OPTIMALISASI JADWAL KUNJUNGAN EKSEKUTIF PEMASARAN DENGAN GOAL PROGRAMMING Oleh : Sintha Yuli Puspandari 1206 100 054 Dosen Pembimbing : Drs. Sulistiyo, M. T Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2010
Latar Belakang - Pemanfaatan tenaga kerja dengan efisien adalah kunci utama dalam perusahaan untuk meningkatkan produktifitas. - Permasalahan penjadwalan kunjungan eksekutif pemasaran di suatu perusahaan. - Pada Tugas Akhir ini, digunakan metode goal programming untuk meminimalkan penyimpangan yang dilakukan oleh eksekutif pemasaran dalam kunjungan ke pelanggan.
Rumusan Masalah Bagaimana memodelkan jadwal kunjungan eksekutif pemasaran kedalam goal programming dengan mempertimbangkan interval waktu kunjungan ke pelanggan sehingga penyimpangannya minimum? Bagaimana menyelesaikan model tersebut, sehingga didapatkan jadwal kunjungan eksekutif pemasaran yang paling optimal?
Batasan Masalah Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Primarasa Food Industry, Kediri dalam periode Januari 2010. Data yang digunakan adalah data pelanggan tetap dari Kecamatan Gampengrejo dan Kecamatan Pagu, Kediri. Kunjungan dibatasi hanya seorang eksekutif pemasaran. Waktu dan jarak pejalanan dari pelanggan satu ke yang lain tidak secara eksplisit dimasukkan.
Tujuan Untuk mendapatkan model jadwal kunjungan eksekutif pemasaran kedalam goal programming dengan mempertimbangkan interval waktu kunjungan ke pelanggan sehingga penyimpangannya minimum. Untuk menyelesaikan model tersebut, sehingga didapatkan jadwal kunjungan eksekutif pemasaran yang paling optimal. Manfaat Manfaat dari Tugas Akhir ini adalah memberi informasi tentang penyelesaian dalam mengoptimalisasi jadwal kunjungan eksekutif pemasaran di suatu perusahaan.
Tinjauan Pustaka 1. Pelanggan 2. Permasalahan Penjadwalan 3. Penjadwalan Eksekutif Pemasaran 4. Goal Programming
1. PELANGGAN Pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi standar mutu tertentu, karenanya akan memberikan pengaruh kinerja perusahaan. Terdapat tiga jenis pelanggan dalam suatu perusahaan, antara lain : 1. Pelanggan internal adalah orang yang berada didalam organisasi (perusahaan) yang memiliki pengaruh pada kinerja pekerjaan perusahaan. 2. Pelanggan antara adalah mereka yang bertindak sebagai perantara, bukan sebagai pemakai akhir produk. 3.Pelanggan eksternal adalah pembeli atau pemakai akhir produk, atau yang sering disebut sebagai pelanggan nyata. Kepuasan pelanggan adalah salah satu prioritas utama yang ingin dicapai suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan dapat diwujudkan dengan : 1. Memenuhi kebutuhan dasar pelanggan. 2. Memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. 3. Melakukan lebih dari apa yang diharapkan pelanggan.
2.Permasalahan Penjadwalan Melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien agar tujuan tercapai adalah hal yang diinginkan oleh semua manajemen perusahaan. Berbagai permasalahan pasti akan dihadapi setiap perusahaan dalam membuat jadwal untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan sesuai dengan jumlah pekerja yang ada. Terlebih lagi jika dalam suatu organisasi atau perusahaan mempunyai jumlah pelanggan yang sangat banyak, waktu untuk mengunjungi pelanggan sangat terbatas. Contoh nyata yang dapat diambil pada kasus ini adalah penjadwalan kunjungan dari salah satu eksekutif pemasaran suatu perusahaan ke pelanggan. Hal ini mengakibatkan pihak perusahaan perlu melakukan pengaturan jadwal yang efisien untuk setiap eksekutif pemasaran agar semua pelanggan dapat terlayani dengan baik.
3. Penjadwalan eksekutif pemasaran Masalah penjadwalan kunjungan eksekutif pemasaran dapat dianggap sebagai bagian dari masalah Traveling Salesman Problem (TSP). Maka dari penjadwalan kunjungan eksekutif pemasaran tinggal memasukkan kendala tambahan yang melibatkan pentingnya pelanggan, maksimum dan minimum kunjungan yang dilakukan oleh eksekutif pemasaran.
4. Goal Programming 4.1 Model Umum Goal Programming Goal Programming (GP) merupakan pengembangan Linear Programming (LP). Goal Programming diperkenalkan oleh Charnes dan Cooper (1961). Keterangan:
4.2 Kendala yang terkait dalam Goal Programming Kendala yang terlibat dalam model Goal Programming (GP) dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. kendala tambahan: kendala tambahan adalah kendala yang dapat dilanggar jika diperlukan, namun pelanggarannya sebisa mungkin minimal terjadi. b. Hard constraint : kendala utama adalah kendala yang tidak dapat dilanggar.
