BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Tabel 4.1 Data pretest menurut jenis-jenis kesalahan

BAB III METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATED PADA PERKULIAHAN PENDIDIKAN ILMU SOSIAL DI FKIP UM METRO

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bimafika, 2015, 7,

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBUAT ANYAMAN KERTAS PADA SISWA KELAS VII DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI

LAMPIRAN A LEMBAR KEGIATAN SISWA DAN EVALUASI A.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi S1 Pendidikan Matematika. Oleh AWANG HERMAWAN

SILABUS PEMBELAJARAN. Standar Kompetensi : 2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya. Tes tertulis.

BAB III METODE PENELITIAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Kewirausahaan. Kode Mata Kuliah: UMOO-132 / 2 SKS Program Studi: S 1 Sistem Informasi

UPAYA MENINGKATKAN ACADEMIC SKILL TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI KEGIATAN EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VII D SMP NASIONAL MAKASSAR

BAB III METODE PENELITIAN. Pada Bab III dalam Perencanaan Incident Management akan membahas

OLEH : KOMARIYAH NPM Dibimbing oleh: 1. Drs. Bambang Soenarko, M.Pd 2. Drs. Yatmin, M.Pd

KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERDASARKAN MEDIA VISUAL SISWA KELAS VII SMP

Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum

Kata Kunci : Metode theatre games, metode ceramah, pendekatan apresiatif, pembelajaran drama, hasil belajar, kemampuan berbicara.

PENGGUNAAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DI SEKOLAH DASAR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Kata Kunci: Pendampingan, Perangkat Pembelajaran, Student Center Learning

PENERAPAN STRATEGI QUANTUM WRITING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SEKOLAH DASAR

Perancangan Aplikasi E-Learning Pada SMA Nurul Iman Palembang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LECTORA INSPIRE PADA MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM RADIO DAN TELEVISI UNTUK SMK NEGERI 5 SURABAYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN PUZZLE DI KELOMPOK B TK DHARMA WANITA SIDOWAREK II PLEMAHAN KEDIRI YAYUK FUJI RAHAYU

JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI MELALUI MEDIA SIMULASI BERBASIS GUI

JURNAL. Oleh: PATRA YANIS

JURNAL PSIKIATRI INDONESIA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 03, September 2016, ISSN:

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DOKUMEN PERSURATAN PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMSEL

Buku 1: RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester) ANALISIS PENGUKURAN FISIS

BAB I PENDAHULUAN. merupakan produk pendidikan ikan Indonesia di masa. yang sebagian besar dipengaruhi oleh adanya

BAB III METODE PENELITIAN

Volume I No.01, Februari 2016 ISSN :

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS SILABUS

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG

2. RUANG LINGKUP Prosedur ini berlaku di semua program studi di lingkungan UNIMED.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MEDIA POWER POINT Nama Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII (Tujuh) Semester : 2 (Dua)

BAB III METODE PENELITIAN

KINERJA GURU PROFESIONAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN BANYUASIN I KABUPATEN BANYUASIN

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. situs tersebut juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Kota

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester ganjil SMP

JUDUL TA: PENENTUAN NILAI MARK- UP PADA PROYEK-PROYEK KONSTRUKI MENGGUNAKAN DUMMY NAMA MAHASISWA: DWITYA DHANURENDRA BAB I PENDAHULUAN

Pengalaman Belajar Indikator Strategi Pembelajaran

BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi

ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN (STUDI KASUS : DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI NTT DI KUPANG)

BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi

BAB III DESAIN PENELITIAN

ISBN: SNIPTEK 2014 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) SISTEM PERAMALAN UNTUK PENGADAAN MATERIAL UNIT INJECTION DI PT. XYZ

KURIKULUM Tanggal Revisi : Kode Dokumen : RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Penjualan Spare Part Menggunakan Metodologi Berorientasi Objek Pada CV.

