LAVA FLOW, PYROCLASTIC FALLS, and PYROCLASTIC DENSITY CURRENT

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 6 Steady explosive eruptions

CHAPTER 8 PYROCLASTIC FALLS AND PYROCLASTIC DENSITY CURRENT

Fisika Gunung Api JENIS SKALA DAN FREKUENSI LETUSAN

TRANSIENT VULCANIC ERUPTION

BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK

6.padang lava Merupakan wilayah endapan lava hasil aktivitas erupsi gunungapi. Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi.

Eruption styles, scales, and frequencies

2015, No Indonesia Tahun 1997 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3676); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2012 tentang Keselamatan da

Morfologi dan Litologi Batuan Daerah Gunung Ungaran

Beda antara lava dan lahar

JENIS-JENIS ERUPSI GUNUNG API

MIGRASI MAGMA. 1. Pendahuluan. 2. Pembentukan Diapire

II. TINJAUAN PUSTAKA

MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA

BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR

BAB I PENDAHULUAN. dibanding erupsi tahun 2006 dan Dari tiga episode tersebut, erupsi terbesar

3.2.3 Satuan lava basalt Gambar 3-2 Singkapan Lava Basalt di RCH-9

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TEORI ALIRAN PANAS 7 BAB II TEORI ALIRAN PANAS. benda. Panas akan mengalir dari benda yang bertemperatur tinggi ke benda yang

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA

TEKANAN PADA ERUPSI GUNUNG BERAPI

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.3. linier. effusif. sentral. areal. eksplosif

AsaI Gejaia Volkanisme (Kegunungapian) Pada beberapa tempat di bumi sering tertihat suatu massa cair pijar yang dikenal dengan nama magma, keluar

Definisi Vulkanisme. Vulkanisme

PAPER KARAKTERISTIK HIDROLOGI PADA BENTUK LAHAN VULKANIK

TIPE ERUPSI, SKALA, DAN FREKUENSINYA

TRANSIENT VOLCANIC ERUPTION

PENGUKURAN VISKOSITAS. Review Viskositas 3/20/2013 RINI YULIANINGSIH. Newtonian. Non Newtonian Power Law

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

2. TINJAUAN PUSTAKA. Pelapisan massa air merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan

ALIRAN FLUIDA. Kode Mata Kuliah : Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng

BAB II PETROLOGI BATUAN BEKU EKSTRUSI A. PENGERTIAN BATUAN BEKU EKSTRUSIF

LAPORAN PRAKTIKUM PETROLOGI

MAGMA GENERATION. Bab III : AND SEGREGATION

BAB I PENDAHULUAN. terbanyak di dunia dengan 400 gunung berapi, terdapat sekitar 192 buah

BAB II DASAR TEORI. m (2.1) V. Keterangan : ρ = massa jenis, kg/m 3 m = massa, kg V = volume, m 3

MEKANIKA FLUIDA I HMKK 325. Dr. Aqli Mursadin Rachmat Subagyo, MT

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)

DEFINISI. Kata Rheologi berasal dari bahasa YUNANI. menggambarkan aliran zat cair atau perubahan bentuk (deformasi) zat di bawah tekanan

SISTEM VULKANISME DAN TEKTONIK LEMPENG

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi fluida

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI Hasil Uji Model Hidraulik UWS di Pelabuhan PT. Pertamina RU VI

BAB I PENDAHULUAN. letusan dan leleran ( Eko Teguh Paripurno, 2008 ). Erupsi lelehan menghasilkan

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Rumus bilangan Reynolds umumnya diberikan sebagai berikut:

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida

Contents BAB I... 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pokok Permasalahan Lingkup Pembahasan Maksud Dan Tujuan...

BAB II Geomorfologi. 1. Zona Dataran Pantai Jakarta,

8. FLUIDA. Materi Kuliah. Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari letusan gunungapi, pada

BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Mars, Dewa Perang.

