BAB 5 SIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan uraian-uraian hasil penelitian dari bab sebelumnya hasil yang dapat disimpulkam sebagai berikut: 1. Tingkat agresivitas andikpas di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang tergolong cukup tinggi karena lebih dari 50% andikpas memiliki skor agresi yang termasuk kategori tinggi. 2. Jenis agresi yang banyak ditampilkan adalah physical aggression dan verbal aggression. Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara yang dilakukan terhadap 10 andikpas dengan tingkat agresi rendah sampai tinggi. 3. Terlihat adanya perbedaan tingkat agresivitas jika ditinjau dari ukuran cahaya ruang tahanan. Hasil yang terlihat, andikpas yang menempati kamar tahanan biasa memiliki tingkat agresivitas jika dibandingkan dengan andikpas yang menepati blok besar dan blok kecil. 5.2 Diskusi Pada penelitian ini, tingkat agresi yang dihasilkan dari hasil kuesioner agresi dapat dikatakan cukup tinggi dengan presentase 50,54%. Itu artinya lebih dari setengah subjek yang diteliti mempunyai tingkat agresi yang tinggi.subjek-subjek ini mempunyai rentan umur 14-19 tahun dengan tingkatan pendidikan yang berbeda juga.kebanyakan perilaku agresi yang dimunculkan masuk dalam dimensi verbal aggression dan physical aggression. Selain dengan menggunakan kuesioner agresi dari Buss dan Perry, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih tentang subjek yang diteliti. Kemudian peneliti mengambil 10 subjek dari total 91 subjek untuk diwawancarai, tentunya yang memiliki skor kuesioner rendah sampai tinggi.dari hasil wawancara, rata-rata mereka semua pernah terlibat perkelahian baik secara verbal maupun fisik.faktor lingkungan menjadi penyebab
utama mereka melakukan tindakan agresi.bukan hanya pada saat mereka di lapas, tindakan agresi juga sudah tertanam sebelum mereka masuk ke lapas. Dalam penelitian ini, ukuran cahaya sangat berpengaruh pada tingkat agresivitas, namum tidak terlepas dari ukuran cahaya ruang tahanan.itu dikarenakan ukuran ruangan juga sangat berpengaruh terhadap persebaran cahaya yang dihasilkan oleh cahaya yang ada.untuk itu, sangat perlu juga dilakukan pengukuran tergadap ukuran ruangan agar hasilnya menjadi lebih valid. Dalam melakukan penelitian ini tentunya peneliti juga mempunyai keterbatasan dan juga kendala. Seperti adanya ketidaksesuaian antara hasil kuesioner dan hasil wawancara, sulitnya membangun hubungan antara subjek dan peneliti, kurangnya motivasi dari subjek untuk mengerjakan kuesioner yang dibagikan, banyaknya kegiatan yang harus dilakukan oleh andikpas yang menyebabkan peneliti tidak bisa menambah jumlah subjek dan yang paling utama adalah sulitnya akses untuk mendapatkan data karena harus mengikuti prosedur yang ada. 5.3 Saran 1. Harus ada penanganan atau treatment yg berkaitan dgn penelitian sebelumnya. Misalnya jika ada andikpas yang mempunyai tingkat agresi tinggi, maka mereka bisa mengikuti kegiatan-kegiatan seperti membuat keterampilan atau kegiatan kesenian lainnya yang dapat mengurasi resiko adanya tindak agresi. Dan untuk andikpas yang mempunyai tingkat agresi rendah, mereka mungkin bisa disibukan dengan hal serupa dengan harapan tidak ada perubahan perilaku kea rah yang negatif yang dapat dilakukan oleh andikpas.. 2. Perlunya cahaya yang cukup terang didalam ruang tahanan karena ukuran cahaya yang ada sekarang tergolong sangat rendah dan tidak sesuai dengan minimal pencahyaan yang ada. Untuk itu, ukuran cahaya perlu ditambah lagi. 3. Pemahaman mengenai penelitian-penelitian sebelumnya tentang agresi dan pencahayaan sangat diperlukan dalam penelitian ini, dan perlunya jurnal yang membahas penelitian ini agar nanti ada perkembangan terhadap penelitianpenelitian selanjutnya perihal topik yang sama.
3 4. Penambahan subjek sangat diperlukan agar penelitian menjadi lebih valid dan mungkin akan mengasilkan penelitian baru mengenai pencahayaan dan tingkat agresivitas. 5. Perlunya penambahan alat ukur psikologi dalam menunjang penelitian, seperti wartegg test, 6. Dapat menjadi refernsi bagi penelitian selanjutnya, tentunya yang berhubungan dengan pencahayaan dan tingkat agresivitas.
4
Daftar Pustaka Karlen, M., & Benya, J. (2004).Dasar-dasar Desain Pencahayaan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Breckler, S., Olson, J. M., & Wiggins, E. C. (2006).Social Psychology Alive. United States: Thomson. Santrock, J.W (2003). Psychology (7 th Edition). Boston: Mc Graw-Hill Bell, P. A., Greene. T. C., Fisher. J. D.,& Baum. A. (2001).Environmental Psychology (5 th ed). Orlando: Earl McPeek. Watson, D. L., & Joyce. F. (1984).Social Psychology. United States: Scott, Foresman and Company. Geen. R. G. (2001). Human Aggression. Philadelphia: Buckingham Amin.N. (2011).Optimasi Sistem Pencahayaan dengan Memanfaatkan Cahaya Alami.Jurnal Ilmiah Foristek, Vol 1, No 1.43-50. Praptiana.S. (2013).Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Agresivitas Remaja dalam Menghadapi Konflik Sebaya dan Pemaknaan Gender.Jurnal Sains dan Praktik Psikologi.Vol 1, No. 1.1-13. Siddiqah.L. (2010).Pencegahan dan Penanganan Perilaku Agresif Remaja Melalui Pengolahan Amarah.Jurnal Psikologi. Vol 37, No.1. 50-64. Milla. M. N. (2010).Pengaruh Terpaan Kekerasan Perilaku Agresif. Jurnal Psikologi.Volume 33, No. 2. 1 16. Hogg. M. A., Vaughan. G. M. (2008). Social Psychology. Spain: Pearson Darmasetiawan, C. and Puspakesuma, L. (1991).Teknik Pencahayaan dan Tata Letak Lampu, Gramedia, Jakarta. Buss, A.H & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire.Jurnal of personality and social psychology vol 63, no 3, hal 452-459. The American Psychological Assosiation 5
Schiffman, H.R (1995). Sensation and Perception An Integrated Approach (4 th Edition). US. John Wilay & Sons, INC. Baron, R.A., & Byrne, D. (2004).Social Psychology. Boston: Pearson Education Aiken, L.R., & Marnat, G. (2006).Psychological Testing and Assessment. Boston, MA: Pearson Education Sarwono, S.W. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta