CHARLES KUMAR Fakir Sang Pencari
My Love my Shakti, my Manura Laxmi, this novel is for you and our children Prisha Vajra Valli And Ganadhakshya Kabir Valli 2
Aku laksana seekor anjing yang menunggu tuan yang baik, Tuhan, aku tidak takut padamu, Tidak akan pernah!!! 3
Daftar Isi Bab I... 7 Prolog... 7 Bab II... 14 Falsafah gajah... 14 Bab III... 62 Cinta tidak dapat disesuaikan atau menyesuaikan karena dia adalah kenyataan... 62 Bab IV... 125 Pengetahuan dan malam pertama seorang gadis perawan hampir sama saja, tidak bisa langsung tetapi harus melalui tahapan... 125 Bab V... 182 Cinta diturunkan Tuhan hanya dengan satu tujuan yaitu memanusiakan manusia tanpa itu semua sama dengan bangkai... 182 Bab VI... 325 Pada saat berhijrah, aku terlahir kembali.. 325 4
Bab VII... 450 Roti tidak akan jatuh dua kali dari langit. 450 Bab VIII... 580 Epilog... 580 5
Bab I Prolog Seorang anak haram, bernama Fakir duduk sendiri di tepi tempat tidurnya. Dia baru saja selesai membaca sebuah buku yang mengisahkan tentang pertarungan antara para setan dan pendekar cahaya. Ini buku yang sangat menarik katanya dalam hati. Tetapi kini hatinya bimbang dan bertanya, Ada berapakah Tangan Tuhan? Apakah Dia hanya mempunyai satu, dua atau banyak tangan atau tidak sama sekali? Berapapun jumlahnya dia yakin Tuhan pasti punya tangan. Sebenarnya yang menjadi persoalan baginya adalah bukan jumlah tangan tersebut tetapi fungsi dari setiap tangan tersebut, dari tangan yang manakah Tuhan menciptakan kebahagian, kesedihan, 6
kehancuran, keberhasilan dan kelahiran dan kematian dan apakah Tuhan juga menciptakan setan untuk memainkan peran perayu dan penggoda akan semua perbuatan jahat? Bila kita adalah anak anak Tuhan, Apakah Tuhan senang mempermainkan anak-anaknya sendiri? Cobaan? Untuk kepentingan apa? Apakah Tuhan tidak akan besar tanpa umat yang memujannya siang dan malam? Apakah Tuhan tidak memiliki kemampuan untuk mendekatkan ciptaannya sendiri tanpa bantuan sosok yang bernama setan? Mengapa semua filsafat dan ajaran mulia yang menuntun manusia ke jalan cahaya telah dianggap begitu membosankan dan orang-orang lebih takut pada hukum ciptaan manusia daripada Sang Maha Kuasa? Dia masih mengingat raut wajah kakeknya, orang yang telah membesarkan dirinya pada saat bercerita tentang putrinya yang telah diperkosa oleh para tuan tanah di kampung mereka, dan dia terlahirkan 7
laksana pohon yang telah dipaksa untuk berbuah bukan pada musimnya. Pikirannya terus menerawang... Setiap orang akan selalu mengingat masa-masa keemasan bersama Ibunya, setiap detik bersama Ibu adalah masa kemenangan yang melampaui semua puncak kebahagiaan, setiap saat laksana kebahagian pesta dan nyanyian suka cita. Ibu adalah wanita tercantik yang telah dipilih Tuhan menjadi Malaikat bagi semua anak-anaknya juga bagi peradaban bumi dan langit. Sementara, bebatuan dilahirkan dari lava dan karang-karang pegunungan yang bersatu dengan sungai, Cahaya dilahirkan dari jiwa keilahian yang mewujudkan diri tetapi kebohongan dilahirkan dari keserakahan dan pengingkaran akan kenyataan dan dirinya dilahirkan dari hasil kemenangan pemuja 8
setan yang telah memperkosa ibunya dengan nafsu busuk. Ibunya adalah seorang gadis miskin yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah beberapa tuan tanah dimana dia telah diperkosa. Semua hinaan telah dialaminya bahkan semenjak dia berada dalam kandungan ibunya. Perseteruan dengan setan mungkin lebih baik daripada harus menghadapi manusia- manusia yang bertingkah seolah baik dan paling memahami Tuhan pikirnya, bahkan rumah ibadah yang dianggap tempat sucipun tidak dapat memberi perlindungan dari semua hinaan itu dan ibunya pun meninggal pada saat dia berusia empat tahun. Mengapa orang-orang itu tidak pernah merasa takut akan dosa? Takut dari tangan yang mana Tuhan telah menciptakan ini? Apakah baik memiliki rasa ini 9
ataukah terkadang anak-anak manusia harus berjiwa seperti orang mati? Karena ketakutan hanya milik orang-orang yang masih hidup sementara di alam kematian tidak ada yang namanya takut sebab apalagi yang dapat dibunuh dari mereka yang telah mati? Apakah orang-orang yang telah memperkosa ibunya berjiwa mati? Balas dendam, Apakah Tuhan juga yang menurunkannya ke hati manusia? Ataukah, ini hanyalah milik orang-orang yang hatinya masih dikuasai para setan penghuni lembahlembah gelap dan dingin, tetapi mengapa banyak pelaku dosa masih hidup dalam kenyamanan? Mungkin suatu hari, aku harus bertemu dengan seorang petapa atau sufi yang mampu menjawab pertanyaan -pertanyaan ini pikirnya. 10
Sekarang pada saat usianya telah cukup dewasa, dia akan meninggalkan desanya guna memulai sejarah hidupnya sebagai seorang lelaki. Jantungnya berdebar kencang seolah seorang wanita yang hendak melahirkan putranya. Hati dan jiwanya dipenuhi gagasan-gagasan mulia, cita-citanya lebih tinggi dari gunung merapi. Dia ingat benar bahwa sang kakek selalu mengatakan padanya bahwa cita-cita haruslah setinggi bintang di langit yang tanpa batas itu, bukan setinggi gunung, karena walau seseorang tidak mendapatkan cita-citanya yang setinggi bintang pasti dia akan jatuh di puncak gunung, dia akan tetap tinggi dan kakeknya selalu mengatakan padanya bahwa orang-orang yang menempatkan cita-citanya setinggi bintang dan gunung harus menyadari bahwa tidak ada yang namanya keberuntungan!. 11
Dia juga telah belajar bagaimana memuji keindahan dari setiap ciptaan Tuhan dan sekarang hatinya penuh dengan cinta kasih yang meluap-luap bagaikan seorang pecinta yang ingin menjemput kekasih hatinya setelah lama tidak bertemu. Dan sekarang adalah waktu yang tepat katanya dalam hati! 12