RESPON MASYARAKAT TERHADAP RISIKO BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI DI DESA TEGALMULYO KECAMATAN KEMALANG KABUPATEN KLATEN ARTIKEL PUBLIKASI

Sistem Informasi Manajemen Hubungan Pelanggan Pada PD. Mebel Marthi Palembang

KAJIAN TEORI DAN METODE

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RUMAH PERAWATAN PSIKO NEURO GERIATRI PURI SARAS SEMARANG)

Relasi dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu :

BASISDATA TERDISTRIBUSI (TIF45/TIF45P)

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (REGULER)

Kualitas Pelayanan Uji Kelayakan Kendaraan Penumpang di Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Jember

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 01

lib.archiplan.ugm.ac.id

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. a. Model pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share menurut Lyman

REPRESENTASI KEBAHASAAN ILMIAH PADA PENULISAN LAPORAN TUGAS AKHIR

A. Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Bandar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO. 01/2

SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB DI KEJAKSAAN NEGERI KABUPATEN BANDUNG

REVISI TAKSONOMI BLOOM Lorin Anderson Krathwohl

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

PROGRAM PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS X

Bimafika, 2016, 8, 20 24

Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) MATEMATIKA ELEKTRONIKA, KELAS A

KUNCI JAWABAN. 1. 2x-y = 4 dan 2x + 3y = 12 a. Metode Grafik 2x-y = 4 2x + 3y = 12 x 0 2 x 0 6 y -4 0 y 4 0

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR USMP

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA PADA SISWA SMAN DI KOTA PALU

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung. Kelas X di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung terdiri

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Lokasi Penelitian kelas ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 01 (RPP 01)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP ) Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMA Kelas/ Semester : X/ Ganjil Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Quasi

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

BAB III METODE PENELITIAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA

Hal terburuk yang bisa menimpa manusia adalah jika ia berpikir buruk tentang dirinya sendiri.

SILABUS JUDUL MATA KULIAH : DASAR-DASAR INTERVENSI NON KLINIS NOMOR KODE/SKS : / 3 SKS SEMESTER : DOSEN :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Awal

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN APLIKASI MACROMEDIA FLASH UNTUK MATAKULIAH PONDASI DI JURUSAN PTSP FT UNY

KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER I MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III TAHUN PELAJARAN

PerencanaanPembelajaran. RPP SMA Kelas X Semester 1 BAB IV

PENGARUH DIMENSI KEPRIBADIAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PELATIHAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI pada PT GRESIK CIPTA SEJAHTERA

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA INGGRIS DAN ARAB UNTUK SISWA SMP PLUS AL-AMANAH

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliti Peneliti ini menggunak peneliti tindak deskriptif kualitatif. Jenis peneliti yg digunak untuk meremediasi kesalah siswa tentg materi persama d pertidaksama linear adalah peneliti tindak menggunak desain peneliti dalam bentuk One Group Pretest- Posttest Design (Sugiyono, 2011). Dalam desain ini, kepada sampel percoba dikenak dua kali pengukur. Pengukur pertama dilakuk sebelum perlaku diberik, d pengukur kedua dilakuk sesudah perlaku dilaksak. Dari sini peneliti memberik soal-soal diagnose (Pretest) kepada sampel. Setelah diketahui kesalah sampel dalam menjawab soal (terjadi kesalah dalam menyelesaik soal), diberi remediasi metode Think Pair Share yg diupayak dapat memperbaiki kesalah siswa. Untuk mengetahui keberhasil remediasi yg dilakuk, diberik posttest pada sampel yg sama. Berdasark pretest, remediasi d posttest, dilakuk alisis proses d alisis hasil menggunak alisis deskriptif kualitatif (Nazir, 2011). B. Tempat, Subjek d Waktu Peneliti Peneliti ini dilaksak di SMK Negeri 1 Salatiga yg terletak di Jal Nakula Sadewa 1/3 Salatiga. Subjek yg diteliti adalah siswa kelas X AP2 pada semester II Tahun Ajar 2012/2013 jumlah siswa 36 siswa perempu. Peneliti ini dilaksak pada tggal 10 April 2013 sampai 4 Mei 2013. Pelaksa pretest dilakuk pada tggal 11 April 2013 pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Pada saat pemberi pretest terdapat satu siswa yg sakit jadi keseluruh siswa yg mengikuti pretest ada 35 siswa. 24

