BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang metodologi penelitian, yang didalamnya terdapat uraian mengenai metode penelitian, instrumen penelitian, perancangan penelitian, tempat,dan waktu penelitian. 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan penelitian, penulis menggunakan metode pengukuran langsung dengan cara membandingkan nilai yang ada pada defibrillator di RS Awal Bros Batam dengan alat ukur standar. Pengujian ketepatan output kapasitor, ketepatan waktu pengisian kapasitor hingga mencapai energy loss yng dihasilkan oleh Defibrilator dilakukan sebanyak 6 kali pengukuran atau pengambilan data pada setiap parameter yaitu pada energy 10, 20, 30, 50, 100, 200, sampai 360 dalam satuan Joule, dan energy loss 360 Joule. Pengambilan data kemudian dicatat pada lembar kerja. 3.2 Instrumen Penelitian Berikut adalah alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan penelitian 29
3.2.1 Defibrillator Alat yang dibandingkan 3 alat defibrillator dengan merk yang sama tetapi type yang berbeda agar diketahui tingkat akurasi yang dihasilkan dari alat tersebut sesuai dengan spesifikasinya. Merk : GE Type : Cardio Serv (Type A) s/n : 101114222 Monophasic (energy 0-360 J) Merk : GE Type : Responder 1000 (Type B) s/n : 101221839 Monophaic (energy 0-360 J) Merk : GE Type : Responder 2000 (Type C) s/n : 3201020 Bi-phasic (energy 0-200 J) 3.2.2 Defibrilator Analyzer Merk Type : Fluke : Impulse 7000DP s/n : 1538033 30
3.2.3 Electrical Safety Analyzer Gambar 3.1 Defibrillator analyzer Merk : Fluke Type : ESA 620 s/n : 1637024 3.3 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di RS Awal Bros Batam ruang UGD pada tanggal 14 November 2013. 31
3.4. Konsep Penelitian 3.4.1 Kerangka penelitian Berikut merupakan kerangka penelitian yang digunakan Setting Energy yang diinginkan Objek Penelitian Charge capasitor Defibrillato Energy dibuang Defibrillato Defibrillato Pengambil data Pengolahan data Analisa Hasil kesimpulan Defibrillator ECRI Gambar 3.2 kerangka penelitian Langkah pertama adalah melakukan setting pada alat dari 10 sampai 360 Joule, setelah kapasitor discharge kemudian discharge kapasitor tersebut dan lakukan pangambilan data dengan alat defibrillator analyzer. Pengambilan data diambil sebanyak 6 kali pada tiap titik setting, pada saat melakukan charge dan discharge kapasitor diberikan jeda waktu sebanyak 2-3 menit agar pada saat melakukan discharge kapasitor tidak terjadi over heat. 32
3.4.2. Objek Penelitian Objek penelitan dilakukan menggunakan 3 alat defibrillator dengan merk yang sama dan type yang berbeda. 3.5 Langkah Pengoperasian Defibrillator Prosedur tetap pengoperasian Defibrillator adalah standar yang berupa tatacara dan langkah langkah dalam yang harus diikuti dalam melaksanakan kegiatan pengoperasian yang berdasarkan prasyarat dan urutan kerja yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan petunjuk yang terkait,agar pengoperasian alat dilakukan secara benar, hasil defibrillator sempurna,operator dan pasien terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahan pengoperasian dan usia teknis alat tercapai. a. Persiapan Alat 1. Gloves (Sarung Tangan) 2. Monitor ECG 3. Mesin Defibrillator dan kertas print unit 4. Jelly 5. Tissue b. Pasien 1. Keluarga pasien diberi tahu tindakan yang akan dilakukan 2. Pasien disiapkan dengan posisi terbaring c. Pengoperasian Alat 1. Tempatkan alat pada ruangan tindakan 33
2. Lepaskan penutup debu 3. Siapkan aksessoris ( patient cable, elektroda, ) 4. Siapkan bahan operasional ( jelly, kertas rekam untuk ECG ) 5. Hubungkan alat dengan pembumian. 6. Pastikan semua bagian terhubung dengan benar 7. Pasang kabel daya ke sumber listrik dan ( jika menjalankan peralatan pada catu daya bateray, pastikan bahwa bateray yang cukup ). 8. Hidupkan alat dengan menekan / memutar tombol On/Off 9. Lakukan pemanasan secukupnya 10. Lihat tampilan pada monitor 11. Perhatikan protap pengoperasian 12. Beritahukan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan ( Lepaskan pakaian dari dada pasien, hapus kelembaban dari dada pasien dan, jika perlu,cukur bulu dada berlebihan ). 13. Oleskan jelly secukupnya, pasang elektroda ECG pada pasien 14. Set energi ( Joule ) sesuai dengan kondisi pasien 15. Lakukan pengisian energi, dengan menekan tombol charge, perhatikan indicator pengisian energi. 16. Lakukan waktu masa defibrillator sesuai dengan kondisi pasien 17. Lakukan tindakan defibrillator, perhatikan monitor menggunakan sinkron atau A singkron 18. Setelah selesai melakukan defibrillator,lakukan pembuangan sisa energi dengan menekan tombol discharge, perhatikan indicator 19. Kembalikan tombol energi selector keposisi minimum / nol 34
