Kriptografi Visual Pada Berkas Video
|
|
|
- Yuliani Makmur
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kriptografi Visual Pada Berkas Video Anselmus Krisma Adi Kurniawan Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 1 [email protected] Abstract Pada makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana melakukan kriptografi visual pada berkas video. Pada bagian pertama akan dijelaskan mengenai latar belakang dibuatnya makalah ini lalu pada bagian kedua akan dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan image atau gambar. Kemudian setelah kita mengetahui apa itu image, pada bagian ketiga akan dijelaskan mengenai video itu sendiri. Pada bagian keempat pada makalah ini akan dijelaskan secara umum mengenai kriptografi itu sendiri lalu pada bagian kelima akan dijelaskan secara khusus mengenai kriptografi visual beserta contohnya. Setelah kita mengetahui apa itu kriptografi visual, pada bagian keenam akan dilakukan implementasi kriptografi visual pada berkas video dimana proses yang dilakukan secara garis besar sebagai berikut, aplikasi akan membuka berkas video yang akan digunakan lalu, video akan diambil tiap framenya kemudian dilakukan proses pembagian share dengan algoritma yang ada, setelah semua frame video selesai diproses, kumpulan share tersebut akan dirubah kembali menjadi beberapa video sesuai dengan yang diinginkan. Pada bagian ketujuh dan kedelapan makalah ini akan dilakukan analisis serta penarikan kesimpulan dari makalah yang dibuat kali ini. Index Terms Kriptografi, video, enkripsi, dekripsi. I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang sangat pesat memungkinkan seseorang untuk melakukan penyebaran informasi dengan cepat. Banyak media yang dapat digunakan dalam penyebaran informasi seperti teks, gambar, video, suara, dan lainya. Dengan bantuan teknologi internet, semua seakan sangat mudah disebarkan. Video yang umumnya memiliki ukuran yang lebih besar daripada media lainnya menjadi tidak menjadi masalah saat muncul internet. Orang dapat dengan mudah menyebarkan video melalui situs-situs yang ada di internet. Namun terkadang kita sendiri tidak ingin video yang kita sebarkan dapat dilihat oleh orang lain, terkadang kita ingin agar apa yang kita sebarkan hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu saja. Oleh karena itu munculah suatu ilmu mengenai bagaimana menyembunyikan pesan agar hanya orang tertentu saja yang dapat melihat isi pesan tersebut yaitu kriptografi. Dalam perkembangannya, kriptografi semakin banyak jenisnya, salah satunya adalah kriptografi visual. Kriptografi visual memungkinkan suatu informasi disebarkan tanpa diketahui orang lain dengan cara memecah informasi tersebut menjadi beberapa bagian lalu untuk mendapatkan informasinya diperlukan semua ata beberapa bagian dari pecahannya itu. Kritografi visual pada awalnya hanya dilakukan pada berkas gambar hitam putih, namu seiring berjalannya waktu, banyak penelitian yang mengembangkan kriptografi visual ke arah gambar berwarna. Video sendiri adalah kumpulan gambar yang disusun sedemikian rupa sehingga orang yang melihatnya seakanakan melihat sesuatu yang bergerak padahal hal tersebut hanyalah kumpulan sekuen gambar diam. Melihat dari hal tersebut tentunya video juga dapat menjadi objek dalam kriptografi visual. II. IMAGE Image atau biasa kita sebut gambar atau citra merupakan suatu representasi, kemiripan atau imitasi dari suatu objek atau benda. Sedangkan dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus (continu) dari intensitas cahaya pada bidang 2 dimensi. Citra yang terlihat merupakan cahaya yang direpleksikan dari sebuah objek, objek tersebut kemudian memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut dan pantulan cahaya ditangkap oleh alat-alat optik misal mata manusia, kamera, scanner dan lainnya untuk kemudian direkam. Citra dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu 1. Citra tampak Contohnya : foto, gambar, lukisan, hologram, dan lainnya 2. Citra tidak tampak Contohnya : data foto/gambar dalam file, citra yang direpresentasikan dalam fungsi matematis (vector) Selain itu citra ada juga yang disebut sebagai citra digital yaitu citra yang disimpan dalam format digital (dalam bentuk file). Hanya citra digital yang dapat diolah menggunakan komputer, sedangkan yang lainnya perlu diubah dahulu menjadi citra digital sebelum dapat diolah dengan komputer.
