Teknik Informatika S1

dokumen-dokumen yang mirip
Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1

DINAMIKA PERUBAHAN & RESOLUSI KONFLIK

MANAJEMEN KONFLIK ENI WIDIASTUTI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

WORKGROUP COMPUTING DAN GROUPWARE

Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016

Tujuan Perkuliahan. PENGANTAR RPL (Pert. 2 chapter 1 Pressman) Agenda. Definisi Software (Perangkat Lunak) Lunak) 23/09/2010

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Teknologi Konstruksi (Construction Technology) yaitu mempelajari metode

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution

Taksonomi. Fokus Riset. CSCW Computer Supported Cooperative Work

Pertemuan 12 Manajemen Komunikasi

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi. Manajemen Sumber Daya Proyek

Pengelolaan Proyek PPSI. Part 1 Part 2 Part 3

CSCW Computer Supported Cooperative Work

Untuk menggambarkan kegiatan rekayasa persyaratan pokok dan hubungan mereka. Untuk memperkenalkan teknik untuk elisitasi persyaratan dan analisis.

Strategi dan Seni dalam NEGOSIASI. Lucky B Pangau,SSos MM HP : Lucky B Pangau.

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI

PENGARUH GAYA NEGOSIASI TERHADAP HASIL NEGOSIASI PADA INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA (STUDI KASUS DEVELOPER SWASTA DI KOTA SURABAYA)

Kegagalan dalam Pengembangan maupun Penerapan Sistem Informasi di Organisasi (Merujuk Pendapat Rosemary Cafasso)

Catatan Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Bagian 2

Praktik Rekayasa Perangkat Lunak

Teknik Informatika S1

Luh Putu Ary Sri Tjahyanti

Pemahaman (cont.) Analisis merupakan sebuah : Penemuan Perbaikan Pemodelan Spesifikasi (baru) Tim RPL 1

FAKTOR PENYEBAB KONFLIK SECARA UMUM

CSCW (Computer-Supported Cooperative Work)

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Teknik Informatika S1

KOMUNIKASI BISNIS NEGOSIASI BISNIS. Drs. Agung Sigit Santoso, M.Si, Psi. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA.

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

Teknik Informatika S1

CSCW (Computer-Supported Cooperative Work)

SOFTWARE PROCESS MODEL

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

Teknik Informatika S1

Suatu proses dimana satu pihak menganggap pihak lain secara negatif, merugikan dan perlu dihindari. Pandangan mengenai konflik:

BAB III ANALISIS. Komunitas belajar dalam Tugas Akhir ini dapat didefinisikan melalui beberapa referensi yang telah dibahas pada Bab II.

Bahan Ajar Komunikasi Bisnis Dosen : Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si.

Ratna Wardani. Department of Electronic Engineering Yogyakarta State University

9. PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

MANAJEMEN PROYEK DALAM PRAKTEK

E-CRM (1) Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

TEKNIK LOBBY, NEGOSIASI DAN DIPLOMASI. Prinsip-Prinsip dan Dimensi Dalam Proses Negosiasi. Public Relations. Drs. Dwi Prijono Soesanto M.Ikom.

BAB V PENUTUP I. KESIMPULAN

SIKLUS REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SDLC)

REKAYASA SISTEM INFORMASI

PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Teknik Informatika S1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

KONFLIK DAN NEGOSIASI

Bahan Ajar Rekayasa Perangkat Lunak Agile Software Development Disiapkan oleh Umi Proboyekti

Teknik Informatika S1

Fase Desain Proyek Perangkat Lunak

MENINGKATKAN MUTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN UNTUK PERUSAHAAN DIGITAL

BAB V REKOMENDASI RENCANA IMPLEMENTASI

Nama: Anton Rahmat Riyadi NIM :

merasa perlu untuk menawar kembali

Modul Praktikum Analisis dan Perancangan Sistem Halaman 1 dari 58

Teknik Informatika S1

Review of Process Model. SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina*

Chapter 5. Contract Review

Konflik dan Negosiasi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Teknik Informatika S1

BAB IV PERANCANGAN. IV.2 Perancangan Model Komunitas Belajar Learner-Centered

3. Mahasiswa mampu menginisiasi, merencanakan, menjalankan, dan menutup proyek sistem informasi dengan metode yang sesuai