ROLE OF VOLATILE 1 Pendahuluan 2 Volatil (bahan yang mudah larut) dalam magma

BATUAN BATUAN BEKU, BATUAN SEDIMEN, DAN BATUAN MALIHAN/METAMORF

PETROGRAFI BATUAN PIROKLASTIK. Agus Hendratno

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI

Ciri dari fluida adalah 1. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah

KARAKTERISTIK ZAT CAIR Pendahuluan Aliran laminer Bilangan Reynold Aliran Turbulen Hukum Tahanan Gesek Aliran Laminer Dalam Pipa

BAB III LANDASAN TEORI

BENTUK LAHAN (LANDFORM) MAYOR DAN MINOR

BAB I PENDAHULUAN. Lamongan dan di sebelah barat Gunung Argapura. Secara administratif, Ranu Segaran masuk

1 AL A LUVI A FAN A S A l l uvi v a i l fan:

Satuan Operasi dan Proses TIP FTP UB

MEKANIKA FLUIDA CONTOH TERAPAN DIBIDANG FARMASI DAN KESEHATAN?

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pelabuhan, fasilitas pelabuhan atau untuk menangkap pasir. buatan). Pemecah gelombang ini mempunyai beberapa keuntungan,

BAB I PENDAHULUAN. Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di

FAKTOR PEMBENTUK TANAH

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FLUIDA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia

Gunungapi (Volcano)* Pokok Bahasan. Pendahuluan

HUKUM STOKES. sekon (Pa.s). Fluida memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

BAB III LANDASAN TEORI

Aliran Turbulen (Turbulent Flow)

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II TATANAN GEOLOGI

STANDAR KOMPETENSI. kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Efflux Time BAB I PENDAHULUAN

Rheologi. Rini Yulianingsih

Karakteristik Air. Siti Yuliawati Dosen Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan 25 September 2017

Sifat-sifat Penting Fluida

Tipe Gunungapi Komposit (Strato( Strato) Sifat Gunungapi Tipe Strato

L O N G S O R BUDHI KUSWAN SUSILO

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.5

TINJAUAN PUSTAKA. A. Material Vulkanik Merapi. gunung api yang berupa padatan dapat disebut sebagai bahan piroklastik (pyro = api,

BAB II LANDASAN TEORI. bisa mengalami perubahan bentuk secara kontinyu atau terus-menerus bila terkena

DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT FLUIDA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Sungai

APLIK I AN LAN AN EKAP

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan lahan (land use) diartikan sebagai setiap bentuk intervensi

Definisi dan Sifat Fluida

FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI

BAB II. Tinjauan Pustaka

PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA

Jenis Bahaya Geologi

Transkripsi:

LAVA FLOW, PYROCLASTIC FALLS, and PYROCLASTIC DENSITY CURRENT

Lava Flow

Aliran Lava (Lava Flow) adalah magma yang keluar dari permukaan dan mengalir dipermukaan, bisa di darat, bisa di dasar laut. Volcanic Lava flow di Russia Aliran lava adalah bagian paling berbahaya dari seluruh proses dalam letusan gunung berapi.

Yang mempengaruhi seberapa jauh aliran lava: Suhu arus Kandungan silika Tingkat ekstrusi Kemiringan lahan Aliran lahar dingin yang memiliki kandungan silika tinggi tidak akan mengalir jauh (viskositas tinggi). Aliran basalt (seperti di Hawaii) yang memiliki kandungan silika yang rendah (viskositas rendah) akan mengalir jauh (viskositas rendah).

Aliran Lava dari Pahoehoe toe

Origin Of Lava Flow Lava flow secara umum terbentuk ketika magma melimpah keluar dari ventilasi vulkanik kemudian kepermukaan sekitarnya dan bergerak menurun sesuai dengan hukum gravitasi.

Fire Fountain Aliran lava dapat terbentuk secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung: Aliran lava berasal dari limpahan magma yang cair dan jatuh dari ventilasi vulkanik Secara tidak langsung: Aliran lava berasal dari akumulasi gumpalan magma yang terpisah dari jatuhan fire fountain, atau disebut juga rootless flows (aliran tidak menentu).