2 III. VIDEO Video merupakan teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Secara umum, video dapat dilihat sebagai kumpulan gambar-gambar diam yang disusun sedemikian rupa sehingga mata manusia menangkapnya sebagai sebuah gambar yang bergerak. Dalam suatu video biasanya terdapat jumlah frame per detik. Hal ini merupakan banyaknya gambar diam setiap satuan waktu. Rentangnya sangat bermacam-macam mulai dari 6-9 frame untuk video yang dihasilkan oleh kamera mekanik. Sampai 120 frame per detik atau lebih untuk video yang dihasilkan dengan kamera yang lebih modern. Namun dari banyaknya rentang frame per detik yang ada, diambilah suatu standar untuk beberapa negara seperti Eropa, Asia, dan Australia kemudian Prancis dan Rusia menggunakan standar 25 frame per detik lalu untuk negara USA, Jepang, dan Kanada menggunakan standar 29,97 frame per detik. Untuk menampilkan suatu video terdapat dua buah teknik yang sering digunakan yaitu 1. Interlaced Merupakan teknik yang digunakan untuk menampilkan gambar dalam raster scanned display device seperti CRT televisi analog yang ditampilkan secara bergantian antara garis ganjil dan garis genap secara cepat tiap framenya. Refresh rate yang biasa digunakan adalah Hz. 2. Progressive Berbeda dengan interlace, teknik ini menampilkan gambar secara berurutan. Teknik ini digunakan pada CRT monitor komputer. Gambar 3.1 Perbedaan Interlaced dan Progressive Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, munculah video digital yang merupakan jenis sistem recording video dengan menggunakan sistem digital. Pada awalnya, digital video direkam ke dalam sebuah tape kemudian didistribusikan melalui optical disk misal VCD atau DVD dengan sebelumnya dirubah terlebih dahulu menjadi digital. Namun, seiring berkembangnya teknologi yang ada, proses perekaman yang dilakukan dapat langsung disimpan dalam disk atau solid state. Dengan penggunaan video digital kita diberikan beberapa keuntungan antara lain : 1. Dapat disimpan dalam media penyimpanan yang random seperti magnetic/optical disk. 2. Memberikan respon waktu yang cepat jika ingin mengakses bagian tertentu dari video. 3. Kualitas tidak akan mengalami penurunan meskipun disimpan dalam waktu yang lama. 4. Distribusi mudah. IV. KRIPTOGRAFI Merupakan suatu ilmu atau seni yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi. Ada empat aspek dasar kriptografi 1. Kerahasiaan Hanya orang yang memiliki otoritas saja yang dapat memperoleh informasi. 2. Integritas Informasi yang diberikan harus masih sama dengan yang dikirimkan. Disini dimaksudkan bahwa sistem yang ada harus mampu mendeteksi adanya perubahan dalam informasi asal. 3. Autentikasi Hany orang-orang tertentu saja atau orang yang menjadi tujuan yang mampu memperoleh informasinya. 4. Non-repudiasi Tidak dapat dilakukan penyangkalan tentang keaslian pesan atau informasi. Dalam kriptografi sendiri terdapat dua hal utama yang dilakukan yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi merupakan suatu peroses dimana pesan dirubah menggunakan aturan dan kunci tertentu sehingga orang awam tidak dapat membacanya lalu dekripsi merupakan proses untuk mengambalikan pesan yang ada menjadi pesan awal yang dapat dibaca. Berdasarkan kesamaan kuncinya, algoritma yang digunakan untuk melakukan enkripsi maupun dekripsi deibedakan menjadi dua yaitu 1. Algoritma kunci simetris Pada proses enkripsi dan dekripsinya digunakan sebuah kunci yang sama. 2. Algoritma kunci asimetris Pada proses enkripsinya menggunakan kunci yang berbeda dengan kunci yang digunakan saat melakukan dekripsi.