BAB II DASAR TEORI. II.1 Model dan Pemodelan

Negosiasi dengan Hati

Chapter 10 MANAJEMEN KOMUNIKASI PROYEK

ORGANIZATION THEORY AND DESIGN

Enterprise Architecture Planning

LAMPIRAN 1 Instrumen Penelitian

BAB 3 HUBUNGAN PENGECER DENGAN PEMASOK DAN TEKNIK NEGOSIASI

MODUL 11: PRAKTIK TERBAIK UNTUK DESAIN PROYEK. USAID Adapt Asia-Pacific

Requirements Engineering. Materi 5

Sistem Pendukung Keputusan. Lecture s Structure. Pengambilan Keputusan

REVIEW Pengelolaan Kolaborasi Sumberdaya Alam. Apa, Mengapa, dan Bagaimana Pengelolaan Kolaboratif SumberdayaAlam: Pengantar Diskusi

Negosiasi : This is how we do it!

BAB IV PEMBAHASAN. PT. BIKA SOLUSI PERDANA adalah perusahaan yang bergerak. pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder), PT.

Evaluasi Program Pelatihan

BAB III LANDASAN TEORI. yang disusun guna menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada bab ini akan

CV. Lubersky Computer Semarang: IT Consultant, Software dan Web Development

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil evaluasi penerapan manajemen pengendalian proyek South

PANDUAN PENJURIAN DEBAT BAHASA INDONESIA. Disusun oleh: Rachmat Nurcahyo, M.A

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA.

Danang Wahyu Utomo

Perbedaan Pengembangan Software Dan Pengembangan Sistem Informasi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. memegang tanggung jawab paling besar untuk perawatan pasien dalam kerangka

Transkripsi:

Teknik Informatika S1 Software Requirement Engineering Requirements Negotiation Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS egia@dsn.dinus.ac.id +6285740278021

SILABUS MATA KULIAH 1. Requirement Engineering 2. Requirement Elicitation 3. Specification of Requirement Models 4. Requirement Prioritization UTS 5. Requirement Interdependencies 6. Impact Analysis 7. Requirement Negotiation 8. Quality Assurance in Requirement Engineering

Requirements Negotiation 1. Introduction Requirements Negotiation 2. The Negotiation Process 3. Dimension of Requirements Negotiation 4. Examples of Negotiation Systems

Pendahuluan Requirements Negotiation Konflik memainkan peran penting dalam rekayasa perangkat lunak, meskipun konflik sering diabaikan atau penanganan yang buruk dengan metode pembangunan yang ada. Konflik yang muncul hampir pasti datang dari stakeholder proyek seperti calon pengguna sistem, pemilik, pengembang atau aktor lain karena ketidakcocokan.

Pendahuluan Requirements Negotiation Negosiasi kebutuhan tidak hanya dilakukan satu kali dalam proyek, tetapi harus dilakukan pada tahap awal, dan diulang pada tahap akhir. Dalam setiap siklus para stakeholder mempunyai kepentingan dan tujuan baru yang harus dipertimbangkan sehingga menimbulkan negosiasi. Dalam metode seperti model spiral perjanjian yang dicapai berevolusi menjadi kebutuhan yang lebih rinci.

Tujuan Requirements Negotiation Tujuan utama dari negosiasi kebutuhan?

Tujuan Requirements Negotiation Tujuan utama dari negosiasi kebutuhan adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan konflik antar para stakeholder (pemangku kepentingan). Ini memberikan kontribusi untuk tujuan mendefinisikan kebutuhan yang layak dan mengakomodasi semua tujuan dan harapan stakeholder.

Tujuan Requirements Negotiation Selain itu, terdapat beberapa tujuan dari negosiasi kebutuhan yaitu: 1. Memahami kendala proyek 2. Beradaptasi dengan perubahan 3. Membina pembelajaran tim 4. Memunculkan pengetahuan yang dipahami 5. Mengelola kompleksitas 6. Berurusan dengan ketidakpastian 7. Menemukan solusi yang lebih baik

Definisi Negosiasi Negosiasi diadopsi secara luas dan telah diteliti oleh berbagai disiplin ilmu. Akibatnya, ada perspektif yang berbeda pada negosiasi dan aspek berbeda yang ditekankan. Negosiasi secara tradisional dipandang sebagai "interaksi aktual antara peserta yang mengarah pada komitmen bersama dimulai saat peserta mulai berkomunikasi mengenai tujuan mereka, dan berakhir atau berhasil ketika semua setuju untuk kontrak tertentu.