25 C. Teknik Pengumpul Data 1. Teknik Pengumpul Data Teknik pengumpul data dalam peneliti ini adalah menggunak tes d wawcara. Teknis tes adalah cara pengumpul data memberik sejumlah pertya-pertya yg berkait tuju peneliti kepada subyek peneliti. Teknis tes yg digunak adalah pretest d posttest. Teknis wawcara digunak tuju untuk mengetahui letak kesalah yg dilakuk siswa d sebagai teknik pendukung data padu dalam mengalisis hasil pretest d evaluasi yg dilakuk siswa. Tahap teknik pengumpul data pada peneliti ini adalah : a. Pretest Pretest adalah tes awal yg diberik kepada sampel untuk mendiagnostik atau mengetahui siswa yg mengalami kesalah tentg persama d pertidaksama linear. Adapun soal-soal diperoleh dari hasil skripsi Restuningtyas (2012) yg meneliti kesalahkesalah siswa dalam menyelesaik soal pada pokok bahas persama d pertidaksama linear, yg berjumlah 6 soal. b. Posttest Posttest adalah tes akhir yg diberik kepada sampel setelah mengikuti pembelajar d dievaluasi. Jenis soal posttest sama persis soal pretest. Jika minimal sebyak 85 siswa menguasai, 80 tuju pembelajar yg telah ditentuk maka remediasi dinyatak berhasil. c. Wawcara Wawcara adalah suatu teknik pengumpul data mengadak komunikasi (tya jawab) secara

26 lis, baik lgsung maupun tidak lgsung sumber data Djumhur (1985). 2. Instrumen Pengumpul Data Instrumen dalam peneliti ini ada dua instrumen, yaitu : a. Instrumen observasi pada peneliti ini berbentuk lembar observasi d dilakuk oleh guru mata pelajar. Instrument ini bertuju untuk mengobsevasi proses pembelajar remediasi yg dilakuk. Blue print instrumen observasi dapat dilihat pada Tabel 3.1. Tabel 3.1 Blue Print Instrumen Observasi Tahap Indikator Aspek yg dinilai Apersepsi D Motivasi Eksplorasi Elaborasi Guru menjelask tuju dari pembelajar d memberik motivasi pentingnya mempelajari materi ini. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, terdiri dari 4-6 org. Masingmasing kelompok diminta untuk berpikir (Think) d berpasg (Pair) memecahk soal yg diberik. Guru membimbing jalnya diskusi Masing-masing kelompok mempresentasik hasil diskusi, sesuai jawab yg telah dikerjak. Guru 1. Guru menjelask tuju pembelajar d memberi motivasi kepada siswa tentg pentingnya mempelajari materi yg ak dipelajari 2. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok sesuai metode Think Pair Share, masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa. 3. Guru membagik LKS d memberik penjelas umum tentg materi ajar atau prosedur kegiat yg harus dilakuk oleh siswa. 4. Proses pembelajar dilaksak strategi yg sesuai secara lcar, dima masingmasing kelompok berpikir d saling bertukar pikir terhadap ggota kelompok. 5. Guru memonitoring d membimbing jalnya diskusi selama proses presentasi kelompok.

