FASILKOM TEKNIK INFORMATIKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAHAN AJAR Jurusan : Administrasi Bisnis Konsentrasi : Mata Kuliah : Pengantar Bisnis

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu

Manajemen Keuangan. Modal Kerja dan Pengelolaan Kas. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kaitannya dengan operasional perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang

BAB MANAJEMEN KAS A. Kas dan Aliran Kas

LOGO MANAJEMEN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM

Analisis Laporan Keuangan PT. UNILEVER Indonesia, Tbk Periode Tahun

BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA. III. 1. Sejarah Singkat Perkembangan Perusahaan. PI adalah perusahaan yang berbadan hukum CV (Commanditaire

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mata Kuliah - Kewirausahaan II-

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

KEWIRAUSAHAAN II BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN. Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si TEKNIK INFORMATIKA. Modul ke: Fakultas FASILKOM.

BAB II LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

BAB IX. AKUNTANSI PENGERTIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari misalnya untuk membeli bahan

JAWABAN BAB 7. Nama : Fitri Gusniawati. Nim :

Bab 9 Teori Rasio Keuangan

BAB I RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

Daftar Isi. Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. dalam usaha menciptakan laba yang memadai bagi terjaminnya. komunitas perusahaan. Oleh karena itu, permasalahan dalam perusahaan

Ade Heryana ANALISA LAPORAN KEUANGAN

BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS

BAB II. Landasan Teori

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Penilaian Kinerja PT Tambang Batu Bara Bukit Asam, Tbk dan PT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Seiring bertambah dewasanya perusahaan, mereka harus dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEWIRAUSAHAAN-II MENGELOLA KEUANGAN USAHA. Oloan Situmorang, ST, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

KEWIRAUSAHAAN-I MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA. Didin Hikmah, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENYUSUNAN ANGGARAN UTANG DAN MODAL

Pertemuan 13 Penyusunan Anggaran Kas Disarikan dari Yusnita, Wenny dan sumber2 relevan lainnya

Materi ke-2 ENTITAS BISNIS DAN LAPORAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang

BAB III PEMBAHASAN. A. Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan 1. Pengertian Manajemen Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sumber dan Penggunaan Modal Kerja dalam Meningkatkan Profitabilitas

Bab 5 Manajemen Kas dan Surat Berharga Jangka Pendek

Karakteristik uang: Mudah dibawa. Mudah dibagi. Tahan lama. Stabil. Fungsi uang: Uang Alat penukar. Penyimpan kekayaan. Alat kesatuan hitung.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan meningkatkan daya saing antar perusahaan. Perusahaan yang

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari, misalnya untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio hutang disebut juga dengan rasio leverage. Rasio leverage

KEWIRAUSAHAAN I. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan I HARTRI PUTRANTO,SE.MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen

BAB II AKUN DAN KODE AKUN

BAB IV ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN. PT. PLN P3B sesuai Keputusan Direksi memiliki peran dan tugas untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu periode tertentu. Menurut Sugiyarso dan Winarni (2005:

BAB II LANDASAN TEORI

SIRKULASI KAS (LIFE CYCLE CASH) DAN CONTOH KASUSNYA PADA BISNIS WEDDING PRGANIZER

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum keberhasilan perusahaan untuk mempertahankan. kelangsungan usahanya tergantung pada kemampuan perusahaan untuk

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Koperasi Resimen IndukV/Brawijaya Malang tahun Tujuan

METADATA INFORMASI DASAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis rasio keuangan. perusahaan daerah aneka karya. Kabupaten Boyolali. tahun Yulaika Dyah Iswandari F BAB I PENDAHULUAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan

BAB II LANDASAN TEORI

Bab 3 Analisis Rasio Keuangan

LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. suatu perusahaan dalam periode tertentu. Salah satu cara dalam penilaian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Adapun tujuan akhir yang ingin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. defenisi dari modal kerja, kas, piutang dan persediaan.