Definisi Negosiasi Easterbrook mendefinisikan negosiasi sebagai "pendekatan kolaboratif untuk menyelesaikan konflik dengan eksplorasi berbagai kemungkinan. Hal ini ditandai oleh peserta yang mencoba untuk menemukan penyelesaian yang memuaskan semua pihak sebanyak mungkin.

Definisi Negosiasi Curtis B, Krasner H, Iscoe N mengambil perspektif rekayasa kebutuhan ketika menyatakan bahwa negosiasi kebutuhan dapat dilihat sebagai proses berulang dimana para pemangku kepentingan membuat timbal balik antara fungsi sistem yang diminta, kemampuan teknologi yang ada, jadwal pengiriman dan biaya.

Definisi Negosiasi Robinson dan Volkov berpendapat bahwa di luar negosiasi yang sebenarnya kita juga harus mempertimbangkan tahap pra dan pasca-negosiasi sebagai bagian dari proses kegiatan negosiasi meliputi seperti pengakuan awal masalah, ajakan peserta dan komunikasi, atau pemeliharaan solusi.

Proses Negosiasi Proses negosiasi meliputi 3 pendekatan yaitu: 1. Pre-Negotiation, 2. Negotiation, dan 3. Post-Negotiation.

Proses Negosiasi 1. Pre-Negotiation Kegiatan penting dari tahap ini adalah: Definisi masalah negosiasi, Identifikasi pemangku kepentingan, Elisitasi tujuan dari para pemangku kepentingan, dan Analisis tujuan untuk menemukan konflik. Hasil dari tahap ini adalah isu-isu dan konflik yang terlibat.

Proses Negosiasi 2. Negotiation Kegiatan negosiasi adalah tentang penataan masalah dan mengembangkan alternatif untuk pemecahan masalah, misalnya dengan bertukar penawaran atau mengusulkan alternatif yang saling menguntungkan. Setelah mengembangkan solusi yang mungkin pemangku kepentingan akhirnya setuju pada yang terbaik.

Proses Negosiasi 2. Negotiation Penjelasan dari solusi yang mungkin merupakan prasyarat sebelum para pemangku kepentingan dapat menyetujui keputusan dan membutuhkan pembentukan kriteria penilaian, seperangkat aturan yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan. Diperlukan juga sesi negosiasi untuk menyetujui kriteria penilaian.

Proses Negosiasi 3. Post-Negotiation Dalam fase ini pemangku kepentingan (atau alat otomatis) menganalisis dan mengevaluasi hasil negosiasi dan menyarankan kembali negosiasi jika diperlukan. Sebagai contoh, dapat ditentukan perjanjian sesuai permintaan stakeholder dan jika solusi yang lebih baik mungkin bagi satu pihak yang melakukan negosiasi, tanpa menyebabkan kerugian ke pihak yang lain. Hal ini juga dapat melibatkan evaluasi jaminan kualitas dari hasil negosiasi.

Dimensi Requirements Negotiation Dimensi ini terbagi ke dalam tiga kerangka yaitu 1. Strategi resolusi konflik, 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan, dan 3. Alat pendukung negosiasi.

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Konflik merupakan bagian tak terelakkan dari desain sistem dan alasan untuk negosiasi. Di dalam setiap proyek rekayasa perangkat lunak, konflik adalah hal penting dan membutuhkan solusi sebagai keputusan penting.

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Sebuah studi yang dilakukan oleh Curtis membagi 3 sumber konflik dalam rekayasa perangkat lunak, yaitu: 1. Pengetahuan yang sedikit tentang domain aplikasi, 2. Kebutuhan yang fluktuatif dan saling bertentangan, dan 3. Kurangnya komunikasi dan koordinasi.