Types of lava flow A. Pahoehoe Lava Pahoehoe adalah lava basaltik yang memiliki permukaan halus, menggelembung, bergelombang, atau berurat.. Aliran pahoehoe biasanya awal sebagai rangkaian lobus kecil dan jari kaki yang terus-menerus keluar dari kerak dan didinginkan. Tekstur permukaan arus pahoehoe bervariasi, menampilkan segala macam bentuk aneh sering disebut sebagai patung lava. Pahoehoe lava biasanya memiliki suhu 1100-1200 C.

Types of lava flow B. Aa Lava AA adalah lava basaltik ditandai dengan permukaan yang kasar atau rubbly terdiri dari blok lava rusak disebut klinker. Aa biasanya viskositas lebih tinggi dari pahoehoe. Pahoehoe bisa berubah menjadi AA jika menjadi turbulen dari pertemuan hambatan atau lereng curam. Aa lava biasanya meletus pada suhu 1000-1100 C. Tekstur tajam dan menyudut membuat aa reflektor radar yang kuat, dan dengan mudah dapat dilihat dari satelit yang mengorbit

Types of lava flow C. Lava Domes dan coulées Lava Domes dan coulées berhubungan dengan aliran lava felsic mulai dari dasit hingga riolit. Sifat sangat kental lava ini menyebabkan mereka tidak mengalir jauh dari lubang,menyebabkan lava untuk membentuk kubah lava di ventilasi. Ketika kubah terbentuk pada permukaan miring yang dapat mengalir dalam arus pendek tebal disebut coulées (kubah aliran). Arus ini sering hanya melakukan perjalanan beberapa kilometer dari ventilasi.

Types of lava flow

Types of lava flow Lava dome rhyolitic dari gunung Chaiten erupsi tahun 2008-2010

Lava flow rheology Rheologi berasal dari bahasa Yunani yaitu rheo dan logos. Rheo berarti mengalir, dan logos berarti ilmu. Sehingga rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir; semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir

Lava flow rheology Faktor Faktor Rheology yang mempengaruhi adalah : Morfologi ( tipe aliran) Ukuran dan bentuk dari aliran Ketebalan aliran Tingkat erupsi Kecepatan aliran Panjang Aliran

VISKOSITAS Viskositas adalah resistensi suatu fluida untuk mengalir, semakin tinggi visikositas semakin sukar fluida tersebut mengalir, begitupula sebaliknya

DINAMIK KINEMATIK VISKOSITAS

Viskositas Dinamis (Dinamic Viscousity) Seringkali disebut viskositas atau viskositas mutlak, adalah friksi internal dari suatu fluida atau kecenderungannya untuk melawan aliran Biasanya disimbolkan dengan η dan dinyatakan dng persamaan η = σ/γ dimana η adalah viskositas, σ adalah shear stress, dan γ adalah shear rate

Viskositas Dinamis (Dinamic Viscousity) Fluida pada pelat yang diam kecepatannya nol sedangkan pada pelat yang bergerak kecepatannya sama dengan kecepatan pelat Tegangan geser yang bekerja pada pelat atas sebanding dengan gradien kecepatan Konstanta kesebandingannya disebut sebagai viskositas dinamik

Viskositas Dinamis (Dinamic Viscousity) F A v y = tegangan geser [N/m 2 ] F = gaya geser [ N] A= luas permukaan [m 2 ] v = kecepatan [m/s] Y = jarak vertikal [m] = viskositas dinamik [Pa.s]

Viskositas Kinematis (Kinematic Viscousity)

Viskositas Kinematis (Kinematic Viscousity) Viskositas kinematik diukur dalam efflux viskometer, oleh karena kecepatan alir tipe viskometer ini sebanding dengan densitas, juga viskositas Viskositas kinematik dipakai luas di industri perminyakan, dimana specific gravity hidrokarbon tidak jauh variasinya = rapat massa [kg/m 3 ]