3 V. KRIPTOGRAFI VISUAL Kriptografi visual merupakan suatu teknik kriptografi yang memanfaatkan indra penglihatan manusia dimana teknik yang digunakan adalah dengan mengubah suatu informasi visual yang dienkripsi dengan suatu cara tertentu dimana pada saat melakukan dekripsi tidak diperlukan proses komputational. Teknik yang paling terkenal dalam kriptografi visual adalah teknik yang diperkenalkan oleh Moni Naor dan Adi Shamir pada tahun Mereka mendemonstrasikan teknik kriptografi visual dengan cara membagi sebuah gambar menjadi sebanyak n dimana akan kembali seperti semula jika semua n bagian digabungkan. Namu jika hanya terdapat n-1 saja maka tidak akan tampil gambar asalnya. Masing-masing bagian gambar dicetak dalam sebuat plastik transparan dan dekripsi yang dilakukan adalah dengan menumpuk semua bagiannya. Teknik ini disebut dengan teknik (N,N) karena membutuhkan n buah bagian untuk melakukan dekripsinya. Kemudian Moni Naor dan Adi Shamir juga memperkenalkan tenkin lain dimana hanya memerlukan 2 bagian saja untuk melakukan dekripsinya yaitu teknik (2,N). Seiring perkembangan yang ada, kriptografi visual sekarang tidak hanya terbatas pada teknik (N,N) saja atau (2,N) namun sekarang sudah dapat dilakukan dengan menggunakan (K,N), dimana k dalah suatu nilai lebih besar dari 2 dan kurang dari n, yang proses dekripsinya membutuhkan k bagian untuk mendapatkan gambar secara sempurna. Gambar 5.3 Gabungan Gambar Pertama dan Gambar Kedua Gambar 5.4 Gambar Asli VI. IMPLEMENTASI Tujuan akhir dari makalah ini adalah melakukan implementasi kriptografi visual pada berkas video. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, video merupakan kumpulan berkas gambar yang disusun secara berurutan. Oleh karena itu, proses yang akan dilakukan adalah seperti pada Gambar 6.1 Gambar 5.1 Pecahan Gambar Bagian Pertama Gambar 5.2 Pecahan Gambar Bagian Kedua
4 Mulai Mulai Buka berkas video Buka kumpulan berkas video Ambil frame gambar Share-share yang dimasukan Pecah gambar menjadi beberapa bagian share Ulangi sampai frame pada video habis Ambil frame gambar tiap video Simpan dalam array yang berisi kumpulan gambar share Lakukan proses OR pada masing-masing gambar Ulangi sampai frame pada video habis Buat kumpulan gambar menjadi video kembali Simpan hasil dalam suatu array Share-share yang dihasilkan Buat kumpulan gambar menjadi video kembali Selesai Gambar 6.1 Diagram Alir Proses Pembentukan Share Video Selesai Gambar 6.2 Diagram Alir Pembentukan Video Asli Sedangkan untuk melakukan penggabungannya dilakukan proses seperti pada Gambar 6.2 Sedangkan algoritma yang digunakan saat melakukan pemecahan gambar adalah 1. Tentukan panjang dan lebar gambar 2. Tentukan nilai k dan n 3. Ambil nilai recons ((n-k)+1) 4. Buat array 4 dimensi (n,w,h,32) 5. Ambil tiap piksel gambar 6. Translasikan ke dalam format 32 bit Alpha, Red, Green, Blue 7. Lakukan metode angka acak untuk membuat share dari 32 bit angkat tersebut
5 8. Masukkan hasilnya ke array 9. Buat array satu dimensi (n) untuk menyimpan gambar keluaran 10. Simpan share-share ke dalam array (n) 11. Bangkitkan hasil gambar yang ada pada array (n) Jika dituliskan dalam bahasa algoritmik maka akan menjadi ambil panjang (w) dan lebar (h) dapatkan recons = (n-k)+1 buat array[n,w,h,32] iterasi tiap piksel gambar ambil piksel yang bersangkutan konversi menjadi 32 bit ARGB lakukan metode angka acak untuk membagi share masukkan ke array[n,w,h,32] untuk setiap n, lakukan iterasi buat gambar berukuran w*h isi gambar tersebut dengan piksel yang ada di array simpan hasil tiap share Dengan menggunakan metode diatas dibuatlah aplikasi untuk melakukan pembangkitan sekaligus penggabungan share-share video seperti pada Gambar 6.3 Gambar 6.3 Aplikasi Kriptografi Visual Dari aplikasi yang diimplementasikan, salah satu frame yang diambil dari video yang dihasilkan terlihat pada Gambar 6.4 dan Gambar 6.5 Gambar 6.5 Bagian Gambar Kedua Gambar 6.4 Bagian Gambar Pertama
6 VII. ANALISIS Proses yang dilakukan aplikasi yang diimplementasikan sudah sesuai dengan tujuan dari makalah ini yaitu melakukan proses kriptografi visual pada berkas video. Share-share yang dihasilkanpun dapak kembali seperti semula setelah digabungkan kembali. Namun terdapat beberapa hal yang dapat digaris bawahi yaitu proses pembangkitan yang cukup lama. Untuk membangkitkan sebuah video berukuran 400x300 dengan 5 frame per detik dan memiliki durasi 10 detik diperlukan waktu cukup lama yaitu sekitar 5 menit. Hal ini menjadi kendala yang cukup signifikan dikarenakan video yang digunakan sebagai contoh bukanlah video yang umum. Video yang umum tersebar memiliki ukuran yang lebih besar daripada video yang digunakan sebagai contoh, maka dari itu sistem yang digunakan untuk pembangkitan share harus lebih modern. VIII. KESIMPULAN Kriptografi visual pada berkas video memungkinkan untuk dilakukan, namun dalam proses pembangkitan maupun penggabungannya diperlukan sistem yang cukup canggih sehingga waktu yang diperlukan dalam pembangkitan maupun penggabungan akan relatif lebih cepat. REFERENSI [1] Horng, G, dkk. Cheating in Visual Cryptography, Designs, Codes and Cryptography, 2006, pp [2] Munir, Rinaldi, Diktat Kuliah IF3058 Kriptografi, Program Studi Teknik Informatika ITB, [3] S. Kandar dan A. Maiti, K-N Secret Sharing Visual Cryptography Scheme For Color Image Using Random Number, International Journal of Engineering Science and Technology, pp , [4] Tanpa Nama, Slide Mata Kuliah Sistem Multimedia, Progam Studi Teknik Informatika ITB. PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 13 Mei 2012 Anselmus Krisma A K