20. Matikan alat dengan menekan / memutar tombol On/Off 21. Lepaskan patient cable dari pasien dan alat 22. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya 23. Lepaskan hubungan alat dengan terminal pembumian 24. Bersihkan elektroda, paddle dan kabel pasien 25. Bersihkan alat 26. Pasang penutup debu 27. Simpan alat dan aksessoris ke tempat semula jauh dari instrument lain minimal 2 inchi atau 5 cm 3.6 Pelaksanaan Penelitian Setelah semua peralatan disiapkan kemudian langkah selanjutnya adalah proses instalasi untuk dilakukannya pengambilan data sesuai dengan urutan yang ada pada lembar kerja. Lakukan tahapan yang telah tertulis pada lembar kerja seperti keselamatan kelistrikan, output energy sampai waktu pengisian kapasitor kemudian data akan ditampilkan pada layar masing-masing alat standar yang telah disebutkan di atas. Pindahkan data pada lembar kerja yang kemudian akan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai rata-rata, koreksi serta nilai ketidakpastian nya dengan menggunakan rumus. 35
3.6.1 Persiapan Siapkan lembar kerja yang digunakan untuk pengambilan data alat defibrillator, lakukan administrasi pendataan alat meliputi nama, merk / type serta nomer seri. Data-data ini harus sesuai dengan spesifikasi. Lakukan pengambilan data suhu ruangan dan kelembabannya dengan menggunakan thermohygrometer, untuk memastikan defibrillator bekerja pada suhu yang sesuai dengan standar pabrik. Lakukan pemeriksaan fisik alat, pastikan semua tombol dan indicator berfungsi normal agar tidak ada kesalahan dalam pengambilan data. Lakukan warming up alat ± 5 menit agar defibrillator bekerja dalam keadaan stabil. Lakukan pengambilan data kemudian catat pada lembar kerja untuk selanjutnya akan di lakukan perhitungan. 3.6.2 Pelaksanaan pengukuran alat Defibrillator Pelaksanaan pengukuran alat defibrillator dilakukan dengan menggunakan alat standard kalibrasi Defibrillator Analyzer, dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Persiapkan peralatan Defibrillator Analyzer. Pasang kabel elektroda ECG dari Defibrillator pada unit Defibrillator Analyzer seperti pada gambar 3.3. 36
Gambar 3.3 Instalasi Kalibrasi Defibrillator 2. Pastikan semua terhubung dengan baik. 3. Hidupkan alat ukur Defibrillator Analyzer dan Defibrillator yang akan diukur untuk pemanasan. 4. Lakukan pengukuran untuk energi output dari Defibrillator. 5. Atur energi pada unit Defibrillator sesuai dengan nilai yang telah ditentukan dalam lembar kerja. 6. Letakkan elektroda paddle Defibrillator pada contact electrode plate dari Defibrillator Analyzer seperti pada gambar. 7. Tekan tombol charge untuk melakukan pengisian energi, tunggu sampai penuh. 8. Tekan tombol discharge lalu baca hasil penunjukan energi pada display Defibrillator Analyzer dan catat pada lembar kerja. 9. Lakukan pengukuran sebanyak 6 (enam) kali pengukuran untuk tiap titik setting. 10. Lakukan pengukuran energi maksimum (Energy Loss Rate). 11. Atur energi pada unit Defibrillator pada nilai energi maksimal. Kapasitas maksimum energi tidak boleh melebihi 360 watt. 37
12. Letakkan elektroda paddle Defibrillator pada contact electrode plate dari Defibrillator Analyzer seperti pada gambar. 13. Tekan tombol charge untuk melakukan pengisian energi, tunggu sampai penuh. 14. Tekan tombol discharge lalu baca hasil penunjukan energi pada display Defibrillator Analyzer. 15. Lakukan sebanyak 6 (enam) kali dan catat dalam lembar kerja. 16. Pastikan nilai pengukuran terbesar tidak melebihi batas toleransi yang telah ditentukan dalam lembar kerja. 17. Lakukan pengukuran waktu pengisian. 18. Atur energi pada unit Defibrillator pada nilai energi maksimal. Kapasitas maksimum energi tidak boleh melebihi 360 watt. 19. Letakkan elektroda paddle Defibrillator pada contact electrode plate dari Defibrillator Analyzer seperti pada gambar 3.4. 20. Tekan tombol charge untuk melakukan pengisian energi lalu hitung waktu pengisian sampai penuh. 21. Lakukan pengambilan data sebanyak 6 kali pengukuran dan catat dalam lembar kerja. 38
Gambar 3.4 instalasi alat 3.7 Nilai-nilai Pengukuran 3.7.1 Nilai rata-rata Nilai rata-rata adalah nilai tiap data dikurangi dengan jumlah data, dengan rumus sebagai berikut : X n i 1 Xi n... (2) dimana : x = nilai rata-rata pengukuran xi = nilai acak data pengukuran x1,x2,...xi n = jumlah data yang diambil 3.7.2 Nilai koreksi Nilai koreksi adalah selisih antara nilai rata-rata dengan nilai setting, dengan rumus sebagai berikut : 39
Koreksi = Nilai rata-rata - setting (3) 3.7.3 Nilai persen error Nilai persen error didapat dari nilai koreksi dibagi nilai setting kemudian dikali 100%, dengan rumus sebagai berikut: Koreksi % error x100% Setting. (4) 3.7.4 Nilai persen akurasi Pencapaian persentase akurasi dari nilai titik setting, dengan rumus sebagai berikut: % Akurasi 100% %error. (5) 40