,, Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti ounga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya" (I Petrus 1: 24, 25) Untuk : IOU, moak Yani, moak Nunung, dan setiap orang yang hidup bukan untuk dlrinya sendiri.
PENGARUPS PEMBERBAN AMTIVATOR BBTORAN KERBAU TERHADAP XEGEPATAM DEKOMPOSPSH DAN MUALITAS K0MPOS JUWUSAN TAMAN PAKULPAS PERTANIAM, lmstltut PEPZTANIAN BOGOW
RINGKASAN AND1 TRIDARMANTO. Pengaruh Pemberian Aktivator Kotoran Kerbau Terhadap Kecepatan Dekomposisi dan Kualitas Kompos (~ibawah bimbingan NAIK SINUKABAN dan SUDARRO). Penelitian ini dilakukan disekitar lokasi pembuengan sampah Dreded-Bondongan, Bogor. Analisa unsur-unsur dila- kukan di laboratorium Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Pangan, Cimanggu, Bogor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa taraf pemberian aktivator kotoran kerbau, terha- dap kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos, melalui ca- ra pengomposan aerobik dan anaerobik. Taraf pemoerian kotoran yang dipakai adalah 33$, 16%, 11$, dan 0%. Setiap perlakuan dikenakan 2 ulangan. Sist i m pengomposan yang digunakan adalah sistim pengomposan aerobik dan anaerobik. Denyan demikian terdapat 16 satu- an percobaan, yang terdiri dari B satuan untuk sistim pengomposan aerobik dan 8 satuan untuk sistim pengomposan anaerobik. Untuk mengetahui pengaruh aktivator kotoran kerbau terhadap kecepatan dekompos~si sampah, dilakukan pengama- tan terhadap nilai C/N terendah dan relatif telah konstan dari bahan kompos, serta waktu untuk mencapai nilai terse- but. Sedangkan untuk melihat kualitas kompos dilakukan pengamatan terhadap kandungan unsur N, P, K, Ca, dan C.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian ko- toran kerbau tidak memberikan pengaruh nyata terhadap ke- cepatan dekomposisi, kualitas, dan produksi kompos. Akan tetapi kotoran kerbau cenderung meningkatkan kecepatan de- komposisi, kualitas, dan produksi kompos. Taraf pemberian kotoran 33% secara umum menghasilkan kompos berkualitas lebih baik daripada kompos yang dihasilkan oleh taraf pemberian kotoran 16$, I?$, dan 0%. Taraf pemberian kotoran 11% mempunyai saat pematangan kompos lebih cepat daripada taraf pemberian kotoran 33%, 16%, dan 0%. Sistim pengom- posan aerobik menghasilkan kompos dengan kandungan P, K, dan Ca lebih besar daripada sistim pengomposan anaerobik, tetapi mempunyai kandungan N dan C lebih kecil. Pengoin,+ posan aerobik memberikkn hasil kompos lebih kecil daripada sistim pengomposan anaerobik. Selama proses dekomposisi kompos terjadi perubahan suhu dan ph. Kisaran perubahan suhu kompos adalah 25-0 40 C, sedang kisaran perubahan ph kompos adalah 7-9. Kadar air kompos menurun selama proses pengomposan.
PENGARUH PERBERIAN AKTIVATOR KOTORAN KERBAU TERHADAP KECEPATAN DEKOI'IPOSISI DAN KUALITAS KONPOS o l e h AN01 TRIDARNANTO A18.1381 Laporan Penelaahan Masalah Khusus sebagai salah satu syarat untuk rnemperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor JURUSAN TANAH
Judul Laporan : PENGARUH PERSERIAN AKTIVATOR KOTORAN KERSAU TERHADAP KECEPATAN DEKOMPOSISI DAN KUALITAS KOMPOS Nama Mahasiswa : AND1 TRIDARMANTO Nomor pokok : A18.1381 Menyetujui Komisi Pembimbing (Or Ir Naik ~inukaban) Ketua (1r ~udarmo) Anggota ( Dr Ir Lutfi I. Nasoetion ) Ketua Jurusan langgal ~ulus : 25 O~TOBEP. lq8s
RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 28 Januasi 1963 di Surabaya, Jawa Timur, merupakan putra ke tiga bapak Adji- poesaka dan ibu fioerdiati dari tiga bersaudara. Pada tahun 1974, penulis lulus dari Sekolah Dasar Negeri Gedongan I di kota Rojokerto, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri I1 di kota yang sama. Pada tahun 1977, melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Ne- geri I1 Surabaya, dan lulus pada tahun 1981. Pada tahun 1981, diterima sebagai mahasiswa Institut ~ertanian Bogor melalui Proyek Perintis 11, selanjutnya pada tahun 1982 mengambil bidang keahlian Ilmu-ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
KATA PENGANTAR Karena rahmatnya laporan ini dapat diselesaikan. Salah satu penyebab pencemaran lingkungan adalah sam- pah. Masalah sampah timbul karena ketidakseimbangan ants-.> ra produksi sampah dan pengelolaannya, sehingga terjadi penimbunan sampah. Tertimbunnya sampah akan menyebabkan berbagai masalah, yaitu kesehatan, pencemaran lingkungan, dan keamanan. Pengomposan adalah salah satu cara untuk me- nangani dan memanfaatkan sampah, yang menghasilkan pupuk organik dan makanan binatang. Masalah yang dihadapi pada proses pengomposan adalah bagaimana meningkatkan kualitas kompos dan mempersingkat saat pematangannya, sehingga akan meningkatkan peranannya sebagai pupuk dan sebagai salah satu cara penanggulangan masalah sampah. Dalam laporan ini, dibahas tentang peng- gunaan kotoran kerbau sebagai aktivator, untuk mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kualitas kompos. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Dr Ir Naik Sinukaban dan Ir Sudarrno, selaku dosen pembimbing, atas segala bimbingan dan pengarahan yang diberikan. 2. Dr Ir Lutfi I. Nasoetion sebagai ketua Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bo- gor, serta seluruh staf dan karyawan yang telah menyediakan sarana untuk menunjang terlaksananya
penelitian ini; juga kepada seluruh karyawan Laboratorium Tanah dan karyauan Perpustakaan di lingkungan Institut Pertanian Bogor. 3. Ir Basita Ginting beserta Staf Dosen Fakultas Peternakan, atas segala bantuannya. 4. Peyauai Dinas Kebersihan Kotamadya Bogor, atas bantuannya dalam pelaksanaan percobaan. 5. Semua pihak yang telah membantu, baik dalam menyelesaikan penelitian, maupun dalam penulisan laporan. - Akhirnya penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan dalam penyusunan laporan selanjutnya. Semo- ga laporan ini bermanfaat bagi yang membaca. Bogor, Nopember 1985 Penulis
DAFTAR IS1 DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR PENDAHULUAN...... Halaman Latar Belakang... 1 Tujuan Penelitian... 3 TIiVJAUAN PUSTAKA Bahan Organik... 4 Dekomposisi Bahan Organik... 4. Sampah... 6 Kompos... B Kotoran Ternak... 16 BAHAN DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian... 18 Bahan dan Alat... 18 metoda... 18 Rancangan Percobaan... 22 HASIL DAN PEMBAI~ASAN Temperatur... 23 Perubahan ph dan Kadar A i r... 24 Kecepatan Dekomposisi Kompos... 26 Kualitas Kompos... 29 Produksi Kompos... 31