Tanda Tangan Digital Untuk Gambar Menggunakan Kriptografi Visual dan Steganografi
Tanda Tangan Digital Untuk Gambar Menggunakan Kriptografi Visual dan Steganografi Shirley - 13508094 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pengembangan Fungsi Random pada Kriptografi Visual untuk Tanda Tangan Digital
Pengembangan Fungsi Random pada Kriptografi Visual untuk Tanda Tangan Digital Abdurrahman Dihya Ramadhan/13509060 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Penggunaan Ide Visual Kriptografi dalam Pengenkripsian Multimedia
Penggunaan Ide Visual Kriptografi dalam Pengenkripsian Multimedia Eric Christopher / 13509037 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Pemanfaatan Kriptografi Visual untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android
Pemanfaatan Kriptografi Visual untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android Raka Mahesa - 13508074 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Perbandingan Metode Visual Sharing Scheme dan General Access Structure pada Kriptografi Visual
Perbandingan Metode Visual Sharing Scheme dan General Access Structure pada Kriptografi Visual Shofi Nur Fathiya - 13508084 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Pemanfaatan Steganografi dalam Kriptografi Visual
Pemanfaatan Steganografi dalam Kriptografi Visual Muhamad Pramana Baharsyah Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 0, Bandung Email:
Kriptografi Visual Berwarna dengan Metode Halftone
Kriptografi Visual Berwarna dengan Metode Halftone Lio Franklyn Kemit - 13509053 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
VISUAL KRIPTOGRAFI PADA TEKS
VISUAL KRIPTOGRAFI PADA TEKS Abraham G A P E S / 13509040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Perbandingan Kriptografi Visual dengan Penyembunyian Pesan Gambar Sederhana Adobe Photoshop
Perbandingan Kriptografi Visual dengan Penyembunyian Pesan Gambar Sederhana Adobe Photoshop Risalah Widjayanti - 13509028 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
VIDEO By y N ur N ul ur Ad A h d ay a a y n a ti t 1
VIDEO By Nurul Adhayanti 1 VIDEO teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.
Analisis Penggunaan Algoritma RSA untuk Enkripsi Gambar dalam Aplikasi Social Messaging
Analisis Penggunaan Algoritma RSA untuk Enkripsi Gambar dalam Aplikasi Social Messaging Agus Gunawan / 13515143 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Digital Watermarking pada Gambar Digital dengan Metode Redundant Pattern Encoding
Digital Watermarking pada Gambar Digital dengan Metode Redundant Pattern Encoding Anselmus Krisma Adi Kurniawan - 13508012 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Kriptografi Visual dengan Memanfaatkan Algoritma ElGamal untuk Citra Berwarna
Kriptografi Visual dengan Memanfaatkan Algoritma ElGamal untuk Citra Berwarna Ahmad Fauzan - 13510004 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
PERANCANGAN PEMBANGKIT TANDA TANGAN DIGITAL MENGGUNAKAN DIGITAL SIGNATURE STANDARD (DSS) Sudimanto
Media Informatika Vol. 14 No. 2 (2015) PERANCANGAN PEMBANGKIT TANDA TANGAN DIGITAL MENGGUNAKAN DIGITAL SIGNATURE STANDARD (DSS) Abstrak Sudimanto Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI
Perbandingan Algoritma Kunci Nirsimetris ElGammal dan RSA pada Citra Berwarna
Perbandingan Algoritma Kunci Nirsimetris ElGammal dan RSA pada Citra Berwarna Whilda Chaq - 13511601 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Optimasi Konversi String Biner Hasil Least Significant Bit Steganography
Optimasi Konversi String Biner Hasil Least Significant Bit Steganography Aldi Doanta Kurnia - 13511031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pengembangan Metode Pencegahan Serangan Enhanced LSB
Pengembangan Metode Pencegahan Serangan Enhanced LSB Ikmal Syifai 13508003 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Steganografi Steganografi merupakan seni komunikasi rahasia dengan menyembunyikan pesan pada objek yang tampaknya tidak berbahaya. Keberadaan pesan steganografi adalah rahasia.
Studi dan Eksperimen terhadap Kombinasi Warna untuk Kriptografi Visual Warna Kromatik. Ibnu Alam
Studi dan Eksperimen terhadap Kombinasi Warna untuk Kriptografi Visual Warna Kromatik Abstrak Ibnu Alam 13506024 Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl.