4.3 Metode Goal Programming Dalam menyelesaikan permasalahan goal programming (GP) terdapat dua metode, yaitu : a. Metode Preemptive Pada metode preemptive, pembuat keputusan harus membuat prioritas (rangking) terhadap tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan tingkat kepentingan masing-masing tujuan. Misalkan diberikan n tujuan dan pada tujuan ke-i diberikan fungsi sebagai berikut : Selanjutnya fungsi tujuan dari permasalahan akan ditulis sebagai berikut : Parameter nilainya., merupakan variabel yang akan diminimalkan
b. Metode Non Preemptive (pembobotan) Pada metode ini masing-masing koefisien di fungsi tujuan dapat diberikan bobot yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan. Misalkan dalam model Goal Programming terdapat n tujuan dan pada tujuan ke-i diberikan fungsi sebagai berikut : Bentuk kombinasi dari fungsi tujuan dengan metode pembobotan adalah : Parameter dari, merupakan bobot positif yang mencerminkan preferensi dari pembuat keputusan terhadap kepentingan relatif dari masing-masing tujuan. Tujuan yang paling penting mempunyai nilai bobot yang paling besar. Parameter, merupakan variabel yang akan diminimalkan nilainya.
Permasalahan Bulan Januari 2010 PERUSAHAAN PERATURAN FORMULASI MODEL seorang Eksekutif Pemasaran 32 Pelanggan Membuat jadwal kunjungan JADWAL KUNJUNGAN OPTIMAL
Notasi-notasi : Xi,j = eksekutif pemasaran mengunjungi pelanggan pada hari. i = jenis pelanggan, i=1,2,...,i j = jenis hari berdasarakan tanggal, j=1,2,...,j n = jenis kelas pelanggan, n=a,b,c Tn = interval waktu kunjungan yang berurutan oleh eksekutif pemasaran dalam melakukan kunjungan pada pelanggan kelas n. E = jumlah hari aktif kerja eksekutif pemasaran dalam satu bulan. Dn = jumlah kunjungan eksekutif pemasaran pada pelanggan kelas n dalam satu bulan. In = jumlah pelanggan pada kelas n. M = hari libur perusahaan, hari libur untuk pelanggan, dan hari kunjungan ke kepala kantor. Minvisit = jumlah minimum pelanggan yang harus dikunjungi eksekutif pemasaran setiap hari. Maksvisit= jumlah maksimum pelanggan yang harus dikunjungi eksekutif pemasaran setiap hari. Ni,j = deviasi negative menunjukan kekurangan kunjungan eksekutif pemasaran pada pelanggan i hari j dari interval waktu kunjungan yang ditetapkan. Pi,j = deviasi positif menunjukkan kelebihan kunjungan eksekutif pemasaran pada pelanggan i hari j dari interval waktu kunjungan yang ditetapkan.
Kelas A Pembagian Jenis Pelanggan Pelanggan yang termasuk kelas A merupakan pelanggan yang jumlah kunjungannya sebanyak 8 kali dalam satu bulan. Kelas B Pelanggan yang termasuk kelas B merupakan pelanggan yang jumlah kunjungannya sebanyak 6 kali dalam satu bulan. Kelas C Pelanggan yang termasuk kelas C merupakan pelanggan yang jumlah kunjungannya sebanyak 4 kali dalam satu bulan.
Pengurutan pelanggan secara keseluruhan : Y = pelanggan tetap kecamatan Gampengrejo Z = pelanggan tetap kecamatan Pagu Kelas A : pelanggan 1 pelanggan 5 Kelas B : pelanggan 6 pelanggan 18 Kelas C : pelanggan 19 pelanggan 32
Hari-hari eksekutif pemasaran tidak melakukan kunjungan meliputi : 1. Hari libur perusahaan : hari libur umum : hari ke 1 hari minggu : hari ke 3,10,17,24,31 2. Hari kunjungan ke kepala kantor : hari ke 5,12,19,30 3. Hari libur pelanggan : pelanggan 2 : hari ke 4,11,18,25 pelanggan 6 : hari ke 6,13,20,27
b. Menghitung interval waktu kunjungan Untuk mengetahui interval waktu kunjungan eksekutif pemasaran ke tiap jenis pelanggan sebagai berikut : Kelas A Didapatkan interval waktu kunjungan selama 2 hari, yang dihitung mulai dari k=0,1,2 dan akan berkunjung lagi pada TA+1. Kelas B Didapatkan interval waktu kunjungan selama 3 hari, yang dihitung mulai dari k=0,1,2,3 dan akan berkunjung lagi pada TB+1. Kelas C Didapat interval waktu kunjungan selama 5 hari, yang dihitung mulai dari k=0,1,2,3,4,5 dan akan berkunjung lagi pada TC+1.