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Berdasarkan Easterbrook sumber konflik diantaranya adalah Konflik karena perbedaan solusi yang disarankan, Konflik yang disebabkan karena kendala pernyataan, Konflik karena kebutuhan, Konflik dalam penggunaan sumber daya, dan Konflik karena perbedaan evaluasi prioritas.

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Terdapat sebuah model yang diusulkan oleh Thomas. Menurut model ini stakeholder mempunyai dua dimensi orientasi yakni: 1). Fokus pada memuaskan kepentingannya sendiri (tidak tegas, asertif) dan 2). Fokus pada memuaskan kepentingan orang lain (tidak kooperatif, kooperatif).

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Dengan menggunakan 2 dimensi tersebut dapat ditentukan 5 orientasi dominan untuk menangani konflik, yaitu: Bersaing (memaksa) melibatkan penekanan pada memenangkan kepentingan sendiri dengan mengorbankan yang lain, yang sering menimbulkan situasi "menang-kalah". Menampung (lebih halus) mencoba untuk memuaskan kekhawatiran lain tanpa memperhatikan kepentingan sendiri. Hal ini berarti bahwa satu pemangku kepentingan rela berkorban dan mengorbankan yang lain.

Dimensi Requirements Negotiation 1. Strategi resolusi konflik Berkolaborasi (pemecahan masalah) berfokus pada memnuhi kepentingan semua pihak untuk mencari alternatif sehinggan memnuhi kepentingan semua. Menekankan pada situasi win-win solution. Menghindari (menarik diri dari forum) Negosiasi bisa menghasilkan ketidakpedulian, penolakan, atau apatis. Berkompromi (berbagi) Melibatkan konsesi untuk menemukan jalan tengah yang memuaskan.

Dimensi Requirements Negotiation 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan Waktu negosiasi dan lokasi stakeholder memiliki dampak yang kuat pada interaksi yang sebenarnya selama negosiasi dan menimbulkan tantangan tambahan. Computer-Supported Cooperative Work telah mengembangkan matriks CSCW, skema klasifikasi sederhana yang membedakan empat skenario yang berbeda. Co-located Dislocated Synchronous communication Same time/ Same place Same time/ Different place Asynchronous communication Different time/ Same place Different time/ Different place

Dimensi Requirements Negotiation 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan Same time/ Same place Pertemuan dengan tatap muka masih merupakan cara yang umum untuk memperoleh dan bernegosiasi mengenai kebutuhan. Dalam rekayasa kebutuhan, banyak pendekatan masih bekerja dengan baik atau bahkan mengharuskan terus menerus dan mengharuskan kerja tim yang sinkron. Pendekatan seperti metode Agile mendukung pertemuan dengan tatap muka. Contoh yang popular adalah on-site customer, dalam sebuah praktik di extreme Programming.

Dimensi Requirements Negotiation 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan Different time/ Same place Menyelenggarakan seluruh negosiasi dengan pertemuan tatap muka biasanya tidak mungkin, bahkan jika stakeholder terletak di lokasi yang sama. Durasi negosiasi sering melebihi waktu workshop dan umumnya sulit untuk diatur karena kendala waktu.

Dimensi Requirements Negotiation 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan Same time/ Different place Apabila tidak mungkin untuk mempertemukan para stakeholder dengan pertemuan tatap muka, mungkin untuk mengumpulkan stakeholder pada saat yang sama, dengan beberapa dari stakeholder berpartisipasi jarak jauh. Penggunaan konferensi audio dan video harus menyediakan bandwidth yang wajar dan bermanfaat dengan interaksi pada waktu yang sama.

Dimensi Requirements Negotiation 2. Kolaborasi situasi para pemangku kepentingan Different time/ Different place Rekayasa kebutuhan semakin banyak dilakukan dalam waktu dan lokasi yang berbeda karena semakin banyak proyek yang dilakukan sehingga mempengaruhi beberapa organisasi. Dengan adanya teknologi canggih untuk berkolaborasi seperti menjadi sebuah keharusan yang memungkinkan semua stakeholder untuk berkontribusi di belahan dunia manapun stakeholder berada.

Dimensi Requirements Negotiation 3. Alat pendukung negosiasi Negosiasi sering didukung dengan cara tradisional seperti buku pedoman dan buku pegangan untuk fasilitasi serta alat rapat pada umumnya bagi semua stakeholder seperti papan tulis, kertas rencana kerja, dll. Berdasarkan skala dan kompleksitas proyek dunia nyata menyarankan penggunaan yang lebih canggih untuk mendukung negosiasi mulai dari perangkat lunak untuk berkomunikasi dan agen perangkat lunak cerdas.

Dimensi Requirements Negotiation 3. Alat pendukung negosiasi Kersten dalam makalahnya memberikan klasifikasi mendalam tentang alat pendukung negosiasi yang terbagi menjadi 3 yaitu: Passive support, Active facilitative support, dan Pro-active interventive support.

Dimensi Requirements Negotiation 3. Alat pendukung negosiasi Passive support Passive support menyediakan infrastruktur untuk negosiasi dan mendukung semua kolaborasi situasi yang berbeda. Alat ini mengizinkan semua pihak terlibat untuk mengekspresikan preferensi, berkomunikasi tentang ide-ide, saling tawar dan ber-argumen, serta berbagi hasil akhir. Contohnya adalah email, chatting atau multimedia room.

Dimensi Requirements Negotiation 3. Alat pendukung negosiasi Active facilitative support Active facilitative support mampu membimbing para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap kesepakatan. Misalnya, dengan mengidentifikasi situasi yang saling menguntungkan. Sistem tersebut dapat membantu pengguna dalam perumusan, evaluasi, dan solusi dari masalah yang sulit. Alat ini juga mendukung pembuatan konsesi dan konstruksi penawaran, serta penilaian proses.

Dimensi Requirements Negotiation 3. Alat pendukung negosiasi Pro-active interventive support Pada pro-active interventive support mampu mengkoordinasikan kegiatan para stakeholder. Sebagai contoh, mereka mengkritik tindakan mereka atau menyarankan kesepakatan apa untuk diterima. Untuk memberikan kemampuan tersebut akses sistem menggunakan basis pengetahuan dan menggunakan agen perangkat lunak cerdas dalam memantau proses negosiasi serta kegiatan individu negosiator. Contoh perangkat lunaknya adalah Atin intelligent software agent augmenting the Inspire system.

Contoh Sistem Negosiasi Para peneliti dan praktisi telah mengembangkan jenis sistem negosiasi yang mendukung stakeholder dalam melakukan negosiasi. Namun, beberapa dari mereka ditargetkan khusus pada perangkat lunak negosiasi kebutuhan, sementara sebagian besar alat yang lain lebih mendukung negosiasi yang lebih umum. Contoh alat negosiasi adalah DealMaker, Inspire, MeetingOne, Negoisst, SimpleNS, SmartSettle, dan WebNS.

Contoh Sistem Negosiasi Dimensi/ Alat Aspire Negoisst EasyWinWin SmartSettle Pra-Negosiasi Pra-Negosiasi Pra-Negosiasi Pra-Negosiasi Persiapan Negosiasi Mendefinisikan Mendefinisikan tujuan Persiapan negosiasi kategori negosiasi negosiasi, topik Pemenuhan kepentingan negosiasi, dan daftar istilah negosiasi Pemenuhan kepuasan Mengidentifikasi sukses kritis pemangku kepentingan Elisitasi kondisi menang Memprioritaskan kondisi menang Menyatakan isu dan kendala Negosiasi Melakukan negosiasi (penawaran dan menghitung penawaran) Negosiasi Melakukan negosiasi (permintaan, penawaran, menghitung penawaran, menerima, menolak, pertanyaan, klarifikasi) Negosiasi Mengidentifikasi isu dan pilihan Melakukan negosiasi perjanjian Negosiasi Membangun keadilan Memaksimalkan keuntungan Pasca-Negosiasi Pasca-Negosiasi Pasca-Negosiasi Pasca-Negosiasi Pasca penyelesaian Mendefinisikan Review Tanya jawab Mengamankan komitmen kontrak Win-win spiral model iterations Strategi resolusi konflik Bersaing Bersaing Kolaborasi kompromi Kompromi bersaing Kolaborasi situasi Different time/ Different place Different time/ Different place Same time/ Same place Different time/ Different place Alat Pendukung Negosiasi Pro-active interventive Active facilitative Active facilitative Active facilitative

TERIMA KASIH