BAB 2 DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
`PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI PADA STANDAR KOMPETENSI DASAR FOTOGRAFI. Reza Bagus A, I Made Wirawan

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

Lingkungan Bisnis Tentang Peluang Bisnis Yang Tak Lepas Dari Teknologi Informatika

BAB I PENDAHULUAN. manusia baik individu maupun kelompok. Setiap saat manusia berpikir, bertindak

Bab III TEORI PENUNJANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu bagian dari bauran komunikasi pemasaran atau bauran

Atandho Gama M. ( )

Commercial / Advertising Photography

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Esai. Esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

VIDEO By y N ur N ul ur Ad A h d ay a a y n a ti t 1

APA ITU FOTOGRAFI menurut Evin Global

BAB 4 KONSEP DESAIN. Bergantung pada daya tarik suatu karya, warna dapat digunakan dengan beberapa alasan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Di era globalisasi informasi saat ini, keberadaan informasi menjadi hal

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) telah menjadi hal

BAB I PENDAHULUAN. gambar melalui cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. 2

TUGAS KOMPUTER PHOTOGRAPHY

Model Citra (bag. 2)

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1. LANDASAN TEORI

Konsep Dasar Pengolahan Citra. Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI

CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.

BAB I PENDAHULUAN. dan lain sebagainya. Perkembangan kamera mulai dari kamera manual sampai digital

Intensitas cahaya ditangkap oleh diagram iris dan diteruskan ke bagian retina mata.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Sejarah dan Teori Buku. Buku adalah kumpulan dari lembaran kertas yang dikumpulkan

Pertemuan 2 Representasi Citra

BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING )

BAB I PENDAHULUAN. fenomena yang ada di sekitar kita tidaklah sesusah zaman dahulu. Hal

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam penyampaian pesan. Salah satu media audio visual yaitu film.

Siapa Saja Bisa Motret! FB:

PERSIAPAN DALAM MEMBUAT FILM

Tujuan : v Mengetahui karakteristik beberapa format video yang sering dipakai. v Mengetahui fungsi dari masing masing komponen yang mempengaruhi

BAB II CITRA DIGITAL

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BERINGIN GROUP. Learn, Share and Profit HUMAN INTEREST. A. Pendahuluan

Produksi Media PR Audio-Visual

PEMOTRETAN CAGAR BUDAYA

One picture is worth more than ten thousand words

Karya Seni. Judul karya : Ngéntung Pajéng. PENCIPTA : Ida Bagus Candra Yana S.Sn.,M.Sn. PAMERAN "Festival Fotografi Surabaya" Ciputra, Surabaya 2015.

11/15/2013 JENIS KAMERA FOTOGRAFI KAMERA TWIN LENS REFLEX ( TLR )

PERTEMUAN 3! 2.1 Pengelompokan Kamera Foto

FOTOGRAFI KE SAJIAN MULTIMEDIA

Video Pertemuan 13 &14

Pengantar Pengolahan Citra. Ade Sarah H., M. Kom

MODUL. Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani

Bab IV. Konsep Desain

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

T E M A. widiantoro. Fakultas Arsitektur dan Desain. Progdi Desain Komunikasi Visual

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GELAR SENI MAHASISWA GUNADARMA (GSMG) 2018 KETENTUAN TANGKAI LOMBA LUKIS, DESAIN, KOMIK STRIP, FOTOGRAFI, FILM PENDEK

FOTOGRAFI, oleh Burhanuddin, S.E., M.Si. Hak Cipta 2014 pada penulis

2. Iklan Taktis Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II METODE PERANCANGAN

W, 2015 #INSTAMOMENT KARYA CIPTA FOTOGRAFI MENGGUNAKAN MEDIA SMARTPHONE ANDROID DENGAN APLIKASI INSTAGRAM

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. penjelasan-penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. Media cetak dan elekronik merupakan hasil perkembangan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia

UNIVERSITAS DIPONEGORO GEDUNG FOTOGRAFI DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR NUR MULADICA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN/PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. pengorbanan yang telah diberikan baik dari jiwa dan raga. membawa ilmu fotografi melalui sekolah-sekolahyang didirikan Belanda.

JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN

METODE PERANCANGAN. A. Orisinalitas

2015 KREATIVITAS BERKARYA FOTOGRAFI KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA DI KABUPATEN SUBANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

BAB IV PEMBAHASAN PERANGKAT DAN PENGUJIAN TAPIS

BAB II LANDASAN TEORI. pada permukaannya digoreskan garis-garis sejajar dengan jumlah sangat besar.

