran dan alat ukur dalam Program Diploma Teknik Elektro adalah

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

1 P a g e SISTEM KONTROL

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tamba

BAB II LANDASAN TEORI. membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RIWAYAT REVISI /09/2016 Penerbitan Pertama MT MM /10/2016 Perubahan format IK. MT MM

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

METODOLOGI PENELITIAN

2 Mengingat : 1. c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan tent

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27/M-DAG/PER/12/2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

KALIBRASI JANGKA SORONG NONIUS (VERNIER CALLIPER) BERDASARKAN STANDAR JIS B 7507 DI LABORATORIUM PENGUKURAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Pengecekan Water Meter Berbasis Internet Menggunakan Wemos D1

SISTEM OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) JASA PELAYANAN TEKNIS BBIA

Transkripsi:

BAB V ANALISA PEMBAHASAN Proses pengontrolan peralatan ukur dan pantau (Control of Monitoring and Measuring Device Elemen ISO7.6 ISO 9001 2008) di PT Torabika Eka Semesta dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua instrument baik yang digunakan untuk kepentingan pemantauan, pengukuran proses dan produk akhir serta pengembangan produk dijaga tingkat ketelitiannya (accuracy). Berikut adalah uraian hasil dari materi penelitian yang telah dilakukan : 5.1 Prosedur Kalibrasi Sistem pemeliharaan dimulai dari awal dengan memasukkan data data instrument kedalam suatu database Checklist kalibrasi. Database ini memuat semua data fisik instrument termasukinterval dan reference dari interval kalibrasi terbaik yang dimiliki. Tindakan pemeliharaan dilakukan dalam bentuk cek, kalibrasi atau tera dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas 87

88 tanpa menyimpang dari tujuan akhir yang hendak dicapai dalam pemeliharaan keakurasian instrument ukur dan pantau. Secara garis besar Proses Kalibrasi yang diterapkan di PT Torabika Eka Semesta terbagi kedalam 2 kelompok bagian terbesar, yaitu : 5.1.1 Kalibrasi Eksternal Kalibrasi ekternal adalah kalibrasi yang dilakukan dengan menggunakan jasa pihak luar yang telah tersertifikasi di karenakan keterbatasan alat pada perusahaan. a. Kalibrasi standard atau kalibrator Kalibrasi standar atau kalibrator ini dilakukan oleh pihak yang mempunyai standard yang lebih tinggi atau baik dari segi akurasi dan telah mendapatkan sertifikat nasional dan telah masuk kedalam anggota Komite Akreditasi Nasional (KAN) yaitu suatu badan yang mengesahkan suatu perusahaan atau instansi untuk melakukan jasa layanan kalibrasi. Standar atau kalibrator memerlukan pengecekan oleh standar yang lebih tinggi untuk mengetahui apakah standar yang kita punya masih layak pakai atau tidak untuk dijadikan standar kalibrator internal untuk menjamin pengukuran yang kita lakukan dengan kalibrator tersebut mempunyai nilai kebenaran yang bias dipertanggungjawabkan.

89 Standar atau kalibrator yang dipunyai perusahaan yang memerlukan pengecekan oleh standar yang lebih tinggi antara lain standard / kalibrator suhu (temperature) dan standard/kalibrator massa (anak timbangan). b. Kalibrasi Metrologi Legal Kalibrasi metrologi legal ini berhubungan dengan metrologi legal, bisa kita sebut tera atau tera ulang.menera adalah hal menandai dengan tanda tera dahatau tera batal yang berlaku atau member keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku dan dialkukanoleh pegawai yang berhak melakukannya atas alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang baru dipakai/diproduksi. Tujuannya adalah dimaksudkan agar UTTP itu benar penunjukkannya sesuai denan standaryang tealh ditetapkan yang merupakan upaya preventive agar tidak ada pihak yang dirugikan baik produsen, konsumen, penerimaan barang maupun penjual barang. Dalam hal ini pegawai yang berwenang adalah balai metrology. Alat alat yang memerlukan peneraan daripihak metrology yang dipunyai perusahaan antara lain Timbangan Elektronik dan Mekanik, Flow meter dan Tanki.

90 c. Kalibrasi ukuran panjang Kalibrasi ukuran panjang ini untuk saat ini tidak bisa dilakukan secara internal karena belum adanya standar atau kalibrator yang dipunyai perusahaan. Jadi untuk menjamin kebenaran penunjukkan alat ukur panjang yang dimiliki memerlukan pengkalibrasian oleh pihak luar yang mempunyai standarnya. d. Alur proses Kegiatan Eksternal Kalibrasi Alur proses kegiatan kalibrasi dan pengecekan alat ukur secara eksternal melibatkan departemen teknik dalam pengiriman dan penerimaan barang yang akan dan telah dikalibrasi serta departemen pembelian (purchasing) dalam hal penawaran harga kalibrasi yang dilakukan lembaga pihak luar. 5.1.2 Kalibrasi Internal Kalibrasi internal adalah kalibrasi yang dilakukan secara internal atau dilakukan karyawan PT Torabika Eka Semesta sendiri. Kalibrasi internal ini sering juga disebit kalibrasi in house. Kalibrasi yang dilakukan ini berdasarkan pada acuan HACCP = (Hazardous Area Critical Control Point), yaitu titik tertentu dalam area pabrik yang perlu penanganan dan pengawasan khusus, biasanya daerah ini penghasil output produk. a. Kalibrasi Proses kalibrasi ini dilakukan terhadap beberapa titik pengukuran yang diperlukan. Titik pengukuran yang biasa

91 dilakukan adalah 5 titik pengukuran atau lebih secara berulang. Proses kalibrasi ini mempunyai dokumen catatan mutu. b. Pengecekan Proses pengecekan ini dialkukan hanya pada titik pemakaian saja secara berulang dan hanya mempunyai checklist kalibrasi. c. Alur proses kalibrasi internal Alur proses kalibrasi dan pengecekan alat ukur secara internal meliputi beberapa departemen yang ditangani oleh departemen teknik. 5.2 Analisa Kebutuhan Pengukuran Kalibrasi Analisa kebutuhan pengukuran dapat kita gambarkan dengan mencari berbagai faktor pendukung dan penyebab diperlukannya pengukuran terhadap alat ukur melalui kalibrasi sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan hasil pengukurannya dapat menjamin kepercayaannya. 5.3 Standard Operation Procedure (SOP) Perawatan dan Kalibrasi SOP adalah suatu petunjuk pelaksanaan kegiatan secara berurutan dan sistematis. Berdasarkan penelitian dihasilkan beberapa SOP yang efisien, baik dan benar antara lain SOPmengenai kalibrasi suhu (temperature) dan kalibrasi massa.berikut hasilnya:

92 5.3.1 Kalibrasi Suhu ( Temperature) SOP kalibrasi suhu (temperature) ini meliputi beberapa macam alat, antara lain Oven/Inkubator dan timbangan. a. Kalibrasi oven/ inkubator SOP oven/ inkubator meliputi dua aspek, yaitu perawatan dan kalibrasi. Perawatan menitikberatkan pada keamanan,pembersihan dan pemeriksaan untuk standard/ kalibrator untuk menjaga kestabilan dan ketelitiannya, sedangkan Kalibrasi menitikberatkan pada pemakaian standar/ kalibrator dalam proses kalibrasi sehingga hasil pelaksanaan kalibrasi optimum.