BAB II LANDASAN TEORI. pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan. pengertian laporan keuangan dari beberapa para ahli :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

Transkripsi:

Modul ke: 09 KEWIRAUSAHAAN II FUNGSI KEUANGAN 2 Fakultas FASILKOM Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si Program Studi TEKNIK INFORMATIKA www.mercubuana.ac.id

I. Manajemen Keuangan Perusahaan & Manager Keuangan JAKARTA BALI Jika bepergian dari Jakarta ke Bali, harus menyiapkan : Pertama, Kita perlu memiliki peta akurat dan terbaru sebagai penunjuk arah yang efisien. Kedua, harus memastikan bahwa kendaraan kita dapat mencapai tujuan dalam waktu yang tepat, aman dan menyenangkan. Perjalanan menuju kebebasan financial atau wirausaha juga sama. Harus memulai dengan peta yang benar, bisa meyakinkan kita sampai ke tujuan tanpa tersesat. Juga kita memerlukan kendaraan yang mampu membawa kita sampai ke tujuan dalam waktu yang tepat dan dengan cara yang memuaskan. Singkatnya, Kita harus memilih sebuah bisnis yang tepat untuk kita.

Fungsi Pokok dalam Perusahaan PRODUKSI PEMASARAN KEUANGAN Maximizing Profit/ Kebebasan Finansial SDM Salah satu alat untuk membantu kita mengambil keputusan bisnis atau investasi jangka pendek ataupun jangka panjang adalah dengan menggunakan manajemen keuangan.

1. Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha 3 Jenis Modal Modal Investasi Awal Modal yang diperlukan di awal usaha, biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal ini adalah bangunan serta peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang. Modal Kerja Modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang permintaan. Modal Operasional Modal yang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contohnya, biaya gaji, telepon, listrik, dan air.

Berikut contoh kebutuhan modal usaha Mama Donuts ( Majalah Pebisnis, Mei 2007 ) No Kebutuhan Jumlah Jumlah Modal 1 Modal Investasi Awal Peralatan dan Counter 12.500.000 Sewa Lahan 300.000 Total Modal Investasi Awal 12.800.000 2 Modal Kerja Tepung 312.500 Mentega dan Telur 875.000 Minyak Goreng 1.125.000 Gula Halus 150.000 Total Modal Kerja 2.462.500 3 Modal Operasional Gaji Karyawan 600.000 Telepon dan Listrik 300.000 Total Modal Operasional 900.000 4 Total Kebutuhan Modal ( 1+2+3 ) 16.162.500

2. Sumber Dana Perusahaan Jangka Pendek Pengertian, semua pinjaman yang harus dibayar kembali dalam waktu 1 tahun. Kredit Dagang : Open Account Notes Payable Trade Acceptance Kredit perdagangan antar perusahaaan Pinjaman dari Bank Komersial Commercial Paper Jangka Panjang Pengertian, semua pinjaman yang harus dibayar kembali dalam waktu lebih dari 10 tahun. Obligasi Hipotik Kredit Investasi Cadangan Penyusutan Laba Ditahan Saham

3. Prinsip prinsip Keuangan a. Likuiditas Adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban - kewajiban financial yang harus dipenuhi ( yang bersifat jangka pendek ). Kewajiban kewajiban tersebut dapat : Utang yang sudah jatuh tempo Upah tenaga Kerja Utang pembelian bahan Pembayaran Rekening Listrik Pembayaran Pajak Ada beberapa jenis alat likuid, yaitu : Uang kas Piutang ( Account Receivable ) Barang dagangan ( Inventory ) Surat surat berharga yang mudah diperjualbelikan (Marketable Securities )

b. Rentabilitas Adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari seluruh modal yang dimilikinya. Kemampuan dapat diukur dari perbandingan antara Laba dengan seluruh modal yang dimiliki disebut Rentabilitas Ekonomi Usaha untuk meningkatkan Rentabilitas Ekonomi adalah sebagai berikut : a. Peningkatan Profit Margin Meningkatkan harga jual Meningkatkan efisiensi Peningkatan Assets Turnover Meningkatkan volume penjualan Mengurangi aktiva atau kekayaan yang tidak efektif Bila perusahan dalam penggunaan dana terlalu mendasarkan diri kepada motif mengejar laba, berarti kepentingan rentabilitas lebih ditonjolkan. Hal seperti ini misalnya dilakukan dengan lebih banyak menggunakan dana kepada barang modal akibatnya likuiditas perusahaan menjadi kecil. Hal yang demikian ini akan mengancam soliditas financial perusahaan, sebab tagihan tagihan lain tidak dapat dilayani. Sebaliknya bila perusahaan dalam pengelolaan dana menonjolkan kepada kepentingan likuiditas, misal sebagian besar dana tersimpan dalam bentuk yang likuid, maka rentabilitas perusahaan menjadi menurun, sebab luas operasi perusahaan menurun. Karena itu, keseimbangan antara likuidas dengan rentabilitas dalam penggunaan dana harus selalu mendapat perhatian.