Studi dan Analisis Teknik-Teknik Steganografi Dalam Media Audio
Studi dan Analisis Teknik-Teknik Steganografi Dalam Media Audio Pudy Prima - 13508047 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
: IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI ELGAMAL UNTUK FILE CITRA 2 DIMENSI
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Jalan MT Haryono 167 Telp & Fax. 0341 554166 Malang 65145 KODE PJ-01 PENGESAHAN PUBLIKASI
Studi Kriptografi Visual dengan Enkripsi Gambar Lain
Studi Kriptografi Visual dengan Enkripsi Gambar Lain Franciscus Borgias Dian Paskalis - 3507048 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Kriptografi Visual pada Citra Biner dan Citra Berwarna serta Pengembangannya dengan Steganografi dan Fungsi XOR
Kriptografi Visual pada Citra Biner dan Citra Berwarna serta Pengembangannya dengan Steganografi dan Fungsi XOR Muhammad Arif Romdhoni 13503108 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA SEBUAH CITRA
PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA SEBUAH CITRA Burhanuddin Damanik Program Studi Sistem Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia [email protected] ABSTRAK Steganografi adalah teknik penyembunyian data
I. PENDAHULUAN. Key Words Tanda Tangan Digital, , Steganografi, SHA1, RSA
Analisis dan Implementasi Tanda Tangan Digital dengan Memanfaatkan Steganografi pada E-Mail Filman Ferdian - 13507091 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
PENERAPAN METODA FILE COMPRESSION PADA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI
PENERAPAN METODA FILE COMPRESSION PADA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI Yuri Andri Gani 13506118 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Bandung, 40132, email: [email protected] Abstract Kriptografi
Kriptografi Visual Menggunakan Adobe Photoshop
Kriptografi Visual Menggunakan Adobe Photoshop Aden Rohmana / NIM: 13507114 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
KRIPTOGRAFI VISUAL (4,4) UNTUK BERBAGI 3 CITRA RAHASIA LEWAT 4 CITRA TERSANDI. Jevri Eka Susilo
KRIPTOGRAFI VISUAL (4,4) UNTUK BERBAGI 3 CITRA RAHASIA LEWAT 4 CITRA TERSANDI Jevri Eka Susilo Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof.
STEGANOGRAFI GANDA DENGAN MANIPULASI GAMBAR
STEGANOGRAFI GANDA DENGAN MANIPULASI GAMBAR Garibaldy W Mukti NIM : 13506004 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : Abstrak Makalah ini membahas tentang
TRIPLE STEGANOGRAPHY
TRIPLE STEGANOGRAPHY Abraham G A P E S / 13509040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
Kriptografi Visual dengan Metode Color Split
Kriptografi Visual dengan Metode Color Split Aden Rohmana #1 # Departemen Teknik Informatika ITB, Jl. Ganesha No. 1 Bandung - Indonesia 1 [email protected] Abstraksi Penerapan kriptografi visual
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Digital Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra terbagi 2 yaitu ada citra yang bersifat analog dan ada citra yang bersifat
Pemanfaatan Second Least Significant Bit dan Kunci Dua Kata Untuk Mencegah Serangan Enhanced LSB Pada Citra Digital
Pemanfaatan Second Least Significant Bit dan Kunci Dua Kata Untuk Mencegah Serangan Enhanced LSB Pada Citra Digital Achmad Dimas Noorcahyo - 13508076 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK KRIPTOGRAFI VISUAL TANPA EKSPANSI PIKSEL DAN ALGORITMA RLE
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK KRIPTOGRAFI VISUAL TANPA EKSPANSI PIKSEL DAN ALGORITMA RLE Dhina Bangkit Kumalasari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof.Drg.Suria
ENKRIPSI CITRA BITMAP MELALUI SUBSTITUSI WARNA MENGGUNAKAN VIGENERE CIPHER
ENKRIPSI CITRA BITMAP MELALUI SUBSTITUSI WARNA MENGGUNAKAN VIGENERE CIPHER Arifin Luthfi P - 13508050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penggabungan Algoritma Kriptografi Simetris dan Kriptografi Asimetris untuk Pengamanan Pesan
Penggabungan Algoritma Kriptografi Simetris dan Kriptografi Asimetris untuk Pengamanan Pesan Andreas Dwi Nugroho (13511051) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Steganografi dalam Penurunan dan Pengembalian Kualitas Citra konversi 8 bit dan 24 bit
Steganografi dalam Penurunan dan Pengembalian Kualitas Citra konversi 8 bit dan 24 bit David Soendoro Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2. Citra Digital Menurut kamus Webster, citra adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda. Citra digital adalah representasi dari citra dua dimensi
Implementasi Enkripsi File dengan Memanfaatkan Secret Sharing Scheme