Viskositas Relatif Kadangkali disebut rasio viskositas, adalah rasio viskositas larutan terhadap viskositas solven murni dan dinyatakan dengan persamaan η rel = η / η s dimana η rel adalah viskositas relatif, η adalah viskositas larutan, dan η s adalah viskositas solven

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Viskositas 1. Suhu Viskositas tergantung pada suhu Untuk cairan : makin tinggi temperaturnya maka viskositasnya makin rendah Untuk gas makin tinggi temperaturnya maka viskositasnya makin tinggi Terdapat hubungan terbalik antara viskositas dan suhu

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Viskositas 4. Tekanan Viskositas kebanyakan cairan pada dasarnya konstan pada kisaran tekanan 0-100 atm 5. Bahan tersuspensi Biasanya ini sedikit meningkatkan viskositas ketika pada konsentrasi rendah, tetapi bahan tersuspensi tinggi dapat menyebabkan peningkatan berarti oleh karena akibar antar partikel

Efek kemiringan tanah dan viskositas lava Formasi yang terbentuk dari channel lava flow dan kombinasi dari bidang-bidang lava flow merupakan karakter utama dari basaltic lava. Jika viskositas lava meningkat dan menyebabkan kemiringan pada bidang tanah, berarti lava yang mengalir diperkirakan sangat lebih tebal dengan kecepatan tertentu. Fakta mengatakan bahwa kecepatan lava dan ketebalan nya berkaitan erat dengan flux massa yang di erupsikan. Lava yang kental terlihat lebih tebal, lebar dan bergerak lebih lambat daripada lava basaltic untuk bidang slope yang sama. Lava yang paling kental, Rhyolites, sangat sulit bergerak keluar dari vent nya, kecuali permukaan bidang erupsi nya sangat curam maka lava ini bisa bergerak ke segala arah setelah terakumulasi pada puncak vent nya, kemudian dapat membentuk dome lava yang juga curam.

Pyroclastic Falls and Pyroclastic Density Currents

Pyroclastic Falls Pembagian kolom letusan jika letusan ke arah atas tanpa ada faktor angin yang mempengaruhi arah letusan.

Kecepatan jatuh piroklas Kecepatan jatuh piroklastik ditentukan oleh ukuran,bentuk,densitas yang ditunjukkan oleh persamaan UT= kecepatan terminal d = diameter δ = densitas klas pa = densitas udara atmosfer Cd = koefisien drag g = percepatan gravitasi

Kecepatan Terminal clasts litik padat dan batuapung vesikular.

Karakteristik Umum Fall Deposit Ukuran clast yang besar ditemukan disetiap lokasi yang menurun dengan bertambahnya jarak Pada setiap lokasi ditemukan berbagai ukuran clast akibat turbolensi Ketebalan deposit menurun dengan bertambahnya jarak dari pusat erupsi Deposit umumnya berpola gradasi vertical

Nonton video duyuu :*

Untuk fluida lava basaltic, jika slope yang dilewati lebih curam, lebar lava yang mengalir relatif tidak berubah, maka kedalaman lava yang mengalir akan mengalami penyusutan dan kecepatan aliran lava akan meningkat. Jika slope semakin dangkal maka lava akan bergerak secara Spreading atau memisah ke segala arah, kedalaman dan kecepatan aliran lava juga akan menurun menikuti pergerakan nya, dan juga akan terjadi proses pendinginan lava.

Gambar berikut merupakan gambaran lava yang berbentuk air terjun (cascading) kedalam kawah alae pit saat erupsi Mauna Ulu di Hawaii, 1969. menunjukkan bahwa dengan slope bidang aliran yang berubah-ubah, lebar dari lava yang mengalir relatif tidak berubah.

