Pengujian Apilkasi Probiotik Pada Penggelondongan Calon Induk Bandeng Strain Barru Pada Bak Beton

dokumen-dokumen yang mirip
PENGUJIAN APLIKASI PROBIOTIK POWDER DALAM MEMPERBAIKI PERFORMA BENIH BANDENG (Chanos chanos Forskal) YANG BERKUALITAS

PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG MAGGOT TERHADAP KOMPOSISI KIMIA PAKAN DAN TUBUH IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal)

PENDEDERAN IKAN BERONANG (Siganus guttatus) DENGAN UKURAN TUBUH BENIH YANG BERBEDA

tepat untuk mengganti pakan alami dengan pakan buatan setelah larva berumur 15 hari. Penggunaan pakan alami yang terlalu lama dalam usaha pembenihan

I. PENDAHULUAN. Budidaya udang merupakan salah satu industri skala besar dengan tingkat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, yang melaksanakan tugas operasional

I. PENDAHULUAN. Jawa. Budidaya lele berkembang pesat karena permintaan pasar yang tinggi,

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMBESARAN BANDENG DI KERAMBA JARING APUNG (KJA)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SNI : Standar Nasional Indonesia. Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) kelas benih sebar

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25/KEPMEN-KP/2015 TENTANG PELEPASAN UDANG GALAH SIRATU

PENDAHULUAN. Budidaya perikanan merupakan satu diantara beberapa kegiatan yang. daerah termasuk Sumatera Utara. Sehingga dengan peningkatan kegiatan

I. PENDAHULUAN. yang dibutuhkan untuk pertumbuhan larva (Renaud et.al, 1999). Pemberian pakan

I. PENDAHULUAN. budidaya karena memiliki nilai ekonomis tinggi ( high economic value) serta

BAB I PENDAHULUAN. berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk

MODUL: PENEBARAN NENER

Teknik pembenihan ikan air laut Keberhasilan suatu pembenihan sangat ditentukan pada ketersedian induk yang cukup baik, jumlah, kualitas dan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada 2 Oktober sampai 10 November 2014,

Tingkat Kelangsungan Hidup

PERTUMBUHAN CALON INDUK IKAN BERONANG Siganus guttatus TURUNAN PERTAMA (F-1) DENGAN BOBOT BADAN YANG BERBEDA

Pengaruh salinitas dan daya apung terhadap daya tetas telur ikan bandeng, Chanos-chanos

I. PENDAHULUAN. Potensi perairan pantai Indonesia yang cukup luas adalah merupakan

I. PENDAHULUAN. pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi

Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Terhadap Tingkat Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Pada Saat Pendederan

VII. ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI

APLIKASI PAKAN BUATAN UNTUK PEMIJAHAN INDUK IKAN MANDARIN (Synchiropus splendidus)

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga

I. PENDAHULUAN. Dalam kegiatan pembenihan pakan alami telah terbukti baik untuk larva.

BAB I PENDAHULUAN. ikan laut bernilai ekonomis penting yang terdapat di perairan Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. adalah ikan gurami (Osphronemus gouramy) (Khaeruman dan Amri, 2003).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. lkan nila merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan nila

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

Meningkatkan Wirausaha Budidaya Ikan. Lele Sangkuriang. (Lingkungan Bisnis)

Sri Yuningsih Noor 1 dan Rano Pakaya Mahasiswa Program Studi Perikanan dan Kelautan. Abstract

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. sebagai penghasil telur dan daging sehingga banyak dibudidayakan oleh

I. PENDAHULUAN. Lele (Clarias) merupakan salah satu dari berbagai jenis ikan yang sudah banyak

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. potensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia, dan

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/KEPMEN-KP/2014 TENTANG PELEPASAN IKAN NILA SALINA

I. PENDAHULUAN. dumbo (Clarias gariepinus) ke Indonesia pada tahun Keunggulan lele

EVALUASI PENGGUNAAN PAKAN DENGAN KADAR PROTEIN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii)

BAB I. PENDAHULUAN. Protein adalah jenis asupan makan yang penting bagi kelangsungan

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Ikan bandeng (Chanos chanos, Forskal) Bagian 3: Produksi benih

BAB III BAHAN DAN METODE

PENDAHULUAN. Sapi perah merupakan sumber penghasil susu terbanyak dibandingkan

LINGKUNGAN BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

JURNAL. THE EFFECT OF GIVEN SKIN SEED IN GREEN BEANS ON GROWTH RATE OF CATFISH (Clarias sp)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Grafik pertumbuhan benih C. macropomum yang dihasilkan selama 40 hari