93 5.3.2 Kalibrasi Massa (Timbangan) a. Diagram Ketelusuran Definition of kg International Prototype of kg Pt. Ir Standard Weight Weights Grade E1 Weights Grade E2 Weights Grade F1.F2 Gambar 5.1 Diagram Ketelusuran Kalibrasi Massa b. Kalibrasi Timbangan Elektronik SOP Timbangan Elektronik meliputi dua aspek, yaitu perawatan dan kalibrasi. Perawatan menitikberatkan pada perawatan standar/ kalibrator untuk menjaga kestabilan dan ketelitiannya, sedangkan kalibrasi menitikberatkan pada pemakaian standar anak timbangan dalam proses kalibrasi timbangan elektronik sehingga hasil pelaksanaan kalibrasi optimum, meliputi kemampuan ulang pembacaan, pengaruh

94 penyimpangan anak timbanagn pada pinggan, pengaruh pengenolan beban (tare), keseragaman skala dan histerisis. 5.4. Cara Perhitungan Proses Kalibrasi Proses perhitungan secara garis besar meliputi 2 hal pokok, yaitu perhitungan kesalahan/ penyimpangan dan perhitungan ketidak pastian 5.4.1 Kalibrasi Oven/ Inkubator Proses perhitungan kalibrasi oven/ inkubator meliputi 2 bagian yaitu cara perhitungan kesalahan/ penyimpangan (error) dan cara perhitungan ketidakpastian. Cara perhitungan kesalahan/ penyimpangan terdiri dari : a. Variasi suhu terbesar (Overall Variation/OV) = (max min) dari pembacaan Termometer Standar b. Nilai tengah (Measured Enclosure Temperature/ MET) dari pembacaan standar c. Perbedaan suhu ruang dengan suhu alat (Magnitude of Different/D) d. Faktor pengkelasan (f) e. Tentukan f, m, D, RM dan G sesuai table Sedangkan cara perhitungan ketidakpastian meliputi beberapa aspek, antara lain : a. Tipe A

95 a) Hitung standard deviasi dari rata rata pembacaan pada setting suhu dari n sensor b. Tipe B b) Ketidakpastian kalibrator c) Ketidakpastian Termokopel d) Ketidakpastian Indikator Indikator Digital Indikator Analog e) Hitung ketidakpastian gabungan f) Hitung ketidakpastian yang diperluas Latihan 2 : Sebuah oven digital merk binder no seri ED23 mempunyai karakteristik sebagai berikut : o Dimensi panjang 500 mm, tinggi 550 mm dan lebar 450 mm o Kapasitas 300 0 c o Skala terkecil 0.1 0 C o Ketidakpastian std sertifikat kalibrasi untuk recorder (U1) 0.1 dan termokopel (U2) 0.2 o Faktor cakupan alat sertifikat kalibrasi k (2) Alat tersebut digunakan untuk pengukuran temperature kadar air (suhu pengujian 121 0 c +/- 2 0 C) dikalibrasioleh standar yang telah tersertifikasi.

96 Hitunglah berapa termokopel standar yang yang harus dijadikan standard kalibrator? Hitunglah berapa standar deviasinya? Berapa koreksi kesalahan alat? Serta berapa nilai ketidakpastiannya pada tingkat kepercayaan 95 % dengan k=2? Serta buat pula laporan kalibrasinya! Penyelesaian : Dalam menyelesaikan persoalan diatas maka langkah langkah yang harus dilakukan adalah : Tentukan kelas oven! Hitung volume oven untuk menentukan berapa sensor yang perlu dijadikan standar! Hitung nilai nilai rata rata pembacaan standar alat! Hitung nilai variasi suhu sementara! Hitung standard deviasinya! Hitung suhu ruang/ OV! Hitung variasi seluruh suhu / R! Hitung pula koreksi alat!

97 Hasil perhitungan beberapa langkah penyelesaian diatas adalah sebagai berikut : Kelas oven Karena toleransi +/- 2 0 C maka variasi maksimal temperaturenya adalah 4 dengan D 100, sehingga berdasarkan table pengkelasan termasuk kelas (G) 6 Volume oven Volume = Panjang X Lebar X Tinggi = (500 X 450 X 550) mm kubik = 123750000 mm kubik = 0.1 mkubik Sensor minimal terpasang N = 3 + (3G0.6) V0.2 = 8.7879 Sensor minimal terpasang adalah 8.7879 atau dibulatkan menjadi 9 sensor 5.4.3 Kalibrasi Massa (Timbangan) Proses perhitungan kalibrasi massa (timbangan) meliputi 3 bagian yaitu cara perhitungan kesalahan/ penyimpangan (error), cara perhitungan ketidakpastian dan Batas Unjuk Kerja Timbangan ( Limit Performance of Balance).