Aplikasi dari Eruption Column Models Memprediksi penyebaran piroklastik dari kondisi erupsi dan atmosfer Memperkirakan resiko yang ditimbulkan dari erupsi Sumber : http://www.ux1.eiu.edu/~cfrbj/parks/mshe/vent,jpg.jpg

Dari kondisi erupsi, atmosfer, dan data-data erupsi sebelumnya kita bisa memprediksikan penyebaran endapan piroklastik yang jatuh dengan mengkarakterisasinya kedalam 2 peta : Isopach (menunjukkan kontur dari ketebalan endapan piroklastik jatuhan yang sama) Isopleth (menunjukkan ukuran material piroklastik jatuhan yang sama) Peta Isopach Fall Deposit Gunung Askja, Islandia 1875 Peta Isopleth Fall Deposit Gunung Askja, Islandia 1875 Jarak jangkauan endapan piroklastik jatuhan dipengaruhi oleh kecepatan jatuh material klastik dan juga kecepatan angin. Akan tetapi, kecepatan angin tidak berdampak signifikan sehingga Jarak jangkauan sering juga disebut cross-wind range. Dari peta isopleth, diameter dan densitas material piroklastik dapat kita plot dengan cross-wind range sehingga mendapatkan estimasi eruption rate.

Prediksi Teoritis Data Erupsi Data endapan piroklastik erupsi gunung Fogo, Askja, Pompeii, dan Taupo yang diplot pada grafik prediksi teoritis eruption rate.

Nilai dari eruption speed merupakan hubungan dari magma water content, magma eruption rate, eruption cloud height, dan wind speed factor.

Kecepatan Angin Arah dan kecepatan angin pada jaman dulu dapat ditentukan dengan melihat persebaran material piroklastiknya menurut ukuran dan densitasnya. Kecepatan angin rata-rata = jarak tertransportasi : waktu jatuh

Volume Deposit Gunung dibelah secara vertikal, kemudian area slice bagian atas dan bawah dikali dengan ketebalannya = volume endapan Rata-rata area dua isopach dikali dengan perbedaan antara ketebalan deposit sekarang = volume deposit antar isopach Volume total = volume deposit yang di gunung X volume deposit diluar gunung

Gambar 8.2 Jika kecepatan lontaran material dan kecepatan angin diketahui, dapat dimungkinkan untuk mengetahui dimana material tersebut akan mendarat.

Kepadatan Arus Piroklastik dan Pengendapannya

Sifat Pengendapan Pengendapan : 1. Ignimbrite : kaya debu dengan sortasi sangat buruk, terbentuk pada area yang luas (ribuan km) 2. Pyroclastic surge deposits : sortasi buruk tapi lebih baik dari ignimbrite. Proses pembentukannya dekat ignimbrite 3. Block and ash flow deposit : Berbeda dari kedua tipe di atas, yang umumnya mengandung klastis minim vesikuler.

Ignimbrite A thin ( 1 m thick) nonwelded ignimbrite flow unit, part of a deposit on the island of Terceira in the Azores Ignimbrite erupted from Kutcharo caldera (Hokkaido, Japan). The lightcolored is rhyolit, the dark part containing some mixed rhyolit-andesite lapili

Pyroclastic surge deposits Cross-bedding in surge deposits from hydromagmatic eruptions at the prehistoric Hana Uma vent, O'ahu, Hawai I. (Photograph by Elisabeth Parfitt.)

Block and ash flow deposit Pyroclastic block flow on the slope of andesit dome on the Caribbean island of Montserrat. Erosional of valley pyroclastic block flows in November 1994 in Buyong valley at the foot of Merapi dome

1. Piroklastik Fall Pyroclastic fall adalah batuan piroklastik yang material penyusunnya tertransport melalui udara (terbang).sehingga dapat diasumsikan bahwa material penyusun batuan piroklastik jenis ini adalah material yang ringan semisal material debu vulkanik.