Implementasi Enkripsi File dengan Memanfaatkan Secret Sharing Scheme Muhammad Aodyra Khaidir (13513063) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Insitut Teknologi Bandung
STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA SIMETRI BLOWFISH DAN ADVANCED ENCRYPTION STANDARD
STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA SIMETRI BLOWFISH DAN ADVANCED ENCRYPTION STANDARD Mohammad Riftadi NIM : 13505029 Program Studi Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No. 10, Bandung E-mail :
APLIKASI TEORI BILANGAN UNTUK AUTENTIKASI DOKUMEN
APLIKASI TEORI BILANGAN UNTUK AUTENTIKASI DOKUMEN Mohamad Ray Rizaldy - 13505073 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat e-mail: [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan perkembangan komputer dan alat pengambilan gambar secara digital yang semakin berkembang saat ini, sehingga menghasilkan banyak fasilitas untuk melakukan proses
Pemanfaatan Vigenere Cipher untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android
Pemanfaatan Vigenere Cipher untuk Pengamanan Foto pada Sistem Operasi Android Raka Mahesa - 13508074 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
APLIKASI PENGAMANAN DATA TEKS PADA CITRA BITMAP DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB)
APLIKASI PENGAMANAN DATA TEKS PADA CITRA BITMAP DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) Mesran dan Darmawati (0911319) Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang
Kriptografi Audio Dengan Teknik Interferensi Data Non Biner
Kriptografi Audio Dengan Teknik Interferensi Data Non Biner Muhamad Fajrin Rasyid 1) 1) Program Studi Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstract Kriptografi audio
Studi Digital Watermarking Citra Bitmap dalam Mode Warna Hue Saturation Lightness
Studi Digital Watermarking Citra Bitmap dalam Mode Warna Hue Saturation Lightness Evan 13506089 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Enkripsi Pesan pada dengan Menggunakan Chaos Theory
Enkripsi Pesan pada E-Mail dengan Menggunakan Chaos Theory Arifin Luthfi P - 13508050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Teknik Penyisipan Pesan pada Kanal Citra Bitmap 24 bit yang Berbeda-beda
Teknik Penyisipan Pesan pada Kanal Citra Bitmap 24 bit yang Berbeda-beda Muhammad Reza Mandala Putra (13509003) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
BAB 2 LANDASAN TEORI
5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Steganografi Secara umum steganografi merupakan seni atau ilmu yang digunakan untuk menyembunyikan pesan rahasia dengan segala cara sehingga selain orang yang dituju, orang lain
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latarbelakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang latarbelakang penulisan, rumusan masalah, batasan masalah yang akan dibahas, serta tujuan penelitian skripsi ini. Manfaat dalam penelitian, metodelogi
Studi dan Implementasi Algoritma kunci publik McEliece
Studi dan Implementasi Algoritma kunci publik McEliece Widhaprasa Ekamatra Waliprana - 13508080 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TEKNIK STEGANOGRAFI METODE LSB (LEAST SIGNIFICANT BIT) DAN POLYBIUS SQUARE CIPHER PADA CITRA DIGITAL
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TEKNIK STEGANOGRAFI METODE LSB (LEAST SIGNIFICANT BIT) DAN POLYBIUS SQUARE CIPHER PADA CITRA DIGITAL Suci Nurhayani (12110388) Mahasiswi Program Studi Teknik Informatika STMIK Budidarma
Studi, Perbandingan Metode Steganografi, dan Metode Steganalisis pada Berkas HTML
Studi, Perbandingan Metode Steganografi, Metode Steganalisis pada Berkas HTML Daniel Widya Suryanata / 13509083 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro Informatika Institut Teknologi Bandung,
BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL 2.1 Citra Secara harafiah, citra adalah representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi pada bidang dari suatu objek. Ditinjau dari sudut pandang matematis,
KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL
INFORMATIKA Mulawarman Februari 2014 Vol. 9 No. 1 ISSN 1858-4853 KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL Hendrawati 1), Hamdani 2), Awang Harsa
Kriptografi Visual Sederhana Berbasis Nilai Modulo pada Intensitas Warna Gambar RGB
Kriptografi Visual Sederhana Berbasis Nilai Modulo pada Intensitas Warna Gambar RGB Ignatius Evan Daryanto (13511019) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Steganografi Steganografi adalah mekanisme penanaman atau penyisipan pesan (m) kedalam sebuah cover objek (c) menggunakan kunci (k) untuk berbagi rahasia kepada orang lain,
Pengantar Pengolahan Citra. Ade Sarah H., M. Kom