Efektivitas Suplemen Herbal Terhadap Pertumbuhan dan Kululushidupan Benih Ikan Lele (Clarias sp.)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1) Staf Pengajar pada Prog. Studi. Budidaya Perairan, Fakultas

I. PENDAHULUAN. berupa potensi hayati maupun non hayati. Sumberdaya kelautan tersebut dapat

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi. METODA PRODUKSI MASSAL BENIH IKAN HIAS MANDARIN (Synchiropus splendidus)

BUDIDAYA LELE DENGAN SISTEM BIOFLOK. drh. Adil Harahap dokadil.wordpress.com

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB I PENDAHULUAN. telah mendapat prioritas utama dalam pembangunan nasional karena. pembangunan ekonomi diharapkan dapat menjadi motor penggerak

Lampiran 1. Analisis pengaruh peningkatan kepadatan terhadap tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih ikan nilem

PEMBENIHAN KAKAP PUTIH (Lates Calcarifer)

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN Nomor: KEP. 42/MEN/2001 TENTANG PELEPASAN VARIETAS UDANG GALAH SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Benih Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar

PENDAHULUAN. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat semakin meningkat tentang. manfaat ikan sebagai bahan makanan dan kesehatan menyebabkan tingkat

KONDISI TERKINI BUDIDAYA IKAN BANDENG DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH

Pengaruh Pemberian Dosis Pakan Otohime yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Kerapu Bebek di BPBILP Lamu Kabupaten Boalemo

PERIKANAN BUDIDAYA: PENGANTAR. Oleh: M.Husni Amarullah. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Pengaruh Pemberian Viterna Plus dengan Dosis Berbeda pada Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele Sangkuriang di Balai Benih Ikan Kota Gorontalo

Lampiran 1. Peta lokasi penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar belakang

KISI-KISI SOAL UKA 2014 PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA

I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang 70% alamnya merupakan perairan

BAB IV HASIL. Pertumbuhan. Perlakuan A (0%) B (5%) C (10%) D (15%) E (20%) gurame. Pertambahan

I. PENDAHULUAN. Gurami merupakan jenis ikan air tawar atau payau dan hidup di dasar

BAB I PENDAHULUAN. Dalam situasi pasca krisis ekonomi saat ini, sub sektor perikanan merupakan

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.23/MEN/2012 TENTANG PELEPASAN IKAN NILA NIRWANA II

PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN DAN PROBIOTIK TERHADAP HASIL PANEN BANDENG ( Chanos chanos ) DI WILAYAH DESA KENTONG KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN

KAJIAN SISTEM MODULAR PADA USAHATANI IKAN BANDENG (Chanos-Chanos, forskal) DI SULAWESI SELATAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. patin (Pangasius hypophthalmus). Peningkatan produksi patin dapat dilakukan

Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Volume 3, Nomor 1, Maret 2015

PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN. BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii)

PENOKOLAN UDANG WINDU, Penaeus monodon Fab. DALAM HAPA PADA TAMBAK INTENSIF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Pakan ikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam suatu usaha budidaya

V HASIL DAN PEMBAHASAN. pengamatan tersebut diberikan nilai skor berdasarkan kelompok hari moulting. Nilai

BAB I PENDAHULUAN. Sidat dikenal sebagai ikan katadromous yaitu memijah di laut, tumbuh dan

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/KEPMEN-KP/2015 TENTANG PELEPASAN IKAN GABUS HARUAN

I. PENDAHULUAN. Bakteri biasanya dikategorikan ke dalam dua kelompok. Bakteri yang

Transkripsi:

Pengujian Apilkasi Probiotik Pada Penggelondongan Calon Induk Bandeng Strain Barru Pada Bak Beton Sirajuddin, Syamsul Bahri, Akmal, Mohd. Syaichudin Kualitas benih yang rendah menjadi penyebab lambatnya perkembangan dan peningkatan produktivitas budidaya bandeng di tambak. Salah satu factor yang sangat mempengaruhi tingkat kualitas induk yaitu tingkat variasi genetik calon induk dalam menunjang perbaikan mutu genetic ikan.sebelum melakukan pengujian genetik maka terlebih dahulu dilakukan pengujian tingkat performa gelondongan calon indukan strain Barru dengan aplikasi probiotik.sebagaian besar studi pada akuakultur menyatakan bahwa mekanisme aksi probiotik secara umum memberikan dampak yang menguntungkan, termasuk : kompetisi esklusi terhadap bakteri patogen, meningkatkan nutrisi host dan kontribusi enzimatik pada proses pencernaan, dan menstimulasi host terhadap respon imun.kegiatan kerekayasaan ini bertujuan untuk menguji tingkat performa nener strain Barru untuk persiapan calon induk unggul. Metode pengujian dilakukan pada bak beton 5 x 6 m dengan kedalaman air 0,5 m dengan penebaran 15.000 nener/bak, selama pemeliharaan 30 hari. Berdasarkan pada hasil pengamatan selama kegiatan diperoleh rata-rata panjang mutlak benih pada akhir pengujian cukup tinggi yaitu 31 mm. Demikian juga tingkat survival rate pada akhir kegiatan pengujian mencapai 75%. Sebagaimana diketahui bahwa peningkatan pertumbuhan benih bandeng sangat terkait dengan kondisi lingkungan media pemeliharaan serta tingkat ketersediaan pakan yang memadai. Probiotik secara efektif berperan dalam proses pencernaan melalui produksi enzim ekstraseluler, seperti : protease, karbohidrase dan lipase, sama baiknya dalam menyediakan faktor pertumbuhan seperti vitamin, asam lemak dan asam amino. Sedangkan tingkat kelangsungan hidup berkaitan dengan ketahanan terhadap penyebaran penyakit menular, semakin rendah daya tahan maka semakin rawan terserang penyakit, dan pada akhirnya meningkatkan resiko kematian dan menurunkan tingkat kelangsungan hidup. Daya tahan atau imunitas suatu organisme, selain faktor genetik juga asupan nutrisi yang diberikan pada hewan peliharaan Kata kunci : nener alam, gelondongan calon induk

Pengujian Tingkat Performa Nener (Chanos chanos Forskal) Strain Pohuwato Versus Sinjai Untuk Persiapan Calon Induk Unggul Sirajuddin, Sadat, Akmal, Mohd. Syaichudin Rendahnya kualitas induk ikan bandeng sangat terkait kualitas benih yang dihasilkan. Produksi nener beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas genetic, hal ini terlihat dari rendahnya survival rate nener serta terjadinya perlambatan tingkat pertumbuhan budidaya bandeng di tambak. Keragaan genetic harus dipertahankan agar tidak terjadi penurunan dalam proses perbenihan, oleh sebab itu dalam produksi calon induk diperlukan strain nener alam yang luas. Selain informasi performa genetik, maka informasi performa fenotip juga diperlukan seperti tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Kegiatan kerekayasaan ini bertujuan untuk menguji tingkat performa nener strain Pohuwato versus Sinjai untuk persiapan calon induk unggul.rancangan pengujian yaitu membandingan performa nener strain Pohuwato dengan strain Sinjai. Bak pengujian fibre kerucut 750 liter yang diisi air laut 500 liter dengan penebaran 2.300 nener/fibre, selama pemeliharaan 12 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata - rata panjang mutlak benih strain Sinjai terlihat lebih tinggi yaitu 2,7 cm dibandingkan dengan strain Pohuwato rata-rata panjang mutlak 2,3 cm, demikian juga rata-rata berat mutlak benih strain Sinjai yaitu 0,155 g nampak lebih tinggi dibandingkan dengan strain Pohuwato yaitu 0,082 g.srdangkan hasil tingkat survival rate pada akhir kegiatan pengujian, pada strain Sinjai memiliki tingkat survival rate lebih tinggi yaitu 80,43 % dibandingkan dengan strain Pohuwato yaitu 77,35 %. Kesimpulan yang diambil yaitu nampak bahwa rata-rata performa pertumbuhan benih strain Sinjai sedikit lebih baik dibandingkan dengan benih strain Pohuwato, sedangkan tingkat survival rate pada strain Sinjai secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan strain Puhuwato. Kata kunci : nener alam, performa calon induk