27 memberik kesempat kepada kelompok lain untuk menggapi hasil pekerja kelompok lain. Konfirmasi Guru bersama siswa bertya jawab tentg halhal yg belum diketahui mengenai materi persama linear. Kegiat Penutup Nilai = Guru bersama siswa menarik kesimpul dari apa yg telah dipelajari. 6. Guru memberik pertya kepada siswa untuk mengkonfirmasi materi yg telah dipelajari. 7. Interaksi tara guru d siswa dalam menarik kesimpul atas materi yg telah dipelajari. 8. Guru memberik motivasi kepada siswa agar lebih memahami materi yg telah dipelajari. b. Instrumen pengumpul data yg digunak dalam peneliti ini berupa 6 soal esai. Soal-soal tersebut diperoleh dari hasil skripsi Restuningtyas (2012) yg meneliti kesalah-kesalah siswa dalam menyelesaik soal pada pokok bahas persama d pertidaksama linear. Blue print instrumen soal pretest d posttest dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Blue Print Instrumen indikator soal pretest d posttest Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Tingkat Kesukar Mudah Sedg Sulit Jenis/ no soal Menyelesaik persama linear d persama campur linear d kuadrat dalam Menentuk himpun penyelesa i dari persamaa n linear menentuk himpun penyelesaia n dari persama linear /1

28 dua variabel Mercg model matematika dari masalah yg berkait persama linear Menyelesaik pertidaksamaa n satu variabel yg melibatk bentuk pecah aljabar Menentuk penyelesa i model matemati ka dari masalah yg berhubun g persamaa n linear Menyeles aik pertidaksa ma linear satu variabel menyelesaik model matematika dari masalah yg berhubunga n persama linear menyelesaik pertidaksam a linear satu variabel /2 /3 /4 Menentuk Daerah Penyelesai pertidaksa ma linear satu variabel mengguna k grafik menentuk Daerah Penyelesaia n pertidaksam a linear satu variabel menggunak grafik /5 Menyelesaik model matematika dari masalah yg berkait pertidaksamaa n satu variabel d penafsirnya Menentuk penyelesa i model matemati ka dari masalah yg berkait pertidaksa menyelesaik model matematika dari masalah yg berkait pertidaksam a satu variabel /6

29 ma satu variabel Persama Linear Tabel 3.3 Blue Print Instrumen soal pretest d posttest 1. Tentuk himpun penyelesai dari persama 2x y = 4 d 2x + 3y = 12, menggunak a. Metode Grafik b. Metode Eliminasi c. Metode Subtitusi d. Metode Gabung 2. Di suatu toko Andi membeli 4 buku tulis d 3 pensil harga Rp 9.750,00 d Budi membeli 2 buku tulis d 1 buah pensil harga Rp 4.250,00. Jika Ida membeli 5 buku tulis d 2 pensil, berapakah harga yg harus dibayar Ida? Pertidaksama Linear 3. Tentuk nilai x dari 4 ( 2x + 3 ) < 6 ( x + 4 )! 4. Hitunglah nilai dari -2x - 10 2! 5. Tunjuk grafik daerah penyelesai dari pertidaksama 2x + 3y 6, x B (bilg bulat)! 6. Pak Yusuf ak membuat 2 kdg terbuka, ukur pjg tiga kali lebarnya. Jika ia hya memiliki bambu tidak lebih dari 52 m. a. Buatlah model matematikya x x b. Tentuk ukur luar kdg 3x Nilai = D. Prosedur Peneliti 1. Persiap a. Peneliti mempersiapk soal-soal yg ak dipakai untuk mendiagnosa apakah sampel mengalami kesalah tentg persama d pertidaksama linear. Soal sebyak 6 nomor diambil dari soal-soal pada skripsi restuningtyas (2012) yg meneliti kesalah-kesalah