Pengantar Pengolahan Citra Ade Sarah H., M. Kom Pendahuluan Data atau Informasi terdiri dari: teks, gambar, audio, dan video. Citra = gambar adalah salah satu komponen multimedia yang memegang peranan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Steganografi Steganografi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu kata steganos yang artinya tulisan tersembunyi (covered writing) dan kata graphos yang berarti tulisan. Sehingga steganografi
Penentuan Palet Warna pada Gambar Raster dengan Algoritma Divide and Conquer
Penentuan Palet Warna pada Gambar Raster dengan Algoritma Divide and Conquer Malvin Juanda / 13514044 Program Studi Tekik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA Rachmansyah Budi Setiawan NIM : 13507014 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha
Studi dan Analisis Mengenai Aplikasi Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher
Studi dan Analisis Mengenai Aplikasi Matriks dalam Kriptografi Hill Cipher Ivan Nugraha NIM : 13506073 rogram Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No. 10 Bandung E-mail: [email protected]
Pemampatan Data Sebagai Bagian Dari Kriptografi
Pemampatan Data Sebagai Bagian Dari Kriptografi Muhammad Ismail Faruqi, Adriansyah Ekaputra, Widya Saseno Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung
TEKNIK MULTIMEDIA. PERTEMUAN 4 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom
TEKNIK MULTIMEDIA PERTEMUAN 4 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom BAB IV VIDEO VIDEO Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan
APLIKASI PENGHAPUSAN BAYANGAN PADA IMAGE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS (FCM) SKRIPSI
APLIKASI PENGHAPUSAN BAYANGAN PADA IMAGE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS (FCM) SKRIPSI OLEH: FARIS SANTA EKA WIARTA NPM : 0736010025 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI - FTI UNIVERSITAS
Pengembangan Kriptografi Visual dengan Menggunakan Adobe Photoshop
Pengembangan Kriptografi Visual dengan Menggunakan Adobe Photoshop Muhamad Rizky Yanuar - 13508015 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA
PENGGUNAAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI BERDASARKAN KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK KEDUANYA Rachmansyah Budi Setiawan NIM : 13507014 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS Efriawan Safa (12110754) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisimangaraja No. 338 Simpang Limun www.inti-budidarma.com
MULTI DIGITAL SIGNATURE PADA VIDEO, AUDIO, DAN SUBTITLE
MULTI DIGITAL SIGNATURE PADA VIDEO, AUDIO, DAN SUBTITLE Garibaldy W Mukti NIM : 13506004 E-mail : Abstrak Plagiarisme merupakan suatu perbuatan meniru atau mengubah suatu karya yang kemudian dipublikasikan
APLIKASI ENKRIPSI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GINGERBREADMAN MAP. Suryadi MT 1 Tony Gunawan 2. Abstrak
APLIKASI ENKRIPSI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GINGERBREADMAN MAP Suryadi MT 1 Tony Gunawan 2 1 Departemen Matematika, FMIPA Universitas Indonesia 2 Jurusan Teknik Informatika, FTI Universitas Gunadarma
ABSTRCTK & EXEUTIVE SUMMARY HIBAH BERSAING. Sistem Pengkodean File Image Kedalam Citra Foto Menggunakan Teknik Steganografi
MIPA ABSTRCTK & EXEUTIVE SUMMARY HIBAH BERSAING Sistem Pengkodean File Image Kedalam Citra Foto Menggunakan Teknik Steganografi Oleh : Kiswara Agung Santoso, M.Kom NIDN : 0007097202 Kusbudiono, M.Si NIDN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan media komunikasi di masa sekarang ini, pertukaran data dan informasi pun menjadi sangatlah mudah. Perkembangan media komunikasi
KRIPTOGRAFI PADA FILE AUDIO MP3 MENGGUNAKAN METODE PENGEMBANGAN TRANSPOSISI
KRIPTOGRAFI PADA FILE AUDIO MP3 MENGGUNAKAN METODE PENGEMBANGAN TRANSPOSISI Said Fachmi Salim*,1, Zainal Arifin 2, Dyna Marisa Khairina 3 1,2,3 Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas
Modifikasi Cipher Block Chaining (CBC) MAC dengan Penggunaan Vigenere Cipher, Pengubahan Mode Blok, dan Pembangkitan Kunci Berbeda untuk tiap Blok
Modifikasi Cipher Block Chaining (CBC) MAC dengan Penggunaan Vigenere Cipher, Pengubahan Mode Blok, dan Pembangkitan Kunci Berbeda untuk tiap Blok Fatardhi Rizky Andhika 13508092 Program Studi Teknik Informatika
Deteksi Plagiarisme Gambar menggunakan Algoritma Pencocokan Pola Rabin-Karp
Deteksi Plagiarisme Gambar menggunakan Algoritma Pencocokan Pola Rabin-Karp Fadhil Imam Kurnia - 13515146 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Aplikasi Teori Kombinatorial Dalam Penomeran Warna