PENGUJIAN KOMBINASI PAKAN SPIRULINA DALAM PEMELIHARAAN LARVA IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal) Mohd. Syaichudin,Syamsul Bahri, Faidar, Haruna Permasalahan rendahnya kualitas benih ikan bandeng sangat terkait dengan kualitas pakan yang berperan sebagai sumber energi bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva. Pakan spirulina dikenal memiliki kandungan nutrien tinggi, terutama pigmen esensial, asam lemak dan vitamin sangat tepat untuk diaplikasikan pada pemeliharaan larva. Kerekayasaan ini bertujuan menguji sejauh mana pengaruh dari penggunaan kombinasi spirulina dalam mendukung peningkatan tingkat pertumbuhan dan survival rate larva ikan bandeng. Rancangan pengujian yaitu membandingan perlakuan kombinasi spirulina dan kontrol pada pemeliharaan larva bandeng. Bak pengujian pada bak 6 m 3 dilakukan penebaran telur 85.000 butir/bak, pemeliharaan selama 23 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberian kombinasi spirulina memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan benih dibandingkan kontrol. Hasil rata-rata panjang total benih pada perlakuan spirulina yaitu 16 mm sedangkan pada kontrol rata-rata 14 mm. Tingkat performa pertumbuhan benih yang baik sangat berkaitan dengan tingkat kelangsungan hidup larva, hal ini juga telihat pada kelangsungan hidup benih pada bak perlakuan spirulina lebih tinggi (53,8%) jika dibandingkan dengan kontrol (48,4%). Demikian halnya dengan pertumbuhan bobot tubuh pada perlakuan yang juga lebih tinggi (14 mg/ekor) dibandingkan dengan kontrol (10 mg/ekor). Rendahnya performa pertumbuhan benih pada kontrol, diduga menjadi penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidupnya. Kesimpulan dari kerekayasaan ini yaitu kombinasi pakan spirulina pada pemeliharaan larva ikan bandeng memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan kualitas benih yang dihasilkan, terutama dalam meningkatkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bandeng. Kata kunci : larva bandeng, spirulina

PENGUJIAN APLIKASI PROBIOTIK DALAM PEMELIHARAAN LARVA IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal) Syamsul Bahri, Syarifudin L, Sadat, Mohammad Syaichudin Penyebab menurunnya produksi budidaya, diduga sangat terkait dengan kualitas benih pada hatchery bandeng. Sebagaian besar kualitas benih produk hatchery menunjukkan belum memenuhi standar, seperti : variasi keseragaman berkisar 9-11 mm dan performa fisik yang lemah. Perekayasaan ini bertujuan mendapatkan menguji sejauh mana dampak penggunaan probiotik dalam menstimulasi peningkatan pertumbuhan dan survival rate larva ikan bandeng. Rancangan pengujian yaitu membandingan perlakuan probiotik dan kontrol tanpa probiotik padaa pemeliharaan larva bandeng. Pengujian pada bak 6 m 3 yang diisi air media 80% dengan jumlah penebaran telur 71.000 butir/bak, selama 23 hari. Berdasarkan pada hasil kegiatan, nampak bahwa penggunaan probiotik pada media pemeliharaan larva bandeng berdampak positif terhadap pertumbuhan benih dan terlihat lebih baik dibandingkan kontrol (tanpa probiotik). Hal ini ditunjukkan dari rata-rata nilai panjang total antara perlakuan dan kontrol, berturut-turut untuk perlakuan probiotik dengan rata-rata 1,50 cm dan kontrol (tanpa probiotik) dengan ratarata 1,40 cm. Pertumbuhan benih yang baik sangat terkait dengan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) larva dan terbukti bahwa kelangsungan hidup pada perlakuan probiotik menunjukkan lebih tinggi (72,18%) jika dibandingkan dengan kontrol (tanpa probiotik). Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan bobot tubuh pada kontrol tanpa probiotik yang menghasilkan nilai lebih rendah (0,010 g) dengan performansi individu yang agak lemah dan sangat riskan mengalami kematian saat dilakukan panen, sehingga mengakibatkan tingkat kelangsungan hidupnya juga jauh lebih rendah (45,77%). Kesimpulan dari penggunaan probiotik dalam media pemeliharaan larva bandeng dapat memberikan pengaruh positif terhadap tingkat performa benih yang dihasilkan, dimana mampu meningkatkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Kata kunci : larva bandeng, probiotik