Bab 10. Pengembangan Sistem Multimedia. Pokok Bahasan : Tujuan Belajar : Pengembangan sistem multimedia Siklus pengembangan sistem multimedia

Pengembangan Sistem Multimedia

Apa yang dimaksud Design Grafis

Kriptografi Visual Pada Berkas Video

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

Basic Photography. Setting & Composition PART II

PERTEMUAN - 2 PENGOLAHAN CITRA

Komposisi dalam Fotografi

Adobe Photoshop CS3. Bagian 2 Bekerja dalam Photoshop

BAB II LANDASAN TEORI. Citra digital sebenarnya bukanlah sebuah data digital yang normal,

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE PROMOSI INDOESTRI. Nathanael Christian

THE ART OF PHOTOGRAPHY. M.S. GUMELAR

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. penjelasan-penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Komunitas Fotografi di Denpasar

BAB II LANDASAN TEORI

01 Meninjau Narasi 1.1. Analisa bentuk narasi untuk menghasilkan narasi yang siap untuk penulisan bagian berikutnya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. game berjalan beriringan, dan para desainer saling bersaing secara kreatif. Fakta

KONSEP DASAR PENGOLAHAN CITRA

Transkripsi:

BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Tinjauan Data Orang-orang kreatif membutuhkan wadah, Jakarta sudah memiliki wadah tetapi mereka tidak memiliki awareness yang sangat baik untuk diketahui masyarakat. 2.1.1 Definisi Workshop Beberapa literatur menyebutkan bahwa Workshop adalah pelatihan kerja, yang meliputi teori dan praktek dalam satu kegiatan terintegrasi. Dimaknai dari kata dasarnya Workshop sendiri adalah tempat kerja bisa juga disebut bengkel, dimana intinya workshop adalah wadah/tempat tenaga kerja (mekanik,montir dll) melakukan kegiatan teknis dengan didukung alat-alat kerja. 2.1.2 Definisi Komunitas Menurut Christensson dan Robinson, komunitas ialah orang-orang yang hidup di suatu darah yang secara geografis itu terbatas, mereka melakukan komunikasi satu dengan yang lain dan memiliki ikatan batin antar sesama yang tinggal disitu dan dengan wilayah tempat tinggalnya tersebut. Secara umum, definisi komunitas adalah suatu perkumpulan dari beberapa orang untuk membentu satu organisasi yang memiliki kepentingan bersama. Komunitas dapat bersifat teritorial atau fungsional. Selain itu istilah komunitas dapat merujuk pada arti warga dalam sebuah kota, desa atau bahkan negara. Seperti yang kita ketahui warga perkotaan juga mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk dapat tinggal dan hidup di kota tersebut. 3

2.2 Tentang Indoestri 2.2.1 Profil Perusahaan Self Made adalah sebuah movement yang didasari spirit untuk produktif. Di jaman sekarang sudah banyak entrepreneur ataupun pelaku industri kreatif tidak sedikit yang tidak memahami pentingnya sebuah proses. Proses yang dimaksut adalah mereka memahami bagaiman membuat produk mengerti dari awal sampai akhir. Self Made sendiri juga menjadi dasar terbentuknya Indoestri, dengan adanya spirit Self Made maka komunitas yang ingin dibangun akan memiliki visi dan misi yang sama. Indoestri adalah sebuah makerspace pertama di Indonesia. Indoestri didirikan pada tahun 2014 di kawasan Lingkar Luar Barat, Rawa Buaya. Indoestri merupakan rumah bagi komunitas yang ada di dalamnya. Indoestri juga sebagai wadah dimana orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama yang ingin belajar dan mengerti sebuah proses dalam berkarya. Indoestri juga menerima siapapun dan background apapun untuk bergabung dan berkembang bersama, dimana yang menjadi batasan adalah imajinasi. Indoestri memiliki empat pilar yang menjadi dasar, antara lain woodworking, metalworking, textile and leather, dan surface. Indoestri sejauh ini memiliki member berjumlah 60 orang, Indoestri juga sebagai satu-satunya wadah yang cukup besar untuk masyarakat berjiwa kreatif untuk berinovasi dan berkreasi. Di Indoestri, masyarakat dapat menemukan komunitas yang memiliki persepsi, visi dan misi, ataupun keinginan yang sama. Indoestri sejauh ini hanya menggunakan Instagram dan Website sebagai alat komunikasi untuk mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan mereka kepada target audience dan target market. Hal ini sangat disayangkan, karena melihat potensi sosial media yang sangat bisa digunakan lebih baik lagi. Kurangnya media komunikasi yang digunakan Indoestri menyebabkan kurang maksimalnya masyarakat Jakarta yang mengetahui Indoestri itu apa, sehingga tidak bisa mendapatkan konsumen secara maksimal.

2.2.3 Logo Perusahaan Gambar 2.1 Logo Perusahaan 2.3 Tinjauan Teori 2.3.1 Teori Kampanye Kampanye adalah suatu kegiatan promosi, komunikasi atau rangkaian pesan terencana khususnya spesifik atau untuk mencerahkan masalah kritis, bisa juga masalah komersial maupun non komersial, seperti masalah sosial, politik, budaya, lingkungan hidup. Menurut Shay Sayre kampanye diartikan sebagai sebuah bagian dari pemasaran suatu produk (atau pelayanan atau perusahaan) yang dikerjakan secara individual dan akhirnya adalah untuk menyampaikan pesan kepada konsumen. Sedangkan menurut Jim Albright kampanye itu lebih dari hanya menyatukan kemampuan advertising yang kamu kuasai, berbagai macam pendekatan, tergantung dari strategi yang akan dikembangkan. ( Sumber : Altstiel, Tom, & Jean Grow.(2006 : 121) 2.3.2 Teori Periklanan Advertising (periklanan) adalah penyajian materi secara persuasif kepada public melalui media massa dengan tujuan untuk mempromosikan barang atau jasa. Advertising (periklanan) adalah bisnis ide dan kreatifitas (Roman,