98 Cara perhitungan kesalahan/ penyimpangan terdiri : a) Kemampuan ulang pembacaan b) Pengaruh penyimpanan pada pinggan c) Pengaruh pengenolan beban d) Keseragaman skala e) Histerisis Cara perhitungan ketidakpastian meliputi beberapa aspek, antara lain : a) Hitung ketidakpastian resolusi timbangan b) Hitung ketidakpastian Repeatabilitas c) Hitung ketidakpastian Uji Histerisis Sedangkan batas unjuk kerja timbangan (limit performance of balance) meliputi batas kerja (f) dan ketidakpastian penimbangan Latihan 3 : Sebuah timbangan elektronik merk AND tipe Mempunyai karakteristik sbb : Kapasitas 220 g Skala terkecil 0.001 g Resolusi 1 g Ketidakpastian std sertifikat kalibrasi (us) 0.12

99 Faktor cakupan alat sertifikat kalibrasi (k) 2 Alat tersebut digunakan untuk penimbangan sample analisa 120 g dikalibrasi oleh standar anak timbangan yang telah tersertifikasi. Hitung koreksi kesalahan alat pada 10 titik pengukuran? Berapakah batas kinerja timbangan? Serta berapa nilai ketidakpastiannya pada tingkat kepercayaan 95 % dengan k = 2?Serta buat pula laporan kalibrasinya! Penyelesaian : Dalam menyelesaikan persoalan diatas maka langkah langkah yang harus dilakukan adalah : Hitung kemampuan ulang pembacaan timbangan pada mendekati titik nol, setengah kapasitas dan kapasitas maksimum beserta standar deviasinya masing masing! Hitung pengaruh penyimpanan pada pinggan! Hitung pengaruh pengenolan beban! Hitung koreksi timbangan dengan penimbangan keseragaman skala! Hitung histerisisnya! Hitung batas kinerja timbangan! Hasil perhitungan beberapa langkah penyelesaian diatas adalah sebagai berikut :

100 Ulangan Pembacaan Selisih Z M M Z 1 0.000 0.09 0,099 2 0.000 0.09 0,099 3 0.000 0.100 0,100 4 0.000 0.09 0,099 5 0.001 0.09 0,098 6 0.000 0.100 0,100 7 0.000 0.100 0,100 8-0, 003 0.100 0,103 9-0, 006 0.100 0,106 10 0.000 0.100 0,100 Dari data diatas didapatkan bahwa : Rata rata selisih = 0.100 g Standar deviasi = 0.002 Maksimal perbedaan pembacaan berurutan =0.006 5.5. Analisa Data Lembar Kerja Maintenance (LKM) Lembar Kerja Maintenance adalah suatu permintaan kerja kepada departemen teknik sehubungan dengan adanya kerusakan dan ketidakstabilan instrument.

101 Departemen teknik mempunyai proses pengolahan data LKM masuk dari pihak departemen lain yang harus dikerjakan sesuai dengan jadwal dan persetujuan kepala bagian atan manajer. Bulan (2013) Frekuensi Permintaan Kalibrasi Maret 27 April 18 Mei 10 Juni 9 Juli 9 Agustus 7 Tabel diatas menunjukkan bahwa dari sejak Maret 2013 hingga Agustus 2013 permintaan LKM kalibrasi menurun. Terjadi peningkatan mutu ketahanan dan keakurasian alat atau sensor. Hal ini disebabkan karena semu alat ukur yang masuk prioritas pengecekan dan kalibrasi terdaftar dan terpantau.