PENGUJIAN PENGGELONDONGAN BENIH IKAN BANDENG TRADISIONAL PLUS DI TAMBAK KAB. JENEPONTO Haruna, Khairil Jamal, Akmal, Mohd. Syaichudin Peluang usaha pada kegiatan penggelondongan benih bandeng telah menjadi segmen strategis bagi pendukung pengembangan budidaya ikan bandeng di tambak, namun permasalahan teknologi penggelondongan benih bandeng yang berkembang di masyarakat masih bersifat sangat sederhana dan hanya mengandalkan pada tersedianya pakan alami sehingga tingkat kualitas dan survival rate benih gelondongan kurang baik. Oleh sebab itu perlu dikembangkan rekayasa untuk pengembangan penggelondongan tradisional plus yang mengacu pada standar cara budidaya ikan bandeng yang baik dan mudah diaplikasikan dan ditiru oleh masyarakat. Perekayasaan ini bertujuan untuk menguji sejauh mana performa gelondongan benih bandeng sistem tradisional plus dibandingkan tradisional murni di tambak.pengujian dilakukan pada 2 petak tambak tanah ukuran 12 x 10 m, dengan kedalaman 0,5 m dengan padat penebaran 50.000 ekor/ petak (417 ekor/m 2 ) selama 28 hari pemeliharaan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan antara sistem tradisional dan tradisional plus. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan nampak bahwarata-rata panjang mutlak benih gelondongan pada perlakuan tradisional plus dan tradisional untuk periode sampling pada D0 D14 cenderung sama, sekitar 30 mm. Namun seiring pertambahan waktu untuk D14 keatas, yaitu pada D21 dan D28 mulai terlihat bahwa pada sistem penggelondongan tradisional plus terjadi kenaikan rata-rata panjang mutlak lebih tinggi dibandingkan kontrol atau sistem tradisional. Pada perlakuan sistem tradisional plus pada akhir kegiatan diperoleh rata-rata panjang mutlak sekitar sekitar 45 mm yang jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol yaitu 37 mm. Demikian juga tingkat kelangsungan hidup atau survival rate, dimana rata-rata survival rate pada perlakuan sistem tradisional lebih tinggi yaitu sekitar 85.00% apabila dibandingkan dengan kontrol atau sistem tradisional yang hanya rata-rata survival rate 65%. Dengan asupan pakan yang cukup, pada pemeliharaan penggelondongan sistem tradisional plus nampak bahwa nutrisi yang baik akan menunjang tingkat vitalitas dan kebugaran benih sehingga pada akhirnya juga menunjang tingkat survival rate yang tinggi apabila dibandingkan kontrol yang hanya mengandalkan pakan alami. Kata kunci : gelondongan bandeng, sistem tradisional plus

Pengujian Aplikasi Probiotik Pada Penggelondongan Benih Bandeng Sistem Intensif Pada Bak Fibre Terkontrol Khairil Jamal, Syamsul Bahri, Sirajuddin, Mohd. Syaichudin Segmen penggelondongan benih bandeng merupakan aspek penting dalam penyediaan benih yang baik, terutama performa benih sebelum dilakukan penebaran di tambak budidaya. Benih gelondongan yang baik akan mudah beradaptasi di tambak dan pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil budidaya. Penggelondongan di tambak masyarakat umumnya masih sederhana dan bersifat tradisional sehingga tingkat survival rate yang dihasilkan rendah dan mengurangi keuntungan dari petambak gelondongan. Oleh sebab itu perlu rekayasa untuk pengembangan penggelondongan sistem intensif dengan aplikasi probiotik pada bak fibre yang bertujuan untuk mengetahui performa benih gelondongan dari sistem intensif yang mengaplikasikan probiotik. Pengujian dilakukan pada 2 bak fibre kerucut dengan volume 750 liter (luas 1.13 m 2 ) yang diisi dengan air laut steril (salinitas 22-25 ppt) sebanyak 500 liter dalam ruang terbuka (outdoor), dengan padat penebaran 18.000 ekor/fibre (16.000 ekor/m 2 ) selama 12 hari pemeliharaan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan pada data sekunder kegiatan penggelondongan bandeng sistem tradisional. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan nampak bahwa penggunaan probiotik pada penggelondongan benih bandeng semi intensif cukup berperan dalam meningkatkan performa benih gelondongan bandeng, hal ini tercermin pada rata-rata panjang dan berat mutlak yang baik, dimaana rata-rata panjang mutlak benih gelondongan 25 mm/ekor, sedangkan rata-rata berat mutlak 119 mg/ekor. Selain itu juga hasil tingkat kelangsungan hidup atau survival rate yang rata-rata survival rate sekitar 76,39%, apabila dibandingkan dengan penggelondongan sistem tradisional dengan rata-rata survival rate 65-75%. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pengelondongan sistem intensif dengan aplikasi probiotik dapat meningkatkan performa benih gelondongan dibandingkan dengan sistem tradisional. Kata kunci : gelondongan bandeng, sistem intensif