30 siswa dalam menyelesaik soal pada pokok bahas persama d pertidaksama linear. b. Membuat renca pembelajar metode Think Pair Share untuk meremediasi miskonsepsi atau kesalah siswa tentg persama d pertidaksama linear. 2. Pelaksa Pretest Soal-soal pretest yg dipersiapk diberik kepada sampel. Soal-soal pretest secara lengkap dapat dilihat pada blue print instrument. 3. Evaluasi Jawab Pretest Setelah dilakuk pretest kemudi jawab dievaluasi. Evaluasi ini digunak untuk menentuk sampel yg mengalami kesalah tentg persama d pertidaksama linear. Adapun jawab pretest siswa secara lengkap dapat dilihat pada lampir. 4. Wawcara Wawcara dilakuk setelah hasil pretest d evaluasi siswa dialisis. Hasil wawcara tersebut bertuju untuk mengetahui letak kesalah yg dilakuk oleh siswa. Adapun wawcara hasil pretest siswa secara lengkap dapat dilihat pada lampir. 5. Pengajar Remediasi Siswa yg mengalami kesalah tentg persama d pertidaksama linear diberik pengajar remediasi menggunak metode Think Pair Share. Sebelum proses pengajar remediasi dilaksak, lebih dahulu dipersiapk RPP untuk proses pembelajar remediasi. 6. Pelaksa Posttest Soal yg serupa pretest diberik kepada siswa, digunak untuk mengetahui sejauh ma siswa mengalami pembentuk konsep baru. 7. Membdingk Hasil Pretest d Posttest

31 E. Teknik Analisis Data Teknik alisi data dibagi dalam 5 tahap, yaitu : alisis hasil pretest, wawcara, alisis proses remediasi, alisis hasil posttest, membdingk hasil pretest d posttest. 1. Analisis Hasil Pretest Analisis hasil pretest pada peneliti ini terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama adalah reduksi data, kedua penyaji data, ketiga verifikasi (pengecek) data d menarik kesimpul. a. Reduksi Data Reduksi data adalah pemilah d penyederha data. Kegiat ini dilakuk untuk menghindari penumpuk data atau informasi yg sama dari siswa. b. Penyaji Data Data yg disajik berupa jenis-jenis kesalah siswa dalam menyelesaik soal-soal persama d pertidaksama linear beserta faktor-faktor penyebabnya. c. Verifikasi (pengecek) data d menarik kesimpul Verifikasi data d penarik kesimpul dilakuk selama kegiat alisis berlgsung sehingga diperoleh suatu kesimpul apabila kurg dari 85 % siswa menjawab benar maka dapat disimpulk terjadi kesalah dalam soal tersebut. Proses remediasi yg dilakuk adalah untuk memperbaiki kesalah yg dilakuk siswa, minimal sebyak 85 siswa menguasai, 80 tuju pembelajar yg telah ditentuk. 2. Wawcara Wawcara dilakuk setelah hasil pretest d evaluasi siswa dialisis. Hasil wawcara tersebut bertuju untuk mengetahui letak kesalah yg dilakuk oleh siswa. wawcara juga termasuk teknik pendukung data guna sebagai pdu dalam mengalisis hasil pretest d evaluasi yg dilakuk siswa.

32 3. Analisis Remediasi Analisis remediasi berdasark : a. Jawab pertya siswa pada pretest. b. Interaksi siswa yg terjadi saat pembelajar remediasi. c. Mengerjak soal latih secara bertahap. Apabila minimal 85% dari siswa menguasai materi yg disampaik maka remediasi dikatak berhasil. 4. Analisis Hasil Posttest Analisis hasil posttest menggunak tahap yg sama alisis hasil pretest, yaitu reduksi data atau pemilah data hasil posttest, penyaji data hasil posttest yg berupa jenis-jenis kesalah konsep yg masih dilakuk siswa d penarik kesimpul atau verifikasi data apabila minimal sebyak 85% dari siswa menguasai materi yg disampaik, 80% tuju pembelajar, maka remediasi yg dilaksak dinyatak berhasil. 5. Membdingk Hasil Pretest d Posttest Hasil pretest d posttest dibdingk untuk mengkonfirmasi proses remediasi yg diterapk berhasil atau tidak, apabila prosentase kesalah terbyak pada hasil pretest sudah mengalami penurun pada posttest, maka dapat disimpulk bahwa proses remediasi yg dilakuk berhasil.