Formulasi model optimalisasi jadwal kunjungan eksekutif pemasaran 1. Penetapan variabel keputusan Variabel keputusan yang digunakan dalam model ini didefinisikan sebagai berikut: Xi,j = eksekutif pemasaran mengunjungi pelanggan i pada hari j. i = jenis pelanggan, j = jenis hari, Xi,j j=1,2,...,j i=1,2,...,i 1 jika eksekutif pemasaran mengunjungi pelanggan i hari j 0 untuk yang lain
2. Perumusan Fungsi Kendala a. kendala tambahan Pada permasalahan ini seorang eksekutif diperbolehkan melakukan kunjungan sehari sebelum interval waktu kunjungan yang ditetapkan ke pelanggan yang sama. Model matematis sebagai berikut: b. kendala utama Pada permasalahan ini seorang eksekutif pemasaran melakukan kunjungan sesuai dengan jumlah kunjungan yang diperlukan setiap pelanggan. Model matematis sebagai berikut :
Jumlah minimum kunjungan eksekutif pemasaran ke pelanggan per hari telah ditentukan perusahaan sebanyak 25% dari jumlah pelanggan dalam satu bulan. Jumlah maksimum kunjungan eksekutif pemasaran ke pelanggan per hari telah ditentukan perusahaan sebanyak 33% dari jumlah pelanggan dalam satu bulan.
3. Perumusan Fungsi Tujuan Dimaksudkan untuk menghasilkan pemecahan yang optimum dalam arti dapat memenuhi sasaran atau target, dimana fungsi tujuan ini meminimalkan pelanggaran atau penyimpangan yang terjadi dalam kendala tambahan, yang di dapat dari variabel deviasi dari kendala tujuan. Kendala tujuan dalam permasalahan ini eksekutif pemasaran melakukan kunjungan sesuai dengan interval waktu yang telah ditetapkan. Fungsi tujuan yang dicapai pada permasalah ini adalah jumlah dari variabel deviasi positif dari ketiga kelas pelanggan..
4. Penyelesaian dengan Metode Goal Programming Dari kedua metode ini akan dicari penyimpangan yang paling minimum mengenai interval waktu kunjungan untuk mendapatkan jadwal kunjungan yang paling optimal. Kedua metode tersebut adalah : Metode Preemptive P1 P2 P3 : terpenuhinya target untuk meminimumkan penyimpangan di kelas A. : terpenuhinya target untuk meminimumkan penyimpangan di kelas B. : terpenuhinya target untuk meminimumkan penyimpangan di kelas C. Metode Non Preemptive Dalam metode non-preemptive ini diberikan bobot yang berbeda sesuai banyaknya jumlah kunjungan eksekutif pemasaran. W1= 3, nilai bobot untuk terpenuhinya target meminimumkan penyimpangan pada kelas A. W2=2, nilai bobot untuk terpenuhinya target meminimalkan penyimpangan pada kelas B. W3=1, nilai bobot untuk terpenuhinya target meminimumkan peyimpangan pada kelas C.
III. Analisis Hasil Dari penyelesaian model Goal Programming menggunakan metode Preemptive dan Non Preemptive dengan bantuan software LINDO, kedua metode ini sama-sama menghasilkan jadwal kunjungan eksekutif pemasaran yang optimal dengan jumlah penyimpangan yang berbeda-beda.
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Saran Dari hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode non preemptive menghasilkan jadwal kunjungan eksekutif pemasaran yang paling optimal karena jumlah penyimpangannya paling minimum. Model permasalahan dalam kunjungan eksekutif pemasaran kepada pelanggan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini hanya mempertimbangkan beberapa kendala yaitu pentingnya pelanggan dan jumlah maksimum serta minimum kunjungan. Untuk penelitian selanjutnya bisa digunakan Traveling Salesman Problem (TSP) dalam menentukan jarak pelanggan yang minimum untuk dilakukan suatu kunjungan.
Daftar Pustaka Charnes, A., Cooper, W.W., 1961. Management Models and Industrial Applications of Linear Programming. Wiley, New York. Hilier, Frederick S., dan Gerald J. Lieberman, 1990. Pengantar Riset Operasi. Edisi kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jian, Bo Yang, 1999. Gradient Projection and lokal Region Search for Multiobyevtive Optimization. European Journal of Operation Research, 112,432-459. Mathirajan, M.,& Ramanathan, R. 2007. A (0 1) goal programming model for scheduling the tour of a marketing executive. European Journal of Operation Research, 179, 554-566. Mulyono, Sri, 2004. Riset Operasi, Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tabucanon, Mario T., 1988. Multiple Criteria Decision Making in Industry. New York: Elsevier Science Publishing Company. http://ammarawirausaha.blogspot.com/pengertian_pelanggan.html, diakses tanggal 25 Juni 2010 pukul 13.05 WIB.
TERIMA KASIH