c. Solvabilitas Adalah Perbandingan antara Total kekayaan dengan Total hutang. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mengembalikan seluruh hutang hutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan seluruh kekayaannya. Tingkat solvabilitas perusahaan dapat dihitung : Jumlah Harta X 100 % Jumlah Hutang Misalnya Jumlah Harta Rp. 100 juta, sedang Jumlah Hutang Rp. 25 juta berarti solvabilitasnya adalah : 100.000.000 X 100 % = 400 % 25.000.000 Ini berarti bahwa perusahaan adalah solvable, karena harta empat kali lebih besar dari hutang.

d. Soliditas Soliditas berasal dari kata solid berarti kuat dari berbagai segi. Dengan soliditas berarti kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan baik terhadap : Manajer & Pimpinan perusahaan ( Soliditas Moril ) Kepercayaan pemenuhan janji janji dalam kegiatan perusahaan ( Soliditas Komersial ) Kepercayaan pihak luar akan utuhnya modal yang dipercayakan kepada perusahaan ( Soliditas Finansial ) 4. Manager Keuangan Manajer keuangan mencoba untuk menjawab beberapa atau semua pertanyaan ini. Manajer keuangan tertinggi dalam sebuah perusahaan biasanya Chief Financial Officer (CFO) Tugas tugas Manager Keuangan : -Sebagai Bendahara - mengawasi manajemen kas, manajemen kredit, belanja modal, dan perencanaan keuangan - Controller - mengawasi pajak, akuntansi biaya, akuntansi keuangan dan pengolahan data

5. Keputusan keputusan Manajemen Keuangan Penganggaran Modal Apa investasi jangka panjang atau proyek harus bisnis mengambil? Struktur Modal Bagaimana kita harus membayar untuk aset kita? Haruskah kita menggunakan hutang atau ekuitas? Manajemen Modal Kerja Bagaimana kita mengelola sehari-hari keuangan perusahaan?

II. Bentuk Organisasi Bisnis Tiga bentuk Organisasi Bisnis 1. Perusahaan sendiri ( sole proprietorship ), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri. 2. Persekutuan( partnership) yaitu kerjasamaantara dua orang atau lebih. 3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham 1. Perusahaan Perseorangan/Tunggal ( sole proprietorship ) Merupakan perusahaan yang dimiliki oleh satu orang. Bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang sederhana. Adapun Keuntungannya adalah : Paling mudah memulainya Peraturanya tergolong paling sedikit Pajak hanya sekali yaitu pajak penghasilan saja Sedangkan kerugiannya adalah : Terbatas pada kehidupan pemilik Modal terbatas pada kekayaan pribadi pemilik Sulit untuk dijual kepemilikannya

2. Persekutuan ( partnership ) Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang atau lebih. Pembentukan persekutuan ini bisa berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang legal. Adapun Keuntungannya adalah : Dua atau lebih pemilik Lebih banyak modal tersedia Pajak Pendapatan hanya sekali dari penghasilan pribadi Sedangkan kerugiannya adalah : Kemitraan berakhir ketika salah satu mitra meninggal dunia atau ingin menjualnya Sulit untuk mengalihkan kepemilikan 3. Perseroan/Perusahaan/Korporasi Perseroan atau korporasi merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hukum, dimana tanggungjawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya. Bentuk badan usaha ini berbeda dengan perusahaan perseorangan dan persekutuan karena pemilik tidak harus memimpin atau mengelola perusahaan.

Tiga Komponen dalam PT : Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ), merupakan keputsan tertinggi dalam Perseroan Terbatas. Adapun Keuntungannya adalah : Perseroan terbatas Usia perusahaan tidak terbatas Pemisahan antara kepemilikan dan manajemen Alih kepemilikan mudah Mudah mendapatkan modal Sedangkan Kerugiannya adalah Pajak berganda (pajak penghasilan dengan tingkat perusahaan, dividen dikenakan pajak pada tingkat pribadi

III. Tujuan Dari Manajemen Keuangan Apa yang seharusnya menjadi tujuan perusahaan? Memaksimalkan keuntungan Meminimalkan Biaya - Biaya Mamaksimalkan Pangsa Pasar Memaksimalkan Nilai Saat Ini Saham Perusahaan Artinya, manajemen keuangan harus melakukan apa saja untuk memaksimalkan kekayaan pemilik