Aplikasi Teori Kombinatorial Dalam Penomeran Warna Felix Terahadi - 13510039 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Penerapan Interpolasi Polinom pada Sinkronisasi Subtitle
Penerapan Interpolasi Polinom pada Sinkronisasi Subtitle Okaswara Perkasa (13510051) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
BAB IV. HASIL DAN ANALISIS
BAB IV. HASIL DAN ANALISIS 4.1 Implementasi Sistem penyembunyian data digital berupa gambar ini menggunakan penggabungan dua buah metode yaitu metode 4- LSB dan Visual Cryptography. Sehingga pembangunan
Studi Perbandingan Metode DCT dan SVD pada Image Watermarking
Studi Perbandingan Metode DCT dan SVD pada Image Watermarking Shofi Nur Fathiya - 13508084 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
BAB I PENDAHULUAN. Informasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam. kehidupan kita. Seperti dengan adanya teknologi internet semua
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Informasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Seperti dengan adanya teknologi internet semua orang memanfaatkannya sebagai media pertukaran
Penerapan Teori Graf dan Graf Cut pada Teknik Pemisahan Objek Citra Digital
Penerapan Teori Graf dan Graf Cut pada Teknik Pemisahan Objek Citra Digital Rio Dwi Putra Perkasa 13515012 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Pengertian Citra Secara harfiah, citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus (continue)
ANALISIS KEKUATAN DAN DAYA TAMPUNG PESAN OPTIMAL PADA CITRA STEGANOGRAFI METODE STEGO N BIT LSB DENGAN PENGURUTAN GRADASI WARNA
ANALISIS KEKUATAN DAN DAYA TAMPUNG PESAN OPTIMAL PADA CITRA STEGANOGRAFI METODE STEGO N BIT LSB DENGAN PENGURUTAN GRADASI WARNA David Samuel NIM: 13506081 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi
BAB I PENDAHULUAN. khususnya di bidang komputer memungkinkan seorang. membutuhkan sebuah perangkat yang terhubung ke internet. Informasi yang kita
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Seiring dengan sangat pesatnya perkembangan jaringan data dan kemajuan teknologi informasi khususnya di bidang komputer memungkinkan seorang untuk berkomunikasi dan
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Rancang Bangun Sistem Pemantau Ruangan Berbasis Multi Kamera untuk Smartphone Android pada Jaringan Pikonet yang Adaptif terhadap Perubahan Situasi Ruangan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis III.1.1. Analisis Didalam pross perancangan aplikasi ini sebelumnya dilakukan beberapa pengamatan terhadap pentingnya melakukan proses enkripsi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Citra adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda. Citra dapat dikelompokkan menjadi citra tampak dan citra tak tampak.
RANCANGAN,IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ZENARC SUPER CIPHER SEBAGAI IMPLEMENTASI ALGORITMA KUNCI SIMETRI
RANCANGAN,IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ZENARC SUPER CIPHER SEBAGAI IMPLEMENTASI ALGORITMA KUNCI SIMETRI Ozzi Oriza Sardjito NIM 13503050 Program Studi Teknik Informatika, STEI Institut Teknologi Bandung
Perbandingan Metode Enveloping BPCS dan DE dalam Kriptografi Visual dengan Tambahan Noise
Perbandingan Metode Enveloping BPCS dan DE dalam Kriptografi Visual dengan Tambahan Noise Ronsen Purba 1, Ali Akbar Lubis 2, Wulan Sri Lestari 3 Prodi Teknik Informatika STMIK Mikroskil Medan, Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi, teknik dan metode penyampaian pesan rahasia pun semakin beragam. Terdapat berbagai bentuk pesan rahasia seperti pesan teks, pesan citra,
ARDES : Sebuah Algortima Block Cipher Modifikasi Data Encryption Standard
ARDES : Sebuah Algortima Block Cipher Modifikasi Data Encryption Standard Adhika Aryantio 13511061 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, ITB Bandung, Indonesia Muhammad Rian
Kriptografi Kuantum dengan gagasan Bennet dan Bassard
Kriptografi Kuantum dengan gagasan Bennet dan Bassard Anwari Ilman (13506030) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40132. Email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas tentang penggunaan
Pembangkit Kunci Acak pada One-Time Pad Menggunakan Fungsi Hash Satu-Arah
Pembangkit Kunci Acak pada One-Time Pad Menggunakan Fungsi Hash Satu-Arah Junita Sinambela (13512023) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pemanfaatan Himpunan Dalam Seleksi Citra Digital
Pemanfaatan Himpunan Dalam Seleksi Citra Digital Edwin Zaniar Putra - 13507066 Program Studi Teknik Informatika, STEI, ITB, Bandung, email: [email protected] Abstrak Dalam makalah ini dibahas tentang
