BAB II PROFIL TVRI Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta. Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara. TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya. 5
6 2.1 Latar belakang Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV. Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T). Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladiuntuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut: 1. Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang). 2. Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80meter. 3. Mempersiapkan software (program dan tenaga). Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaXVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utamagelora Bung Karno. Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI. Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti denganstasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar,dan Samarinda 2.2 Pembangunan Stasiun Produksi Keliling. Mulai tahun 1977, secara bertahap di beberapa ibu kota Provinsi dibentuklah Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK, yang berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah, yang terdiri dari:
7 1. SPK Jayapura 2. SPK Ambon 3. SPK Kupang 4. SPK Malang (Tahun 1982 diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya) 5. SPK Semarang 6. SPK Bandung 7. SPK Banjarmasin 8. SPK Pontianak 9. SPK Banda Aceh 10. SPK Jambi 11. SPK Padang 12. SPK Lampung 2.3 Logo TVRI Gambar 2.1 Logo pertama TVRI (24 Agustus 1962-24 Agustus 1978). Gambar 2.2 Logo kedua TVRI (24 Agustus 1978-24 Agustus 1982).
8 Gambar 2.3 Logo ketiga TVRI (24 Agustus 1982-23 Agustus 1999). Logo ini digunakan sebagai logoon-air pada tahun 1995-1999. Gambar 2.4 Logo on-air TVRI (1991-1995) Gambar 2.5 Logo keempat TVRI (24 Agustus 1999-31 Juli 2001). Gambar 2.6 Logo kelima TVRI (1 Agustus 2001-1 Agustus 2003). Gambar 2.7 Logo keenam TVRI (1 Agustus 2003-30 Maret 2007). Gambar 2.8 Logo ketujuh TVRI (sejak 1 April 2007).
9 Gambar 2.9 Logo TVRI yang pernah digunakan sebagai logoon-air (sejak 7 Januari 2015). 2.4 Kedudukan Tugas dan Fungsi Stasiun TVRI Divisi 1 Siaran Nasional yang berkedudukan di Jakarta adalah satuan pelaksanaan teknis di bidang produk serta penyiaran televisi di bawah departemen keuangan. Stasiun TVRI Divisi 1 Siaran Nasional dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada menteri keuangan. Divisi 1 Siaran Nasional mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan produksi acara dan melakukan penyiaran televisi dengan ruang lingkup nasional untuk menyelemggarakan tugas-tugas tersebut. Divisi 1 Siaran Nasional mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Melaksanakan manajemen TVRI Divisi Siaran Nasional. 2. Melaksanakan perencanaan program siaran. 3. Melaksanakan penyelenggaraan siaran. 4. Melaksanakan produksi acara dan melakukan penyiaran. 5. melaksanakan operasi, pemeliharaan dan perbaikan perangkat peralatan teknik yang digunakan untuk produksi dan penyiaran acara. 6. Melaksanakan operasi, pemeliharaan dan perbaikan perangkat peralatan teknik prasarana. 2.5 Susunan Organisasi Manajemen Divisi 1 Siaran Nasional Susunan Organisasi Manajemen Divisi 1 Siaran Nasional terdiri dari : 1. Satuan Kerja Pemasaran dan program, dipimpin oleh Manajer. 2. Satuan kerja Produksi dan kreativitas, dipimpin oleh Manajer.
10 3. Satuan Kerja Penyelenggaraan Siaran, dipimpin oleh Manajer. 4. Satuan Kerja Teknik dan Prasarana, dipimpin oleh Manajer. 5. Satuan Kerja Administrasi keuangan, dipimpin oleh Manajer. 6. Kelompok Fungsional. Satuan Kerja Pemasaran dan Program, bertugas. 1. Satuan Kerja Program Promosi, dipimpin oleh Asisten Manajer 2. Satuan Kerja Penjualan, dipimpin oleh Asisten Manajer 3. Satuan Kerja Usaha non Siaran Sarana dan Prasarana, dipimpin oleh Asisten Manajer 4. Satuan Kerje Kerja non Siaran Urusan Jasa dan Produk, dipimpin oleh Asisten Manajer. Satuan Kerja Pemasaran dan Program : 1. Membantu Divisi 1 Siaran Nasional melakukan tugas di bidang promosi dan penjualan program siaran dan usaha non siaran serta pengembangannya. 2. Membantu Divisi 1 Siaran Nasional melakukan tugas di bidang penyusunan program siaran dan pengembangannya.membantu Divisi 1 Siaran Nasional melakukan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanan tugas promosi, penjualan penyusunan program. 3. Menyusun rencana kerja dan anggaran untuk diajukan Kepada kepala Divisi 1 siaran Nasional. 4. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas kepada kepala Divisi 1 siaran Nasional.dan Kreativitas bertugas : Membantu Divisi 1 Siaran Nasionalmelakukan tugas di bidang kreativitas dan pengembangannya. Satuan Kerja Produksi dan Kreativitas terdiri dari : Satuan Kerja Produksi dan Operasi, dipimpin oleh Asisten Manajer. Satuan kerja Fasilitas Siaran dipimpin oleh asisten Manajer. Satuan kerja Kreativitas dan Pasca Produksi, dipimpin oleh asisten manajer Satuan kerja Produksi. Membantu Divisi 1 pelaksanaan tugas produksi dan kreativitas.
11 Menyusun rencana Siaran Nasional melakukan tugas di bidang evaluasi dan menyusun laporan kerja dan anggaran untuk diajukan kepada kepala Divisi 1 Siaran Nasiona. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas kepada kepala Divisi 1 Siaran Nasional. Satuan Kerja Penyelenggara Siaran, terdiri dari : Satuan kerja Penyusun Acara, dipimpin oleh asisten Manajer. Satuan Kerja Penyiaran, dipimpin oleh asisten Manajer. Satuan kerja Perpustakaan Siaran, dipimpin oleh Asisten manajer.