IV. Kemitraan meningkatkan penghasilan Kemandirian dan kebebasan dalam bisnis itu hal yang luar biasa, hal yang perlu diingat dengan baik : Kesuksesan di bisnis apapun selalu berdasarkan saling ketergantungan yang efektif. Kita memerlukan pelanggan agar bisa menjalankan bisnis. vendor untuk memasok bahan baku, informasi atau persediaan. Kita memerlukan mentor, kolega professional, pakar di bidangnya. Kita perlu penasihat hukum untuk melindungi dan menjaga kita tetap di lingkaran hukum. Kita perlu penasehat keuangan untuk perencanaan pajak, menjaga bisnis ada di pijakan financial yang kuat, dan untuk perencanaan keuangan perusahaan. Suatu hari ketika Anda meyakini bahwa Andalah bisnis itu sendiri merupakan awal berakhirnya bisnis Anda. Menemukan mitra yang tepat, khususnya penasehat/manager keuangan dan bekerjasama dengannya merupakan hal paling penting dalam sebuah bisnis.

Emirsyah Satar Emirsyah Satar sudah melekat pada Garuda Indonesia Airways. Makin berkibarnya citra maskapai penerbangan Indonesia tersebut, brand personal Emir, juga semakin bersinar. Pendapatan Garuda terus melejit sejak kepemimpinan Emir. Mantan banker ini berhasil membalik posisi Garuda dari kubangan utang menuju keuntungan financial. Pada 2007 kali pertama Garuda untung Rp 60,18 miliar setelah sebelumnya rugi Rp. 197,07 miliar. Laba ini bahkan berlipat 11 kali pada 2008. Padahal, saat baru menerima jabatan sebagai CEO pada 2005, Emir diwarisi utang perusahaan lebih dari 800 juta USD dan perusahaan merugi Rp. 688,56 miliar. Dengan pengalaman luas di bidang keuangan di berbagai perusahaan multinasional, Emir menjadi figur utama dalam restrukturisasi keuangan dan menyelamatkan Garuda dari ancaman kebangkrutan. Ia memimpin Garuda dalam menetapkan Rencana strategis melalui : Program transformasi tahap pertama pada 2006 2010 yang terbagi atas tahapan Survival (2006-2007), Turn Around (2008-2009), dan Growth (mulai 2010). Emir adalah sosok CEO yang percaya bahwa reputasi perusahaan adalah perpaduan antara prestasi korporat, dengan komunikasi yang baik kepada para stakeholder. Emir percaya hal ini bukan sekedar masalah image baik, tapi memperbaiki kultur dan operasional secara sistemik. Secara perlahan, budaya yang dibawa Emir membawa dampak internal dan menghasilkan trust dari berbagai stake holder.

V. Mengelola Manager Keuangan Manager Keuangan orang yang anda percayai untuk memberikan saran, kemanakah uang perusahaan harus diinvestasikan agar menetaskannya menjadi miliaran rupiah. Penting sekali kita memiliki manager keuangan, kita bisa saja mengaduk aduk uang ke dalam berbagai macam bisnis dan investasi, tetapi seiring berjalannya waktu, pajak dan inflasi akan mengikis secara perlahan bisnis anda. Karena tugas manager keuangan untuk merencanakan, menginvestasikan, mengelola bisnis kita. Wirausahawan menyewa manager keuangan untuk mewakili kepentingan wirausahawan. Para pemegang saham menyewa manager keuangan untuk menjalankan perusahaan. Hubungan dengan manager keuangan Pemilik menyewa manager untuk mewakili kepentingan pemilik Pemegang saham menyewa manager menjalankan perusahaan

Atas jasa jasa tersebut, wirausahawan memberikan kompensasi berupa : Pengawasan Manajerial Ancaman pengambilalihan/pergantian manajemen dapat menyebabkan manajemen yang lebih baik. Kompensasi Manajerial Insentif bisa digunakan untuk menselaraskan kepentingan manajemen dan pemegang saham Insentif harus terstruktur dengan hati-hati untuk memastikan bahwa mereka mencapai tujuan.

Seseorang dapat berteduh hari ini karena ada seseorang yang menanam pohon lama sebelumnya Warren Buffett

Terima Kasih Melisa Arisanty, S.I.Kom, M.Si