2. Piroklastik Surge Pyroclastic surge adalah batuan piroklastik yang material penyusunnya tertransport melalui permukaan tanah tetapi terjadi proses spin (menggelinding atau berputar) sehingga akibat proses spinini, material penyusunnya cenderung membulat (rounded).

3. Piroklastik Flow Pyroclastic flow adalah batuan piroklastik yang material penyusunnya tertransport melalui permukaan tanah dengan cara mengalir (flow). Biasanya antar fragmen dalam batuan jenis ini membentuk ikatan terbuka, hampir tidak terjadi kontak antar fragmen.

PYROCLASTIC DENSITY CURRENTS Kepadatan arus piroklastik (Pyroclastic Density Current~PDC) merupakan fenomena letusan eksplosif. PDC ini merupakan campuran bubuk batu, abu, dan gas panas, dan dapat bergerak dengan kecepatan ratusan mil per jam. Arus ini dapat berbentuk encer, seperti pada piroklastik lonjakan, atau terkonsentrasi, seperti di aliran piroklastik Pengaruh gaya gravitasi menyebabkan aliran arus piroklastik mengalir ke bawah lereng. Sebuah lonjakan piroklastika adalah densitas turbulen encer, yang biasanya terbentuk ketika magma eksplosif berinteraksi dengan air. Lonjakan dapat melakukan perjalanan melewati hambatan seperti dinding lembah,dan meninggalkan endapan tipis abu dan batu yang dibaurkan dengan topografi.

Aliran piroklastik lebih cenderung mengikuti lembah dan depresi lainnya, dan depositomereka pengisi topografi ini. kadang bagian atas permukaan aliran piroklastik (yang sebagian abu) akan terlepas dari aliran dan mengalir sendiri sebagai sebuah gelombang. PDC ini dapat menempuh jarak pendek hingga ratusan mil dari sumbernya dan bergerak dengan kecepatan hingga 1000 km/jam (650mph). Suhunya sangat panas mencapai 400 derajat C (750 derajat F). Dengan kecepatan serta kekuatan ditambah dengan Suhu PDC yang sangat tinggi, maka dapat menghancurkan apa pun yang terdapat pada lintasan yang dilaluinya.

Column collaps and pyroclastic fountaining Jika kolom letusan stabil karena kepadatan bahan (bulk density) di dalamnya menjadi lebih besar dari udara di sekitar, bahan di atas kolom akan membutuhkan waktu yang sama untuk mencapai tanah seperti batu jatuh dari ketinggian itu. a=[(2s)/g] ½ sehingga waktu runtuhnya kolom dengan ketinggian 20, 30 dan 40 km ~63, 77 dan 89 detik.

Directed blasts and collapses from lava domes and flow Proses ini terjadi saat magma erupsi lalu membentuk kubah lava dan aliran lava singkat yang kemudian mendingin. Saat pertama terbentuk lapisan ini cukup kuat dan stabil untuk menahan tekanan udara yang terperangkap didalamnya, hingga akhirnya menjadi tidak stabil dan karena respon reologi menyebabkan lapisan ini berubah dari plastis menjadi brittle. Dan karena terletak di daerah yang curam menyebabkan badan lava ini runtuh ke arah lereng curam karena beratnya sendiri.

IGNIMBRITE Ignimbrite merupakan salah satu bentuk endapan hasil letusan gunung berapi. Pada umumnya ignimbrite kaya akan debu vulkanis dan memiliki sortasi yang buruk. Ignimbrite terendapkan dalam area yang sangat luas hingga ribuan km² Ignimbrite dapat dihubungkan dengan letusan besar dan terbentuknya kaldera Ex : temuan lapisan ignimbrite di Danau Toba (Reinout Willem Van Bemmelen, 1904-1983)

Ignimbrite A thin ( 1 m thick) nonwelded ignimbrite flow unit, part of a deposit on the island of Terceira in the Azores Ignimbrite erupted from Kutcharo caldera (Hokkaido, Japan). The lightcolored is rhyolit, the dark part containing some mixed rhyolit-andesite lapili

TERIMA KASIH