Maas & Nisenholtz, 2005) Menggambar hanyalah ekspresi citra yang kita tuangkan sebagai bentuk konsep ide di dalam pikiran namun akarnya tetap ide itu sendiri, menggambar lebih merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Proses mengungkapkan ide dalam bentuk gambar penting dalam periklanan, namun gambar yang bagus dan indah bukan hal yang utama karena kita hanya dituntut untuk dapat menuangkan ide dalam bentuk citra gambar (Lwin & Aitchison. 2005) Jadi, mampu menggambar dengan baik bukan persyaratan di dunia periklanan. Memiliki naluri dan ide pemasaran yang memungkinkan untuk memadukan sebuah usulan penjualan dan nilai-nilai komersial sebuah gagasan jauh lebih penting. Periklanan atau Promosi (Advertising) adalah suatu bentuk komunikasi yang ditujukan untuk mengajak orang yang melihat, membaca atau mendengarnya untuk melakukan sesuatu. ( Sumber : Altstiel, Tom, & Jean Grow.(2006 : 129-130) ) 2.3.3 Teori Konsep Mengembangkan sebuah ide kreatif sangatlah tidak mudah, terutama prosesnya. Banyak buku yang menawarkan cara-cara untuk membuat sebuah konsep, yang biasanya bermaksud untuk menjelaskan iklah yang sudah ada, tetapi tidak membantu mengembangkan hal yang baru. Akhirnya kita terjebak pada hal yang sama, maka dari itu berikut adalah beberapa pendekatan sederhana untuk membuat sebuah konsep. Testimonial ( Sumber : Altstiel, Tom, & Jean Grow.(2006 : 110) 2.3.4 Teori Audio Visual Media audio visual yaitu media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu proses. Sifat pesan yang dapat disalurkan melalui media dapat berupa pesan verbal dan non-verbal yang terdengar layaknya media visual juga pesan verbal yang terdengar layaknya media audio diatas. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan

melalui program audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lainlain. Video atau gambar bergerak adalah data digital yang terdiri dari beberapa gambar. Istilah video biasanya mengacu pada beberapa format penyimpanan gambar bergerak. Terbagi menjadi dua, yaitu video analog, contohnya VHS dan Betamax, dan video digital, contohnya DVD, Quicktime, dan MPEG-4. Video dapat direkam dan ditransmisikan dalam berbagai media fisik, pada pita maknetik ketika direkam sebagai Pal atau NTSC signal elektrik dengan video camera, atau MPEG-4 ketika direkam menggunakan kamera digital. Gambar tersebut dapat ditemui di kehidupan sehari-hari, seperti saat melihat benda-benda yang bergerak. Melalui sebuah teknologi (kamera), gambargambar bergerak dapat disimpan pada sebuah data digital (video). Untuk dapat menampilkan data digital (video) ini maka diperlukan sebuah alat untuk mengubah data digital menjadi analog misalnya televisi dan monitor. A. Karakteristik Video Digital Video digital pada dasarnya tersusun atas serangkaian frame. Rangkaian frame tersebut ditampilkan pada layar dengan kecepatan tertentu, bergantung pada laju frame yang diberikan (dalam frame/detik). Jika laju frame cukup tinggi, mata manusia tidak dapat menangkap gambar per frame, melainkan menangkapnya sebagai rangkaian yang kontinue. Masing-masing frame merupakan gambar/ citra 7 (image) digital. Suatu image digital direpresentasikan sebuah matriks yang masing-masing elemennya merepresentasikan nilai intensitas. Jika I adalah matriks dua dimensi, I (x,y) adalah nilai intensitas yang sesuai pada posisi baris x dan kolom y pada matriks tersebut. Titik-titik di tempat image di-sampling disebut picture elements, atau sering dikenal sebagai piksel. Karakteristik suatu video digital ditentukan oleh resolusi (resolution) atau dimensi frame (frame dimention), kedalaman piksel (pixwl depth), dan laju frame (frame rate). Karakteristik-karakteristik ini menentukan perbandingan

antara kualitas video dan jumlah bit yang dibutuhkan untuk menyimpan dan mentransmisikannya. B. Resolusi Resolusi (resolution) atau dimensi frame (frame dimention) adalah ukuran sebuah frame, yang dinyatakan dalam piksel x piksel. Semakin tinggi resolusinya, semakin baik kualitas video tersebut, dalam pengertian bahwa dalam ukuran fisik yang sama, video dengan resolusi tinggi akan lebih detil. Tetapi, resolusi yang tinggi akan mengakibatkan jumlah bit yang diperlukan untuk menyimpan atau mentransmisikannya meningkat. 2.3.5 Teori Fotografi Pengertian Fotografi, Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat.prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure).